Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 SEMARANG
KHAIRINA WIDYA PH;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.074 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19995
The advancement of internet and technology developed rapidly in this digital era. 10th-grade of the senior high school students who are middle-aged adolescents begin to follow and use it as a contemporary trend that indirectly affects interpersonal competence. This study aims to determine the relationship between parents social support with interpersonal competence in 10th- grade students of Public Senior High School Two Semarang. The subject of this research is the 10th grade of Public Senior High School Two Semarang students. The sample of this research is 243 people, with cluster random sampling technique. The data were collected using Social Parental Support Scale (55 valid items; α = .94) and Interpersonal Competence Scale (25 valid items; α = .84) which have been tested on 61 students of 10th grade Public Senior High School Two Semarang. Simple regression analysis showed a significant positive correlation between parental social support and interpersonal competence, with correlation coefficient rxy = .46 (p <.001). That is, the higher the social support of parents, the higher the interpersonal competence, and vice versa. Social support of parents contributes 21.4% to interpersonal competencies. This research is expected to be a consideration for students, parents, and schools as well as supporting references for further researchers.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEPEMIMPINAN RESONAN DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA PEKERJA PT. PERTAMINA EP ASSET 3 FIELD JATIBARANG
Diana Afriani;
Unika Prihatsanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.642 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7506
Perubahan pada sektor Migas menyebabkan perubahan kebijakan PT. Pertamina EP. Kebijakan baru mengharuskan PT. Pertamina EP untuk melakukan perubahan organisasi secara berkala. Kesiapan untuk berubah pekerja menjadi komponen penting yang mempengaruhi kesuksesan implementasi program perubahan tersebut. Agen perubahan (pemimpin) memiliki peran utama selama proses perubahan berlangsung. Kepemimpinan resonan akan membantu menghadapi ketidakpastian selama proses perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kepemimpinan resonan dengan kesiapan untuk berubah pada pekerja PT. Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 121 pekerja non teknisi dan non operator dengan sampel penelitian 48 pekerja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Pengambilan data menggunakan skala kesiapan untuk berubah (21 aitem valid dengan α=0,882) dan skala persepsi terhadap kepemimpinan resonan (29 aitem valid dengan α=0,935) yang telah diujicobakan pada 66 pekerja PT. Pertamina EP Asset 3 kantor Klayan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara persepsi terhadap kepemimpinan resonan dengan kesiapan untuk berubah rxy=0,514 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kepemimpinan resonan dengan kesiapan untuk berubah pada pekerja PT. Pertamina EP Asset 3 Field Jatibarang dapat diterima. Persepsi terhadap kepemimpinan resonan memberikan sumbangan efektif sebesar 26,4% pada kesiapan untuk berubah.
RUWAT RAMBUT GEMBEL
Eugenius Eko Yulianto;
Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.491 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15375
Ruwat rambut gembel adalah tradisi yang dilakukan bagi anak yang memiliki rambut gembel yang dilakukan di daerah Dieng. Tradisi turun temurun ini dipercaya akan membawa keselamatan pada anak. Para orangtua yang memiliki anak berambut gimbal akan mengadakan ruwat rambut gembel atau mengikutsertakan anak mereka dalam ruwat rambut gembel secara masal. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan proses ruwatan rambut gembel dan tujuan dari ruwatan rambut gembel itu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Model pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap dua orang subjek dan tiga orang informan, serta menggunakan studi dokumentasi. Subjek adalah orangtua yang pernah melakukan ruwatan pada anak mereka, dan informan adalah orang yang berkaitan secara langsung dengan acara ruwatan yang dilakukan oleh subjek yaitu pencukur, sesepuh, dan ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis). Peneliti mendapat subjek melalui key person, yaitu kenalan peneliti yang juga mengenal subjek. Peneliti menemukan beberapa tema besar, diantaranya kemunculan rambut gembel, budaya masyarakat, perilaku anak, hubungan orangtua-anak, melakukan ruwatan, religiusitas, dan setelah ruwatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ruwat rambut gembel merupakan tata cara kebudayaan yang digunakan oleh masyarakat Dieng untuk mencukur rambut anak yang gembel (gimbal). Ruwatan ini bertujuan untuk menghilangkan sukerti (marabahaya) yang ada pada anak berambut gembel. Proses ruwatan dilakukan dengan pembacaan doa-doa seperti shalawat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI TUJUAN MASTERY DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMA NEGERI I TAHUNAN DI KABUPATEN JEPARA
Ida Ismiati;
Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.681 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7363
Di dalam dunia pendidikan, belajar tidak lepas dari orientasi tujuan belajar. Salah satu orientasi tujuan belajar yang dimiliki oleh siswa adalah orientasi tujuan mastery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi tujuan mastery dengan kematangan karir pada siswa SMA Negeri I Tahunan di Kabupaten Jepara.Populasi dalam penelitian ini adalah 319 siswa dengan jumlah sampel 172 siswa. Penentuan sampel menggunakan Cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Orientasi Tujuan Mastery terdiri dari 37 aitem (α=0,895) dan Skala Kematangan Karir terdiri dari 26 aitem (α=0,854). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan sangat signifikan antara orientasi tujuan mastery dengan kematangan karir yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = 0,543 pada p = 0,000 (p<0,01) sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara orientasi tujuan mastery dengan kematangan karir pada siswa SMA Negeri I Tahunan di Kabupaten Jepara dapat diterima.Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara orientasi tujuan mastery dengan kematangan karir pada siswa SMA Negeri I Tahunan di Kabupaten Jepara. Artinya semakin tinggi orientasi tujuan mastery maka akan semakin tinggi kematangan karir, sebaliknya semakin rendah orientasi tujuan mastery maka akan semakin rendah kematangan karirnya. Sumbangan efektif orientasi tujuan mastery dengan kematangan karir sebesar 29,5% sedangkan 70,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN KONFLIK PERAN GANDA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. ROYAL KORINDAH PURBALINGGA
Destiantari, Erizka Kusma;
Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.991 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23574
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan konflik peran ganda pada karyawan bagian produksi di PT. Royal Korindah Purbalingga. Dukungan sosial suami adalah persepsi individu (istri) terhadap bantuan yang diberikan oleh suami, sedangkan konflik peran ganda adalah perilaku individu yang kesulitan terhadap tuntutan dari dua peran yaitu sebagai karyawan bagian produksi dan sebagai istri/ibu. Subjek penelitian adalah karyawan bagian produksi di PT. Royal Korindah Purbalingga. Total populasi dalam penelitian ini yaitu 190 orang, sampel penelitian sebanyak 123 orang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala konflik peran ganda (37 aitem, α = 0.890) dan skala dukungan sosial suami (36 aitem α = 0.947), yang diujicobakan kepada 67 karyawan bagian produksi di PT. Royal Korindah Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara dukungan sosial suami dengan konflik peran ganda sebesar rxy= -0,447 dengan p= 0,000 (p<0,05). Dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif terhadap konflik peran ganda pada sebesar 20% dan sisanya 80% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.Â
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ATASAN-BAWAHAN DAN PENYESUAIAN DIRI PADA CPNS DARI JALUR IKATAN DINAS DI PEMPROV JATENG
Dyah Ayu Puspita;
Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.057 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14367
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal atasan bawahan dengan penyesuaian diri pada CPNS dari jalur ikatan dinas di Pemprov Jateng. Penyesuaian diri adalah kemampuan individu dalam merespon situasi dan kondisi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk menjadikan individu merasakan kepuasan dan keharmonisan. Komunikasi interpersonal atasan-bawahan adalah persepsi individu terhadap proses penyampaian dan penerimaan pesan yang dilakukan antara atasan dengan bawahan dimana pesan tersebut berupa simbol-simbol yang memiliki arti dengan tujuan merubah perilaku seseorang dan mendapatkan umpan balik. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan subjek penelitian berjumlah 70 subjek. Pengumpulan data menggunakan Skala Komunikasi Interpersonal Atasan Bawahan yang terdiri dari 28 item (α= 0,872) dan Skala Penyesuaian Diri yang terdiri dari 31 item (α= 0,896). Analisis data dalam penelitian menggunakan metode analisis regresi sederhana dengan hasil koefisien korelasi rxy= 0,724 dan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu ada hubungan positif antara komunikasi interpersonal atasan bawahan dengan penyesuaian diri, dapat diterima. Artinya, semakin positif komunikasi interpersonal atasan bawahan, maka semakin baik penyesuaian diri pegawai baru, dan sebaliknya. Sumbangan efektif komunikasi interpersonal atasan bawahan terhadap penyesuaian diri sebesar 52%, sedangkan 48% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN COPING STRATEGY PADA TARUNA TINGKAT I DAN II SEKOLAH TINGGI PERIKANAN BOGOR
NURUL MAULIDYA SEKAR FARDHANI;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.419 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20066
Official school requires students or cadets to have a tough both mentally and physically. The boarding campus life with the social and academic demands faced by cadets often become a stressors during their college life. The effort that individuals do in dealing with stressor is called coping strategy. The aim of this study is to determine the relationship between emotional intelligence with coping strategy at Bogor Fisheries College Cadets (STP Bogor). Emotional intelligence is the ability of the individual to recognize the emotions of oneself and the emotions of others and use their emotions to overcome the demands in the environment. The subjects of this study are 134 cadets obtained with cluster random sampling technique. The measuring instruments used in this study are coping strategy scale (65 items, α = .950), and emotional intelligence scale (31 items, α = .914). The data analysis method used in this research is simple regression analysis. The result showed that there was a significant positive correlation between emotional intelligence and coping strategy of cadets with correlation coefficient (r = 0.676; p = .000; p <.05). Emotional intelligence contributes effectively to 45.7% in coping strategy.
HUBUNGAN ANTARA WORK-FAMILY CONFLICT DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PERAWAT RUMAH SAKIT PANTI WILASA “DR. CIPTO” SEMARANG
Valentina Karina Dwiayuningtyas Pratiwi;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.953 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7529
Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat beberapa tahun terakhir ini mendorong wanita untuk bepartisipasi dalam dunia kerja. Salah satu profesi yang sebagian besar digeluti oleh wanita, memiliki tanggung jawab yang berat, dan memiliki jam kerja yang padat antara lain adalah perawat. Subjective well-being merupakan penilaian subjektif individu terhadap kehidupan secara keseluruhan yang ditunjukkan dengan tingginya afek positif dan kepuasan dalam hidup. Work-family conflict adalah pertentangan antara tuntutan peran pekerjaan dan keluarga yang menimbulkan tekanan pada individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict dengan subjective well-being pada perawat Rumah Sakit Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Jumlah perawat yang menjadi sampel penelitian ialah 70 orang, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala psikologi berupa Skala Subjective Well-being (33 aitem valid, α = 0.898) dan Skala Work-Family Conflict (20 aitem valid, α = 0.891).Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0.407 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan negatif antara work-family conflict dengan subjective well-being. Semakin tinggi work-family conflict yang dialami maka semakin rendah subjective well-being, demikian pula sebaliknya. Work-family conflict memberikan sumbangan efektif sebesar 16,6% subjective well-being dan sebesar 83,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGALAMAN MELAKUKAN LATIHAN ROHANI PADA IMAM KATOLIK: PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Lidya Ropelita Sitinjak;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.942 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15105
Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana pengalaman subjek yang melakukan kontemplasi (latihan rohani) Katolik. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami dunia pengalaman partisipan dalam proses melakukan kontemplasi. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut berfokus pada pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian berjumlah tiga orang laki-laki (imam Katolik) yang bertempat tinggal di sebuah rumah retret Giri Sonta, Ungaran. Berdasarkan hasil riset, peneliti menemukan bahwa pengalaman yang dirasakan subjek untuk melakukan kontemplasi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu (1) hubungan dengan Tuhan; (2) perenungan; (3) pola hidup berkontemplasi. Manfaat dalam melakukan kontemplasi ini merupakan cara untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Dengan demikian, hubungan dengan Tuhan bermula dari proses komunikasi dengan Tuhan yang kemudian berpuncak pada pola hidup berkontemplasi. Selanjutnya, kajian mengenai tema ini tentu akan memberi sumbangan bagi kekayaan psikologi transpersonal.
GAMBARAN ONLINE GAMER
Satria Sagara;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.616 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21716
Era globalisasi dan perkembangan teknologi berupa internet banyak memberikan pengaruh dalam kehidupan manusia. Melalui internet manusia bisa mendapatkan informasi dari seluruh dunia, bisa berkenalan dengan orang lain, bahkan bermain bersama dengan cara bermain online game. Sebagian individu memiliki kecenderungan berlebihan bermain online game dan berpotensi mengalami adiksi bermain online game. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengetahui gambaran adiksi pada pemain online game. Subjek yang dilibatkan berjumlah tiga orang yang diambil melalui teknik purposive. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi serta dianalisis dengan menggunakan teknik eksplikasi data. Berdasarkan analisis data yang didapat seseorang mengalami adiksi bermain online gamekarenamemiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba game tersebut dan adanya ajakan dari lingkungan pertemanan. Terlalu sering bermain online game secara berlebihanakan memberikan dampak pada individu baik secara positif maupun negatif. Dampak dari sisi positifnya adalah online gamer bisa mendapatkan teman baru dan pergaulan yang lebih luas, mendapatkan pembelajaran bahasa asing secara tidak langsung, dan bisa menjadikan bermain online game sebagai profesi. Sedangkan dari sisi negatif seorang pemain online game bisa mengalami gangguan pola hidup sehingga tidak teratur, pendidikan yang sedang ditempuh juga terganggu sehingga tidak selesai tepat waktu, serta kedeketan hubungan dengan orang tua pun mengalami gangguan.