cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA KEDOKTERAN Alvindi Ayu Agasni; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.864 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritualdengan regulasi emosipada mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Kedokteran FK UNDIP Angkatan 2013. Populasi penelitian ini adalah 217mahasiswa Program Pendidikan Sarjana Kedokteran FK UNDIP Angkatan 2013.Sampel penelitian sebanyak 96 mahasiswa. Subjek sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala Regulasi Emosi (25 aitem;  α = 0,901) dan Skala Kecerdasan Spiritual (44 aitem; α = 0,924). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan terdapat hubungan positif antara kecerdasan spiritual dengan regulasi emosi (r = 0,762; p<0,001). Kecerdasan spiritual memberikan sumbangan efektif sebesar 58,1% pada regulasi emosi dan sebesar 41,9% ditentukan oleh faktor lain.
PENGALAMAN TERBANG DALAM SITUASI KRITIS (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis) Puguh Suwito Setyo Firmansyah; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.478 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pengalaman terbang pada penerbang TNI AU terhadap peristiwa penyelamatan pesawat dari situasi kritis. Narasumber penelitian ini berfokus pada tiga orang penerbang TNI AU dari teknik purposive sampling yang dilakukan peneliti. Metode dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif fenomenologis psikologi. Pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan yaitu dengan survei awal, wawancara, dan data audio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pengambilan keputusan ketiga narasumber yaitu analytical decision making didukung dengan model pattern recognition dan recognition primed. Ketiga narasumber menunjukkan faktor internal terhadap pengalaman terbang ketika menyelamatkan pesawat dari situasi kritis. Pengalaman, masa pendidikan, dan pelatihan penerbang TNI AU merupakan acuan coping stres dari problem focus coping ketiga narasumber ketika menyelamatkan pesawat dalam situasi kritis.
MAKNA INTERNET BAGI INDIVIDU DENGAN PROBLEMATIC INTERNET USE Fithria Wardanie; Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.781 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna internet dari individu dengan Problematic Internet Use (PIU), melalui pemahaman atas latar belakang, proses, serta dampak psikologis yang dialami.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam bersama dua orang mahasiswa yang mengalami PIU. Adapun data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Fenomenologis Interpretatif (Smith, dkk, 2010).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kedua subjek menunjukkan beberapa tendensi impulsivitas semenjak belum mengalami PIU, seperti adanya upaya berlebih untuk memenuhi keinginan, kurang mampu menstabilkan emosi, dan tidak akan berhenti melakukan sesuatu sebelum mencapai kepuasan yang tertentu diinginkan. Ketika para subjek menemui situasi pemicu PIU, timbul tendensi impulsivitas terkait penggunaan internet. Tendensi impulsivitas terkait internet tersebut antara lain adalah adanya penundaan kegiatan lain ketika menggunakan internet, kegagalan upaya mengurangi penggunaan internet, kemunculan disforia mood ketika kehilangan akses internet, penarikan diri dari dunia nyata, serta dorongan untuk terus menggunakan internet secara intens. Adapun makna internet bagi kedua subjek adalah internet sebagai bagian terpenting dari kehidupan individu dengan PIU. Salah seorang subjek menganggap internet sebagai penolong kehidupan sosial yang dimiliki, sementara subjek lain menganggap internet sebagi media utama penghilang stress atas permasalahan hidup sehari-hari.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN PADA AYAH DENGAN KECERDASAN ADVERSITAS SISWA SMP DAARUL QUR’AN Azizah, Nur; Fauziah, Nailul
Empati Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.023 KB)

Abstract

Kecerdasan adversitas merupakan kemampuan individu dalam menghadapi suatu kesulitan, tekanan, tantangan atau ujian hidup serta seberapa jauh individu terus berjuang menghadapi dan mengatasi masalah yang ditemui untuk mencapai tujuan. Kelekatan aman dengan ayah merupakan hubungan emosional yang kuat antara remaja dengan ayah yang bersifat interaktif, dekat dan terus menerus, berpengaruh secara positif pada kesehatan emosional, perkembangan kognitif, kompetensi sosial, kemampuan interpersonal, dan self esteem pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan aman pada ayah dengan kecerdasan adversitas di SMP Daarul Qur’an Ungaran. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan cluster random sampling dengan jumlah 153 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu skala kecerdasan adversitas (26 aitem α ; = 0,881) dan skala kelekatan aman pada ayah (32 aitem α ; = 0,922). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kelekatan aman pada ayah dengan kecerdasan adversitas di SMP Daarul Qur’an Ungaran. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,373 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kelekatan aman pada ayah memberikan sumbangan efektif sebesar 13,9%. Kata Kunci: Kelekatan Aman pada Ayah, Kecerdasan Adversitas, remaja penghafal Al Qur’an
PERBEDAAN KELEKATAN TERHADAP ORANG TUA PADA REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN USIA: Studi Komparasi pada Siswa Kelas VIII dan Kelas XI Pragistra Rizky Hapsari; Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.56 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14972

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada masa ini, setidaknya individu mengalami beberapa perubahan diantaranya perubahan biologis, psikologis dan sosioemosional. Usia remaja terdiri dari remaja awal (12-15 tahun), remaja tengah (15-18 tahun), dan remaja akhir (18-21 tahun). Memasuki usia remaja, individu mulai mengalami konflik dengan orang tua seperti keinginan untuk mandiri dan menghabiskan waktu dengan teman sebayanya. Mengatasi konflik yang ada perlu dilandasi dengan hubungan kelekatan yang kuat antara anak dengan orang tua. Kelekatan ialah ikatan emosional timbal balik antara anak dengan orang tua untuk mencapai kedekatan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kelekatan terhadap orang tua pada remaja ditinjau dari jenis kelamin dan usia. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan usia remaja awal (12-15 tahun) dan remaja tengah (15-18 tahun). Subjek penelitian merupakan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 dan kelas XI SMA Negeri 2 Semarang yang berjumlah 308 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala kelekatan terhadap orang tua dengan 25 aitem valid. Analisis data dilakukan dengan metode analisis varians dua arah. Hasil analisis data pada variabel jenis kelamin menunjukkan koefisien komparasi 6,862 dengan signifikansi 0,009 (p<0,05), dan didapatkan hasil koefisien komparasi 0,773 dengan signifikansi 0,380 (p>0,05) pada variabel usia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima dan hipotesis kedua ditolak.
HUBUNGAN KONGRUENSI KARIER ANTARA REMAJA DAN ORANGTUA DENGAN PERENCANAAN KARIER PADA ANAK NELAYAN DI KAMPUNG NELAYAN KOTA TEGAL Rani Kusuma; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.105 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20173

Abstract

Tegal City is located in the Central Java Province, precisely located in the North Coast area so that the majority of the population to work as a fisherman. People who work as fishermen not only from adulthood but also many adolescent who worked as a fisherman. This study aims to determine the relationship of adolescent-parent career congruence with career planning on fisherman’s son in Fisherman Village of Tegal City. The population of this study is the fisherman’s son age 12 – 15 years old who lives in Tegal City which amounts 110 people. The sample was taken by purposive random sampling technique with 68 children. The measure is used Adolescent-Parent Career Congruence Scale (9 aitem α = 0,760) and Career Planning Scale (21 aitem; α = 0,916). Pearson Product Moment correlation results known (r = 0.726; p <0.001) showed a positive and significant correlation between adolescent-parent career congruence with career planning on fisherman’s son in Fisherman Village of Tegal City. Parents are expected to be more active in providing support in the form of spirit, direction, and feedback about their future career planning so that their childcare plans are more mature.  
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMILIH PASANGAN HIDUP PADA WANITA DEWASA AWAL YANG ORANGTUANYA BERBEDA SUKU Dwi Pratiwi Setiyawati; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.595 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7570

Abstract

Indonesia sebagai negara yang multi-etnik sehingga mempunyai peluang besar dalam perkawinan beda suku. Masyarakat Indonesia yang masih berpegang teguh pada nilai budaya, membuat orangtua memiliki ketentuan dalam memilih calon pasangan yang sesuai dengan tradisi budaya. Pada keluarga Jawa, orangtua memiliki kontrol terhadap pemilihan pasangan anaknya. Konflik yang sering muncul dalam pengambilan keputusan yaitu berbedanya penilaian orangtua dan anak dalam memilih pasangan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan memahami proses pengambilan keputusan memilih pasangan hidup yang dilakukan oleh wanita dewasa awal yang orangtuanya berbeda suku. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam kepada tiga subjek. Analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah Teknik Eksplikasi Data, Memperoleh pemahaman data sebagai suatu keseluruhan, Menyusun Deskripsi Fenomena Individual, Mengidentifikasi episode-episode umum di setiap DFI, Eksplikasi tema-tema dalam setiap episode, Sintesis dari penjelasan tema-tema dalam setiap episode Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan memilih pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang orangtuanya berbeda suku merupakan pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh konflik keluarga, long distance relationship, bibit bobot bebet, pengalaman ibu, tidak imbangnya informasi tentang suku ayah dan prinsip dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini diharapkan membuat orangtua memahami penilaian anaknya terhadap keputusan yang diambil dan anak dapat bersikap terbuka terhadap anggota keluarga dalam mengkomunikasikan keinginannya, sehingga melahirkan penilaian positif terhadap calon pasangan.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIK DENGAN SELFDIRECTED LEARNING PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PGSD UNIVERSITAS TERBUKA DI WILAYAH KABUPATEN DEMAK Sri Wahyuning Pamungkas; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.336 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15169

Abstract

Mahasiswa PGSD Universitas Terbuka dituntut untuk dapat bekerja sebagai guru dan belajar mandiri guna mencapai derajat Sarjana, oleh karena itu membutuhkan self-directed learning atau kemampuan untuk mengarahkandiri dalam belajar. Self-directed learning tidak terbentuk begitu saja, namun juga dipengaruhi oleh efikasi diri akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri akademik dan selfdirectedlearning pada mahasiswa PGSD Universitas Terbuka. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Subjek penelitian berjumlah 138 mahasiswa PGSD semester delapan Universitas Terbuka di wilayah Kabupaten Demak. Koefisien reliabilitas Skala Efikasi Diri Akademik sebesar 0,918 dan Skala Self- Directed Learning sebesar 0,908. Hasil analisis statistik menggunakan regresi sederhana, didapatkan koefisien korelasi 0,756 dengan p=0,000 (p<0,001). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya semakin tinggi efikasi diri akademik maka semakin tinggi self-directed learning. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,571, artinya efikasi diri akademik memberikan pengaruh sebesar 57,1% pada self-directedlearning.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PADA KOMUNITAS GAME INGRESS DI BANDUNG Zelin Eka Septia; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.386 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21924

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan intensitas bermain game online pada komunitas game ingress di Bandung. Intensitas bermain game online adalah banyak atau seringnya seseorang bermain permainan yang dihubungkan dengan jaringan internet secara berulang. Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam mengendalikan perasaan diri maupun orang lain dan menyalurkannya secara produktif dan efektif serta mampu menyelesaikan konflik yang ada. Populasi penelitian yaitu komunitas game ingress di Bandung, dengan karakteristik subjek penelitian yaitu berjenis kelamin laki-laki, usia 18-40 tahun, sudah bermain minimal 3 bulan. Sampel penelitian ini berjumlah 140 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional (27 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,897) dan skala intensitas bermain game online (42 aitem valid degan koefisien reliabilitas 0,937). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan intensitas bermain game online dengan koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,443. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah intensitas bermain game online, dan sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional maka semakin tinggi intensitas bermain game onlinenya. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif terhadap intensitas bermain game online sebesar 19,7%. 
POLA ASUH OTORITATIF ORANG TUA DAN EFIKASI DIRI DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA Chelsea Sulastry Sianipar; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.636 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13391

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoritatif orang tua dengan efikasi diri dalam mengambil keputusan karir pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Diponegoro Semarang. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara pola asuh otoritatif orang tua dengan efikasi diri dalam mengambil keputusan karir pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Diponegoro Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama Universitas Diponegoro sebanyak 7.542 orang. Sampel penelitian ini adalah 262 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Metode pengambilan data yang digunakan adalah Skala Pola Asuh Otoritatif Orang Tua dan Skala Efikasi Diri dalam Mengambil Keputusan Karir. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dalam mengambil keputusan karir dengan pola asuh otoritatif orang tua (rxy = 0,40; p < 0,01). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif pola asuh otoritatif orang tua terhadap efikasi diri dalam mengambil keputusan karir sebesar 16% sedangkan sisanya 84% ditentukan oleh faktor lain.

Page 39 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue