cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
PENGARUH JENIS ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT KULIT BATANG KERSEN – SERAT KARBON DENGAN MATRIK POLIESTER GHONI, ABDUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material yang ada dari waktu ke waktu membutuhkan pembaharuan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas.Banyak peneliti memfokuskan diri untuk mengembangkan jenis material yang ringan namun juga kuat seperti jenis material komposit. Perlu dilakukan pembaharuhan material pada aplikasi lambung kapal, salah satunya dapat menggunakan gabungan serat karbon dengan serat kulit batang kersen. Penggunaan jenis orientasi serat dalam komposit juga mempengaruhi kekuatan komposit, dimana terdapat beberapa jenis orientasi yang dapat digunakan dalam material komposit, yaitu orientasi continous, discontinous, dan hybrid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis orientasi serat terhadap kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat seratkulit batang kersen-serat karbon dengan matrik poliester. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kulit batang kersen : serat karbon : polyester yang digunakan sebesar 6% : 8% : 86%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara jenis orientasi komposit yang digunakan. Jenis orientasi menentukan kemampuan untuk saling mengikat antara serat dan matrik yang dipengaruhi oleh panjang dan arah serat, dapat dilihat pada jenis orientasi hybrid memiliki nilai kekuatan tarik 69,2 Mpa. Pengamatan makro pada spsimen tarik menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik untuk mengikat serat akibat gaya yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah.
KARAKTERISTIK BILAH BANYAK TIPE TORQUE FLOW IMPELLER PRATAMA, OKTAVIAN; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fluida merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut segala jenis zat yang dapat mengalir. Pompa sentrifugal digunakan sebagai peralatan untuk memindahkan fluida cair pada berbagai macam aplikasi industri dan rumah tangga. Parameter yang paling menentukan dari kinerja pompa sentrifugal adalah kapasitas debit keluaran air, kemudian sudut keluar dari sudu impeller, banyaknya sudu impeller, dan laju kecepatan aliran fluida. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen pembuatan instalasi pompa sentrifugal dengan menggunakan jenis bilah torque flow impeller dengan menambahkan variasi putaran, variasi suhu dan variasi jumlah bilah terhadap kinerja pompa sentrifugal yang di gunakan di penelitian ini adalah sudu 7, 8 dan 9 dan putaran motor 1500rpm, 2000rpm, 2500rpm dan suhu 30oC, 45oC dan 60oC. Pada pengujian Efisiensi, nilai head mengalami perubahan pada penambahan jumlah bilah, peningkatan suhu, dan penambahan kecepatan putaran. Sedangkan nilai kebisingan mengalami peningkatan pada peningkatan kecepatan putaran. Nilai NPSHa tertinggi didapatkan pada titik bukaan valve suction 90o (terbuka penuh) bilah torque bilah 7 kecepatan putaran 1500rpm dengan suhu fluida 30°C dengan nilai 9,46 m. Nilai NPSHa terendah didapatkan pada pengujian bilah torque flow 8 kecepatan putaran 2500rpm, suhu fluida 60°C dengan nilai 1,74. Nilai efisiensi tertinggi pada bilah 8 kecepatan 2500rpm yaitu 51,85% dengan kapasitas 51m suhu fluida 30oC. Nilai efisiensi terenda pada bilah 7 kecepatan 1500rpm yaitu 20% dengan kapasitas 28m suhu fluida 30oC. Nilai kebisingan tertinggi pada bilah 9 yaitu 85 db pada kecepatan 2500 Rpm dan nilai terenda pada bilah 7 yaitu 66,5 db pada kecepatan 1500 rpm. Kata Kunci: Pompa sentrifugal, desain jumlah sudu torque flow impeller, kinerja pompa senrifugal, NPSH. Abstract Fluid is a term used to refer to all types of substances that can flow. Centrifugal pumps are used as equipment to move liquid fluids to a variety of industrial and household applications. The most decisive parameter of the performance of a centrifugal pump is the output discharge capacity of the water, then the exit angle of the impeller blade, the number of impeller blades, and the velocity of fluid flow. This type of research is an experimental study of making a centrifugal pump installation using a type of torque flow impeller by adding rotation variations, temperature variations and variations in the number of blades to the performance of centrifugal pumps used in this study are blades 7, 8 and 9 and motor cycle 1500 rpm , 2000rpm, 2500 rpm and temperatures of 30 oC, 45 oC and 60 oC. In Efficiency testing, the head value changes in the addition of the number of blades, increase in temperature, and increase the speed of rotation. While the noise value has increased in increasing the rotation speed. The highest NPSHa value was obtained at the point of the suction valve opening 90o (full open) torque blades 7 rotation speed 1500 Rpm with fluid temperature 30 °C with a value of 9.46 m. The lowest NPSHa value was obtained from testing the torque flow blade 8 rotation speed 2500 Rpm, fluid temperature 60 °C with a value of 1.74. The highest efficiency value on the 8 speed blade is 2500 Rpm which is 51.85% with a capacity of 51m fluid temperature of 30 oC. The highest efficiency value on the 7 blade is 1500 Rpm speed which is 20% with 28m capacity 30 oC fluid temperature. The highest noise value in bar 9 is 85 db at a speed of 2500 Rpm and the finest value is in blade 7 which is 66.5 db at a speed of 1500 Rpm. Keywords: Centrifugal pump, design of the number of torque flow impellers, senrifugal pump performance, NPSH.
PENGARUH TEMPERATUR AIR, KECEPATAN PUTAR POMPA, DAN JUMLAH BILAH IMPELLER TERHADAP KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL TORQUE FLOW IMPELLER TYPE CLOSED BAHA UDIN LUTFI, HIBATULLAH; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEMPERATUR AIR, KECEPATAN PUTAR POMPA, DAN JUMLAH BILAH IMPELLER TERHADAP KARAKTERISTIK POMPA SENTRIFUGAL TORQUE FLOW IMPELLER TYPE CLOSED Performa dari pompa sentrifugal dapat dilihat dari nilai efisiensi, head, net positive section head (npsh), dan kebisingan pompa itu sendiri. Impeller adalah salah satu komponen pompa yang sangat penting karena dapat mempengaruhi performa pompa sentrifugal, terdapat beberapa jenis impeller yaitu, impeller terbuka, impeller semi-terbuka, dan impeller tertutup. Penambahan jumlah bilah impeller adalah salah satu cara untuk meningkatkan performa pompa sentrifugal, selain itu juga kecepatan putar motor dan temperatur air dapat mempengaruhi performa pompa sentrifugal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur air, variasi kecepatan putar motor dan variasi jumlah bilah impeller terhadap nilai efisiensi, head, NPSH, dan kebisingan pompa. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi temperatur air, variasi kecepatan putar, dan variasi jumlah bilah impeller. Variasi temperatur air yang digunakan adalah 30° C, 45° C, dan 60° C, dan untuk variasi kecepatan putar motor yaitu 1500 rpm, 2000 rpm, dan 2500 rpm. Sedangkan untuk variasi jumlah bilah yang digunakan pada penelitian ini adalah 7 bilah, 8 bilah, dan 9 bilah. Jenis impeller yang digunakan dalam penelitian ini adalah impeller jenis tertutup, ini disebabkan karakter fluida (air) yang digunakan dalam penelitian ini adalah air jernih. Dari penelitian ini dihasilkan head tertinggi yaitu 11,96 m dan kapasitas tertinggi yaitu 52 lpm pada temperatur air 30° C kecepatan 2500 rpm dan impeller bilah 8. Sedangkan untuk efisiensi tertinggi yaitu 61,76 % didapatkan pada temperatur air 30° C kecepatan 2000 rpm impeller bilah 8 dan untuk NPSHa tertinggi didapatkan pada temperatur air 30° C kecepatan 1500 rpm dan impeller bilah 7. Dan kebisingan terendah yaitu 65,7 dB didapatkan pada kecepatan 1500 rpm impeller bilah 7. Kata Kunci : pompa sentrifugal, impeller, NPSH, efisiensi. ABSTRACT THE EFFECT OF WATER TEMPERATURE, SPEED OF PUMP PLAY, AND AMOUNT OF IMPELLER ON THE CHARACTERISTICS OF TORQUE FLOW IMPELLER TYPES CLOSED CENTRIFUGAL PUMP The performance of the centrifugal pump can be seen from the value of efficiency, head, net positive section head (npsh), and the noise of the pump itself. Impeller is a pump component that is very important because it can affect the performance of centrifugal pumps, there are several types of impellers, namely, open impellers, semi-open impellers, and closed impellers. The addition of the number of impeller blades is one way to improve the performance of a centrifugal pump, besides that the motor rotational speed and water temperature can affect the performance of the centrifugal pump. The purpose of this study was to analyze the effect of variations in water temperature, variations in motor rotational speed and variations in the number of impeller blades to the value of efficiency, head, NPSH, and pump noise. The independent variables used in this study are variations in water temperature, variations in rotational speed, and variations in the number of impeller blades. The temperature variations of water used are 30 °C, 45 °C, and 60 °C, and for variations in motor rotational speed which are 1500 rpm, 2000 rpm and 2500 rpm. While for the variation of the number of blades used in this study were 7 blades, 8 blades, and 9 blades. The type of impeller used in this study is a closed type impeller, this is due to the fluid character (water) used in this study is clear water. From this study the highest head was produced at 11.96 m and the highest capacity was 52 lpm at a water temperature of 30 °C at 2500 rpm and impeller for blade 8. Whereas the highest efficiency is 61.76% obtained at a water temperature of 30 °C the speed of 2000 rpm impeller blades 8 and the highest NPSHa is obtained at a water temperature of 30 °C speed 1500 rpm and impeller blade 7. And the lowest noise is 65.7 dB obtained at a speed of 1500 rpm impeller blades 7. Keywords: centrifugal pump, impeller, NPSH, efficiency.
STUDI FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT KARBON FAHRUL UMAM, AHMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu penetahuan dan teknologi dalam dunia teknik khususnya pada penggunaan bahan komposit mengalami peningkatan dikarenakan kebutuhan akan bahan yang memiliki kekuatan serta harga yang ekonomis, selain itu bahan jenis komposit memiliki sifat mudah dibentuk sesuai kebutuhan baik dalam segi kekuatan maupun keunggulan sifat yang lain. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kekuatan tarik dan mekanisme kegagalan komposit berpenguat serat karbon dengan matrik polyester. Penelitian ini akan diaplikasikan pada pembuatan body mobil sport sebagai pengganti logam yang mempunyai sifat lebih keras dan ringan. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638. Hasil pengujian tarik kekuatan komposit terbesar pada fraksi volume serat (Vf)= 55% yaitu sebesar 604.81Mpa, sedangkan kekuatan tarik terendah pada fraksi volume serat (Vf)= 25% yaitu 415.5Mpa. idenftifikasi patahan penampang menunjukkan bahwa mekanisme kegagalan yang terjadi adalah lepasnya serat dengan matrik (fiber pull out) dan lapisan antar serat matrik pecah (delamination)
ANALISIS KINERJA NYALA API BIOETHANOL DARI UMBI GANYONG (CANNA EDULIS KERR) PRAWOKO DODI PRASETYO, YULIYAN; , MUHAJI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar minyak yang semakin tinggi mengakibatkan semakin menipisnya sumber bahan bakar minyak di bumi. Bioethanol dapat digunakan sebagai sumber energi aternatif baru untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak. Bioethanol dapat terbuat dari bahan yang mengandung karbohidrat atau glukosa, yang keduanya ada pada umbi ganyong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui karakteristik bioethanol jika dilakukan dengan menggunakan metode pembakaran difusi dengan lampu bersumbu (ublik). Karakteristik nyala api yang ingin didapatkan adalah mengetahui lama pembakaran, tinggi nyala api, dan temperatur nyala api dari campuran bahan bakar premium dan bioethanol dengan presentase campuran yang berbeda (E0, E10, E20, E30, E40, E50, dan E100). Bahan bakar yang dibakar sebanyak 1 ml setiap campuran dan sumbu yang terbakar 10 mm. Penyajian gambar api menggunakan instrumen camera, lama pembakaran menggunakan instrumen stopwacth, tinggi nyala api menggunakan milimeter blok, temperatur nyala api menggunakan termokopel dan datalogger di tiga titik (bawah, tengah, dan atas), sedangkan pematik apinya menggunakan korek api. Hasil dari eksperimen menunjukkan bahwa lama pembakaran nyala api dengan nilai tertinggi E50= 466 s. Kemudian, tinggi nyala api dengan nilai tertinggi E40= 62 mm, sedangkan temperatur nyala api dengan nilai tertinggi E0 yaitu temperatur bawah= 392,9 °C, temperatur tengah= 385,6 °C, dan temperatur atas= 373,3 °C. Kata Kunci: bioethanol, umbi ganyong, nyala api, premium
ANALISIS KERUSAKAN UJI BENDING PADA PROSES PELAPISAN NIKEL DENGAN VARIASI DENSITAS ARUS DAN LAMA PENCELUPAN BAJA ST 41 DIDIN NURDIANSYAH, AHMAD; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis kerusakan uji bending pada proses pelapisan nikel dengan variasi densitas arus dan lama pencelupan material baja ST41. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh densitas arus, waktu pelapisan terhadap kerusakan uji bending material baja ST 41 setelah dilakukan proses pelapisan nikel. Pengujiannya menggunakan standar pengujian bending JIS 2248. Proses pelapisan nikel menggunakan variasi densitas arus 0,3 mA/cm2, 0,6 mA/cm2, 0,9 mA/cm2 dan variasi lama pencelupan proses pelapisan 15 menit, 30 menit, 45 menit. Pada material yang dilapisi menggunakan densitas arus 0,3 mA/cm2 dan waktu 45 menit memperoleh hasil rata-rata kekuatan bending maksimal tertinggi yaitu 4937,5033 N , sedangkan pada raw material rata-rata kekuatan bending maksimalnya sebesar 3976,56 N. Hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa proses pelapisan nikel berpengaruh terhadap kekuatan bending material, ini didukung dengan hasil pengujian statistik menggunakan univariate two way anova yang menunjukkan adanya pengaruh variasi densitas arus pada proses pelapisan nikel terhadap kekuatan bending yang dihasilkan dengan besarnya pengaruh sebesar 54,9% , sedangkan lama pecelupan proses pelapisan tidak berpengaruh secara signifikan karena semakin tebal lapisan nikel yang menempel pada material, maka semakin mudah rusak pula lapisan tersebut ketika dikenai beban bending. Hasil pengujian metallography (stuktur mikro) pada rata-rata kekuatan bending maksimal tertinggi menunjukkan kandungan perlit yang sedikit dan ferrit yang banyak sehingga memiliki kandungan karbon rendah dan memiliki sifat kekerasan yang rendahdan keuletan yang tinggi. Kata kunci : baja st41, elektroplating nikel, pengujian bending, variasi densitas arus, lama pencelupan, dan pengujian metallograpy.
PENGARUH VARIASI TEGANGAN DAN KUAT ARUS TERHADAP KERAPATAN LAPISAN NIKEL PADA PROSES PELAPISAN BAJA PUNTIR ST41 URFIE, FERDANSYAH; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan logam merupakan proses pelapisan yang menggunakan prinsip pengendapan logam dengan cara elektrokimia. Pemilihan jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja ST41 yang merupakan baja karbon rendah. Aplikasi baja ST41 ini digunakan untuk peralatan otomotif. Bahan yang digunakan untuk melapisi baja ST41 pada penelitian ini menggunakan nikel yang merupakan logam keras, ulet, bisa ditempa, dan berwarna putih keperakan. Nikel merupakan konduktor panas dan listrik yang cukup baik. Pelapisan logam dilakukan menggunakan dua variasi, yaitu variasi tegangan diantaranya 1 volt, 2 volt, dan 3 volt. Variasi yang kedua adalah variasi kuat arus diantaranya 30 ampere, 40 ampere dan 50 ampere. Pelapisan logam yang dilakukan melalui variasi-variasi tersebut akan menghasilkan tingkat kerapatan yang berbeda pada setiap material, sehingga peneliti melakukan analisa kerapatan pada setiap material setelah mendapatkan perlakuan pelapisan logam. Pada penelitian ini, baja ST41 melalui proses uji Scanning Electron Microscope (SEM) yang dilakukan setelah proses pelapisan nikel serta menganalisa efek perbedaan kuat arus dan tegangan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pada variasi terendah 30 Ampere mendapatkan nilai kerapatan terendah yaitu rata ? rata 92,20 %. Pada variasi 40Ampere mendapatkan nilai kerapatan rata ? rata 96,20 %. Yang terakhir pada variasi 50Ampere mendapatkan nilai rata ? rata 97,75 %. Pengaruh perubahan variasi ampere dan volatse sangat berbeda dengan nilai tertinggi dibanding dengan nilai terendahnya. Dengan ini, nilai kerapatan antar lapisan yang menempel pada baja ST41 dengan nilai tertinggi diperoleh pada variasi 50Ampere dengan kerapatan mencapai 98%. Kata kunci : Variasi tegangan,Variasi kuat arus ,Kerapatan lapisan nikel
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU BERPENAMPANG L TERHADAP DAYA DAN EFISSIENSI TURBIN CROSSFLOW POROS HORIZONTAL SUTRIMO, DIAN; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi setiap tahunnya akan semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi informasi, ditambah lagi pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang sangat berpengaruh terhadap sikap manusia dan pola konsumsi terhadap energi. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mengantisipasi krisis energi dapat memanfaatkan sumber daya alam yang dapat digunakan secara terus menerus seperti air. Turbin air alat yang dapat mengkonversi energi yang dimiliki air dan mengubahnya menjadi energi gerak sehingga menghasilkan listrik, namun daya yang dihasilkan turbin air crossflow cenderung rendah sehingga perlu adanya pengembangan pada turbin air crossflow dengan menggunakan variasi sudu L. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian ini peneliti membuat 3 buah turbin crossflow dengan jumlah sudu 6, 8, dan 10 dan variasi kapasitas air sebesar 17,084 L/s, 13,408 L/s, 11,775 L/s, 9,560 L/s, dan 7,598 L/s. Variasi pembebanan sebesar 500 gram, 1000 gram, 1500 gram dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah sudu 6 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal daripada turbin dengan jumlah sudu 8 dan 10. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 6 yang terjadi pada kapasitas aliran 13,408 L/s dengan pembebanan 6000 gram, memiliki daya sebesar 3,683 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 6 pada kapasitas 11,775 L/s dengan pembebanan 5500 gram dengan nilai efisiensi sebesar 57,98%. Hal ini dikarenakan pada jumlah sudu 6 turbin mampu memanfaatkan aliran air dengan baik dan jarak antar sudu lebih jauh maka luasan aliran air yang masuk untuk mendorong sudu semakin besar sehingga mampu menghasilkan rpm tinggi serta torsi yang lebih besar, selain itu massa turbin juga memiliki pengaruh karena semakin banyak jumlah sudu maka semakin memperberat massa turbin itu sendiri sehingga kerja dari turbin menjadi lebih berat dan membutuhkan daya yang besar untuk mulai menggerakkan turbin. Kata kunci : Crossflow, Daya, Efisiensi, Sudu L, Turbin
PENGARUH PENAMBAHAN GARAM (NACL) TERHADAP SIFAT MEKANIK AL6061 DENGAN PERLAKUAN PANAS T6 DOUBLE QUENCHING OLI SAE 20W EKA PRAMUDITA, ARGI; ENDAH PALUPI, AISYAH
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, khususnya di bidang industri pengecoran logam, mengharuskan manusia untuk melakukan rekayasa guna memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks dan berdasarkan permintaan pasar. Pengecoran logam yang sering dijumpai yaitu komponen mesin industri, komponen transportasi, dan rumah tangga. Komponen transportasi laut rata-rata terbuat dari aluminium dan aluminium cor seperti lambung kapal, sirip kemudi, dek, poros kemudi, baling-baling (propeller), dan lain-lain. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kualitas ketangguhan propeller yang baik, salah satunya dengan memperbaiki unsur penyusunnya seperti Si, Mg, dan Mn. Bahkan ada suatu industri yang menerapkan sebuah metode dengan menambahkan unsur garam (NaCl) pada saat proses pengecoran untuk meningkatkan kekerasan dan warna yang lebih cerah pada hasil coran, namun belum diteliti secara ilmiah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan garam pada paduan aluminium komersil dan Al6061 dengan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan material propeller . Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, spesimen diberikan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan terhadap material hasil cor yang telah ditambahkan dengan garam (NaCl) dengan kadar 11, 16, 21, 26, dan 31 gr, untuk mendapatkan nilai kekerasan dan ketangguhan yang lebih baik. Hasil penelitian, nilai kekerasan Rockwell tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 31gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg)+Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai kekerasan sebesar 116 HRb. Pemilihan media pendingin yaitu oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan memberikan pendinginan yang optimal, serta perlakuan panas aging membantu unsur-unsur paduan dalam solid solution secara bertahap keluar dan membentuk presipitat yang dapat meningkatkan kekerasan paduan. Nilai impact tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 21gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg) + Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai sebesar . Spesimen hasil pengecoran yang diberikan perlakuan panas cenderung menurun dibandingkan dengan raw material, hal ini diakibatkan karena proses penuaan dilakukan dalam waktu yang terlalu lama atau temperatur terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan material over aging, menurunya ketangguhan, dan membuat material menjadi getas.ra Kata Kunci : kekerasan rockwell, impact, garam (NaCl), double quenching.

Page 2 of 3 | Total Record : 25