cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
ANALISIS MESIN PENGUPAS DAN PEMOTONG KENTANG SEMI OTOMATIS Waluyo Utomo, Nugroho
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan industri di era yang serba cepat sekarang ini secara langsung menuntut agar adanya sebuah inovasi teknologi. Dalam dunia pangan contohnya banyak usaha dibidang keripik kentang yang mempunyai aneka rasa, tetapi dalam prosesnya kentang masih dikupas secara manual yang sangat memakan waktu. Maka dalam perkembangannya diperlukan inovasi sebuah inovasi ini dibuktikan dengan suatu rancangan yang menggabungkan dua sistem yaitu piringan pengupas dan pisau pemotong dalam satu mesin. Pada akhirnya ditentukan bahwa penelitian Tugas Akhir (TA) ini membahas tentang “Analisis Mesin Pengupas Dan Pemotong Kentang Semi Otomatis”. Dalam analisis hasil pengujian, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan tahap proses pembuatan mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis, sehingga dapat menganalisa hasil pengujian pada mesin tersebut sampai didapatkan variabel parameter yaitu : Parameter piringan pengupas diameter 300 mm kecepatan 500 rpm, parameter waktu pengupasan 24 detik/satuan kentang, parameter pulley diameter 300 mm kecepatan 500 rpm diameter 200 mm kecepatan 725 rpm diameter 150 mm kecepatan 1000 rpm, parameter waktu pemotongan 20 detik 15 detik 10detik. Hasil akhir yang didapatkan adalah hasil pengujian mesin pengupas dan pemotong kentang semi otomatis lebih produktif dan efisien. Dalam perkembangannya untuk meningkatkan dan memperoleh variabel parameter yang maksimal dapat dilakukan perubahan diameter pulley 300 mm dan sabuk jenis FM 5D dengan putaran motor 5800 rpm, sehingga dapat diperoleh waktu 10 detik untuk pemotongan satu bahan kentang. Kata Kunci :Analisis mesin, pengupas dan pemotong kentang semi otomatis.
RANCANG BANGUN PENDINGIN RUANGAN PORTABLE DENGAN MEMANFAATKAN EFEK PERBEDAAN SUHU PADA THERMO ELECTRIC COOLER (TEC) AHSANI, MUNIB
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 01 (2015): JRM. Volume 03 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem pendingin ruangan yang umum digunakan sekarang adalah Air Conditioner (AC), yang mana penggunaan zat kimia seperti gas freon atau zat refrigran tidak ramah lingkungan dapat merusak lapisan ozon di atmosfer bumi yang berdampak terhadap pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan alternatif/terobosan baru dari sistem pendingin yang tidak menggunakan zat kimia sehingga ramah lingkungan yaitu menggunakan modul pendingin Thermo Electric Cooler (TEC) yang memanfaatkan sisi dingin pada Thermo Electric Cooler (TEC). Thermo Electric Cooler (TEC) ketika disupply tegangan DC (arus searah) salah satu sisi akan menjadi panas, sementara sisi satunya akan menjadi dingin, untuk memaksimalkan proses pendinginan, maka sisi panas Thermo Electric Cooler (TEC) harus diturunkan serendah mungkin dengan menggunakan kipas(fan), heat sink dan Thermal pasta(Thermal grease). Dimensi ruangan yang didinginkan Panjang 55 cm, Lebar 45 cm dan Tinggi 40 cm. Jumlah Thermo Electric Cooler (TEC) 8 buah  bertegangan 12 volt, arus 6 Ampere, dimensi 40 x 40 mm dan tebal 4 mm. Thermo Electric Cooler (TEC) disusun secara paraler dan kelistrikan disusun secara seri. Jumlah kipas(fan) 3 buah (2 buah kipas sisi panas dan 1 buah kipas sisi dingin) dan komponen sistem pendingin ruangan ini meliputi Power supply, Thermo Electric Cooler (TEC), Heat sink, Kipas(fan), Junction terminal, Sterofoam/Isolator dan Thermal pasta(Thermal grease). Sistem pendingin ini membutuhkan daya 277,2 Watt. Pengerjaan pada sistem pendingin ruangan ini meliputi proses perancangan desain alat, pemilihan material, perakitan komponen, perakitan kelistrikan dan memasang unit sistem pendingin dengan ruang pendingin. Setelah tahap pemasangan komponen selesai maka dilakukan tahap pengujian. Pengujian variabel tahap pertama dilakukan dengan kedua kipas menghembuskan udara ke arah heat sink sisi panas didapat hasil 24,6LC dan pengujian variabel tahap kedua dilakukan kedua kipas menarik udara panas dari heat sink sisi panas didapat hasil 24,8LC pengujian dilakukan selama 30 menit dengan temperatur awal ruangan 30,8LC, semakin lama proses pendinginan, maka semakin optimal suhu ruangan yang didinginkan, untuk pengembangan Thermo Electric Cooler (TEC) pada sistem pendingin ruangan selanjutnya bisa difokuskan menurunkan panas serendah mungkin pada heat sink sisi panas. Hasil pengujian menghasilkan suhu ruangan sesuai dengan yang diinginkan, maka pembuatan alat sistem pendingin berhasil dibuat dan siap digunakan sebagai alat pendingin ruangan yang efektif, efisien dan ramah lingkungan.   Kata Kunci:  Air Conditioner (AC), Thermo Electric Cooler (TEC), komponen sistem pendingin.
UJI COBA MESIN PENGADUK ADONAN KERUPUK KAPASITAS 5 KG Nur Said, Irfan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil kerupuk dipengaruhi oleh mesin pengaduk kerupuk, proses pengadukan. Mesin pengaduk kerupuk yang ada dilapangan. Saat ini kurang efisien dari segi waktu. Untuk memperbaiki proses pengadukan agar lebih efisien, dan dapat mempersingkat waktu maka dibuat mesin pengaduk kerupuk Salah satu terobosan adalah menciptakan mesin pengaduk adonan kerupuk. Dari permasalahan tersebut. Proses pembuatan mesin dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, perhitungan komponen mesin antara lain adalah tegangan yang diijinkan, tegangan tekan, tegangan tarik, setelah itu perakitan mesin, dan diakhiri dengan pengujian mesin. Dengan adanya mesin ini, memudahkan dan mempercepat proses pengadukan adonan kerupuk. Spesifikasi mesin pengaduk adonan kerupuk adalah kerangka menggunakan besi kanal U yang menggunakan BJ 37 sebagai bahan materialnya. Sebagai penyangga beban adonan kerupuk, dapat diperoleh bahwa tegangan tekan sebesar 5,935 kgf/cm² pada keempat tiang penyangga, dan didapat tegangan tekan pada tiap tiang sebesar 1,48375 kgf/cm², tegangan yang diizinkan sebesar 1,187 kgf/cm², pada keempat tiang dan 0,29325 kgf/cm² pada tiap tiang penyangga, setelah melakukan pengujian data pada kapasitas 1 kg dibutuhkan waktu 2,36 menit, putaran motor 1400 Rpm, putaran poros 56 Rpm, pada kapasitas 3 kg dibutuhkan waktu 4,00 menit, putaran motor 1400 Rpm, putaran poros 56 Rpm, pada kapasitas 5 kg dibutuhkan waktu 6,16 menit, putaran motor 1400 Rpm, putaran poros 56 Rpm. Kata kunci : perencanaan mesin, pengadukan adonan, uji coba.
PENGARUH PEMASANGAN INTERCOOLER PADA MESIN DIESEL ISUZU C190 DWI ANDRIANSYAH, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi yang diaplikasikan pada kendaraan berbahan bakar solar (mesin diesel) adalah intercooler. Intercooler digunakan sebagai pendingin udara yang keluar dari turbocharger. Selain sebagai pendingin udara, penggunaan turbocharger dengan intercooler pada mesin diesel juga berfungsi sebagai pemampat udara yang masuk ke ruang bakar sehingga lebih banyak udara daripada bahan bakarnya (solar). Hal tersebut bertujuan agar pembakaran di ruang bakar menjadi sempurna sehingga asap hitam (opasitas) tereduksi dan emisi gas buangnya akan lebih ramah lingkungan, selain itu dengan pembakaran yang sempurna power/daya yang dihasilkan juga akan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar penurunan temperatur udara yang masuk dan keluar intercooler pada mesin diesel engine isuzu C190. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah diesel engine Isuzu C190. Standar pengujian opasitas gas buang mesin diesel berdasarkan SNI 19-17118.2-2005 yang berpedoman pada SAE-JI667, pengukuran tingkat kebisingan berdasarkan standar ISO/FDIS 5130:2006 (E), dan pengukuran konsumsi bahan bakar berdasarkan standar SNI 7554:2010. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah smoke opacity meter, sound level meter, fuel meter, anemometer, thermocouple, stopwatch, digital tachometer, blower dan turbocharger. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan intercooler dapat menurunkan temperatur, meningkatkan konsumsi bahan bakar, mereduksi opasitas dan menurunkan tingkat kebisingan diesel engine Isuzu C190 bila dibandingkan dengan standar. Hal ini dibuktikan dengan terjadinya penurunan pada temperatur udara yang akan masuk pada ruang bakar dengan persentase penurunan rata-rata 14%. Terjadi peningkatan konsumsi bahan bahan bakar secara signifikan, yaitu dengan persentase 16%. Terjadi reduksi opasitas gas buang yaitu sekitar 58%. Terjadinya penurunan tingkat kebisingan dengan persentase penurunan rata-rata sebesar 4%.  Kata Kunci: Temperatur Udara, Konsumsi Bahan Bakar, Opasitas Gas Buang, Tingkat Kebisingan, Intercooler turbocharger, diesel engine C190.
RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK PENGECATAN BODI DEPAN MOBIL TOYOTA NEW AVANZA JOHAN AKBAR, FANNY
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pada mobil seperti sekarang ini mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat. Seperti kemajuan teknologi pada mesin, chasis bodi dan tidak ketinggalan pula dalam bidang pengecatannya. Walaupun kondisi mesinnya bagus dan harganya mahal, apabila kondisi bodi dan catnya kurang baik maka mobil tersebut tidak akan terlihat menarik. Dengan demikian kondisi bodi dan cat sangat berpengaruh terhadap penampilan mobil. Agar pembelajar dapat menerima dengan baik materi tersebut maka pembelajar diperlukan media pembelajaran dalam bentuk trainer. Trainer merupakan salah satu bentuk alat dalam media pembelajaran yang dapat memberikan pembelajaran tentang materi yang disampaikan pengajar. Proses teknik pengecatan sangat mempengaruhi hasil pengecatan pada bodi mobil, terkait dengan adanya trainer ini maka mahasiswa akan lebih mudah mempraktikkan proses teknik pengecatan sehingga hasil pengecatan akan memuaskan. Oleh karena itu pada penelitian ini di buat “Rancang Bangun Media Pembelajaran Teknik Pengecatan Bodi Depan Mobil Toyota New Avanza”. Teknik pengecatan bodi mobil pada media pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui proses pengecatan mulai dari plat bodi, pendempulan, surfacer, cat dasar, cat akhir dan clear. Hasil pengujian pengecatan pada trainer teknik pengecatan bodi depan mobil Toyota New Avanza cenderung lebih tebal pada bagian lengkungan permukaan bodi selisih dengan permukaan yang rata dari 2,3 : 1,9; 2,4 : 2,6; 2,9 : 3,1 ; 1,1 : 2,0. Hal tersebut dikarenakan semakin lengkungan permukaan bodi semakin banyak maka dempul yang digunakan semakin banyak. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Trainer, dan Proses pengecatan.
PERENCANAAN KONTROL SUHU PADA RANCANG BANGUN PROTOTIPE AC MOBIL LISTRIK YANG BERBASIS TEKNOLOGI SEMIKONDUKTOR HIKMAH, DAROSATUL
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha untuk mengembangkan sistem pengkondisian udara dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi elektronika yang telah berkembang yaitu teknologi semikonduktor. AC pada umumnya menggunakan refrigeran sebagai media penyerapan panas, dimana refrigerant tersebut mengandung CFC yang bisa mengakibatkan menipisnya lapisan ozon.Proses pembuatan trainer sistem kontrol suhu pada rancang bangun prototipe AC mobil listrik berbasis teknologi semikonduktor ini pertama-tama adalah melakukan perencanaan pembuatan rangka trainer dengan melihat gambar desain dari rancangan rangka tersebut. Proses kedua adalah mempersiapkan alat dan bahan yaitu besi plat L berukuran 30x30mm, akrilik, ducting PU, las listrik, gerinda, dan bor. Proses ketiga yaitu membangun trainer memotong bahan sesuai dengan ukuran yang telah direncanakan kemudian menyambungnya menggunakan las listrik, menghaluskan rangka mengecatnya dan finishing.  Rancang bangun prototipe AC mobil listrik berbasis teknologi semikonduktor ini menggunakan fluida air, peltier, radiator, dan fan. Semua komponen tersebut dipilih karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan AC konvensiaonal.Sistem kontrol suhu pada prototipe AC mobil listrik berbasis teknologi semikonduktor ini menghasilkan suhu yang optimal ketika putaran saklar 4 (empat) dengan menghasilkan suhu mencapai 16,3 ?C dalam waktu 30 menit. Kata kunci : kontrol suhu,prototipe, AC mobil listrik, semikonduktor    
ANALISA HASIL PENGUJIAN DARI MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG HAMKA HERDIAN, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil buminya. Baik dari daratannya maupun hasil lautnya. Salah satu hasil daratnya yaitu jagung. Selama ini banyak mesin penghancur jagung keluaran pabrik, namun keberadaan mesin penghancur jagung buatan pabrik menjadi ganjalan bagi pelaku usaha, dikarenakan mesin penghancur jagung tersebut memiliki ukuran yang besar. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha, sebuah mesin penghancur jagug yang memiliki ukuran kecil. Mesin tersebut harus di uji unjuk kerjanya, apakah produktivitasnya sesuai dengan yang direncanakan. Analisis dilakukan dengan variasi kecepatan putaran 3600 rpm, didapatkan kapasitas produksi 720 kg/jam. Produktivitas yang menggunakan putaran 3600 rpm menghasilkan hasil yang kurang maksimal dan banyak bonggol jagung yang tidak sesuai ukuran. Sedangkan untuk kecepatan putaran 1600 rpm mendapatkan kapasitas produksi 504 kg/jam dengan  mendapatkan hasil penghancuran yang lebih baik dan memiliki produktivitas maksimal. Hal ini menunjukkan, dari pengujian tersebut pada putaran 1600 rpm menghasilkan kapasitas produksi yang lebih baik. Kata Kunci : Penghancur jagung, Produktifitas
RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR BONGGOL JAGUNG SHOLIKHUL FIQRI, MOH.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari pembuatan mesin penghancur bonggol jagung ini adalah untuk membantu  para UKM yang menggunakan bonggol jagung sebagai bahan utama untuk membuat pakan ternak. Tahapan dalam pembuatan mesin penghancur bonggol jagung ini dari Ide rancangan, pengumpulan data, kemudian adalah merancang produk yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar skets menjadi benda teknik. Dalam pembuatan mesin ini membuat dokumen produk berupa desain gambar kerja. Dan langkah terakhir adalah menguji fungsi alat kemudian menyimpulkan hasil dari alat tersebut. Spesifikasi mesin penghancur bonggol jagung dengan kapasitas 12 kg/menit , ukuran mesin 450 mm x 350 mm x 700 mm, mengunakan motor bengsin berdaya 5,5hp, 3600 rpm , Sistem transmisi mengunakan motor bengsin dimana putarannya dari 3600 rpm menjadi 1500 rpm dengan komponen komponen  pulley dengan perbandingan diameter pulley D1 90 mm d2 300 mm, menggunakan v belt panjang 1500 mm sebagai transmisi daya dari motor dengan gilingan yang terbuat dari plat 5 mm sebagai pisau penghancur bonggol jagung. Kata Kunci: Rancang bangun, Mesin Penghancur Bonggol Jagung
RANCANG BANGUN MESIN PRESS SELANG AC OTOMATIS AWALUDIN, REZA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini industri masih banyak yang menggunakan sistem manual. Terutama pada proses pengepresan benda kerja yang masih menggunakan dongkrak manual pada saat pengepresan selang AC. Tentu masalah di atas peneliti akan membutuhkan waktu untuk mempelajari sistem otomatis. Salah satu solusinya yaitu dengan menggunakan mesin pres selang AC hidrolik otomatis yang dilengkapi dengan pengatur kontrol, sehingga dapat meningkatkan hasil pengoperasiannya mudah. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan hasil prosduksinya tersebut, salah satunya dengan membuat mesin pres selang AC otomatis. Peneliti akan membahas dan merancang tentang rancang bangun mesin pres AC selang otomatis. Menggunakan selang berukuran 3/8, 5/8, 1/4 dari daerah Wonoayu dengan menggunakan dongkrak mobil yang dipakai dalam proses rancang bangun mesin pres karena mudah ditemukan varietas ini di pasaran. Tahapan dari pembuatan mesin pres selang AC otomatis ini terdiri dari ide rancangan, pengumpulan data, perhitungan yang antara lain adalah daya motor, pasak, kecepatan sabuk, panjang keliling sabuk dan besar sudut kontak yang kemudian adalah merancang produk yang membuat pengembangan konsep berupa gambar sketsa menjadi benda teknik. Kapasitas mesin pres selang AC semi otomatis ini akan bisa mengepres 1 buah benda kerja membutuhkan waktu 6 detik/buah. Spesifikasi dari mesin pres selang AC otomatis ini adalah dengan spesifikasi pulley diameter 120 mm, v-belt jenis B55, daya motor 380 Volt, 7 HP, 3 phase, kecepatan 1450 rpm, pompa hidrolik berdaya 8 ton, silinder diameter 80 mm, diameter piston 30 mm, panjang piston 150 mm, tekanan 21 MPa, jumlah sabuk yang digunakan 1 buah, rangka menggunakan profil kanal U dengan ukuran 800 x 200 mm dan plat siku ukuran 600 x 600 mm. Total biaya untuk pembuatan 1 unit mesin ini adalah Rp. 13.850.000. Kata kuci: Mesin pres, selang AC otomatis
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH BATANG PISANG UNTUK BAHAN BAKU PAKAN TERNAK ARIYANSYAH, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 3, No 02 (2016): JRM. Volume 03 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batang pisang merupakan salah satu bagian dari pohon pisang yang dianggap sebagai limbah perkebunan. Umumnya batang pisang yang dianggap sebagai limbah perkebunan sering dibuang begitu saja, tidak banyak yang tahu bahwa limbah ini dapat dioptimalkan menjadi berbagai bahan yang mempunyai nilai jual dan dapat dijadikan usaha yang mempunyai keuntungan yang menjanjikan. Ketetersedian bahan baku yang melimpah di tanah air serta harga bahan yang sangat terjangkau. Dari kondisi seperti di atas, kami mencoba membuat suatu perencanaan mesin pencacah batang pisang yang digunakan untuk mencacah batang pisang dengan ukuran yang sama rata dan tidak memerlukan tenaga yang besar ketika mencacah batang pisang menjadi ukuran yang lebih kecil-kecil sebagai bahan pakan ternak. Sebagai upaya untuk memudahkan dalam pengolahan batang pisang untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak. Spesifikasi mesin pencacah batang pisang ini adalah menggunakan motor listrik  1 fase dengan kecepatan 1400 rpm dan daya motor 1 PK / 0,75 Kw / 220 V / 5,1 A sebagai penggerak utama mesin dengan berat 20 Kg. Diameter pulley pada motor 76,2 mm dan diameter pulley pada poros pengerak pisau 279,4 mm. Perhitungan diameter poros 25 mm.V-belt tipe A. Panjang V-belt 1106,94 mm. Ukuran rangka mesin 710 mm x 710 mm x 810 mm. Rangka menggunakan besi siku 40 mm x 40 mm x 3 mm. Mesin ini dapat mencacah batang pisang dengan diameter maksimal 180 mm. Pisau pada mesin pencacah ini berjumlah 3 buah dengan bahan stainless steel. Kata Kunci: mesin pencacah, limbah pisang, pakan fermentasi.

Page 11 of 23 | Total Record : 222