Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HIDUP DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA INDIVIDU DEWASA AWAL: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Achmad Fauzan Franzfabian;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.395 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14888
Tujuan dari penelitian ini adalah mengupas dan mengungkap pengalaman pelaku seks bebas pada individu masadewasa awal. Menurut Kartono (2014) seks bebas adalah pola perilaku seks radikal yang bertentangan denganregulasi seks konvensional kebudayaan yang terjadi akibat perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Denganmengupas pengalaman individu dewasa awal yang melakukan seks bebas, seseorang dapat lebih bijaksana dalammenyikapi perilaku seks bebas, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam perilaku seks bebas. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis. Analisis data yangdigunakan dalam Penelitian ini yaitu menggunakan Teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPAbertitik fokus pada eksplorasi pengalaman seks bebas yang diperoleh dari tiga subjek yang sudah pernah bergantipasangan seks bebas sebanyak tiga kali dan umur subjek masih masuk dalam periode pekembangan dewasa awal.Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur. Peneliti menemukan bahwa subjekmemaknai perilaku seks bebas sebagai perilaku yang boleh dilakukan asalkan tidak merugikan orang lain, penelitijuga menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas yang dilakukan subjek.Faktor internal yaitu, 1) motivasi, 2) persepsi terhadap pasangan, 3) nilai-nilai religius dan moral, 4) kebutuhandasar, dan 5) pandangan terhadap perilaku seks bebas. Sedangkan faktor eksternal terdiri atas, 1) pasangan, 2) media,dan 3) lingkungan sekitar. Faktor-faktor ini saling mempengaruhi satu sama lain sehingga menghasilkan perilakuseks bebas
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN STRES PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY
Anindya Ikasari;
Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.864 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20101
Cerebral palsy merupakan suatu penyakit neuromuskular yang disebabkan oleh gangguan perkembangan atau kerusakan sebagian dari otak yang berhubungan dengan pengendalian fungsi motorik. Kehadiran anak yang mengalami cerebral palsy dapat memunculkan stres pada ibu sebagai figur utama pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara regulasi emosi dan stres pengasuhan. Subjek penelitian ini adalah 50 ibu yang memiliki anak cerebral palsy dan menjalani terapi di YPAC dan PNTC. Sampel diambil menggunakan teknik insidental quota. Pengumpulan data menggunakan dua skala likert yaitu skala stres pengasuhan (37 aitem, α = 0,941) dan skala regulasi emosi (37 aitem, α = 0,972) Hasil analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif antara variabel regulasi emosi dengan stres pengasuhan ibu dengan anak cerebral palsy (r = -0,451, p= 0,001). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat regulasi emosi, maka semakin rendah tingkat stres pengasuhan ibu dan sebaliknya. Regulasi emosi memberikan sumbangan sebesar 20,3% terhadap stres pengasuan ibu.
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGAN PRASANGKA TERHADAP ETNIS CINA PADA MAHASISWA ETNIS JAWA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
Diana Putri Anggraini
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.972 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7539
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara identitas sosial dengan prasangka terhadap etnis Cina pada mahasiswa etnis Jawa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa etnis Jawa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa, yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi sederhana. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Skala Prasangka terhadap Etnis Cina (39 item α = 0,926) dan Skala Identitas Sosial (26 item α = 0,883) yang telah diujicobakan terhadap 80 mahasiswa etnis Jawa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang.Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara identitas sosial dengan prasangka terhadap etnis Cina pada etnis Jawa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang etnis Jawa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,536 dengan p= 0,000 (p<0,01).
PENGALAMAN MENJADI BIARAWATI KATOLIK: Studi Kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis
Monica Putri Purnama Sari;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.088 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15117
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi pengalaman menjadi biarawati. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang biarawati dari kongregasi Abdi Kristus Ungaran. Karakteristik subjek adalah minimal sudah menjadi biarawati 10 tahun setelah pengucapan kaul kekal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) karena memiliki prosedur analisis data yang sistematis dan terperinci. Prosedur yang sistematis ini akan menghasilkan hal yang mendalam terkait dengan latar belakang, pengalaman, pemikiran unik subjek yang didapatkan melalui wawancara semi terstruktur. Penelitian menghasilkan tiga tema induk utama yaitu 1. Proses awal pengenalan dan pengambilan keputusan hidup membiara; 2. Dinamika dalam kehidupan membiara; 3. Penghayatan menjalani kehidupan membiara. Pengambilan keputusan untuk menjadi biarawati berarti meninggalkan keduniawian demi mengabdi secara total kepada Tuhan. Melajang merupakan konsekuensi atas pilihan hidup membiara dan hal ini disadari penuh oleh para subjek. Dinamika kehidupan membiara yang berbeda satu dengan yang lain, bagaimana para subjek memaknai kaul (kemurnian, ketaatan dan kemiskinan) yang diucapkan saat dilantik menjadi biarawati hingga penghayatan menjadi biarawati.
STRATEGI KOPING TERHADAP STRES DENGAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA MAHASISWA TINGKAT PERTAMA
Aveena Arreola Rodameria;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (364.3 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21743
Mahasiswa tingkat pertama dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan, serta meningkatnya tugas dan tanggung jawab belajar di perguruan tinggi. Tuntutan untuk mampu menyesuaikan diri di perguruan tinggi seringkali menyebabkan mahasiswa tahun pertama merasa tertekan (stress). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping terhadap stres dengan regulasi diri dalam belajar (self-regulated learning) pada mahasiswa tingkat pertama Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro yang berjumlah 230 orang. Sampel penelitian berjumlah 139 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala, yaitu Skala Regulasi Diri dalam Belajar (20 aitem; α = 0,836) dan Skala Strategi Koping terhadap Stres (19 aitem; α = 0,881). Uji korelasi Spearman Brown menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara strategi koping terhadap stres dengan regulasi diri dalam belajar (rxy = 0,493 ; p < 0,001). Semakin baik strategi koping terhadap stres, maka semakin baik pula regulasi diri mahasiswa dalam belajar. Untuk meningkatkan kemampuan regulasi diri dalam belajar, mahasiswa sebaiknya meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tekanan.
CAREER CALLING DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PETUGAS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS 1 SEMARANG
Amalia A. Wardani;
Dian R. Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.408 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13035
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara career calling dan psychological well-being pada petugas pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Semarang. Populasi penelitian adalah 101 petugas pemasyarakatan, didapatkan sampel penelitian sebanyak 63 orang yang diperoleh melalui convenience sampling, diberikan Skala Psychological Well-Being (34 aitem; α = 0,91) dan Skala Career Calling (32 aitem; α = 0,93). Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara career calling dan psychological well-being pada petugas pemasyarakatan di Lapas Klas 1 Semarang. Artinya, semakin tinggi career calling, semakin tinggi pula psychological well-being, dan semakin rendah career calling, semakin rendah psychological well-being petugas pemasyarakatan. Career calling petugas pemasyarakatan memberikan sumbangan efektif sebesar 73% terhadap psychological well-being. Penelitian ini memiliki implikasi bagi petugas pemasyarakatan, pengambil kebijakan di lapas, dan peneliti selanjutnya
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH KUDUS
Karina Ayu Lestari;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.929 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15451
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan motivasi belajar pada siswa SMA Muhammadiyah Kudus. Populasi penelitian ini adalah siswa di SMA Muhammadiyah Kudus sebanyak 294 orang. Sampel penelitian sebanyak 177 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Motivasi Belajar (40 aitem valid, α = 0,955) dan Skala Konformitas (39 aitem valid, α = 0,941). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy 0,495 dengan p = 0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yaitu terdapat hubungan positif antara konformitas dengan motivasi belajar dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi motivasi belajar. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 24,5% pada motivasi belajar dan sebesar 75,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
THE DIFFERENCE OF STUDENTS MOTIVATION TOFINISH THESIS BASED ON THEIR LIVING PLACE
Ida Tri Wahyuningsih;
Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.059 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7405
This study aims to know the difference of students motivation to finish thesis who live with parents and who live without parents.The subjects were students of Computer Science Faculty of Dian Nuswantoro University who taking course of thesis. The subjects were 60 students, with the distribution of 41 students who live with parents and 19 students who live without parents. Retrieval of data using scale of motivation to finish the thesis that consist 50 items (α = 0,938).Analyzing data usingMann-Whitney Test, z value = -0.684 and p = 0,494 (p > 0,05). In other words, there is no difference in motivationto finish thesis between students who live with parents and who live without parents.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA SENIMAN LUKIS DI KOTA SEMARANG
Aji, Rimbardi Wisnu;
Abidin, Zaenal
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.119 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24402
Seniman merupakan sebuah profesi yang tidak menutup kemungkinan juga merupakan bidang pekerjaan yang dijalani karena minat dan bakat dalam bidang seni. Seni sudah hidup bertahun-tahun yang lalu, dan mengalami perkembangan hingga detik ini. Menurut penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa struktur otak seniman memiliki perbedaan dengan struktur otak manusia pada umumnya, oleh karena itu seniman memiliki pola pikir yang berbeda dan unik serta menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna hidup seniman lukis. Penelitian ini melibatkan 3 orang subjek yang merupakan seniman senior di Kota Semarang. Penelitian kualitatif ini menggunakan sudut pandang fenomenologi dengan menerapkan Interpretative Phenomenological Analysis atau disingkat IPA. Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Dari eksplorasi pengalaman subjek terhadap kehidupan, akan memunculkan makna dalam peristiwa unik yang dirasakan oleh subjek.Hasil penelitian ini adalah sudut pandang ketiga subjek dalam memaknai kehidupan masing-masing dengan melakukan hal-hal yang positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai kebaikan. Mensyukuri kehidupan yang dijalani tanpa mengeluh dan bersabar dalam menghadapi semua permasalahan. Peran kehidupan sosial dan religiusitas sebagai dukungan sosial dalam berkarya serta sebagai pedoman menjalani kehidupan. Menghayati pekerjaan sebagai seniman dan mencintai pekerjaannya dengan terus berkarya. Kata Kunci          : Makna, Hidup, Seniman LukisÂ
ADVERSITY INTELLIGENCE DAN KESEJAHTERAAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI DAN XII
Nadia Feby Andriany;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.161 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14941
Kesejahteraan sekolah merupakan salah satu konstruk psikologi yang membahas penilaian siswa terhadap sekolahnya. Penilaian subjektif siswa sangatlah penting untuk menunjang proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah yang mendukung diharapkan menjadikan siswa memiliki rasa puas dalam lingkungan belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversiy intelligence dengan kesejahteraan sekolah pada siswa kelas XI dan XII SMK Negeri 3 Tegal. Jumlah populasi penelitian ini adalah 852 siswa kelas XI dan XII SMK Negeri 3 Tegal. Jumlah sampel penelitian sebanyak 189 yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Kesejahteraan Sekolah (33 aitem; α = 0,859) dan Skala Adversity Intelligence (21 aitem; α = 0,852). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif antara adversity intelligence dengan kesejahteraan sekolah (r=0,377; p = <0,000). Adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 14,2% terhadap kesejahteraan sekolah dan sebesar 85,8% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.