cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Analisa Deskriptif Efektivitas Upaya Promotif dan Preventif terhadap Masalah Psikososial Loneliness pada Lansia: Studi Kasus Tiveni Elisabhet
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2640

Abstract

Loneliness atau kesepian merupakan perasaan subjektif saat seseorang  merasa hubungan sosial tidak sesuai dengan yang diharapkan atau yang dibutuhkan. Loneliness merupakan masalah psikosoial yang rentan dialami lansia karena adanya perubahan peran, perubahan ekonomi, status perkawinan dan kehilangan pasangan. Masalah loneliness dapat dicegah atau diatasi dengan pengelolaan stress dan pengetahuan tentang cara pencegahan loneliness. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa masalah psikososial lansia yaitu loneliness dan memberikan upaya promotif serta preventif untuk mengatasi masalah tersebut. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif studi kasus  yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam pelaksanaan upaya promotif dan preventif pada lansia yang mengalami masalah  psikososial akibat penyakit fisik didaerah Desa Pasir Ona Rangkasbitung.  Pengumpulan data dilakukan satu hari melalui wawancara menggunakan kuesioner loneliness dengan nilai reliabilitas sebesar 0,96. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak 37 lansia yang dilakukan upaya promotif dan preventif tentang masalah psikososial loneliness mengalami low loneliness atau kesepian ringan sebayak 25 orang lansia, moderate loneliness 1 orang, high loneliness 3 orang dan very high loneliness 8 orang.
Gambaran Emosi dan Perilaku pada Remaja Saat Hospitalisasi Dita Eliza; Dian Nur Wulanningrum; S. Dwi Sulisetyawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2648

Abstract

Hospitalisasi merupakan kondisi krisis yang dapat memicu stres, kecemasan, dan gangguan emosional pada remaja akibat perubahan lingkungan serta keterpisahan dari aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dapat memengaruhi emosi dan perilaku remaja selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik responden serta skor kesulitan dan skor kekuatan pada remaja selama hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Daerah Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 43 pasien remaja yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berurutan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire untuk usia 11–18 tahun. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) digunakan sebagai instrumen penelitian dan telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Uji validitas dilakukan melalui analisis butir, pada aspek Strengths nilai daya diskriminasi setiap aitem berkisar 0,0391-0,503 sedangkan pada aspek Difficulties berkisar antara 0,000-0,530. Hasil uji reliabilitas kuesioner SDQ dengan menggunakan Cronbach Alpha menunjukkan nilai reliabilitas pada aspek Strengths berupa 0,675, sedangkan pada aspek Difficulties  sebesar 0,705. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan perangkat lunak pengolahan data statistik. Sebagian besar responden berusia 11–13 tahun sebanyak 21 orang (48,8%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (51,2%), dan menjalani perawatan selama 2 hari sebanyak 24 orang (55,8%). Skor kesulitan sebagian besar berada pada kategori ambang sebanyak 20 orang (46,5%), sedangkan skor kekuatan sebagian besar berada pada kategori ambang sebanyak 19 orang (44,2%). Gambaran emosi dan perilaku remaja selama hospitalisasi cenderung berada pada kategori ambang hingga tidak normal.
Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Fear of Missing Out (FoMO) dalam Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa Kesehatan Tesalonika Sinurat; Ance M Siallagan; Jagentar Parlindungan Pane
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2675

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh dan bertukar informasi. Namun, penggunaan media sosial yang intensif dapat memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kekhawatiran individu akan tertinggal dari aktivitas atau pengalaman yang dilakukan oleh orang lain. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya saat menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kontrol diri dan kuesioner Fear of Missing Out (FoMO) yang Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 28 item skala kontrol diri, sebanyak 27 item dinyatakan valid (r ≥ 0,3) dan 1 item digugurkan. Sementara itu, dari 18 item skala Fear of Missing Out (FoMO), sebanyak 17 item dinyatakan valid dan 1 item digugurkan. Dengan demikian, terdapat 27 item kontrol diri dan 17 item FoMO yang digunakan dalam penelitian dan Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala kontrol diri memiliki Cronbach’s Alpha sebesar 0,953 dan meningkat menjadi 0,978 setelah 1 aitem gugur dibuang. Sementara itu, skala FoMO memiliki nilai Alpha 0,943 dan meningkat menjadi 0,960 setelah aitem tidak valid dibuang. Karena seluruh nilai α ≥ 0,900, kedua skala dinyatakan sangat reliabel.Analisis data dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 57 responden (69,5%), sedangkan 24 responden (29,3%) memiliki kontrol diri kategori tinggi dan 1 responden (1,2%) kategori rendah. Tingkat FoMO sebagian besar berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 66 responden (80,5%), sedangkan 16 responden (19,5%) berada pada kategori rendah. Tidak ditemukan responden dengan tingkat FoMO kategori tinggi. Hasil analisis menggunakan Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,374 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan. Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa memiliki kontrol diri dan tingkat FoMO dalam kategori sedang.
Gambaran Pelayanan Keperawatan Pasien BPJS dan Non BPJS Rencan Eka Siregar; Jagentar Parlindungan Pane; Helinida Saragih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2678

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan elemen penting yang menentukan tingkat kepuasan pasien dalam menerima layanan kesehatan. Perbedaan fasilitas, prosedur administrasi, serta persepsi masyarakat sering menimbulkan anggapan bahwa terdapat kesenjangan pemberian layanan kesehatan antara pasien BPJS dan Non-BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan keperawatan pada pasien BPJS dan Non-BPJS rawat inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 88 responden yang terdiri dari 49 orang pasien BPJS dan 39 orang pasien Non-BPJS, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Penelitian ini bukan menggunakan uji validitas dan reliabilitas sebab kuesioner di adopsi dari sebuah buku Nursalam (2022). Hasil penelitian menunjukkan pasien BPJS, sebanyak 41 responden (83,7%) menyatakan puas dan 8 responden (16,3%) tidak puas terhadap pelayanan keperawatan. Sementara itu, seluruh pasien Non-BPJS 39 responden (100,0%) menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima.
Penerapan Terapi Mewarnai pada Anak dengan Paraparesis Inferior selama Menjalani Hospitalisasi Dita Putri Rahayu; Noor Yunida Triana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2690

Abstract

Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Anak dengan paraparesis inferior mengalami kelemahan pada kedua ekstremitas bawah yang dapat membatasi mobilitas dan kesempatan untuk melakukan aktivitas bermain secara bebas. Oleh karena itu, diperlukan aktivitas bermain yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik dan tahap perkembangan anak selama menjalani hospitalisasi. Salah satu aktivitas yang dapat diterapkan adalah terapi mewarnai. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang anak usia sekolah dengan paraparesis inferior yang menjalani perawatan di rumah sakit. Terapi mewarnai diberikan sebagai aktivitas bermain yang disesuaikan dengan usia, kemampuan, kondisi fisik, dan toleransi anak. Pelaksanaan terapi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih dan mewarnai gambar dengan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Pengumpulan data dilakukan secara langsung terhadap pasien anak dengan paraparesis inferior selama menjalani hospitalisasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa anak mampu mengikuti aktivitas mewarnai sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisiknya serta menunjukkan ketertarikan dan keterlibatan selama kegiatan. Terapi mewarnai dapat menjadi salah satu alternatif aktivitas bermain yang dapat diterapkan pada anak dengan parapaesis inferior selama hospitalisasi untuk mendukung keterlibatan anak dalam aktivitas bermain yang sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangannya.
Studi Kasus: Implementasi Pemberian Air Hangat pada Pasien Anak yang Mengalami Kejang Demam dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Shella Anugrah Putri; Farah Luqyana; Wahyu Setiyawan; Teti Yustianti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2381

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun yang terjadi pada saat kenaikan suhu tubuh, yaitu lebih dari 38°C, yang disebabkan oleh proses di luar otak tanpa ada bukti infeksi pada otak. Studi kasus ini dilakukan pada dua pasien anak, yaitu An. Y dan An. L. Studi kasus ini dilakukan untuk melaksanakan dan membandingkan asuhan keperawatan pada dua  pasien anak yang mengalami kejang demam di  RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Kedua pasien mengalami masalah keperawatan utama yang sama, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif. Intervensi terapeutik yang dilakukan secara kontinu selama tiga hari yaitu pemberian air hangat. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Data yang telah didapatkan kemudian di analisis melalui proses pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada An. Y, masalah bersihan jalan napas teratasi, yang ditandai dengan tidak adanya batuk, sputum minimal, pola napas membaik, dan anak tampak aktif bermain. Sementara pada An. L, masalah bersihan jalan napas belum teratasi karena masih terdapat batuk dan sekret pada hidung. Perbedaan hasil tersebut dipengaruhi oleh kondisi awal An. L yang mengalami pilek, sekret pada hidung, sputum sulit keluar, dan bunyi napas ronkhi, sehingga memerlukan waktu pemulihan yang lebih lama. Berdasarkan hasil evaluasi kedua pasien, pemberian air hangat membantu memperbaiki bersihan jalan napas pada pasien anak dengan kejang demam.
Gambaran Pasien Hipertensi di Puskesmas Enjelina Kristin Girsang; Lindawati F. Tampubolon; Murni Sari Dewi Simanullang
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu permasalahan kesehatan global dengan jumlah penderita terus meningkat, mencapai 600 juta orang berdasrkan data World Health Organization. Kondisi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pasien hipertensi berdasarkan karakteristik dan faktor resiko hipertensi di puskesmas pematang johar tahun 2025.  Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi Gambaran hipertensi di Puskesmas Pematang Johar. Sampel  dalam penelitian ini sebanyak 81 responden diperoleh dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan secara langsung menggunakan kuesioner dan lembar observasional. Instrumen penelitian telah dilakukan uji validitas dan reliablitas sebelum digunakan dalam penelitian. Data yang telah terkumpul kemudia dilakukan pengelolaan dan dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel penelitian dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata usia penderita hipertensi adalah 57,3 tahun dengan simpangan baku sebesar 9,9 tahun, jenis kelamin perempuan sebesar 72,8%, riwayat genetik sebesar 60,5%, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebesar 35,8%, rerata lama menderita hipertensi adalah 4,88 tahun dengan simpang baku 4,6, memiliki indeks massa tubuh normal sebesar 51,9%, pola makan cukup baik sebesar 51,9%, memiliki stres ringan sebesar 91,4%, aktivitas fisik sedang sebesar 61,7%, dan tidak merokok sebesar 66,7%.