Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
MELANTAS BATAS DIRI: STUDI KASUS RESOSIALISASI EKS-PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID PASCA RAWAT INAP MENGGUNAKAN PENDEKATAN THEMATIC ANALYSIS
Hammad Zahid Muharram;
Yohannis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.955 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21695
Proses resosialisasi merupakan sebuah proses berbaur kembali eks-pasien skizofrenia paranoid di masyarakat setelah terlepas dari statusnya sebagai orang dengan gangguan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami dinamika proses resosialisasi eks-pasien skizofrenia paranoid setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dengan menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan analisis tematik. Penelitian ini melibatkan partisipan penelitian sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Partisipan penelitian terdiri dari satu orang eks-pasien sebagai subjek kasus, serta tiga orang informan dari caregiver, tetangga, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resosialisasi merupakan upaya eks-pasien untuk dapat memulihkan relasi sosial serta menumbuhkan penerimaan masyarakat. Resosialisasi pada eks-pasien skizofrenia paranoid dipengaruhi oleh proses pengobatan yang dilakukan, dukungan dari caregiver, serta perlakuan masyarakat kepada eks-pasien. Eks-pasien mengoptimalkan keberfungsian sosialnya kembali dengan berusaha untuk tidak terpapar stigma dan melepaskan diri dari simtom melalui pendekatan spiritual. Penerimaan masyarakat dalam proses resosialisasi, serta dukungan dari caregiver membantu meningkatkan kemampuan eks-pasien untuk membangun motivasi diri dan menjalani realitas. Dukungan sosial dari setiap elemen masyarakat dapat membawa eks-pasien untuk lebih memahami dirinya, serta menekan terjadinya relaps pada eks-pasien.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN INTENSI BULLYING PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 24 SEMARANG
Dimas Rizka Sabila;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12981
Masa remaja dapat diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Dalam menjalani masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan, kegagalan dalam menjalani tugas-tugas perkembangan akan menimbulkan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya. Remaja memiliki intensi melakukan bullying untuk meningkatkan harga dirinya, hal ini ditunjukan dengan melakukan bullying kepada teman sepermainannya karena ingin dianggap hebat oleh teman-temannya. Keinginan untuk dihargai adalah salah satu faktor sosial yang dapat mempengaruhi munculnya bullying pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 24 Semarang yang berjumlah 254 siswa. Sampel penelitian berjumlah 66 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala harga diri (32 aitem valid, α = 0,978) dan skala intensi bullying (32 aitem valid, α = 0,959). Hasil analisis regresi sederhana menunjukan rxy = -0,476 dengan p = 0,000 (p<0,005), artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan intensi bullying pada siswa kelas VII SMP Negeri 24 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MEMBACA QURAN SISWA TPQ
Fatkhawati, Meirna;
Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.44 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15395
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran siswa TPQ. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Pola Asuh Otoriter (Σ item = 19, α = .864) dan Skala Persepsi Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Membaca Quran (Σ item = 21, α=.897). Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua siswa TPQ Attaqwa, TPQ Baitul Khair, TPQ Al-Hidayah, TPQ Maskam Undip dan TPQ Kyai Galangsewu dengan jumlah sebanyak 280 subjek. Sampel penelitian adalah 120 subjek yang diperoleh dengan menggunakan teknik proportional cluster sampling. Uji normalitas pola asuh otoriter p = .523 (p > .05) dan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran p = .007 (p < .05). Variabel persepsi orang tua terhadap motivasi belajar memiliki distribusi tidak normal, maka menggunakan teknik statistik non parametrik. Berdasarkan dari hasil analisis korelasi kendal tau didapatkan bahwa = .288 dan p = .000 (p < .001) artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh otoriter yang diterapkan orang tua maka semakin negatif persepsi orang tua terhadap motivasi belajar membaca Quran.
RESILIENSI PADA WANITA USIA DEWASA AWAL PASCA PERCERAIAN DI SENDANGMULYO, SEMARANG
Ranis Diyu Sasongko;
Frieda NRH;
Ika Febriana K.
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1477.553 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7374
Resiliensi adalah kemampuan atau kapasitas yang dimiliki individu, kelompok atau masyarakat yang memungkinkan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dampak-dampak yang merugikan dari kondisi-kondisi yang tidak menyenangkan atau mengubah kondisi yang menyengsarakan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan memahami penyesuaian wanita dalam menjalani kehidupannya pasca perceraian.Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Sampel terdiri dari tiga orang wanita yang melakukan perceraian. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil indepth interview dan observasi, sedangkan untuk menjaga keterpercayaan (kredibilitas) data, dilakukan triangulasi sumber yaitu terhadap orang terdekat.Hasil dari penelitian ditemukan bahwa resiliensi pada wanita usia dewasa awal pasca-perceraian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling melengkapi. Dukungan keluarga dan hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat mempengaruhi proses resiliensi subyek. Kemampuan yang dimiliki subyek dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan di kehidupan barunya membawa subyek pada tahap overcoming saja atau bahkan sampai tahap reaching out. Penemuan baru yang tidak ada dalam teori resiliensi menyatakan religiusitas tinggi, tingkat pendidikan, laman masa perceraian, dan jumlah anak yang dimiliki termasuk dalam faktor pelindung subyek yang mendukung dalam mengembangkan resiliensi dengan optimal.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN JOB EMBEDDEDNESS PADA PEGAWAI KONTRAK RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG
Kafhaya Maryama Suraya;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.134 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23585
Masalah yang terjadi pada RSUD saat ini salah satunya adalah tingginya tingkat pegawai kontrak yang memilih keluar dari pekerjaan. Oleh sebab itu diperlukan job embeddedness pada pegawai kontrak karena job embeddedness dapat menurunkan tingkat keluar dari pekerjaan dan membuat pegawai tetap bertahan pada pekerjaan. Persepsi dukungan organisasi yang dimiliki pegawai dapat menjadikan pegawai untuk tetap memilih bertahan pada pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan job embeddedness pada pegawai kontrak RSUD Kabupaten Temanggung. Job embeddedness merupakan sikap individu untuk bertahan di pekerjaannya yang dipengaruhi oleh hubungan psikologis, sosial, dan finansial yang dibentuk oleh organisasi dan komunitasnya. Persepsi dukungan organisasi adalah sejauh mana pegawai percaya bahwa organisasi menghargai konstribusi yang diberikan oleh pegawai dan peduli mengenai kesejahteraan pegawai. Subjek dalam penelitian ini adalah 137 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua buah skala, yaitu skala job embeddedness (29 aitem valid dengan α = 0,899) dan skala persepsi dukungan organisasi (27 aitem valid dengan α = 0,921). Berdasarkan analisis Spearman Rho diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan signifikan antara persepsi dukungan organisasi dan job embeddedness (rxy = 0,3993 dengan p = 0,000). Hasil penelitian terdapat hubungan positif antara persepsi dukungan organisasi dengan job embeddedness pegawai kontrak RSUD Kabupaten Temanggung. Semakin tinggi persepsi dukungan organisasi maka semakin tinggi pula job embeddedness.
HUBUNGAN ANTARA INTERNAL LOCUS OF CONTROL DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN
Diah Ratna Sari;
Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.378 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14889
Keyakinan positif karyawan mengenai pentingnya pengaruh dirinya sendiri terhadap hasil yang akan diperoleh mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja. Hal tersebut dapat mendorong karyawan agar bekerja dengan optimal, bahkan tidak hanya sesuai deskripsi pekerjaannya melainkan di luar deskripsi pekerjaannya yang disebut dengan organizational citizenship behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internal locus of control dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada karyawan PT. Phapros, Tbk Semarang. Internal locus of control diartikan sebagai keyakinan yang dimiliki individu terhadap peristiwa yang terjadi pada dirinya disebabkan oleh pengaruh dirinya sendiri, sedangkan organizational citizenship behavior diartikan perilaku sukarela karyawan di luar deskripsi formal yang tidak berkaitan langsung dengan sistem reward, yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas perusahaan. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Phapros, Tbk Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan sampel berjumlah 95 karyawan. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala organizational citizenship behavior (OCB) (40 aitem valid dengan rix = 0,893) dan skala locus of control (25 aitem valid dengan rix = 0,832). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah korelasi Pearson atau Product Moment Correlation (rxy). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,274 dengan p = 0,045 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan internal locus of control dengan OCB pada karyawan PT. Phapros, Tbk Semarang.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DENGAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN
Heri Setiawan Suhandi;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.709 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20102
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara adversity intelligence dengan motivasi belajar dalam mata pelajaran Matematika pada siswa kelas XI SMA N 1 Cilimus. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA dan IPS di SMA N 1 Cilimus sebanyak 355 orang. Teknik Sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah subjek sebanyak 176 orang, baik dari jurusan IPA maupun IPS. Alat ukur yang digunakan berupa skala, terdiri atas Skala Adversity Intelligence (25 item valid; α =.88) dan Skala Motivasi Belajar dalam Mata Pelajaran Matematika (41 item valid; α = .94). Analisis regresi sederhana menunjukan ada korelasi positif yang signifikan antara adversity intelligence dengan motivasi belajar dalam mata pelajaran Matematika, = .78 (p<.001), artinya semakin tinggi adversity intelligence yang dimiliki siswa semakin tinggi motivasi belajarnya dalam mata pelajaran Matematika. Adversity intelligence memberikan sumbangan efektif pada motivasi belajar dalam mata pelajaran Matematika sebesar 61%. Siswa diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan adversity intelligence yang dimiliki, guru diharapkan membantu siswa dalam proses belajar dengan menggunakan metode yang mudah dipahami, dan peneliti selanjutnya diharapkan diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai korelasi antara motivasi belajar dengan variabel antisenden lain atau pada tingkat pendidikan yang lebih awal.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR
Ferdian Wahyu Nugroho;
Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.973 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7540
Kecemasan yang dialami mahasiswa dapat berdampak negatif. Seperti yang dikemukakan oleh Prawirohusodo (dalam Rusli, 2004, h.4), bahwa kecemasan dapat menghambat penampilan, menimbulkan kendala, menghambat kemauan individu untuk berprestasi. Apabila tidak dibarengi dengan memiliki hardiness sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial individu, misalnya perasaan cemas yang melanda mahasiswa dapat membuat mahasiswa tersebut kurang dapat mengaktualisasikan potensi dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara hardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Diponegoro.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro angkatan 2011. Sampel penelitian ini berjumlah 70 mahasiswa, yang diperoleh melalui teknik sampel berstrata proporsional. Metode analisis data yang digunakan teknik analisis regresi sederhana. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi dunia kerja(21 item α = 0,878)dan skala hardiness(20 item α = 0,883) yang telah diujicobakan terhadap 70mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro.Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yangsignifikan antarahardiness dengan kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil tersebut ditunjukkan dengan angka koefisien korelasi sebesar 0,519 dengan p=0,000 (p<0,01).
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL PADA PEGAWAI PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG
Basmalla, Bimbing;
Prihatsanti, Unika
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.031 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15118
Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap PDAM memerlukan sumber daya yang memiliki kapasitas psikologi positif. Psychological capital adalah kapasitas psikologis yang positif dengan karateristik yaitu memiliki self-efficacy, optimism, hope, dan resilience. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan transformasional adalah pemimpin yang menggunakan nilai pribadi, visi, passion, dan komitmen dalam bekerja untuk menggerakkan pegawai dan memotivasi pegawai agar bekerja dengan giat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan psychological capital pada pegawai PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Populasi penelitian ini adalah pegawai PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Sampel penelitian adalah sebanyak 153 pegawai yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Psychological Capital (22 aitem valid, α = 0.908) dan Skala Kepemimpinan Transformasional (31 aitem valid, α = 0.941). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0.648 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dengan psychological capital. Semakin positif kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi psychological capital. Kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif sebesar 41.9% pada psychological capital dan sebesar 58.1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PENGUNGKAPAN DIRI MELALUI MEDIA SOSIAL MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP DENGAN KOMUNIKASI PADA SISWA SEMESTER EMPAT SMA NEGERI 1 SALATIGA
Sabrina Sella Devi;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.837 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21744
Pengungkapan diri melalui media sosial adalah proses membagikan informasi pribadi kepada orang lain. Komunikasi interpersonal merupakan proses komunikasi tatap muka yang dilakukan antara dua orang atau lebih yang menghasilkan respon baik verbal mapun nonverbal. Perkembangan teknologi khususnya media sosial saat ini membuat banyaknya individu khususnya remaja yang beralih menggunakan media sosial sebagai media pengungkapan diri melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pengungkapan diri melalui media sosial melalui media sosial dengan komunikasi interpersonal pada remaja. Subjek dari penelitian ini adalah siswa semester empat di SMA Negeri 1 Salatiga. Populasi berjumlah 284 siswa dengan sampel penelitian sebanyak 161 siswa. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal (27 aitem valid, α = .853) dan pengungkapan diri melalui media sosial melalui media sosial WhatsApp (31 aitem valid, α = .895). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy = .483 dengan p = .000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara pengungkapan diri melalui media sosial melalui media sosial WhatsApp dengan komunikasi interpersonal siswa semester empat SMA Negeri 1 Salatiga dengan sumbangan efektif sebesar 23,4% sedangkan 76,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.