cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Systematic Literature Review: Faktor Risiko Depresi Postpartum pada Ibu Nifas Liliek Pratiwi; Herlyssa Herlyssa; Elly Dwi Wahyuni; Juli Oktalia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2318

Abstract

Depresi postpartum adalah gangguan mood yang kerap menimpa ibu setelah melahirkan, namun seringkali tidak dikenali maupun ditangani dengan semestinya. Dampak yang ditimbulkannya tidak hanya menyentuh kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh pada tumbuh kembang bayi dan keharmonisan keluarga secara keseluruhan. Kajian ini bertujuan menelusuri dan memetakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya depresi postpartum pada ibu nifas berdasarkan bukti-bukti penelitian terkini yang dilakukan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur dilakukan secara eksklusif melalui dua basis data nasional, yaitu Google Scholar dan Garuda, mencakup publikasi tahun 2021 hingga 2026. Dari 532 artikel yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 20 studi lolos seleksi dan dianalisis secara naratif. Temuan kajian mengelompokkan faktor risiko ke dalam tiga ranah utama: psikologis, sosial, serta obstetri dan biologis. Minimnya dukungan suami menjadi faktor yang paling banyak muncul, ditemukan pada 18 dari 20 studi (90%), dengan risiko relatif yang cukup tinggi. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya skrining dini menggunakan EPDS sejak periode antenatal serta perlunya program nifas yang secara aktif mengikutsertakan suami dan anggota keluarga.  
Peran Literasi Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana dan Pengambilan Keputusan Kesehatan pada Ibu Hamil Putu Monna Frisca Widiastini; Made Yos Kresnayana; Indrie Lutfiana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2327

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai sumber informasi kesehatan. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang aktif memanfaatkan teknologi digital untuk memperoleh informasi kesehatan. Di sisi lain, Kabupaten Buleleng memiliki potensi ancaman bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Literasi AI berpotensi mendukung kesiapsiagaan bencana dan pengambilan keputusan Kesehatan selama kehamilan. Menganalisis peran literasi Artificial Intelligence (AI) terhadap kesiapsiagaan bencana dan pengambilan keputusan kesehatan pada ibu hamil di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 160 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di dua puskesmas Kabupaten Buleleng. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive, sedangkan responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner literasi AI, kesiapsiagaan bencana, dan pengambilan keputusan kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Spearman Rank, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Sebanyak 57,5% responden memiliki tingkat literasi AI yang tinggi. Kesiapsiagaan bencana yang baik ditemukan pada 61,9% responden, sedangkan 65,0% responden memiliki kemampuan pengambilan keputusan kesehatan yang baik. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi AI dengan kesiapsiagaan bencana (r=0,421; p<0,001) dan pengambilan keputusan kesehatan (r=0,458; p<0,001). Ibu hamil dengan tingkat literasi AI tinggi memiliki peluang lebih besar untuk memiliki kesiapsiagaan bencana dan kemampuan pengambilan keputusan kesehatan yang lebih baik dibandingkan kelompok dengan literasi AI rendah. Penguatan literasi AI dapat mendukung kesehatan maternal dan kesiapsiagaan bencana.
Literature Review Faktor Resiko Ibu Hamil Stres dan Cemas Junengsih Junengsih; Elly Dwi Wahyuni; Jehanara Jehanara; Endah Dian Marlina; Raudhatul Munawarah; Rosita Syaripah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2333

Abstract

Kehamilan merupakan periode transisi dinamis yang menempatkan perempuan pada kerentanan psikologis yang tinggi. Stres dan kecemasan antenatal yang tidak terkelola dengan baik berdampak sangat negatif pada luaran obstetri dan perkembangan janin, sehingga identifikasi dini berbagai faktor risiko menjadi esensial. Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis secara komprehensif bukti ilmiah terkini mengenai prediktor stres dan kecemasan pada ibu hamil. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistematis berdasarkan pedoman standar PRISMA. Pencarian literatur difokuskan pada basis data medis PubMed untuk artikel observasional yang diterbitkan dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Proses seleksi secara ketat menghasilkan empat artikel utama yang relevan untuk diekstraksi dan disintesis menggunakan pendekatan naratif. Proses seleksi tersebut pada akhirnya menghasilkan empat artikel utama yang relevan. Keempat artikel observasional yang berhasil lolos kriteria inklusi tersebut kemudian diekstraksi serta disintesis menggunakan pendekatan naratif. Studi-studi terpilih ini dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir untuk mengkaji berbagai prediktor atau faktor risiko penyebab stres dan kecemasan pada ibu hamil.Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian stres dan kecemasan ibu hamil diakibatkan mekanisme multifaktorial kompleks yang terbagi ke dalam tiga domain utama: (1) faktor sosiodemografi, seperti pendidikan rendah dan kesulitan ekonomi; (2) faktor obstetri klinis, mencakup kehamilan tidak direncanakan dan komplikasi persalinan; serta (3) faktor psikososial, meliputi minimnya dukungan sosial, kekerasan, dan stresor krisis global. Kesimpulannya, interaksi ketiga domain ini saling beririsan memperbesar kerentanan mental ibu. Oleh karena itu, temuan ini sangat menegaskan pentingnya integrasi skrining psikologis secara proaktif ke dalam standar asuhan antenatal. Langkah ini sangat krusial guna mencegah luaran buruk, menjamin kesejahteraan ibu, serta mengoptimalkan proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan secara maksimal.
Efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap Kecemasan Remaja Bety Agustina Rahayu; Wa Ode Nurlina; Chanif Kurnia Sari; Sarni Anggoro; Ahmad Khamid
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2338

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks. Penanganan kecemasan tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga mencakup dimensi fisik, sosial, dan spiritual secara terpadu, namun aspek spiritual sering kali belum diintegrasikan secara optimal dalam intervensi keperawatan. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai terapi nonfarmakologis telah terbukti efektif menurunkan kecemasan pada berbagai kelompok, tetapi kajian yang secara khusus menilai efektivitasnya pada remaja dalam kerangka keperawatan holistik masih terbatas. Menganalisis efektivitas Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap tingkat kecemasan pada remaja dalam perspektif keperawatan holistik. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi SEFT. Hasil uji validitas HARS antara 0,529–0,727 dengan nilai reliabilitas 0,793. Intervensi SEFT diberikan sebanyak tiga sesi selama satu minggu dengan durasi 20–30 menit setiap sesi yang meliputi tahapan set-up (doa dan afirmasi), tune-in (fokus pada masalah yang dirasakan) serta tapping (ketukan pada titik-titik energi tubuh). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Terdapat penurunan skor kecemasan setelah pemberian intervensi SEFT. Hasil analisis menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi SEFT adalah 24,35 ± 6,12 dan menurun menjadi 15,20 ± 5,08 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0,000 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian SEFT. SEFT efektif menurunkan kecemasan pada remaja.
Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Osteoporosis pada Kelompok Pra Lanjut Usia Elisabeth Wahyu Pramudhita Triyono; Nurullya Rachma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2339

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit sistemik pada tulang yang mulai terjadi sejak usia 40 tahun karena kadar kalsium dalam tulang semakin menurun. Osteoporosis sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga penting bagi pra lansia memiliki pengetahuan baik tentang osteoporosis untuk dapat menerapkan perilaku pencegahan osteoporosis sedini mungkin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis pada kelompok pra lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Tlogosari Kulon wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelasional pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 264 pra lansia dari 28 posyandu lansia dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan osteoporosis, yang sudah dinyatakan valid, dengan nilai hasil rhitung ≥ rtabel (0,444) dan reliabel dengan hasil 0,966 pada soal pengetahuan dan 0,977 pada soal pencegahan osteoporosis ≥ konstanta (0,6). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah (72%) dan perilaku pencegahan osteoporosis yang kurang (56,4%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan osteoporosis dengan p-value = 0.016 dan r = 0.149 yang berarti semakin tinggi pengetahuan tentang osteoporosis maka semakin baik perilaku pencegahan osteoporosis.
Penerapan Australasian Triage Scale dalam Penentuan Prioritas Pelayanan Pasien Risiko Perilaku Kekerasan di Instalasi Gawat Darurat Psikiatri Andria Pragholapati; Laila Anggraeni Putri; Silvy Mutiara Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2344

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan psikiatri yang memerlukan identifikasi dan penanganan cepat untuk mencegah terjadinya cedera pada pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan. Australasian Triage Scale (ATS) digunakan sebagai sistem triase untuk menentukan prioritas pelayanan berdasarkan tingkat kegawatan pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi ATS pada pasien risiko perilaku kekerasan di instalasi gawat darurat psikiatri. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 13 pasien yang mengalami risiko perilaku kekerasan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara keluarga, dan dokumentasi hasil pengkajian triase. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis kasus (case analysis) dengan mengelompokkan data berdasarkan kategori Australasian Triage Scale (ATS), karakteristik klinis pasien, tingkat risiko perilaku kekerasan, dan intervensi yang diberikan, kemudian membandingkan hasilnya dengan pedoman ATS untuk mengevaluasi ketepatan penentuan prioritas pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kategori ATS 1 (46,2%), diikuti ATS 2 (23,1%), ATS 3 (15,4%), dan ATS 4 (15,4%). Manifestasi klinis yang ditemukan meliputi agitasi, perilaku agresif verbal dan fisik, ancaman kekerasan, halusinasi perintah, perilaku melukai diri sendiri, serta ide bunuh diri. Implementasi ATS membantu perawat mengidentifikasi tingkat kegawatan secara cepat dan menentukan prioritas intervensi keperawatan berupa observasi ketat, pengamanan lingkungan, komunikasi terapeutik, restrain sesuai indikasi, dan terapi psikofarmakologis. ATS terbukti mendukung pengambilan keputusan klinis serta meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan dalam pelayanan kegawatdaruratan psikiatri.
Penerapan Ankle Pump Exercise dan Elevasi Kaki 30° untuk Menurunkan Derajat Edema pada Pasien Chronic Kidney Disease Aanisah Hilmi; Adiratna Sekar Siwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2364

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal progresif yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga memicu terjadinya edema. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° untuk menurunkan derajat edema pada pasien CKD di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien laki-laki usia 71 tahun dengan diagnosis CKD stadium V disertai anemia gravis. Intervensi diberikan berupa ankle pump exercise sebanyak 10 kali dan elevasi kaki 30° selama 15 menit, dilakukan satu kali per hari selama dua hari berturut-turut. Data dikumpulkan berdasarkan hasil pengkajian dan evaluasi yang diperoleh dari data subyektif, objektif, dan pemeriksaan penunjang. Hasil menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien dengan penurunan derajat edema dari derajat 1 dengan capillary refill time (CRT) 4 detik menjadi tidak terdapat edema dengan CRT <3 detik. Penerapan ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° efektif membantu menurunkan derajat edema dan memperbaiki perfusi perifer pada pasien CKD.
The Effect of Progressive Muscle Relaxation on Anxiety among Cancer Patients Undergoing Chemotherapy Febriana Sartika Sari; Selma Andina; Insiyah Insiyah; Siti Lestari; Michael John Flores
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2367

Abstract

Cancer is a serious disease that causes mortality globally. Cancer patients who undergo chemotherapy frequently experience anxiety. Anxiety may arise from uncertainty regarding treatment outcomes, fear of disease progression, side effects of chemotherapy, and changes in physical and social functioning. Non-pharmacological interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) are increasingly recommended. The research objective is to identify the influence of PMR on the level of anxiety among cancer patients undergoing chemotherapy. The research method used quantitative pre-experimental design without control group. The research was carried out among 31 cancer patients undergoing chemotherapy who were selected using purposive sampling technique. Anxiety levels were measured using the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). PMR was administered twice daily for three days. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of 5%. The research result showed before the intervention, most of respondents had mild anxiety (74.2%), while 25.8% had moderate anxiety. Following PMR, 74.2% of respondents were categorized having normal anxiety levels and 25.8% in the mild anxiety category. Statistical analysis demonstrated a significant reduction in anxiety after PMR (Z = -4.874; p = 0.000). The conclusion is PMR significantly reduced anxiety levels among patients with cancer undergoing chemotherapy. PMR may be considered an effective nursing intervention to decrease anxiety among cancer patients receiving chemotherapy.
Literature Review: Faktor Risiko Terjadinya Kista Ovarium Aticeh Aticeh; Raudhatul Munawarah; Endah Dian Marlina; Karningsih Karningsih; Harnanik Nawangsari; Liliek Pratiwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2378

Abstract

Kista ovarium merupakan salah satu gangguan sistem reproduksi yang paling sering dialami oleh wanita pada rentang usia reproduktif dan patogenesisnya dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor determinan yang kompleks. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merangkum berbagai bukti ilmiah terkini mengenai faktor-faktor risiko yang memengaruhi terjadinya kista ovarium pada wanita. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah desain Literature Review dengan melakukan penelusuran sistematis secara komprehensif pada pangkalan data akademik utama, yakni Google Scholar. Strategi pengumpulan data diaplikasikan menggunakan kombinasi kata kunci (keywords) spesifik beserta operator Boolean, antara lain: “faktor risiko” AND “kista ovarium”, serta “risk factors” AND “ovarian cysts”. Melalui proses penyaringan literatur empiris rentang tahun 2021–2026, kajian ini mensintesis 10 artikel relevan yang secara konsisten menunjukkan bahwa kista ovarium dipicu oleh faktor demografi (usia menarche dini dan status nulliparitas), genetik, gaya hidup (obesitas dan merokok), serta ketidakseimbangan hormon estrogen. Sebagai kesimpulan, temuan ini sangat krusial bagi profesi kesehatan dalam merancang program intervensi pencegahan primer yang berfokus pada modifikasi gaya hidup sehat.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kejadian Baby Blues Syndrome pada Ibu Postpartum Fadilah Azzahra; Anik Suwarni; Indriyati Indriyati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2380

Abstract

Masa postpartum merupakan fase transisi yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis pada ibu. Salah satu gangguan psikologis yang sering terjadi adalah baby blues syndrome. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi emosional ibu postpartum. Kurangnya kualitas tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya baby blues syndrome. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 42 responden. Instrumen penelitian menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia yang telah memenuhi uji validitas (PSQI: r = 0,487–0,778; EPDS: r = 0,140–0,774) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,803 dan 0,80). Analisis data menggunakan uji Kendall's Tau. Sebanyak 34 responden (81,0%) mengalami kualitas tidur buruk dan 25 responden (59,5%) mengalami baby blues syndrome. Hasil uji Kendall's Tau menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di RSUD Kartini Karanganyar.