cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK PADA SISWA SMA DAN SMK BERETNIS PAPUA DI KOTA SEMARANG Taa, Stefanus; Sawitri, Dian Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.125 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19750

Abstract

Kebutuhan akan peningkatan sumber daya manusia Papua mendorong orangtua mengirimkan anak mereka untuk melanjutkan studi di luar Papua, salah satu kota tujuan studi ialah Kota Semarang. Dukungan dari teman sebaya menjadi penting dalam meningkatkan keyakinan kemampuan akademik siswa asal Papua tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan efikasi diri akademik pada siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) beretnis Papua di kota Semarang. Efikasi diri akademik adalah keyakinan individu bahwa dirinya mampu mengelola dan menyelesaikan tuntutan dan tugas akademik dengan baik. Subjek penelitian terdiri dari 64 siswa pada tahun ajaran 2016/2017, dengan karakteristik siswa SMA/SMK aktif beretnis Papua yang melanjutkan studi di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Likert, dengan Skala Dukungan Teman Sebaya (32 aitem, α = 0,87), Skala Efikasi Diri Akademik (21 aitem, α = 0,89). Pengujian hipotesis dengan analisis regresi sederhana memperoleh nilai koefisien korelasi (rxy = 0,42, dengan p< 0,001). Artinya bahwa semakin tinggi dukungan teman sebaya maka, semakin tinggi efikasi diri akademik siswa. Sumbangan efektif dukungan teman sebaya terhadap efikasi diri akademiksebesar 18%. Saran yang diberikan adalah agar subjek penelitian banyak menjalin hubungan baik dengan teman sebaya dari berbagai etnis dan guru serta pembina siswa asal Papua perlu mendesain sistem pembelajaran yang banyak melibatkan peran aktif teman sebaya. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS SISTEM DENGAN INTENSI MEMBELI MELALUI SITUS WEB TOKOBAGUS.COM PADA PEGAWAI PEMERINTAH KOTA SEMARANG BAGIAN SEKRETARIAT DAERAH Candra Rakhma Alima; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.917 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7476

Abstract

Perkembangan internet yang pesat membawa perubahan bagi konsumen di Indonesia dimana saat ini mereka mulai tertarik melakukan pembelian secara online, salah satunya ialah melalui media situs web. Intensi membeli melalui situs web adalah niat atau keinginan yang mengarahkan seseorang untuk melakukan pembelian di situs web yang ditunjukkan melalui proses pengambilan keputusan dan pemanfaatan sumber daya yang ada. Persepsi terhadap kualitas sistem adalah penilaian seseorang secara kognisi dan afeksi terhadap kemampuan situs web dalam memproses informasi berdasarkan spesifikasi sesuai lebih banyak berdasarkan spesifikasi yang telah ditentukan seperti harapannyaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kualitas sistem dengan intensi membeli melalui situs web Tokobagus.com pada pegawai Pemerintah Kota Semarang Bagian Sekretariat Daerah. Jumlah pegawai yang menjadi sampel penelitian ialah 93 orang, yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala psikologi berupa skala intensi membeli (37 aitem valid, α = 0,949) dan skala persepsi terhadap kualitas sistem (33 aitem valid, α = 0,920).            Hasil penelitian menunjukkan angka koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,669 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap kualitas sistem dengan intensi membeli. Semakin positif persepsi pegawai terhadap kualitas sistem situs web Tokobagus.com maka, akan semakin tinggi intensi untuk membeli di situs web tersebut, begitupun sebaliknya. Variabel persepsi terhadap kualitas sistem memberikan sumbangan efektif sebesar 44,8%, dan sisanya sebesar 55,2% ditentukan oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
COSPLAY ADALAH “JALAN NINJAKU” SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Naufal Adhi Pramana; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.5 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26508

Abstract

Cosplay merupakan sejenis pertunjukan dimana individu akan berpenampilan lengkap seperti suatu tokoh dan memperagakannya. Tokoh yang diperagakan biasanya berasal dari komik, anime, game, film, drama dan lain sebagainya. Penelitian ini ditujukan untuk memahami dan memberikan gambaran tentang pengalaman dalam bercosplay. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Intepretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini berfokus pada pengalaman, perasaan dan pemikiran yang dialami subjek. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dan merupakan cosplayer yang sudah bercosplay selama lebih dari tiga tahun, sudah memerankan lebih dari satu karakter dan sudah mengikuti perlombaan cosplay. Proses  pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam. Hasil dari penelitian berfokus pada tiga tema yaitu makna, panampilan dan komunitas. Copsplay merupakan hobi di mata subjek. Ketika bercosplay perlu adanya pendalaman karakter agar dapat menjiwai karakter yang sedang diperankan. Terdapat peningkatan yang dirasakan dalam jumlah relasi, ilmu yang diperoleh dan pemasukan finansial antara sebelum dan sesudah bercosplay. Perjalanan bercosplay subjek tidak lepas dari peran komunitas cosplay yang mewadahi dan memberikan dukungan kepada subjek. 
PENGALAMAN MENJADI DISC JOCKEY PEREMPUAN SEBUAH PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ningrum, Sari Wulan; Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.28 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15006

