cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
ANALISA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SURIMI MENGGUNAKAN METODE LOT FOR LOT DI PT STARFOOD INTERNATIONAL ABSYARI, HIKAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Starfood International adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan laut, dengan produk utama yang dihasilkan saat ini adalah surimi dimana dalam operasionalnya memerlukan perencanaan dan pengendalian bahan baku untuk proses produksinya. Masalah optimalisasi pemesanan bahan baku merupakan hal penting dalam suatu perusahaan, sehingga masalah ini terus dipelajari dan dikembangkan. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut, diantaranya adalah metode Lot for lot. Penelitian ini dilakukan di PT. Starfood International, Jawa Timur pada bulan Juni 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa metode lot sizing yang efisien dan optimal untuk menentukan bahan baku yang akan dipesan di tahun 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan permintaan produksi pada tahun 2015 yang memiliki kesalahan terkecil adalah metode Moving Average  dengan hasil peramalan sebagai berikut:  Januari 324,52 ton, Februari 305 ton, Maret 732 ton, April 834,48 ton, Mei 690,52 ton, Juni 385,52 ton, Juli 324,52  ton, Agustus 427 ton, September 509,48  ton, Oktober 671 ton, Nopember 934,52 ton, dan Desember 895,48 ton. Dari teknik peramalan tersebut, dapat diketahui hasil perhitungan biaya perencanaan persediaan bahan baku dengan teknik lot for lot yaitu sebesar Rp 540.000 Kata Kunci: perencanaan persediaan, bahan baku, teknik lot sizing.
PENENTUAN INTERVAL WAKTU OPTIMUM PENGGANTIAN PISAU CANE CUTTER PADA MESIN CANE CUTTER DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) PG. KREMBOONG ROCHIM, ABDUR
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Interval waktu optimum merupakan waktu penggantian optimal suatu komponen dalam sistem perawatan. Dengan interval waktu optimum, kualitas kerja dari suatu komponen atau sistem dapat dipertahankan mendekati keadaan semula. Interval waktu optimum dapat ditentukan dengan menggunakan pendekatan reliability dan biaya perawatan. Metoda analisa dalam penentuan interval waktu optimum pisau cane cutter dalam penelitian ini menggunakan pendekatan reliability dan biaya perawatan optimal. Pendekatan reliability menggunakan nilai keandalan dari suatu komponen, sedangkan biaya perawatan optimal merupakan biaya yang dikeluarkan dalam penggantian pisau cane cutter. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan biaya, interval waktu, dan interval waktu optimum penggantian pisau cane cutter pada mesin cane cutter sesuai dengan ketentuan reliability. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di di PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) PG. Kremboong pada bulan Juni 2015. Sasaran penelitian ini adalah adalah bagian manajemen maintenance pada mesin cane cutter untuk mengetahui waktu penggantian pisau cane cutter pada mesin cane cutter di stasiun gilingan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis reliability dan analisis biaya penggantian pisau cane cutter untuk mengetahui interval waktu optimum penggantian pisau cane cutter pada mesin cane cutter. Sementara variabel penelitian yang digunakan adalah waktu atau jadwal penggantian pisau cane cutter dan biaya perawatan pisau cane cutter (cost maintenance) serta reliability mesin cane cutter. Dari hasil penelitian dapat diketahui biaya yang dibutuhkan akibat penggantian pisau cane cutter pada mesin cane cutter, meliputi biaya perawatan pencegahan (CM) sebesar Rp. 6.848.848,-, biaya penggantian kerusakan (CF) sebesar Rp. 37.310.800,-. Interval waktu optimum penggantian pisau cane cutter adalah 6 hari dengan keandalan komponen sebesar 0.749998904291748000 dengan biaya tiap penggantian sebesar Rp. 3.045.133,91 atau Rp. 15.225.669,55 tiap bulan. Dengan demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa hasil analisis yang dilakukan peneliti dapat digunakan sebagai bahan masukan maupun pertimbangan bagi perusahaan dalam menentukan penggantian komponen kritis untuk meminimalisir biaya maintenance, sehingga produksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Kata kunci: Interval waktu, cane cutter, reliability komponen, biaya perawatan, waktu optimum.
ANALISA LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL 304 MENGGUNAKAN METODE ASTM G31-72 PADA MEDIA AIR NIRA AREN ORNELASARI, RIZKI
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Korosi merupakan kerusakan material logam yang disebabkan reaksi antara logam dengan lingkungannya yang menghasilkan oksida logam, sulfida logam atau hasil reaksi lainnya yang lebih dikenal sebagai pengkaratan. Stainless steel merupakan jenis baja yang tahan terhadap korosi karena memiliki unsur paduan minimal 18% chrom (Cr) dan 8% nikel (Ni). Mengacu pada kegunaan stainless steel 304 yaitu sebagai bejana masakan pada proses fermentasi dalam pembuatan asam asetat (cuka) dari air nira aren yang bersifat asam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Objek penelitian menggunakan stainless steel 304 dengan ukuran spesimen 20mm x 10mm x 2mm. Spesimen yang diujikan dalam penelitian ini ada 12 spesimen yang akan mendapatkan perlakuan berbeda yaitu berbeda variasi temperatur, waktu, dan keasaaman larutan (pH). Menggunakan metode kehilangan berat (weight loss) sesuai ASTM G31-72 dengan pemilihan volume 0,2 dari permukaan spesimen. Dilakukan uji SEM-EDX (Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-ray) setelah dilakukan uji rendam untuk mengetahui kandungan dan analisis material yang terkorosi dengan perbesaran struktur pada stainless steel 304 tersebut. Untuk perendaman dalam air nira aren dengan pH 4,6 laju korosi terbesarnya adalah 48,669 mpy. Sedangkan untuk perendaman dalam larutan asam asetat dengan pH 2,5 laju korosi terbesarnya adalah 69,574 mpy. Untuk perendaman dalam air nira aren dan asam asetat laju korosi terbesarnya terjadi pada temperatur 110°C selama 4 hari. Sedangkan laju korosi terkecil sebesar 14,36 mpy dan 13,938 mpy terjadi pada temperatur ±26°C selama 7 hari. Temperatur, waktu, dan pH berpengaruh terhadap laju korosi. Laju korosi terbesar terjadi pada temperatur tinggi, tetapi semakin lama waktu perendaman laju korosi akan semakin menurun dan laju korosi menurun seiring dengan meningkatnya pH. Kata kunci: laju korosi, stainless steel, nira aren, asam asetat.
ANALISIS KECEPATAN PUTAR SPINDLE, JENIS PAHAT DAN VARIASI KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN ALUMUNIUM 6061 PADA MESIN CNC TU-3A DENGAN PROGRAM ABSOLUT G01 BUDI RAMADHANI, ADHI
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan putar spindle(1900 rpm, 2400 rpm, 2900 rpm) variasi jenis pahat Hss (nachi, bohler, dolmer) variasi kedalaman pemakanan (0,2 mm; 0,4 mm; 0,6 mm)  terhadap tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja aluminium 6061 pada mesin milling CNC TU-3A dengan program absolut G01.Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Benda kerja yang digunakan dalam penelitian ini yaitu alumunium 6061 dengan panjang 50 mm,tebal 12 mm dan tebal 12 mm sebanyak 27 spesimen yang mendapatkan perlakuan pengerjaan berbeda. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan benda kerja tersebut adalah surface tester Mitutoyo 301. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh variasi kecepatan spindel, yaitu pada kecepatan 1900 rpm, 2900 rpm dan2400 rpm dihasilkantingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah yaitu 0.54 µm dan tingkat kerataan terendah yaitu 0.02 µm pada kecepatan spindel 2900 rpm. Karena semakin tinggi kecepatan spindel, maka semakin rendah tingkat kekasaran dan kerataan permukaan benda kerja. (2) Ada pengaruh variasi jenis pahat Hss, yaitu nachi, bohler dan dolmer terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah yaitu 0.54 µm dan tingkat kerataan permukaan terendah yaitu 0.02 µm pada penggunaan pahat nachi. Karena semakin keras pahat yang digunakan, maka semakin rendah tingkat kekasaran permukaan benda kerja (3) Ada pengaruh variasi kedalaman pemakanan, yaitu pada kedalaman 0,2 mm; 0,4 mmdan 0,6 mm dihasilkantingkat kekasaran permukaan benda kerja terendah adalah 0.54 µm dan tingkat kerataan permukaan terendah yaitu 0.02 µm pada kedalaman pemakanan 0,2 mm. Karena semakin dalam pemakanan, maka semakin tinggi tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Kata kunci: Kecepatan Spindel,jenis pahat, Kedalaman Pemakanan, KekasaranPermukaan,kerataan permukaan
UJI EKSPERIMENTAL MODEL TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE H 2 TINGKAT DENGAN KOMBINASI 3 BILAH NACA 0018 DAN 2 BILAH SAVONIUS PER TINGKAT MERRY ANDROGA, FRISCO
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Angin adalah salah satu sumber energi terbarukan yang dikembangkan saat ini. Energi angin termasuk energi terbarukan yang didefinisikan sebagai energi yang secara cepat dapat diproduksi kembali melalui proses alam. Beberapa kelebihan dari energi terbarukan seperti angin adalah: sumbernya relatif mudah didapat, dapat diperoleh dengan gratis, minim limbah, tidak mempengaruhi suhu bumi secara global, dan tidak terpengaruh oleh kenaikkan harga bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian eksperimental (experimental research). Objek dalam penelitian ini menggunakan turbin angin Darrieus tipe H 2 tingkat dengan kombinasi 3 bilah Naca 0018 dan 2 bilah Savonius per tingkat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daya dan efisiensi model turbin angin Darrieus tipe H 2 tingkat dengan kombinasi 3 bilah Naca 0018 dan 2 bilah Savonius per tingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi panjang bilah Savonius 60 % mampu menghasilkan daya dan efisiensi yang terbaik, yaitu daya 0.068 Watt pada kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 354 gr dan efisiensi maksimal 1.34%. Hal ini terjadi karena pada variasi panjang bilah ini, gaya drag yang dihasilkan tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil pula. Sehingga daya yang dihasilkan ideal yang tentu akan lebih baik dari variasi panjang yang lain. Maka ada kalanya kondisi dimana gaya drag yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil untuk menghasilkan daya dan efisiensi yang paling efektif. Sedangkan untuk tip speed ratio (TSR) pada variasi ini mampu menghasilkan 0.12 pada kondisi kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 250 gr. Pada panjang bilah 80 % mampu menghasilkan daya 0.063 Watt pada kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 354 gr sedangkan untuk efisiensi terbaik 1.18 pada kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 354 gr. Sedangkan untuk untuk tip speed ratio (TSR) pada variasi ini mampu menghasilkan 0.096 pada kondisi kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 250 gr. Pada panjang bilah 60 % mampu menghasilkan daya 0.053 pada kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 354 gr dan untuk efisiensi 0.99% pada kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 354 gr. Sedangkan untuk untuk tip speed ratio (TSR) pada variasi ini mampu menghasilkan 0.072 pada kondisi kecepatan angin 4.5 m/s dan berat beban 250 gr. Kata kunci : Angin, Turbin Angin, Kombinasi, Darrieus tipe-H, Savonius
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA PT ASCO PRIMA MOBILINDO ERA PRADIKA, CHEVRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Globalisasi  membawa  dampak  yang  besar  bagi  perkembangan  dunia bisnis. Perusahaan yang ingin berkembang dan mendapatkan keunggulan kompetitif harus dapat memberikan produk berupa barang  atau  jasa  yang  berkualitas  dan  pelayanan  yang  baik. Sementara masyarakat konsumen mulai beralih menjadi masyarakat yang semakin kritis sehingga menimbulkan semakin tingginya tuntutan untuk mendapatkan produk atau jasa yang berkualitas. Strategi bersaing yang dapat ditempuh oleh pelaku bisnis diantaranya adalah meningkatkan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) dan mengembangkan pelayanan yang ditawarkan. Setiap pelanggan selalu mengharapkan agar mendapatkan pelayanan yang optimal serta memperoleh pelayanan jasa seperti yang mereka inginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk  (1) Mengetahui mutu pelayanan dari bengkel Daihatsu PT Asco Prima Mobilindo berdasarkan  identifikasi terhadap konsumen yang bersangkutan. (2) Mengetahui prioritas pengembangan upaya peningkatan kinerja bengkel Daihatsu PT Asco Prima Mobilindo berdasarkan metode Quality Function Development (QFD). Dari penelitian yang dilakukan mutu pelayanan jasa yang diberikan bengkel Daihatsu PT Asco Prima Mobilindo terhadap pelanggan yaitu, atribut jasa yang dianggap penting oleh konsumen Daihatsu PT Asco Prima Mobilindo adalah Hasil perawatan/perbaikan sesuai dengan permintaan konsumen, Kewajaran harga jasa, Ketersediaan suku cadang, Adanya garansi servis, Kebersihan fasilitas pelanggan dan penilaian prioritas kepuasan konsumen pada kinerja pelayanan jasa adalah Keramahan pelayanan, Prosedur yang tidak rumit, Ketepatan waktu penyerahan kendaraan selesai perawatan/perbaikan, Pemberian informasi sesuai kebutuhan pelanggan, Sopan dan santun keramahan petugas bengkel. Upaya yang harus dilakukan bengkel Daihatsu PT Asco Prima Mobilindo untuk mengembangkan peningkatan kinerja agar sesuai dengan keinginan konsumen adalah Pelatihan service advisor, Pelatihan ketrampilan dan kemampuan mekanik, Penerapan final check, Penambahan petugas cleaning service, Pemberian insentif (bonus dan diskon). Kata kunci: kepuasan pelanggan, kualitas layanan, QFD.
HUBUNGAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SHELL DAN WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR SUPRA X 125CC ARIFIN, ZAINUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan bakar yang baik adalah bahan bakar yang apabila dibakar dapat meningkatkan daya, hemat, serta dapat mengurai pencemaran udara (emisi gas buang). Shell V-power merupakan salah satu BBM dengan kualitas baik namun harga tetap terjangkau dan diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar petrol. Penelitian ini dilakukan pada sepeda motor Supra X 125cc dengan bahan bakar shell V-power RON 95 dan waktu pengapian standart (15° sebelum TMA), 20° sebelum TMA, 22,5° sebelum TMA dan 25° sebelum TMA. Penelitian eksperimen (experimental research) ini menggunakan metode pengujian full open throttle valve untuk pengujian performa mesin dengan standar pengujian SAE J1349 dan standar pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SNI 09-7118.3-2005. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar shell dan variasi timing pengapian dapat menyempurnakan proses pembakaran diruang bakar untuk menaikkan torsi, daya dan menghemat bahan bakar serta dapat menurunkan kadar emisi gas buang sepeda motor Supra X 125cc. Hal ini dibuktikan dari ke empat modifikasi waktu pengapian terdapat hasil yang optimal ditinjau dari ke empat parameter yaitu pada penguian torsi, daya dan konsumsi bahan bakar yang sesuai dengan standar pengujian SAE J1349, persentase peningkatan torsi 5,53%, daya 5,67%, dan persentase penurunan konsumsi bahan bakar 6,74% yang terjadi pada pengapian 20o sebelum TMA. Dan pada pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SNI 09-7118.3-2005 persentase punurunan emisi gas buang CO terjadi pada pengapian 25? sebelum  TMA, yaitu 16,96% sedangkan pada emisi gas buang HC terendah terjadi pada pengapian 15? sebelum TMA dengan bahan bakar shell V-power. Kata kunci: Shell V-power, waktu pengapian (ignition timing), performa mesin, dan emisi gas buang. 
PENGARUH SUPLAI UDARA MASUK TERHADAP VISUALISASI NYALA API DAN TINGGI API PADA GASIFIKASI TEMPURUNG KELAPA Tri Indra Setiadi, Mohammad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gasifikasi menjadi sebuah metode  yang paling tepat untuk mengonversi bahan baku  biomassa  menjadi  sebuah bahan bakar gas  yang  dapat  digunakkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun untuk bahan baku biomassa menggunakan  yang mengandung kadar air tinggi seperti tempering kelapa, kulit kelapa sawit  dan tandan kosong kelapa sawit. Sifat biomassa ini sangat menguntungkan karena merupakan sumber energi yang dapat dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaruhi. Program ini di kembangkan karena mengingat Indonesia yang merupakan negara agraris terletak di daerah khatulistiwa yang kaya akan potensi bionergi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun listrik. Instrumen penelitian ini adalah alat ukur dan alat uji yang digunakan untuk mendapat data penelitian. Instrumen Anemometer digunakan untuk mengukur kecepatan udara yang masuk ke dalam gasifier, termocoupel dan mistar baja. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi terhadap timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah laju aliran syn gas, putaran dua blower setelah trap debit udara 0,035325 m3/s, 0,07065 m3/s, 0,105979 m3/s, 0,1413 m3/s dan 0,176625 m3/s. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah dari warna nyala api, tinggi nyala api dan temperatur api. Dalam Penelitian ini variabel kontrolnya adalah debit udara masuk gasifier, Penelitian ini tentang pengaruh campuran udara dengan syn gas  terhadap temperatur dan tinggi nyala api yang dihasilkan dari pembakaran syn gas pada gasifikasi biomassa batok kelapa. Nyala api tertinggi yaitu pada debit udara 0,176625 m3/s. hal ini dikarenakan pada debit udara 0,176625 m3/s merupakan suplai udara terbesar. Visualisasi terbaik yaitu pada pada udara yang masuk sebesar 0,176625 m3/s. hal ini dikarenakan debit udara 0,176625 m3/s merupakan suplai udara terbesar, sehingga udara yang bereaksi dengan syn gas saat bercampur dengan komposisi yang optimal. Kata kunci: biomassa, gasifikasi, syn gas, debit, nyala api, tempurung kelapa.
PENGUKURAN LAJU KOROSI PADUAN ALUMINIUM ZAP S-3 AL MENGGUNAKAN MEDIA AIR LAUT DENGAN METODE ASTM G31-72 PUSPITA SARI, DIANA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Penggunaan logam dalam perkembangan teknologi dan industri sebagai material penunjang sangat besar peranannya, selain itu logam juga banyak digunakan sebagai kontruksi alat transportasi, contohnya kapal laut. Namun logam juga memiliki permasalahan dalam penggunaaannya yang disebut korosi. Korosi merupakan kerusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungannya. Pelat lambung kapal adalah bagian kontruksi pertama kali terkena korosi air laut. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat korosi air laut maka diperlukan suatu perlindungan korosi pada pelat lambung kapal. Salah satu cara yang digunakan yaitu menggunakan Metode Proteksi Katodik dengan sistem anoda korban. Jenis anoda korban yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan Alumunium. Jenis Penelitian yang digunakan adalah diskripsi dan eksperimen yakni mengadakan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variabel dengan sengaja dan cara sistematis terhadap perubahan objek penelitian. Obyek yang digunakan dalam penelitian adalah Paduan Aluminium ZAP S-3 AL, dengan variabel bebas menggunakan variasi temperatur 300C dan 600C serta variasi waktu 2 dan 7 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar laju korosi pada paduan Alumunium yang digunakan sebagai anoda korban pada pelat lambung kapal. Penelitian ini mengunakan metode kehilangan berat (weight loss) sesuai dengan standar ASTM G31-72. Setelah diketahui besar kehilangan berat kemudikan dihitung besar laju korosi yang terjadi, kemudian dilakukan uji SEM untuk mengetahui analisis material yang terkorosi dengan perbesaran struktur. Uji laju korosi paduan aluminium ZAP S-3 AL dilakukan pada sampel A1, dan A2 dengan variasi suhu 300C  dengan lama waktu perendaman selama 2 hari menghasilkan nilai laju korosi 73,9708 mpy dan 76,7641 mpy, sedangkan pada sampel A3 dan A4 menggunakan variasi suhu 600C dengan waktu perendaman yang sama menghasilkan nilai laju korosi 153,7433 mpy dan 141,3756 mpy. Kemudian uji laju korosi paduan aluminium ZAP S-3 AL yang dilakukan pada sampel B1, dan B2 dengan variasi suhu 300C  dengan lama waktu perendaman selama 7 hari menghasilkan nilai laju korosi 39,1106 mpy dan 42,1467 mpy, sedangkan pada sampel B3 dan B4 menggunakan variasi suhu 600C dengan waktu  perendaman yang sama menghasilkan nilai laju korosi 71,5638 mpy dan 78,9518 mpy. Kata kunci: Laju Korosi, Paduan Aluminium ZAP S-3 AL, Anoda Korban, Pelat Lambung Kapal.
ANALISIS KAPASITAS WHEEL LOADER STUDI KASUS PT. PLATINUM CERAMICS INDUSTRY SURABAYA MAULANA S, AHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Platinum Ceramics Industry (PCI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi keramik. Dalam proses produksinya PT. Platinum Ceramics Industry membutuhkan bahan baku yang transportasinya dilakukan oleh Wheel Loader. Oleh sebab itu perusahaan manufactur harus mempunyai perencanaan untuk menentukan jumlah Wheel Loader yang harus disediakan di waktu yang akan datang, maka dari itu diperlukan peramalan kapasitas angkut yang diperlukan, menentukan kapasitas yang tersedia Wheel Loader dan membandingkan jumlah Wheel Loader dengan kapasitas angkut yang diperlukan selama dua tahun kedepan.Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif dengan menggunakan teori-teori perhitungan kapasitas yang diperlukan, kapasitas tersedia berdasarkan peramalan permintaan bahan baku.Dari Perhitungan didapat hasil kapasitas yang diperlukan pada tahun 2015 adalah sebesar 456.343,3 ton dan pada tahun 2016 adalah sebesar 461.073,93 ton. Kapasitas tersedia untuk performansi 100% tahun 2015 sebesar 830.959 ton dan tahun 2016 sebesar 833.235,6 ton dan kapasitas optimum agar tidak terjadi kekurangan kapasitas tahun 2015 dan tahun 2016 sebesar 60 %. Kata kunci: Kapasitas, Wheel Loader, Peramalan