cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISME Asri Hana Savitri; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.614 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21718

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan pada individu ditandai dengan adanya gangguan interaksi sosial dan komunikasi, emosional, minat serta perilaku yang terbatas dan berulang-ulang. Ibu merupakan seorang yang terlibat langsung dalam pengasuhan, sehingga lebih mudah munculnya masalah emosional dan rasa khawatir dalam menyiapkan semua kebutuhan anak. Adanya beban yang muncul sehubungan dengan diagnosa membuat ibu dituntut untuk memiliki resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan seorang individu untuk menghadapi, mengatasi, serta bangkit dari situasi yang dianggap sulit. Subjek dalam penelitian berjumlah tiga orang ibu yang diambil berdasarkan karakteristik khusus yang telah ditetapkan. Karakteristik subjek dalam penelitian yaitu seorang ibu yang memiliki anak autisme. Pencarian subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu Interpretative phenomenological analysis (IPA), dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu ketiga subjek dapat melakukan resiliensi karena adanya upaya-upaya yang dilakukan seperti merawat, mendidik, mencari informasi, pengendalian emosi diri, memiliki harapan positif pada masa depan, memiliki kemampuan empati, serta kemampuan mengambil makna positif dari peristiwa yang dianggap menekan. Resiliensi yang dimiliki ketiga subjek tidak terlepas dari faktor lingkungan subjek, berupa dukungan dari suami, keluarga, maupun tetangga kepada subjek.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN INTENSI MEROKOK PADA REMAJA DI SMA NEGERI 2 SLAWI Aryani Putri Prameswari; Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.13004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dengan intensi merokok pada remaja di SMA Negeri 2 Slawi. Populasi penelitian ini yaitu remaja SMA Negeri 2 Slawi, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 389 orang. Sampel penelitian sebanyak 201 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi yaitu Skala Intensi Merokok (40 aitem valid, α = 0,521) dan Skala Konformitas (40 aitem valid, α = 0,917). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,649 dengan p= 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara konformitas dengan intensi merokok dapat di terima. Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi intensi merokok. Konformitas memberikan sumbangan efektif sebesar 41,8% pada intensi merokok dan sebesar 58,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
MENEMBUS BATAS IDEOLOGI Studi Kualitatif Fenomenologi Collective Political Action (CPA) Presiden Mahasiswa Tessa Revananda Putri; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.602 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15441

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, major prosodic features dan dokumen. Subjek penelitian berjumlah empat orang dari teknik purposive sampling. Hasil penelitian presiden mahasiswa memaknai statusnya sebagai tanggung jawab dan kesempatan untuk bermanfaat lebih besar. Salah satu rasa tanggung jawab tersebut diwujudkan dalam collective political action pada aksi nasional 21 Mei 2015. Collective political action presiden mahasiswa sebagai wujud rasa nasionalisme. Presiden mahasiswa mengadvokasikan langsung permasalahan bangsa Indonesia terkait kenaikan harga BBM, UKT, kuliah lima tahun, kasus korupsi, dan perpanjangan kontrak Freeport kepada Presiden Jokowi. Presiden mahasiswa memandang advokasi/negosiasi sebagai salah satu metode efektif. Presiden mahasiswa memaknai gerakan mahasiswa sebagai gerakan besar, masif, dan memiliki pola. Gerakan mahasiswa murni gerakan moral, clear dipisahkan dari gerakan politik praktis. Faktor yang memengaruhi pembentukan collective political action presiden mahasiswa yaitu ideologi presiden mahasiswa, internalisasi nilai-nilai pengasuhan, dan karakteristik kepribadian politik.
SUBJECTIVE EXPERIENCE TO BE WIFE OF CONVICTED TERRORISM Jayanti, Deti Anisa; Indrawati, Endang Sri
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.732 KB)

Abstract

This study aimed to describe the essence of subjective experience to be wife of convicted terrorism. Subjective experience to be wife of convicted terrorism is generally defined as a process how the wife of convicted terrorism life after her husband convicted as terrorist, what is experienced and felt and how her attitude for dealing various problems and social pressures.The study was conducted using a qualitative phenomenological approach . Subject of three people chosen by purposive sampling, Criteria of subject are subject is jihadists outside the conflict area’s wife and the husband has obtained court verdict for his involvement in the case of terrorism in Indonesia and his wife live in the same area as before the media revealed husband's case. The primary method of data collection was interview, audio material with supporting data and field notes . Data analysis refers to the model of Interpretative Phenomenological Analysis ( IPA ) .The results showed that wife deal with stressful situations caused by either psychological pressure from family and society and the problems that arise related to the wife's new role as a single mother. Subject reactions to stressful situations include cognitive, emotional, and behavioral. In terms of cognitive, three subjects experienced disorientation or confusion on toward the goal to decide something. While the emotional reaction to the subject in the early periods of stress showed a negative reaction as feeling hopeless, sad, and insecure. While the behavior, subjects tend to avoid things that make the subject uncomfortable and add to stressful situations. However, with positive reinterpretation, belief of God's help and social support are help the subject to deal with the stressor coping strategies were more dominant in problem focused coping . Reduced stress is also followed by a stronger belief in way of life chosen and the desire to keep and maintain a household with a husband who is still in jail.
PERBEDAAN KESIAPAN MENIKAH PADA DEWASA AWAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI BANDA ACEH Sari Mawaddah; Lely Safrina; Marty Mawarpuri; Syarifah Faradina
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.191 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23649

Abstract

Kesiapan Menikah adalah sebuah proses persiapan yang dilakukan oleh pasangan yang ingin menikah guna menghindari konflik serta mencapai pernikahan yang bahagia. Kesiapan menikah yang baik akan memengaruhi pada pernikahan yang dijalani dan mengurangi terjadi perceraian. Kesiapan menikah harus dilakukan oleh laki-laki dan perempuan guna mencapai kehidupan rumah tangga yang sejahtera. Perbedaan karakteristik sikap, dan pikiran antara laki-laki dan perempuan ikut berkontribusi dalam proses kesiapan menikah individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kesiapan menikah pada dewasa awal ditinjau dari jenis kelamin di Kota Banda Aceh. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis komparatif dengan kriteria dewasa awal usia 18-25 tahun  yang terdiri dari 155 subjek laki-laki dan 155 subjek perempuan. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik quota sampling, data dikumpulkan menggunakan skala kesiapan menikah yang dimodifikasi dari CMRQ (Criteria Marriage Readiness Questionare) yang disusun oleh Carroll, dkk (2009). Analisis data menggunakan teknik independent sample t-test, dengan hasil p=0,044 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan menikah antara laki-laki dan perempuan dewasa awal di Banda Aceh. Adapun kesiapan menikah cenderung lebih tinggi pada perempuan dari pada laki-laki dengan perbedaan yang sangat tipis. 
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN PERNIKAHAN DENGAN KECENDERUNGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN PRIA PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGGOTA PERSATUAN WREDATAMA REPUBLIK INDONESIA (PWRI) KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK, BANJARNEGARA Errisa Hapsari; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.106 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14914

Abstract

Pensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan, dan menyebabkan hilangnya peran atau jabatan seseorang. Hal tersebut merupakan proses yang menimbulkan stres yang berkontribusi pada penurunan kesehatan fisik dan mental. Para pensiunan tidak dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi ini maka dapat mengalami kecenderungan post power syndrome. Tingkat kepuasan pernikahan itu sendiri berhubungan dengan tingkat depresi yang dialami oleh sesesorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria pegawai negeri sipil anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling dan sampel berjumlah 61 pensiunan. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kepuasan Pernikahan (29 item valid, = 0,918) dan Skala Kecenderungan Post Power Syndrome (30 item valid, = 0,905) yang sebelumnya telah diujicobakan terhadap 40 pensiunan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar -0,85 dengan p = 0,000 (p < 0,05), maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara kepuasan pernikahan dengan kecenderungan post power syndrome pada pensiunan pria Pegawai Negeri Sipil. Sumbangan efektif variabel kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan post power syndrome sebesar 72,2%.
PENGALAMAN MENJADI MUALAF: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Ida Rahmawati; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.014 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20151

Abstract

Melakukan konversi agama bukanlah hal mudah karena terkait dengan perubahan identitas, perubahan tata nilai, perilaku serta dapat berpengaruh pada kehidupan sosial yang menjalaninya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses melakukan konversi agama dan pengaruh konversi agama terhadap kehidupan seseorang yang melakukannya. Subjek yang melakukan konversi agama dikhususkan dalam penelitian ini ialah seseorang yang berpindah agama dari non Islam masuk kedalam agama Islam atau yang sering disebut dengan mualaf. Metode penelitian yang digunakan ialah fenomenologis dengan teknik analisa Intrepetative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik ini dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang rinci dan sesuai untuk menjawab pertanyaan peneliti. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah tiga orang mualaf yang berdomisili di Kota Semarang. Penemuan ketiga subjek diperoleh menggunakan sampling purposive. Berdasarkan hasil riset ini peneliti menemukan tiga tema utama, (1) proses berpindah agama, (2) manifestasi menjalani kehidupan sebagai mualaf, (3) Upaya mengembangkan diri. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa tindakan konversi agama melibatkan beberapa proses; yaitu kognitif, sosial dan psikologis. Pengalaman konversi agama pada mualaf memberikan pengaruh pada keinginan meningkatkan kualitas keimanan, serta perubahan diri dalam sikap dan perilaku beragama dalam kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari motivasi, pengalaman positif yang muncul dari menjalankan keyakinan, komitmen mualaf terhadap keputusannya.   
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIANTHE BIG FIVE PERSONALITY DENGAN INTENSI MENJADI WORKAHOLIC PADA KARYAWAN HALLIBURTON INDONESIA Dewi, Annisaa Tiara; Nurtjahjanti, Harlina
Empati Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.477 KB)

Abstract

Konsep gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan peningkatan kualitas sosial menyebabkan masyarakat selalu berusaha memenuhi kebutuhannya dengan cara bekerja sehingga bekerja dipandang sebagai suatu kegiatan yang prestige serta menimbulkan perilaku intensi menjadi workaholic. Faktor yang mempengaruhi intensi menjadi workaholic yaitu faktor internal. Kepribadian merupakan salah satu faktor internal dari perilaku karyawan. Salah satu kepribadian yang memiliki validitas untuk mengukur perilaku yaitu kepribadian the big five personality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian the big five personality dengan intensi menjadi workaholicserta hubungan kelima dimensi kepribadian the big five personality yaitu concientiousness, neuroticsm, extraversion, openness, dan agreeablenes dengan intensi menjadi workaholic pada karyawan Halliburton Indonesia. Sampel penelitian merupakan karyawan Halliburton Indonesia sebanyak 150 karyawan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu Skala Kepribadian The Big Five Personality (40 aitem valid, α = 0,905) dan Skala Intensi Menjadi Workaholic (38 aitem valid, α = 0,921) yang telah diuji coba pada 80 karyawan Halliburton Indonesia. Data yang diperoleh berdasarkan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,319 dengan p= 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian the big five personality dengan intensi menjadi workaholic. Agreeableness dengan intensi menjadi workaholic didapat angka koefisien sebesar 0,140 dengan signifikansi 0,453 pada p
HUBUNGAN ANTARA IDENTITAS SOSIAL DENGANKECENDERUNGAN PERILAKU KONSUMTIF PADAPENGGEMAR BATUAKIK DAN BATU MULIADI SEMARANG Meganingrum, Riska; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.345 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15156

Abstract

Identitas sosial adalah gambaran diri individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu. Sedangkan, kecenderungan perilaku konsumtif adalah suatu niat mengonsumsi barang dan jasa yang bukan merupakankebutuhan individu untuk memenuhi kepuasan tanpa didasarkan pada pertimbangan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara identitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Sampel diambil menggunakan teknik sampling insidental. Jumlah sampel adalah 65 orangsubjek. Subjek penelitian ini adalah laki-laki dewasa yang membeli batu akik dan batu mulia di Semarang lebih dari 10 dengan alasan untuk memenuhi keinginan. Pengumpulan data menggunakan dua skala model Likert yaitu skala Identitas Sosial (27 aitem, α= 0,918) dan skala Kecenderungan Perilaku Konsumtif (32 aitem, α= 0,939). Analisis hasil data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,730 dengan p = 0,000 (p <0,001). Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan positif antaraidentitas sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar batu akik dan batu mulia di Semarang. Nilai koefisiensi determinasi (R Square) pada variabel identitas sosial dan variabel kecenderungan perilaku konsumtifmenunjukkan hasil sebesar 0,533. Hasil tersebut memiliki arti bahwa identitas sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 53,3 % terhadap kecenderungan perilaku konsumtif.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN INTENSI BULLYING PADA SISWA SMA N 1 PURBALINGGA Rahman, Virgio Aditya; Rusmawati, Diana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018
Publisher : Jurnal EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.167 KB)

Abstract

Perilaku bullying juga sering terjadi didalam dunia pendidikan dan sering dilakukan oleh para siswa, salah satu penyebab melakukan perilaku tersebut karena konsep diri dan intensi individu untuk melakukan suatu tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan intensi bullying pada siswa SMA N 1 Purbalingga. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI SMA N 1 Purbalingga berjumlah 395 siswa dengan subjek sebanyak 198 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan model skala Likert yang terdiri dari Skala Konsep Diri (44 aitem, α=  0,916) dan Skala Intensi Bullying (38 aitem, α= 0,925). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dengan intensi bullying (rxy = -0,390 ; p =0,000). Semakin rendah konsep diri maka semakin tinggi siswa akan semakin tinggi melakukan bullying dan sebaliknya. Konsep diri dalam penelitian memberikan sumbangan efektif sebesar 15,2% terhadap intensi bullying, 84,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak bisa diungkapkan dalam penelitian ini.Kata kunci: Konsep Diri, Intensi Bullying, Siswa SMA.

Page 89 of 146 | Total Record : 1454


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue