Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGALAMAN MENJADI NARAPIDANA REMAJA DI LAPAS KLAS I SEMARANG
Dwike Putri Hilman;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.66 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19748
Kenakalan remaja di Indonesia telah mencapai tingkat yang cukup meresahkan masyarakat. Tindak perilaku menyimpang yang dilakukan pada usia yang relatif muda menyebabkan remaja pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan tindakannya dan menerima konsekuensi hukuman berupa sanksi pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini berfokus pada narapidana remaja laki-laki yang menjalani proses hukum pidana penjara di Lapas Klas I Semarang. Bertujuan untuk memahami gambaran faktor penyebab remaja melakukan tindak pidana dan memahami pengalaman serta dampak psikologis yang terjadi pada narapidana remaja selama menjalani proses hukum pidana penjara di Lapas Klas I Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang, ditentukan dengan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumen audio. Hasil penelitian menemukan bahwa gambaran kualitas hubungan dengan keluarga dan lingkungan pergaulan yang negatif memberi pengaruh besar bagi ketiga dalam melakukan tindak pidana. Pengalaman menjadi narapidana remaja memberikan dampak positif dan negatif pada narapidana remaja. Dampak positif yang dirasakan oleh ketiga subjek yaitu merasa lebih dapat peduli dengan orang disekitar dan mandiri. Dampak negatif yang dirasakan yaitu, subjek 1 merasa dirinya malu menjadi narapidana, sedangkan subjek 2 menilai dirinya sebagai penjahat karena berada dipenjara dan subjek 3, merasa masih sulit menilai keadaan dirinya saat ini.
IDENTITAS MORAL DITINJAU DARI SCHOOL ATTACHMENT DAN PERBEDAAN JENIS SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Amalia Fauziah;
Frieda NRH
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.077 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7436
Idealnya, orang yang berpendidikan yang tinggi memiliki moralitas yang baik. Akan tetapi, fakta mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan dengan moralitas. Moralitas hanya nilai normatif yang tidak berkaitan dengan pendidikan dan perilaku. Kesenjangan tersebut dijawab oleh identitas moral yang berusaha memahami moral action dilakukan seperti apa yang dipikirkan dan dirasakan orang.Pendidikan atau sekolah adalah satu lingkungan pembentuk moralitas. Dengan teori model pembentukan identitas moral dari Matsuba et al (2011), school attachment menjadi faktor utama pembentukan identitas moral pada anak usia praremaja (earlyadolescence).Penelitian ini berusaha untuk mengetahui korelasi antara identitas moral dengan school attachment dan mengetahui perbedaan antara SDN dengan SDI. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert pada 559 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage cluster sampling dengan mengambil 10% SD dari total 168 SD berakreditasi A di Kota Semarang.Sebagian besar siswa menunjukkan identitas moral dan school attachment yang baik meskipun menujukkan skor yang sedikit pada dua aspek yang berkaitan dengan guru. Pada populasi SDN, 35,8% identitas moral dipengaruhi oleh school attachment sedangkan pada SDI menunjukkan 30,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa role model dari guru dan kegiatan bermuatan sosial menjadi aspek yang penting untuk membangun identitas moral siswa.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA PEMAIN GAME ONLINE DI GAME CENTER KECAMATAN BANYUMANIK, KOTA SEMARANG
Kevin Rahman;
Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.152 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26506
Kecemasan akademik merupakan perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, perasaan tersebut mengganggu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademik. Faktor yang mempengaruhi timbulnya kecemasan akademik seperti target kurikulum yang tinggi, pemberian tugas yang padat, maupun iklim kelas yang tidak kondusif. Tetapi disisi lain faktor seperti aktivitas bermain game online diduga turut memberikan dampak pada kecemasan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarakecanduan game online dan kecemasan akademik pada mahasiswa pemain game online di game center wilayah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pemain game online di game center wilayah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Sampel penelitian terdiri dari 91 mahasiswa yang diperoleh dengan metode accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua alat ukur yaitu Skala Kecanduan Game Online(38 aitem valid, α =0,941) dan Skala Kecemasan Akademik (30 aitem valid, α = 0,906). Analisis Statistik menggunakan Spearman Rank dengan hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,714 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antarakecanduan game online dengan kecemasan akademik pada mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN HARDINESS DENGAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA IBU YANG BEKERJA SEBAGAI TELLER BANK PADA BANK RAKYAT INDONESIA SEMARANG
Sri Mulyati;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.747 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15415
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian hardiness dengan work-family conflict serta mengetahui besarnya sumbangan efektif yang diberikan kepribadian hardiness terhadap work-family conflict. Kepribadian hardiness adalah karakteristik kepribadian yang membuat individu menjadi kuat, optimis, tahan, stabil dan yakin bahwa mereka mampu mengontrol peristiwa atau masalah serta melihat masalah sebagai sesuatu yang menantang dan bermakna sehingga mereka lebih mampu menghadapi stres. Work-family conflict adalah konflik antar peran (inter role conflict) yang terjadi karena terdapat ketidaksesuaian tuntutan atau harapan antara peran yang satu dengan yang lainnya. Subjek adalah teller di bank BRI yang sudah menikah dan mempunyai anak. Sampel diambil menggunakan teknik convenience sampling, didapatkan 43 teller yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Work-Family Conflict (30 aitem, 0,898) dan Skala Kepribadian Hardiness (34 aitem, 0,911). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi = -0,325 dengan p = 0,036 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan negatif antara kepribadian hardiness dengan work-family conflict pada ibu yang bekerja sebagai teller bank BRI Semarang. Semakin tinggi kepribadian hardiness maka semakin rendah work-family conflict yang dialami. Kepribadian hardiness memberikan sumbangan efektif sebesar 10,6% terhadap variasi kecenderungan work-family conflict.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA KARYAWAN FINAL ASSAY DIVISI PRODUKSI PT. HARTONO ISTANA TEKNOLOGI SAYUNG DEMAK
Komang Veni Widiyanti;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.106 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20257
Globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat telah mengangkat situasi dimana organisasi menghadapi tantangan seperti berbagai tuntutan pelanggan dan meningkatnya persaingan. Ketatnya persaingan dalam pasar global membuat perusahaan-perusahaan harus mempersiapkan diri dalam bersaing. Salah satunya adalah dengan memunculkan perilaku inovatif karyawannya. Perilaku inovatif merupakan perilaku individu dalam organisasi yang meliputi inisiasi (permulaan) ide baru, pengembangan ide, promosi, hingga implementasi ide tersebut, yang bertujuan untuk memberikan manfaat dan keuntungan bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan perilaku inovatif karyawan final assay divisi produksi PT. Hartono Istana Teknologi Sayung Demak. Populasi penelitian adalah karyawan final assay divisi produksi berjumlah 116 karyawan. Sampel penelitian ini adalah 68 karyawan yang diambil dengan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Iklim Organisasi (39 aitem; α = 0,94) dan Skala Perilaku Inovatif (28 aitem; α = 0,93). Hasil analisis regresi sederhana yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara iklim organisasi dengan perilaku inovatif karyawan (rxy = 0,27; p < 0,05), yang berarti semakin positif iklim organisasi maka semakin tinggi perilaku inovatif yang ditunjukkan karyawan. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 7% terhadap perilaku inovatif dan 93% ditentukan oleh variabel lainnya yang tidak diuji dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARAPERFORMANCE GOAL ORIENTATION DENGAN SIKAP TERHADAP SERTIFIKASI GURU PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS “A”
Rohmatul Ummah;
Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.215 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7612
Profesi guru saat ini banyak diminati oleh kaum muda seiring dengan meningkatnya kesejahteraan untuk guru dalam beberapa tahun terakhir,ditambah dengan adanya tunjangan profesi dari pemerintah.Hal ini menyebabkan kemungkinan besar sebagian mahasiswa memilih jurusan pendidikan guru karena adanya faktor eksternal seperti orangtua dan banyaknya gaji yang diperoleh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara performance goal orientation dengan sikap terhadap sertifikasi guru pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan.Partisipan dalam penelitian ini adalah sejumlah 235 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan dua buah skala, yaitu Skala Performance Goal Orientation yang terdiri dari 15 aitem (indeks daya beda aitem 0,269-0,543) dengan koefisien reliabilitas 0,785 dan Skala Sikap terhadap Sertifikasi Guru yang terdiri dari 24 aitem (indeks daya beda aitem 0,299-0,644) dengan koefisien reliabilitas 0,892.Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi antara Performance Goal Orientation dengan Sikap terhadap Sertifikasi Guru adalah sebesar rxy -0,330 dengan p = 0,000 (p
PENGALAMAN TERINFEKSI HIV PADA PRIA HOMOSEKSUAL: SEBUAH STUDI DENGAN PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Gita Andryani;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.517 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15237
Dewasa ini, semakin banyak pria homoseksual (gay) yang diketahui telah terinfeksi HIV. Gaya hidup yang bebas merupakan pintu utama mudahnya penyebaran HIV pada kaum homoseksual ini. Tujuan penelitian ini adalah memahami makna dari pengalaman terinfeksi HIV pada pria homoseksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pendekatan IPA dipilih karena prosedur analisis data yang terperinci dan berfokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Pemilihan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Subjek merupakan empat orang gay yang telah terinfeksi HIV selama lebih dari satu tahun dan berdomisili di Kota Semarang. Peneliti menemukan bahwa setiap gay yang terinfeksi HIV memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Mulai dari perilaku katalisator terinfeksi HIV, makna terinfeksi HIV bagi diri pribadi, proses penerimaan diri, hingga proses menjalani pengobatan. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar individu yang meliputi keluarga dan teman terdekat, dukungan sosial yang dirasakan, dan bagaimana proyeksi diri yang dirasa ideal untuk masa depannya. Penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang sosial dan klinis terutama psikologi kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN SEMANGAT KERJA AGEN PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE KANTOR CABANG SEMARANG
