cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
PENGARUH FRIENDLY SMART MONOPOLY TERHADAP KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR Nurul Huda; Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.114 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14950

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh friendly smart monopoly terhadap kompetensi interpersonal pada anak sekolah dasar. 24 anak dari kelas v SD Negeri Gisikdrono 02 dan 04 Semarang menjadi subjek. Desain penelitian menggunakan non-randomized pre test-post test control group design. Subjek penelitian terdiri dari kelompok eksperimen yang mendapatkan friendly smart monopoly dan kelompok kontrol tidak mendapatkan friendly smart monopoly. Manipulasi dilakukan selama delapan kali dengan kehadiran dua observer di setiap perlakuan. T-test menunjukkan bahwa ada perbedaan kompetensi interpersonal di kelompok eksperimen sebelum (M=60.00, SD=2.412), sesudah (M=65.33, SD=4.599) t(11)= -3.47, p<.05. Ada perbedaan kompetensi interpersonal pada kelompok eksperimen (M=65.33, SD=4.599) t(22)= -2.683 dan kontrol (M=60.58, SD= 4.055) p<.05 setelah perlakuan.
HUBUNGAN ANTARA SPIRITUALITAS KERJA DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RAWAT INAP RSI SULTAN AGUNG KOTA SEMARANG Atina Kamila Pratiwi; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.316 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20195

Abstract

Burnout merupakan kondisi yang dirasakan individu yang ditandai dengan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan ketidakefektifan dalam bekerja sebagai respon terhadap stres pekerjaan. Spiritualitas kerja merupakan individu yang memaknai pekerjannya dengan memahami tempat kerja sebagai sarana pemenuhan kehidupan batin, mencapai tujuan dalam bekerja, dan mengalami perasaan terhubung dengan individu lain di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas kerja dengan burnout pada perawat rawat inap RSI Sultan Agung Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 270 perawat rawat inap RSI Sultan Agung. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan convenience sampling dengan jumlah 90 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Burnout (36 aitem α ; = 0,934) dan Skala Spiritualitas kerja (26 aitem α ; = 0,903). Uji korelasi Spearman menunjukkan rxy = -0,373 (p < 0,001), yang berarti ada hubungan negatif yang signifikan antara spiritualitas kerja dengan burnout. Semakin tinggi spiritualitas kerja maka semakin rendah burnout.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERAN AYAH DENGAN PENGUNGKAPAN DIRI PADA REMAJA AWAL Khoirunnisa Khoirunnisa; Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.542 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7591

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menguji secara empiris hubungan antara persepsi terhadap peran ayah dengan pengungkapan diri pada remaja awal, serta mengetahui besaran prediksi dari persepsi terhadap peran ayah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap peran ayah dengan pengungkapan diri pada remaja awal. Teknik sampel menggunakan cluster random sampling dengan 5 kelas sebagai sampel penelitian berjumlah 163 subjek. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan skala psikologi yang terdiri dari skala persepsi terhadap peran ayah dan skala pengungkapan diri. Skala persepsi terhadap peran ayah terdiri atas 36 aitem (α=0,907) dan skala pengungkapan diri terdiri dari 23 aitem (α=0,754). Analisis data dalam penelitian menggunakan metode analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi rxy=0,218 dan p=0,003 (p
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMK BINA WISATA LEMBANG Mubdi, Faiz Hadiyanul; Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.124 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15193

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empirik hubungan antara kecerdasan emosi dan efikasi diri akademik pada siswa di SMK Bina Wisata Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel diambil berdasarkan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian berjumlah 170 orang siswa kelas XI SMK Bina Wisata Lembang yang terdiri dari 5 kelas dari berbagai jurusan. Alat ukur yang digunakan yaitu skala Likert dengan empat pilihan respon jawaban. Koefisien reliabilitas skala kecerdasan emosi adalah 0,933 dengan 37 aitem, sedangkan koefisien reliabilitas skala efikasi diri akademik adalah 0,951 dengan 34 aitem. Skor menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan efikasi diri akademik subjek berada pada kategori yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan analisis regresi sederhana, didapatkan koefisien korelasi 0,496 dengan p=0,00 (p<0,01). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, antara kecerdasan emosi dan efikasi diri akademik. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,246, artinya kecerdasan emosi memberikan pengaruh sebesar 24,6% pada efikasi diri akademik. Sebesar 76,4% pengaruh terhadap efikasi diri akademik dapat disebabkan oleh faktor status sosial, sifat tugas, dan informasi kemampuan diri.
ADJUSTMENT OF MUALAF ADOLESCENCE Rizqa Andhini; Zaenal Abidin; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.511 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.468

Abstract

Mualaf are individuals who converted to Islam. The threat of expulsion, termination of financial support, even the threat of termination of kinship is a potential conflict experienced mualaf. This problem has been very heavy when the perpetrators are adolescence because adolescence is an age-prone and unstable. Mualaf adolesence had to adjust to a new religion, and all the changes that accompany. The main objective of this study was to understand the adjustment experienced by mualaf adolescence.The method used is phenomenology. The sample consisted of three subjects who converted to Islam. Two of the subjects before Catholic and one another Hindu. The primary method of data collection is the depth interviews, while supporting the method used is the observation and recording of the interview.The results of this study found that adolescence who commit religious conversion as a strong belief in themselves, are not experiencing difficulty in aligning individual needs with present conflicts related his conversion. Dominant issues that arise in the adolescence self converts is a family matter. Parents and family rejection, feelings of guilt in parents and anxiety of the threat that comes from the parents is a problem that is present in adolescences who decide to convert religions.Adjustment made to the various changes and demands of the present is the way a normal adjustment, the adjustment through self-control, learning, substitution, planning and exploitation of personal abilities. As a defense mechanism that appears in the subject was withdrawn, regression and rationalization, but not dominant. Religiosity, peer support, and the presence of other significant social acceptance is a contributing factor that makes teens converts able to adjust well.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE PERCEPTION OF AUTHORITARIAN PARENTING WITH BULLYING INTENTIONS IN PSYCHOLOGY STUDENTS OF 2018 DIPONEGORO UNIVERSITY Widya Qurrati Nur Ayun; Achmad Mujab Masykur Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.144 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23427

Abstract

Tindakan bullying adalah tindakan negatif yang dilakukan secara terus menerus oleh seseorang atau sekelompok orang yang bersifat agresif karena adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat. Anak yang mendapat pola asuh otoriter atau terlalu dikontrol cenderung tumbuh tidak bahagia dan dapat memicu terjadinya perilaku maladaptif seperti bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi pola asuh otoriter orangtua dengan intensi bullying pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2018. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2018 dengan sampel penelitian berjumlah 148 subjek. Teknik pengambilan data menggunakan convenience random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala intensi bullying (40 item valid, α = 0,940) dan skala persepsi pola asuh otoriter orangtua (25 item valid, α = 0,895). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi menunjukkan hasil   = 0,269 ; p < 0,01. Artinya ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi pola asuh otoriter orang tua dengan intensi bullying pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2018. Sumbangan efektif persepsi pola asuh otoriter orangtua sebesar 7,2%.
PENYESUAIAN SOSIAL DAN SCHOOL WELL-BEING: Studi pada Siswa Pondok Pesantren yang Bersekolah di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Anistiya Azizah; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.579 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian sosial dengan school well-being pada siswa pesantren yang bersekolah di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Pesantren merupakan sebuah institusi pendidikan yang berbasis keagamaan yang memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan islam. Pendidikan di pesantren menggunakan sistem asrama dimana siswa diharuskan mampu melakukan penyesuaian sosial dengan baik demi mendapatkan rasa nyaman dan sejahtera. School well-being dibutuhkan siswa dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka selama berada di sekolah yang meliputi kondisi sekolah (having), hubungan sosial (loving), pemenuhan diri (being), dan status kesehatan (health). Karakteristik populasi pada penelitian ini adalah siswa pesantren yang bersekolah di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Populasi berjumlah 760 siswa dengan sampel sebanyak 191 siswa. Teknik sampling pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Penyesuaian Sosial (24 aitem; α = 0,886) dan Skala School Well-Being (28 aitem; α = 0,860). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara penyesuaian sosial dengan school well-being pada siswa MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto (rxy = 0,467; p < 0,001). Sumbangan efektif penyesuaian sosial terhadap school well-being sebesar 21,8%.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN DI SEMARANG Lupitasari, Niken; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.837 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19761

Abstract

Tolong menolong dalam diri remaja saat ini sudah mulai memudar. Hal ini dikarenakan adanya gaya hidup hedonis dan sikap individualitas pada diri remaja. Dalam berinteraksi remaja seharusnya mempunyai kecenderungan untuk berperilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari, terutama remaja panti asuhan dimana setiap harinya bergantung satu sama lain dengan pengasuh dan teman-teman di panti asuhan. Akan tetapi, umumnya anak panti asuhan memiliki kepribadian inferior yang berakibat pada tinggi rendahnya harga diri remaja untuk berinteraksi dengan sesama. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku prososial. Populasi penelitian ini adalah remaja panti asuhan di Semarang yang berusia 12-19 tahun, dengan jumlah populasi dan sampel yang sama yaitu 152 orang. Sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Harga Diri (39 aitem) dan Skala Kecenderungan Perilaku Prososial (34 aitem). Analisis regrsi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku prososial (nilai signifikansi 0,000; p<0,05), yang berarti bahwa semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi kecenderungan perilaku prososial. Sumbangan efektif sebesar 0,241 berarti bahwa harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 24,1% pada kecenderungan perilaku prososial, sedangkan 75,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 
MAKNA MENJADI MUSLIM PADA SUKU ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUA BELAS KABUPATEN SAROLANGUN, PROVINSI JAMBI Mitra Roma Yunita; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.391 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7487

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana makna menjadi Muslim pada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) yang telah menganut agama Islam dan bermukim di sekitar hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA yaitu pendekatan kualitatif yang meneliti dan memahami pengalaman hidup seseorang. Subjek penelitian berjumlah tiga orang pria masyarakat SAD yang telah menganut agama Islam lebih dari satu tahun. Metode utama yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara mendalam sedangkan metode pendukungnya adalah observasi, catatan lapangan, dan materi audio. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa makna menjadi Muslim pada SAD didasarkan dari tiga tema induk, yaitu(1) kebutuhan akan rasa aman, (2) perubahan diri, dan (3) harapan pribadi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu makna menjadi Muslim adalah kebutuhan akan rasa aman. Setiap subjek mempunyai keinginan untuk kehidupan yang lebih aman dengan cara menganut suatu agama.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN KOMITMEN PADA TUGAS PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK ARSITEKTUR TAHUN KEDUA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG INDAH AYU MUFIDA; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.155 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26520

Abstract

Komitmen terhadap tugas merupakan kemampuan dalam diri yang mendorong seseorang untuk dapat tekun dan ulet mengerjakan tugas meskipun mengalami beragam rintangan saat menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggungjawabnya.Regulasi diri merupakan pengandalian perasaaan, perilaku serta pikiran sesuai dengan target pencapaian, dan mengevaluasi perilaku yang sesuai dengan standar hidupnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan komitmen pada tugas terhadap mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur tahun kedua Universitas Diponegoro Semarang.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 mahasiswa dengan sampel penelitian sebanyak  91 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu Skala Komitmen pada tugas (24 aitem valid, α = 0,864) dan Skala Regulasi Diri (39 aitem valid, α = 0,924). Hasil analisis data menggunakan korelasi Pearson’s Product Moment dengan koefisien korelasi  rxy= 0,769 serta taraf signifikansi p = 0,000, artinya terdapathubungan positif dan signifikan antara regulasi diri dengan komitmen pada tugaspada mahasiswa Fakultas Teknik Arsitektur tahun kedua Universitas Diponegoro Semarang. Regulasi diri memberikan sumbangan efektif sebesar 59,1% terhadap komitmen pada tugas. 

Page 23 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue