cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
UJI KINERJA MESIN 4 LANGKAH BERBAHAN BAKAR BIOETHANOL DARI LIMBAH PABRIK WAFER MIX SNACK WRINGIN ANOM GRESIK SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM KURNIAWAN, ENDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi berdampak pada bertambahnya jumlah kendaraan bermotor diikuti semakin meningkatnya jumlah konsumsi bahan bakar. Kenyataannya, ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin mengalami penurunan. Bahan bakar yang berasal  dari minyak bumi tidak bisa diperbaharui. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif yaitu bahan bakar  nabati atau bioethanol. Bioethanol diperoleh dari pemanfaatan limbah pabrik Wafer mix snack sebagai bahan bakunya. Yaitu dengan memfermentasi karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Penggunaan bioethanol sebagai bahan bakar campuran premium pada mesin pembakaran dalam dapat meningkatkan kinerja mesin. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, obyek penelitian adalah sepeda motor Honda vario Techno Tahun 2011 dan bahan bakar bioethanol yang dicampur dengan premium (biopremium) Dengan menggunakan putaran mesin 3000 rpm-9000 rpm dengan range 500 rpm. Metode pengujian yang digunakan adalah variabel speed (kecepatan berubah) pada full open throttle valve (beban penuh) dengan berpedoman pada standar ISO 1585, yaitu adalah “Road Vehicles Engine Test-Net Power Rating”. Bahan bakar yang digunakan adalah E0, E5, E10, E15, dan E20. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data numeric yang diperoleh, kemudian dijelaskan dalam bentuk kalimat sederhana yang mudah dipahami. Hasil penelitian ini nantinya sebagai data yang diharapkan dapat digunakan untuk referensi kinerja mesin 4 langkah pada inertia chassis dynamometer  agar didapatkan hasil yang akurat. Dimana dengan penelitian ini dapat diketahui torsi dan daya pada inertia chassis dynamometer  sehingga dapat digunakan untuk menghitung konsumsi bahan bakar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan biopremium E15 pada motor Honda Vario Techno tahun 2011 lebih baik dibandingkan dengan premium murni dari segi performa motor. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan torsi optimal menjadi 2,89 kgf.m dengan persentase peningkatan sebesar 18,47% pada 2000 rpm. Daya efektif optimal menjadi 8,31 PS dengan persentase peningkatan sebesar 12,33% pada 3500 rpm. Dan penurunan Konsumsi bahan bakar masing-masing 7,89%, 10,35%, 19,99%, 6,66% pada 5500 rpm. Kata kunci : Mesin 4 Langkah, Bioethanol,  Limbah Pabrik Wafer Mix Snack, Biopremium, Kinerja Mesin. 
PENGEMBANGAN  DESAIN CARGO BED DIMENSION SEPEDA MOTOR RODA TIGA MENJADI GERAI PENJUAL ES TEBU KELILING MENGGUNAKAN ANALISA QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) EFFENDI, MUNIF
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi saat ini, alat transportasi merupakan salah satu mata rantai dalam kegiatan perkembangan ekonomi. Begitu juga dengan  perkembangan sepeda motor roda tiga sebagai kendaraan niaga perlahan banyak beredar di jalanan. baik untuk mengangkut barang maupun di manfaatkan sebagai gerai usaha berjualan keliling. Selama ini pemanfaatan sepeda motor roda tiga yang di jadikan tempat gerai usaha keliling belum teroptimalisasi pemanfaatannya serta belum banyak pengembangan desain dari cargo bed dimension kendaraan roda tiga yang menjadi garai penjual es tebu, sehingga menjadi suatu gerai usaha yang prospektif, indah dan nyaman. karena kurangnya modifikasi pada sisi cargo bed dimension.Penelitian ini bermaksud untuk Untuk mengetahui pengembangan desain sebuah gerai usaha keliling dengan pengoptimalan cargo bed dimension serta Untuk mengetahui efisiensi analisa QFD pada pengembangan desain cargo bed dimension.berdasarkan analisa Quality Funtion Deploytment (QFD)  bahwa konsep yang akan dikembangkan adalah konsep C, Tingkat efisiensi analisa Quality Funtion Deploytment (QFD)  terlihat pada spesifikasi konsep C, yang di mana pengembangan desain desain cargo bed dimension sepeda motor roda tiga menjadi gerai penjual es tebu keliling di mana Dilengkapi dengan payung berteduh konsumen, generator 1000 watt  Honda HL-1200 LX, serta dibuat Dimensi cargo bed dimension menjadi Panjang 2 meter ,Lebar 160 cm,serta tinggi 170 cm agar pengguna merasa nyaman dalam mengoperasikan serta juga bisa di gunakan sebagai tempat berteduh konsumen, di mana juga dibuat Portable pada  meja dan kursi agar pemilik gerai praktis dan efisien serta mempunyai mobilitas tinggi dalam menjalankan usahanya , serta adanya tombol operasi agar tidak terjadi suatu yang tidak diinginkan yang menyangkut factor keamanan bagi penguna, di dukung juga harga yang lumayan terjangkau yang bersekitar 4,5 juta , serta mempunyai ciri khas pada warna hijau menyolok yang mensimbolkan kedai penjual es tebu keliling. Kata kunci : Desain , Cargo Bed Dimension, Gerai Es Tebu Keliling.QFD.
KARAKTERISTIK TURBIN ANGIN SAVONIUS 2 DAN 3 BLADE DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN GUIDE VANE ILHAM FITRANDA, ROBBY
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara Indonesia ini sumber energi yang semakin menipis ketersediannya adalah energi bahan bakar fosil, sedangkan energi alternatif di negara ini masih kurang dimanfaatkan dengan optimal. Dengan kecepatan angin di negara Indonesia rata-rata berkisar antara 3-6 m/s peneliti bermaksud untuk mengembangkan energi angin tersebut dengan pembuatan turbin angin savonius 2dan 3 blade tipe-S yang tujuannya untuk mengoptimalkan kecepatan angin tersebut dengan cara menggunakan bantuan guide vane dengan beberapa variasi sudut pengarah dan jumlah sirip guide vane. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah dan sudut guide vane terhadap daya dan efisiensi optimal yang di hasilkan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Dengan langkah awal membuat turbin angin savonius skala model dengan spesifikasi blade 2 buah dan 3 buah, tinggi 300 mm, panjang 300 mm, dan diameter 17,5 mm, kecepatan angin rata-rata 3,5 dan 4,2 m/s, denganvariasi beban 600 gr, 700 gr, 800 gr, dengan variasi sudut 0º, 15º, 30º , 45dan cara pengambilan datanya dengan caramelakukan pengukuran tinggi pengangkatan tali terhadap variasi beban tersebut dengan tinggi 10 cm dari titk 10 cm dari permukaan tanah yang rata. Dari penelitian ini menunjukkan, bahwa turbin angin savonius 2 blade menghasilkan daya maksimal sebesar 9,94x10-1 watt pada pengangkatan beban 800 gram dengan menggunakan sudut guide vane 15º pada kecepatan angin 4,2 m/s. Sedangkan koefisien maksimal yang dihasilkan turbin angin dengan menggunakan sudut 15º mencapai 30 % lebih meningkat dari pada penggunaan guide vane dengan jumlah 3 blade sudut 15º. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan guide vane variasi sudut 15° sangat berpengaruh terhadap daya dan koefisien daya yang dihasilkan sehingga blade dapat berputar lebih optimum. Kata kunci : Savonius, Blade, Guide Vane
KARAKTERISTIK BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGANPROSES DEGUMMING MENGGUNAKANASAM SULFAT DAN ASAM CUKA MAARIJ QIQMANA, ARIEF
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi energi primer Indonesia telah naik 50 persen dan sampai saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Sementara rata-rata produksi minyak bumi turun dari 1,6 juta barel per hari menjadi 861.000 barel per hari pada 2012. Untuk mengatasi krisis energi tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006  tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan bahan bakar alternatif. Selain itu pemerintah juga serius untuk mengembangkan bahan bakar nabati dengan menerbitkan  INPRES No. 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai sumber bahan bakar. Kedua kebijakan tersebut telah menetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable) seperti Biodiesel. Salah satu bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman adalah tanaman Nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang mempunyai rendemen hampir 74%.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah minyak biji nyamplung. Dalam proses pembuatan biodiesel ini, absorban yang digunakan dalam proses degumming adalah Asam Sulfat (H2SO4) dan Asam Cuka (C2H4O2). Kelompok eksperimen meliputi presentase berat absorban sebesar 0,2%, 0,3% dan 0,4% untuk setiap absorban. Proses pembuatan Biodiesel ini meliputi (1) Degumming (2) Esterifikasi(3) Transesterifikasi (4) pencucian biodiesel dengan metode dry-wash. Proses pembuatan biodiesel dilakukan di Lab. Bahan Bakar dan Pelumas UNESA dan pengujian karakteristik biodiesel dilakukan di PT. Pertamina Perak Barat Surabaya, Lab. Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Brawijaya Malang dan Lab. Kimia Analitik FMIPA UNESA Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses degumming menggunakan asam sulfat 0,4% volume memiliki karakteristik terbaik sebagai berikut: Flash Point520C, Pour point 3 0C , Density0,916 g/cm³, Water contents0,15 % Vol, Viscosity2,0 mm2/s, Heating Value 9759,66kal/grm, dan FFA 0,16 % Berat.Pada proses degumming menggunakan asam cuka 0,4% volume memiliki karakteristik terbaik sebagai berikut: Flash Point600C, Pour point20C , Density0,9269 g/cm³, Water contents0,16 % Vol, Viscosity2,4 mm2/s, Heating Value9102,10 kal/grm, dan FFA 0,12 %. Kata kunci : Degumming, Minyak Biji Nyamplung, Biodiesel.
PENGARUH JENIS PAHAT, KECEPATAN SPINDEL, DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN DAN BENTUK GERAM BAJA ST. 41 PADA PROSES MILLING KONVENSIONAL ASH SHIDDIEQY, ACHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mulai adanya mesin-mesin produksi sangat membantu dalam meningkatkan kualiatas produk manufaktur tersebut terutama pada komponen-komponen mesin. Permintaan yang semakin meningkat dan menuntut kualitas hasil mesin produksi yang tinggi menuntut enginer agar selalu berinovasi. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas maka perlu adanya penelitian yang menvariasikan pemilihan jenis pahat, kedalaman pemakanan, dan kecepatan spindel yang tepat.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan 27 benda kerja yang mendapatkan perlakuan yang berbeda. Benda kerja tersebut mendapatkan varian  jenis pahat, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan. Kemudian dari ke 27 benda kerja tersebut masing – masing benda kerja ditentukan tingkat kekasaran permukaan dan mengambil contoh geram untuk setiap perlakuan yang nantinya dianalisa bentuk geram tersebut. Hasil dari penelitian ini mengemukakan bahwa jenis pahat, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan sangat berpengaruh terhadap tingkat Kekasaran permukaan. Nilai kekasaran yang terendah adalah 1,115 µm yang diperoleh dari jenis pahat Japan dengan kecepatan 1500 rpm dan kedelaman 0,2 mm. Hal ini menunjukkan pada kecepatan yang tinggi, kedalaman yang terendah dan jenis pahat yang keras menimbulkan nilai kekasaran yang rendah. Bentuk geram juga dipengaruhi oleh jenis pahat, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan. Jenis geram yang kontinu adalah geram yang di perlakukan oleh pahat yang keras, kecepatan yang tinggi dan kedalaman yang rendah. Geram kontinu dihasilkan oleh pahat Japan, kecepatan spindel 1500 dan kedalaman 0,2 mm. Kata kunci : Kekasaran permukaan, Bentuk Geram, Jenis pahat, Kecepatan spindle, Kedalaman pemakanan
PENINGKATAN COP (COEFFICIENT OF PERFORMANCE) SISTEM AC MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN AIR KONDENSASI SETYAWAN C, LUCKI
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coefficient Of Performance (COP) merupakan salah satu indikator pada suatu sistem refrigerasi yang sangat menentukan kerja dari sistem itu sendiri. Dengan melihat nilai dari COP pada satu sistem refrigerasi kita dapat mengetahui kerja dari sistem tersebut, apakah sistem bekerja sebagaimana mestinya atau tidak. Karena kerja kompresor dalam sistem refrigerasi sangat tergantung dari nilai COP tersebut, sedang kompresor dalam sistem refrigerasi merupakan jantung dari sistem tersebut, jika nilai COP dari suatu sistem refrigerasi sangat tinggi maka sistem tersebut tidak bekerja dengan baik atau tidak sesuai dengan kerja ideal, namun apa bila nilai COP yang kecil berarti kompresor bekerja pada kondisi yang ideal. Peningkatan COP dengan menggunakan air kondensasi ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan dengan lima tahap proses. Langkah pertama, yaitu memasang termocouple pada pipa saluran keluar kondensor yang menuju katup ekspansi, pipa saluran keluar evaporator yang menuju kompresor, dan pipa saluran yang keluar kompresor menuju ke kondensor. Langkah kedua pengambilan data pada saat mobil dinyalakan, AC mobil juga dinyalakan dan mobil diam di dalam ruangan. Langkah ketiga pengambilan data pada saat mobil dinyalakan, mobil diam di dalam ruangan namun AC mobil tidak dinyalakan. Hal ini dilakukan untuk mendapat perbedaan hasil yang diperoleh dengan dan tanpa injektor plastik. Terakhir membandingkan hasil pengamatan nilai COP sistem AC dengan menyemprotkan air kondensasi ke kondensor dengan sistem AC tanpa menyemprotkan air kondensasi ke kondensor. Setelah melakukan penelitian ini,penulis dapat memberikan informasi tentang desain alat alternatif injektor plastik untuk membantu mendinginkan temperatur refrigerant pada kondensor. Dan peningkatan nilai COP refrigerant jenis R-134a setelah menggunakan air kondensasi yang disemprotkan oleh alat injektor plastik pada kondensor mengalami peningkatan sebesar 2,118 dari yang sebelumnya nilai COP tanpa dipengaruhi oleh alat injektor plastik pada kondensor sebesar 1,714. Kata kunci:  Coefficient of Performance , Refrigerant, kondensor
HUBUNGAN TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA JL. RUNGKUT INDUSTRI I NO. 5 – 7 SURABAYA TRI PRIANTO, AGUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari 20 responden dengan rata – rata umur pekerja yaitu 33,15 tahun dan lama kerja rata – rata 8,6 tahun. Hasil dari data kebisingan bervariasi yaitu 105,2 dB, 101,5 dB, 100,8 dB, 93,5 dB, 91,3 dB, 97,6 dB, 94,13 dB dengan rata – rata 97,71 dB. Sedangkan hasil dari produktivitas kerja juga bervariasi yaitu 20,76 ton, 27,19 ton, 20,96 ton, 34,43 ton, 37,63 ton, 38,74 ton, 31,51 ton dengan rata – rata 30,17 ton perhari. Dapat disimpulkan bahwasannya jika kebisingan > 100 dB produktivitas karyawan rata – rata menghasilkan 22,97 ton, dan jika kebisingan < 100 dB produktivitas karyawan rata – rata menghasilkan 35,57 ton. Dari angka – angka tersebut dapat dikatakan secara garis besar bahwa, jika kebisingan meningkat produktivitas menurun. Ada hubungan antara kebisingan dengan produktivitas pada tingkat mana hubungan tersebut dibuktikan dengan perhubungan korelasi. Hasil korelasi hubungan kebisingan terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 0,5 maka dikonsultasikan dengan nilai tabel r product moment bisa dikatakan bahwa korelasi antara kebisingan dengan produktivitas kerja karyawan tersebut dinyatakan agak rendah. Kata Kunci : kebisingan, Produktivitas kerja.
PERENCANAAN KEBUTUHAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU WOOD PACKAGING DI CV. SURYA PRATAMA MOJOKERTO REDI NUGROHO, WINOTO
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Surya Pratama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang wood packaging dimana dalam operasionalnya memerlukan perencanaan bahan baku untuk proses produksinya.Tujuandaripenelitian ini adalah memilih metode lotsizing yang paling efisien dan optimal untuk menentukan bahan baku yang akan dipesan di tahun 2014.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan permintaan produksi pada tahun 2014 yang memiliki kesalahan terkecil adalah metode Single Exponential Smoothing dengan hasil peramalan sebagai berikut: (a) untuk pengadaan bahan baku kayu mahoni paling efisien mengunakan teknik L4L yaitu Rp. 59.393.400,- dengan ukuran lot Januari 26,4 m3, Februari 38,3 m3, Maret 36,7 m3, April 40,9 m3, Mei 40,6 m3, Juni 43,5 m3, Juli 45,8 m3, Agustus 41,0 m3, September 33,3 m3, Oktober 36,7 m3, dengan Jumlah kebutuhan  383.4 m3;(b) untuk pengadaan bahan baku kayu Albasia paling efisien mengunakan teknik L4L yaitu Rp. 63.224.600,- dengan ukuran lot Januari 78,5 m3, Februari 65,4 m3, Maret 54,0 m3, April 47,1 m3, Mei 36,8 m3, Juni 41,1 m3, Juli 41,4 m3, Agustus 53,6 m3, September 39,7 m3, Oktober 33,0 m3, dengan Jumlah kebutuhan  490,7 m3;(c) untuk pengadaan bahan baku kayu Rimba Campur paling efisien mengunakan teknik FOQ yaitu Rp. 67.844.000,- dengan ukuran lot Januari 61,8 m3, Februari 66,2 m3, Maret73,9 m3, April 84,5 m3, Mei 82,4 m3, Juni 86,5 m3, Juli 96,9 m3, Agustus 62,3 m3, September 52,5 m3, Oktober 43,9 m3, dengan Jumlah kebutuhan  711 m3. Kata Kunci: PerencanaanPersediaanBahan Baku, MetodeLot Sizing
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN BENGKEL SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN  METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) PADA BENGKEL YAMAHA MANDALA MOTOR JL.MAYJEND SUNGKONO NO.4 SURABAYA FATKHURIJAL, MASJUDIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  industri jasa  sering dihadapkan pada masalah–masalah yang kompleks dalam mengambil suatu keputusan untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu tujuan tersebut  meningkatkan  kualitas layanan perawatan  sesuai keinginan konsumen, sehingga perusahaan akan tetap berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan perawatan  sesuai dengan keinginan pelanggan.  Untuk itu  perusahaan  perlu  melakukan pendekatan dengan konsumen, hal ini dapat dilakukan dengan cara wawancara langsung atau dengan cara penyebaran kuesioner/angket. Pendekatan dengan konsumen dapat mengetahui perilaku dan faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi konsumen berkaitan dengan kualitas pelayanan. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk membuat suatu perencanaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan dapat bersaing di pasaran. Dari  penelitian  yang  dilakukan  didapat 20 atribut  jasa  yang  diinginkan konsumen. Atribut  jasa yang dianggap penting oleh konsumen Yamaha Mandala Motor Surabaya dari 4 rangking teratas adalah Pengetahuan karyawan akan produk atau jasa yang dijual (4,80), Peralatan yang lengkap dan tidak mudah rusak (4,76), Respon yang baik dalam menerima kritik dan saran (4,71), Bengkel harus dapat merealisasikan yang telah dijanjikan kepada pelanggan Kemudahan dalam menyampaikan keluhan atau saran (4,69). Dan penilaian  prioritas kepuasan  konsumen  pada  kinerja  pelayanan dari 4 rangking teratas adalah ditinjau dari sisi konsumen adalah Bengkel harus dapat merealisasikan yang telah di janjikan kepada pelanggan (0,60), Penghindaran dari terjadinya kesalahan oleh karyawan (0,54), Keamanan pelanggan selama berada di lokasi (0,50), Kemudahan dalam menyampaikan keluhan atau saran (0,49). Prioritas kepentingan teknik untuk pengembangan Bengkel agar  sesuai dengan keinginan konsumen  adalah dengan mengikuti urutan  prosedur  kualitas  hasil  analisis  QFD. dari 4 rangking teratas adalah Pembersihan bengkel secara rutin (0,945), Pelatihan Front Desk Officer (0,388), Pelatihan mekanik (0,266), Penyediaan ruang tunggu berAC (0,074). Kata kunci : Jasa pelayanan, kepuasan pelanggan, QFD
PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DAN UJI KINERJA PADA MESIN DIESEL PRIYO HUTOMO, AWALUDIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga bahan bakar minyak di Indonesia merangkak naik mengikuti harga minyak dunia, hal ini akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Konsumsi BBM (bahan bakar minyak) dibandingkan konsumsi Non-BBM dan LPG memang jauh lebih tinggi. BBM sudah menjadi sumber energi utama, tidak hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Dari tahun 2005 hingga 2011, konsumsi BBM memang meningkat 297,807 juta barrel menjadi 394,052 juta barrel. Melihat kondisi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk menggembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM (Prihandana, 2007). Bahan bakar alternatif tersebut adalah campuran antara BBM terbarukan dan BBM petroleum. Bahan bakar terbarukan yang digunakan untuk campuran adalah biodiesel dari minyak nyamplung. Penelitian ini bermaksud untuk menguji kinerja biodiesel dari minyak biji nyamplung sebagai campuran solar.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah mesin diesel Nissan D-22. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah solar (kelompok standart) dan kelompok eksperimen meliputi solar dicampur biodiesel B5, B7,5 dan B10 untuk pembuatan biodiesel dengan degumming menggunakan asam phospat dan pencucian drywash menggunakan magnesol. Langkah awal sebelum bahan diujikan adalah mencampur solar dan biodiesel. Proses pencampurannya dengan cara di blending agar homogen dengan solar, setelah itu diujikan pada mesin diesel. Analisis data dilakukan dengan metode deskripsi dengan memvariasikan rpm pada beban penuh (full open throttle valve) yang berpedoman pada standar SAE J1349 yaitu Engine Power Test Code-Spark Ignition and Compression Ignition-Net Power Rating. Hasil spesifikasi biodiesel dari minyak biji nyamplung B-0, B-5, B-7,5, dan B-10 berturut-turut Density 0,847 gr/cm3, 0,850 gr/cm3, 0,853 gr/cm3, dan 0,855 gr/cm3. Viskositas 4,1 cSt, 5 cSt, 5,8 cSt, dan 7 cSt. Flash Point 64,5 ?C, 43,5 ?C, 38,5 ?C, dan 36.5 ?C. Pour Point -9 ?C, -8 ?C, -5 ?C, dan -4 ?C. Water Content 1007,0 ppm, 970,1 ppm, 870,0 ppm dan 706,8 ppm. Sulfur Content 0,16%, 0,156%, 0,15%, dan 0,153%. CCI 51, 50,53, dan 51. LHV 10805 kkal/gr, 10468 kkal/gr, 10275 kkal/gr, dan 9984 kkal/gr. Untuk hasil kinerja optimal dengan campuran biodiesel dari minyak biji nyamplung B 7,5% dapat menaikkan kinerja mesin terbukti dari torsi naik 6,25% pada putaran 1500 rpm, daya naik 27,03% pada putaran 2500 rpm, tekanan efektif rata-rata naik 6,28% pada putaran 1500 rpm, konsumsi bahan bakar turun (lebih irit) 20,1% pada putaran 2500 rpm dan brake thermal efficiency naik 21,54 % pada putaran mesin 2500 rpm, dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar solar murni B-0. Kata kunci : Minyak Biji Nyamplung, Metode Drywash, Kinerja Mesin Diesel

Page 11 of 57 | Total Record : 563