cover
Contact Name
Luthfi Kurniawan
Contact Email
journal@optimalbynfc.com
Phone
+6282313012644
Journal Mail Official
journal@optimalbynfc.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower LT. 5 Unif F, Jalan S. Parman, KAV / 22-24, Village / Sub-district Palmerah, Kec. Palmerah, City Adm. West Jakarta, DKI Jakarta Province.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Optimal Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 30629748     DOI : -
Core Subject :
Optimal Nursing Journal (ONJ) is a national open access journal with a primary focus on the field of healthcare, specifically in the field of nursing. Serving as a specialized platform for researchers and practitioners, ONJ facilitates the sharing of research findings, analysis, and in-depth theoretical reviews. Committed to academic rigor and a rigorous peer-review process, the journal strives to uphold the highest quality and contemporary relevance in nursing practice. Published biannually, in June and December, OMJ aims to make a significant contribution to the advancement of global nursing knowledge and practice. We invite you to join us in shaping the future of nursing through active participation in the ongoing dialog.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Hubungan Pola Makan Dengan Resiko Gastritis Pada Remaja Kelas XII di SMAI Asyafi'iyah 02 Bekasi nuniek setyowardani; Yoanita Hijriyati; Erika Lubis; Mawardah Alivia
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradangan mukosa lambung yang akut, persisten, lokal atau meluas dikenal sebagai gastritis. Orang dengan pola makan yang tidak teratur atau mengonsumsi makanan akan menyebabkan lambung menghasilkan asam lambung berlebihan besar kemungkinan akan menderita penyakit ini. Kebiasaan makan seseorang, termasuk rutinitas waktu makan, pilihan makanan, dan ukuran porsi makanan akan mempengaruhi terjadi Gastritis. Remaja yang memiliki pola makan yang buruk rentan menderita penyakit ini. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan resiko gastritis pada remaja kelas XII SMAI Asyafi'iyah 02 Bekasi. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional korelasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII SMAI Asyafi'iyah 02 Bekasi, dan stratified random sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Sampel yang diambil berjumlah 61 siswa. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 67,2% siswa memiliki kebiasaan makan yang buruk dengan 62,3% beresiko Gastrititis. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai pvalue 0,005 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan yang didapatkan adalah remaja kelas XII SMAI Asyafi'iyah 02 Bekasi mengalami resiko gastritis.
MUT CERIA (METODE ULAR TANGGAH CEGAH DIARE) Jeni Karundeng; Yeli Mardona; Diliani; Ria Tekege
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740323

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan kondisi gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi feses cair. Berdasarkan Riskesdas (2018) dalam Manihuruk (2024), prevalensi diare pada anak usia sekolah (5–14 tahun) di Indonesia mencapai 6,2% atau sekitar 182.338 kasus. Upaya pencegahan diare pada anak usia 10–12 tahun tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, salah satunya penerapan enam langkah cuci tangan yang benar sejak dini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan metode ular tangga (MUT) sebagai media edukasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan dalam satu hari selama satu jam dengan melibatkan dua responden yang memenuhi kriteria. Hasil: Responden pertama menunjukkan nilai yang tetap sebelum dan sesudah intervensi, yaitu skor 60 (kategori cukup). Responden kedua mengalami peningkatan dari skor 50 (kategori kurang) sebelum intervensi menjadi skor 70 (kategori baik) setelah diberikan edukasi menggunakan metode ular tangga. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ular tangga efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pencegahan diare, khususnya enam langkah cuci tangan. Diskusi/Saran: Penggunaan media edukasi interaktif seperti metode ular tangga dapat meningkatkan minat dan pemahaman anak dalam menerima pendidikan kesehatan. Disarankan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah agar anak terbiasa melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar, terutama setelah bermain, sebagai upaya pencegahan diare.  
Mengintegrasikan Terapi Murottal ke dalam Perawatan ICU: Pengalaman Perawat dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasca Operasi Nunung Nurhayati; sinta bela; Nyayu Nina Putri C; ramdani; Masdum Ibrahim
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tidur merupakan masalah umum pada pasien pasca operasi di unit perawatan intensif (ICU) akibat kecemasan, stres, dan pemantauan klinis yang berkelanjutan, yang dapat menghambat pemulihan fisik dan kesejahteraan psikologis. pendekatan non-farmakologis seperti therapi murottal (lantunan ayat suci alquran) berpotensi memberikan efek relaksasi melalui mekanisme auditor dan spiritual. Namun, implementasi ini dalam praktik keperawatan, khususnya dari perfektif perawat, masih banyak belum dikaji. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan desain kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perawat ICU yang memiliki pengalaman dalam memberikan terapi murottal, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Tiga tema utama teridentifikasi, yaitu intervensi terapeutik, kesadaran diri dan peran perawat. terapi murottal diterapkan secara situasional, terutama pada pasien yang mengalami kecemasan, nyeri, dan gangguan tidur. Perawat berperan dalam menciptakan linkungan yang nyaman melalui pendekatan holistik dan pemantauan berkelanjutan. Respons pasien terhadap therapi dipengaruhi oleh kondisis spiritual serta empati perawat. Meskipun terdapat keterbatasa fasilitas dan belum adanya pedoman baku, perawat tetap menunjukan inisiatid dalam pelaksanaanya. Threapi murottal merupakan intervensi komplementer yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur pada pasien pasca operasi di ICU. Integrasi pendekatan spiritual dalam praktik keperawatan kritis perlu didukung oleh kebijakan institusi dan pedoman berbasis bukti untuk memastikan penerapan yang konsisten dan efektif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI Febriana Febriana; Desmon Wirawati; Lena Adha
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension remains a major public health problem in Indonesia, with a high prevalence (approximately 34% in 2018 and 34.11% in 2023), placing Indonesia fifth worldwide. This increase is influenced by unhealthy lifestyles, lack of awareness of early detection, and hypertension being a major risk factor for other life-threatening diseases such as stroke, heart disease, and kidney failure, particularly among the productive-age population. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 352 respondents were selected using purposive sampling. Research instruments included questionnaires on knowledge, family support, and adherence to antihypertensive medication, which had undergone validity and reliability testing. Data analysis was conducted using the Chi-Square test. Results and Discussion: The majority of respondents had good knowledge but were not adherent to antihypertensive medication. Most respondents with low family support were also classified as non-adherent. Statistical analysis showed a significant relationship between family support and medication adherence among patients with hypertension (p < 0.05). However, no significant relationship was found between knowledge and medication adherence (p > 0.05). Suggestion: The results indicate that although respondents generally had good knowledge, adherence to antihypertensive medication was still predominantly low. Family support showed a significant association with medication adherence among patients with hypertension. These findings suggest that enhancing instrumental support—such as reminding patients of medication schedules, facilitating access to healthcare services, and accompanying patients during treatment—contributes substantially to improving medication adherence.
PEMANFAATAN JUS TOMAT SEBAGAI TERAPI NONFARMAKOLOGIS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Rizki Andriani; Darlina; Khairul Fahmi; Erlia Rosita; Suherni; Lilis Pujiati; Fitri Apriani
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740326

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dimanfaatkan adalah jus tomat karena kandungan kalium dan likopen yang berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di komunitas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest without control. Sampel berjumlah 38 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa pemberian jus tomat 200 mL sekali sehari selama 7 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter dan stetoskop. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Rerata tekanan darah sistolik menurun dari 158,32 mmHg menjadi 148,95 mmHg, sedangkan diastolik menurun dari 91,79 mmHg menjadi 86,74 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat penurunan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,000) setelah pemberian jus tomat. Selain itu, terjadi pergeseran kategori tekanan darah ke tingkat yang lebih ringan. Saran: Pemberian jus tomat efektif sebagai terapi nonfarmakologis sederhana dalam membantu pengendalian hipertensi pada lansia di komunitas. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam edukasi kesehatan lansia dan kegiatan di tingkat Masyarakat  
KECEMASAN SEBAGAI PREDIKTOR INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PASCA AKUPUNKTUR Mei Rianita Elfrida Sinaga; Taufiqur Rohman
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupuncture is an effective complementary therapy for reducing pain, but the needle insertion procedure can induce anxiety that potentially affects the patient's perception of pain. Anxiety as a psychological response is suspected to play a role as a predictor of the pain intensity felt after acupuncture treatment. This study aims to analyze the role of anxiety as a predictor of pain intensity in patients post-acupuncture at Community Development Bethesda Yakkum Yogyakarta. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach. The sampling technique used was total sampling with a total of 30 respondents. The level of anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before the procedure, while the intensity of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) after the procedure. Data analysis used the Somers’ d test to examine the direction and strength of the relationship. The research results showed that the majority of respondents experienced severe anxiety (43.3%) and mild pain (56.7%). The Somers’ d test indicated a significant relationship between anxiety and pain intensity (p = 0.005) with a positive direction and moderate strength. Anxiety acts as a predictor of pain intensity in post-acupuncture patients, where higher anxiety levels correspond to greater perceived pain intensity.
DETERMINAN SOSIODEMOGRAFI DAN AKSES PELAYANAN TERHADAP KETERLAMBATAN ANC TRIMESTER PERTAMA PADA IBU HAMIL DI WAGIR, MALANG Susi Milwati
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

First-trimester antenatal care (ANC) visits before 12 weeks of gestation are crucial for early detection of pregnancy risks and prevention of complications. However, delays in initiating the first ANC visit still occur among some pregnant women. This study aimed to analyze the sociodemographic determinants and service access affecting delayed first-trimester ANC visits in Wagir, Malang. A quantitative descriptive study with a cross-sectional design was conducted among 37 pregnant women who attended their first ANC visit after 12 weeks of gestation, selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed descriptively and through path analysis to identify the influence of variables. Results indicated that most respondents were aged 20–35 years (75.7%), had parity of 2–5 children (59.5%), completed junior high school education (43%), were unemployed (62.2%), had good knowledge (43%), and positive attitudes (54.1%). Regarding service access, 56.8% reported adequate distance and facility availability. Path analysis revealed that sociodemographic factors and service access significantly influenced delayed first-trimester ANC visits. In conclusion, delays in first-trimester ANC visits are affected by maternal sociodemographic characteristics and health service access. Strengthening pregnancy education programs and improving service access from preconception or early pregnancy stages is recommended according to maternal profiles.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL KOMI UNTUK KADER POSYANDU DALAM DETEKSI DINI KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI KOTA TANJUNGPINANG Asmarita Jasda; Elsa Gusrianti; Annisa Oktari Erfi
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/m1sh9357

Abstract

Introductions : Maternal mortality in Indonesia remains high, primarily driven by complications such as preeclampsia, hemorrhage, and infection. Delays in recognizing clinical danger signs often occur at the community level, necessitating the active involvement of Posyandu (integrated health post) volunteers in early detection through routine monitoring of pregnant women. However, limited knowledge and technical skills among these volunteers in identifying such signs remain a significant obstacle. The KOMI (Maternal Complications) Module was developed as a systematic, practice-based educational tool providing comprehensive information on pregnancy danger signs to enhance volunteers' ability to perform early detection accurately and promptly. Methods : This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The sample consisted of 60 Posyandu volunteers in Tanjungpinang City, divided into intervention and control groups. The intervention group received intensive training using the KOMI module, while the control group did not. Data were collected using structured questionnaires to measure knowledge and early detection capabilities before and after the intervention. Statistical analysis was performed using paired t-tests and independent t-tests. Results : The findings demonstrate that utilizing the KOMI module significantly improved both the knowledge and detection skills of volunteers. A statistically significant increase was observed within the intervention group following the implementation (p < 0.006). Furthermore, the average posttest scores of the intervention group were significantly higher than those of the control group. Discussion : Structured and practical module-based educational interventions serve as effective strategies for strengthening community-level health capacity. Improved early detection allows volunteers to mitigate delays in recognizing danger signs a critical factor in maternal mortality. As the frontline of community maternal monitoring, empowering volunteers is essential for better health outcomes.
TRANSFORMASI EDUKASI KESEHATAN IBU: ANALISIS BIBLIOMETRIK PEMANFAATAN VIRTUAL REALITY DALAM PENCEGAHAN DINI STUNTING MELALUI PRAKTIK ASI DAN MP-ASI Istichomah istichomah; Setyo Retno Wulandari; SRI HANDAYANI
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740330

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak multidimensional terhadap kualitas pertumbuhan fisik, perkembangan neurologis, kapasitas kognitif, dan produktivitas sumber daya manusia sepanjang siklus kehidupan. Pencegahan stunting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat ditentukan oleh optimalisasi praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Namun demikian, pendekatan edukasi kesehatan ibu yang masih didominasi metode konvensional belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan maternal dan kesiapan perilaku pencegahan stunting. Pemanfaatan virtual reality (VR) berpotensi menjadi inovasi edukasi berbasis pengalaman dalam mendukung pencegahan dini stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis bibliometrik terhadap publikasi ilmiah terkait pemanfaatan VR dalam edukasi kesehatan ibu untuk pencegahan stunting melalui praktik ASI dan MP-ASI. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer melalui pemetaan co-occurrence, network visualization, overlay visualization, dan density visualization. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian stunting masih didominasi tema “child”, “development”, dan “incidence”, namun visualisasi overlay mengindikasikan munculnya tren integrasi teknologi digital, termasuk virtual reality, sebagai pendekatan inovatif dalam edukasi kesehatan maternal berbasis keluarga. Diskusi: Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma edukasi kesehatan dari pendekatan informatif konvensional menuju pendekatan imersif berbasis teknologi yang berpotensi meningkatkan maternal self-efficacy, literasi kesehatan keluarga, dan kapasitas deteksi dini risiko stunting pada periode HPK. Kesimpulan: Virtual reality memiliki potensi strategis sebagai media edukasi kesehatan maternal dalam memperkuat praktik ASI dan MP-ASI serta mendukung pengembangan model intervensi keperawatan digital berbasis keluarga untuk pencegahan dini stunting secara berkelanjutan.    
TERAPI AUDIO UNTUK KEHAMILAN SEHAT (ATHP) GAMELAN KECIREBONAN MEMBANTU MENURUNKAN TEKANAN DARAH DAN MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA WANITA HAMIL DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH CIREBON badriah62 badriah; Santi Wahyuni; Komarudin
Optimal Nursing Journal Volume 3, Number 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/hkxg9102

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is 359 per 100,000 live births. Pregnant women were said that hypertensive if their diastolic blood pressure was≥ 90 mmHg in 2 measurements; one hour apart or more. Antenatal care was very important for early detection that this pregnant woman is normal or has problems. Actions that are pharmacological and non-pharmacological. One of the complementary actions is the use of Audio Therapy Healthy Pregnancy (ATHP) in the Cirebonan gamelan. Background: The aim of this study is to find the effect of Audio Therapy Healthy Pregnancy (ATHP) Gamelan Kecirebonan on pregnant women with hypertension. Methods: Quasi experiment with one group pre-post test design and manufacture of ATHP Gamelan Kecirebonan had given listen thrity minutes.  Population was pregnant women in the 2nd and 3rd trimester who experienced high blood pressure. Data analysis using the paired-t test. Total size of samples were 50 people. Results: ATHP of the tested music compositions is significantly better and feasible to be used as relaxation therapy, and is ready to be tested for its effect on changes in blood pressure in pregnant women with  hypertension. It can be concluded that there is a significant difference in systolic pressure (p=0.000 < 0.05) and sleep quality (p=0.011 < 0.05) between before and after treatment in the case group. Conclusion: ATHP Gamelan Kecirebonan effective to reduce blood pressure and increase sleep quality after use regularly in pregnant woman with hypertension.