cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
HUBUNGAN KECEPATAN POTONG DAN KEDALAMAN PEMAKANAN DENGAN TINGKAT KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA  PROSES FRAIS  CNC TU 3A ERIANTO, WAHYU
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pengefraisan pada umumnya adalah suatu proses yang prinsip kerjanya mempunyai tiga sumbu utama yaitu X,Y,Z. Sumbu X arah gerakan eretan horizontal, sumbu Y arah gerakan eretan melintang dan Z arah gerakan pahat naik turun. Pada proses pengefraisan permukaan benda kerja sering terjadi peningkatan kekasaran dan kerataan, khususnya permukaan benda kerja yang bersinggungan dengan pahat secara langsung. Sehingga timbul  permasalahan yaitu bagaimana hubungan kecepatan potong dan kedalaman pemakanan terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan variasi kecepatan potong 30 m/menit, 40 m/menit, 50 m/menit  dan kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, 3 mm terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja pada  proses mesin  frais CNC TU 3A. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan adalah aluminium 511-01 dengan lebar 50 mm, panjang 60 mm, tinggi 10 mm dan benda kerja yang digunakan sebanyak 9 buah yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam proses pengerjaannya, yaitu kecepatan potong dan kedalaman pemakanan kemudian dari ke 9 benda kerja tersebut masing – masing benda kerja ditentukan 54 titik untuk dilakukan uji kekasaran dan kerataan. Hasil penelitian ini diharapkan sebagai data yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan kecepatan potong  30 m/menit, 40 m/menit, 50 m/menit  dan kedalaman pemakanan 1 mm, 2 mm, 3 mm terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja. Selain itu untuk mengetahui kekasaran dan kerataan permukaan yang paling rendah atau halus. Kata kunci: Kecepatan potong, kedalaman pemakanan, kekasaran permukaan dan kerataan  permukaan
UJI KINERJA MOTOR HONDA SUPRA -X 125 TAHUN 2012 DENGAN BAHAN BAKAR BIOPREMIUM DARI UMBI SENTE (ALOCASIA MACRORRHIZA) SAYYIDUL UMAM, RIVAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan otomotif semakin meningkat seiring dengan naiknya jumlah permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor dari tahun ke tahun. Sejalan dengan bertambahnya  kendaraan bermotor semakin meningkat jumlah konsumsi bahan bakar minyak minyak (BBM). Sedangkan jumlah bahan baku BBM yaitu minyak bumi terbatas dan semakin berkurang keadaanya, bahkan diperkirakan akan habis dalam 12 tahun lagi cadangan minyak bumi di Indonesia. Oleh sebab itu untuk mendukung kebijakan energi nasional menggunakan energi yang terbarukan dengan menggunakan bahan bakar alternatif salah satunya yaitu biopremium yang merupakan campuran antara bioethanol dan premium. Pada penelitian ini bioethanol yang digunakan adalah berbahan baku dari umbi sente (Alocasia macrorrhiza) yang  diteliti oleh Machrus Afif Romdloni (2014). Untuk mendapatkan campuran dengan hasil yang optimal maka diperlukan pengkajian penggunaan biopremium dari umbi sente terhadap torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar, dan tekanan efektif rata-rata. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu menguji Motor Honda Supra-X 125 Tahun 2012 dengan menggunakan bahan bakar biopremium E0, E5, E10, E15, dan E20. Metode pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349. Pengujian ini dilakukan pada kondisi bukaan throttle kontinyu mulai dari idle sampai bukaan throttle maksimum (akselerasi). Data sensor putaran roller dengan pembebanan inersia dan putaran mesin secara otomatis akan terbaca data acquisition dan dikalkulasi oleh program komputer. Sehingga didapat data yang kemudian diolah dan diperoleh hasil dari torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar spesifik dan tekanan efektif rata-rata. Berikutnya dapat diketahui hasil campuran biopremium yang optimal pada pengujian Motor Honda Supra-X 125 Tahun 2012. Hasil penelitian torsi optimal 1,01 kgf.m pada 5500 rpm dihasilkan oleh E10, daya efektif optimal sebesar 8,82 PS pada 7000 rpm dihasilkan oleh E15, konsumsi bahan bakar paling rendah sebesar 0,271 Kg/Jam pada 3500 rpm dihasilkan oleh E15, konsumsi bahan bakar spesifik paling rendah sebesar 0,059 PS/Kg.Jam pada 3500 rpm dihasilkan oleh E15, dan tekanan efektif optimal sebesar 10,02 Kg/cm2 dihasilkan oleh E10. E15 terbaik diantara E5, E10, dan E20 daya yang dihasilkan paling tinggi dan konsumsi bahan bakar yang rendah. Jika dibandingkan dengan E0, E15 juga menghasilkan daya efektif tertinggi dan konsumsi bahan bakar lebih rendah. Kata kunci: Sepeda motor, bioethanol, biopremium, dan kinerja mesin.
PENGARUH  JUMLAH MATA SAYAT END MILL CUTTER MENGGUNAKAN KODE PROGRAM G 02 DAN G 03 TERHADAP KERATAAN ALUMUNIUM 6061  PADA MESIN CNC TU-3A SUHARYADI, KURNIAWAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mata sayat end mill cutter yaitu  mata sayat 2 dan mata sayat 4 serta kedalaman pemakanan ( 0,3mm ; 0,5 mm ; 0,9 mm) menggunakan kode program G 02 dan G 03 terhadap kerataan alumunium 6061. Kerataan permukaan merupakan pengukuran yang titik  awal sebagai titik refrensi yang mempengaruhi titik pengukuran selanjutnya Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dilakukan di Laboratorium CNC teknik mesin Balai Latihan Kerja Surabaya dan untuk pengujian tingkat kerataan permukaan benda kerja dilakukan di Laboratorium Pengujian Bahan, Teknik Mesin, Balai Latihan Kerja Surabaya. Sampel digunakan berukuran 50 x 50 mm sebanyak 12 buah yang akan mendapat perlakuan berbeda variasi jumlah mata sayat end mill cutter, kedalaman pemakanan dan kode program Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kerataan permukaan benda kerja tersebut adalah Dial Indicator. Teknik  analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh jumlah mata sayat end mill cutter, kedalaman pemakan dan kode program terhadap kerataan, adalah pada kode program G 03 dengan jumlah mata sayat 4 pada kedalaman pemakanan 0,3 mm  yaitu 0,27 μm, kode program G 02 dengan jumlah mata sayat pahat 4 pada kedalaman pemakanan 0,3 mm yaitu 0,30 μm, kode program G 03 dengan jumlah mata sayat pahat 4 pada kedalaman pemakanan 0,5 mm yaitu 0,32 μm. Jadi semakin dalam pemakanan dan jumlah mata sayat end mill cutter yang sedikit serta penggunaan kode program G 02, mengakibatkan semakin tinggi tingkat kerataan. permukaan benda kerja. Kata kunci: jumlah mata sayat end mill cutter,kedalaman pemakan, kode program G 02 dan G 03, kerataan permukaan, mesin CNC TU-3A.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN ARANG LIMBAH KULIT SINGKONG DAN SERBUK GERGAJI KAYU JATI MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU MOKHAMAD.BAGUS.P.S,
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat serta perkembangan ekonomi yang begitu cepat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan akan energi semakin hari semakin meningkat. Fenomena ini mempengaruhi jumlah ketersediaan energi minyak bumi semakin menipis, oleh karena itu sangat dibutuhkan energi alternatif lain guna mengurangi problematika gejala tersebut. Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang paling murah dan dapat dikembangkan secara massal dalam jangka waktu yang relatif singkat yang merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui proses pembuatan biobriket dari campuran arang limbah kulit singkong dan serbuk gergaji kayu jati menggunakan perekat tetes tebu (2) Mengetahui perbandingan ideal biobriket terbaik sesuai standar mutu briket batu bara (3) Mengetahui karakteristik biobriket yang meliputi nilai kerapatan, nilai kuat tekan, nilai kalor, kadar abu dan kadar air dari biobriket. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objek dalam penelitian ini menggunakan limbah kulit singkong dan limbah serbuk gergaji kayu jati yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histrogram, dan grafik. Jumlah sampel biobriket yang dibuat dalam penelitian ini adalah 5 sampel dengan perbandingan bahan dasar yang berbeda-beda dengan berat total bahan baku sebesar 30 gr. Perbandingan bahan dasar kulit singkong dan serbuk gergaji dalam penelitian ini meliputi: (1) 90:10 (2) 70:30 (3) 50:50 (4) 30:70 (5) 10:90, dengan menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 30 gr. Pengujian mutu dan kualitas biobriket dilakukan dengan pengujian nilai kerapatan, nilai kuat tekan, nilai kalor, kadar abu dan kadar air dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan dari mutu sesuai dengan Nilai Standar Mutu Batubara. Hasil penelitian diperoleh nilai kerapatan maksimal terdapat pada jenis sampel no 5 dengan dengan komposisi 10% kulit singkong + 90% serbuk gergaji kayu jati sebesar 0,9186 g/cm³. Nilai kalor tertinggi terdapat pada jenis sampel no 5 sebesar 4990,695 kal/g. Nilai kadar abu minimal terdapat pada jenis sampel no 5 sebesar 5,86%. Nilai kuat tekan maksimal terdapat pada jenis sampel no 3 dengan komposisi 50% kulit singkong + 50% serbuk gergaji kayu jati sebesar 0,358 kgf/cm². Nilai kadar air minimal terdapat pada jenis sampel no 4 dengan komposisi 30% kulit singkong + 70% serbuk gergaji kayu jati sebesar 8,30%.Jadi sampel biobriket terbaik adalah jenis sampel no 5 dengan perbandingan komposisi bahan baku sebesar 10% kulit singkong + 90% serbuk gergaji kayu jati. Kata kunci: biobriket, limbah kulit singkong, limbah serbuk gergaji kayu jati.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN JANGGEL  JAGUNG DAN LIMBAH BAMBU DENGAN PEREKAT TETES TEBU LUTFITA P., DHEA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui yang waktu pembentukannya sampai jutaan tahun sehingga jumlahnya akan semakin menipis apabila dieksploitasi secara terus menerus. Situasi ini memacu para peneliti untuk mencari sumber energi alternatif yang murah dan mudah didapat. Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari campuran biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi ideal biobriket berbahan campuran janggel jagung dan limbah bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objeknya menggunakan janggel jagung dan limbah bambu yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Dalam penelitian ini, terdapat lima sampel biobriket dengan menggunakan variasi perbandingan janggel jagung dan limbah bambu meliputi : (1) 10:90 (2) 30:70 (3) 50:50 (4) 70:30 (5) 90:10 dengan jumlah berat 30 gram. Menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 20 gram. Pengujian karakteristik biobriket dilakukan dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan nilai kalor dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan Standar Mutu Briket Jepang, Inggris, Amerika, dan Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposisi ideal biobriket berbahan campuran janggel jagung dan limbah bambu adalah biobriket dengan komposisi 10% janggel jagung + 90% limbah bambu. Pada komposisi ini menghasilkan kadar air terendah 7,29%, kadar abu terendah 10,37%, kerapatan terbesar 1,13 g/cm3, kuat tekan terbesar 20,92 kg/cm2, dan nilai kalor tertinggi 5337,939 kal/g. Kata kunci: biobriket, janggel jagung, limbah bambu, tetes tebu.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN ENCENG GONDOK DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN PEREKAT TETES TEBU FATMAWATI, DIAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Enceng gondok dan tempurung kelapa merupakan kelompok biomassa yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Pembuatan biobriket dari bahan baku arang enceng gondok dan tempurung kelapa merupakan salah satu solusi untuk memanfaatkan biomassa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui karakteristik biobriket yang meliputi kadar air, kadar abu, nilai kalor, kerapatan, dan kuat tekan (2) mengetahui perbandingan ideal biobriket dari campuran arang enceng gondok dan tempurung kelapa dengan perekat tetes tebu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, objeknya menggunakan enceng gondok dan tempurung kelapa yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram, dan grafik. Jumlah sampel biobriket yang dibuat dalam penelitian ini lima sampel dengan perbandingan bahan dasar yang berbeda-beda. Perbandingan bahan enceng gondok dan tempurung kelapa dalam penelitian ini meliputi: (1) 10:90 (2) 30:70 (3) 50:50 (4) 70:30 (5) 90:10, dengan menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 40%. Pengujian mutu dan kualitas biobriket dilakukan dengan pengujian kadar air, kadar abu, nilai kalor, kerapatan, dan kuat tekan dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan dari mutu sesuai dengan Nilai Standar Mutu Briket Batubara. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposisi ideal biobriket berbahan campuran enceng gondok dan tempurung kelapa terdapat pada biobriket sampel 1 dengan komposisi 10% enceng gondok + 90% tempurung kelapa. Pada komposisi ini menghasilkan kadar air terendah 6,45%, kadar abu terendah 4,77%, nilai kalor tertinggi 6267,072 kal/gr, kerapatan tertinggi 1,323 g/cm3, dan kuat tekan tertinggi 13,05 kg/cm2. Kata Kunci : biobriket, enceng gondok, tempurung kelapa, tetes tebu.
PERBAIKAN KUALITAS  BIODIESEL BIJI KARET MELALUI PROSES DEGUMMING MENGGUNAKAN ASAM PHOSPAT METODE NON-KATALIS SUPERHEATED METHANOL TEKANAN ATMOSFIR BAKTIAR, ANDIK
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian mengenai pembuatan energi alternatif yaitu biodiesel dari biji karet sudah banyak dilakukan oleh para peneliti, diantarannya adalah penelitian yang dilakukan oleh I Wayan Susila pada tahun 2009 yang berjudul, Proses Produksi Biodiesel Biji Karet Metode Non-Katalis. Pada penelitian ini  Minyak biji karet mentah atau Crude Rubber Seed Oil (CRSO) yang memiliki kadar Asam lemak bebas atau FFA tinggi diatas 2,5% dapat langsung diproses menjadi biodiesel dengan metode Non-Katalis, namun dalam penelitian ini masi memiliki kelemahan, yaitu kadar Residu karbon mikro biodiesel tergolong tinggi, masih diatas standar keputusan FBI tahun 2005. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah minyak biji karet. pembuatan biodiesel dengan degumming menggunakan asam phospat sebanyak 0,1%, 0,15%, 0,2%, 0,25%, dan 0,3% b/b, setelah itu minyak diuji kadar gumnya, minyak dengan kadar gum ter-kecil di proses menggunakan metode non-katalis. Minyak hasil degumming yang kadar gum-nya paling rendah diendapkan ± 1 bulan untuk mengetahui penurunan kadar gum-nya. Minyak mentah dimasukkan kedalam Bubble Column Reaktor (BCR) kemudian diproses menggunakan methanol bersuhu tinggi dengan rasio molar methanol 160 dan dengan suhu reaktor 2900C. Berdasarkan hasil penelitian dapat ketahui kandungan gum minyak biji karet sesudah degumming menggunakan asam phospat adalah sebagai berikut, H3PO4 0,1% 98,55 mg/l, H3PO4 0,15% 98,73 mg/l, H3PO4 0,2% 97,13 mg/l, H3PO4 0,25% 111,39 mg/l, H3PO4 0,3% 114,84 mg/l, dan karakteristik biodiesel minyak biji karet dengan metode non-katalis adalah sebagai berikut, Viscositas 9,682 cSt, Densitas 0,9006 g/cm3, Pour point 13oC, Flash point 23oC, residu karbon mikro 10% ampas distilasi sebesar 0,9%, water content 0,279%, kadar FFA 8,56% dan Nilai kalor 9361,94 kcal/kg, dari hasil degumming menggunakan Asam phospat malah semakin menambah kadar gum yang dianalisis sebagai kadar P(Phosfor), peningkatan kadar P terendah terjadi pada campuran Asam phospat 0,2%, yang pada awalnya 23,10 mg/l meningkat menjadi 97,13 mg/l, peningkatan ini terjadi karena unsur P yang ada pada Asam Phospat belum berpisah sepenuhnya, sedangkan hasil pengujian kadar gum terendah minyak setelah diendapkan selama ± 1 bulan adalah 0,31 mg/l dengan campuran asam phospat 0,2%. Kata Kunci: Minyak biji karet, Degumming, Asam phospat,  Metode non-katalis.
UJI EMISI PENGGUNAAN BIOETANOL DARI LIMBAH PERMEN BLASTER POP SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 TAHUN 2012 ABDULLOH,
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                                                                            Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui emisi gas buang pada mesin motor Honda Supra X 125 Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Bahan bakar yang digunakan adalah premium murni (kelompok standart) dan premium yang dicampur dengan bioetanol dengan variasi  E5, E10, dan E15 dan E20 (kelompok eksperimen). Pengujian dilakukan pada putaran stasioner (1400 rpm), 2000 rpm sampai 9000 rpm dengan interval 500 rpm. Emisi yang diukur pada penelitian ini adalah kadar CO, kadar CO2, Kadar O2, HC dan Lambda (λ). Dalam penelitian ini menggunakan bioetanol dari limbah permen Blaster Pop dengan kadar 94,82%. Penelitian ini adalah penelitian lanjutan dari judul skripsi ”Proses pembuatan bioethanol dari pemanfaatan limbah permen Blaster Pop Balongbendo Sidoarjo” oleh Sholichudin Wahyu Firmansyah, Mahasiswa Angkatan 2009 Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Pengujian dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pengujian emisi gas buang Sepeda Motor Honda Supra X 125 Tahun 2012 menggunakan bahan bakar campuran bioetanol dari limbah permen Blaster Pop dan premium dapat meningkatkan konsentrasi CO2 menurunkan konsentrasi CO, HC dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar premium murni pada putaran stasioner. Bahan bakar E15 merupakan variasi yang paling mereduksi emisi dibandingkan variasi bahan bakar yang lain. Pada putaran stasioner konsentrasi CO hanya 1.01% Vol, dan HC hanya 104 ppm. Hasil ini jauh di bawah batasan maksimal yang dikeluarkan Kementrian Lingkungan Hidup, yang tertuang dalam Permen No. 05 Tahun 2006 Tentang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor yaitu konsentrasi CO 4.5 % Vol dan HC 2000 ppm pada sepeda motor rakitan lebih dari tahun 2010. Kata kunci: Emisi gas buang, Bioetanol, Premium.
PENGARUH VARIASI DIAMETER HOUSING PADA SILINCER MESIN BLOW CLEANING TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN DAN TEKANAN UDARA FATHONI, AGUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber kebisingan di tempat kerja dapat di timbulkan dari mesin-mesin yang digunakan oleh tenaga kerja. Mesin blow cleaning di PT. Albea Rigit Packaging Indonesia saat  bekerja mengeluarkan suara keras yang dapat menganggu, sebagai upaya pengendalian kebisingan adalah dengan memasang alat peredam pada mesin tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan alat 4 in 1 environment sound level meter dan barometer. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemasangan silincer yang memiliki housing berdiameter 15 mm menghasilkan tingkat kebisingan sebesar 89,42 dB berselisih 9,08 dB atau 9,2 % dari tingkat kebisingan awal sebesar 98,5 dB. Sedangkan untuk tekanan udara yang keluar dari mesin blow cleaning sebelum maupun sesudah di pasang silincer tidak ada perubahan atau tetap dalam tekanan sebesar 7 bar. Kata kunci: diameter, silincer, kebisingan
STUDI KOMPARATIF LAJU KOROSI LOGAM KUNINGAN C3604 (SPUYER KARBURATOR) DI MEDIA PREMIUM DAN PERTAMAX MENGGUNAKAN METODE ASTM D-130 FERIANSYAH, KHOIRUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Logam kuningan banyak dipergunakan untuk pembuatan komponen karburator sepeda motor. Logam kuningan termasuk logam yang bersifat tahan terhadap korosi, akan tetapi masih bisa terserang proses korosi karena sifat logam paduannya. Proses korosi kuningan ini akan berdampak cukup buruk terhadap kinerja karburator sepeda motor, karena material korosi dapat masuk dalam ruang bakar. Untuk mengetahui laju korosi logam kuningan, maka perlu dilakukan pengukuran laju korosi pada sebuah media premium dan pertamax. Alat uji laju korosi yang dapat digunakan untuk media premium dan pertamax adalah cooper strip corrosion yang menggunakan metode ASTM D – 130. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan variabel terikat laju korosi dan berat benda kerja, variabel bebas adalah variasi temperatur 40°C, 60°C, 80°C, dan 100°C serta media pengkorosian menggunakan premium dan pertamax. Dari hasil penelitian pengujian laju korosi berdasarkan standar ASTM D-130 diperoleh hasil laju korosi di media pertamax pada suhu tertinggi sebesar 0,0006 gram selama 2 jam pengujian pada suhu 100°C. Sedangkan peningkatan laju korosi yang cukup signifikan terjadi di media premium sebesar 0,0009 gram selama 2 jam pengujian pada suhu 100°C. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa laju korosi di media premium lebih tinggi dibandingkan dengan pertamax. Kata Kunci: laju korosi, ASTM D – 130,  copper strip corrosion, kuningan C3604.