cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH RUNNING FUEL PUMP DENGAN MENGGUNAKAN THINER SAAT SERVICE BERKALA 30.000KM PADA TAKSI TOYOTA NEW LIMO TERHADAP USIA PEMAKAIAN DAN EMISI YANG DI HASILKAN MUJIAT MIKO, ADI
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abcdeKebutuhan masyarakat akan transportasi seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor berbanding lurus dengan peningkatan emisi atau polutan gas buang kendaraan bermotor sehingga semakin memburuknya kualitas udara bersih yang tersedia. Guna menangani masalah tersebut diperlukan teknologi pada kendaraan bermotor yang diterapkan sebelum proses pembakaran sehingga dapat mengontrol emisi gas buang. Maka dari itu diciptakanlah perangkat yang mampu mengontrol perbandingan udara dan bahan bakar yang lebih baik yang dikenal dengan sistem injeksi bahan bakar. Dengan penggunaan sistem injeksi bahan bakar, jumlah bahan bakar dapat dikontrol sesuai dengan parameter mesin seperti putaran mesin, jumlah udara yang masuk, serta volume bahan bakar untuk setiap siklus pada semua kondisi mesin. AbcdeAlternatif permasalahan diatas adalah dilakukan penelitian atau eksperimen dengan melakukan running pada fuel pump yang bertujuan membersihkan fuel pump dari kotoran bahan bakar yang menempel pada bagian dalam yang berisikan lilitan kawat dan magnet sehingga mengganggu kerja dari fuel pump itu sendiri. Penelitian ini menggunakan kendaraan Taksi Toyota New Limo dan dilaksanakan di bengkel taksi Blue Bird Group cabang Lakarsantri. Data yang di amati adalah emisi gas buang Karbon Monoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrokarbon (HC), Oksigen (O2) dan Lambda (λ).                 Yang telah diperoleh dalam penelitian ini mempunyai nilai guna bagi perusahaan di karenakan harga dari pompa injeksi yang relatif mahal sehingga perusahaan dapat lebih ekonomis dalam menghemat sperpart kendaraan, dengan merawat pompa injeksi (fuel pump) dapat memperpanjang umur pakai dari pompa injeksi dan emisi yang di hasilkan pada kendaraan taksi Toyota New Limo tidak terpengruh dengan merunning fuel pump menggunakan thiner atau menggunakan alat pembersih carbu clener. Kata Kunci : Running fule pump , emisi gas buang Toyota New Limo
PENGARUH MODIFIKASI SUDUT KELENGKUNGAN INTAKE MANIFOLD TERHADAP PERFORMA MESIN PADA MOTOR EMPAT LANGKAH WINARTO, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor bakar merupakan suatu penggerak mula yaitu mesin yang menggunakan energi panas untuk melakukan kerja mekanik. Didalam silinder ini terjadi pembakaran antara bahan bakar dan udara, gas yang dibakar diruang bakar diharapkan mampu menggerakkan torak yang dihubungkan dengan poros engkol dalam penggunaan yang semakin berkembang berbagai usaha telah ditempuh untuk meningkatkan kinerja dari motor bakar terutama menyangkut daya mesin. Daya yang dihasilkan oleh suatu motor bakar tergantung dari pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Untuk mendapatkan hasil pembakaran yang sempurna maka diperlukan suatu campuran bahan bakar dan udara yang homogen artinya tidak terlalu miskin ataupun terlalu kaya. Penelitian ini bertujuan untuk menaikan performa mesin dengan cara merubah sudut kelengkungan intake manifold yang dimana dapat memberikan efek aliran turbulen pada silinder. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, obyek penelitian adalah motor Honda legenda tahun 2003. Intake manifold yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi kelompok standar dengan sudut kelengkung 1800, kelompok eksperimen meliputi variasi 1 dengan sudut kelengkung kanan 1500, variasi 2  dengan sudut kelengkung kanan 1300, dan variasi 3 dengan sudut kelengkung kanan 1100. Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dengan memvariasikan rpm pada beban penuh (Full Open Throtle Valve) posisi transmisi top gear yang berpedoman pada standart ISO 1585 Road vehicles-engine test code-net power.  untuk mengetahui Torsi (T), Daya efektif (Ne) dan Tekanan efektif rata-rata (Bmep) pada motor bensin empat langkah. Data hasil penelitian yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik selanjutnya dideskripsikan dengan kalimat sederhana. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan intake manifold variasi dapat membentuk aliran menjadi turbulen, sehingga campuran bahan bakar dan udara yang masuk lebih homogen dan membuat pembakaran lebih sempurna, torsi optimal didapatkan dengan intake manifold variasi 3 sudut kelengkungan kanan 1100 sebesar 3,69 kgf.m dengan persentase peningkatan 4,53% pada putaran 6000 rpm. Daya efektif optimal dengan intake manifold variasi 3 sudut kelengkungan kanan 1100 sebesar 5,41 PS dengan persentase peningkatan 4,58% pada putaran 7000 rpm, 3,56% pada 7500 rpm, dan 4,58% pada 8000 rpm dan Tekanan efektif rata-rata optimal dengan intake manifold variasi 3 sudut kelengkungan kanan 1100 1,886 kg/cm2  dengan persentase peningkatan 10,22% pada putaran 5000 rpm. Kata Kunci : Intake Manifold, Sudut Kelengkungan, Performa Mesin.
PENENTUAN JUMLAH ANGKUTAN DESA (ANDES) OPTIMAL UNTUK MELAYANI TRAYEK TRAWAS - PANDAAN WAHYUDI, MOH.
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan salah satu aspek penunjang kemajuan bangsa terutama dalam kegiatan perekonomian negara yang tidak lepas dari pengaruh pertambahan jumlah penduduk. Salah satu sarana transportasi pada saat ini yang paling mudah didapatkan dan sering digunakan adalah angkutan umum. Trawas merupakan daerah perbatasan antara kabupaten Mojokerto dengan kabupaten Pasuruan yang memiliki permasalahan transportasi yang cukup menarik. Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian di pertanian dan perkebunan,membutuhkan model transportasi untuk mendistribusikan hasil - hasil daerah dan mobilitas sehari-hari penduduknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan berapa jumlah angkutan desa yang optimal. Hasil penelitian ini berdasarkan analisa yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jumlah Armada yang optimal pada Trayek Trawas-Pandaan yang harus stanby diterminal Trawas adalah 3 unit. Kata Kunci : Transportasi, Armada, Optimal
PENGARUH JENIS BENDA KERJA, KEDALAMAN PEMAKANAN DAN KECEPATAN SPINDEL TERHADAP TINGKAT KERATAAN PERMUKAAN DAN BENTUK GERAM BAJA ST. 41 DAN ST. 60 PADA PROSES MILLING KONVENSIONAL FITRIYAH, LAILI
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengerjaan logam dengan mesin milling konvensional adalah salah satu proses dalam pembuatan komponen atau suku cadang mesin. Untuk meningkatkan suatu hasil produksi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produksi dan berinovasi. Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas maka perlu adanya penelitian yang menvariasikan pemilihan jenis benda kerja, kedalaman pemakanan, dan kecepatan spindel yang tepat pada proses milling konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan sebanyak 18 buah yang  mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu dengan variasi jenis benda kerja ST. 41 dan ST. 60, kedalaman pemakanan 0,2 mm, 0,4 mm, dan 0,6 mm dengan  kecepatan spindel 540 rpm, 910 rpm dan 1500 rpm. Kemudian dari hasil benda kerja sebanyak 18 tersebut masing-masing akan ditentukan tingkat kerataan permukaan dan dilakukan pengambilan contoh penyayatan bentuk geram pada masing-masing  benda kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis benda kerja, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kerataan permukaan. Nilai kerataan permukaan yang terbaik diperoleh dari jenis benda kerja ST. 60  dengan kecepatan spindel 1500 rpm dan kedalaman pemakanan 0,2 mm. Hal ini menunjukkan pada kecepatan spindel yang tinggi, kedalaman pemakanan yang terendah dan jenis benda kerja yang liat (padat) menghasilkan nilai kerataan permukaan yang rendah. Bentuk geram juga dipengaruhi oleh jenis benda kerja, kecepatan spindel dan kedalaman pemakanan. Jenis geram yang kontinu adalah geram yang dihasilkan oleh benda kerja liat (padat) dengan kecepatan spindel yang tinggi dan kedalaman pemakanan yang rendah. Geram kontinu dihasilkan oleh benda kerja ST. 60, kecepatan spindel 1500 rpm dan kedalaman pemakanan 0,2 mm. Kata kunci : Kerataan Permukaan, Kedalaman Pemakanan, Kecepatan Spindel.
PERANCANGAN MESIN PENGERING LAUNDRY DENGAN METODE QFD ARDIANTO, ICHWAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjalankan usaha jasa laundry kepercayaan dan kepuasan pelanggan merupakan syarat mutlak yang harus diperhatikan sepenuhnya oleh pemilik jasa laundry. Selama ini setiap jasa laundry hampir semuanya menggunakan mesin cuci yang sudah dilengkapi dengan proses pengeringan. Tetapi pengeringan bawaan mesin cuci tersebut hampir tidak pernah digunakan karena terbentur dengan tenaga listrik yang besar yang tentunya memakan biaya operasional yang besar pula. Untuk menghindari biaya operasional yang besar, pihak jasa laundry masih menggunakan panas matahari. Bila musim hujan tiba, pihak jasa laundry terpaksa menggunakan mesin pengering berbahan bakar gas karena biaya operasional lebih murah, dan waktu pengeringan lebih cepat dibandingkan pengering tenaga listrik. Namun masih ditemukan beberapa kelemahan-kelemahan, antara lain kurang aman, harga alat mahal, pengoperasian masih manual dan bau gas rawan masuk ke ruang pengering. Hal ini tentunya akan mengurangi kualitas hasil cucian yang di keringkan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengembangan desain mesin pengering laundry berbahan bakar gas menggunakan analisa QFD. Dalam pengambilan data menggunakan sistem kuesioner, dengan maksud untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian, hingga didapat hasil yang dijamin kebenarannya. Sebelum kuesioner dibuat, dilakukan wawancara atau interview terlebih dahulu terhadap konsumen yang dimaksudkan agar responden dapat memberikan jawaban respon yang positif terhadap pertanyaan yang di ajukan ke pada pemilik atau pegawai jasa laundry. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa desain mesin pengering laundry yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna yaitu desain konsep C. Pemilihan konsep C yang akan dikembangkan ini berdasarkan nilai tertinggi yang di dapat konsep C (22 point) di bandingkan dengan konsep B (17 point). Dari 22 kriteria komponen yang yang diinginkan, semuanya ada pada konsep C. Sebagai pengembangan desain mesin pengering laundry ada beberapa penambahan yang dilengkapi dengan blower 50 watt, burner, ECU(electrik control unit),sensor panas, sensor cahaya, solenoid valve, timer, alarm, roda, pegangan tangan, cerobong output udara panas, tabung gas terpisah, swing head, on of button, warna biru muda, bahan  aluminium dan harga mesin 2 juta. Efisiensi analisa QFD (Quality Funtion Deployment ) pada mesin pengering laundry berbahan bakar gas ini adalah Tercipta desain mesin pengering laundry berbahan bakar gas yang dapat menghembus udara panas yang dapat menyebar, Kemudahan penggunaan  dilengkapi dengan alat yang di desain knock down, pemberian roda dan pegangan tangan untuk memudahkan pemindahan alat, Dilengkapi beberapa sistem keamanan otomatis, antara lain sensor suhu, timer, alarm, Sensor cahaya dan solenoid (kebocoran gas). Kata kunci: Mesin pengering laundry, QFD (Quality Fungtion deployment)
UNJUK KEMAMPUAN METALLIC CATALYTIC CONVERTER BERBAHAN DASAR KUNINGAN BERLAPIS NIKEL TERHADAP PERFORMA MESIN, REDUKSI EMISI GAS BUANG, DAN TINGKAT KEBISINGAN SEPEDA MOTOR YAMAHA V-IXION TAHUN 2011 DWI SULISTIONO, SEPTIAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas buang kendaraan bermotor terdiri atas zat yang tidak beracun, seperti nitrogen (N2), karbondioksida  (CO2), dan uap air (H2O).  Sedangkan  zat beracun yang dihasilkan kendaraan bermotor, seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan yang paling berbahaya adalah timbal (Pb). Tuntutan pemerintah akan ambang batas emisi gas buang menjadikan pabrikan kendaraan bermotor menambahkan teknologi untuk membuat kendaraan menjadi  lebih ramah lingkungan. Seperti penambahan teknologi EFI dan catalytic converter pada knalpot kendaraan yang pada intinya untuk mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui seberapa besar reduksi emisi gas buang, performa mesin, dan tingkat kebisingan dengan menggunakan metallic catalytic converter berbahan dasar kuningan berlapis nikel pada sepeda motor Yamaha V-ixion tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Obyek penelitian adalah Yamaha V-ixion tahun 2011. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pengujian Performa Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Instrumen penelitian adalah exhaust gas analyzer, rpm counter dan oil temperature meter, chasis dynamometer, dan 4 in 1 multi-function environment meter. Untuk mendapatkan data penelitian yang akurat, pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349, pengukuran emisi gas buang bedasarkan SNI 19-7118.3-2005, dan pengukuran tingkat kebisingan berdasarkan SAE J1287. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metallic catalytic converter berbahan kuningan berlapis nikel pada sepeda motor Yamaha V-ixion tahun 2011 dapat mereduksi emisi CO dan HC. Reduksi emisi CO rata-rata katalis 3 mm sebesar 23,17%, 5 mm sebesar 31,69%, dan 7 mm sebesar 22,05%. Reduksi emisi HC rata-rata katalis 3 mm sebesar 24,85%, 5 mm sebesar 35,26%, dan 7 mm sebesar 27%. Rata-rata peningkatan torsi katalis 3 mm sebesar 4,78%, 5 mm sebesar 4,31%, dan 7 mm sebesar 4,30%. Rata-rata peningkatan daya efektif katalis 3 mm sebesar 5,45%, 5 mm sebesar 5,23%, dan 7 mm sebesar 5,27%. Rata-rata peningkatan tingkat kebisingan katalis 3 mm sebesar 6,56%, 5 mm sebesar 8,72%, dan 7 mm sebesar 10,57%. Kata kunci: Metallic catalytic converter, kuningan, nikel, emisi gas buang, performa mesin, dan tingkat kebisingan.
PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN, JENIS PENDINGINAN DAN KECEPATAN SPINDEL TERHADAP KERATAAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN BAJA ST 42 PADA PROSES BUBUT KONVENSIONAL ARIFAL RACHMAN, GUSTI
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerataan dan kekasaran merupakan hal yang mutlak untuk komponen atau alat dalam hal pemesinan khususnya mesin bubut. Mesin bubut konvensional merupakan mesin yang banyak digunakan untuk proses pemesinan. Kerataan dan kekasaran suatu benda kerja yang dikerjakan oleh mesin bubut dipengaruhi oleh parameter – parameter yang ada. Semua itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan benda kerja. Dengan memvariasikan kedalaman pemakanan, jenis pendinginan, dan kecepatan spindel mana yang mempunyai pengaruh terhadap kerataan dan kekasaran. Nantinya dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan proses pemesinan, khususnya mesin bubut. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan baja karbon rendah ST 42, dengan ukuran diameter 25 mm dan panjang 10 mm yang berjumlah 27 spesimen. Proses pemesinan ini menggunakan mesin bubut konvensional dan pembubutan memanjang. Benda kerja dibubut dahulu menjadi diameter 22 mm, kemudian diambil uji kerataan dan kekasaran awal. Variabel penelitian menggunakan variasi kedalaman pemakanan 0.1 mm, 0.2 mm dan 0.3 mm, dengan variasi jenis pendinginan menggunakan collant, udara bertekanan dan tanpa perlakuan pendinginan dan kecepatan spindel 412 Rpm, 510 Rpm, 668 Rpm. Setelah itu dilakukan uji kerataan dan kekasaran akhir. Hasil pengujian menggunakan SPSS 20 menyatakan signifikan dengan α = 0.05 menghasilkan P value 0.000. Pengujian kerataan permukaan terbaik atau terendah adalah (66.7 µm) yang diperoleh dari kedalaman pemakanan terkecil 0.1 mm, jenis pendinginan menggunakan coolant dan kecepatan spindle terendah 412 Rpm. Sedangkan kekasaran terbaik atau terkecil adalah (2,11 µm) yang diperoleh dari kedalaman pemakanan terkecil 0.1 mm, jenis pendinginan menggunakan coolant dan kecepatan spindle tertinggi 668 Rpm. Kata Kunci: Kerataan Permukaan, Kekasaran Permukaan, Kecepatan Spindel, Kedalaman Pemakanan, Jenis Pendinginan.
PENGARUH HASIL PENGELASAN LAS TIG TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN PADA MATERIAL BAJA KARBON RENDAH PRASETYO, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi di bidang konstruksi yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dari pengelasan, karena pengelasan mempunyai peranan penting dalam rekayasa dan reparasi logam. Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap hasil dari proses pengelasan tersebut diantaranya adalah tegangan busur, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan, polaritas listrik dan penentuan besarnya arus. Dari beberapa faktor yang ada, maka muncul beberapa permasalahan, diantaranya pengaruh variasi arus terhadap hasil kekuatan tarik dan ketangguhan dengan menggunakan las TIG (Tungsten Inert Gas) pada material baja karbon rendah. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini, spesimen yang digunakan sebanyak 18 spesimen yang akan dikenai perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu berbeda variasi arus listrik yang digunakan yaitu arus 80A, 100A dan 120A. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur kekuatan tarik dan kekuatan bending las TIG (Tungsten Inert Gas) pada material baja karbon rendah. Hasil kuat tarik yang terbaik atau tertinggi yang dapat digunakan untuk konstruksi – konstruksi yang membutuhkan nilai kekuatan tarik tinggi adalah 26.92 kg/mm² yang diperoleh dari hasil pengelasan las TIG (Tungsten Inert Gas) dengan arus 120 A. Sedangkan hasil kuat bending yang terbaik atau tertinggi yang dapat digunakan untuk konstruksi – konstruksi yang membutuhkan nilai kekuatan bending tinggi adalah 81.50 kg/mm² yang diperoleh dari hasil pengelasan las TIG (Tungsten Inert Gas) dengan arus 80A.  Kata kunci: Las TIG,Variasi Arus, Kuat tarik, Kuat bending
PENGARUH VARIASI ARUS DAN JENIS ELEKTRODA HASIL PROSES PENGELASAN SMAW TERHADAP CACAT LAS MENGGUNAKAN PENGUJIAN ULTRASONIK PHASED ARRAY WAYAN PRADNYA PRASTITA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pengelasan SMAW terdapat bermacam – macam jenis elektroda dengan berbagai ukuran diameter, kesemuanya itu dilakukan untuk menyesuaikan ketebalan plat dan jenis baja karbon, serta mengurangi permasalahan utama pada proses pengelasan yaitu terjadinya cacat pada proses pengelasan. Proses pengelasan ini menggunakan bahan baja paduan rendah SS 400 pada spesimen dengan ukuran 200 x 100 x 10 mm. Proses pengelasan dengan posisi bawah tangan (1G), menggunakan kampuh V. Jenis Elektroda yang digunakan adalah Elektroda E7016 dan E7018 berdiameter 3,2 mm dengan variasi arus 80 A, 100 A, dan 120 A. Kajian penelitian ini dititkberatkan pada analisa hasil cacat las yang terjadi pada proses pengelasan SMAW dengan menggunakan pengujian Ultrasonik Phased Array. Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu metode eksperimen, yaitu pengumpulan data langsung dan metode literatur, yaitu pengumpulan data yang diperoleh secara tidak langsung, yaitu pada buku, bahan bacaan, modul, atau media cetak yang berhubungan dengan obyek yang diteliti dan dapat dipertanggung  jawabkan kebenarannya. Hasil pada pengelasan E7016 dan E7018 arus 80 ampere dan 100 ampere banyak ditemukan cacat las jenis slag inclusion dan lack of fusion dengan volume cacat slag terbesar yaitu 155 14mm3">  dan volume cacat lack of fusion terbesar yaitu 140 14mm3"> . Sedangkan pada arus 120 ampere tidak ditemukan cacat didalam area logam las. Namun semua benda kerja hasil las telah terindikasi cacat las jenis incomplete penetration dan undercut pada daerah root dan permukaan las. Sesuai data tersebut dapat diketahui hasil las dengan menggunakan elektroda E7016 dan E7018 diameter 3.2 mm pada arus 120 ampere adalah parameter las dengan hasil lasan terbaik.   Kata Kunci:    Variasi Arus Listrik, Jenis Elektroda, SMAW, Cacat Las, Pengujian Ultrasonik Phased Array.
UJI KEMAMPUAN CAMPURAN BAHAN BAKAR SOLAR-BIODIESEL DARI MINYAK BIJI JARAK TERHADAP UNJUK KERJA DAN OPASITAS MESIN DIESEL 4 LANGKAH WIDIANTO, ANDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 03 (2014): JTM : Volume 02 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aotomotif Diesel Oil (ADO) atau minyak diesel memiliki peran yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam transportasi, industri, dan sektor pembangkit listrik di Indonesia, namun, yang paling banyak digunakan pada sektor transportasi. Permintaan solar meningkat setiap tahun, sedangkan produksi minyak solar di Indonesia terbatas, sehingga impor minyak solar yang diperlukan untuk memenuhi peningkatan permintaan domestik. Biodiesel merupakan pilihan energi alternatif untuk menggantikan dan mengganti minyak solar terutama di sektor transportasi. Kita semua menyadari bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi Minyak biji jarak pagar sebagai bahan baku alternatif untuk memproduksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan campuran solar-biodiesel dari minyak biji jarak pagar terhadap unjuk kerja mesin diesel dan opasitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Objek dari penelitian ini adalah mesin diesel 4 langkah. Pengujian unjuk kerja mesin menggunakan metode fuel open trottle valve dengan standart pengujian berdasarkan SAE J1349 dan standart pengujian kepekatan asap (opasitas) berdasarkan SAE J1167. Biodiesel ini dicampurkan dengan sola dengan presentase minyak jarak dalam campuran bahan bakar solar adalah B17,5; B20; B22,5; dan B25. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah smoke opacymeter, thermometer, chasis dynamometer,  dan humiditymeter. Kedua pengujian dilakukan dengan dan tanpa campuran solar-biodisel dari minyak biji jarak. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa campuran solar-biodisel dari minyak biji jarak mampu meningkatkan unjuk kerja mesin, menghemat bahan bakar, dan menurunkan opasitas. Hal ini dibuktikan pada campuran solar-biodiesel (B25) yang terbaik dengan peningkatan torsi menjadi 2,79 kgf.m presentase peningkatan 32,23% pada 4500 rpm, campuran solar-biodiesel (B25) terbaik dengan peningkatan daya menjadi 17,70 PS dengan presentase peningkatan sebesar 30,02% pada 4500 rpm. Tekanan efektif rata-rata menjadi 0,35 kg/cm2 dengan presentase peningkatan sebesar 30,02%. Hal ini karena karekteristik campuran solar-biodiesel yaitu angka cetane dan titik nyala lebih tinggi dibandingkan dengan solar. Konsumsi bahan bakar menjadi 2,87 kg/jam dengan presentase penurunan sebesar 28,38% pada 4500 rpm. Sedangkan opasitas mengalami penurunan menjadi 6,40% dengan presentase penurunan sebesar 60,02%.   Kata kunci: Biodiesel minyak biji Jarak, solar, opasitas, unjuk kerja mesin