cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
KELISTRIKAN DAN PEMROGRAMAN TRAINER PEMOTONG DAN PENGHITUNG BERBASIS ELEKTRO PNEUMATIK DENGAN KONTROLLER PLC PRANOTO, AGUNG
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak Dalam proses belajar mengajar adanya media pembelajaran tambahan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Media pembelajaran ini berupa suatu trainer. Pada tugas akhir ini akan di rancang sebuah trainer pemotong dan penghitung berbasis elektro pneumatik dengan kontroller menggunakan PLC. Perencanaan trainer ini diawali dengan mengetahui dan memahami  prinsip  kerja dari sistem kelistrikan dan sistem otomasi. Dari perancangan trainer pemotong dan penghitung berbasis elektro pneumatik dengan kontroller menggunakan PLC ini diharapkan dapat membantu mempermudah mahasiswa dalam menguasai pemrograman PLC dan sistem instalasi kelistrikannya. Dalam trainer ini sistem kelistrikan berfungsi untuk penentuan unit input dan output  beserta sistem wiringnya. Inputan pada trainer ini meliputi sensor  tombol – tombol, sensor proximity, dan sensor limit switch, sedangkan outputan meliputi motor DC dan valve. Setelah sistem kelistrikan dipasang  langkah selanjutnya adalah membuat program. Sebelum membuat program dilakukan penyusunan algoritma program  yang berfungsi untuk menentukan arah cara kerja trainer. Setelah itu kemudian dibuat dalam bentuk list program dengan menggunakan software cx programmer. Langkah terakhir ialah tahap pengujian cara kerja. Dalam pengujian ini ada dua tahap pengujian. Pengujian pertama ialah pengujian system kelistrikan. Hasilnya system wiring sudah terpasang semua antara unit input dan unit output. Tahap ke dua adalah pengujian program dengan cara menjalankan trainer. Hasilnya trainer dapat berjalan sesuai dengan algoritma cara kerja yang sebelumnya dibuat. Hasil pengujian dari dua tahap tersebut,  trainer pemotong dan penghitung dapat berjalan dengan baik hal ini menunjukkan antara sistem kelistrikan wiring dan sistem pemogramannya sudah benar. Kata Kunci : Pemrograman PLC, Trainer Pemotong dan Penghitung
PERENCANAAN SISTEM ALIRAN FLUIDA PADA RANCANG BANGUN ALAT PENGUJI KAPASITAS RADIATOR AHMAD, FANDI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar di kampus. Sesuai hasil survey yang kami lakukan di laboratorium perpindahan panas Teknik Mesin UNESA, proses pembelajaran mata kuliah perpindahan panas masih kurang efektif dikarenakan belum adanya media pembelajaran, maka dari itu perlu dirancang alat penguji kapasitas radiator, yang didukung dengan perencanaan sistem aliran fluida pada alat tersebut. Tahapan dalam perencanaan sistem aliran fluida pada alat penukar panas panas ini, harus berurutan, mulai dari desain gambar alat, penentuan komponen apa saja yang dibutuhkan, pencarian komponen atau pembelian, kemudian dilanjutkan  dengan pembuatan rangka, pembuatan dudukan motor, pembuatan dudukan pompa, pembuatan dudukan flow meter, pembuatan tempat aliran fluida atau pipa dan panel alat penukar panas. Dan langkah terakhir adalah menguji keberfungsian alat kemudian menyimpulkan hasil dari alat tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem aliran fluida pada Trainer Perencanaan Sistem Aliran Fluida Pada Rancang Bangun Alat Penguji Kapasitas Radiator cenderung mengalami peningkatan. Tingkat peningkatan terbesar terjadi pada temperatur 80oC pada posisi kran tertutup. Dan terjadi peningkatan aliran fluida pada semua temperature. Pada tekanan IN radiator temperatur 40oC meningkat hingga 0,43 Kg/cm2 pada posisi kran tertutup. Akan tetapi dengan temperatur 800C meningkat hingga 0,53 Kg/cm2 pada posisi kran tertutup. Pada tekanan OUT radiator juga mengalami peningkatan. Kata Kunci : Sistem Aliran Fluida, Alat Penguji Kapasitas Radiator,  Flow Meter
PEMBUATAN MESIN PERAJANG JERAMI UNTUK PETERNAKAN RUMINANSIA ANDRI ANTO, FERDI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemberian pakan ternak berupa jerami yang dilakukan oleh peternak kebanyakan masih bersifat tradisional. Aspek yang dibutuhkan dalam peternakan kecil menengah adalah kecepatan waktu produksi. Guna memenuhi aspek tersebut, kami tertarik untuk membuat Mesin Perajang Jerami. dalam membahas Pembuatan Tugas Akhir (TA) ini. Tujuannya untuk melanjutkan perencanaan yang sudah dibuat oleh teman satu tim ke pembuatan dan perakitan Metode pembuatan dan perakitan mesin perajang jerami disederhanakan dengan menggunakan OPC. Hasil dari pembahasan pembuatan mesin perajang jerami ini adalah komponen yang dibuat meliputi poros mesin, chasing pisau potong, lintasan masuk jerami, kerangka mesin. Sedangkan untuk komponen yang dibeli yaitu pisau potong, pulley, V-belt, motor listrik dan bantalan bearing. Kemudian proses perakitan dan pembuatannya menggunakan mesin bubut, gergaji besi manual, gunting pelat, las listrik dan bor.              Kata kunci : Mesin Perajang, Jerami, Peternakan ruminansia
PERENCANAAN SISTEM INTRUMENTASI PADA RANCANG BANGUNALAT PENGUJI KAPASITAS RADIATOR YUDI APRIANTO, RISKY
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penukar panas yang di gunakan dalam system pendinginan mobil adalah radiator. Kebutuhan yang mampu mendemostrasikan perpindahan panas radiator sangat diperlukan dilaboratorium perpindahan panas teknik mesin unesa untuk menunjang perkuliahan perpindahan panas secaraa bstrak. Untuk mendukung bekerjanya trainersistem radiator ini, maka di perlukan system penunjang diantaranya system intrumentasi. Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi tempratur pada permukaan radiator dan suhu air di dalam radiator. Ada pun peralatan yang diperlukan adalah thermo couple, display thermo couple dan konputer sebagai pencatat data. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan temperatur fluida masuk dalam rancangan penukar panas yaitu pada temperatur fluida masuk 40ºC, 50ºC, 60ºC,70ºC dan 80ºC dan temperatur udara ruangan T∞ = 300C dengan tekanan 1 atm dengan laju aliran fluida = 0,063 kg/s, pengambilan data dilakukan 3 kali dengan selang waktu 5 menit setiap pengambilan data. Setelah dilakukan pengujian dapat diambil kesimpulan bahwa hasil uji alat penukar panas sudah cukup baik dikarenakan tidak mengalami kendala yang begitu berarti pada saat proses instrumentasi, alat ini sudah mampu mengukur suhu air yang ada di radiator dengan beberapa ukuran yang diinginkan.baik menukarkan panas yaitu pada temperatur 800C dengan kapasitas penukar panas sebesar 1164.24 watt. makatempratur yang keluardari radiator menurunlebihkurangnya 1.0ºCsampai4.0º Kata kunci :sistemintrumentasi, alatpengujikapasitasradiator, thermo coup
ANALISA KOMPOR HYBRID GAS LPG DAN KOMPRESOR PRASETYA, SANDY
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaman globalisasi dan zaman yang semakin berkembang ini waktu dianggap suatu hal yang mahal. Keefektifan dalam mengelola dan memanajemen semua manusia secara langsung maupun tidak langsung dituntut untuk selalu berkreativitas menemukan sebuah inovasi terbaru untuk menunjang hidupnya. Salah satunya adalah alat yang dapat meningkatkan nilai jual dan dituntut untuk cepat dan tepat, salah satu diantaranya adalah kebutuhan manusia untuk menciptakan kenyamanan pada individu itu sendiri. Dan pada kenyataanya banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang masih bermasalah dalam hal tersebut. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Analisa Kompor Hybrid Gas LPG dan Kompresor”.Dalam analisa hasil pengujian, langkah awal yang dilakukan adalah menentukan tahap proses pembuatan Kompor Hybrid Gas LPG dan kompresor,sehingga dapat menganalisa hasil pengujian pada kompor tersebut sampai didapatkan variabel parameter yaitu: 1). Bukakan Valve pada aliran O2 dan gas LPG.(300,450,600) 2). Temperatur yang diperoleh pada air 1000C dan pada minyak 2800C. 3). Parameter waktu yang dibutuhkan dari hasil pengujian. Langkah awal dalam pengujian yaitu mengatur laju aliran O2 dan gas LPG dengan cara mengatur bukakan Valve yang diharapkan dapat menghasilkan suatu nyala api yang efisien, untuk proses pemasakan air dan minyak sebanyak 1000ml hingga mencapai temperatur yang maksimal. Hasil akhir yang didapatkan adalah hasil pengujian kompor hybrid gas LPG dan kompresor lebih efektif dan efisien pada produktivitas, sehinggamemperoleh variabel parameter yang maksimal pada pemasakan air 1000ml yaitu dengan menggunakan bukaan valve pada O2 600 dan gas LPG 600 membutuhkan waktu 2.52 menit untuk menghasilkan temperatur 1000C. dan pada pemanasan minyak 1000ml yaitu dengan menggunakan bukaan valve pada O2 600 dan gas LPG 600 membutuhkan waktu 6.02 menit untuk menghasilkan temperatur 2800C. Dari hasil pengujiankompor hybrid gas LPG dan kompresor yang dapat diproduksi sendiri dan memiliki kualitas yang bagus dapat menambah daya jual dipasaran. Kata Kunci :Kompor Hybrid, Gas LPG, kompresor, Temperatur, Bukaan Valve
RANCANG BANGUN KOMPOR HYBRID GAS LPG DAN KOMPRESOR TRISNA TATA BUANA, TEGAR
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 01 (2014): JRM: volume 02 Nomor 01 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan kemajuan teknologi dewasa ini dan sumber daya manusia yang semakin berkembang, telah memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya pada sektor pangan, dengan usaha kecil menengah (UKM), Jenis usaha yang dikembangkan pada sektor pangan yang berkembang pada era globalisasi ini bermacam-macam variasi mulai dari rumah makan nasi uduk, soto  ayam , bakso, fried chicken, gorengan, dan sebagainya. untuk mengembangkan usaha tersebut, alat-alat dapur seperti kompor memerlukan kompor yang terjangkau dan hemat.   Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahas dalam Tugas Akhir (TA) ini, yang mana penelitian ini membahas tentang “Rancang Bangun Kompor Hybrid Gas LPG dan Kompresor”. Metode yang dilakukan untuk selesainya Kompor Hybrid Gas LPG dan Kompresor  ini adalah perancangan, Perancangan yang dimaksud yaitu mendesain kerangka utama dan membangunnya. Gambar desain menggunakan aplikasi software Auto CAD 2008, lalu dilanjutkan Manufaktur dan perakitan kerangka, Dalam proses perakitan kerangka kompor hybrid  langkah awal yang digunakan adalah menentukan tahap proses pembuatan kompor hybrid Gas LPG dan Kompresor, Sehingga dapat mengetahui kukuatan sambungan las dan pendistribusian beban pada rangka kompor. Hasil akhir yang didapatkan adalah hasil pengujian kekuatan kerangka kompor Hybrid Gas LPG dan Kompresor menggunakan arus 50-60 Ampere yang menghasilkan Beban maksimum = 12150 kg/mm2, Beban/mm = 216,9 kg/ mm2. Dan hasil tekanan yang didapat menggunakan selang P = 45mm, Ø luar = 10mm, Ø dalam = 07mm tekanan yang hasilkan  P LPG = 0,15 14kg/s2' type="#_x0000_t75">. P O2 =  193,37 14kg/s2' type="#_x0000_t75">.  Sehingga memperoleh hasil yang maksimal dari hasil pengujian yang dapat diproduksi sendiri dan memiliki kualitas yang bagus dapat menambah daya jual dipasaran. Kata kunci : Kompor Hybrid, Gas LPG, Kompresor, Uji las, Tekanan.
PEMBUATAN DAN PERAKITAN MESIN PENCACAH RUMPUT LAUT MALIKI, MUHAMMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak  Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha pangan skala rumah tangga, maka perlu dilakukan beberapa rekayasa pada sistem penggerak untuk menghasilkan kecepatan yang bervariasi, sehingga pada proses pencacahan mesin pencacah rumput laut ini mendapatkan hasil yang optimal. Selama ini pembudidayaan rumput laut umumnya hanya menjual hasil budidaya dalam bentuk mentah (rumput laut kering) dan belum diolah dengan baik, sehingga pembudidaya belum mendapatkan nilai kebutuhan modal baik untuk investasi tambah dari hasil rumput laut tersebut. Menimbang potensi rumput laut yang sangat besar dan kebutuhan pasar yang amat tinggi, maka perlu adanya pengembangkan mesin pengolah rumput laut yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah yang berlipat ganda dari produk tersebut. Di dunia industri khususnya di bidang pangan, tentunya membutuhkan mesin yang memiliki kekuatan dan mempercepat waktu produksi. Dalam hal ini seorang pelaku usaha di bidang pangan membutuhkan Mesin Pencacah Rumput Laut dengan menggunakan motor listrik sebagai sistem penggerak. Mesin Pencacah Rumput Laut mempunyai peranan penting dalam industri pangan, dimana alat ini guna membantu usaha kecil menengah (UKM) untuk mengolah hasil rumput laut kering menjadi serbuk/bubuk sebagai bahan baku pembuatan makanan. Keberadaan sebuah Mesin Pencacah Rumput Laut ini tentu saja untuk mempercepat proses menghasilkan pencacahan rumput laut kering, sehingga dalam proses pencacahan dapat menunjang, mempermudah dan meningkatkan nilai jual rumput laut tersebut. Pembagian komponen dan jenis material ini berisi suatu pengolahan data tentang OPC dan APC. Akan tetapi sebelum melakukan proses pengolahan data tersebut harus terlebih dahulu melakukan pembuatan mesin pencacah rumput laut. Pembuatan mesin pencacah rumput laut memerlukan beberapa kebutuhan seperti bahan – bahan dan peralatan. Dari bahasan rumusan masalah komponen mesin pencacah rumput laut komponen yang dibuat ialah rangka mesin, tabung (drum), hooper atas dan bawah, poros dan pisau. Komponen yang dirakit ialah komponen yang telah dibuat kemudian dirakit menjadi mesin pencacah rumput laut dengan komponen tambahan motor penggerak, pulley dan v-belt. Kata kunci : pembuatan dan perakitan, mesin pencacah rumput laut.
ANALISIS HASIL PENGUJIAN PERFORMANCE MESIN PENCACAH RUMPUT LAUT SKALA UKM MARITA, TEDI
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil buminya. Baik dari daratannya maupun hasil lautnya. Salah satu hasil lautnya yaitu rumput laut. Selama ini banyak mesin pencacah rumput laut keluaran pabrik. Namun keberadaan mesin pencacah rumput laut buatan pabrik menjadi ganjalan bagi pelaku usaha pangan skala rumah tangga, dikarenakan mesin pencacah rumput laut tersebut memiliki ukuran yang besar, konsumsi listrik juga besar. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha pangan skala rumah tangga yaitu, mesin pencacah rumput laut yang memiliki ukuran kecil dan tidak membutuhkan konsumsi listrik yang besar. Mesin tersebut harus di uji unjuk kerjanya apakah produktivitasnya sesuai dengan yang direncanakan dan apakah ukuran butiran produknya sudah sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk itu, dilakukan pengujian terhadap unjuk kerja pada mesin yang sudah sesuai. Analisis dilakukan dengan variasi kecepatan putaran pada as poros yaitu: Diameter pulley 2 inchi kecepatan 467rpm dan diameter pulley 4 inchi kecepatan 933rpm. Produktivitas yang menggunakan pulley 2 inchi pada kecepatan 467rpm menghasilkan panjang butiran <5mm sebanyak 13kg/jam dengan persentase hasil 39%. Sedangkan untuk hasil panjang butiran >5mm sebanyak 19kg/jam dengan persentase hasil 61%. Pada pulley 4 inchi dengan kecepatan 933rpm menghasilkan panjang butiran <5mm sebanyak 25kg/jam dengan persentase hasil 58%. Sedangkan untuk hasil panjang butiran >5mm sebanyak 18kg/jam dan mendapatkan persentase hasil 42%. Hal ini menunjukkan, dari pengujian tersebut pada putaran 933rpm menghasilkan kapasitas produksi yang lebih baik. Kata Kunci: Pencacah rumput laut, Produktivitas  
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT LAUT SKALA UKM WIDYA MUDA PRADANA, EDO
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dewasa ini bidang agrobisnis memang merupakan idaman bagi masyarakat indonesia sebagai ladang usaha yang cukup lebih banyak memberikan prospek menjanjikan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa bidang ini ternyata dikuasai oleh industri kecil dan menengah skala industri rumah tangga yang biasa disebut UKM (Usaha Kecil Menengah). Selain itu dikarenakan makin sulitnya lapangan pekerjaan, sehingga menyebabkan tenaga kerja tidak lagi berharap untuk bekerja di pabrik-pabrik atau industri. Pada penanganan produk hasil pertanian, Agrobisnis rumput laut merupakan bisnis berbasis hasil pertanian lainnya yang memerlukan keterkaitan erat antara hulu (up stream) dan hilir (down stream). Hal ini dikarenakan pada tingkat hulu (petani atau nelayan) memiliki keahlian dan kemauan dalam berproduksi dan keterbatasan dalam mengakses pasar dan teknologi. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir (TA), yang mana pada tugas akhir ini akan membahas dan merancang tentang “Rancang Bangun Mesin Pencacah Rumput Laut Skala UKM”Komponen dari mesin pencacah rumput laut ini adalah dengan spesifikasi pulley motor diameter 101.6 mm dan pulley poros 152.4 mm, poros diameter 30 mm dengan panjang 645 mm, v-belt  jenis FM 5D, daya motor 220 Volt, 750 Watt, 1HP, 7.2 Ampere, 50Hz, kecepatan 1400 rpm, berat 20 kg, kecepatan putar mesin 933.33 rpm, tegangan yang diijinkan 9,25 kg/mm2, daya rencana mesin 0,144 KW, momen puntir 939.21 kg.mm, tegangan geser yang diijinkan 22.4 kg.mm, 30 buah pisau gerak dengan ukuran  118 mm x 30 mm, 20 buah pisau diam  panjang 110 mm x 30 mm, 3 buah kipas pelontar ukuran 100 mm x 25 mm kecepatan sabuk 7.44 m/s, panjang keliling sabuk 383298.78 mm, ukuran rangka mesin 1070 mm x 620 mm x 450 mm, rangka menggunakan profil siku 50 x 50 mm dan Unp 50 x 35 mm. Kata Kunci : Rancang bangun, pencacah rumput laut skala UKM
RANCANG BANGUN PENGERING PAKAIAN KAPASITAS 10 KG BERDAYA 380 WATT SETYAWAN, BAGUS
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2, No 02 (2015): JRM: Volume 02 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanasan global yang melanda dunia akhir-akhir ini menyebabkan perubahan iklim serta musim di seluruh dunia. Salah satu dampak yang terasa adalah perubahan cuaca yang tiba-tiba yang bisa menyebabkan kerepotan jika hujan datang tiba-tiba. Permasalahan ini kerap dialami oleh penghuni kos-kosan maupun pemilik jasa laundry. Akibat dari permasalahan tersebut menyebabkan pakaian menjadi bau, kusut,dll. Pembuatan alat pengering pakaian didasarkan pada kebutuhan serta kapasitas cucian setiap kali mencuci. Atas permasalahan tersebut, saya ingin membuat alat pengering pakaian yang bisa digunakan dengan mudah serta tidak memakan tempat. Tujuan pembuatan alat tersebut adalah memberikan solusi media pengeringan selain mengandalkan proses pengeringan alam berupa bantuan sinar matahari maupun angin. Rancang bangun pembuatan alat ini menggunakan komponen yang disesuaikan dengan kebutuhan pengeringan setiap kali mencuci. Ukuran alat sebesar 75 x 60 x 124 cm menggunakan plat galvanis. Menggunakan kipas merk AKA dengan tegangan 44 watt,elemen pemanas merk SINTECH dengan tegangan 380 watt. Berdasarkan dari hasil uji coba menunjukkan bahwa alat bisa bekerja dengan baik pada proses pengeringan. Pemanasan bisa merata pada kotak pengering menggunakan kipas. Elemen pemanas sebagai sumber panas pada proses pengeringan. Alat pengering pakaian ini bisa memberikan solusi atas permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dalam menyediakan sebuah alat sederhana. Kapasitas alat sebesar 10 kg merupakan jumlah cucian yang sering digunakan pada setiap rumah tangga. Kata kunci : Pengering pakaian,Elemen pemanas,Kipas angin.

Page 6 of 23 | Total Record : 222