Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN RESILIENSI ISTRI YANG MENGALAMI INVOLUNTARY CHILDLESS
Laksmi, Viana Ayu;
Kustanti, Erin Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (376.932 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15184
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan resiliensi istri yang mengalamai involuntary childless di Klinik Fetilitas dan Bayi Tabung RSIA Putri Surabaya. Populasi penelitian berjumlah 107 istri yang mengalamai involuntary childless dengan karakteristik mengalami involuntary childless dan telah menikah minimal 3 tahun. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Sampel penelitian berjumlah 74 subjek. Metode pengambilan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Suami sebanyak 46 aitem dengan nilai α = 0,940 dan Skala Resiliensi sejumlah 40 aitem dengan nilai α = 0,943. Data dianalisa dengan menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil (rxy) = 0,630 dengan p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel dukungan sosial suami dengan resiliensi. Dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif sebesar 39,7% terhadap resiliensi.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA TAHUN PERTAMA SMA KRISTA MITRA SEMARANG
Timorora Sandha;
Sri Hartati;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.163 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2012.420
Adjustment can be achieved through a learning process to understand, know, and try to do what individual and their environment wants. The first year students will be faced with adjustment problem. One of the factor that affect it is self esteem. This study aims to find empirically the correlation between self esteem and adjustment un the first year student at Krista Mitra High School Semarang.This study population was Tenth Graders of Krista Mitra High School Semarang with samples as many as 73 students. The sampling technique used cluster random sampling technique. The data collection method in this study used the psychological scale that was a Adjustment Scale that consisting of 50 valid items and Self Esteem Scale that consists of 38 valid items. Data analysis used simple regression technique.The results of study indicate that the correlation coefficient (rxy) = 0,740 with significance level (p) of 0,000 (p<0,01). It means that the hypothesis in this study has accepted. The direction of the correlation is positive, which means that the higher self esteem, the higher adjustment, and vice versa, the lower self esteem, the lower adjustment. The effective contribution of self esteem is 54,8% toward the adjustment, which means that there are 45,2% og other factors that affect the adjustment is not revealed in this study
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN EMOTIONAL LABOR PADA KARYAWAN DENGAN JABATAN ACCOUNT MANAGER DI PT. X KOTA JAKARTA
Faradina Restuning Palupi;
Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.893 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23419
Emotional labor adalah pengelolaan emosi yang dilakukan oleh individu untuk menampilkan ekspresi emosi yang dibutuhkan sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan standar operasional perusahaan. Perceived organizational support merupakan suatu keyakinan individu mengenai seberapa besar organisasi menghargai kontribusi dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dan emotional labor pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta. Sampel dalam penelitian ini merupakan pada karyawan dengan jabatan account manager di PT. X Kota Jakarta yang berjumlah 60 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah dua buah skala, yaitu Skala Emotional Labor (26 aitem valid dengan α= 0.903), dan Skala Perceived Organizational Support (41 aitem valid dengan α= 0.952). Berdasarkan analisis regresi sederhana diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived organizational support dengan emotional labor (Rxy = 0.553 dengan p = 0.000), sehingga dapat dikatakan semakin positif perceived organizational support maka semakin tinggi emotional labor individu. Perceived organizational support memberikan sumbangan efektif terhadap emotional labor sebesar 30.6% (R square= 0.306). Hasil tersebut menunjukkan bahwa account manager dalam melakukan emotional labor membutuhkan dukungan secara intrinsik dan ekstrinsik yang dapat meningkatkan performanya dan meniminalisir dampak dari proses pengelolaan emosi tersebut.
KEPEMIMPINAN PADA EX SEKJEND ILMPI: Sebuah Studi Kualitatif Deskriptif
Meta Anindita Nawangsari;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.446 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13552
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengalaman menjadi seorang Sekjend ILMPI. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tujuan dari pendekatan deskriptif adalah membuat gambaran atau deskripsi secara objektif tentang suatu keadaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek dan dianalisis dengan metode eksplikasi data. Subjek berjumlah tiga orang yang merupakan demisioner atau yang pernah menjadi Sekjend namun sudah tidak menjabat lagi karena periode kepengurusan telah berakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek sama-sama mengenal ILMPI sejak diadakannya Musnas pertama ILMPI di Jakarta. MS dicalonkan pada saat Munas tiga di Yogyakarta, YS mencalonkan diri pada saat Munas empat di Makassar, dan MA dicalonkan pada saat Munas dua di Padang. Ketiga subjek memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. MS dengan gaya kepemimpinan yang tidak suka menyuruh, saling mengingatkan, dan saling membantu, YS dengan gaya kepemimpinan otoriter semi demokratis dengan visi dan misi untuk ILMPI lebih baik, dan MA dengan gaya kepemimpinan demokratis dan suka membaur. Ketiga subjek berusaha untuk selalu menjaga hubungan komunikasi di dalam ILMPI walaupun memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.
MAKNA ANAK TUNA DAKSA BAGI IBU The Meaning of Children with Physical Disability for a Mother
Suri, Oni Ranita;
Indriana, Yeniar
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19756
Anak adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada sepasang suami istri. Tidak semua anak lahir dan dibesarkan dengan kondisi yang sama, misalnya anak-anak yang terlahir dengan kekurangan atau hambatan fisik. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggambarkan makna anak bagi Ibu yang memiliki anak tuna daksa. Pendekatan kualitatif yang dipilih adalah fenomenologis deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah tiga orang Ibu yang memiliki anak tuna daksa. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive dan snowball. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi pergeseran makna anak tuna daksa bagi Ibu dari makna yang negatif menjadi positif. Awalnya anak tuna daksa dimaknai sebagai pembawa beban psikologis untuk Ibu. Ibu merasa sedih, kecewa, khawatir, dan memiliki perasaan bersalah saat pertama kali mengetahui kondisi anak tuna daksa. Namun, seiring berjalannya waktu, pemaknaan anak sebagai beban semakin menghilang. Penerimaan diri Ibu, dukungan-dukungan dari orang-orang sekitar dan kasih sayang yang didapat dari kebersamaan antara Ibu dengan anak perlahan merubah persepsi Ibu terkait makna anak. Pada akhirnya anak memberikan makna yang positif bagi Ibu. Terdapat harapan-harapan Ibu pada anak tuna daksa. Harapan utama ketiga subjek adalah anak tuna daksa dapat menjadi normal seperti teman-teman seusianya. Perbedaan usia anak tuna daksa membentuk harapan yang berbeda pula pada tiap-tiap subjek. Harapan dari subjek petama dan ketiga adalah anak tuna daksa dapat terus bersekolah untuk masa depan, sedangkan pada subjek kedua, anak tuna daksa dapat hidup mandiri dan bisa memiliki pasangan hidup.
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT PLN DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN D.I.Y
Galih Satrio Sembodo;
Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.356 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7482
Sumber daya manusia yang berkualitas memiliki peranan besar dalam menentukan tercapainya tujuan perusahaan. Karyawan memiliki keterlibatan penuh dan antusias terhadap pekerjaannya merupakan individu yang memiliki employee engagement yang tinggi. Employee engagement adalah sikap positif karyawan terhadap perusahaan yang mencakup hubungan emosional dan intelektual yang tinggi pada pekerjaan, organisasi, manajer atau rekan kerja, sehingga karyawan dapat termotivasi untuk memberikan performansi yang lebih tinggi. Pembentukan dan pengembangan karyawan dengan employee engagement menjadi tanggung jawab pemimpin melalui sejumlah pendekatan yang dilakukan sehingga pada akhirnya karyawan akan mengoptimalkan sikap dan perilaku kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Leader Member Exchange (LMX) dengan employee engagement pada karyawan PT. PLN Distribusi Jawa Tengah dan D.I.Y.Populasi penelitian ini yaitu karyawan tetap PT. PLN Distribusi Jawa Tengah dan D.I.Y sebanyak 133 karyawan. Sampel penelitian sebanyak 80 karyawan, sampel diambil dengan menggunakan teknik proportional sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Employee Engagement (20 aitem valid, α = 0.903) dan Leader Member Exchange (20 aitem valid, α = 0.923). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.499 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara leader member exchange dengan employee engagement. Semakin tinggi leader member exchange maka semakin tinggi employee engagement. Leader member exchange memberikan sumbangan efektif sebesar 24,9% pada employee engagement dan sebesar 75,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX)DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
DISTARINA NURLAILI RAKASIWI;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.997 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26515
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan empiris antara Leader-Member Exchange (LMX) dengan burnout pada perawat instalasi rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Burnout merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan munculnya gejala kelelahan emosional, penarikan diri terhadap lingkungan, dan menurunnya kemampuan untuk menyelesaikan tugas dalam pekerjaan. Leader-Member Exchange merupakan penilaian bawahan terhadap kualitas interaksi dengan atasan sehingga tercipta perasaan sukarela untuk berkontribusi lebih bagi organisasi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 174 perawat instalasi rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan sampel sebanyak 114 perawat (Laki-laki = 29; Perempuan = 85; Usia = 24–53 tahun; Musia = 32 tahun). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian menggunakan dua skala model Likert, yaitu Skala Leader-Member Exchange (21 aitem, α = 0,995) dan Skala Burnout (27 aitem, α = 0,984). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Leader-Member Exchange dengan burnout (rxy = -0,374 dan p = 0,000; p<0,05). Leader-Member Exchange memberikan sumbangan efektif sebesar 14% terhadap burnout.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN EMPATI ANAK SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga)
Achmad Zainudin;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.439 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15221
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kemampuan empati siswa kelas V SD sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan. Subjek penelitian berjumlah 35 orang siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan (Musia= 10,57 ; SD= 0,655). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan Skala Kemampuan Empati Anak yang terdiri dari 17 aitem (α= 0,836). Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan empati siswa kelas V SD Negeri Blotongan 02 Salatiga sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan lingkungan (Msebelum = 56,23 ; SDsebelum = 5,704 ; Msesudah= 59,23 ; SDsesudah = 5,755 ; t = -7,246 ; p < 0,001).
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN DENGAN IBU DAN COPING PADA SISWA SMA KESATRIAN 2 SEMARANG
Raenidar Istianah;
Dinnie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.523 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21666
Coping merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatur situasi yang dialami atau dirasakan yang menjadi sumber stresor. Pada masa remaja mekanisme coping ini akan dipengaruhi oleh berbagai hal. Kelekatan aman pada ibu merupakan bentuk ikatan yang lekat dan aman antara ibu dengan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan dengan ibu dan coping pada siswa SMA Kesatrian 2 Semarang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa berusia 15-18 tahun SMA Kesatrian 2 Semarang. Jumlah populasi yaitu 710 siswa, dan sample penelitian berjumlah 123 siswa. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah cluster random sampling. Alat ukur menggunakan skala coping (33 aitem, α= 0,867) dan skala kelekatan aman dengan ibu (30 aitem, α=0,921). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Penelitian ini menunjukkan rxy= 0,362; ρ= 0,000 (ρ < 0,05). Hasil analisis data menjelaskan bahwa ada hubungan positif antara kelekatan aman dengan ibu dan coping. Semakin tinggi kelekatan aman dengan ibu maka semakin adaptif coping yang dimiliki. Sebaliknya, semakin buruk kelekatan ama n dengan ibu maka coping yang dimiliki menjadi tidak adaptif.
HARDINESS (KETABAHAN) PADA WANITA PENDERITA LUPUS
Siska Lestari;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.474 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7620
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal dengan istilah lupus adalah penyakit autoimun, sejenis alergi terhadap diri sendiri. Zat anti yang dibentuk sistem kekebalan tubuh yang biasanya berfungsi melindungi tubuh melawan kuman, virus, dan benda asing, justru berbalik menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Lupus justru diderita oleh kebanyakan wanita usia produktif. Penderita lupus rentan mengalami stres akibat permasalahan fisik yang menyebabkan perannya terganggu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Fenomenologi merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti mengidentifikasikan hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu. Data diungkap melalui wawancara mendalam dengan subjek penelitian. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive. Teknik purposive dilakukan dengan mengambil subjek yang diperoleh berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan dengan bantuan guide-keeper. Subjek dalam penelitian ini berjumlah empat orang dengan karakteristik diantaranya: 1) Didiagnosis menderita penyakit lupus, dan telah menderita lupus minimal dua tahun, 2) Pernah dan/atau sedang menjalani perawatan atau pengobatan medis, 3) Wanita berusia antara 20-50 tahun, serta 4) Bersedia untuk menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hardiness dipengaruhi oleh adanya dukungan dari keluarga dan komunitas penderita lupus. Hardiness (ketabahan) pada keempat subjek terlihat dari ketiga karakteristik, yaitu control, commitment, dan challenge. Keempat subjek juga menunjukkan kebersyukuran yang berbeda atas sakit yang diderita.