cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
KEMATANGAN EMOSI DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH MUDA DI KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG Silfa Izzul Nurmaya; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34473

Abstract

Pernikahan usia muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tetapi angka perceraian juga meningkat terutama pada pasangan yang saat menikah berusia kurang dari 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.  Sebanyak 117 perempuan yang dulunya menikah di bawah usia 20 tahun dan merupakan warga Kecamatan Bandar Kabupaten Batang menjadi partisipan dalam penelitian ini. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Kematangan Emosi (12 aitem; α= 0,776) dan Skala Kepuasan Pernikahan (43 aitem; α= 0,944). Hasil uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan kepuasan pernikahan (rs= 0,527, p= 0,000). Hal ini berarti, semakin baik kematangan emosi responden, semakin tinggi pula kepuasan pernikahannya, dan sebaliknya. Lebih lanjut, partisipan penelitian ini memiliki karakteristik sebagai berikut: rentang usia perkawinan partisipan adalah 2-10 tahun, dengan latar belakang pendidikan beragam dari SD hingga SMA, serta mayoritas ibu rumah tangga. Temuan ini perlu diperdalam dengan melakukan penelitian serupa pada pasangan dengan usia perkawinan di bawah dua tahun atau pada pasangan dengan peran ganda karena bekerja. Pada penelitian ini, kematangan emosi dan kepuasan pernikahan partisipan mungkin dipengaruhi oleh umur perkawinan yang memungkinkan terjadinya penyesuaian perkawinan dengan baik.
KONFLIK PERAN DENGAN WELL-BEING PADA IBU BEKERJA Elonora Helen Agyo Pasca Nona; Agnes Maria Sumargi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34468

Abstract

Ibu bekerja memiliki beban yang berat pada masa pandemi COVID-19 ini karena harus membagi waktu dan tenaganya untuk mengurus rumah tangga, khususnya anak, dan menjalankan pekerjaannya pada saat yang sama. Hal ini membuat ibu bekerja rentan mengalami konflik peran. Masalah di rumah dapat terbawa ke tempat kerja (Family-to-Work Conflict, FWC) dan masalah di tempat kerja dapat terbawa ke rumah (Work-to-Family Conflict, WFC), sehingga akhirnya hal ini mempengaruhi kesejahteraan diri ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konflik peran dengan well-being pada ibu bekerja. Partisipan dalam penelitian ini adalah 44 orang ibu bekerja yang memiliki jam kerja tetap, memiliki anak berusia 2-6 tahun, dan berdomisili di Surabaya. Mereka mengisi kuesioner secara daring, yakni Work-Family Conflict Scale dan Pemberton Happiness Index. Dengan menggunakan analisis korelasi Kendall’s tau b diperoleh hasil adanya hubungan yang signifikan antara FWC dengan well-being ibu, r = -0,465, p = 0,000; namun tidak ada hubungan yang signifikan antara WFC dengan well-being ibu, r = -0,218, p = 0,067. Hal ini menunjukkan bahwa konflik peran khususnya konflik keluarga ke pekerjaan berdampak pada menurunnya kesejahteraan ibu. 
EFEKTIVITAS INTERVENSI MUSIK GAMELAN UNTUK MENURUNKAN KECENDERUNGAN PERILAKU KECANDUAN GADGET PADA REMAJA Nimas Bondhan Kinanthi; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34438

Abstract

Pembelajaran daring yang diselenggarakan selama pandemi COVID-19 berdampak pada intensitas penggunaan gadget yang tinggi pada siswa. Jika hal tersebut dilakukan di luar kepentingan pembelajaran, maka dikhawatirkan akan muncul perilaku kecanduan gadget pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi musik gamelan terhadap kecenderungan perilaku kecanduan gadget pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen non-randomized pretest posttest control group design yang dilaksanakan selama enam kali pertemuan dengan durasi 60 menit pada setiap pertemuan. Karakteristik subjek dalam penelitian ini yaitu remaja Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten yang berusia 10-13 tahun, mengalami kecenderungan perilaku kecanduan gadget, dan bisa memainkan alat musik gamelan. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 18 orang yang terdiri dari 9 remaja dalam kelompok eksperimen, dan 9 remaja dalam kelompok kontrol. Tingkat kecanduan gadget diukur menggunakan Skala SAS-SV yang terdiri dari 23 aitem valid (α = 0.870). Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat kecanduan gadget pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan, hal ini dibuktikan dengan hasil uji Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.000 (p < 0,05). Selain itu, uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan skor kecanduan gadget pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan perlakuan (Sig = 0.000, p < 0,05). Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa intervensi musik gamelan mampu berpengaruh secara signifikan untuk menurunkan kecenderungan perilaku kecanduan gadget pada remaja. Pemberian intervensi musik dalam setting kelompok telah terbukti mampu mengurangi isolasi diri, meningkatkan motivasi anggota untuk berpartisipasi, meningkatkan kehadiran kelompok, dan meningkatkan perasaan senang bagi peserta.  
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN PADA PENGIDAP KANKER DI KOMUNITAS CISC SULUH HATI SEMARANG Enricko Bagas Hermawan; Adi Dinardinata
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34433

Abstract

Tingkatan kecemasan terhadap kematian pada seseorang dapat meningkat jika individu mengalami stres atau sebuah ancaman, seperti masalah kesehatan atau penyakit. Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki jumlah kematian tertinggi, sedangkan landasan penelitian penanganan non medis yang salah satunya fokus pada apakah religiusitas berhubungan dengan kecemasan terhadap kematian masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yaitu religiusitas dan kecemasan terhadap kematian pada pengidap kanker di Komunitas CISC Suluh Hati Semarang. Subjek dari penelitian ini adalah pengidap kanker yang merupakan angggota komunitas CISC Suluh Hati Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data diambil dengan menggunakan skala Religiusitas (29 aitem, α = 0,927) dan Skala Kecemasan terhadap Kematian (25 aitem, α = 0,932). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dan kecemasan terhadap kematian pada pengidap kanker di Komunitas CISC Suluh Hati Semarang ( = -0,595 dan p = 0,000). Hubungan negatif antara kedua variabel memiliki arti bahwa semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecemasan terhadap kematian.   
HUBUNGAN ANTARA SCHOOL WELL-BEING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA MARDISISWA SEMARANG Ridhwan Ammar Jatmiko; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.34490

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Mardisiswa Semarang. Prokrastinasi Akademik adalah perilaku penundaan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan akademik yang dilakukan oleh siswa yang berhubungan dengan kegiatan akademik secara sengaja karena hal tersebut dianggap sulit atau tidak menyenangkan bagi siswa.  School well-being adalah penilaian subjektif dari siswa terhadap lingkungan sekolah terhadap kebutuhan dasar siswa ketika menjalankan kegiatan akademik maupun non-akademik di sekolah.  Populasi dalam penelitian ini berjumlah 211 orang siswa SMA Mardisiswa, dengan sampel sebanyak 104 orang siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala School Well-Being (26 aitem, α = 0,893) dan Skala Prokrastinasi Akademik (23 aitem, α = 0,863). Analisis data dilakukan dengan analisis Spearman’s Rho, menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara school well-being dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Mardisiwa Semarang (rxy = -0,498 dan p = 0,000). Hubungan yang negatif memiliki makna bahwa semakin tinggi school well-being maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Saran bagi subjek yaitu subjek sebaiknya dapat mengatur waktu dengan baik untuk mengerjakan tugas dan menyusun skala prioritas dalam mengerjakan tugas. 
HUBUNGAN ANTARA WORK ENGAGEMENT DENGAN WORK-FAMILY ENRICHMENT PADA POLISI WANITA DI MAPOLDA JAWA TENGAH KOTA SEMARANG Jonathan Hadamas; Novi Qonitatin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34469

Abstract

Polisi wanita yang telah menikah menjalani 2 peran yakni peran sebagai polisi serta peran menjadi ibu rumah tangga. Hal itu berpotensi menjadi sumber manfaat positif bagi mereka. Kondisi dimana proses interaksi kerja-keluarga saling berkontibusi positif mampu meningkatkan kualitas hidup pada masing-masing peran dinamakan work-family enrichment. Terdapat banyak faktor yang berhubungan dengan work-family enrichment, salah satunya yaitu work engagement. Penelitian ini bertujuan guna meneliti hubungan antara work engagement dengan work-family enrichment di polisi wanita yang sudah menikah di Polda Semarang. Populasi penelitian ini memiliki jumlah 350 orang mempunyai sampel penelitian sejumlah 62 orang. Karakteristik subjek dalam penelitian yakni polisi wanita yang sudah menikah atau berkeluarga. Teknik sampling yang dipakai yakni Purposive Sampling. Penelitian ini memakai Skala Work Engagement serta Skala Work-Family Enrichment. Hasil penelitian ini membuktikan terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara work engagement dan work-family enrichment pada polisi wanita yang telah menikah dan bertugas aktif pada Mapolda Jawa Tengah. Artinya, semakin tinggi tingkat work engagement yang dipunyai seorang polisi wanita yang telah menikah dan bertugas aktif di Mapolda Jawa Tengah, akan kian besar juga work-family enrichment yang terjadi dalam kehidupannya, begitu pun sebaliknya. 
VALIDITAS ISI SKALA INTEGRITAS AKADEMIK DOSEN Prasetyo Budi Widodo; Diana Rusmawati; Endah Mujiasih; Adi Dinardinata
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.0.34464

Abstract

Integritas akademik adalah kualitas individu-individu dalam lembaga pendidikan yang selalu diupayakan untuk menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi skala integritas akademik dosen. Item yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan desain situational judgement test (SJT) yang terdiri dari sebuah skenario dan 4 opsi respon. Validasi isi dilakukan kepada indikator keperilakuan dan item yang disusun peneliti dengan batas nilai Aiken sebesar 0,8. Ahli yang dilibatkan dalam penelitian ini sejumlah 21 orang. Hasil analisis dengan Aiken’s V menunjukkan skala integritas akademik dosen yang dikembangkan dalam penelitian ini mempunyai validitas isi yang baik, dengan nilai V lebih dari 0,8 pada pengujian validitas isi indikator perilaku aspek integritas akademik maupun pengujian validitas isi pada 96 item skala integritas akademik.  
PENGALAMAN PENGASUHAN SINGLE MOTHER YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Magdalena Margaretha; Yohanis F La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34434

Abstract

Ketidakhadiran suami membuat single mother berjuang sendiri untuk mengasuh anak. Kondisi tersebut semakin berat setelah anak didiagnosis mengidap penyakit kronis yaitu lupus. Penyakit lupus merupakan jenis penyakit autoimun kronis yang dapat memberikan dampak fisik maupun psikologis kepada pengidapnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mencari tahu mengenai proses pengasuhan pada single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposif. Terdapat tiga partisipan yang diwawancarai dengan kriteria single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik usia dewasa awal, dan didiagnosis mengidap lupus eritematosus sistemik sejak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan wawancara yang bersifat semi-terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan dua tema induk yaitu, (1) keprihatinan terhadap anak dengan tema superordinat kepedulian dalam mengasuh, upaya memahami kondisi anak, upaya penyembuhan, upaya membangun optimisme, dan (2) dinamika dalam mengasuh dengan tema superordinat  keguncangan pascadiagnosis,  rintangan dalam pengasuhan, serta penguatan dalam pengasuhan. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan EY, yaitu pembatasan diri karena stigma. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai dinamika yang dialami oleh single mother dan upaya keras yang dilakukan untuk dapat bertahan selama mengasuh anak penyandang lupus eritematosus sistemik pada ketiga partisipan. Kekurangan dan  keterbatasan dari penelitian ini juga dibahas sebagai acuan untuk penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.   
PENGALAMAN LAKI-LAKI YANG MENJADI KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP): SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Andrea Maria; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.35290

Abstract

  Laki-laki dan perempuan dapat menjadi korban kekerasan dalam pacaran, walaupun angka kekerasan terhadap laki-laki lebih rendah dari perempuan. Meskipun demikian, fakta bahwa laki-laki dapat menjadi korban KDP tidak bisa diabaikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana pengalaman laki-laki yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran (KDP). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologis dan teknik analisis data dengan interpretative phenomenological analysis (IPA). Metode pengumpulan data menggunakan wawancara kepada tiga partisipan laki-laki yang pernah menjadi korban kekerasan dalam pacaran, menjalin hubungan minimal satu tahun dan berusia diantara 18-25 tahun. Hasil analisis data menemukan sebelas tema superordinat, yakni (1) upaya membangun relasi romantis, (2) sikap agresi pasangan, (3) sikap cemburu pasangan, (4) usaha mempertahankan hubungan, (5) luka fisik akibat agresi, (6) gejolak emosi dan kehilangan motivasi, (7) trauma terhadap benda dan perempuan, (8) menenangkan diri dengan obat-obatan terlarang, (9) pengaruh negatif terhadap relasi sosial, (10) perubahan positif setelah memaafkan, dan (11) pengaruh terhadap hubungan baru. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam ilmu psikologi guna memahami seorang laki-laki yang menjadi korban kekerasan dalam pacaran.
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DAN WORK-LIFE BALANCE PADA KARYAWAN TEKNIK PERUMDAM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS Qotrunnada Firdauz; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.35288

Abstract

  Tugas pekerjaan karyawan teknik yang menuntut karyawan untuk lebih banyak mengalokasikan waktu dan fokusnya terhadap pekerjaannya kerap membuat karyawan mengesampingkan kegiatan pribadinya dan hal tersebut menyebabkan karyawan berpotensi untuk tidak mencapai work-life balance. Job crafting merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan karyawan untuk mencapai work-life balance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dan work-life balance pada karyawan teknik PERUMDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian ini adalah 130 orang karyawan teknik PERUMDAM Tirta Satria. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 97 karyawan dan diambil menggunakan teknik cluster random sampling (92% laki-laki dan 4% perempuan, rentang usia 21 tahun-56 tahun). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Job Crafting (37 aitem, α = 0,954) dan Skala Work-life Balance (22 aitem, α = 0,941). Uji korelasi yang dilakukan menggunakan Spearman’s Rho dan menunjukkan nilai rxy = 0,763. dengan p = 0,000. (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara job crafting dan work-life balance pada karyawan teknik PERUMDAM Tirta Satria. Artinya, semakin tinggi tingkat job crafting pada karyawan maka semakin tinggi pula tingkat work-life balance pada karyawan.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue