cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 584 Documents
PENGARUH TEMPERATUR REAKSI DAN TEKANAN HIDROGEN PADA PENGHIDRORENGKAHAN FRAKSI DISTILAT VAKUM TAR BATUBARA Novie Ardhyarini; Syntha Nardey; Daliya Indra Setiawan; Muh Kurniawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1198

Abstract

Penghidrorengkahan fraksi distilat vakum tar batubara dilakukan menggunakan katalis NiMo/Al2O3 -SiO2 dalam reaktor autoclave dengan sistem batch untuk menghasilkan bahan bakar minyak.Pengaruh temperatur reaksi (400 – 450o C) dan tekanan hidrogen awal (80-120 bar) pada sifat fifi sikadan kimia produk penghidrorengkahan diteliti. Sifat produk mengalami peningkatan mutu setelahpenghidrorengkahan dengan penurunan kadar pengotor (sulfur dan nitrogen) dan SG 60/60o F sertapeningkatan nilai rasio mol H/C. Kondisi percobaan pada temperatur 450 o C dan tekanan hidrogen120 bar memberikan hasil terbaik yaitu penurunan nilai SG 60/60o F, sulfur dan nitrogen dari 1,1127;0,39 % brt dan 1,75 %brt pada umpan menjadi 0,9154; 0,008% brt dan 0,54% brt pada produk. Rasiomol H/C mengalami peningkatan dari 1,18 pada umpan menjadi 1,52 pada produk. Fraksi-fraksiproduk penghidrorengkahan dipisahkan menggunakan simulasi distilasi dengan kromatografifi gas danhasilnya berupa fraksi nafta 22,7% vol dan fraksi distilat tengah 56,2% vol. Hasil ini memperlihatkanfraksi distilat vakum tar batubara dapat ditingkatkan mutunya melalui penghidrorengkahan dandidapatkan fraksi-fraksi lebih ringan yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan bakar minyakatau komponen blending bahan bakar minyak.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ULTRASONOGRAFI UNTUK APLIKASI BIDANG MIGAS (REKAYASA ALAT INSPEKSI SUMUR) Sigit Pudiyarto; Gathuk Widiyanto; Suryono Suryono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1199

Abstract

Perangkat ultrasonic dipakai untuk investigasi pipa dan lubang-lubang perporasi pada sumurproduksi dan deformasi pada pipa. Sistem instrumen tersebut menggunakan gelombang ultrasonikyang dibangkitkan secara elektronik menggunakan transduser immersion (celup). Pencitraan profifi ldilakukan dengan teknik pantulan dengan menghitung jarak permukaan terhadap senter transduserdan diputar pada sudut 360o . Akusisi data dilakukan mikrokontroler dan komputer yang bekerja secaraotomatis dan real time. Alat inspeksi sumur berbasis teknologi ultrasonografifi diuji coba pada sumurbuatan dimana sumur buatan pada kedalaman tertentu dibuat tidak rata, dan alat tersebut dimasukankedalam sumur pada kedalaman yang telah ditentukan dan bisa mengidentififi kasi dinding sumurdengan permukaan yang tidak rata. Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui sistem mekanikdan elektronik memiliki kestabilan yang baik. Sistem yang dibuat telah mamapu menampilkan profifi lpermukaan dinding sumur simulasi dengan akurasi 1 milimeter.
OPTIMASI MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL: PENANGANAN LINGKUNGAN DAN MIGAS NON KONVENSIONAL Djoko Sunarjanto; Dwi Kusumantoro
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1200

Abstract

Ketahanan energi suatu negara menjadi penting menghadapi era globalisasi. Namun sampai saat inidokumen yang menggambarkan ketahanan energi belum dimiliki Indonesia. Untuk mencapai sasaranketahanan energi diperlukan berbagai upaya mulai dari hulu sampai hilir energi. Sebagai fokus dantarget kajian ini adalah penekanan terhadap perlindungan lingkungan hidup dan pengembangansumber energi Migas Non Nonvensional sebagai Energi Baru, dilakukan dengan pendekatan analisiskomparatif, semi kuantitatif, dan analisis Strength-Weakness-Threat-Opportunity (SWOT). Saat inidinyatakan belum ada kedaulatan energi, tetapi masih pada tataran meningkatkan ketahanan energinasional. Hasil identififi kasi dan analisis menunjukkan perlu pengembangan sumber-sumber energiguna meningkatkan ketahanan energi, dengan memasukkan permasalahan lingkungan hidup danmenegaskan komitmen pada perlindungan lingkungan. Untuk memperkuat ketahanan energi nasional,dikaji potensi Migas Non Konvensional yang belum tersentuh dalam dokumen Kebijakan EnergiNasional. Pemilihan Wilayah Sumatera Selatan, didasarkan pada daerah lumbung energi dan adanyapilot project Coal Bed Methane (CBM) yang berhasil dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik untukpenerangan. Kajian ini merekomendasikan energi berbasis Migas Non Konvensional dimasukkansebagai Energi Baru seperti CBM, batubara tercairkan dan batubara tergaskan. Depletion premiumsebagai salah satu alternatif sumber dana pengembangan Migas Non Konvensional. Melalui aplikasitekno-ekonomi yang memperlakukan alam sebagai input, proses, dan output, dapat mempercepatpengembangan Migas Non Konvensional
KAJIAN PENDUKUNG REVISI KADAR AIR DAN PARTIKULAT DALAM SPESIFIKASI COMPRESSED NATURAL GAS (CNG) UNTUK KENDARAAN BERMOTOR Lisna Rosmayati; Yayun Andriani; Nata Pringgasta
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1201

Abstract

Persyaratan rendahnya kadar air di dalam bahan bakar gas (CNG) yang ada di RSNI CNG secarateknis tidak praktis dan tidak ekonomis. Hasil analisis data menunjukkan kadar air sebesar 7,19 Lb/MMSCF cukup memadai untuk kondisi dan iklim di Indonesia. Suhu terendah yang pernah terdeteksidi Indonesia adalah ± 17o C. Jika titik embun air diantisipasi pada 11,4o C dan asumsi tekanan maksimaloperasi CNG 260 Bar, maka kandungan kadar air pada suhu 11,4 o C adalah 7,19 Lb/MMSCF. Batasanparameter lainnya dalam spesififi kasi yang perlu direvisi adalah kandungan partikulat. CNG harusbebas dari partikel yang lebih besar dari 10 μm tanpa mencantumkan satuan konsentrasi. Penelitianini menjelaskan bahwa hasil konsensus bahwa batas kadar air CNG tetap di 3 Lb/MMSCF sangatlahtidak ekonomis. Batasan partikulat yang diusulkan memiliki catatan bahwa di inlet harus terpasangfifi lter berukuran 25 μm dan metode uji berubah dari EPA menjadi ASTM D 7650. Untuk pemberianodoran dalam gas, yang bertanggung jawab adalah pihak transporter gas.
PENGARUH KENAIKAN TEKANAN UAP REID BENSIN ( RVP) TERHADAP GEJALA VAPOR LOCK DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN DI JALAN RAYA Emi Yuliarita
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1202

Abstract

Dalam sistem bahan bakar vapor lock dapat terjadi dimana saja. Apabila saluran bahan bakar, pompabahan bakar atau karburator menjadi sangat panas, bensin akan mulai menguap. Pembentukan uapbensin akan bertambah banyak, yang akhirnya akan menghambat aliran bahan bakar dari pompa bahanbakar, akan menyebabkan mesin mati (engine stalling) atau sulit dihidupkan (hard starting), kejadianitu disebut vapor lock, yang biasa terjadi pada cuaca panas. Apabila tekanan uap reid bensin (RVP)besar, maka bertambah mudah bensin tersebut menguap. Penelitian ini dilakukan melalui uji jalanmengacu pada metode dari CEC M09T84, 1984. (CEC Hot weather driveability Code of Practice foruse on Road, Track and Vechicles Dynamometer for vechicles with Spark Ignition Engine). Tujuandari penelitian adalah melihat terjadinya gejala vapour lock saat kendaraan menggunakan bensinyang mempunyai RVP 70kPa di jalan raya. Uji jalan menggunakan empat kendaraan uji tidak barudari berbagai merek kendaraan yang mempunyai populasi tinggi di Indonesia dengan trayek uji jalanadalah jalan raya yang banyak kendaraan/ ramai di dalam kota, dan jalan bebas hambatan . Uji jalandilaksanakan pada setiap cuaca panas. Hasil uji jalan dari ke empat jenis kendaraan tidak menunjukanterjadinya gejala vapor lock dilihat dari kemudahan start panas dan selama uji jalan tidak terjadi mesinmati. Pengamatan driveability pada kondisi kecepatan sedang dan kecepatan tinggi relatif normal.
BIODEGRADASI SENYAWA FENOL DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN BACILLUS SUBTILIS Zulkifl iani; Asyrof Zamzami; Yoswita Rustam; Moch Fierdaus
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 49 No 3 (2015)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.49.3.1203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan degradasi fenol antara bakterikonsorsium dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Metode statistik yangdigunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenisbakteri yang digunakan yaitu bakteri P. aeruginosa, bakteri B. subtilis, dan bakteri konsorsium darikedua jenis bakteri tersebut. Faktor kedua adalah konsentrasi senyawa fenol 20, 40, 60, 80, 100(mg/L). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan bakteri dan konsentrasi akhir senyawa fenolsetelah proses biodegradasi. Data dianalisis dengan ANOVA dua arah dengan α=0,05. Hasil analisisANOVA menunjukkan bahwa hanya pengaruh variasi konsentrasi fenol (mg/L) yang memberikanhasil signififi kan terhadap proses biodegradasi fenol. Uji DMRT menunjukkan bahwa variasi konsentrasifenol (mg/L) yang terbaik adalah 20 mg/L dengan persentase biodegradasi sebesar 57,75%. Sedangkanuntuk variasi bakteri, persentase biodegradasi paling tinggi adalah bakteri Pseudomonas aeruginosasebesar 75,67% pada konsentrasi fenol 40 mg/L.
Prediksi Tekanan Pori Pada Lapangan Wiriagar Cekungan Bintuni Warto Utomo; Refsi Dian Paparezzi; Muhammad Thariq Almuqtadir
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 3 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.3.1204

Abstract

Prediksi tekanan pori menunjang aspek keamanan dan keekonomian kegiatan pengeboran, terlebih jika dilakukan pada litologi batukarbonat dengan tekanan pori beragam formasi yang sama. Cekungan Bintuni adalah salah satu cekungan produktif di Kawasan Timur Indonesia dengan prediksi tekanan pori terbatas pada Formasi Steenkool. Lapangan Wiriagar, Cekungan Bintuni aktif memproduksi minyak bumi dari litologi batukarbonat di Formasi Kais, namun minim prediksi tekanan pori. Prediksi tekanan pori dari data sumur dilakukan untuk mendapatkan kondisi tekanan pori pada Formasi Kais, Lapangan Wiriagar, Cekungan Bintuni. Prediksi tekanan pori menggunakan metode Eaton, dengan nilai eksponensial Eaton untuk data log resistivitas adalah 0,3. Hasil prediksi pada sumur R-3, R-4, R-5, dan RD-1 menunjukkan kondisi tekanan pori normal hidrostatis yang divalidasi dengan plot data berat lumpur, event pengeboran, dan pembacaan gas
Sintesis dan Karakterisasi Kopolimer Lateks Karet Alam dengan Stirena dan Anhidrida Maleat sebagai Penurun Titik Tuang Minyak Mentah Roza Adriany; Dwi Supriningsih; Devitra Saka Rani; Abdul Haris; Efa Yenti; Leni Herlina; Rudi Suhartono; Herizal Herizal; Gitta Prawidia
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 3 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.3.1205

Abstract

 Aditif penurun titik tuang minyak mentah umumnya dibuat dari bahan petrokimia yang merupakan sumber tidak terbarukan. Oleh sebab itu, ketersediaan aditif dari sumber terbarukan sangat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan petrokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan aditif penurun titik tuang minyak mentah berbahan dasar Lateks Karet Alam. Pembuatan aditif ini menggunakan reaksi kopolimerisasi isoprena yang terkandung di dalam Lateks Karet Alam dengan monomer anhidrida maleat dan monomer stirena dengan rasio 70:20:10 (b/b), 70:15:15 (b/b), dan 70:10:20 (b/b) hingga terbentuk kopolimer. Kopolimer tersebut kemudian ditambahkan ke dalam dua jenis minyak mentah pada variasi konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm dan 10.000 ppm. Analisis yang dilakukan meliputi uji karakteristik lateks karet alam, uji fisika dan kimia minyak mentah, serta uji titik tuang minyak mentah sebelum dan sesudah penambahan kopolimer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan pour point maksimum terjadi pada penambahan kopolimer 10.000 ppm dengan rasio Lateks Karet Alam, anhidrida maleat, dan stirena adalah 70:20:10. Pada rasio dan konsentrasi ini, kopolimer mampu menurunkan titik tuang minyak mentah dari 45°C menjadi 33°C
Studi Karakteristik Senyawa Hidrokarbon dengan Metode Ekstraksi Geokimia Biomarker pada Cekungan Jawa Barat Utara Asy’ari Alfin Giovany; Yarra Sutadiwiria; Dewi Syavitri; Cahyaningratri Cahyaningratri; Rendy Rendy
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 3 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.3.1206

Abstract

Geokimia migas merupakan ilmu untuk mengkorelasi keterdapatan suatu senyawakimia dalam kegiatan eksplorasi cekungan berdasarkan karakteristik senyawa kimia dansumber material organik. Komponen senyawa kimia seperti karbohidrat, protein danlipid digunakan untuk mengamati perubahan material organik pada proses sedimentasi.Tumbuhan tingkat tinggi (higher plants) memiliki kelimpahan lignin yang merupakankomponen utama pada jaringan pendukungnya. Geologi regional daerah penelitianmemiliki pola sesar naik yang terjadi pada back-arc basin. Konfigurasi Cekungan JawaBarat utara dipengaruhi oleh block faulting dengan orientasi arah utara - selatan yangmempengaruhi pembentukan cekungan dan pola sedimentasi. Analisis kualitatif digunakanuntuk menginterpretasikan karakteristik senyawa hidrokarbon batuan induk. Sampelcutting diekstraksi dan dianalisis dengan metode kromatografi. Keempat sampel yangberumur Oligosen Akhir – Miosen Tengah dengan interval kedalaman 950m - 950m,2000 - 2005m, 2150m - 2152m, dan 2200m - 2202m didominasi oleh sterana karbonganjil sehingga diinterpretasikan terendapkan di lingkungan darat dengan suplai materialterrigenous dalam kondisi oksik. Sampel pertama dinyatakan jenuh, sampel ketiga dankeempat dinyatakan tidak jenuh berdasarkan persentase senyawa triterpana. Konfigurasiikatan stereoisomer keempat sampel memiliki energi aktif yang berbeda sehubungandengan keterdapatan senyawa hopana dan triterpana yang dapat menentukan sifatgeometris hidrokarbon
Delineasi Potensi Migas Berdasarkan Data Geofisika Daerah Kalimantan Selatan Eddy Supriyana; Tatang Padmawidjaja; Erwin Hariyanto Nugroho; Indra Nudiana; Nendi Suhendi Sy
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 56 No 3 (2022)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.56.3.1207

Abstract

Pulau Kalimantan bagian tenggara secara geologi mempunyai wilayah yang berpotensi dalam pengembangan sumberdaya geologi, Wilayah Kalimantan tenggara bagian barat, tertutup oleh cekungan sedimen Tersier yang diindikasikan mempunyai potensi migas dan batubara, sementara di bagian Timurnya mempunyai potensi bijih mineralisasi. Potensi mineralisasi seperti penambangan emas oleh masyarakat di daerah paramasan bagian timur Pegunungan Meratus terkorelasi dengan adanya nilai anomali tinggi baik magnit yang lebih besar dari 100 nT maupun gayaberat yang lebih besar dari 30 mGal. Namun di bagian barat dari Pegunungan Meratus dengan nilai anomali rendah baik magnet maupun gayaberat yang terkorelasi dengan adanya potensi sumber daya migas. Konsep pemisahan anomali tinggi dan rendah untuk menunjukkan wilayah mana yang mempunyai potensi sumber daya migas dikontrol atau didukung oleh data seismik. Data anomali rendah di bagian barat Pegunungan Meratus dari penampang seismik menunjukkan adanya pola cekungan yang terkorelasi dengan anomali rendah data gayaberat. Pola cekungan struktur geologi permukaan di bagian barat Pegunungan Meratus, tertutup oleh endapan batuan Tersier, namun pola struktur tersebut dapat terinditifikasi dari data gayaberat dari pola anomali horizontal maupun model geologi bawah permukaan. Berdasarkan analisis dari ketiga data geofisika diatas dapat memberikan informasi bahwa potensi migas akan berkembang di bagian Barat Kalimantan, sedangkan potensi mineral akan berkembang di sekitar Pegunungan Meratus

Filter by Year

1980 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue