cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA ADVERSTY INTELLIGENCE DENGAN SCHOOL WELL-BEING (Studi pada Siswa SMA Kesatrian 1 Semarang) Imam Hidayatur Rohman; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.56 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15261

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dengan school well-being pada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang. Subjek penelitian adalah 301 siswa SMA Kesatrian 1 Semarang kelas 10, 11, dan 12. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Adversity Intelligence (28 aitem valid, α = 0,85) dan Skala School Well-being (31 aitem valid, α = 0,89). Berdasarkan hasil analisis regeresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar rxy =0,60 dengan p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara adversity intelligence dengan school well-being pada siswa SMA Kesatrian 1 Semarang. Artinya, semakin tinggi adversity intelligence yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula schol well-being yang dimlikinya, begitupun sebaliknya. Adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 36% pada school well-being. Ketika ingin meningkatkan school well-being, maka sekolah dapat memfasilitasi terbentuknya adversity intelligence siswa.
HUBUNGAN ANTARA ASERTIVITAS DENGAN KEWIRAUSAHAAN PADA ANGGOTA KELOMPOK MAHASISWA WIRAUSAHA FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Amelia Juwitaningrum; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.445 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7350

Abstract

Kewirausahaan merupakan kemampuan individu dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja baru, teknologi baru dan produk baru atau memberi nilai tambah barang dan jasa. Wirausahawan dituntut untuk mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan serta mempertahankan hak-hak pribadi demi perkembangan usaha yang dimiliki tanpa merugikan pihak lain.Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan asertivitas dengan kewirausahaan pada anggota Kelompok Mahasiswa Wirausaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Jumlah populasi dalam penelitian terbatas, yaitu 44 orang, karena keterbatasan jumlah populasi maka penelitian akan menggunakan studi populasi. Data diambil dengan menggunakan Skala Kewirausahaan dengan 32 aitem, dan Skala Asertivitas dengan 36 aitem.Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukan koefisien korelasi rxy= 0,615 dengan p= 0,000 (p < 0,05), yang berarti menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara asertivitas dengan kewirausahaan pada anggota Kelompok Mahasiswa Wirausaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang. Artinya, semakin tinggi asertivitas maka semakin tinggi kewirausahaan yang dimiliki subjek penelitian. Sebaliknya, semakin rendah asertivitas maka akan semakin rendah pula kewirausahaan yang dimiliki subjek. Asertivitas memberikan sumbangan efektif sebesar 37,9% terhadap kewirausahaan, sedangkan sisanya sebesar 62,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN KETANGGUHAN PADA TARUNA TINGKAT II POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG Afifah Mardliyah; Amalia Rahmandani
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.235 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23482

Abstract

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang memberlakukan sistem pendidikan berdisiplin tinggi untuk membentuk mental dan moral, sehingga taruna PIP Semarang diharapkan menjadi SDM pelaut yang handal dan profesional. Dalam kaitannya dengan kesanggupan taruna untuk bertahan dalam mengikuti kegiatan yang ada, efikasi diri memberikan peran besar untuk meningkatkan ketangguhan dengan cara beradaptasi dan melakukan tindakan sesuai dengan kemampuannya dalam mencapai tujuan. Taruna yang menjalani pendidikan di PIP Semarang tentu harus memiliki ketangguhan guna menunjang aktivitas mereka. Jika tidak, maka hal tersebut akan menimbulkan tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan ketangguhan. Populasi penelitian adalah taruna tingkat II Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 101 taruna. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri (48 aitem, α = 0.962) dan Skala Ketangguhan (44 aitem, α = 0.949). Uji korelasi Spearman Rho menunjukkan rxy = 0.731 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.001), yang berarti ada hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan ketangguhan. Artinya, semakin tinggi efikasi diri taruna maka ketangguhan juga semakin tinggi, demikian pula sebaliknya. Taruna diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan efikasi diri maupun ketangguhan yang dimiliki.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA-ORANGTUA DAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 7 SEMARANG Rahayu Putranti Utami; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.564 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efektivitas komunikasi interpersonal remaja orang tua dengan kematangan karir siswa kelas XII SMA Negeri 7 Semarang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orang tua dengan kematangan karir. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 541 siswa kelas  XII SMK Negeri 7 Semarang, sampel penelitian berjumlah  221 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu skala kematangan karir (36 aitem valid, α =0,90 ) dan skala efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orang tua (34 aitem valid, α = 0,87). Yang telah diuji cobakan pada 80 siswa.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan nilai rxy=0,403 dan p=0,000 (p<0,05) hal ini menunjukan ada hubungan positif antara efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orang tua dengan kematangan. Semakin tinggi efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orang tua semakin tinggi kematangan karir, dan sebaliknya. Efektivitas komunikasi interpersonal remaja-orang tua memberikan sumbangan efektif sebesar16,3% dalam mempengaruhi kematangan karisedangkan sisanya 83,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KREATIVITAS NON APTITUDE PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SENI TARI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Dara Tri Muthiah; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.216 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdaan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari Universitas Negeri Semarang. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari Universitas Negeri Semarang. Sampel penelitian ini adalah 90 mahasiswa pendidikan seni tari tingkat akhir yang berada pada semester lima dan tujuh yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling.Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala Kecerdasan Emosional (37 aitem, α = 0,894) dan skala Kreativitas Non Aptitude (26 aitem, α = 0, 893). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi rxy = 0, 486 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi kreativitas non aptitude semakin tinggi. Sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional pada penelitian ini sebesar 23,6% sedangkan 76,4% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA N 1 BATANGAN KABUPATEN PATI Nova Dwiyanti; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.376 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21694

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa SMA N 1 Batangan kabupaten Pati. Dukungan sosial adalah dukungan atau bantuan yang diterima individu dari keluarga yang dapat berupa bantuan emosional, informasi, rasa aman, dihargai, serta diterima di dalam keluarga. Motivasi belajar adalah dorongan pada diri individu yang dapat membangkitkan, menggerakkan dan mengarahkan perilaku individu untuk belajar yang ditandai dengan rasa tanggung jawab ketika belajardan selalu memiliki tujuan yang dingin dicapai saat belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA N 1 Batangan sejumlah 177 siswa, sampel yang digunakan sebanyak 119 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Motivasi Belajar (35 item; α = 0,902) dan Skala Dukungan Sosial Keluarga (35 item; α = 929). Berdasarkan hasil analisis Spearman Brown dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan motivasi belajar pada siswa kelas X dan XI SMA N 1 Batangan (rs = 0,560; p < 0,001). Semakin tinggi dukungan sosial keluarga, maka motivasi belajar siswa semakin tinggi pula, dan sebaliknya.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA REMAJA AWAL KELAS VII DI SMP NEGERI I BAE KUDUS Wettig Trisanti; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12980

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kompetensi interpersonal pada remaja awal kelas VII di SMP N 1 Bae Kudus. Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara harga diri dengan kompetensi interpersonal pada remaja awal kelas VII di SMP N 1 Bae Kudus. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 1 Bae Kudus sebanyak 250. Sedangkan sampel penelitian ini sebanyak 150 siswa kelas VII di SMP 1 Bae Kudus yang terdiri dari 79 laki-laki dan 71 perempuan, yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Metode pengambilan data yang digunakan adalah Skala Kompetensi Interpersonal dan Skala Harga Diri. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara harga diri dengan kompetensi interpersonal subjek (rxy = .63; p < .001). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Analisis data menunjukkan R2 = .393 yang menjelaskan bahwa sumbangan efektif harga diri terhadap kompetensi interpersonal sebesar 39.3% sedangkan sisanya 60.7% ditentukan oleh faktor lain.
MAKNA PEMAKAIAN GELAR KEBANGSAWANAN JAWA (Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis) Mahendra Dwi Satrio Nugroho; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.164 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15394

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana gambaran pengalaman subjek sebagai seorang individu yang hidup dalam tradisi pewarisan gelar kebangsawanan Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami arti pemakaian gelar kebangsawanan bagi kehidupan subjek. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci. Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian berjumlah dua orang pria dan satu orang wanita yang mewarisi gelar kebangsawanan dari Keraton Mataram. Peneliti menemukan bahwa dalam pengalaman psikologis subjek selama memiliki gelar kebangsawanan, terdapat tiga fokus utama yang menggambarkan pemaknaan subjek terhadap pemakaian gelar kebangsawanan pada subjek, yaitu: kognisi sosial tentang diri, konsep diri sebagai priyayi, dan kepribadian berbudi pekerti luhur. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa proses pemaknaan gelar kebangsawanan terbentuk melalui kolaborasi dimensi sosial, psikologis dan moral individu yang berkesinambungan.dan memiliki arti sebagai warisan leluhur yang menjadi keharusan untuk diwariskan dan dipertahankan oleh generasi selanjutnya sebagai media pemahaman terhadap norma dan nilai adat. Terdapat berbagai aturan dan ketentuan yang dilalui subjek dalam menghayati peran sebagai pemilik gelar kebangsawanan. Hal inilah yang membuat subjek dapat memaknai gelar yang dimiliki.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA PILOT PENERBANGAN ANGKATAN DARAT (PENERBAD) DI SEMARANG DAN JAKARTA Rahadyan Sekar Gupita Negara; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.617 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7373

Abstract

Setiap organisasi tentu pernah diwarnai oleh turnover karyawannya, termasuk pada salah satu organisasi militer yaitu Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Intensi turnover merupakan keinginan karyawan untuk keluar dari organisasinya. Kualitas kehidupan kerja merupakan penilaian karyawan terhadap lingkungan kerja keseluruhan dalam memenuhi kebutuhan personal karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan intensi turnover pada pilot Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) di Semarang dan Jakarta.Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 68 pilot. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling simple random. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Skala Intensi Turnover (20 aitem valid, α = 0,918) dan Skala Kualitas Kehidupan Kerja (20 aitem valid, α = 0,918). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,576 dengan p=0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa ada hubungan negatif signifikan antara kualitas kehidupan kerja dengan intensi turnover. Semakin positif kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah intensi turnover dan sebaliknya. Sumbangan efektif kualitas kehidupan kerja terhadap intensi turnover adalah sebesar 33,2% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA QUALITY OF SCHOOL LIFE DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR PADA SISWA KELAS XII DI SMA NEGERI 2 KEBUMEN Sarwandini, Selesta; Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.952 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23584

Abstract

Remaja SMA memiliki salah satu tugas perkembangan yaitu merencanakan dan mengambil keputusan karir di masa depan. Pengambilan keputusan karir adalah kemampuan seseorang dalam merencanakan dan memutuskan karir yang dituju berdasarkan pengetahuan dan penalaran diri sendiri dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara quality of school life dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Kebumen. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan berupa Skala Quality of School Life (35 aitem valid, α = 0,909) dan Skala Pengambilan Keputusan Karir (20 aitem valid, α = 0,895), yang telah diujicoba pada 60 siswa. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis regresi sederhana, dengan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,441 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara quality of school life dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kebumen. Artinya, semakin tinggi tingkat quality of school life siswa, maka semakin tinggi juga kemampuan pengambilan keputusan karir yang dimiliki, dan sebaliknya. Sumbangan efektif quality of school life terhadap pengambilan keputusan karir sebesar 19,5% sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian.

Page 61 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue