LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Articles
584 Documents
Kajian Singkat atas Syarat Kenonkonduktifan Matriks Batuan dalam Model Saturasi Air Archie
Heru Atmoko;
Bambang Widarsono;
Rosidelly Rosidelly
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1238
Seperti diketahui secara umum model estimasi saturasi air Archie dibangun dengan anggapan dasar hahwa model tersehut hanva valid pada batupasir yang bebas dari mineral konduktif apa pun. Ketidakpastian dalam pemilihan model saturasi air yang tepat menjadikan bahwa anggapan tersebut harus dikaji kembali dengan pengujian langsung di laboratorium. Tulisan ini menyajikan hasil dari pengukuran sifat kelistrikan dari dua buah percontoh batupasir sintetik berkandungan lempung kaolinit 10%, dan 25% dari volume matriks. Penerapan model Archie dan Waxman & Smits memperlihatkan adanva korelasi yang baik antara saturasi air terestimasi dan data saturasi air yang teramati langsung. Bukti ini memperlihatkan hahwa syarat kenonkonduktifan matriks bagi model Archie tidak perlu diterapkan secara ketat. Dengan demikian telah dibuktikan hahwa model Archie dapat diterapkan untuk batupasir berkandungan mineral konduktif/semi-konduktif sampai pada tingkat yang dapat diterima.
Pengoptimalan Aktivitas Katalis Perengkah dengan Deaktivasi Uap
A S Nasution;
E Jasjfi;
Evita H Legowo;
Hono Witono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 1 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.1.1239
Proses perengkahan katalitik umpan fraksi berat dan residu melibatkan serentetan reaksi konsekatif, sehingga konversi umpan dengan selektivitas optimal untuk menghasilkan bensin sebagai produk utama dipengaruhi oleh keoptimalan aktivitas katalis perengkah (katalis ekuilibrium). Deaktivasi uap terhadap katalis perengkah baru dapat mengendalikan aktivitas katalis perengkah sampai tingkat optimalnya sehingga produk utama bensin dapat dihasilkan secara optimal dengan suatu konversi umpan rendah.Untuk meneliti aktivitas optimal dari katalis perengkah, telah dilakukan suatu penelitian deaktivasi uap katalis perengkah alumina-silika () pada suhu 500-700°C dan waktu deaktivasi 4-10 jam. Penelitian aktivitas katalis dilakukan dengan memakai alat Micro Activity Test (MAT) dengan umpan standar.Berdasarkan hasil pengamatan aktivitas optimal katalis menghasilkan konversi umpan 36,5% berat dengan produk utama bensin 32,5% berat. Katalis perengkah baru memberikan konversi umpan 45.0% berat, tetapi dengan persentase produk bensin hanya 20,6% berat. Katalis beraktivasi optimal ini memberikan kenaikan selektivitas sebesar 43,27% berat daripada yang dapat dihasilkan oleh katalis baru.Pengaruh deaktivasi uap katalis perengkah dari proses konversi umpan dan produk bensin dari proses perengkahan katalitik dan mekanisme reaksi perengkahan katalitik disajikan dalam makalah ini.
Pengaruh Angka Setana Minyak Solar terhadap Kinerja Mesin
Pallawagau La Puppung
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1240
Pada motor diesel, temperatur uadar tekan di dalam silinder yang tinggi menvebabkan bahan bakar menvala. Dengan piston udara diisap masuk ke dalam silinder mesin pada langkah isap, kemudian dimampatkan hingga mencapai tekanan yang tinggi pada temperatur yang di atas titik nvala bahan bakar pada langkah kompresi. Pada akhir langkah kompresi, beberapa derajat sebelum titik mati atas bahan bakar diinjeksikan ke dalam udara tekan tersebut. Selama injeksi, minvak solar harus diatomisasikan dengan baik dan tercampur dengan udara yang panas sehingga teriadi penvalaan merata secepatnva di dalam ruang bakar. Tetapi berbeda dengan apa yang terjadi, setelah partikel bahan bakar kontak dengan udara, bahan bakar tidak segera menvala. Ada penundaan penvalaan, jika penundaan penyalaan ini terlalu lama, terlalu banvak bahan bakar dapat terakumulasi yang menvebabkan tingkat kenaikan tekanan terjadi secara tiba-tiha, terjadi detonasi dekat pada awal pembakaran. Agar supava tendensi ketukan berkurang. perlu menurunkan penundaan penvalaan dan sekaligus mengurangi jumlah bahan bakar yang ada ketika pembakaran aktual tetesan pertama dimulai. Periode penundaan penvalaan ini sangat tergantung kepada kualitas penvalaan bahan bakar: yaitu angka setana. Bahan bakar yang mempunvai angka setana yang tinggi memiliki penundaan penyalaan yang lehih pendek, dengan demikian mempunvai tendensi teriadinva ketukan yang rendah.Hasil-hasil penguiian kinerja mesin dengan menggunakan empat percontoh bahan bakar yang mempunvai angka setana rang herbeda-beda menunjukkan pada saat digunakan minyak solar yang mempunvai angka setana lebih rendah bunvi mesin lebih kasar, torsi dan dava lebih rendah sedangkan konsumsi bahan bakar lebih tinggi.
Geologi Ordovisium Tengah Daerah Yr. Arddu Selatan, Snowdia, Wales Utara, Inggris
Barlian Yulihanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 3 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.3.1241
Geologi Paleozoikum di kawasan selatan Inggris, terutama di daerah Snowdonia, Wales Utara, UK dicirikan oleh adanya kelurusan tektonik berarah lebih kurang timurlaut-baratdaya (TL-BD). Tiga sistem sesar utama di kawasan Wales selatan adalah Sesar Manai Strait, Sesar Welsh Borderland, dan Sesar Malverns. Interpretasi geologi struktur memperlihatkan bahwa perkembangan struktur di daerah Yr. Arddu Selatan dikendalikan oleh pergerakan sesar geser menganan berarah TL-BD dari Jalur Sesar Selat Manai.Stratigrafi umum daerah penelitian termasuk dalam runtunan stratigrafi Ordovisium Tengah (Soudleyan dan Longvilian Series). Soudleyan Series terutama disusun oleh Glanrafon Beds dan Lower- Middle Lapilli Tuffs dan Llyn Breccias. Sedangkan Longvilian Series terdiri atas Rhyolitic dan Middle Basic Series yang dikenal pula sebagai bagian dari Snowdon Volcanic Series.Sejarah pengendapan pada Ordovisium Tengah berkaitan erat dengan terbentuknya sistem busur kepulauan berumur Ordovisium Bawah-Tengah (Arenig-Caradog). Diawali dengan terbentuknya sistem terban berarah utara-selatan (U-S) (Terban Snowdonia). Terjadinya sistem terban ini merupakan fase awal berkembangnya cekungan busur belakang Welsh. Diinterpretasikan lebih lanjut bahwa sejarah pengendapan sedimen di daerah telitian diakhiri dengan terjadinya tektonik tekanan berhubungan langsung dengan terjadinya Orogenesa Ashgill pada akhir Ordovisium yang mengakibatkan adanya aktivitas volkanisme maupun magmatisme, dan selanjutnya diikuti dengan terdeformasikannya seluruh batuan berumur Ordovicium Bawah-Tengah yang di daerah telitian.
Biodesulfurisasi Limbah Soda Api
Noegroho Hadi Hs;
Sri Kadarwati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1242
Beberapa jenis bakteri dapat mendegradasi kandungan belerang yang terdapat dalam limbah soda api pada kondisi aerob dan suhu ambien. Bakteri tersebut adalah Pseudomonas sp., Thiobacillus thioparus, Thiobacillus neapolitanus, Thiobacillus sp.Penelitian dilakukan untuk mencari media yang cocok dan murah. dan mempelajari proses desulfurisasi agar diperoleh kondisi operasi yang optimal.Hasil sementara menunjukkan bahwa pada perbandingan antara media dan sampel limbah soda 1:5 hasil yang didapat cukup menjanjikan. Perbandingan ini masih belum optimal dan masih perlu pengujian lanjutan.
Standardisasi dan Sertifikasi Produk di Bidang Migas dalam Era Globalisasi dan Peranan Lembaga Litbang Migas
Rasdinal Ibrahim;
Adiwar Adiwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 3 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.3.1243
Memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas, tantangan yang dihadapi industri migas nasional makin besar dengan meningkatnya kebutuhan energi dan BBM dalam negeri, terbatasnya kemampuan kilang, tuntutan mutu produk yang ramah lingkungan, dan makin banyaknya produk yang harus diimpor baik berupa bahan baku maupun produk hasil olahannya.Di bidang hilir disahkannya Undang-undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, akan berdampak berkurangnya peran PERTAMINA dalam penyediaan BBM dan pelumas dalam negeri, dan meningkatnya peran swasta nasional maupun asing dalam pemasaran produk migas di Indonesia. Di samping itu aspek mutu, standardisasi dan sertifikasi produk memegang peranan penting dalam upaya memenangkan persaingan global tersebut.Peranan pemerintah dalam menerapkan standardisasi dan sertifikasi mutu produk migas nasional, harus ditunjang secara teknis oleh laboratorium litbang migas yang terakreditasi, sehingga mampu memberikan jaminan mutu dan meningkatkan kepercayaan masyarakat konsumen terhadap mutu produk migas nasional.
Penelitian Drain Interval Minyak Lumas Monograde Melalui Uji Jalan pada Kendaraan Mesin Bensin
Rona Malam Karina
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 3 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.3.1244
Minyak lumas yang dijual di pasaran diproduksi sesuai dengan persyaratan mutu yang telah ditentukan untuk masing-masing jenis kendaraan. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan minyak lumas yang tepat dan baik sangat perlu, sehingga umur efektif atau usia pemakaian dari suatu mesin sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya.Pada program ini dilakukan penelitian terhadap unjuk kerja minyak lumas monograde pada kendaraan mesin bensin melalui uji jalan. Pengamatan terhadap minyak lumas tersebut mencakup perubahan sifat fisika/kimia, masa penggantian, serta konsumsi minyak lumas
Pengaruh Buangan Air Formasi terhadap Zooplankton Marin, Artemia Salina, Leach
M S Wibisono
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1245
Mengingat langkanya informasi tentang dampak buangan air formasi terhadap zooplankton marin khususnya di wilayah tropis, maka dirasa perlu untuk melakukan studi ini. Dalam penelitian ini menggunakan jenis Artemia salina, Leach sebagai hewan uji, dengan tujuan selain untuk menentukan tingkat toksisitas air formasi yang berasal dari lapangan operasi Mundu juga untuk menentukan jenis- jenis kandungan kimia dan kelas air formasi yang digunakan. Metode uji hayati telah dipakai dengan sistem air tergenang menggunakan air media uji dari Gelanggang Samudra Jaya Ancol (GSA) yang telah disaring dan diukur kualitasnya. Wadah uji terbuat dari bahan gelas disusun dalam 3 baris (ulangan) secara acak berisi campuran air media uji dan air formasi Mundu sebanyak 10 liter kecuali pada perlakuan Kontrol. Tiap ulangan dibuat gradasi konsentrasi dan tiap wadah uji diisi dengan 10 ekor hewan uji. Selama waktu uji tidak diberi aerasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 96 jam perlakuan didapat konsentrasi tanpa dampak (NOEC/ No Observed Effects Concentration) yang berkisar antara 100- 750 ml/liter.Dengan metode Palmer (1911) maka didapat kelas untuk air formasi Mundu termasuk kelas V atau S, S, S, di mana beberapa tahun sebelumnya termasuk kelas III atau S, S, A, Perubahan kelas tersebut diduga karena pengaruh penurunan permukaan fluida dalam reservoir selama waktu dieksploitasi.
Afta 2003: Peluang dan Tantangan Self-assessment Kelompok Stratigrafi, Eksplorasi Analisis Data Jasa Teknologi 1997-2001
Eko Budi Lelono;
Nur Hasjim;
Arifin Arifin
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 3 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.3.1246
Tahun 2003 akan diberlakukan perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara yang dikenal dengan AFTA (The Aean Free Trade Agrement). Akan tetapi gaung peristiwa ini di LEMIGAS nyaris tak terdengar, khususnya di Kelompok Stratigrafi, Kelompok Riset Eksplorasi. Tulisan ini membahas kesiapan Kelompok Stratigrafi dalam menghadapi era perdagangan bebas tersebut, termasuk tantangan yang mungkin dihadapi dan peluang yang mungkin diperoleh dalam era tersebut. Kajian data kontrak Jasa Teknologi selama lima tahun terakhir (1997-2001) memperlihatkan kecenderungan nilai kontrak yang meningkat sampai tahun 1999, tetapi sejak tahun 2000 menunjukkan penurunan. Nilai kontrak tertinggi dicapai tahun 1999 pada saat krisis ekonomi mencapai puncaknya. Data tahun 1997-2001 juga memperlihatkan hanya dua pelanggan (clients) yang dikategorikan sebagai pelanggan setia yang memberi konstribusi terbesar pada Kelompok Stratigrafi, yaitu UNOCAL Indonesia Company (pelanggan asing) dan PERTAMINA (pelanggan domestik). Terbatasnya jumlah pelanggan setia berakibat pada penurunan nilai kontrak akibat kejenuhan dan pada saat yang sama tidak ada kontrak yang signifikan dengan pelanggan lain. Jelas hal ini memerlukan perhatian khusus pihak manajemen Eksplorasi jika ingin tetap mempertahankan pendapatan dari Kelompok ini atau bahkan meningkatkannya. Salah satu kiat yang perlu dilakukan adalah diversifikasi pelanggan dengan cara lebih mengintensifkan usaha dalam memasarkan Kelompok ini ke industri hulu migas. Satu hal yang dapat dianggap sebagai unsur yang menguntungkan dalam menghadapi persaingan global adalah kualitas sumber daya Kelompok Stratigrafi yang sangat memadai.
Dolomot, Mineral Bermasalah
Maximon Shah Arifin
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 36 No 2 (2002)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29017/LPMGB.36.2.1247
Dolomit dikenal sebagai salah satu jenis mineral karbonat yang mempunyai struktur rhombohedral. Mineral ini relatif mudah diidentifikasi dan biasanya ditemukan bersama batu gamping dan batuan sedimen lainnya di alam.Batuan karbonat yang komposisi dolomitnya dominan juga disebut dolomit. Endapan-endapan mineral timah, bouksit dan perak sering ditemukan berasosiasi dengan dolomit. Dalam 50 tahun terakhir ini dolomit semakin bertambah penting peranannya karena dia juga merupakan batuan induk dan reservoar untuk hidrokarbon.Tidak kurang dari 4 (empat) model. Regional telah diajukan untuk menerangkan asal usul dolomit, antara lain hypersaline, mixed water, deep burial brines dan normal seawater, namun masing-masing model masih mempunyai keterbatasan dalam menjawab asal-usul dolomit secara regional. Salah satu sebab mengapa hal ini terjadi, karena dolomit tidak seperti batugamping, tidak terbentuk sebagai sedimen. Dolomit merupakan produk ubahan dari kalsit dan aragonit. Hal lain dari teka-teki dolomit adalah bahwa sampai saat ini dolomit belum bisa ditiru di laboratorium di suhu rendah. Tulisan ini mencoba mendiskusikan model-model tersebut dan beberapa pertimbangan dalam penentuan pilihan model dolomitisasi.