cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH CAMPURAN BIOETHANOL MURNI DENGAN BAHAN BAKAR PREMIUM  TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2007 OKTA PRATAMA, DIMAS
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tingkat polusi udara khususnya di Kota Surabaya sudah dalam taraf yasng mengkhawatirkan. Penyebab utama polusi yang tinggi, 96% berasal dari kendaraan bermotor. Sumber emisi terbesar CO sebanyak 5.500.000 ton/tahun sumber Transportasi (96 persen), dan HC yang bersumber dari transportasi memberikan kontribusinya 310.000 ton/tahun. Setiap tahun jumlah kendaraan bermotor di Indonesia khususnya di Surabaya selalu meningkat dan hal tersebut tidak lepas akan penggunaan bahan bakar fosil yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak, yaitu bahan bakar nabati atau bioethanol yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan (emisi), Dampak emisi gas buang kendaraan bermotor dapat berbagai sektor, maka besarnya emisi gas buang  yang dikeluarkan kendaraan tidak boleh melebihi standar bahan baku mutu emisi yang dikeluarkan pemerintah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan bioethanol dengan standard nilai oktan 123 dan premium dengan standard nilai oktan 88 dibandingkan dengan emisi gas buang.Dalam penelitian ini menggunakan Variabel bebas campuran premium dan bioethanol dengan kadar kemurnian 98,82% dilakukan mulai dari E5, E10, E15, dan E20, sedangkan variabel kontrol meliputi putaran mesin yaitu stasioner (1.500 rpm), start mulai 3.000 rpm sampai 9000 rpm dengan range putaran 500 rpm pada mesin 4 langkah, pengujian dilakukan dengan Rpm beban penuh (Full Open Throtle Valve), Pengujian tersebut sesuai dengan standart pengujian emisi gas buang menurut ISO 3930/OIML R-99.transmisi pada posisi top gear, biopremium, suhu mesin pada suhu kerja (60-70 °C), Mesin Honda Supra x 125 Tahun 2007. Untuk variabel terikat yaitu melihat tingkat polutan dari kadar emisi gas buang yang ditimbulkan yaitu CO, HC, CO2 dan O2. Penelitian dilakukan dilakukan di laboratorium pengujian peforma mesin fakultas Teknik Unesa.Berdasarkan hasil pengujian emisi gas buang pada sepeda motor Supra X 125 Tahun 2007 dapat disimpulkan bahwa hasil yang tepat pada campuran biopremium yang optimal  adalah biopremium E15 menghasilkan konsentrasi CO sebesar 0,390 %vol dan HC sebesar 142 ppm. Hal ini membuktikan kandungan emisi biopremium masih dibawah batasan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, yaitu untuk konsentrasi CO sebesar 5.5 %vol dan HC sebesar 2400 ppm pada putaran idle untuk sepeda motor 4 langkah. Kata kunci  : Premium, Bioethanol, Emisi Gas Buang.
UJI EMISI GAS BUANG MOTOR YAMAHA MIO 2009 DENGAN BAHAN BAKAR BIOETHANOL DARI UMBI SENTE (ALOCASIA MACRORRHIZA) SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM SANJAYA, ADI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kesadaran masyarakat akan pencemaran udara akibat gas buang kendaraan bermotor di kota-kota besar saat ini semakin tinggi. Dari berbagai sumber bergerak seperti mobil penumpang, truk, bus, lokomotif kereta api, kapal terbang, dan kapal laut, kendaraan bermotor saat ini maupun dikemudian hari akan terus menjadi sumber yang dominan dari pencemaran udara di perkotaan. Kehadiran kendaraan bermotor dalam masyarakat sangatlah penting, akan tetapi banyak terjadi permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, kecelakaan serta pencemaran udara. Gas buang yang dihasilkan dari kendaraan bermotor berupa zat yang tidak beracun, seperti nitrogen (N2), karbondioksida (CO2) uap air (H2O) serta zat beracun seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), oksida nitrogen (NOx), sulfur oksida (SOx), zat timbal (Pb), dan partikulat. Tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui tingkat penurunan kadar emisi gas buang pada mesin Yamaha Mio 2009. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian ini adalah bioethanol dari umbi sente (Alocasia Macrorrhiza) sebagai campuran premium dengan perbandingan E5, E10, E15, dan E20. Pengujian dilakukan dengan menggunakan putaran mesin 3000 - 8000 rpm dengan range 500 rpm. Metode pengujian yang digunakan adalah variabel speed (kecepatan berubah) pada full open throttle valve (beban penuh). Penelitan ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data numeric yang diperoleh dari pengujian yang kemudian dijelaskan dalam bentuk kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kandungan bioethanol pada premium dapat meningkatkan konsentrasi CO dan menurunkan konsentrasi HC, NOx dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar premium pada putaran idle. Emisi CO dan HC terhadap putaran mesin maupun lambda, biopremium E5 yang terendah dibandingkan dengan biopremium lainnya. Biopremium E5 dibandingkan dengan premium pada putaran 3000-8000 rpm jauh lebih rendah dengan CO pada putaran 8000 rpm sebesar 0.27 %vol sedangkan premium sebesar 1.91 %vol, sedangkan konsentrasi HC pada biopremium E5 sebesar 114 ppm dan premium sebesar 163 ppm. Serta konsentrasi NO pada putaran 4500 rpm biopremium E5 sebesar 11 ppm dan premium 40 ppm. Untuk perbadingan biopremium yang optimal berada pada biopremium E5 dengan melihat konsentrasi O2. Perbandingan biopremium E5 dengan premium yang optimal pada putaran 3000-8000 rpm konsentrasi O2 lebih rendah sebesar 2.11%vol. Kata kunci : Emisi gas buang, bioethanol, umbi sente (Alocasia Macrorrhiza).
PENGARUH CAMPURAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI KAPAS PADA SOLAR TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN DIESEL TANUHITA, BUDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kendaraan bermotor di indonesia pada akhir-akhir ini perkembangannya sangat pesat terutama pada kendaraan diesel. Penggunaan kendaraan diesel di Indonesia kebanyakan untuk transportasi umum dan kendaraan operasional pada perusahaan. Sehubungan dengan ini bahan bakar diesel sangat diperlukan untuk operasional kendaraan. Permasalahan bahan bakar minyak (BBM) adalah persoalan yang sulit dan berat. Minyak biji kapas merupakan minyak nabati yang tidak mengandung sulfur. Oleh karena itu, bahan bakar dari minyak biji kapas bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar biodiesel dari minyak biji kapas dengan bahan bakar solar murni terhadap kinerja mesin diesel, konsumsi bahan bakar, dan kepekatan asap kendaraan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian ini adalah mesin diesel Mitsubishi Kuda. Campuran bahan bakar biodiesel dari minyak biji kapas dengan bahan bakar solar murni (B0, B5, B10, B15, dan B20) Pengujian kinerja mesin dilakukan dengan metode full open throttle valve dengan standar pengujian kinerja mesin berdasarkan SAE-J1349. Standar pengujian kepekatan asap mesin diesel berdasarkan SAE-J1667. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah blower, stopwatch, fuel meter, smoke opacitymeter, dan eddycurrent chassis dynamometer. Analisis data ini menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja mesin dengan menggunakan bahan bakar campuran biodiesel dan solar mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan torsi yang dihasilkan menggunakan campuran bahan bakar biodiesel (B20) sebesar 2,50 kgf.m dengan persentase peningkatan tertinggi adalah 18,84% pada putaran mesin 4500 rpm. Daya efektif yang dihasilkan menggunakan bahan bakar biodiesel (B10) sebesar 32,38 PS dengan persentase peningkatan tertinggi adalah 14,42% pada putaran mesin 4250 rpm. Tekanan efektif rata-rata yang dihasilkan menggunakan bahan bakar biodiesel (B10) sebesar 0,69 kg/cm² dengan persentase peningkatan tertinggi adalah 14,42% pada putaran mesin 4250 rpm. Sedangkan penurunan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan menggunakan bahan bakar biodiesel (B5) sebesar 3,43 kg/jam dengan persentase penurunan tertinggi adalah 14,46% pada putaran mesin 4500 rpm, dan penurunan opasitas biodiesel dari minyak biji kapas dengan solar  dapat menurunkan opasitas sebesar 5,340% dengan persentase penurunan tertinggi adalah 66,67% pada putaran 2500 rpm. Campuran bahan bakar biodiesel dengan solar yang optimal pada kinerja mesin dan opasitas yaitu campuran B10.   Kata kunci: Biodiesel, solar, kinerja mesin, dan opasitas.
PENGARUH PENGGUNAAN MULTI CELL WATER ELECTROLYZER MODEL SPIRAL TERHADAP REDUKSI EMISI GAS BUANG DAN PERFORMA MESIN YAMAHA MIO ABDUH S F, MOCHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi. Tingginya pertumbuhan penduduk tersebut akan diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi yang sebagian besar bahan bakarnya masih bergantung pada hasil olahan minyak bumi, sehingga akan berdampak pada kelangkaan bahan bakar minyak. Selain itu, bahan bakar minyak dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan akibat proses pembakarannya. Zat beracun yang dihasilkan kendaraan bermotor, seperti karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), oksigen nitrogen (NOx), dan yang paling berbahaya adalah timbal (Pb). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lilitan pada multi cell water electrolyzer model spiral dengan Automatic Voltage Regulator terhadap kadar emisi dan performa mesin Yamaha Mio. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Langkah awal sebelum pengujian adalah mendesain multi cell water electrolyzer dan rangkaian kelistrikannya kemudian diaplikasikan pada mesin Yamaha Mio dengan mengacu pada standar pengukuran emisi gas buang berdasarkan SNI 19-7118.3-2005 dan pengukuran performa mesin berdasarkan SAE J1349. Instrumen pengujian terdiri dari chassis dynamometer, stopwatch, exhaust gas analyzer, fuel meter, rpm counter dan oil temperature meter. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan memberikan gambaran fenomena yang terjadi ketika multi cell water electrolyzer model spiral diaplikasikan pada mesin sepeda motor. Hasil pengujian  menunjukkan bahwa, penggunaan multi cell water electrolyzer model spiral dan automatic voltage regulator dapat mereduksi emisi gas buang dan meningkatkan performa mesin Yamaha Mio. Penggunaan variasi 5 lilitan spiral dapat mereduksi emisi CO dan HC pada gas buang Yamaha Mio masing – masing sebesar 25,46 % dan 19,12 %, meningkatkan torsi dan daya masing – masing sebesar 10,99 % dan 13,52 % serta menghasilkan penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 20,39 %.   Kata kunci:  Multi cell water electrolyzer, emisi gas buang, performa mesin, dan automatic voltage regulator
PENGARUH PENAMBAHAN BIODESEL DARI MINYAK BIJI RANDU PADA BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP UNJUK KERJA DAN OPASITAS GAS BUANG PADA MESIN DIESEL 4 LANGKAH ANDI RISOKTA, RANGGA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan penggunaan mesin diesel menyebabkan berkurangnya cadangan minyak bumi dan perlu dicari langkah-langkah untuk membuat energi alternatif untuk memenuhi pasokan kebutuhan bahan bakar. Biodiesel merupakan sumber bahan bakar alternatif pengganti solar yang terbuat dari minyak tumbuhan atau  lemak hewan, yang tidak mengandung sulfur, tidak beraroma dan terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan campuran solar-biodiesel dari minyak biji randu (Ceiba pentandra) terhadap unjuk kerja mesin diesel dan opasitas gas buang. Pembuatan biodiesel menggunakan metode transeskterifikasi. Penelitian eksperimen (experimental research) ini menggunakan metode full open throttle valve dengan standar pengujian berdasarkan SAE J1349 untuk pengujian unjuk kerja mesin dan standar pengujian kadar opasitas gas buang berdasarkan SNI 19-7118.2-2005, dengan variasi campuran B0; B7,5; B12,5; dan B17,5 pada mesin Mitsubishi Kuda 2500cc tahun 2000dan  menggunakan analisa metode deskriptif. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan penggunaan campuran biodiesel lebih optimal dari bahan bakar B0. Terjadi peningkatan torsi pada tiap campuran, diantaranya B7,5 sebesar 5,54%; B12,5 sebesar 11,15% dan B17,5 sebesar 12,33%. Sedangkan daya mesin terjadi peningkatan pada B7,5 sebesar 3,88%; B12,5 sebesar 5,54% dan B17,5 sebesar 8,26%. Dengan daya yang meningkat, tekanan efektif rata-rata dari mesin juga meningkat, B7,5 sebesar 3,88%; B12,5 sebesar 5,42% dan B17,5 sebesar 8,26%. Dari sisi konsumsi bahan bakar campuran biodiesel mengalami reduksi, B7,5 sebesar 4,57%; B12,5 sebesar 9,65% dan B17,5 sebesar 10,49%. Opasitas kendaraan juga ikut menurun dengan adanya campuran biodiesel dengan rata-rata reduksi B7,5 sebesar 12,67%; B12,5 sebesar 18,98% dan B17,5 sebesar 35,8%. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pada B17,5 merupakan campuran yang paling optimal dari campuran yang lainnya dengan peningkatan torsi sebesar 12,33%, peningkatan daya sebesar 8,26%, peningkatan tekanan efektif rata-rata sebesar 8,26%, reduksi konsumsi bahan bakar sebesar 10,49% dan reduksi opasitas sebesar 35,8%. Kata kunci: Biodiesel, biji kapuk randu, opasitas gas buang, unjuk kerja mesin
PENGARUH VARIASI SUDUT ELBOW INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG  PADA SEPEDA MOTOR SUPRA X TAHUN 2002 WAHYUNIDATUL H, EKA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era globalisasi seperti saat ini kendaraan bermotor telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.Semakin meningkatnya volume kendaraan, maka emisi gas buang yang  dihasilkan oleh kendaraan bermotor tersebut akan semakin tinggi, sehingga polusi udara pun juga semakin tinggi. Agar kadar emisi gas buang rendah, maka campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin harus homogen untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna. Untuk mendapatkan campuran yang homogen tersebut, maka dilakukan penelitian dengan memodifikasi sudut elbowintake manifold yang meliputi, kelompok standar dengan sudut 00 , dan kelompok eksperimen, variasi 1 sudut elbow 1800, variasi 2 sudut elbow 2250 dan variasi 3 sudut elbow 2700. Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif pada putaran mesin 1500 rpm sampai 8000 rpm dengan range 500 rpm pada beban penuh untuk mengetahui kadar emisi yaitu karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) serta mengukur konsumsi bahan bakar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunanan variasi intake manifold pada motor Honda Supra X tahun 2002 lebih baik dibandingkan dengan standar dari segi emisi gas buang. Hal ini dibuktikan dengan penurunan CO optimal terjadi pada variasi 1yaitusebesar 0,34%vol dengan persentase penurunan 85,89% pada putaran 4000 rpm. Penurunan HCoptimal terjadi pada variasi 3 yaitu sebesar 111 ppmVol dengan persentase penurunan 28,39% pada putaran 8000 rpm.Peningkatan CO2 optimalterjadi pada variasi 1 yaitu sebesar 13,7%vol dengan presentase peningkatan 24,55% pada putaran 5500 rpm. Peningkatan O2 optimal terjadi pada variasi 1 yaitu sebesar 1,17%vol dengan presentasi peningkatan 74,63% pada putaran 4000 rpm. Penurunan konsumsi bahan bakar terjadi pada variasi 3 yaitu sebesar 0,31 ltr/jam dengan presentase penurunan 35,42% pada putaran 3000 rpm. Dari variasi 1, 2 dan 3 yang paling baik untuk mereduksi emisi gas buang dibandingkan dengan intake manifold standar pada sepeda motor Honda Supra X tahun 2002 adalah variasi 1, karena variasi 1 membentuk sudut elbow 1800 serta variasi 1 lebih pendek dari variasi 2 dan 3, sehingga kerugiannya kecil. Kata kunci :Elbow, Intake Manifold, Emisi Gas Buang
PENGARUH MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD DENGAN SUDUT KELENGKUNGAN SAMPAI ¾ PUTARAN (270º) TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SUPRA X TAHUN 2002 ARGO WICAKSONO, BAYU
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyaknya peminat sepeda motor sehingga industri mengembangkan kendaraan bermotor tersebut semakin baik lagi. Untuk mendapatkan daya atau power yang besar diperlukan campuran udara dan bahan bakar yang sempurna. Intake manifold merupakan bagian kendaraan tempat mengalirnya udara dan bahan bakar dari karburator menuju ruang pembakaran melalui  katup masuk. Untuk mendapatkan aliran turbulent diperlukan adanya modifikasi pada bagian mesin, salah satunya modifikasi pada intake manifold. Apabila aliran bahan bakar menjadi turbulent maka campuran bahan bakar menjadi homogen atau sempurna. Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengubah lengkungan intake manifold dengan tujuan mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan tekanan efektif rata-rata. Penelitian yang dilakukan meliputi kelompok standar dengan sudut lengkung 00, kelompok eksperimen meliputi variasi 1 dengan sudut lengkung 1800 , variasi 2 dengan sudut lengkung 2250 dan variasi 3 dengan sudut lengkung 2700 . Standar pengujian performa mesin adalah SAE J1349 dengan katup terbuka penuh. Pengujian menggunakan chasis dynamometer, fuel meter, rpm couter, oil temperature meter, dan 4 in 1 multi function enviroment meter.  Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif dengan rpm 3000-9000 pada beban penuh   untuk mengetahui torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan tekanan efektif rata-rata. Data hasil penelitian yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik selanjutnya dideskripsikan dengan kalimat sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa menggunakan intake manifold variasi 1 meningkatkan performa mesin Supra X tahun 2002, sedangkan menggunakan variasi 2 dan 3 terjadi penurunan performa mesin. Peningkatan torsi rata-rata menggunakan variasi 1 (sudut kelengkungan 180°) sebesar 1,32%. Daya efektif rata-rata meningkat pada variasi 1 dengan persentase sebesar 1,56%. Tekanan efektif rata-rata meningkat pada variasi 1 dengan persentase peningkatan sebesar 1,56%. Konsumsi bahan bakar rata-rata pada variasi 1 menurun sebesar 6,81%.. Kata kunci: Unjuk kerja, intake manifold, performa mesin dan motor 4 langkah
PENGARUH PEMANFAATAN GAS BUANG SEBAGAI PEMANAS INTAKE MANIFOLD TERHADAP PERFORMA MESIN SUPRA X TAHUN 2002 CHOIRUL HUDA, AHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi otomotif menuntut pihak produsen kendaraan bermotor khususnya sepeda motor bersaing dengan ketat untuk menarik konsumen dengan menciptakan kendaraan yang mempunyai daya yang besar, bahan bakar yang irit, dan emisi gas buang yang rendah. Intake manifold di dalam motor bensin berfungsi sebagai pendistributor campuran udara dan bahan bakar sebelum masuk ruang bakar. Penambahan pemanas pada intake manifold diharapkan mampu membuat temperatur campuran udara dan bahan bakar menjadi naik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, obyek penelitian adalah sepeda motor Supra X Tahun 2002, pemanas intake manifold (tipe parallel flow dan tipe counter flow dengan bukaan katup kran gas buang sebesar 300, 600, dan 900). Standar pengujian performa mesin adalah SAE J1349. Dengan menggunakan putaran mesin 3500 rpm – 9000 rpm dengan jarak interval 500 rpm. Analisa data dilakukan dengan metode deskripsi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan pemanas pada intake manifold dengan memanfaatkan gas buang yang terbaik adalah penambahan pemanas tipe parallel flow dengan bukaan katup gas buang sebesar 900 dapat meningkatkan torsi, daya, dan tekanan efektif rata-rata masing-masing sebesar 12,26%, 13,28%, dan 12,26% serta penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 21,67%. Kata Kunci : Intake Manifold, Pemanfaatan Gas Buang, Performa Mesin.
PENGARUH PEMANFAATAN GAS BUANG SEBAGAI PEMANAS INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG SUPRA X TAHUN 2002 ARIF VT, KHOIRUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap tahun penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia semakin meningkat. Hal tersebut mengakibatkan peningkatan emisi gas buang seperti CO, CO2 dan HC yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satu upaya untuk mengurangi kadar emisi gas buang motor pembakaran dalam adalah pada sebelum proses pembakaran. Pemanasan pada intake manifold mengakibatkan peningkatan temperatur dan perubahan wujud campuran udara dan bahan bakar menjadi gas sehingga lebih siap dibakar dalam ruang bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan gas buang sebagai pemanas pada intake manifold terhadap emisi gas buang yang dihasilkan. Penelitian yang dilakukan meliputi kelompok standar (tanpa pemanas) dan kelompok variasi pemanas dengan sudut bukaan katup sebesar 30o, 60o dan 90o baik dengan aliran tipe parallel flow maupun tipe counter flow. Pengujian ini menggunakan putaran mesin 1500 rpm – 9000 rpm dengan jarak interval 500 rpm pada beban penuh. Emisi gas buang diukur menggunakan Brain bee exhaust gas analyzer. Pengukuran emisi gas buang mengacu pada SNI 19-7118.3-2005. Analisa data dilakukan dengan metode deskripsi untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO, CO2 dan HC. Data hasil penelitian yang diperoleh dimasukkan dalam tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik dan selanjutnya dianalisa dengan kalimat sederhana. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa menggunakan intake manifold dengan pemanas dapat menurunkan emisi gas buang kendaraan. Penurunan terbaik adalah pada aliran tipe parallel flow variasi bukaan katup 60o dengan rata – rata penurunan peresentase konsentrasi emisi CO dan HC masing - masing sebesar 4.75% dan7.26%. Namun kadar CO2 yang diharapkan meningkat, justru mengalami penurunan dengan rata - rata sebesar 7.39%, hal tersebut terjadi karena konsumsi bahan bakar pada variasi lebih rendah dibandingkan dengan standar akibat adanya pemanas. Kata kunci: Intake Manifold, Pemanas, dan Emisi Gas Buang.
PENGARUH VARIASI KANDUNGAN LOGAM TEMBAGA BERLAPIS MANGAN SEBAGAI KATALIS PADA KNALPOT SUZUKI SATRIA FU 150 TERHADAP KONSENTRASI POLUTAN CO DAN HC ABANI KAHFI, MALUDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Catalytic converter merupakan alat yang digunakan sebagai kontrol emisi gas buang yang diletakkan setelah exhaust manifold pada sistem pembuangan kendaraan bermotor. Sistem catalytic converter yang dimaksud yaitu dengan memanaskan kembali gas sisa hasil pembakaran yang dibuang pada ujung knalpot dengan memanfaatkan panas dari ruang bakar pada kendaraan tersebut. Gas – gas beracun dari jutaan knalpot setiap harinya menimbulkan masalah karena berdampak pada penurunan kualitas udara. Saat ini diperlukan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan atau rendah emisi. Penggunaan catalytic converter adalah salah satu tindakan yang bisa dilakukan. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang aplikasi penggunaan katalis berbahan logam tembaga berlapis mangan sebagai salah satu upaya  untuk  meminimalkan polusi  udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah motor Suzuki Satria FU 150. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan  adalah exhaust gas analyzer, oil temperature meter, rpm counter, chassis dynamometer, digital pocket scale, gelas ukur. Dari penelitian eksperimen ini didapatkan hasil terbaik reduksi emisi CO tertinggi pada kelompok eksperimen 3 menggunakan katalis dengan kandungan logam mangan 200 gr yaitu sebesar 59,95% pada lambda 1,360 dengan putaran mesin rendah 3000 rpm dan temperatur 210°C jika dibandingkan dengan knalpot standar. Hal ini disebabkan adanya teknologi metallic catalytic converter berbahan logam tembaga berlapis mangan yang sudah mampu mereduksi emisi CO. Peningkatan emisi CO2 tertinggi pada pada kelompok eksperimen 1 menggunakan katalis dengan kandungan logam mangan 100 gr yaitu sebesar 19,71% pada lambda 0,755 putaran mesin rendah 2500 rpm dan temperatur 225°C jika dibandingkan dengan knalpot standar. Terjadinya peningkatan emisi CO2 pada putaran mesin rendah disebabkan karena konsentrasi emisi CO menurun. Reduksi emisi HC tertinggi pada kelompok eksperimen 2 menggunakan katalis dengan kandungan logam mangan 150 gr yaitu sebesar 73,97% pada lambda 1,219 dengan putaran mesin rendah 2.000 rpm dan temperatur 220°C jika dibandingkan dengan knalpot standar. Hal ini disebabkan adanya teknologi metallic catalytic converter berbahan logam tembaga berlapis mangan yang mampu mengendalikan emisi gas buang kendaraan bermotor dengan cara mengonversikan emisi HC menjadi H2O. Kata kunci : Catalytic converter, katalis, tembaga, mangan, dan emisi gas buang