cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI PADA REMAJA AWAL KELAS VII Devi Triana Putri Samosir; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.596 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14885

Abstract

Pengungkapan diri adalah kemampuan individu untuk berbagi informasi tentang diri pribadinya meliputi perilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi dan ide kepada orang lain.Citra tubuh adalah evaluasi individu terhadap penampilan fisiknya yang meliputi pemikiran atau perasaan terhadap penampilan tubuhnya sendiri sehingga mengarahkan pada perilaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara citra tubuhdan pengungkapan diri pada siwa kelas VII yang tergolong remaja awal (usia 12-15 tahun). Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan pengungkapan diri pada siswa kelas VII yang tergolong remaja awal (usia 12-15 tahun). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 256 orang yang terbagi dalam delapan kelas. Dengan cluster random sampling, diperoleh subjek penelitian sebanyak 128 orang yang terdistribusi dari 4 kelas. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan Skala Citra Tubuh (22 aitem, α = .79) dan Skala Pengungkapan Diri (25 aitem, α = .84). Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara citra tubuh dengan pengungkapan diri (rxy= .32; p = .000), maka hipotesis diterima. Semakin positif citra tubuh individu maka semakin tinggi juga pengungkapan dirinya. Sebaliknya, semakin negatif citra tubuh individu maka semakin rendah pengungkapan dirinya. Koefisien determinasi menunjukkan secara simultan citra tubuh dapat menjelaskan perubahan pengungkapan diri sebesar 10% dan 90% lainnya dipengaruhi oleh faktor yang lain.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI UKM PEDULI SOSIAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG AMALIA, RACHMA; Desiningrum, Dinie Ratri
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.07 KB)

Abstract

Mahasiswa memiliki peran yang penting untuk dapat mengimplementasikan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat sehingga dibutuhkan kepribadian yang tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam menjalani peran tersebut. Salah satu yang berpengaruh terhadap kemampuan dalam mensejahterakan orang lain adalah karakteristik kepribadian seperti hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara hardiness dengan perilaku prososial pada mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro dengan karakteristik menjadi anggota organisasi aktif di periode 2016/2017. Subjek penelitian adalah 82 anggota UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro Semarang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu perilaku prososial (43 aitem, α = 0.945) dan skala hardiness (41 aitem α = 0.937). Analisis data menggunakan regresi sederhana yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hardiness dengan perilaku prososial (r=0.815 ; p<0.000). Artinya semakin kuat hardiness yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi perilaku prososialnya. Hardiness memberikan sumbangan efektif terhadap perilaku prososial pada mahasiswa yang mengikuti UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro sebesar 66.5% dan sisanya 33.5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 
PERBEDAAN KECEMASAN AKADEMIS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA KELAS X SMA NEGERI 2 UNGARAN David Nurdian Aji Saputra; Costrie Ganes Widayanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.04 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7537

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecemasan akademis ditinjau dari jenis kelamin pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kecemasan akademis ditinjau dari jenis kelamin pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran, dan kecemasan siswa perempuan lebih tinggi dibandingkan siswa laki- laki.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 ungaran. Sampel penelitian berjumlah 98 terdiri dari 42 siswa laki- laki dan 56 siswa perempuan, yang diperoleh melalui proportionate random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian adalah skala kecemasan akademis (46 aitem valid, α = 0,926), yang telah diuji cobakan pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran.Data yang didapatkan berdasarkan hasil uji T menunjukkan nilai thitung = 0,742 dan ttabel =  1.066 < p(0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kecemasan akademis di tinjau dari jenis kelamin pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran.
PENGALAMAN ISTRI YANG MENGALAMI SEPARATION WITHOUT DIVORCE Studi Kualitatif Fenomenologis pada Wanita Dewasa Madya Yang Mengalami Perpisahan Tanpa Perceraian Mia Aisyah Putri; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.236 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15114

Abstract

Penelitian ini bertujuan penelitian untuk memahami lebih dalam pengalaman istri yang berpisah dengan suami tanpa proses perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik eksplikasi data. Subjek penelitian berjumlah tiga orang istri yang diperoleh melalui teknik purposif. Pengalaman tiga subjek dengan separation without divorce memiliki kesamaan: suami pergi dari rumah, suami menikah lagi dan dugaan unsur magic pada kepergian suami dari rumah. Suami ketiga subjek memilih tinggal bersama istri baru dan meninggalkan istri serta anak. Dampak perpisahan dirasakan ketiga istri dari segi ekonomi, fisik maupun psikis. Ketiga subjek mencari uang untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan peran sebagai ibu. Saat membesarkan anak, ketiga subjek memberikan kebebasan yang bertanggungjawab pada anak. Dampak perpisahan dirasakan oleh anak dan keluarga besar kedua pihak. Anak-anak ketiga istri merasa sedih akibat kepergian ayah namun seiring dengan berjalannya waktu, anak terbiasa dengan kepergian ayah dari rumah. Penelitian ini menghasilkan pengertian perpisahan tanpa perceraian yaitu keadaan saat salah satu pasangan meninggalkan rumah tanpa ada kabar baik sebelum maupun sesudah kepergian, dengan atau tanpa konflik sebelumnya yang mengakibatkan status pernikahan menggantung.
DUKUNGAN GURU DAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA SISWA SMA SEMESTA SEMARANG Iriantika Prihastyanti; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.451 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21740

Abstract

 Siswa yang bersekolah di SMA Semesta Semarang memiliki tuntutan yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan siswa tinggal terpisah dengan orang tua, menghadapi pembelajaran menggunakan dwibahasa, serta kurikulum nasional yang dipadukan kurikulum berorientasi internasional. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki efikasi diri akademik yang tinggi. Efikasi diri akademik adalah keyakinan diri individu akan kemampuannya untuk melakukan tugas-tugas akademik pada level tertentu. Guru menjadi salah satu elemen sekolah yang dekat dengan siswa yang tinggal di asrama. Dukungan guru adalah bantuan berupa empati, penghargaan, perhatian, kepedulian, pengarahan, bimbingan dan pengajaran secara langsung dari guru yang dirasakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru dengan efikasi diri akademik siswa SMA Semesta Semarang. Karakteristik populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Semesta Semarang, tinggal di asrama, dan WNI. Populasi berjumlah  335 siswa dan sampel penelitian berjumlah 175 siswa yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan Skala Dukungan Guru (23 aitem valid; α=.899) dan Skala Efikasi Diri Akademik (45 aitem valid; α=.952) yang telah diujicobakan kepada 42 siswa. Hasil uji analisis regresi sederhana menunjukkan koefisisen korelasi yang positif, yaitu sebesar rxy=.414 dengan p = .000 (p < .01). Semakin besar dukungan guru yang dirasakan siswa, maka semakin tinggi efikasi diri akademik siswa. Dukungan guru memberikan sumbangan efektif sebesar 17.2 % terhadap efikasi diri akademik siswa, sedangkan 82.8% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
INTENSI PROSOSIAL DITINJAU DARI POLA ASUH IBU PADA SISWA SMP Agustiana Malika Ilma; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.177 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13033

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis apakah ada perbedaan intensi prososial ditinjau dari pola asuh ibu pada siswa SMP N 16 Surakarta. Populasi penelitian ini yaitu siswa-siswi SMP N 16 Surakarta yang tinggal bersama ibu sejak lahir. Sampel yang dilibatkan sebanyak 111 siswa yang dikategorikan kedalam pola asuh autoritatif, autoritarian, permisif, dan neglect. Skala yang digunakan adalah Skala Pola Asuh Ibu yang disusun berdasarkan dimensi warmth dan dimensi control dan Skala Intensi Prososial. Uji hipotesis menggunakan anava satu jalur dengan hasil probabilitas hitung sebesar 7,831 (≥ F tabel) dan p = 0,000 (< 0,05). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima, artinya terdapat perbedaan intensi prososial pada remaja ditinjau dari pola asuh ibu. Saran bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian serupa agar mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap variabel pola asuh maupun variabel intensi prososial.
HUBUNGAN ANTARA KETERTARIKAN INTERPERSONAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG Inggit Kartika Sari; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.162 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketertarikan interpersonal dengan perilaku prososial pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Islam Hidayatullah Semarang berjumlah 233 siswa. Sampel penelitian berjumlah 142 siswa berasal dari kelas X-1, X-3, XI IPA 2, XI IPS 1, dan XI IPS 2 yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Prososial berjumlah 30 aitem (α = 0,898) yang disusun berdasarkan aspek-aspek perilaku prososial yaitu sharing, cooperative, donating, helping, honesty, generosity, serta mempertimbangkan kesejahteraan individu lain dan Skala Ketertarikan Interpersonal berjumlah 27 aitem (α = 0,865) yang disusun berdasarkan aspek-aspek ketertarikan interpersonal yaitu kesukaan atau hubungan sosial, tugas dan rasa hormat, serta fisik atau penampilan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rxy=0,623 dengan p=0,000 (p<0,001) maka ada hubungan positif dan signifikan antara ketertarikan interpersonal dengan perilaku prososial. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ketertarikan interpersonal, maka semakin tinggi perilaku prososial remaja. Sebaliknya, semakin rendah ketertarikan interpersonal, maka semakin rendah perilaku prososial remaja. Ketertarikan interpersonal memberikan sumbangan efektif sebesar 38,8% pada perilaku prososial.
GAMBARAN CAREGIVER TERHADAP INTERAKSI TEMAN SEBAYA PADA ANAK PENYANDANG AUTIS Fajar Nugroho; Siswati Siswati; Tri Puji Astuti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.845 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7403

Abstract

Autism has significance influence to communication, social interaction, imagination, and attitude. One of development task for children is to learn having peer friends and when school age peer have more influence than teacher or parents. Interaction between child and his peer is a dynamis relationship between two or more people and one attitude can influence or change others. Purpose of this study is to understand interaction between autism children with their friends in the view of caregiver.This research is held with qualitative method and used descriptive approach. Subject in this research are autistic child with his care giver as informan. Researcher used interview as primary method to get the data with observation and field record to get secondary data.Based from the data we can conclude interaction between autistic child and his friend is influence by his language ability. Researcher suggest to held language training so that children with autistic could had good interaction with their friends.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Kurniawan Satrio Wicaksono; Frieda Nuzulia Ratna Hadiyati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.233 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengungkapkan ada perbedaan hasil dari hubungan kedua variabel. Fear of missing out (FoMO) adalah kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan seseorang ketika membandingkan dirinya orang lain yang memiliki pengalaman lebih menarik dan ia merasa ditinggalkan atau tidak terlibat dalam suatu aktivitas. Harga diri yaitu penilaian setiap individu terhadap dirinya sendiri yang mengindikasikan bahwa ia merasa berharga, bermakna, mampu, dan pantas untuk dicintai. Data diperoleh dari 128 mahasiswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang kemudian menjadi convenience sampling karena subjek yang terpilih tidak hadir pada saat pengambilan data. Alat ukur menggunakan Skala Harga Diri (20 aitem, α = 0,841) dan Skala Adaptasi Fear of Missing Out dari Przybylski (6 aitem, α = 0,774). Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana, hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = -0,082 dengan tingkat signifikansi p = 0,355 (p<0,05), artinya tidak terdapat hubungan antara harga diri dengan fear of missing out (FoMO). Penelitian ini menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya dengan subjek yang lebih luas dengan mempertimbangkan faktor lain yang berpengaruh pada FoMO.
ASERTIVITAS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN DAN JENIS KELAMIN PADA REMAJA AWAL KELAS VIII DI SMPN 1 SEMARANG Yuke Hasnabuana; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.726 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14921

Abstract

Pada masa remaja awal (13-17 tahun), individu berada dalam masa mencari teman sebaya dan mulai berlatih untuk tidak tergantung pada orangtua. Individu sebaiknya memiliki kemampuan berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan, salah satunya dengan memiliki asertivitas. Faktor yang mempengaruhi asertivitas salah satunya adalah jenis kelamin. Asertivitas bisa didapat di rumah atau di sekolah dengan cara menanamkan kemandirian. Individu yang memiliki kemandirian dapat mengambil keputusan dengan pertimbangan matang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara kemandiran dengan asertivitas pada remaja awal kelas VIII di SMPN 1 Semarang; (2) mengetahui perbedaan asertivitas berdasarkan jenis kelamin. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Semarang yang berusia 13-17 tahun sejumlah 276 siswa. Sampel sebanyak 125 siswa diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kemandirian (34 aitem valid, α = .90) dan Skala Asertivitas (35 aitem valid, α = .91). Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kemandirian dengan asertivitas (r = .75; p < .001). Artinya, semakin tinggi kemandirian yang dimiliki remaja semakin tinggi pula asertivitasnya, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini juga mendapatkan hasil bahwa tidak ada perbedaan tingkat asertivitas berdasarkan jenis kelamin (t = -1.20; p> .05). Kemandirian memberikan sumbangan efektif sebesar 57% pada asertivitas dan sebesar 43% asertivitas ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. Remaja perlu meningkatkan kemampuan dalam kemandirian agar memiliki asertivitas, misalnya melalui belajar untuk lebih tidak tergantung orang lain, dan percaya pada kemampuan diri sendiri dalam mengambil keputusan.

Page 15 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue