cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH ARUS PENGELASAN DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP HASIL LAS  BAJA ST42 DENGAN ELEKTRODA E6013 YUNI PRASETYO, FAJAR
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan industri manufaktur memaksa para pelakunya untuk berinovasi menciptakan produk dengan kualitas yang lebih baik. Dalam bidang pengelasan salah satunya pengelasan dengan SMAW (Shielding Metal Arc Welding). Hasil pengelasan dikatakan baik apabila pengelasan yang dihasilkan memenuhi standart yang ditentukan. Banyak faktor yang mempengaruhi kekuatan dan kerapatan hasil pengelasan antara lain kuat arus, media pendingin, jenis elektroda, jenis baja. Sehingga timbul permasalahan yaitu bagaimana pengaruh arus pengelasan dan media pendingin terhadap hasil las baja ST.42 dengan elektroda E6013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi arus dan media pendingin terhadap hasil pengelasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen  dengan 27 specimen dilas menggunakan variasi arus 100 A, 115 A, 130 A dengan media pendingin air, coolant, es. Kemudian 27 specimen benda tersebut diuji dengan mesin uji tarik. Hasil dari pengujian tarik selanjutnya di uji anova kemudian dilanjutkan dengan uji t. Hasil uji anova pada arus 100 A dengan media pendingin air, coolant, dan es menunjukkan ada perbedaan signifikan dengan nilai F hitung 10.792 lebih besar dari nilai F tabel 5.14. Sedangkan hasil uji t arus 100 A menunjukkan media pendingin air berpengaruh signifikan dibandingkan coolant dan es. selanjutnya uji anova arus 115 A menunjukkan ada perbedaan signifikan diantara variabel yang diuji dengan nilai F hitung 9.090. Sedangkan hasil uji t 115 A menunjukkan media pendingin air berpengaruh signifikan dibandingkan coolant dan es. Kemudian ujii anova arus 130 A menunjukkan ada perbedaan signifikan diantara variabel yang diuji dengan nilai F hitung 8.781. Sedangkan hasil uji t 130 A menunjukkan media pendingin air berpengaruh signifikan dibanding coolant dan es. selanjutnya uji anova hasil uji tarik media pendingin air menunjukkan perbedaan signifikan diantara variabel yang diuji dengan nilai F hitung 7.449. Sedangkan hasil uji t media pendingin air menunjukkan arus 130 A berpengaruh signifikan disbanding arus 100 A dan 115 A. Untuk uji anova media pendingin coolant menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan diantara variabel yang diuji dengan nilai F hitung 2.241. Dan untuk uji anova media pendingin es menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan diantara variabel yang diuji dengan nilai F hitung 2.631. Kata Kunci : kekuatan tarik,arus pengelasan,media pendingin,baja st42,elektroda E6013.
PERHITUNGAN LAJU KOROSI DURALUMINIUM (PADA MANGKUK KARBURATOR) DENGAN MEDIA PREMIUM DAN PERTAMAX MENGGUNAKAN METODE ASTM D-130 Nur'aini,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Logam merupakan jenis material yang rentan terhadap  korosi. Kerugian yang ditimbulkan akibat korosi sangat banyak. Korosi pada komponen sepeda motor dapat mengakibatkan turunnya kekuatan, umur pakai mesin, mengurangi kecepatan mesin, hingga mengurangi jaminan keselamatan pengendara. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna mencari tahu berapa persen tingkat korosi yang terjadi pada komponen sepeda motor, khusunya pada mangkuk karburator. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui nilai dari laju korosi duraluminium yang di aplikasikan pada mangkuk karburator, menggunakan metode ASTM D-130 pada media premium dan pertamax. Variabel yang digunakan yaitu variabel bebas waktu 1 jam dan 3 jam serta variasi temperatur 400C, 700C, dan 1000C. Proses penelitian yang dilakukan diantaranya persiapan, pemotongan dan penimbangan spesimen, kemudian pembersihan spesimen dari kotoran maupun korosi yang selanjutnya akan dilakukan pengujian copper strip corrosion. Setelah itu dilakukan pencocokan tembaga pembanding pada tabel warna sesuai dengan metode ASTM D-130. Hasil perhitungan laju korosi (CR) yang telah dilakukan dengan menggunakan metode ASTM D-130 pada paduan aluminium tipe 2024 adalah sebagai berikut: dalam pengujian  1 jam dengan media premium pada temperatur 40°C dihasilkan CR: 0,1097 mm/yr, 70°C : 0,2181 mm/yr, dan 100°C : 0,4360 mm/yr. Sedangkan waktu 1 jam pertamax pada temperatur 40°C : 0,1097 mm/yr, 70°C : 0,1450 mm/yr, dan 100°C : 0,2184 mm/yr, dalam waktu 3 jam dengan media premium pada temperatur 40°C : 0,1090 mm/yr, 70°C : 0,1817 mm/yr, dan 100°C : 0,3271 mm/yr. Sedangkan pada waktu 3 jam pertamax pada temperatur 40°C : 0,0726 mm/yr, 70°C : 0,1450mm/yr, dan 100°C : 0,2184 mm/yr. Kata kunci: Laju Korosi Duraluminium, Premium Dan Pertamax, Copper Strip Corrosion ASTM D-130.
ANALISA LAJU KOROSI PADA BAJA GALVANIS MENGGUNAKAN METODE ASTM G31 – 72 PADA MEDIA AIR NIRA (KELAPA) YANUAR, FUAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Korosi adalah suatu peristiwa dimana reaksi terjadi diantara logam dengan lingkungannya. Reaksi tersebut dengan mudah terjadi karena tingkat keadaan yang sedemikian rupa ingin merubah keadaan dirinya ke bentuk lain. Hasil yang diperoleh dari reaksi adalah bentuk dan keadaan logam tersebut cocok dengan lingkungan korosif. Baja galvanis adalah baja lapis seng (Zn) yang mengandung bahan seng tingkat kemurnian tinggi (99,7%) ditambah dengan sejumlah timah hitam dan alumunium dalam jumlah tertentu diproses dengan kondisi bebas oksidasi sehingga menghasilkan baja lapis seng dengan kualitas handal. Mengacu baja galvanis sebagai media penyimpanan nira perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar laju korosi agar supaya bisa mengantisipasi waktu terkorosinya baja galvanis serta mencegah kandungan nira tidak tercampur dengan unsur logam. Penelitian ini dilakukan menggunakan plat baja galvanis dengan ukuran panjang =  20 mm, lebar = 10 mm, dan tinggi = 2 mm, menggunakan metode kehilangan berat sesuai dengan ASTM G31 – 72 dengan pemilihan volume 0,4 dari permukaan spesimen didapat volume minimal 208 ml dan sesudah perendaman baja galvanis di lakukan uji EDX (Energy Dispersive X-ray Spectroscopy) untuk mengetahui kandungan struktur dari baja galvanis dan dilakukan uji SEM (Scanning Electron Microscope) bertujuan untuk analisis material dengan perbesar struktur yang terdapat di baja galvanis tersebut. Dari penelitian yang dilakukan menggunakan metode weight loss diharapkan bisa mengetahui laju korosi baja galvanis pada media nira,  mengetahui pengaruh kadar keasaman air nira terhadap terjadinya korosi dan lamanya waktu penyimpanan. Air nira dengan pH 4,8. Laju korosi terbesar ada pada waktu 48 jam dan terjadi pada spesimen dengan pengujian pada suhu 110o C besar laju korosinya adalah 2,617  mm/year, dan nilai terkecil terjadi pada waktu 16 jam dengan suhu 25o C dengan nilai 1,478 mm/year. Semakin besar temperatur semakin besar laju korosinya, ini dikarenakan temperatur akan merusak struktur permukaan pada logam, sehingga akan cepat masuk zat pengkorosifnya. Kata kunci : laju korosi, nira kelapa, baja galvanis
PENGARUH PENGGUNAAN REAR SPOILER CAMBER AIRFOIL DENGAN VARIASI ANGLE OF ATTACK TERHADAP GAYA AERODINAMIS PADA MOBIL SEDAN DWI PRAMONO, SIAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerodinamika adalah cabang ilmu mekanika fluida yang mempelajari tentang akibat yang ditimbulkan oleh udara yang bergerak di sekitar objek. Penerapan aerodinamika banyak diaplikasikan untuk menganalisa aliran udara yang melewati suatu kontur body kendaraan, sehingga akan didapatkan suatu desain body kendaraan yang aerodinamis. Dengan terus meningkatnya populasi kendaraan bermotor khususnya mobil yang diikuti oleh perkembangan modifikasi mobil serta kurangnya pemahaman fungsi penggunaan rear spoiler pada kendaraan yang mendasari adanya penelitian tentang gaya aerodinamis yang bekerja pada mobil sedan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi tekanan, koefisien gaya angkat, koefisien gaya hambat, dan profil kecepatan dibelakang kendaraan dengan memvariasikan angle of attack pada rear spoiler model camber airfoil. Penelitian ini dilakukan pada Open Circuit Wind Tunnel Subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm). Pengambilan data diperoleh secara eksperimental pada model uji yang  menyerupai mobil Honda Civic Generasi Ke-8 yang dibuat dari pelat tembaga dengan skala 1:20 dari dimensi aslinya. Model uji akan diamati distribusi tekanan (  dengan memvariasikan angle of attack (10 ; 15°; 20°) pada rear spoiler model camber airfoil. Selanjutnya data distribusi tekanan (  dihitung untuk mendapatkan nilai koefisien lift pressure ( ) dan koefisien drag pressure ( ). Dilakukan juga pengukuran profil kecepatan ( ) aliran di belakang model uji kendaraan pada rasio X/L 0,32; X/L 0,44; X/L 0,56 dari leading edge pelat datar. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan memvariasikan angle of attack cenderung meningkatkan nilai distribusi tekanan ( ) pada bagian atap model dan menurunkan nilai distribusi tekanan ( ) pada bagian bagasi model. Penurunan nilai koefisien lift pressure ( ) terbesar ada pada variasi angle of attack (AoA) 15° dan Re=1,9x  yakni 0,0378 atau turun 15,66% dari model mobil yang tidak menggunakan rear spoiler, sehingga dapat dikatakan bahwa pemasangan rear spoiler dengan  AoA 15° memiliki dampak terbaik untuk  meningkatkan stabilitas kendaraan. Selain itu, dengan memvariasikan angle of attack juga dapat meningkatkan nilai koefisien drag pressure ( . Nilai koefisien drag pressure (  tertinggi ada pada variasi angle of attack (AoA) 20° dan Re=1,9x  yakni 0,2946 atau naik 7,99% dari model mobil yang tidak menggunakan rear spoiler. Pada saat pengukuran profil kecepatan ( ) di belakang model semua variasi angle of attack cenderung meningkatkan defisit momentum aliran pada semua Re dan semua rasio X/L. Dengan meningkatnya defisit momentum aliran menyebabkan daerah wake juga semakin besar yang berpengaruh pada meningkatnya nilai koefisien drag pressure ( ). Kata Kunci: Gaya Aerodinamis, Camber Airfoil, Rear Spoiler, Angle of Attack.
SIMULASI NUMERIK PENGARUH PENGGUNAAN REAR SPOILER MODEL SINGLE AIRFOIL DENGAN VARIASI CAMBER TERHADAP GAYA AERODINAMIKA PADA MOBIL HONDA CIVIC GENERASI KEDELAPAN ABDULLOH HAKAM, ILHAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain body kendaraan selain memberikan nilai estetika pada kendaraan, juga memberikan sebuah efek yang lebih penting bila dilihat dari aspek aerodinamika kendaraan. Desain body kendaraan akan berpengaruh terhadap timbulnya gaya aerodinamika pada kendaraan. Semakin tinggi gaya negatif lift atau downforce akan memberikan gaya dorong kebawah terhadap kendaraan sehingga kestabilan kendaraan akan meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan downforce adalah dengan mengaplikasikan rear spoiler pada kendaraan. Dalam penelitian ini, digunakan rear spoiler tipe inverted airfoil pada sebuah model kendaraan sedan Honda Civic Generasi Kedelapan untuk memberikan downforce pada kendaraan. Rear spoiler dipasang pada ketinggian 0,4 chord dan pada angle of attack sebesar 15º. Chord adalah panjang airfoil dari leading edge hingga trailing edge. Sedangkan angle of attack adalah sudut kedatangan airfoil diukur dari garis chord. Pada airfoil diberikan variasi camber dengan besar 4% chord atau NACA 4415, 6% chord atau NACA 6415, dan 8% chord atau NACA 8415. Panjang chord pada airfoil adalah 300 mm. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik dengan menggunakan ANSYS FLUENT 14.5. Dalam simulasi ini, digunakan model mesh tetrahidral atau segitiga, dengan model turbulen k-ε realizable dengan variasi Reynolds Number 1.2 x 106, 2.4 x 106, dan 3.6 x 106. Data dianalisa dengan menggunakan pendekatan 2D antara lain koefisien lift (CL), koefisien drag (CD), pressure contour, velocity contour, velocity streamlines dan flow separation. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa rear spoiler memiliki kemampuan untuk meningkatkan downforce, namun dengan konsekuensi peningkatan gaya drag pada kendaraan.     Dengan mempertimbangkan efisiensi gaya aerodinamika kendaraan, dimana downforce meningkat namun dengan peningkatan gaya drag minimal, variasi airfoil NACA 6415 dipilih sebagai variasi terbaik dengan CL -0.3296 dan dengan peningkatan CD terendah sebesar 10.4% dengan CD 0.3193. Kata Kunci: CFD, Rear Spoiler, Airfoil, Camber, Gaya Aerodinamika.
PENGARUH PERBEDAAN PENGUNAAN BAHAN BAKAR TERHADAP PERFORMANCE MESIN SEPEDA MOTOR NEW HONDA VARIO 110 FI RIZQI MUBARAK, M
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perbedaan penggunaan bahan bakar Pertamax, Shell Super, Total Performance 92 terhadap performance mesin yang meliputi torsi, daya, tekanan efektif rata-rata dan konsumsi bahan bakar kendaraan New Honda Vario 110 FI. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan mesin sepeda motor New Honda Vario 110 FI sebagai obyek penelitian. Dan bahan bakar yang diuji adalah Pertamax, Shell super dan Total Performance 92. Dan faktor – faktor yang diobservasi dan diukur yaitu torsi, daya efektif, konsumsi bahan bakar, dan tekanan efektif rata – rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar pertamax memiliki nilai performance mesin lebih baik dengan torsi optimal sebesar 1,30 kgf.m pada putaran 4000 rpm dengan perbandingan persentase 0,77% diatas shell super dan 10,77% diatas total performance 92, daya efektif optimal sebesar 8,68 PS pada putaran 5000 rpm dengan perbandingan persentase 7,60% diatas shell super dan 9,22% diatas total performance 92, konsumsi bahan bakar optimal sebesar 0,228 kg/jam dengan perbandingan persentase 0,44 dibawah shell super dan 2,63% dibawah total performance 92 dan tekanan efektif rata-rata sebesar 3,85 kg/ pada putaran 4000 rpm dengan perbandingan persenatse 1,60 diatas shell super dan 10,96% diatas total performance 92. Kata kunci : Penggunaan, Bahan Bakar, Performance Mesin, Sepeda Motor
PENGARUH  TEMPERATUR FLUIDA MASUK TERHADAPKAPASITAS OIL COOLER PADA SISTEM PELUMASAN SEPEDA MOTOR SUZUKI SATRIA 150 CC NUR STIAWAN, KHOLIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Oil cooler merupakan salah satu penukar panas yang terdiri dari pipa yang dibuat lurus horizontal dan plat-plat sirip tipis yang di pasang pada sisi dari pipa. Kapasitas oil cooler dipengaruhi oleh temperatur fluida masuk yang melewati oil cooler tersebut dalam keadaan konveksi paksa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh temperatur fluida masuk terhadap kapasitas oil cooler  pada kondisi konveksi paksa. Penelitian ini menggunakan sebuah oil cooler dengan panjang plat sirip 35 mm, pitch plat-plat sirip tipis 1 mm,  panjang pipa 184 mm, pitch pipa 17 mm, diameter pipa 3 mm, dan diuji dalam lima variasi temperatur fluida masuk penukar panas yaitu, 50°C, 60°C, 70°C, 80°C dan 90°C dengan temperatur ruangan dijaga konstan 30°C. Pengujian secara eksperimen menggunakan oli TERMO 22 dengan laju aliran fluida 0.6 L/m, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas oil cooler maksimal diperoleh pada temperatur fluida masuk 70°C dengan pelepasan panas sebesar 342 Watt. Berdasarkan analisa perpindahan panas sisi luar diperoleh bahwa koefisien perpindahan panas konveksi (h) rata-rata permukaan luar oil cooler adalah 35,41 W/m2 K.   Kata kunci: konveksi paksa, temperatur fluida masuk, kapasitas oil cooler
PENGARUH VARIASI DIAMETER DAN PANJANG HOUSING PADA SILENCER DENGAN BAHAN PEREDAM GREEN WOOL TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN DAN TEKANAN UDARA MESIN BLOW CLEANING ANGGRAENI SULISTYO, ANI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. Albea Rigid Packaging Indonesia merupakan perusahan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan kosmetik yang memiliki berbagai mesin untuk menjalankan produksinya. Salah satu mesin yang berperan penting di perusahaan ini adalah mesin blow cleaning. Mesin blow cleaning digunakan untuk membersihkan produk jadi guna menjaga quality control. Mesin blow cleaning ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat tinggi sehingga perlu tindakan untuk meredam kebisingan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan tingkat kebisingan dan tekanan udara yang keluar dari mesin blow cleaning. Silencer merupakan suatu alat untuk meredam atau mengurangi kebisingan. Metode penelitian menggunakan desain silencer tipe sound absoption, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu inner pipe, bahan peredam dan housing. Jenis bahan peredam yang digunakan adalah green wool. Untuk mengukur tingkat kebisingan digunakan 4 in 1 environment sound level meter sedangkan alat untuk mengukur besarnya tekanan udara menggunakan barometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silencer dengan diameter 62 mm dan panjang 160 mm memiliki hasil peredaman terbaik yaitu sebesar 83,4 dB. Penurunan sebesar 9,54% dari data awal tanpa silencer sebesar 92,2 dB. Sedangkan tekanan udara yang keluar saat menggunakan silencer tetap 7 bar. Kata kunci: bahan peredam, tingkat kebisingan, silencer, green wool
HUBUNGAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SERTA PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA BIDANG PENGECATAN DI PT. UNITED MOTORS CENTRE A. YANI SURABAYA NUR KHUMAIDAH, INDA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemajuan pendapatan sebuah perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan produktivitas karyawan yang dimilikinya. Produktivitas karyawan tinggi apabila kebutuhan hidupnya terpenuhi. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan meningkatkan program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Karyawan. K3 dapat diterapkan salah satunya dengan meningkatkan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Pengaplikasian penggunaan APD dapat dilakukan di banyak bidang di perusahaan salah satunya bidang pengecatan di Bengkel Surya Jaya Motor Sidoarjo. Analisa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan K3 dan hubungan APD dengan produktivitas kerja karyawan pada bagian pengecatan di PT.  United Motors Centre (UMC) A. Yani Surabaya. Populasi penelitian ini adalah karyawan pada bagian pengecatan yang berjumlah 6 orang. Sampel penelitian ini adalah karyawan di PT.  United Motors Centre (UMC) A. Yani Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji produktivitas karyawan pada bidang pengecatan di PT.  United Motors Centre (UMC) A. Yani Surabaya yang dipengaruhi oleh penggunaan APD dan pelaksanaan program K3 ini dapat diukur dengan menggunakan rumus uji validitas. Untuk mendapatkan korelasi keduanya, maka masing-masing hasil dimasukkan kedalam rumus deskriptif kuantitatif untuk mendapatkan analisa yang lebih akurat menggunakan rumus r product momen kemudian di hitung menggunakan t hitung. Hasil analisa deskriptif menunjukan adanya hubungan rendah antara penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan sesuai dengan hasil kolerasi r product momen yaitu 0,88 yang kemudian di analisi menggunakan tabel analisa product termasuk dalam kategori sangat kuat. Dari tabulasi data yang telah diperoleh tidak hubungan penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap produktivitas kerja karyawan pada bagan pengecatan di PT.  United Motors Centre (UMC) A. Yani Surabaya dengan perhitungan menggunakan uji t menghasilkan koefisien kolerasi yang lebih kecil dari t tabel yaitu 3,705 2,132.  Kata Kunci : APD, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Produktivitas kerja
ANALISIS PRODUKTIVITAS HASIL PRODUKSI DENGAN MEGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVINESS (OEE) DI PT. MIWON INDONESIA MAHENDRA SETIAWAN, ANDY
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan produktivitas sangatlah penting bagi perusahaan untuk memperoleh keberhasilan pada proses produksi. Pencapaian perusahaan dapat dilihat dari hasil produktivitas yang dihasilkan untuk mengetahui hasil produksi. Dalam proses produksi oleh PT. Miwon Indonesia mampu memproduksi bumbu penyedap rasa ± 135 ton/hari. Adapun kendala yang terjadi setiap proses produksi yang dapat menyebabkan terhambatnya hasil produksi yang kurang maksimal, seperti mesin yang mengalami breakdown. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran efektivitas penggunaan suatu peralatan. Karena metode ini dapat mengukur keseluruhan atau mampu mulai dari produktivitas mesin, produktivitas orang, maupun produktivitas material. Tujuan menggunakan pengukuran metode ini agar bisa mengetahui produktivitas hasil produksi yang ada di perusahaan PT. Miwon Indonesia. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif, kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan mengacu pada prinsip-prinsip terdapat dalam metode Overal Equipment Effectiveness (OEE) adalah : Avaibility (A) bertujuan untuk mengukur bagaimana pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin atau peralatan. Performance (P) merupakan tahap pengukuran yang menggambarkan kemampuan dari peralatan dalam menghasilkan barang. Quality (Q) merupakan tahap pengukuran kualitas peralatan yang menghasilkan produk yang berkualitas yang sesuai standar. Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Miwon Indonesia terdapat berbagai macam faktor penyebab menurunnya nilai OEE yaitu Faktor yang sangat berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE adalah nilai Avaibility yang rendah yaitu 84,12%. Sehingga didapat nilai OEE dari keseluruhan mesin BK 500M didapat rata-rata yaitu 76,95%. Dari faktor penyebab turunnya nilai OEE yaitu ada 4 kategori yang bisa dirumuskan mulai dari manusia, mesin, material dan metode. Kata kunci : Produktivitas Hasil Produksi, Oevrall Equipment Effectiveness (OEE)