cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGUKURAN LAJU KOROSI KUNINGAN C26800 PADA PELAMPUNG KARBURATOR DENGAN MEDIA PREMIUM DAN PERTAMAX MENGGUNAKAN METODE ASTM D-130 DWI PURWANTI, ALVIA
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan logam banyak diaplikasikan dalam  kehidupan sehari-hari mulai dari peralatan rumah tangga, konstruksi, dunia industri dan otomotif. Namun juga memiliki permasalahan dalam penggunaannya yaitu korosi, yang disebabkan oleh reaksi kimia dan elektrokimia. Rumusan masalah penelitian ini bagaimana pengaruh laju korosi kuningan C26800 pada bahan bakar premium dan pertamax dalam waktu 1 jam dan 2 jam dengan variasi temperatur 40°C, 60°C, 80°C dan 100°C . Tujuan untuk mengetahui laju korosi kuningan C26800 pada bahan bakar premium dan pertamax dalam waktu 1 jam dan 2 jam dengan variasi temperatur 40°C, 60°C, 80°C dan 100°C. Manfaat dari penelitian sebagai acuan penelitian lanjutan tentang laju korosi dan mengetahui nilai dari laju korosi kuningan (brass) C26800 pada pelampung karburator, melalui metode ASTM D-130 pada media premium dan pertamax menggunakan variabel bebas dengan waktu 1 jam dan 2 jam serta variasi temperatur 400C, 600C, 800C dan 1000C. Pengambilan data dilakukan dalam beberapa tahapan yakni tahap persiapan, pemotongan dan penimbangan spesimen, selanjutnya dilakukan pengujian copper strip corrosion pada temperatur 400C, 600C, 800C dan 1000C dalam waktu 1 jam dan 2 jam kemudian pencocokan tembaga pada tabel warna ASTM D-130.Hasil pengukuran laju korosi (CR) pada kuningan C26800 dalam waktu 1 jam dengan media premium pada temperatur 40°C : 0,14446 mm/yr, 60°C : 0,19287 mm/yr, 80°C : 0,24108 mm/yr dan 100°C : 0,28892 mm/yr. Sedangan pada waktu 1 jam pertamax pada temperatur 40°C : 0,09631 mm/yr, 60°C : 0,18168 mm/yr, 80°C : 0,18168 mm/yr dan 100°C : 0,19261 mm/yr, sedangkan pada waktu 2 jam menggunakan media premium pada temperatur 40°C : 0,14446 mm/yr, 60°C : 0,19363 mm/yr, 80°C : 0,21669 mm/yr dan 100°C : 0,24108 mm/yr dan pada waktu 2 jam pertamax pada temperatur 40°C : 0,09631 mm/yr, 60°C : 0,12054 mm/yr, 80°C : 0,16854 mm/yr dan 100°C : 0,19287 mm/yr. Kata kunci: Laju Korosi Kuningan C26800, Premium Dan Pertamax, Copper Strip Corrosion ASTM D-130.          
PENGARUH DEBIT UDARA PADA GASIFIER TERHADAP TEMPERATUR DAN LAMA NYALA API SYN GAS PADA GASIFIKASI BATOK KELAPA NURKALIM,
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Hampir semua sektor dalam kehidupan manusia membutuhkan energi terutama di sektor industri.Namun menipisnya cadangan minyak bumi yang selama ini menjadi sumber energi utama, memaksa manusia untuk meningkatkan efisensi dalam penggunaan minyak bumi dan mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui.Biomassa memiliki energi yang besar, namun penggunaanya masih sekitar 10 % dari potensi yang ada. Gasifikasi merupakan proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syn gas (gas hasil sintesa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Banyaknya udara yang masuk ke dalam gasifierakan berpengaruh terhadap kualitas dari syn gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit udara yang masuk ke dalam gasifier terhadap temperatur dan lama nyala apisyn gas pada gasifikasi batok kelapa menggunakan gasifier tipe up draft.Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Obyek yang digunakan adalah batok kelapa dengan ukuran luas permukaan 2 cm2 sampai 4 cm2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah debit udara yang masuk ke gasifier, yaitu pada debit udara 0,00188 m3/s, 0,00283 m3/s, 0,00377 m3/s, dan 0,00471 m3/s. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah lama nyala api, dan temperatur nyala api dari syn gas.Hasil penelitian gasifikasi biomasa ini adalah sebagai berikut; (1) Rata-rata tinggi nyala api pada debit udara 0,00188 m3/s, 0,00283 m3/s, 0,00377 m3/s, dan 0,00471 m3/s masing-masing  adalah 20 cm, 31 cm, 45 cm, dan 51 cm. (2) Sedangkan lama nyala api pada debit udara 0,00188 m3/s, 0,00283 m3/s, 0,00377 m3/s, dan 0,00471 m3/s masing-masing adalah 92 menit, 78 menit, 58 menit, dan 48 menit. (3) Temperatur rata-rata nyala api pada debit udara masuk 0,00188 m3/s, 0,00283 m3/s, 0,00377 m3/s, dan 0,00471 m3/s masing-masing adalah 348 0C, 379 0C, 321 0C, dan 294 0C. Kata kunci: Debit Udara, Gasifikasi Biomassa, Syn Gas , Nyala Api.
PENENTUAN JUMLAH PITSTOP OPTIMAL UNTUK MENGATASI ANTRIAN SERVICE KENDARAAN DI BENGKEL HONDA KETINTANG MOTOR AHASS 8642 RIZKY PRAPDITYA, ELFRAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Dewasa ini persaingan bisnis bengkel sepeda motor semakin ketat,baik yang kecil maupun yang besar. Dalam hal ini bengkel-bengkel tersebut bersaing dalam hal harga dan kualitas pelayanan.Hal ini disebabkan jumlah sepeda motor dari tahun ke tahun terus bertambah. Bengkel Honda Ketintang motor ahass 8642  memiliki pelanggan yang banyak sedangkan pit yang tersedia pada bengkel ini masih berjumlah empat buah sehingga menimbulkan antrian. Bengkel ini memiliki luas ruangan tempat service sebesar 52 m2. Dengan melihat luas ruangan tempat service tersebut maka masih sangat bisa memungkinkan untuk melakukan penambahan pit yang memiliki ukuran 0,6 m x 1,9 m.Di dalam penelitian ini mengetahui Jumlah pit yang optimal untuk mengatasi antrian yang ada pada bengkel Honda Ketintang motor ahass 8642. Penelitian ini dilakukan di bengkel Service Honda Ketintang motor ahass 8642. Untuk mengetahui hasil penelitian terhadap waktu pengerjaan service pada bengkel resmi honda.Untuk menentukan berapa jumlah pit yang optimal.Dari hasil observasi dilapangan diperoleh data rata-rata tingkat kedatangan pelanggan adalah 0,59 Pelanggan/jam dan rata-rata pelayanan pelanggan/  jamnya adalah 0,89. Kemudian nilai-nilai tersebut digunakan untuk mencari rata-rata pelanggan yang menunggu dalam system antrian (Lq) dan rata-rata satu pelanggan menunggu dalam antrian (Ls), Nilai waktu rata-rata satu pelanggan yang menunggu dalam antrian inilah yang selanjutnya digunakan dalam menentukan jumlah pit yang optimal setelah hasil dari nilai Lq yang dimasukkan ke dalam rumus dan hasilnya diakumulasikan untuk mendapatkan selisihnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah Pit yang optimal pada bengkel resmi ahass Honda 8642 Surabaya adalah 4 unit dan tidak di butuhkan penambahan jumlah pit stop. Kata Kunci: Pit Stop, dan Antrian kendaraan.            
PENENTUAN JADWAL PREVENTIVE MAINTENANCE MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT PADA FORKLIFT 5 TON DI PT SWADAYA GRAHA PUTRA RAMADHAN, ADITYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Swadaya Graha adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa persewaan alat berat. Selama ini perusahaan hanya menggunakan sistem break downmaintenaince sehingga dapat mengganggu proses produksi yang berimbas pada meningkatnya biaya down time yang harus dikeluarkan oleh pabrik untuk proses perbaikan berlangsung tanpa adanya prefentive maintenance. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu optimal penjadwalan perawatan preventive maintenance dan menentukan biaya down time setelah penerapan preventive maintenance pada forklift 5 ton. Dengan adanya masalah tersebut, maka akan dilakukan optimalisasi biaya perawatan forklift 5 ton menggunakan metode Age Replacement dengan harapan dapat mengoptimalkan biaya pemeliharaan Forklift 5 ton secara berkala dan teratur yang meliputi waktu kegiatan pemeliharaan.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan alat berat PT Swadaya Graha yang berlokasi di jl. Harun Tohir Gresik. Dengan pengambilan data waktu rata-rata lama perbaikan akibat kerusakan peralatan. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pemeliharaan penggantian kampas rem. Repair Time dinyatakan dalam hari untuk masa selama 10 tahun (120 bulan), mulai bulan mei 2005 sampai dengan bulan mei 2015 (Data diperoleh dalam bentuk dokumen dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan Manager Operasional Alat Berat Gresik dan bagian Pengadaan dan Pergudangan ).  Dari hasil penelitian yang telah dilakukan preventive maintenance dengan menggunakan metode Age Replacement.Penentuan penjadwalan interval waktu penggantian kampas rem sebagai bentuk mengoptimalkan biaya downtimedengan menggunakan metode Age replacement di PT Swadaya Gresik diperoleh interval waktu penggantian yang paling optimal adalah 322 hari dengan tingkat keandalan komponen diatas 50 % yaitu sebesar 85% sehingga terjadi 9 kali penggantian komponen dalam 10 tahun kedepan Penghematan biaya downtime sebesar Rp.13.116.000 atau 29,53% dibandingkan dengan sebelum menggunakan penjadwalan  dengan metode agereplacement. Kata kunci: Preventive Maintenance, Age Replacement.
PENGARUH KEDALAMAN PEMAKANAN, JENIS PENDINGIN DAN KECEPATAN SPINDEL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT KONVENSIONAL HIDAYAT, TAUFIK
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan spindle (320 Rpm, 540 Rpm, dan 900 Rpm), jenis pendingin dan kedalaman pemakanan (0,5 mm dan 1 mm) terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja baja St 42 pada mesin bubut konvensional,. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium teknik mesin Balai Latihan Kerja Surabaya dan untuk pengujian tingkat kekasaran permukaan benda kerja dilakukan di Laboratorium Proses Manufaktur, Institut Teknologi Sepuluh November. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan benda kerja tersebut adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pada variasi kecepatan spindle (320 Rpm; 540 Rpm; 900 Rpm), dengan kedalaman 0,5 mm dangan jenis pendingin (coolant, oli, dan kompresor) dihasilkan rata-rata tingkat kekasaran permukaan benda kerja berturut-turut adalah  (320 Rpm : 3,89 μm, 3,70 μm, dan 3,28 μm) ; (540 Rpm : 2,90 μm, 3,41 μm, dan 2,95 μm) dan (900 Rpm : 1,87 μm, 3,10 μm, dan 2,50 μm) . Jadi, semakin tinggi keceparan spindle maka semakin rendah pula tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (2) Pada variasi  kedalaman pemakanan (0,5 mm, dan 1 mm) dengan kecepatan spindle 900 Rpm, dihasilkan rata-rata tingkat kekasaran permukaan benda kerja berturut-turut adalah 1,87 μm, 3,10 μm, dan 2,50 μm. Jadi, semakin rendah kedalaman pemakanan, maka semakin rendah tingkat kekasaran permukaan benda kerja. (3) Jenis pendingin terbaik adalah menggunakan coolant, karena menghasilkan kekasaran yang paling baik dengan nilai kekasaran terendah adalah 1,87 μm. (4) Pada variasi tingkat laju kecepatan spindle, kedalaman pemakanan dan jenis pendingin didapatkan rata-rata tingkat kekasaran paling tinggi yaitu 5,31 μm dan kekasaran permukaan paling rendah yaitu 1,87 μm. Jadi dengan kecepatan spindle 900 Rpm, kedalaman pemakanan 0,5 mm dan menggunakan jenis pendingin coolant akan menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang rendah. Kata Kunci: kecepatan spindle, kedalaman pemakanan, jenis pendingin , kekasaran permukaan, baja St 42.
STUDI PENGARUH PERLAKUAN PANAS ARTIFICIAL AGING TERHADAP ANGKA MUAI DAN KONDUKTIVITAS TERMAL MATERIAL KOMPOSIT AL-ABU DASAR BATUBARA SHOBACHUS S, ROCHMAT
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komposit aluminium abu dasar batu bara merupakan salah satu komposit matrik logam yang akan diaplikasikan pada salah satu komponen di bidang otomotif yakni piringan cakram (disc brake) pada sepeda motor. Dalam penggunaannya sebagai piringan cakram bagi sepeda motor, material tersebut mendapatkan gesekan yang dapat menimbulkan panas. Sifat termal ialah respon material terhadap penambahan energi secara thermal (pemanasan). Dalam padatan, terdapat dua kemungkinan penyimpanan energi thermal yang pertama adalah penyimpanan dalam bentuk vibrasi atom/ ion di sekitar posisi keseimbangannya, dan yang kedua berupa energi kinetik yang dikandung oleh electron bebas. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mempelajari secara baik tentang sifat termal dari material tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel yang digunakan dalam penelitian ini yakni temperature dan waktu pada perlakuan panas T6 temperatur aging (160ºC, 180ºC, 200ºC) dan waktu aging (2 jam, 4 jam, 6 jam). Selanjutnya, dilakukan pengujian karakteristik panas yang meliputi (Koefisien panas, angka muai, dan konduktivitas panas). Data yang dihasilkan kemudian dianalisa secara deskriptif dengan menggambarkan hasil penelitian  dalam bentuk tabel dan grafik secara baik. Dari penelitian ini diketahui nilai koefisien panas bertambah besar, seiring dengan peningkatan temperatur aging dan waktu aging. Kata Kunci: Komposit, Perlakuan Panas T6, Karakteristik Panas.
ANALISIS KUALITAS PRODUK PENGECORAN LOGAM DI PT. APIE INDO KARUNIA DENGAN METODE SIX SIGMA KURNIAWAN, OON
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas merupakan faktor dasar keputusan konsumen untuk memilih produk dan jasa. Peningkatan kualitas pada industri manufaktur mempunyai hubungan positif dengan produktivitas dikarenakan industri tersebut berhasil menurunkan sampai menghilangkan pemborosan dalam suatu proses, pemborosan dalam hal ini adalah cacat atau defect. Six Sigma adalah konsep statistik yang mengukur suatu proses yang berkaitan dengan cacat atau defect. Dalam Six Sigma terdapat metodologi DMAIC yang mempresentasikan lima tahap yaitu: Define (mendefinisi), Measure (mengukur), Analyze (menganalisa), Improve (memperbaiki) dan Control (mengendalikan).Penelitian melalui metodologi DMAIC ini dilakukan di PT. Apie Indo Karunia,untuk mengaanalisis cacat digunakan metode six sigma dimana produk yang diteliti adalah roda lori yang banyak di produksi pada perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui level sigma tingkat cacat atau defect produk Roda lori dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab cacat pada produk dan langkah-langkah perbaikan yang harus  dilakukan di PT. Apie Indo Karunia.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi: tingkat defect (cacat), DPMO (Defect Per Million Opportunities), level sigma dan cacat (defect) coran dalam kriteria CTQ (Customer To Quality) dan proses pembentukannya. Dalam penelitian ini dipilih lima karakteristik kualitas CTQ (Critical To Quality) yaitu penyimpangan dimensi, gas hole, cacat retakan, cacat akibat perlakuan mesin dan poros tidak center.Hasil yang diperoleh dari penelitian: kapabilitas proses selama tahun 2014 sebesar 3,4 Sigma. penyebabnya antara lain: mesin yang sudah tua dan pahat kurang sesuai, penyebab operator yang kurang teliti dan penguatan pada pin kurang, lapisan coating yang masih lembab, kurang cairan dengan penyebab kurang akuratnya proses pouring, penyebab operator yang lalai dan kurang teliti akan batas toleransi. Perbaikan yang harus dilakukan antara lain: melakukan uji kesentrisan dengan alat khusus untuk menghindari kemiringan, menyediakan penguat pin yang kekuatanya sesuai dengan massa logam cair, menempatkan karyawan yang berpengalaman untuk mengawasi proses Pouring, lebih teliti pada batas toleransi serta sesering mungkin melakukan kalibrasi alat ukur, lebih memperhatikan jenis pasir yang digunakan beserta kualitasnya. Kata kunci: Analisis Kualitas, Six Sigma
HUBUNGAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI DEALER YAMAHA PT. TRISAKTI INDOPERKASA BANGKALAN ZAINAL, ACH.
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Keselamatan kerja merupakan suatu program perlindungan terhadap karyawan pada saat bekerja dan berada di dalam lingkungan tempat kerja dari resiko kecelakaan dan kerusakan mesin atau alat kerja untuk berusaha mencegah dan menimbulkan atau bahkan menghilangkan sebab terjadinya kecelakaan. Kesehatan kerja adalah suatu usaha dan keadaan yang memungkinkan seseorang mempertahankan kondisi fisik dan kesehatan dalam pekerjaan. Bila diartikan maka keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu keadaan dalam lingkungan atau tempat kerja yang menjamin secara maksimal keselamatan dan mempertahankan kesehatan pekerja dalam bekerja. Sedangkan produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan di dealer Yamaha PT. Trisakti Indoperkasa Bangkalan. Objek penelitian ini adalah semua karyawan dealer Yamaha PT. Trisakti Indoperkasa Bangkalan yang berjumlah 12 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode angket dalam mengumpulkan data. Data keselamatan dan kesehatan kerja, serta data produktivitas, dengan menggunakan angket skala likert dengan 4 pilihan jawaban. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan data tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta teori product moment digunakan untuk pembuktian r tabel. Dari tabulasi data yang telah diperoleh Terdapat Hubungan yang sangat kuat untuk Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Karyawan di Dealer Yamaha PT. Trisakti Indoperkasa Bangkalan. Dengan nilai indeks sebesar 1,002, Maka dari hasil data tersebut berkorelasi tinggi di karenakan terletak pada skala 0,800-1,000. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Produktivitas kerja
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI BENGKEL SURYA AGUNG MOTOR BANGKALAN NUGRAHA, SYAKBAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keselamatan kerja adalah suatu program perlindungan terhadap karyawan pada saat bekerja dan berada di dalam lingkungan tempat kerja dari resiko kecelakaan dan kerusakan mesin atau alat kerja untuk berusaha mencegah dan menimbulkan atau bahkan menghilangkan sebab terjadinya kecelakaan.. Kesehatan kerja adalah suatu usaha dan keadaan yang memungkinkan seseorang mempertahankan kondisi fisik dan kesehatan dalam pekerjaan. Bila diartikan maka keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu keadaan dalam lingkungan atau tempat kernja yang menjamin secara maksimal keselamatan dan mempertahankan kesehatan pekerja dalam bekerja. Sedangkan Produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapa hubungan antara jumlah kehadiran dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian servis di bengkel SURYA AGUNG MOTOR Bangkalan hal ini di buktikan dengan t hitung yang nilainya 0,44 lebih kecil dibandingkan t table yang nilainya 2,571. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Produktivitas kerja.
ANALISA PENGARUH PERLAKUAN PANAS ARTIFICIAL AGING TERHADAP UJI LAJU KOROSI PADA MATERIAL KOMPOSIT AL-ABU DASAR BATUBARA SUSANTO, EKO
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Korosi adalah proses perusakan, penyusutan ataupun pengikisan terhadap suatu material (terutama logam) yang disebabkan karena adanya reaksi dengan lingkungannya. Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan, kekuatan lebih tinggi dan tahan korosi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan mengukur kembali berat benda uji setelah dilakukan pencelupan ke dalam media korosi dalam waktu tertentu, kekurangan berat dari pada berat awal merupakan nilai kehilangan berat.Kekurangan berat dikembalikan kedalam rumus untuk mendapatkan laju kehilangan beratnya.Objek dalam penelitian ini menggunakan komposit Al – Abu Dasar Batubara.Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, histogram dan grafik.Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 sampel dengan variasi temperatur aging (1600 C, 1800 C dan 2000 C) dan waktu aging (2 dan 5 jam) pada media air hujan, air laut dan air PDAM.Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa material komposit pada media air laut  dengan variasi waktu aging 2 jam dengan temperatur 2000C mengalami laju korosi paling tinggi yakni 0,5602 mpy, sedangkan pada temperatur 1800C dengan waktu aging 5 jam mengalami laju korosi paling sedikit yakni 0,2429 mpy. Pada media air hujan material komposit tidak mengalami korosi, maka dapat dikatakan perlakuan artificial aging tidak mempengaruhi laju korosi pada media air hujan. Pada media air PDAM material komposit dengan temperatur 1800 C dan variasi waktu 2  jam mengalami laju korosi yang paling tinggi yakni 0,001  mpy sedangkan pada variasi waktu 5 jam material komposit dengan variasi temperatur artificial aging yang sama mengalami laju korosi paling sedikit yakni 0,0009 mpy dan laju korosi paling tinggi pada suhu 2000 C yakni 0,0036 mpy. Kata Kunci: Komposit, Laju Korosi, Artificial Aging.