cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Pengaruh Dual Task Training terhadap Kemampuan Kognitif pada Lansia dengan Penyakit Alzheimer Fatchurrohmah Ines Prabandari; Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2532

Abstract

Alzheimer merupakan salah satu penyebab utama gangguan fungsi kognitif pada lansia yang ditandai dengan penurunan memori, perhatian, orientasi, dan fungsi eksekutif sehingga berdampak pada menurunnya kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi meningkatkan fungsi kognitif adalah dual-task training, yaitu latihan yang mengombinasikan aktivitas motorik dan tugas kognitif secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dual-task training terhadap kemampuan kognitif pada lansia dengan penyakit Alzheimer. Penelitian menggunakan desain studi kasus. Kemampuan kognitif diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi. Protokol dual-task training disusun berdasarkan sintesis tiga penelitian terdahulu dan diberikan selama 8 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Latihan meliputi aktivitas berjalan, keseimbangan, dan perubahan arah yang dikombinasikan dengan tugas kognitif berupa berhitung, mengingat kata, menyebutkan kategori objek, dan menjawab pertanyaan orientasi. Analisis data dilakukan dengan analisis individual pre dan post intervensi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak adanya peningkatan fungsi kognitif pada pasien.
Penerapan Terapi Musik Klasik untuk Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia: A Case Report Muhamad Viki Nur Ardianzyah; Muhammad Ari Arfianto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2550

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gejala positif yang paling sering ditemukan pada pasien skizofrenia dan dapat menurunkan kemampuan pasien dalam berinteraksi, berkonsentrasi, serta mengendalikan perilaku. Selain terapi farmakologis, terapi musik klasik dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengurangi intensitas halusinasi melalui efek relaksasi dan distraksi. Mendeskripsikan penerapan terapi musik klasik yang dikombinasikan dengan Strategi Pelaksanaan (SP) 1-4 dalam menurunkan tingkat halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain case report pada seorang pasien perempuan berusia 51 tahun dengan diagnosis medis skizofrenia dan diagnosis keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama empat hari di Ruang Flamboyan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Malang melalui penerapan SP 1-4 yang dipadukan dengan terapi musik klasik. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi berdasarkan indikator SDKI dan SLKI. Jumlah tanda dan gejala halusinasi menurun secara bertahap dari enam gejala yang membutuhkan bantuam pada pengkajian awal menjadi mandiri pada hari keempat. Pasien juga menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali halusinasi, menerapkan teknik menghardik, mematuhi pengobatan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melaksanakan aktivitas terjadwal. Penerapan terapi musik klasik yang dikombinasikan dengan SP 1-4 efektif membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran dan meningkatkan kemampuan kontrol halusinasi pada pasien skizofrenia. Intervensi ini berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan jiwa.
Terapi Menghardik untuk Atasi Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Bayu Seto Rindi Atmojo; Wahyu Widodo; Eko Riyanti; Niken Dian Safitri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2565

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu masalah utama pada klien dengan skizofrenia yang ditandai dengan adanya persepsi sensorik tanpa stimulus eksternal. Apabila tidak ditangani secara tepat, halusinasi dapat mengganggu kemampuan klien dalam beraktivitas, berinteraksi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan berisiko mendorong perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk membantu klien mengontrol halusinasi adalah teknik menghardik, yaitu kemampuan klien menolak atau mengontrol stimulus halusinasi secara tegas. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi menghardik dalam asuhan keperawatan pada klien skizofrenia dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi di RSUD Prembun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama pelaksanaan asuhan keperawatan. Intervensi utama yang diberikan adalah latihan teknik menghardik sebagai strategi pengendalian halusinasi. Penerapan terapi menghardik menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kedua klien dalam mengontrol halusinasi. Klien Tn. H mampu mengontrol halusinasi dengan menerapkan teknik menghardik dan minum obat secara tepat, sedangkan Tn. F mampu mengontrol halusinasi dengan menggunakan teknik menghardik. Terapi menghardik dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk membantu klien skizofrenia meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Penerapan teknik ini perlu dilakukan secara terstruktur dan berulang serta dapat dikombinasikan dengan intervensi lain, termasuk kepatuhan minum obat dan strategi pengendalian halusinasi lainnya.
Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Perempuan yang Bekerja sebagai Buruh Tani Feriska Dwi Alya; Widiyono Widiyono; Fajar Alam Putra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2571

Abstract

Perempuan buruh tani memiliki peran ganda yang menyebabkan kelelahan, stres, dan gangguan kualitas tidur. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah aromaterapi lavender karena memiliki efek relaksasi dan menenangkan. Mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada perempuan yang bekerja sebagai buruh tani di Desa Getas, Blora, Jawa Tengah. Penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test pada 52 responden yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow. Instrumen menggunakan PSQI yang telah dinyatakan valid (r hitung > r tabel 0,2732) dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,613) berdasarkan penelitian Sugengriadi et al., (2025). Data dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov dan Paired T-Test. Hasil menunjukkan p=0,001 (p<0,05). Pemberian aromaterapi lavender terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur pada perempuan buruh tani. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Paired Sample t-test yang menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05). Selain itu, rata-rata skor kualitas tidur meningkat dari 12,21 ± 2,08 pada pre-test menjadi 16,00 ± 2,94 pada post-test, dengan selisih rata-rata 3,79 ± 0,86. Aromaterapi lavender meningkatkan kualitas tidur pada perempuan yang bekerja sebagai buruh tani di Desa Getas, Kabupaten Blora
Pengaruh Media Edukasi Interaktif (Video Animasi) terhadap Kesiapan Self-Care Menarche pada Remaja Putri Ashra Adilla Putri; Atik Aryani; Anik Suwarni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2575

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai awal pubertas pada remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan dalam menghadapi menarche dapat menimbulkan kecemasan, ketakutan, serta ketidaksiapan dalam melakukan self-care sehingga diperlukan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media edukasi interaktif berupa video animasi terhadap kesiapan self-care menarche pada remaja putri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 66 remaja putri yang belum mengalami menarche dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapan self-care menarche yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 61 responden (92,4%) berada pada kategori kurang siap, sedangkan setelah intervensi sebanyak 42 responden (63,6%) berada pada kategori siap. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan media edukasi interaktif video animasi terhadap kesiapan self-care menarche. Dengan demikian, video animasi efektif meningkatkan kesiapan self-care menarche pada remaja putri dan berkontribusi sebagai inovasi media promosi kesehatan yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah maupun pelayanan kesehatan.  
Menstruation is a natural biolog Adolescent Girls' Knowledge about Maintaining Personal Menstrual Hygiene Andriyani Mustika Nurwijayanti; Laila Indah Anugrahani; Qurrotul Aeni; Rina Anggraeni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2578

Abstract

Adolescent girls need to possess the right knowledge and habits regarding personal hygiene during menstruation. Knowledge of menstrual hygiene practices is a crucial component of maintaining reproductive health. This study aimed to assess the level of knowledge regarding menstrual hygiene among adolescent girls at SMP Negeri 1 Pecalungan. A quantitative method was employed, utilizing a descriptive design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 328 female students, with a sample of 198 respondents selected via proportionate stratified random sampling. Data were collected using a knowledge questionnaire (Guttman scale) and a compliance questionnaire (Likert scale), both of which had undergone validity and reliability testing. Univariate analysis was performed using frequency distributions. The results indicated that the majority of respondents fell into the "good" knowledge category (100 students or 50.5%), followed by the "sufficient" category (66 students or 33.3%) and the "poor" category (32 students or 16.2%). While most adolescent girls demonstrated good knowledge.
Penerapan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai Upaya Meningkatkan Status Gizi pada Lansia Makdum Alaidin; Amanda Putri; Angelika Novita Sari; Anjalika Ulfarani; April Wulandari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2583

Abstract

Malnutrisi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada lansia akibat penurunan fungsi fisiologis, penurunan kemampuan mengunyah, penurunan nafsu makan, serta keterbatasan mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam meningkatkan status gizi pada lansia dengan diagnosis keperawatan gangguan gizi (inanition).  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang berdasarkan kriteria memiliki diagnosis keperawatan gangguan gizi akibat penurunan kemampuan mengunyah dan keterbatasan mobilitas, yang dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui pengkajian status gizi, observasi langsung terhadap respons dan kemampuan makan, wawancara subjektif, serta dokumentasi asupan harian selama pemberian PMT yang dipadukan dengan edukasi gizi seimbang. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi lansia sebelum, selama (setiap hari), dan sesudah intervensi berdasarkan persentase PMT yang dihabiskan, perubahan nafsu makan, serta respons klinis pasien. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan konsumsi PMT secara bertahap dan konsisten, yaitu dari sekitar 60% pada hari pertama meningkat menjadi 100% pada hari ketujuh, disertai peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari 18,0 kg/m² pada hari pertama menjadi 19,0 kg/m² pada hari ketujuh, serta peningkatan nafsu makan dan keaktifan lansia secara progresif tanpa disertai keluhan mual maupun muntah. Pemahaman lansia mengenai pentingnya pemenuhan gizi juga mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi.
Pengaruh Art Therapy terhadap Emosi dan Perilaku pada Remaja Hospitalisasi Kitri Wulandari; Dian Nur Wulanningrum; Titis Sensussiana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2616

Abstract

Hospitalisasi pada remaja dapat menyebabkan perubahan emosi dan perilaku, seperti kecemasan, ketakutan, penarikan diri secara sosial, serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut adalah terapi seni sebuah bentuk terapi yang menggunakan kegiatan menggambar sebagai sarana untuk mengekspresikan emosi dan mengurangi dampak psikologis selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh terapi seni terhadap emosi dan perilaku remaja yang menjalani rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa kelompok kontrol. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih sampel yang terdiri dari 43 remaja yang sedang menjalani rawat inap dengan rentang usia 11–18 tahun. Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) digunakan sebagai instrumen penelitian dan telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya. Uji validitas dilakukan melalui analisis butir, pada aspek Strengths nilai daya diskriminasi setiap aitem berkisar 0,0391-0,503 sedangkan pada aspek Difficulties berkisar antara 0,000-0,530. Hasil uji reliabilitas kuesioner SDQ dengan menggunakan Cronbach Alpha menunjukkan nilai reliabilitas pada aspek Strengths berupa 0,675, sedangkan pada aspek Difficulties  sebesar 0,705. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 11–13 tahun (48,8%), berjenis kelamin laki-laki (51,2%), dan telah menjalani rawat inap selama dua hari (55,8%). Hasil uji menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05); dengan demikian, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulannya, art therapy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan kondisi emosi dan perilaku remaja yang hospitalisasi di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Intervensi ini dapat menjadi terapi non-farmakologis yang mendukung asuhan keperawatan dalam memfasilitasi adaptasi psikologis remaja selama masa perawatan di rumah sakit.
Efektivitas Penerapan Gentle Touch Baby Massage Berbasis Family-Centered Care terhadap Kualitas Tidur dan Capaian Motorik Bayi Usia 3–6 Bulan Nurlinda Giawa; Oktavia Magdalena; Ikli Marisyah Hutagaol; Rizqa Faricha; Nurzanna Simamora; Debi Novita Siregar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2624

Abstract

Bayi usia 3–6 bulan berada pada periode emas tumbuh kembang yang rentan mengalami gangguan kualitas tidur dan keterlambatan capaian motorik apabila tidak mendapatkan stimulasi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan Gentle Touch Baby Massage Berbasis Family-Centered Care terhadap kualitas tidur dan capaian motorik bayi usia 3–6 bulan. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group design melalui teknik purposive sampling melibatkan 50 bayi di PMB Ikli Marisyah Hutagaol yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=25) dan kelompok kontrol (n=25). Kelompok intervensi mendapatkan pijat yang dilakukan oleh orang tua setelah pelatihan, dua kali sehari selama 10–15 menit per sesi, selama 14 hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan asuhan standar/rutin. Kualitas tidur diukur dengan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ) dan capaian motorik dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yang sudah baku. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, Paired t-test, dan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada skor BISQ (1,56±0,92 menjadi 4,04±1,14; p<0,001) dan skor KPSP (6,16±0,99 menjadi 7,88±1,36; p<0,001) pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p=0,796 dan p=0,090). Selisih (delta) skor BISQ dan KPSP pada kelompok intervensi secara bermakna lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p<0,001 untuk kedua variabel). Dapat disimpulkan bahwa Gentle Touch Baby Massage Berbasis Family-Centered Care efektif meningkatkan kualitas tidur dan capaian motorik bayi usia 3–6 bulan.
The Application of Expressive Writing Therapy on Changes in Signs and Symptoms in Patients with Hallucinations Salsabila Putri Ardianti; Laura Khattrine Noviyanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2632

Abstract

Hallucinations are sensory perception disorders characterized by the emergence of sensory experiences without any real external stimuli. This condition can impact patient behavior, leading to withdrawal, anxiety, and even a risk of violent behavior. One of the non-pharmacological interventions that can be provided is Expressive Writing Therapy, a writing therapy aimed at helping patients express their thoughts and feelings adaptively. This study aims to describe the application of Expressive Writing Therapy on changes in signs and symptoms in patients with hallucinations. This study aims to identify the reduction in signs and symptoms of hallucinations using an observation sheet before and after the administration of Expressive Writing Therapy. The method used is a descriptive case study design, with the criteria of cooperative patients who do not experience impaired verbal communication. The nursing evaluation results after 7 days of intervention showed a decrease in the signs and symptoms of hallucinations from 16 to 5. This indicates that Expressive Writing Therapy is effective in reducing signs and symptoms in patients experiencing hallucinations.