cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
Analisa Water Based Mud dengan Aditif Barit dan KCl Berdasarkan Analisa Toksisitas: Pengujian TCLP dan LC50-96 Jam N L Miranti; S S Moersidik; C R Priadi; P Wahyudi
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 48 No 3 (2014)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.48.3.1223

Abstract

Lumpur bor berbasis air dengan aditif Barit (B) dan KCl (K) berpotensi toksik terhadap lingkungandan makhluk hidup. Berdasarkan hal tersebut, LEMIGAS berupaya melakukan pencegahan kontaminasidengan pengujian TCLP dan LC50-96 jam terhadap Penaeus monodon. Kondisi uji disesuaikan denganSumur Bangau #1 di Sesulu PSC, Selat Makssar sebagai tolak ukur kondisi lingkungan pengeboran lepaspantai. Dengan kombinasi Bmin, Bmax, Kmin, dan Kmax, konsentrasi Cu pada setiap formula (Bmin-Kmin:26,17 ppm; Bmin-Kmax: 39,74 ppm; Bmax-Kmin: 21,47 ppm; Bmax-Kmax: 31,7 ppm) dan Pb pada Bmin-Kmin (9,37 ppm) melewati baku mutu lingkungan. Nilai LC50 dari Formula Bmin-Kmin memenuhi bakumutu lingkungan (44.058 ppm), sedangkan Formula Bmax-Kmax tidak memenuhi baku mutu lingkungan(13.269 ppm). Hal ini dipengaruhi oleh komposisi logam berat, toksisitas KCl, dan kondisi lingkungan.WBM jenis ini lebih baik digunakan pada pengeboran lepas pantai.
Reformasi Katalitik Parafin Rendah Menjadi Aromatik dengan Katalis Bifungsional A S Nasution; E Jasjfi; Evita H Legowo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.1228

Abstract

Untuk meneliti mekanisme reaksi aromotasiparafin rendah yang merupakan komponen rendahhidrokarbon utama di dalam umpan fraksi, suatupenelitian dilakukan tentang reaksi dehidrosiklisaasin-heksana, n-heptana, n-oktana dengan memakaikatalis H2/ HC = 6 mol/mol pada alat Catatest miniyang dioperasikan secara kontinu.Komposisihidrokarbon produk dianalisa dengan memekai alatkromatografi.Kenaikan suhu dari 4700C sampai 5100C,selektivias reaksi dehidrosiklisasi parafin naik sebagaiberikut : untuk umpan n- heksana naik dari 2,55sampai 7,33 % mole, untuk umpan n.heptana naikdari 3,15 sampai 9,26 % mol dan untuk umpann.oktana naik dari 8.40 sampai 20,02 % mol. Reaksiaromotisasi dan reaksi hidrorengkeh parafin rendahdiamati naik dengan bertambahnya jumlah atomkarbon umpan parafin.Peranan inti-inti aktif dari katalis reformingbifungsional dalam mekanisme reaksi dehidrosiklisasi,hidroisomerisasi , dan hidrorengkeh dari parafin rendahdisajikan dalam tulisan ini.
Penelitian Efektivitas Penambahan Aditif PVI terhadap Kinerja Minyak Lumas Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.1229

Abstract

Minyak lumas mesin yang diproduksi oleh suatupabrik dibuat sesuai dengan persyaratan mutu yangtelah ditentukan. Mutu minyak lumas dasar dapatditingkatkan melalui penambahan aditif. Penambahanaditif tersebut dapat meningkatkan sifat-sifat minyaklumas dasar yang sudah ada dan/atau memberikan sifattambahan yang belum dimiliki oleh suatu minyak lumas.Pada program ini dilakukan penelitian terhadapkomponen aditif penaik indeks viskositas. Pengamatanterhadap aditif tersebut mencakup keefektivan pengaruhpenambahan aditif terhadap sifat fisika/kimia sertapengaruhnya terhadap hasil uji semi unjuk kerja minyaklumas dasar.
Transportasi Melalui Biomembran Sri Kadarwati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.1230

Abstract

Proses transportasi zat melalui biomembran adalahsuatu proses fisika-kimia untuk mempertahankanintegritas suatu sel. Banyak proses kehidupan yangpada dasarnya berkaitan dengan proses transporbiomembran dan masih belum seluruhnya dipahami.Studi kinetika transpor biomembran berguna untukmenerangkan jalan yang ditempuh suatu zat masuk kedalam sel dan membantu menjelaskan mekanismekerjanya. Selain itu dapat diketahui berapa jumlahnutrien yang dibutuhkan oleh mikroba bagipertumbuhannya.
Korelasi antara Faktor Sementasi (m) dan Eksponen Saturasi (n) Batuan Reservoir Migas di Indonesia Herlan Adim
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.1231

Abstract

Tujuan utama dari studi ini adalah menyiapkandata hasil pengukuran parameter “m” dan “n” yangdiukur di laboratorium terhadap percontoh batuanyang mewakili beberapa formasi reservoir minyak diIndonesia, yang kemudian dapat dipakai sebagaiacuan dalam mengevaluasi harga saturasi air dalamreservoir.Banyak persamaan empiris untuk menentukan nilaikedua faktor tersebut telah dipublikasikan olehpenulis terdahulu (Archie, Humble, Tixier, Carothers,Shell dan lain-lain), tetapi timbul masalah dalampemakaian persamaan empiris tersebut sebagaireferensi dalam evaluasi hasil rekaman log terutamauntuk formasi yang heterogen. Data hasil rekamanlog dengan data analisis parameter “m” dan “n” dilaboratorium dipakai untuk menyelesaikanperhitungan data saturasi air dalam reservoir
Penelitian Koefisien Friksi Minyak Otomotif dengan Mesin Uji SRV T S Pakan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 37 No 1 (2003)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.37.1.1232

Abstract

Setelah beredarnya isu di masyarakat adanyaminyak lumas palsu dipasaran, dilakukan survey padakios-kios minyak lumas dan SPBU Pertamina diJakarta dan sekitarnya. Dalam studi ini berhasildidapatkan delapan contoh minyak lumas otomotif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamatikwalitas minyak lumas otomotif yang beredar dipasarandengan uji nilai koefisien friksi.Dari studi ini berhasil didapatkan empat contohminyak lumas otomotif mineral dengan kode M-1sampai dengan M-4 disajikan dalam Tabel 1 dan empatcontoh minyak lumas otomotif sintetik dengan kode :S-1 sampai dengan S-4 disajikan dalam Tabel 2.Dari hasil-hasil pengujian yang telah dilakukanmenunjukkan bahwa koefisien friksi empat minyaklumas otomotif mineral setelah diuji di mesin SRVhingga mencapai akumulasi waktu 120 menit, adalahberbeda-beda yaitu antara (92,85-94,80) μ%. dalamTabel 3.Dari hasil-hasil pengujian yang telah dilakukanmenunjukkan bahwa koefisien friksi empat minyaklumas otomotif sintetis setelah diuji di mesin SRVhingga mencapai akumulasi waktu 120 menit, adalahberbeda-beda yaitu antara (90,82-92,95)μ%.dalamTabel 4.
Studi Pengkajian Spesifikasi Besin Premium Tanpa Timbel untuk Pasokan Jakarta Mulai 1 Juli 2002 Rasdinal Ibrahim; Adiwar Adiwar; Mardono Mardono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 1 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.1.1234

Abstract

Dalam mendukung program langit biru danpenghapusan bensin bertimbel di Indonesia,Pemerintah telah menetapkan penghapusan bensinbertimbel di Jakarta dan sekitarnya mulai 1 Juli 2001.dan merencanakan untuk menerapkan secara nasionalpada tahun 2003. Sehubungan dengan itu suatu studipengkajian spesifikasi bensin Indonesia telahdilakukan, sebagai dasar penetapan spesifikasi bensintanpa-timbel (Premium-TT) yang cocok untukIndonesia.Studi ini dimaksudkan sebagai masukan kepadaPemerintah dalam perbaikan mutu dan spesifikasibensin di Indonesia, untuk menghasilkan bensin ramahlingkungan pada tahun 2003. dengan jaminankemampuan penyediaannya oleh kilang PERTAMINAdan memperhatikan faktor ekonomi.Spesifikasi bensin Premium-TT yang diberlakukandi Jakarta mulai 1 Juli 2001 mencakup penghapusantimbel, penurunan kadar sulfur dan penyesuaianangka oktana
Pendugaan Proses Pencampuran Limbah Cair di Wilayah Perairan Estuaria M S Wibisono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 1 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.1.1235

Abstract

Wilayah estuaria merupakan salah satu alternatif sebagai tempat pembuangan limbah cair kegiatan migas yang diduga masih mengandung kadar hidrokarbon, walaupun kecil beserta komponen-komponen toksik lainnva. Mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah ekosistem yang berdekatan dengan pantai dan yang mempunyai produktivitas tinggi, selalu dinamis, berfluktuasi sesuai gerakan pasang surut, maka daya dukung estuaria perlu mendapat perhatian. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tipe pencampuran muara setempat dalam rangka untuk memperkirakan proses pencampuran pencemar dengan perairan muara. Selanjutnya metode yang digunakan diharapkan bisa diterapkan dan dikembangkan guna kepentingan pengelolaan lingkungan pantai yang lebih baik termasuk kegiatan pemantauannya.Pengamatan dilakukan di delapan stasiun di wilayah muara Sungai Saliki (Muara Badak), yang merupakan cabang Sungai Mahakam bagian utara. Pada tiap stasiun dilakukan pengamatan terhadap kedalaman dan tingkat salinitas saat pasang dan surut, sedangkan pengukuran pasang surut dilakukan di pelabuhan Badak Hilir selama 48 jam menggunakan tide-staff dicatat setiap 30 menit. Hasil studi menunjukkan bahwa tipe pasang surut di wilayah studi termasuk Harian Ganda. Kedalaman di wilayah muara berkisar antara 1 - 8,8 meter dari duduk tengah, dengan ripe pencampuran pada irisan membujur sepanjang muara saat pasang slightly stratified - salt wedge, dan saat surut menjadi slightly stratified - highly stratified.
Penelitian Pengaruh Pemanfatan LCO dalam Minyak Solar terhadap Sifat Fisika/Kimia dan Kinerja Mesin Djainuddin Semar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 1 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.1.1236

Abstract

Hasil pengujian percontoh minyak Solar yang mengandung 3,5% volume LCO akan menurunkan angka setana minyak Solar sebesar 0.74. Perubahan sifat-sifat fisika/kimia percontoh yang mengandung LCO tetap memenuhi spesifikasi minyak Solar yang berlaku di Indonesia.Pengujian kinerja mesin di bangku uji multisilinder Isuzu C-223 dilakukan dengan menggunakan empat jenis minyak Solar yaitu minyak Solar (MS-b) dan minvak Solar yang dicampur dengan LCO (MS-bl, MS-b2, MS-b3). Kinerja minyak Solar yang mengandung LCO turun dibanding dengan minyak solar yang tidak mengandung LCO.
Penelitian Periode Penggantian Minyak Lumas Semi-sintetik SAE 20W50 Rona Malam Karina; Lutfi Aziz
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 1 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.36.1.1237

Abstract

Makin banyaknya jenis pelumas yang beredar di pasaran, khususnya minyak lumas automotive, menjadikan pemakai kendaraan bingung dan sulit untuk menentukan minyak lumas yang baik dan bermutu. Di samping itu banyak iklan atau informasi dari perusahaan pelumas yang menjanjikan bahwa minyak lumas tersebut dapat dipakai sampai dengan jarak tempuh lebih dari 5000 km.Dari kenyataan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu penggantian (drain interval) dari jenis minyak lumas mesin bensin semi-sintetik yang ada di pasaran melalui analisis minyak lumas bekasnya setiap kenaikan 2.000 km sampai mencapai jarak tempuh 10.000 km dan konsumsi minyak lumasnya.Dari kesimpulan didapat, bahwa minyak lumas semi-sintetik SAE 20W50, API Service SJ/CF, dapat digunakan sampai dengan jarak tempuh 10.000 km dengan kondisi pelumas bekasnya masih baik dan konsumsi oli yang dibutuhkan normal yaitu 500 cc.

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue