cover
Contact Name
Luthfi Kurniawan
Contact Email
journal@optimalbynfc.com
Phone
+6282313012644
Journal Mail Official
journal@optimalbynfc.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower LT. 5 Unif F, Jalan S. Parman, KAV / 22-24, Village / Sub-district Palmerah, Kec. Palmerah, City Adm. West Jakarta, DKI Jakarta Province.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Optimal Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 30629748     DOI : -
Core Subject :
Optimal Nursing Journal (ONJ) is a national open access journal with a primary focus on the field of healthcare, specifically in the field of nursing. Serving as a specialized platform for researchers and practitioners, ONJ facilitates the sharing of research findings, analysis, and in-depth theoretical reviews. Committed to academic rigor and a rigorous peer-review process, the journal strives to uphold the highest quality and contemporary relevance in nursing practice. Published biannually, in June and December, OMJ aims to make a significant contribution to the advancement of global nursing knowledge and practice. We invite you to join us in shaping the future of nursing through active participation in the ongoing dialog.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN SISWA-SISWI SMK KESEHATAN SAMARINDA MENJELANG PRAKTIK KERJA LAPANGAN Syukma Rhamadani Faizal Nur; Iwan Samsugitob; Ediyar Miharja; Ananda Alivia S
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah emosi alami manusia, karena ketika seseorang merasakan kecemasan, seseorang tersebut akan menyadari dan memahami  situasi  berbahaya yang akan mengancam dirinya. Namun, jika kecemasan yang semula merupakan respons normal dan terkendali berubah menjadi kecemasan yang berlebihan dan sulit dikendalikan, maka kecemasan tersebut dapat menghambat jalannya aktivitas sehari-hari. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan teknik survey dengan responden sebanyak 110 responden dan menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil penelitian menunjukan mayoritas responden mengalami gangguan kecemasan tingkat sedang yaitu sebanyak 37 responden (33,6%). Mayoritas siswa – siswi kelas XI SMK Kesehatan Samarinda yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan mengalami kecemasan tingkat sedang yaitu sebanyak 37 responden (33,6 %) dan berjenis kelamin perempuan. Selain itu responden juga mengalami gangguan emosional yaitu mudah marah atau tersinggung karena hal – hal sepele yang ditandai dengan gejala fisik berupa peningkatan detak jantung.
FAKTOR RESIKO KEJADIAN RAWAT ULANG PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Yurika Lestari; Rahmawati
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kejadian penyakit jantung koroner di Sumatera Barat merupakan penyakit jantung tertinggi ke -3 di Indonesia yaitu sebesar 1,6 % pada tahun 2022. PJK berisiko mengalami kekambuhan yang mengakibatkan rawat ulang yang berpengaruh lebih buruk terhadap prognosis penyakit. Resiko rawat ulang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat ulang PJK.  Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan besar sample  30 orang yang dirawat dengan PJK untuk kedua kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hubungan antar variabel dianalis menggunakan uji chi-Square dengan nilai p value α 0,05.  Hasil penelitian lebih dari separuh responden memiliki kejadian rawat ulang yang tinggi (56,7%), aktivitas fisik sub optimal (66,7%), kurang dari separuh responden yang memiliki kepatuhan diet kurang baik (40,0%), memiliki dukungan keluarga yang rendah (36,7%), memiliki kepatuhan terhadap program terapi pengobatan rendah (36,7%), Ada hubungan antara kepatuhan diet (p-value 0,042), aktivitas fisik ( p-value 0,007), dukungan keluarga (p-value 0,007), dan kepatuhan program terapi obat dengan (p-value 0,047) dengan kejadian rawat ulang pasien PJK.  Disarankan menyediakan layanan edukasi dan konseling serta intervensi terhadap pola hidup yang tidak sehat pada pasien PJK terkait dengan pencegahan kejadian rawat ulang.
PENGARUH STRATEGI ALFABET TERHADAP INDIKATOR GULA DARAH DAN RISIKO KOMPLIKASI DIABETES MELITUS TIPE 2 duma Purba; Hema Malini; Esi Afriyani
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740334

Abstract

Diabetes harus dikelola seumur hidup. Ketidakmampuan mengontrol gula darah menjadi penyebab peningkatan resiko komplikasi terhadap morbiditas dan mortalitas. Strategi alfabet adalah salah satu bentuk pengelolaan diabetes, berupa pendekatan intervensi komprehensif abjad A, B, C, D, E, F, dan G yang berfokus pada penyelesaian masalah spesifik pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi alfabet terhadap indikator kontrol gula darah dan pencegahan komplikasi pada penderita diabetes dalam kelompok Prolanis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain quasi eksperimen studi pre-post test dengan grup kontrol. Responden sejumlah 44 orang dipilih dengan teknik sampel purposive dan dibagi rata ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan tiga sesi edukasi intensif yang mencakup modifikasi gaya hidup, manajemen klinis, serta skrining komplikasi mata dan kaki sedangkan kelompok kontrol mengikuti kegiatan Prolanis. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan pre dan post pada kelompok intervensi dengan p-value <0,05 dengan penurunan bermakna terhadap kontrol gula darah (HbA1c), tekanan darah sistol (TDS), kolesterol, gula darah puasa (GDP), dan indeks massa tubuh (IMT). Strategi alfabet terbukti efektif secara klinis untuk meningkatkan kontrol HbA1c, TDS, kolesterol, GDP, dan IMT sehingga direkomendasikan menjadi model manajemen mandiri diabetes yang dapat diintegrasi pada layanan primer untuk meminimalisir risiko komplikasi jangka panjang. 
HUBUNGAN MANAJEMEN STRES DENGAN BURNOUT SYNDROM DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUANG ICU Tri Lestari Handayani; Dessi Natallina; Jamaludin
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740335

Abstract

Introduction: Intensive Care Unit (ICU) nurses are highly vulnerable to occupational stress due to the complexity and urgency of patient care, which may lead to burnout syndrome and decreased work motivation. Effective stress management is essential to maintain nurses’ psychological well-being and performance. However, evidence examining the interplay between stress management, burnout, and work motivation among ICU nurses remains limited. Methods: This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. A total of 50 ICU nurses aged 25–40 years, with 1–10 years of work experience, were recruited. Data were collected using a stress management questionnaire, the Maslach Burnout Inventory (MBI), and a work motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using Chi-square and Fisher’s Exact Test to determine the relationships between variables. Results: The findings revealed a significant relationship between stress management and burnout syndrome (p = 0.012; OR = 0.9), indicating that nurses with good stress management had lower odds of experiencing burnout. Additionally, a significant relationship was found between stress management and work motivation (p = 0.049; OR = 2.9), suggesting that nurses with good stress management were more likely to have higher work motivation.Discussion/Suggestion: Effective stress management plays a critical role in reducing burnout and enhancing work motivation among ICU nurses. Healthcare institutions should implement structured stress management training programs to support nurses’ mental well-being and optimize their professional performance
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA: SEBUAH STUDI DI RSI SAKINAH MOJOKERTO Mukhoirotin Mukhoirotin; Yesi Hijria Perdani; Diah Ayu Fatmawati
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/3qw0ck05

Abstract

Low rates of exclusive breastfeeding pose a threat to children’s growth and development. Being a working mother is often considered one of the factors contributing to the high rate of failure in exclusive breastfeeding. This study aims to determine the factors influencing exclusive breastfeeding among working mothers at RSI Sakinah Mojokerto. The research design used was descriptive analytic with a cross-sectional approach. The study population consisted of all working mothers with infants aged 6–24 months at RSI Sakinah Mojokerto. The sample included 43 respondents selected using a simple random sampling technique. The independent variables were knowledge, attitude, availability of breastfeeding facilities, and support from coworkers, while the dependent variable was exclusive breastfeeding. Data were collected using questionnaires and analyzed using chi-square and logistic regression tests with a significance level of α ≤ 0.05. The results showed that factors influencing exclusive breastfeeding were attitude and availability of facilities (p < 0.05). Factors that did not influence exclusive breastfeeding were knowledge and coworker support (p > 0.05). The most dominant factor was the availability of breastfeeding facilities, with an Exp(B) value of 38.916. This indicates that the availability of breastfeeding facilities in the workplace can support and facilitate mothers in providing exclusive breastfeeding. The more adequate the breastfeeding facilities available, the greater the likelihood that working mothers will successfully provide exclusive breastfeeding.