Mufidah, Siti;
Mujiasih, Endah;
Prihatsanti, Unika
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.165 KB)
Semangat kerja penting dimiliki oleh agen asuransi untuk mencapai produktivitas yang memuaskan. Keyakinan agen asuransi akan kemampuan yang dimiliki untuk mengatasi situasi serta adanya insentif sebagai kompensasi berdasarkan prestasi kerja akan membuat agen asuransi bekerja lebih optimis dan bergairah dalam bekerja. Keadaan ini menggambarkan adanya semangat kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara empirik hubungan antara Persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Kerja dengan Semangat Agen PT. Prudential Life Assurance Kantor Cabang Semarang.Subjek dalam penelitian ini adalah Agen Asuransi PT. Prudential Life Assurance Kantor Cabang Semarang. Jumlah subjek dalam Penelitian adalah 100. Metode pengumpulan data dengan teknik proportional Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yaitu Skala Semangat Kerja yang terdiri dari 22 aitem valid (α = 0,865), Skala Persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Kerja yang terdiri dari 21 aitem valid (α = 0,830).Hasil analisa data dengan metode analisis regresi sederhana untuk uji hubungan antara persepsi terhadap Kualitas Kehidupan Kerja menghasilkan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,199 dengan p=0,047 (p<0,05), artinya ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja dengan semangat kerja pada agen PT. Prudential life assurance. Hasil tersebut menunjukkan, semakin positif persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi semangat kerja. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah semangat kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semangat kerja agen PT. Prudential life assurance berada dalam kategori sangat tinggi dan memiliki persepsi yang sangat positif terhadap kualitas kehidupan kerja. Persepsi terhadap kualitas kehidupan kerja memberikan sumbangan efektif terhadap variabel semangat kerja sebesar 4% sedangkan 96% berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
PERAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA LAKI-LAKI MA BOARDING SCHOOL AL-IRSYAD
Imansyah, Yunaldy;
Setyawan, Imam
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.34 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23455
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik pada siswa laki–laki di MA boarding school Al-Irsyad. Prokrastinasi akademik adalah jenis penundaan yang dilakukan pada tugas-tugas formal yang memiliki hubungan dengan jenis tugas akademik. Kuatnya pengaruh teman sebaya adalah bentuk dari konformitas teman sebaya yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan individu melakukan prokrastinasi akademik. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 441 orang dan sampel penelitian 214 orang. Laki-laki dipilih menjadi subjek penelitian dikarenakan lebih sering melakukan prokrastinasi akademik. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala konformitas teman sebaya (25 aitem, α=0,887) dan prokrastinasi akadmik (24 aitem, α=0,876). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konformitas teman sebaya dengan prokrastinasi akademik pada siswa laki-laki MA boarding school Al-Irsyad (r=0,627;Ï=0,000). Hasil analisis tersebut menunjukan bahwa semakin tinggi konformitas teman sebaya yang dimiliki siswa laki-laki maka akan semakin tinggi pula prokrastinasi akademik pada siswa laki-laki, sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya yang dimiki oleh siswa laki-lakimaka akan semakin rendah pula prokrastinasi akademik pada siswa laki-laki. Konformitas teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 39,3 % pada prokrastinasi akademik.
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSIONAL ANTARA SISWA SMA DENGAN MA: STUDI KOMPARASI PADA SISWA KELAS XI DI SMA N 1 PURWODADI DAN MA SUNNIYYAH SELO
Profitra Reza Akbar;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.943 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14320
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional antara siswa SMA Negeri 1 Purwodadi dengan siswa MA Suniyah Selo karena adanya perbedaan penekanan muatan agama pada kurikulum dan implementasinya pada budaya akademik. Kecerdasan emosional adalah adalah kemampuan untuk mengendalikan impuls emosional, kemampuan untuk membaca perasaan orang lain, dan kemampuan untuk membina hubungan yang baik dengan orang lain. Populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwodadi dan siswa kelas XI MA Suniyah Selo berjumlah 578 siswa. Sample penelitian berjumlah 207 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala kecerdasan emosional dengan item valid sebanyak 25 butir pernyataan dengan nilai probabilitas sebesar 0,612 untuk siswa SMA dan 0,749. Analisis menggunakan uji t (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan nilai t sebesar -1.525 dengan signifikansi sebesar 0,129. Simpulan dari penelitian yaitu tidak terdapat perbedaan kecerdasan emosional yang signifikan antara siswa SMA dengan siswa MA. Kecerdasan emosional SMA dan MA sama-sama berada pada kategori tinggi.