cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
PENGUJIAN TRAINER SISTEM PGM-FI HONDA BEAT FI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIK SEPEDA MOTOR DAN MOTOR KECIL ROFIANTO PUTRA, DODY
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, khususnya dalam bidang industri otomotif. Hal itu ditandai dengan banyaknya produk dan tampilan teknologi baru dalam dunia otomotif, baik di bidang keselamatan maupun kenyamanan dalam berkendara. Konsekuensinya menuntut lembaga pendidikan yang bergerak di bidang otomotif untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks khususnya di bidang otomotif tersebut. Ada banyak cara yang dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan kemampuan praktik dan teori peserta didik baik di sekolah, di lembaga pelatihan maupun di universitas. Oleh karena itu, trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi standar sesuai dengan buku pedoman reparasi Honda Beat FI. Pengujian trainer Sistem PGM-FI Honda Beat FI menggunakan alat yaitu HiDS (Honda Intelligent Diagnostic System), Digital multimeter, DLC short  connector yang biasanya digunakan pada bengkel resmi Honda. Pengujian yang dilakukan meliputi: kunci kontak, speedometer, daya/massa ECM, pompa bahan bakar, injektor, sensor EOT, sensor O2, alternator, regulator,  sensor TP, dan tahanan katub solenoid peninggi putaran stasioner. Pengujian ini tidak mengukur tegangan induksi ignition coil dan  kekuatan rangka pada trainer. Standar pengujian ini berdasarkan buku pedoman manual reparasi Honda Beat FI.Hasil pengujian trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI sebagai berikut: tegangan baterai 12,23 V, tegangan sensor TP 4,99 V, tahanan katub solenoid peninggi putaran stasioner 26 Ohm, tahanan injector 13,0 Ohm, tahanan pompa bahan bakar (fuel pump) kondisi penuh 17 Ohm sedangkan kondisi kosong 106 Ohm, tegangan sensor EOT 4,99 V sedangkan tahanan sensor EOT 1,778 Ohm, tegangan ECM 11,48 V, tahanan alternator 1,0 Ohm, ada kontinuitas  tutup sensor O2, ada kontinuitas pada kunci kontak, sepedometer menyala normal, tegangan regulator 10,76 V, dan tahanan 0,7 Ohm. Semua hasil pengujian telah memenuhi spesifikasi standar yang terdapat  pada buku pedoman reparasi Honda Beat FI. Oleh karena itu, trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI yang telah dibuat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah praktek sepeda motor dan motor kecil.   Kata Kunci: Sistem PGM-FI Honda Beat FI, media pembelajaran, dan mata kuliah praktek sepeda motor dan motor kecil.  Abstrak Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, khususnya dalam bidang industri otomotif. Hal itu ditandai dengan banyaknya produk dan tampilan teknologi baru dalam dunia otomotif, baik di bidang keselamatan maupun kenyamanan dalam berkendara. Konsekuensinya menuntut lembaga pendidikan yang bergerak di bidang otomotif untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks khususnya di bidang otomotif tersebut. Ada banyak cara yang dilakukan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan kemampuan praktik dan teori peserta didik baik di sekolah, di lembaga pelatihan maupun di universitas. Oleh karena itu, trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah memenuhi spesifikasi standar sesuai dengan buku pedoman reparasi Honda Beat FI. Pengujian trainer Sistem PGM-FI Honda Beat FI menggunakan alat yaitu HiDS (Honda Intelligent Diagnostic System), Digital multimeter, DLC short  connector yang biasanya digunakan pada bengkel resmi Honda. Pengujian yang dilakukan meliputi: kunci kontak, speedometer, daya/massa ECM, pompa bahan bakar, injektor, sensor EOT, sensor O2, alternator, regulator,  sensor TP, dan tahanan katub solenoid peninggi putaran stasioner. Pengujian ini tidak mengukur tegangan induksi ignition coil dan  kekuatan rangka pada trainer. Standar pengujian ini berdasarkan buku pedoman manual reparasi Honda Beat FI.Hasil pengujian trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI sebagai berikut: tegangan baterai 12,23 V, tegangan sensor TP 4,99 V, tahanan katub solenoid peninggi putaran stasioner 26 Ohm, tahanan injector 13,0 Ohm, tahanan pompa bahan bakar (fuel pump) kondisi penuh 17 Ohm sedangkan kondisi kosong 106 Ohm, tegangan sensor EOT 4,99 V sedangkan tahanan sensor EOT 1,778 Ohm, tegangan ECM 11,48 V, tahanan alternator 1,0 Ohm, ada kontinuitas  tutup sensor O2, ada kontinuitas pada kunci kontak, sepedometer menyala normal, tegangan regulator 10,76 V, dan tahanan 0,7 Ohm. Semua hasil pengujian telah memenuhi spesifikasi standar yang terdapat  pada buku pedoman reparasi Honda Beat FI. Oleh karena itu, trainer sistem PGM-FI Honda Beat FI yang telah dibuat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah praktek sepeda motor dan motor kecil.   Kata Kunci: Sistem PGM-FI Honda Beat FI, media pembelajaran, dan mata kuliah praktek sepeda motor dan motor kecil. 
RANCANG BANGUN TRAINER SISTEM PGM-FI HONDA BEAT FI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK SEPEDA MOTOR DAN MOTOR KECIL FAYSAL ARIF, MOH.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi yang semakin maju menuntut alat transportasi yang irit bahan bakar tanpa mengesampingkan performa mesin yang tinggi, keamanan dan kenyamanan dalam pemakaiannya. Untuk mendapatkan kendaraan yang hemat bahan bakar, sistem bahan bakar mulai disempurnakan yang sebelumnya menggunakan karburator (sistem bahan bakar konvensional) sekarang mulai menggunakan sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk merancang bangun trainer Honda Beat FI. Tujuan rancang bangun trainer Honda Beat FI ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja sistem PGM-FI Honda Beat FI, mengetahui komponen-komponen apa saja yang ada pada trainer Honda Beat FI, mengetahui berapa hasil perhitungan kekuatan las rangka trainer Honda Beat FI, dan untuk mengetahui berapa getaran yang dihasilkan rangka trainer Honda Beat FI. Proses pembuatan trainer Honda Beat FI ini  dimulai  dari mendesain  gambar rangka dengan software inventor 2012,  dilanjutkan  dengan  perhitungan  dan  perencanaan  trainer serta pembuatan trainer itu sendiri. Tujuan ini dimaksudkan  agar  diketahui  bahan  dan  ukuran  komponen  trainer.  Trainer ini  menggunakan  komponen-komponen asli dari spare part Honda.  Setelah  diketahui komponen trainer, maka  dilanjutkan  dengan  pemasangan  komponen trainer  yaitu meliputi ECM (Engine Control Module), speedometer, oxygen sensor, engine oil temperature, crankshaft position, alternator, throttle body, injector, fuel pump, wire harness, ignition coil, main switch dan spark plug. Analisis kekuatan rangka menggunakan perhitungan kekuatan kampuh las dan analisis getaran rangka pada trainer Honda Beat FI menggunakan alat vibration tester. Dari hasil pengujian trainer Honda Beat FI menunjukkan bahwa hasil perhitungan kekuatan kampuh las sebesar 4,6 N/mm2. Getaran rangka yang dihasilkan oleh trainer Honda Beat FI pada putaran 1000 - 1700 Rpm adalah acceleration 0,45 – 1,12 m/s2, velocity 0,193 - 0,315 cm/s, dan displacement 0,0247 - 0,0910 mm. Hasil pengujian getaran rangka trainer Honda Beat FI lebih tinggi jika dibandingkan dengan getaran rangka sepeda motor Honda Beat FI namun tidak signifikan. Oleh karena itu, perlu penambahan peredam agar getaran rangka trainer lebih kecil dari getaran rangka sepeda motor Honda Beat FI. Kata Kunci: Sistem PGM-FI Honda Beat FI, kekuatan kampuh las, dan getaran rangka.
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DARI LUARAN SEPEDA MOTOR RODA TIGA SEBAGAI TENAGA PENGGERAK JUICER PRADANA SOEPRAPTO, VERDIAN
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari pembuatan trainer ini adalah memberikan ide baru kepada para pedagang keliling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui uji coba sepeda motor roda tiga sebagai penggerak juicer, dengan penambahan inverter. Rekayasa motor listrik sebagai penggerak generator yang diambil dari obyek adalah mesin sepeda motor roda tiga merk tossa. Instrumen dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digital tachometer, amperemeter, dan avometer. Analisis data menggunakan metode deskritif kuantitatif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada putaran mesin 2430 Rpm, spull menghasilkan 42 Volt (AC) yang diubah oleh kiprok menjadi 13 Volt 5 Ampere (DC), digunakan untuk mengisi aki yang berkapasitas 12 Volt 10 Ampere, diubah oleh inverter menjadi 220 Volt (AC) yang mampu menggerakkan  juicer 250 watt selama 57.14 ( mesin mati ) dan 75 menit (mesin hidup ). Kata Kunci : Rancang bangun, Pembangkit Tenaga Listrik Roda Tiga
REKAYASA RANCANG BANGUN TRAINER SISTEM KELISTRIKAN AC MOBIL DAIHATSU ZEBRA FAHMI, WILDAN
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sistem kenyamanan yang diberikan pada suatu kendaraan adalah terdapatnya suatu sistem pengkondisian udara yang dapat diatur sesuai tingkat kenyamanan oleh si pengguna. AC (air conditioner) ini semakin dibutuhkan bagi penumpang kendaraan, dimana ketika udara yang semakin panas dan polusi yang semakin parah dari tiap tahunnya. Tujuan dari pembuatan “Rekayasa Rancang Bangun Trainer Sistem Kelistrikan Ac Mobil Daihatsu Zebra” adalah untuk mengetahui bagaimana desain trainer media pembelajaran AC (air conditioner)  mobil Daihatsu Zebra dan untuk mengetahui komponen-komponen kelistrikan yang diperlukan pada trainer AC mobil. Pada trainer media pembelajaran sistem kelistrikan AC (air conditioner)  mobil Daihatsu Zebra ini terdapat alat ukur yang berupa ampere meter dan volt meter pada papan panel trainer yang digunakan untuk mengetahui besaran arus dan tegangan yang terdapat pada sistem AC (air conditioner) ketika sistem sedang bekerja. Dari hasil pengujian pada trainer sistem kelistrikan AC (air conditioner) semua komponen pada sistem dapat bekerja dengan baik, mulai dari kopling magnit pada kompresor, kipas (extra fan) dan blower yang meliputi pemeriksaan ampere, volt dan resistansinya. Kata Kunci: AC (air conditioner), refrigerant, sistem kelistrikan AC mobil,
REKAYASA TRAINER SISTEM AC MOBIL UNTUK MEMVARIASIKAN KAPASITAS PENDINGINAN (COP) HIDAYAT, M.RIFQI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Coefficient Of Permomance(COP) merupakan salah satu indikator pada suatu sistem refrigerasi yang sangat menentukan kerja dari sistem itu sendiri.Dengan melihat nilai dari COP pada sistem refrigerasi kita dapat mengetahui kerja dari sistem tersebut apakah sistem bekerja sebagai mana mestinya atau tidak. Karena kerja kompresor pada sistem refrigerasi sangat tergantung dari nilai COP tersebut, sedang kompresor dalam sistem refrigerasi merupakan jantung dari sistem tersebut, jika nilai COP dari suatu sistem refrigerasi sangat tinggi maka sistem tersebut bekerja sebagaimana mestinya  sesuai dengan kerja ideal, namun apabila nilai COP kecil berarti kompresor bekerja pada kondisi yang tidak ideal.  Memvariasikan kapasitas pendinginan (COP) dengan cara mengatur jarak fan terhadap kondensor, penelitian ini diharapkan mendapatkan pendinginan yang optimal, yaitu dengan cara menambah sensor temperatur pada trainer untuk mengetahui temperatur pada input kondensor, output kondensor, input evaporator dan output evaporator supaya mempermudah pembacaan pada waktu pengambilan data, setelah temperatur diketahui selanjutnya mengetahui entalpi untuk mengetahui COP pada sistem AC mobil.Hasil akhir dari pengujian yang didapatkan dengan parameter speed blower 1, 2 dan 3 pada speed blower 1 jarak yang optimum pada jarak fan 2 cm dengan nilai COP 3.884, pada speed blower 2  jarak yang optimum pada jarak fan 2 cm dengan nilai COP 3.703 dan pada speed blower 3 jarak yang optimum pada jarak fan 2 cm dengan nilai COP 4.320. Kata Kunci : COP, AC Mobil, Kapasitas Pendinginan
RANCANG BANGUN MESIN PENGEROL PLAT BERGELOMBANG CHOBIBUR ROHIM, MOHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari pembuatan mesin pengerol plat bergelombang ini adalah untuk membantu UKM yang menggunakan plat bergelombang sebagai bahan utama untuk membuat cetakan roti atau pisau untuk pengiris acar. Tahapan dalam pembuatan mesin pengerol plat bergelombang ini dimulai dari ide rancangan, pengumpulan data, kemudian  merancang produk yang merupakan pengembangan konsep produk berupa gambar skets menjadi benda teknik. Dalam pembuatan mesin ini yang dilakukan pertama adalah membuat dokumen produk berupa desain gambar kerja. Setelah mesin selesai dibuat dilakukan uji  fungsi sampai mesin yang dihasilkan mempunyai fungsi yang optimal. Spesifikasi mesin yang dibuat panjang 850 mm, lebar 600 mm, tinggi 104 mm, motor listrik 1 PK dan roda gigi pengerol berdiameter 75 mm, panjang 350mm dengan jumlah gigi 23. Kapasitas plat yang dapat diroll tebal 0,5 mm, lebar 300 mm dan panjang sesuai kebutuhan. Sistem transmisi mengunakan speed reducer/gear box dengan perbandingan 1: 50, gear sprocket ukuran 14 gigi dengan diameter 60 mm,  gear sprocket 18 gigi diameter 78 mm,  dan rantai dengan panjang dalam jumlah mata rantai 56, No.50 yang menghasilkan putaran akhir pada roda gigi pengerol 21 rpm. Kata Kunci: Rancang bangun, mesin pengerol plat bergelombang
ANALISA TEKNIK TRAINER SALURAN BAHAN BAKAR POMPA IN – LINE PADA MOBIL CHEVROLET LUV TAHUN 1989 SAMPURNO BARUS, JOKO
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan mesin diesel pada kendaraan bermotor memang kalah populer dibandingkan mesin bensin. Meskipun begitu, jangkauan pemakaiannya lebih luas, antara lain mobil penumpang, truk, bus, kapal laut dan lain sebagainya. Daya tarik utama mesin diesel adalah nilai ekonomisnya. Disamping konsumsi bahan bakarnya irit, pencemaran yang ditimbulkannya pun tidak seberat mesin bensin. Di era globalisasi dan mengikuti kemajuan jaman yang semakin canggih maka muncullah alat–alat atau mesin yang dapat mempermudah kinerja manusia dalam melakukan sesuatu. Berdasarkan alasan diatas maka pada Tugas Akhir (TA) ini kami mahasiswa DIII teknik mesin otomotif akan belajar merancang, membuat dan melakukan analisa jumlah bahan bakar yang dihasilkan pada setiap Rpm pada motor diesel. Analisa ini dimulai dengan mengukur tekanan pompa in-line dan mengukur konsumsi bahan bakar yang dihasilkan setiap port lalu dimasukkan kedalam tabel. Hasil analisa ini adalah mengetahui konsumsi bahan bakar yang dihasilkan Trainer Sistem Bahan Bakar pompa in-line Chevrolet Luv 1989 dan mengetahui tekanan yang dihasilkan pompa dalam waktu 10 detik dengan variasi rpm yaitu 700, 1000, 2000, 3000 dan 4000 rpm. Hasil dari pengukuran tersebut tekanan yang dihasilkan pompa saat putaran mesin semakin tinggi maka tekanannya akan semakin menurun, sedangkan hasil konsumsi bahan bakar yang dihasilkan pada rpm 700,1000,2000,3000,4000 hasilnya berbeda karena sesuai dengan rpm yang digunakan, saat  rpm semakin tinggi maka hasil bahan bakar yang di konsumsi semakin banyak. Kata Kunci: Analisa, pompa in-line, tekanan pompa, dan konsumsi bahan bakar.
RANCANG BANGUN TRAINER SALURAN BAHAN BAKAR POMPA IN-LINE PADA MOBIL CHEVROLET LUV TAHUN 1989 LUTFI, M.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berkembangnya jaman banyak indutri otomotif yang bersaing menciptakan produk-produk kendaraan sebagai penunjang dari usaha dan kebutuhan sehari-hari hingga saat ini banyak berbagai macam dan jenis kendaraan yang  di produksi salah satunya mobil diesel, berdasarkan alasan di atas maka pada Tugas Akhir (TA) ini kami mahasiswa D3 teknik mesin otomotif akan belajar merancang dan membuat rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line. Tujuan rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line, mengetahui komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan untuk merancang bangun trainer sistem bahan bakar diesel pompa in-line, mengetahui bagaimana cara memeriksa komponen-komponen pada rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line, mengetahui seberapa kuat konstruksi rangka rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line, untuk mengetahui kelayakan rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line yang sebagai media pembelajaran. Pembuatan rancang bangun trainer sistem bahan bakar pada diesel pompa in-line ini  dimulai  dari  proses desain  gambar,  dilanjutkan  dengan  perhitungan  dan  perencanaan  trainer dan pembuatan trainer itu sendiri. Tujuan ini dimaksudkan  agar  diketahui  bahan  dan  ukuran  komponen  trainer. Setelah  diketahui komponen trainer maka  dilanjutkan  dengan  pemasangan  komponen trainer  yaitu meliputi pompa in-line, nozzel, tabung ukur, motor pengerak, puley dan van belt, selang dan pipa saluran bahan bakar, penampung bahan bakar. Analisis yang kami lakukan adalah menghitung kekuatan rangka dan hasil bahan bakar yang di hasilkan oleh pompa in-line pada setiap port. Hasil dari rancang bangun trainer ini adalah Untuk memperoleh rpm yang sesuai diinginkan kita perlu menghitung berapa ukuran pulley yang di butuhkan untuk memutar bosch pump yang di gunakan ukuran 50 mm. Kata Kunci: Rancang bangun saluran bahan bakar pompa in-line.  
RANCANG BANGUN TRAINER HONDA VARIO 125 PGM-FI SUHARIANTO, FITRA
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin modern khususnya dibidang otomotif. Banyaknya teknologi – teknologi canggih merupakan bukti nyata bahwa perkembangan di dunia otomotif berkembang dengan pesat. Tingginya polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang menjadi alasan utama Honda menciptakan sistim programmed fuel injection (PGM-FI). Walaupun banyak kendaraan yang berteknologi modern di Indonesia namun dalam dunia pendidikan media pembelajaran untuk teknologi–teknologi modern khususnya pada sepeda motor kurang memadai karena keterbatasan sarana dan prasarana.Rancang bangun Trainer Honda vario 125 PGM-FI adalah membuat media pembelajaran yang menggunakan komponen – komponen asli Honda dengan bantuan motor listrik berkecepatan 1000–2500 rpm dan membahas sistim injeksi bahan bakar.  Pengujian sistim injeksi bahan bakar menggunakan metode besar derajat bukaan throttle valve berbanding waktu yang dibutuhkan injector untuk melakukan penginjeksian. Hasil pengujian sistim injeksi pada trainer Honda vario 125 PGM-FI cenderung mengalami peningkatan  dari 10o (5 mS), 20o (7.24 mS), 30o (7.71 mS), 40o (8.09 mS), 50o (8.47 mS), 60o (8.67 mS), 70o (8.95 mS), 77.5o (9.14 mS). Hal tersebut dikarenakan semakin besar derajat bukaan throttle valve maka waktu yang dibutuuhkan injector untuk menyemprotkan bahan bakar akan semakin lama. Kata kunci: Sistim injeksi, PGM-FI, rancang bangun trainer.
PERENCANAAN MESIN PERAJANG JERAMI UNTUK PETERNAK RUMINANSIA DWI PRASTYO SURYO, RISKY
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Makanan ternak  yang kurang efektif, menyebabkan hewan ternak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya, sehingga petani harus memberikan perlakuan khusus kepada hewan ternak. Dalam rangka memenuhi aspek-aspek ini, kami tertarik untuk membuat mesin perajang jerami untuk ternak ruminansia. Kami tertarik dalam membahas jerami. Perencanaan mesin Untuk peternak Ruminansi, yang bertujuan untuk memfasilitasi pekerjaan petani dalam memberikan.perlakuan khusus untuk pakan yang akan diberikan kepada ternak. Metode perencanaan mesin perajang jerami untuk ternak ruminansia, yaitu: perhitungan komponen yang akan digunakan, pembelian suku baru dan bekas yang mudah diperoleh di pasaran, untuk mempermudah bagaimana cara kita untuk merakit dan menentukan peforma mesin yang akan kita rancang.dengan tujuan untuk mempermudah petani memberi makan hewan ternak. Hasil perencanaan mesin perajang jerami untuk ternak ruminansia adalah dengan menggunakan motor listrik dengan kecepatan 1420 rpm daya degan 0,25 HP, menggunakan diameter pulley dari 100 mm dan diameter drive pulley didorong pada 264 mm, v-belt menggunakan sabuk panjang 53 inci dan menghasilkan seluruh bagian 5-50 mm dan dengan kapasitas 4,5 kg per - jam. Kata kunci: Perencanaan Mesin Perajang Jerami

Page 7 of 23 | Total Record : 222