cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
UNJUK KEMAMPUAN METALLIC CATALYTIC CONVERTER TEMBAGA BERLAPIS MANGAN TERHADAP REDUKSI EMISI CO DAN HC PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH ULUM, BAHRUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Katalis merupakan zat yang ditambahkan dalam sistem reaksi untuk mempercepat reaksi. Katalis dapat menyediakan situs aktif yang berfungsi untuk mempertemukan reaktan dan menyumbangkan energi dalam bentuk panas sehingga molekul pereaktan mampu melewati energi aktivasi secara lebih mudah. Seperti diketahui bahan pencemar terdapat di dalam gas buang kendaraan bermotor adalah karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC), bila unsur tersebut terlepas ke udara dan bereaksi  akan membentuk senyawa yang membahayakan kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang catalytic converter untuk mengurangi emisi gas buang yang di hasilkan kendaraan bermotor. Catalytic converter pada penelitian ini menggunkan bahan tembaga berlapis mangan yang dipasang pada knalpot sepeda motor Satria FU yang akan diuji emisi sebelum penggunaan dan setelah dipasang catalytic converter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah motor Suzuki Satria FU 150. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan  adalah exhaust gas analyzer, oil temperature meter, rpm counter, chassis dynamometer, digital pocket scale, gelas ukur. Dari penelitian eksperimen ini didapatkan hasil terbaik reduksi emisi CO tertinggi pada kelompok eksperimen 1 menggunakan katalis dengan diameter lubang logam tembaga 2 mm yaitu sebesar 59,96% pada lambda 0,760 dengan purtaran mesin idle 1500 rpm dan temperatur 204°C jika dibandingkan knalpot standar. Hal ini disebabkan adanya teknologi mettallic catalytic converter berbahan tembaga berlapis mangan yang sudah mampu mereduksi emisi CO. Reduksi emisi HC tertinggi pada kelompok eksperimen 1 menggunakan katalis dengan diameter lubang logam tembaga 2 mm yaitu sebesar 70,12% pada lambda 0,763 dengan putaran mesin menengah 7000 rpm dan temperatur 369°C jika dibandingkan dengan knalpot standar. Hal ini disebabkan adanya teknologi metallic catalytic converter berbahan logam tembaga berlapis mangan yang mampu mengendalikan emisi gas buang kendaraan bermotor dengan cara mengonversikan emisi HC menjadi H2O. Kata kunci : Catalytic converter, katalis, tembaga, mangan, dan emisi gas buang
PENGARUHCATALYTIC CONVERTER TITANIUM DIOKSIDA PENGARUHCATALYTIC CONVERTER TITANIUM DIOKSIDATERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125 AROB WICAKSONO, YOGA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian dengan topik catalytic converter penting dilakukan untuk mendukung pengembangan teknologi reduksi emisi pada kendaraan.. Pada penelitian ini digunakan logam titanium dioksida sebagai bahan katalis pada catalytic converter sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas logam titanium dioksida sebagai bahan dasar catalytic converter terhadap emisi gas buang sepeda motor empat langkah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah sepeda motor Honda Supra X 125 tahun 2012. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Performa Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Sampel pada penelitian ini ada empat, yaitu knalpot standar tanpa katalis, sampel 1 (7,85 gram TiO2), sampel 2 (14,97 gram TiO2), dan sampel 3 (20,87 gram TiO2). Standar pengujian performa mesin berdasarkan SNI 19-7118.3-2005. Instrumen penelitian yang digunakan adalah inertia chassis dynamometer,exhaus gas analyzer, dan electronic temperature controller. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa catalytic converter titanium dioksida mampu mereduksi emisi CO rata-rata 18,39%-20,96%, emisi HC rata-rata 16,10%-23,26%. Kata kunci: catalytic converter, titanium dioksida, sepeda motor, dan emisi gas buang
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR BIOPREMIUM DARI TETES TEBU TERHADAP PERFORMA MESIN MOTOR HONDA SUPRA X125 LUKMANA PUTRA, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Membengkaknya konsumsi BBM jenis solar dan premium disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang signifikan terus terjadi Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak, yaitu bahan bakar bioetanol. Ethanol atau ethyl alcohol (C2H5OH) berupa cairan bening tidak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yang besar apabila bocor. Ethanol yang terbakar menghasilkan karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah premium (kelompok standart) dan kelompok eksperimen meliputi biopremium E5, E10, E15, dan E20. Sedangkan untuk bioethanol berasal dari tetes tebu dengan kadar etanol 96% yang diperoleh dari toko kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa mesin Honda Supra X125 2008. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan. Torsi meningkat pada putaran 3500 rpm sebesar 10,58% dengan bahan bakar E20. Daya meningkat pada putaran 6000 rpm sebesar 11,64% dengan bahan bakar E10. Konsumsi bahan bakar menurun pada putaran 5000 rpm sebesar 22,73% dengan bahan bakar E5. Tekanan efektif rata-rata meningkat pada putaran 3500 rpm sebesar 10,65% dengan bahan bakar E20. Sedangkan campuran bahan bakar terbaik yang sesuai dengan apa yang diinginkan peneliti adalah E5 dimana terjadi penurunan signifikan pada konsumsi bahan bakar pada putaran 5000 rpm sebesar 22,73%. Kata Kunci: Performa Mesin, Bioethanol,bio premium, premium.
PENGARUH DESAIN KATALIS TIPE METALLIC HONEYCOMB BERBAHAN LOGAM TEMBAGA BERLAPIS MANGAN TERHADAPTERHADAP REDUKSI EMISI GAS BUANG SUZUKI SATRIA FU 150 WIBISONO, WIDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Emisi gas buang kendaraan bermotor merupakan polutan yang memberikan kontribusi terbesar bagi pencemaran udara. Pipa gas buang (knalpot) kendaraan bermotor adalah sumber paling utama emisi gas buang (65-85 persen) dan mengeluarkan hidrokarbon (HC) yang terbakar maupun tidak terbakar, bermacam-macam CO, dan gas-gas lainya. Gas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, oleh karena itu harus dihilangkan semaksimal mungkin. karena itu penulis melakukan penelitian tentang catalytic converter untuk mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.  Catalytic Converter pada penelitian ini menggunakan bahan tembaga berlapis mangan yang dipasang pada kenalpot sepeda motor Suzuki Satria FU 150 tahun 2010 yang akan diuji emisi sebelum penggunaan dan setelah dipasang catalytic converter. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah Suzuki Satria FU 150 Tahun 2010 dengan pemasangan catalytic converter berbahan tembaga berlapis mangan, dengan desain axsial metallic honeycomb, dan radial metallic honeycomb menggunakan sudut 15 ?. Analisis data berdasarkan SNI 19-7118.3-2005 dengan menggunakan metode deskriptif. Instrument penelitian yang digunakan adalah exhaust gas analyzer, rpm counter, oli temperature meter, chassis dynamometer, blower, beaker glass, digital pocket sclal, mixer dan oven. Dari penelitian eksperimen ini didapatkan hasil berupa reduksi emisi CO tertinggi yaitu kelompok eksperimen dengan desain radial metallic honeycomb menggunakan sudut 15 ? yaitu sebesar 56,95% pada lambda 0,732 dengan  temperatur 163,4°C dan Reduksi emisi HC tertinggi yaitu dengan katalis desain radial metallic honeycomb menggunakan sudut 15 ?  yaitu sebesar 15,57 Ppm vol pada lambda 0,822 dengan temperature 402,1°C. Kata kunci : Catalytic Converter, tembaga, mangan, CO dan HC
PENGARUH ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP KESELAMATAN  DAN KESEHATAN KERJA (K3) KARYAWAN DI BENGKEL M.MISCHAN                            KALIJUDAN SURABAYA WAHYU P NS, RYAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

         Abstrak  Objek   penelitian   ini   adalah   semua   karyawan   pada   bagian   perbaikan   bodi   (finishing )   di   bengkel   M.Mischan Kalijudan Surabaya yang berjumlah 20 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan        metode    Observasi    dan   Angket    dalam    mengumpulkan       data.   Sebelum    melakukan      penelitian dilakukan   observasi   kepada   karyawan   bagian   perbaikan   bodi  (finishing )   dimana   masih   banyak   karyawan   yang tidak memakai APD sesuai SOP bengkel. Sehingga peneliti melengkapi kekurangan tersebut untuk mengetahui pengaruhnya       terhadap   K3    karyawan    dengan     menggunakan      instrument    berupa    angket.   Metode     deskriptif kuantitatif digunakan untuk  menggambarkan tentang Pengaruh Pemakaian APD Terhadap K3 karyawan  yang kemudian diinterpretasikan   berdasarkan  koefisien   korelasi   yang telah ditetapkan.   Dari tabulasi   data   yang  telah  diperoleh dari kuesioner pada penelitian ini yang menunjukkan persentase pada variabel APD sebesar 74% dan variabel K3 sebesar 72%. Semua perolehan persentase dari setiap variabel tersebut berada pada rentang koefisien korelasi antara 61 – 80% yang berinterpretasi Tinggi. Dengan menggunakan perhitungan uji t yang dikorelasikan dengan   tabel product   moment ,   maka   korelasi   antara   APD   dan   K3   menghasilkan   nilai   r   =   1,38   yang   berarti pemakaian APD berkorelasi tinggi terhadap K3. Maka pemakaian APD sangat berpengaruh tinggi terhadap K3    karyawan dibengkel M.Mischan Kalijudan Surabaya. Kata Kunci: alat pelindung diri, keselamatan dan kesehatan kerja
PENGARUH JENIS BAHAN PEREDAM SILINCER TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN DAN TEKANAN UDARA PADA MESIN BLOW CLEANING DI PT. ALBEA RIGIT PACKAGING INDONESIA MUFIDHIN, WAHID
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di PT. Albea Rigit  Packaging Indonesia adalah perusahan yang bergerak di bidang pembuatan pabrikasi untuk kemasan kosmetik yang mempunyai banyak mesin untuk mendukung kinerjanya salah satunya adalah mesin blow cleaning. Mesin blow cleaning digunakan untuk membersihkan produk jadi untuk menjaga quality control. Mesin blow cleaning ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat tinggi yaitu sebesar 91-110 Db. Tingkat kebisingan yang melewati ambang batas ini sangat berpengaruh pada kesehatan orang yang ada disekitarnya.Untuk meredam tingkat kebisingan tersebut digunakanlah silincer. Silincer adalah perangkat yang digunakan untuk mengurangi noise/ kebisingan suara yang muncul dari mesin blow cleaning. Penelitian ini menggunakan silincer dibagi tipe sound absorbment, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu inner pipe, bahan peredam dan housing. Bahan peredam yang digunakan adalah styrofoam, kayu lapis, dan busa. Untuk mengukur tingkat kebisingan digunakan sound level meter. Untuk mengukur besarnya tekanan udara digunakan barometer.Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa kayu lapis memiliki peredaman yang paling baik sebesar 10,3% dari pengukuran awal. Sedangkan busa hanya meredam kebisingan sebesar 7,9% dan styrofoam sebesar 9,3 %.  Kata Kunci: bahan peredam, tingkat kebisingan, silincer
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PERFORMA MESIN DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125CC TAHUN 2008    YOGA NUR PRATAMA, RIZKI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor kurang diimbangi dengan pertumbuhan ruas jalan. Kebanyakan pengemudi  menghendaki kendaraannya memiliki performa mesin yang tangguh disegala medan. Sistem pengapian adalah suatu sistem  pada motor bensin yang berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan bahan bakar pertamax dan waktu pengapian (ignition timing) terhadap performa mesin pada sepeda motor. Penelitian eksperimen (experimental research) ini menggunakan metode full open throttle valve dalam pengujian performa mesin dengan standar pengujian SAE paper no. J1349 dan  standar pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SNI 09-7118.3-2005. Penelitian ini dilakukan pada sepeda motor Supra X 125cc tahun 2008 dengan bahan bakar pertamax RON 92 dan waktu pengapian standart 15° sebelum TMA, 17,5° sebelum TMA, 20° sebelum TMA dan 22,5° sebelum TMA. Instrumen penelitian yang digunakan adalah inertia chassis dynamometer, exhaust gas analyzer, fuel meter, dan  stopwatch. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar pertamax dan mengubah waktu pengapian dapat menaikkan performa mesin, menghemat bahan bakar dan menurunkan emisi gas buang. Hal ini dibuktikan dari keempat modifikasi waktu pengapian terdapat hasil yang optimal ditinjau dari kelima parameter yaitu torsi, daya, fc, dan emisi gas buang HC terjadi pada pengapian 17,5? sebelum  TMA, sedangkan pada emisi gas buang CO terendah terjadi pada pengapian 22,5? sebelum TMA. Kata Kunci: Pertamax, waktu pengapian (ignition timing), performa mesin, dan emisi gas buang.
KARAKTERISTIK ALIRAN PADA KENDARAAN MENYERUPAI MPV DENGAN PENAMBAHAN FRONT SPOILER FATHUS SHOLIKIN, MOH
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aerodinamika merupakan cabang ilmu mekanika fluida yang mempelajari tentang aliran udara yang bergerak di dalam dan di sekitar objek. Pada penerapan yang dilakukan secara langsung, ilmu aerodinamika banyak digunakan untuk menganalisa suatu aliran udara yang melewati bodi kendaraan, sehingga akan didapatkan desain bodi yang aerodinamis dari sebuah produk kendaraan. Dengan banyaknya model kendaraan jenis MPV yang digunakan masyarakat serta masih sedikitnya pemahaman fungsi penggunaan aksesoris pada kendaraan tersebut yang mendasari adanya penelitian tentang karakteristik aliran pada kendaraan MPV dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tekanan, profil kecepatan, koefisien gaya hambat (drag force coefficient) dan koefisien gaya angkat (lift force coefficient) yang terjadi pada kendaraan jenis tersebut dengan pemasangan variasi body kit.Penelitian ini dilakukan di dalam sebuah subsonic wind tunnel dengan dimensi test section (365 x 365 x 1220) mm. Karakteristik aliran diamati secara eksperimental yang melewati permukaan model menyerupai MPV Toyota Avanza Generasi Pertama dengan perbandingan 1:20. Pengukuran profil kecepatan aliran (velocity profile) di belakang bodi model dilakukan pada rasio X/L 0.220; 0.330; 0.450 dengan penempatan 200 mm dari leading edge terhadap sumbu roda depan. Karakteristik aliran yang diamati adalah distribusi tekanan, profil kecepatan dan melalui perhitungannya akan diketahui besaran koefisien drag pressure (CDP) dan koefisien lift pressure (CLP).Hasil pengambilan data menunjukkan penurunan koefisien drag yang tidak signifikan pada kondisi dengan penambahan front spoiler bila dibandingkan dengan kondisi standar. Tetapi nilai koefisien lift terjadi cenderung mengalami penurunan pada kondisi dengan penambahan front spoiler. Sehingga dengan penambahan front spoiler menunjukkan tidak mengurangi hambatan tetapi menurunkan gaya angkat terhadap kendaraan. Kata Kunci: Karakteristik Aliran, MPV, front spoiler.
KARAKTERISTIK ALIRAN PADA KENDARAAN MENYERUPAI MPV DENGAN PENAMBAHAN REAR SPOILER AZIZ KURNIAWAN, MOCH.
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aerodinamika merupakan cabang ilmu mekanika fluida yang mempelajari tentang aliran udara yang bergerak di dalam dan di sekitar objek. Pada penerapan yang dilakukan secara langsung, ilmu aerodinamika banyak digunakan untuk menganalisa suatu aliran udara yang melewati bodi kendaraan, sehingga akan didapatkan desain bodi yang aerodinamis dari sebuah produk kendaraan. Dengan banyaknya model kendaraan jenis MPV yang digunakan masyarakat serta masih sedikitnya pemahaman fungsi penggunaan aksesoris pada kendaraan tersebut yang mendasari adanya penelitian tentang karakteristik aliran pada kendaraan MPV dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tekanan, profil kecepatan, koefisien gaya hambat dan koefisien gaya angkat yang terjadi pada kendaraan jenis tersebut dengan variasi pemasangan rear spoiler. Penelitian ini dilakukan di dalam sebuah Open Circuit wind tunnel Subsonic dengan dimensi test section (365 x 365 x 1250) mm. Karakteristik aliran diamati secara eksperimental yang melewati permukaan model menyerupai MPV Toyota Avanza generasi pertama dengan perbandingan 1:20 dengan variasi pemasangan rear spoiler standard, rear spoiler variasi panjang, dan rear spoiler variasi miring. Pengukuran profil kecepatan aliran di belakang model uji kendaraan dilakukan pada rasio X/L 0,32; 0,44; 0,56 dari leading edge. Karakteristik aliran yang diamati adalah distribusi tekanan (Cp) pada centre line permukaan atas dan bawah model uji kendaraan dan profil kecepatan di belakang model uji kendaraan serta melalui perhitungan Cp akan diketahui besaran koefisien drag pressure (CDP) dan koefisien lift pressure (CLP). Hasil pengambilan data menunjukkan bahwa pemasangan semua variasi rear spoiler cenderung meningkatkan nilai distribusi tekanan (Cp) kontur mendatar bagian belakang centre line upper surface model uji dan meningkatkan defisit momentum aliran yang mengakibatkan pengaruh aliran di belakang kendaraan (Vp) semakin besar. Selain itu pemasangan semua variasi rear spoiler cenderung sedikit menurunkan nilai koefisien lift  pressure (CLP) dan meningkatkan nilai koefisien drag pressure (CDP). Pengaruh yang paling besar terjadi dengan pemasangan variasi rear spoiler panjang pada Re=1,96x105 dapat menurunkan nilai koefisien lift  pressure (CLP) sebesar 0,0107 dan dapat meningkatkan koefisien drag  pressure (CDP) sebesar 0,0189 sehingga dapat dikatakan bahwa pemasangan variasi rear spoiler relatif tidak berpengaruh dalam upaya untuk mengurangi koefisien lift pressure (CLP)  karena nilai yang berubah relatif sangat kecil, yaitu 0,0107. Kata Kunci: Karakteristik Aliran, MPV, Rear Spoiler.
KINERJA MESIN SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 TAHUN 2012 BERBAHAN BAKAR BIOPREMIUM DARI BISKUIT AFKIR PRODUKSI PT. UBM WARU SIDOARJO GILANG PRADANA, AZIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): JTM : Volume 03 Nomor 02 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri otomotif akhir-akhir ini begitu pesat. Sementara itu, semakin banyaknya produk-produk baru yang mengakibatkan meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahun yang kenyataannya ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin mengalami penurunan. Sementara itu, menurut Menteri Lingkungan Hidup RI diprediksikan bahwa minyak bumi hanya tinggal tersedia untuk 23 tahun mendatang dari tahun 2007. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak, yaitu bahan bakar nabati atau bioethanol yang bisa menanggulangi kekurangan minyak bumi yang bersifat renewable (dapat diperbarui).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja mesin terbaik menggunakan bahan bakar E5-E25. Bahan bakar yang menghasilkan kinerja terbaik akan dibandingkan dengan bahan bakar E0 (premium standar). Pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349. Untuk variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja mesin sepeda motor Supra X 125 Tahun 2012 yang meliputi torsi, daya, tekanan efektif rata-rata (bmep), dan konsumsi bahan bakar. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah variasi putaran mesin dari 3500-9500 rpm dengan range 500 rpm, temperatur kerja mesin ≥ 60oC, celah busi 0,8-0,9 mm, temperatur udara 25-35oC, dan menggunakan bahan bakar biopremium.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja terbaik diantara E5-E25 adalah E20 karena torsi yang optimal dihasilkan pada variasi E20 sebesar 1,02 kgf.m pada 5500 rpm jika dibandingkan dengan E0. Daya efektif optimal dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar biopremium E20 sebesar 9,68 PS pada 7000 rpm jika dibandingkan dengan E0. Tekanan efektif rata-rata optimal dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar biopremium E20 sebesar 11,24 kg/cm2 pada putaran 5500 rpm jika dibandingkan dengan E0. Konsumsi bahan bakar yang optimal dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar biopremium E20. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bioethanol dapat meningkatkan performa mesin. Dapat disimpulkan pula campuran biopremium E20 yang paling optimal terhadap peningkatan performa mesin. Kata kunci : Premium, bioethanol, kinerja mesin, dan motor 4 langkah.