Abstract

Tujuan penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk memahami pengalaman menjadi seorang DJ perempuan. Dalam penelitian ini, DJ perempuan didefinisikan sebagai wanita yang memiliki kemampuan untuk mengaransement dan memainkan lagu lewat piringan hitam atau turntable selayaknya juga dilakukan oleh laki-laki yang berprofesi sebagai disc jockey.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalam menganalisis data. Prosedur yang detail tersebut membuahkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran yang dimiliki subjek melalui wawancara.Peneliti menemukan bahwa menjadi DJ merupakan bentuk penyaluran dari hobi dan minat bermusik yang kemudian menjadi passion dalam diri. Temuan ini didasari atas dinamika menjadi DJ perempuan dan pembentukan diri sebagai DJ perempuan merupakan bagian-bagian yang tidak bisa dipisahkan. Tema-tema tersebut telah menjadi kesatuan dalam memahami pengalaman menjadi DJ perempuan.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang sosial, musik dan wanita.
HUBUNGAN ANTARA WORK-LIFE BALANCE DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. HANIL INDONESIA DI BOYOLALI Mollinda Aginza Hawa; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.966 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20260

Abstract

Loyalitas karyawan adalah kesetiaan karyawan terhadap pekerjaan maupun perusahaan yang ditunjukkan dengan tekad dan kesanggupan karyawan untuk taat pada peraturan yang telah ditentukan, dimana didalamnya terdapat rasa cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan pelayanan dan perlakuan yang terbaik  dengan penuh kesadaran. Work-life balance adalah kemampuan individu dalam menjalankan fungsi yang baik sehingga meminimalkan konflik antara peran individu tersebut di dalam pekerjaan dan keluarga, serta individu tersebut mendapatkan kepuasan dan keuntungan ketika menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-life balance dengan loyalitas karyawan pada PT. Hanil Indonesia di Boyolali. Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap PT. Hanil Indonesia di Boyolali. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling dengan jumlah 127 subjek. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu Skala Loyalitas Karyawan (26 aitem; α = 0,902) dan Skala Work-Life Balance (20 aitem; α = 0,885). Analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara work-life balance dengan loyalitas karyawan pada PT. Hanil Indonesia di Boyolali (rxy = 0,488; p < 0,001). Work-life balance memberikan sumbangan efektif sebesar 23,9% terhadap loyalitas karyawan. 
TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE DITINJAU DARI JENIS DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA ANGGOTA PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA RANTING 5 KIBU 54 KOTA MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN Rumaisya Maharani; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.043 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7614

Abstract

Menopause adalah suatu kenyataan dimana seorang perempuan seringkali mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang mampu menimbulkan rasa cemas karena memiliki ketakutan bahwa dirinya tidak dapat menghadapi masa menopause dengan salah satu pemicunya adalah faktor situasional berupa orang lain dan lingkungan sekitar. Dukungan sosial keluarga akan muncul dari beberapa jenis dukungan yaitu, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informatif, dan dukungan penghargaan yang diharapkan mampu meminimalisir adanya rasa cemas pada ibu-ibu anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 5 Kibu 54 Kota Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan studi populasi pada 70 orang yang memenuhi karakteristik subjek penelitian. Pengambilan data menggunakan skala kecemasan menghadapi menopause (17 aitem valid dengan α = 0,877) dan skala dukungan sosial keluarga (41 aitem valid dengan α = 0,987). Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik tingkat kecemasan menghadapi menopause ditinjau dari dukungan sosial keluarga. Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis varian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan menghadapi menopause ditinjau dari jenis dukungan sosial keluarga. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka F hitung= 41,644 dengan p=0,000 (p
PENGALAMAN KECELAKAAN LALU LINTAS BERAT Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi Rinaldi, Fikri Rafif; Masykur, Achmad Mujab
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.357 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15239

Abstract

Kecelakaan lalu lintas sebagai pengalaman yang menyakitkan dapat menyebabkan berbagai bentuk kerugian psikologis, seperti trauma, Acute Stress Disorder, Post-Traumatic Stress Disorder, gejala-gejala depresif, bahkan penurunan performa kerja. Namun, manusia dapat memberikan respon berbeda terhadap suatu pengalaman menyakitkan. Penelitian ini berusaha untuk memahami dan mengungkap bagaimana seorang penyintas kecelakaan lalu lintas berat memaknai kecelakaan yang dialaminya dan pengaruhnya terhadap kehidupan pasca kecelakaan. Penelitian ini mengkhususkan pada korban-korban kecelakaan yang mengalami luka yang menimbulkan bahaya maut atau membutuhkan perawatan di rumah sakit lebih dari 30 hari, mengalami kecelakaan dalam lima tahun terakhir, dan masih mampu bekerja serta menjalankan peran sosialnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan wawancara mendalam dan catatan lapangan sebagai metode pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan subjek yang masih sadarkan diri setelah kecelakaan mengalami emotional shock dan ketidaknyamanan psikologis serta ketiga subjek memiliki motivasi sembuh yang dilatarbelakangi oleh berbagai hal dan pemaknaan terhadap kecelakaan yang mempengaruhi perubahan psikologis dan makna hidupnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penemuan makna dibalik kecelakaan membawa subjek menemukan makna hidupnya dan membawa subjek pada kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan yang belum.
MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG Ika Prishandana; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2013.5379

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan peningkatan jumlah berbagai jenis sampah. Kehadiran para penyapu jalanan yang kemudian disebut Pesapon sangat dibutuhkan, mereka sebagai salah satu elemen penting dalam usaha menjaga kebersihan dan estetika keindahan sebuah kota atau kabupaten. Walaupun demikian nasib para Pesapon kurang diperhatikan bahkan sering kali dilupakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami subjective well-being pada Pesapon Kota Semarang. Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan perasaan positif serta negatif, terhadap berbagai peristiwa di kehidupan subjek.  Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan sebagai Pesapon dianggap sebagai pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat dan merupakan pekerjaan tenaga kerja kasar serta memiliki sistem kerja lepas.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak tiga orang yang berkerja sebagai Pesapon. Metode utama dalam pengumpulan data adalah in-depth interview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview, dan catatan lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan subjective well-being dipengaruhi oleh self esteem, usia dan jenis kelamin, kepribadian, pekerjaan, penghasilan, kepercayaan, keluarga, kontak sosial, peristiwa kehidupan. Keluarga dinilai berperan cukup kuat dalam pembentuk subjective well-being subjek karena di dalam keluarga ada ikatan pernikahan yang berpengaruh untuk memperkuat bentuk subjective well-being. Dukungan sosial dari kelompok, penggunaan emotion focused coping dan problem focused coping turut mengurangi afek negatif yang berpengaruh pada pembentukan subjective well-being.
PENGALAMAN MENGASUH DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK SEBUAH STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Yahdiyanti, Ghina; Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2018.23457

Abstract

Jumlah anak terlantar di Indonesia mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Anak-anak terlantar, yatim, atau yatim piatu yang tidak memiliki orang tua membutuhkan peran pengganti orang tua agar dapat merasakan kasih sayang. Salah satu peran yang dapat mengganti peran orang tua, yaitu pengasuh di rumah perlindungan/panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman pengasuh panti dan mencari makna pengasuhan yang dialaminya. Partisipan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kualifikasi, yakni merupakan perempuan yang telah berpengalaman mengasuh di panti asuhan dan memiliki hubungan yang baik dengan anak panti. Metode penelitian menggunakan penelitian fenomenologis serta menggunakan metode pengumpulan data yang  dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Proses analisis data menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat tiga tema induk yang ditemukan (1) Latar belakang pengasuhan (2) Dinamika pengasuhan (3) Upaya modifikasi perilaku. Penelitian ini memberikan kesempatan bagi partisipan untuk menyampaikan pengalamannya terkait pengasuhan. Temuan dalam penelitian ini dapat menjadi masukan untuk dapat memahami lebih lanjut bagaimana proses pengasuhan dan pemaknaan pengasuhan di panti asuhan.
HARDINESS IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN THALASSEMIA Meylia Hamsyah; Hastaning Sakti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.768 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14322

Abstract

Thalassemia adalah penyakit kronis yang berdampak pada berbagai organ karena penyakitnya sendiri maupun pengobatan yang diberikan. Ibu merupakan perawat utama bagi anak dengan thalassemia. Perasaan sedih, shock, terpukul, hidup tidak tenang dan merasakan beban berat dirasakan oleh ibu ketika mendengar diagnosa thalassemia pada anak. Tujuan penelitian ini adalah menemukan gambaran hardiness pada pengalaman ibu yang  merawat anak thalassemia. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam pada tiga orang ibu yang memiliki dan merawat sendiri anak thalassemia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi fenomena individual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa partisipan menjadikan anak sebagai sumber motivasi dalam menjalani hidup. Perasaan negatif yang muncul sesekali membuat ibu kembali dalam kondisi engulfed dan mendekat pada Tuhan merupakan strategi coping yang digunakan untuk meminimalkan munculnya perasaan negatif. Berpikir positif dan sikap pasrah juga dapat memberikan peranan pada ibu dalam menjalani rutinitas kehidupan bersama anak thalassemia, menjadi lebih terlibat pada apa saja yang dilakukannya, serta yakin dapat membuat suatu perubahan ke arah lebih baik.

Page 87 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue