cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
RANCANG BANGUN ENGINE TRAINER YAMAHA MIO-J YMJET-FI ARIF SETIAWAN, MOH.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin pesat khusunya dalam bidang Otomotif. Salah satu perkembangn teknologi otomotif yang sampai saat ini terus dikembangkan adalah sistem EFI (Electronic Fuel Injection), teknologi ini terus dikembangkan kerna teknologi ini lebih ramah lingkungan, campuran udara dan bahan bakar lebih optimal, lebih hemat bahan bakar hingga 30%, dan lebih responsif. Walaupun perkembangan dunia otomotif sangat pesat, namun dalam dunia pendidikan pembelajaran untuk teknologi-teknologi moderen seperti EFI kuhusnya pada sepeda motor kurang memadai, karena terbatasnya sarana dan prasarana yang ada. Dalam hal ini penulis bertujuan untuk membuat alat sebagai media pembelajaran/trainer praktik sepeda motor dan motor kecil, karena kurangnya media pembelajaran sistem EFI pada mata kuliah praktik sepeda motor dan motor kecil. Rancang Bangun Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-FI) adalah sebuah media pembelajaran untuk praktik sepeda motor dan motor kecil, yang dalam proses pengerjaannya meliputi: (1) mendesain alat, (2) pemilihan bahan, (3) pengukuran bahan, (4) pemotongan bahan, (5) pengelasan, (6) pengecatan, (7) perakitan dan (8) pengujian. Hasil pengujian getaran pada putaran idle 0,45 m/s² getaran cenderung mangalami peningkatan pada putaran mesin yang semakin tinggi, pada putaran full rpm getaran yang dihasilkan mencapai 11,67 m/s². perhitungan kekuatan kampuh las didapatkan hasil 0,24 N/mm² = 61,2 kg/cm², dari hasil perhitungan tegangan tekan trainer mampu menerima beban 120,4 kg, dari hasil tersebut tegangan tekan yang mampu diterima trainer lebih tinggi dari beban yang diterima trainer (motor Yamaha  Mio-J). Kata Kunci: rancang bangun, engine trainer
PENGUJIAN SISTEM INJECTION ENGINE TRAINER YAMAHA MIO-J YMJET-FI NOVRIJAL, YUSUF
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin modern khususnya di bidang otomotif. Yamaha dengan teknologinya Yamaha Mixture JET-FI terus mengembangkan teknologinya tersebut yang diterapkan pada kendaraan roda dua. Teknologi Yamaha Mixture JET-FI memiliki beberapa kelebihan yaitu emisi gas buang lebih ramah lingkungan, bahan bakar lebih efisien dan irit 30% dan responsif. Dalam hal ini penulis bertujuan untuk membuat engine trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI untuk dilakukan pengujian sistem injection, agar mahasiswa dapat mengetahui tentang sistem injection pada engine trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI, membantu meningkatkan pembelajaran pada mata kuliah praktik sepeda motor dan motor kecil, karena kurangnya media pembelajaran tentang sistem injection Yamaha Mio-J YMJET-FI. Pada konsep pengujian Yamaha Mio-J YMJET-FI Engine Trainer  ini bertujuan untuk mengetahui komponen-komponen sistem EFI pada Yamaha Mio-J YMJET-FI, prosedur penggunaan Diagnosis Tool Yamaha. Pengujian yang dilakukan pada Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI menggunakan Diagnostic Tool Yamaha adalah pengujian sistem injection. Hasil pengujian sistem injection Engine Trainer Yamaha Mio-J YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-FI) menggunakan scan tool CStory (kerusakan yang pernah terjadi) pada sistem injection didapatkan hasil 0.0, karena pada sistem injection tidak pernah terjadi kerusakan pada motor Yamaha Mio-J YMJET-FI yang artinya injector masih dalam kondisi normal, karena pada saat pengujian menggunakan scan tool injector masih berbunyi 3 kali yang artinya injector menyemprotkan bahan bakar pada ruang bakar. Kata Kunci: Sistem Injection, Engine Trainer, Yamaha Mio-J YMJET-FI.
PENGUJIAN KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG ENGINE TRAINER YAMAHA MIO J YMJET-FI (YAMAHA MIXTURE JET-FUEL INJECTION) FIQI ARROCHMAN, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini, untuk dapat mengetahui konsumsi bahan bakar kendaraan umumnya masih menggunakan parameter jarak laju kendaraan, yaitu dengan cara berapa kilometer jarak tempuh kendaraan dengan 1 liter bahan bakar. Perlu diperhatikan juga kandungan gas dari emisi gas buang kendaraan dengan bertambahnya polusi udara baik dari kendaraan maupun dari industri. Pengujian konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang engine trainer Yamaha Mio J YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection) merupakan bentuk eksperimen (experimental research) untuk mengukur konsumsi bahan bakar tiap Rpm/waktu menggunakan pipet volumetric dalam skala milliliter (10 ml, 25 ml, dan 50 ml) yang diterapkan pada metode fuel meter. Sedangkan pengujian emisi gas buang bertujuan untuk mengetahui kandungan gas atau konsentrasi gas dari sisa pembakaran kendaraan bermotor menggunakan instrumen gas analyzer agar pengguna kendaraan mengetahui kandungan gas yang  berbahaya bagi manusia dari sisa pembakaran kendaraan bermotor. Hasil pengujian konsumsi bahan bakar antara Engine Trainer Yamaha Mio J YMJET-FI dengan sepeda motor Yamaha Mio J YMJET-FI menghasilkan perbedaan waktu konsumsi bahan bakar menggunakan metode fuel meter dengan pipet volumetric 10 ml tiap kelipatan 1500 Rpm pada 1500 Rpm (229.6 s dari 180.5 s), 2500 Rpm (185.4 s dari 172.4 s), 3500 Rpm (157.4 s dari 138.9 s), 4500 Rpm (138 s dari 106.6 s), 5500 Rpm (86.8 s dari 77.9 s), 6500 Rpm (76.4 s dari 71.7 s), 7500 Rpm (63.6 s dari 52.2 s), 8500 Rpm (47.4 s dari 37.4 s) dan 9300 Rpm (43.2 s dari 33.2 s). Hal tersebut dikarenakan adanya beban pada sepeda motor Yamaha Mio J YMJET-FI sehingga waktu yang dibutuhkan semakin cepat dari pada trainer untuk mengkonsumsi bahan bakar. Hasil dari emisi gas buang kendaraan untuk membedakan gas yang berbahaya bagi manusia dari sisa pembakaran kendaraan. Kata Kunci: Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang, dan Engine Trainer
ANALISIS HASIL MESIN PEMIPIL JAGUNG SKALA UKM SATRIAWAN, DEDE
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan petani jagung perlu dibuatkan mesin pemipil jagung agar tidak terjadi penumpukkan jagung yang dapat menimbulkan jagung menjadi rusak dan merugikan petani jagung. Untuk itu perlu dilakukan rancang bangun pemipil jagung sesuai kebutuhan petani jagung, mesin pemipil jagung hasil rancang bangun yang selesai dibuat dilakukan pengujian untuk mengetahui kinerja kerjanya. Pengujian dilakukan pada putaran 3600 rpm dan 1600 rpm, pengujian pada putaran 3600 rpm menghasilkan kapasitas produksi 720 kg/jam dan konsumsi bahan bakar bensin 2.16 liter/jam dengan biaya Rp 14040 dan  hasil kualitas pemipil yang kurang baik yaitu ada sebagian bonggol jagung hancur dan ikut keluar bercampur dengan jagung hasil pemipilan, sedangkan pengujian dengan putaran 1600 rpm menghasilkan kapasitas produksi 504 kg/jam dengan konsumsi bahan bakar bensin  1.02 liter/jam dengan biaya Rp 6630 dan hasil pemipilan cukup baik. Berdasarkan hasil pengujian tersebut direkomendasikan pada proses produksi pemipilan jagung menggunakan putaran 1600 rpm. Kata Kunci: Pemipil jagung, Produktifitas
ANALISIS HASIL PENGUJIAN PERFORMA MESIN PENGGILING JANGGEL JAGUNG UNTUK BAHAN BAKU PAKAN TERNAK Wahyudi, Eko
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Faktor utama penentu keberhasilan dalam usaha peternakan adalah penyediaan pakan. Salah satu penyediaan pakan bagi ternak adalah dengan pemanfaatan pakan asal sisa hasil pertanian, perkebunan maupun agroindustri. Salah satu sisa tanaman pangan dan perkebunan yang mempunyai potensi cukup besar adalah janggel jagung. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha peternakan dan pengolahan limbah jagung, maka perlu dilakukan rancang bangun mesin penggiling janggel jagung. Setelah mesin selesai dibuat mesin tersebut harus diuji performa/unjuk kerjanya apakah produktivitasnya sesuai dengan yang direncanakan dan apakah ukuran butiran produknya sudah sesuai dengan permintaan konsumen. Analisis dilakukan dengan variasi kecepatan putaran pada as poros yaitu: 1100 rpm, 880 rpm dan 629 rpm. Analisis yang dihasilkan pada penelitian ini adalah hasil pengujian performa mesin penggiling janggel jagung yang terdiri dari kapasitas produksi dan juga konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan untuk proses penggilingan janggel jagung. Hasil akhir yang diinginkan adalah hasil pengujian mesin penggiling janggel jagung yang efektif dan effisien pada hasil produk yang palaing bagus. Pengujian dengan hasil maksimal didapat pada kecepatan putar 1100 rpm. Pada kecepatan 1100 rpm didapatkan kapasitas peroduksi sebesar 65 kg/jam dan konsumsi bahan bakar sebesar 2,64. Kata Kunci: Mesin Penggiling, Janggel Jagung
ANALISA KEBUTUHAN MATERIAL DAN JENIS PROSES PRODUKSIBERDASARKAN DESAIN MESIN PENIRIS DAN PENCAMPUR BUMBUMAKANAN RINGAN AINUL YAQIEN, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Home industri penghasil kacang goreng dan keripik saat ini masih banyak menggunakan metode penirisan dan pencampuran bumbu secara manual yaitu tenaga manusia sehingga keadaan tersebut membuat kurang efisien dan pengaruh kadar minyak dan bumbu tidak merata membuat waktu menjadi tersita dan produk yang kurang unggul dipasaran. Salah satu solusi untuk menambah efisiensi dan produktifitas yaitu dengan membuat mesin peniris dan pencampur bumbu menggunakan energi listrik dan juga kontrol kecepatan putar mesin yang mampu mengerjakan dua pekerjaan dalam satu mesin.Pembuatan mesin peniris dan pencampur bumbu ini dimulai dari mendapatkan gambar detail mesin peniris dan pencampur bumbu. Manufaktur dimulai dari unit produksi, unit penggerak, unit pengontrol kecepatan, dan  perakitan rangka sebagai unit penyangga. Setelah pembuatan mesin, semua komponen dilakukan uji fungsi dan uji performa dengan cara menghidupkan motor penggerak dan mengatur kecepatan untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Dari hasil percobaan didapatkan pengaruh kadar minyak dan bumbu pada kacang dan keripik lebih kering dan bumbu tercampur dengan rata, kapasitas maksimal unit produksi yang dihasilkan sebesar 2kg untuk kacang tanah dan untuk keripik ½kg . Penggerak menggunakan motor sebesar ¼Hp. Kata Kunci : Material, Proses Produksi, Mesin Peniris, Mesin Pencampur Bumbu, Makanan Ringan.
MESIN PENGUPAS DAN PEMOTONG KENTANG SEMI OTOMATIS Aldrianto, Ageng
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Indonesia, keripik merupakan makanan ringan atau cemilan berupa irisan tipis yang sangat populer dikalangan masyarakat karena sifatnya yang renyah, gurih, tidak terlalu mengenyangkan serta tersedia dalam aneka rasa seperti asin, pedas dan manis. Keripik sangat praktis karena kering, sehingga lebih awet dan mudah disajikan kapan pun. Karena yang ada dipasaran saat ini hanya berupa mesin pengupasnya saja maka dari itu kami membuat “Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Semi Otomatis” yang menggabungkan piringan pengupas dan pemotonganya menjadi satu. untuk membantu dalam produksi rumah tangga dengan maksimal dan efektif.Dalam perencanaan mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis ini dimulai dari memperhitungkan perencanaan daya motor listrik, merancang sistem transmisi pada mesin, memperhitungkan sabuk V, Pulley, Bearing, Poros yang akan digunakan pada mesin. Berdasarkan perhitungan mesin yang didapat sebagai berikut : mesin menggunakan motor listrik 1 pk dengan merk Pedrolo dengan kecepatan putar 2900 rpm, daya yang dihasilkan motor listrik sebesar 0.89 kw, sistem transmisi memutar dengan kecepatan 302 rpm. Mesin menggunakan sabuk V dengan tipe B dengan ukuran diameter puli besar 304.8 mm, dan diameter puli kecil 31.75 mm, panjang keliling sabuk 1055.6 mm. Poros menggunakan bahan ST-42 dengan diameter 25 mm. Bantalan menggunakan JED F205 dengan diameter dalam 25mm. Kata kunci : Rancang bangun, Pengupas kentang , Pemotong kentang, nilai tambah.
KAJIAN PROSES PEMBENTUKAN DAN URUTAN PENGERJAAN PEMBUATAN MESIN PENGEPRES BREM SISTEM SCREW SEMI OTOMATIS Permadi Subagio, Didik
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Selama ini industri Brem di Madiun masih banyak yang menggunakan sistem tradisional. Terutama pada proses pengepresan brem yang masih menggunakan pengepresan dengan bambu pada saat produksi. Tentu saja akan membutuhkan SDM yang banyak dan waktu yang kurang efektif. Salah satu solusinya untuk masalah diatas yaitu dengan menggunakan mesin pengepres brem sistem screw semi otomatis yang dilengkapi dengan pengatur control, sehingga dapat meningkatkan hasil serta pengoperasiannya yang mudah Pembuatan mesin pengepres brem pengepres brem semi otomatis ini dimulai dengan mendapatkan gambar detail mesin pengepres brem. Proses manufaktur mesin ini mengacu pada OPC. Dimulai dari unit penyangga, unit pengerak, unit produksi serta pembuatan unit kontrol mesin pengepres. Setelah semua komponen dirakit maka dilakukan uji fungsi dan performa dengan cara melakukan pengukuran jarak pengepres dengan panci penyaring. Kemudian akan muncul angka yang terdeteksi pada ECU. Lalu masukkan angka tersebut untuk proses pengepresan.Dari hasil percobaan didapatkan hasil pengepresan terjadi peningkatan hasil produksi mesin pengepres brem sistem screw menjadi 30% daripada pengerjaan manual. Pengepresan yang dilakukan oleh mesin pengepres brem menjadi lebih higienis karena menggunakan bahan stainless stell (food grade). Dari segi efisiensi mesin pengepres brem sistem screw lebih mudah dalam pengoperasiannya karena menggunakan motor listrik dalam proses pengepresannya. Spesifikasi motor menggunakan daya motor 1HP, putaran motor 1400rpm dan menggunakan sensor ultrasonik dalam mengatur batas tekan ketika proses pengepresan. Madiun Kata Kunci : Mesin Pengepres, Semi Otomatis, Sistem Screm, Brem Madiun.
RANCANG BANGUN ALAT UJI VISKOSITAS OLI Daud, Ahmad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Di era globalisasi dan zaman yang semakin berkembang. Selama ini industri dan produksi yang mempergunakan alat uji viskositas oli di daerah Surabaya dan sekitarnya masih belum efisien. Hal ini terjadi karena masih menggunakan mesin secara manual. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk menyokong industri tersebut, salah satunya dengan membuat alat uji viskositas oli. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Rancang Bangun Alat Uji Viskositas Oli” Dalam analisis hasil pengujian, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan tahap proses pembuatan alat uji viskositas oli,sehingga dapat menganalisa hasil pengujian pada mesin tersebut sampai didapatkan variabel parameter yaitu: 1). parameter motor listrik (diameter 3,9 cm kecepatan 2430 rpm, tegangan 12 volt, arus 0,5 ampere. parameter waktu (setiap masing oli diuji selama 10 menit)dan diperoleh data-data hasil pengujian. Langkah awal dalam pengujian yaitu mengatur putaran dengan cara mengatur parameter mokrokontroler dan juga parameter AT Mega 16, kemudian memulai pengoperasianya pada alat uji viskositas oli sehingga fluida yang diuji kekentalannya akan mendapatkan hasil viskositas yang terdapat pada oli. Hasil akhir yang didapatkan adalah hasil pengujian alat uji viskositas oli lebih efektif dan efisien pada produktivitas hasil yang bagus, sehingga memperoleh variabel parameter yang maksimal yaitu dengan diameter pulley10,50mm dan 40,25 mm, jenis sabuk FM 5D akan menghasilkan putaran 2318 rpm, waktu yang dibutuhkan 10menit untuk satu oli. Dari hasil pengujian alat uji viskositas oli yang dapat diproduksi sendiri dan memiliki kualitas yang bagus dapat menambah daya jual dipasaran, dengan hasil rata-rata oli A1,348, oli B 0,999 dan oli C 0,967. Kata Kunci : alat uji viskositas oli, kualitas Produk
RANCANG BANGUN MESIN PENGEPRES BREM SISTEM SCREW SEMI OTOMATIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UKM BREM MADIUN ARDIANSAH, SLAMET
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam proses pengepres brem di UKM masih banyak menggunakan sistem tradisional dan sistem manual. Pada tugas akhir ini akan merancang mesin pengepres brem sistem screw semi otomatis yang merupakan modifikasi dari alat pengepres brem sistem screw yang masih manual. Modifikasi tersebut berupa penggunaan sistem kontrol dan sensor batas tekan. Diharapkan dengan modifikasi, mampu menghasilkan mesin pengepres brem lebih efektif dan efisien. Tujuan dari merancang mesin pengepres brem adalah (1) Mengetahui kebutuhan daya pada mesin pengepres brem sistem screw semi otomatis, (2) Merancang gambar secara detail, (3) Merancang sistem kontrol batas tekan. Berdasarkan perhitungan dari pengepres manual didapatkan hasil sebagai berikut ; kebutuhan gaya penekanan (Fp) sebesar 3185 N dan tekanan dihasilkan adalah 34469.6 N/m2, gaya screw (Fulir) terhitung 3681 N, torsi screw (T) terhitung 64.4 Nm, daya transmisi screw (P) terhitung 470 watt, dari hasil perhitungan dipilih motor penggerak berdaya (P) 1 hp dengan putaran (n) 1400 rpm. Gaya penekanan yang dihasilkan dari penggunaan motor 1hp adalah 6873 N dengan diameter poros screw 35 mm dan tekanan didapat sebesar 60660 N/m2. Selanjutnya diameter poros (ds) terhitung 25 mm, kecepatan putar poros screw direncanakan 70 rpm, sehingga gear reducer menggunakan perbandingan (ratio) 1 : 20, dan sabuk yang digunakan tipe A standart dengan panjang sabuk (L) terhitung 948 mm. Untuk unit kontrol gerak motor bolak-balik menggunakan saklar berupa 2 relay dan 2 kontaktor. Sensor batas tekan menggunakan sensor jarak yang disebut sensor ultrasonik. Kata Kunci : Perancangan mesin pengepres brem dan sistem  kontrol   

Page 10 of 23 | Total Record : 222