cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN BATOK KELAPA MUDA DAN BONGGOL BAMBU MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU HARIMURTI, GALIH
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan bakar fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui sehingga akan mengakibatkan menipisnya cadangan bahan bakar fosil di dalam bumi. Berbagai solusi telah ditawarkan oleh para ilmuwan di dunia untuk mencari alternatif bahan bakar fosil. Briket bioarang adalah salah satu bahan bakar alternatif yang bahan dasarnya berasal dari biomasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi terbaik briket bioarang berbahan campuran limbah batok kelapa  muda dan limbah bonggol bambu yang akan dibandingkan dengan standar mutu briket batubara yang ada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objeknya menggunakan batok kelapa  muda dan limbah bonggol bambu yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Dalam penelitian ini, terdapat lima sampel biobriket dengan menggunakan variasi perbandingan batok kelapa  muda dan limbah bonggol bambu meliputi : (1) 0:100 (2) 25:75 (3) 50:50 (4) 75:25 (5) 100:0 dengan jumlah berat 35 gram. Menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 15 gram. Pengujian karakteristik biobriket dilakukan dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan nilai kalor dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan Standar Mutu Briket Jepang, Inggris, Amerika, dan Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komposisi biobriket yang masih memenuhi standar mutu dari briket batubara adalah sampel 2 dan 3 dengan perbandingan 25%:75% dan 50%:50%, menghasilkan kadar air sebesar 7,26% dan 7,59% memenuhi standar Jepang dan SNI, kadar abu sebesar 10,26% dan 11,39% memenuhi standar Amerika, kerapatan sebesar 1,05 gr/cm3 dan 1,04 gr/cm3 memenuhi standar Jepang dan Amerika, kuat tekan sebesar 61,26 kg/cm2 dan 60,17 kg/cm2 memenuhi standar Jepang, Inggris dan SNI, nilai kalor sebesar 5774,05 kal/gr memenuhi standar Jepang dan Amerika dan 5750,77 kal/gr memenuhi standar Jepang, Amerika dan SNI. Kata Kunci : Biobriket, batok kelapa  muda, bonggol bambu, tetes tebu.
NISBAH KATALIS NATRIUM CARBOXYMETHYLCELLULOSE (NA CMC), ASAM STEARAT DAN BIOETANOL TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBUATAN BIOETANOL PADAT DARI MOLASESS NUR JANNATUL AKHIROH, ISLAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Krisis energi di Indonesia sebagai akibat semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak khususnya dari bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui. Bahan bakar fosil tersebut salah satunya adalah parafin. Untuk itu dibutuhkan solusi yang tepat untuk menciptakan bahan bakar yang dapat diperbarukan (renewable) yaitu dari sumber daya alam nabati, yang salah satunya adalah bioetanol sebagai pengganti parafin. Salah satu dari bahan pembuatan bioetanol adalah dari molasess. Agar bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar secara aman, bioetanol tersebut diinovasikan menjadi bioetanol padat molasess. Penelitian ini menggunakan metode diskripsi eksperimen, yakni mengadakan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variabel dengan sengaja dan secara sistematis terhadap perubahan obyek penelitian. Obyek penelitian ini adalah karakteristik bioetanol padat dari molasess yang dicampurkan dengan Na CMC dan penambahan asam stearat sebagai tablet binder. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap forming solid dengan magnetic stirer dan tahap pencetakkan bahan. Kemudian dilakukan tahap pengujian yang meliputi nilai kalor, titik nyala, densitas dan kadar abu. Uji karakteristik bioetanol padat molasess dilakukan pada sampel A (100 ml bioetanol molasess kadar 75%, 20gr Na CMC, 100gr asam stearat), sampel B (100 ml bioetanol molasess kadar 75%, 50 gr Na CMC, 100gr asam stearat), sampel C (100 ml bioetanol molasess kadar 75%, 20gr Na CMC, 200gr asam stearat dan sampel D (100 ml bioetanol molasess kadar 75%, 50gr Na CMC, 200 gr asam stearat). Dari sampel tersebut, perbandingan ideal bioetanol padat molasess yang optimum terdapat pada sampel C dengan karakteristik  yaitu nilai kalor sebesar 6049,633 kal/gr, nilai kadar abu sebesar 1,01%, nilai titik nyala sebesar 1250C, nilai kuat tekan sebesar 0,5250 kg/cm2, nilai kerapatan sebesar 0,9397 g/cm3 dan menghasilkan lama nyala api sebesar 3030 detik. Hasil dari uji karakteristik bioetanol padat molasess dipengaruhi oleh jumlah kandungan Na CMC dan asam stearat pada campuran bioetanol molasess. Kata kunci : Bioetanol padat molasess, Na CMC, Asam stearat, Karakteristik bioetanol padat molasess
ANALISA PERLAKUAN ARTIFICIAL AGING TERHADAP KEKERASAN PADA MATERIAL KOMPOSIT AL-ABU DASAR BATUBARA SETYO LAKSONO, DANI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan material dalam dunia teknik turut berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman. Dunia teknik menuntut material yang sifat fisik dan mekaniknya bagus, namun dengan biaya pembuatan murah. Banyak dilakukan penelitian untuk menciptakan material baru, antara lain material komposit. Komposit adalah gabungan dua bahan atau lebih, yang menghasilkan sifat baru yang berbeda dari matriknya. Salah satu material komposit matriks logam adalah Aluminium-Abu Dasar Batubara. Namun sifat awal material masih buruk, sehingga perlu dilakukan perlakuan panas untuk memperbaiki sifatnya. Dalam aplikasinya, material ini digunakan sebagai salah satu komponen otomotif yaitu piringan cakram (disc brake) pada sepeda motor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh temperatur aging dan waktu aging) terhadap kekerasan material komposit Al-Abu Dasar Batubara. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan metode pengujian kekerasan Rockwell. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam tabel, dan grafik. Variasi sampel sebanyak 9 sampel dengan variasi temperatur aging (160oC, 180oC, dan 200oC) dan waktu aging (2 jam, 4 jam, 6 jam). Dari penelitian ini dapat diketahui nilai kekerasan awal material komposit Al-Abu Dasar Batubara yaitu sebesar 63,7 HRB (Hardness Rockwell B). Setelah dilakukan perlakuan panas T6 dengan variasi variasi temperatur aging(160oC, 180oC, dan 200oC) dan waktu aging (2 jam, 4 jam, 6 jam) terjadi kenaikan nilai kekerasan dari awal. Kekerasan paling rendah adalah pada sampel A nomor sampel 2, yaitu pada suhu aging 160°C dan waktu tahan 2 jam dengan nilai kekerasan sebesar 66,8 HRB(Hardness Rockwell B). Sedangkan untuk nilai kekerasan paling tinggi sebesar 80,4 HRB (Hardness Rockwell B) terdapat pada sampel H nomor sampel 2, yaitu sampel dengan suhu aging 200°C dengan waktu tahan 4 jam. Kata kunci: Al-Abu Dasar Batubara, artificial aging, pengujian Rockwell
ANALISA PERLAKUAN ARTIFICIAL AGING TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN PADA MATERIAL KOMPOSIT AL-ABU DASAR BATUBARA ILHAM A, HAMMAR
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komposit merupakan gabungan dua bahan atau lebih, yang menghasilkan sifat baru yang berbeda dari matriknya, salah satu material komposit matrik logam adalah Aluminium-Abu Dasar Batubara. Pada penggunaannya sebagai piringan cakram mendapatkan panas yang akan mengakibatkan distorsi sehingga dapat mengakibatkan perubahan bentuk Untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik material, maka perlu dilakukan perlakuan panas pada material. Untuk komposit bermatrik aluminium, perlakuan panas yang digunakan adalah perlakuan panas artificial aging T6.Dalam penelitian ini akan dilakukan perlakuan panas dengan temperatur pelarutan pada 540oC dengan waktu tahan 6 jam. Kemudian dilakukan penuaan buatan dengan variasi temperatur 160oC, 180oC, dan 200oC serta variasi waktu tahan 2, 4, dan 6 jam. Kemudian dilakukan analisa terhadap kerataan permukaan. Setelah dilakukan pengujian kerataan permukaan, maka diperoleh angka ketidak rataan tertinggi pada spesimen F dengan nilai rata-rata -6,4x 10-2 mm, pada temperatur 180oC dengan waktu penahanan 4 jam. Dan diperoleh angka  ketidak rataan terendah pada spesimen D dengan nilai rata-rata 0,0 x 10-2 mm, pada temperatur 180oC dengan waktu penahanan 2 jam. Kata kunci: Artificial Aging, Aluminium, Abu Dasar Batubara, Kerataan Permukaan
SIMULASI ALIRAN PADA SILINDER SIRKULAR DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORKS P.W.P, YOHANDRIONO
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fenomena aliran fluida melalui suatu bodi adalah hal yang sering dijumpai. Setiap bentuk bodi memiliki karakteristik aliran fluida yang berbeda. Para peneliti belum memberikan solusi untuk menganalisa fenomena aliran, sehinggadilakukan berbagai metode pengujian. Metode yang sering digunakan adalah pengujian melalui eksperimen. Hambatan pengujian eksperimen adalah waktu yang lama dan biaya yang besar sehinggadiperlukan suatu pengujian yang lebih efisien dalam waktu dan biaya. Pengujian dengan simulasi memanfaatkan perhitungan komputasi menggunakan software komputer. Banyak software untuk melakukan simulasi seperti FLUENT dan SOLIDWORKS. Jenis penelitian ini adalah simulasi dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan dan perbedaan penggunaan software SOLIDWORKS dengan FLUENT. Pengujian dilakukan menggunakan metode simulasi (CFD) dengan program SOLIDWORKS. Objek penelitian adalah silinder sirkular. Proses pengujian dilakukan dengan variasi Re yang digunakan adalah 1 x 103, dan 1 x 106. Data hasil yang dianalisa adalah distribusi tekanan (Cp), kontur velocity, kontur tekanan, vector line dan streamline. Proses pengujian diawali dengan persiapan simulasi (pre processor) pembuatan geometri benda (objek), jika geometri selesai dibuat maka dilakukan proses input data parameter yang akan digunakan dalam proses simulasi. Parameter yang dimasukkan adalah pengaturan satuan unit, jenis aliran yang dipakai (eksternal fluid), data kecepatan dan pengaturan meshing. Pada persiapan proses solver dilakukan pengaturan domain objek berupa 2D atau 3D, memilih goal atau data yang ingin dicapai, melakukan proses run. Dari hasil run, keluar data berupa tabel angka dan visualisasi aliran, kemudian data dianalisa. Dari hasil simulasi didapatkan bahwa grafik pressure coefficient memiliki tren yang cenderung sama, hal ini membuktikan bahwa data hasil simulasi dengan software SOLIDWORKS sama dengan software FLUENT. Silinder sirkular mengalami penurunan tekanan pada sudut ± 20 - 700, hal ini menunjukkan kecepatan meningkat secara signifikan, tetapi ketika sudut ± 700 – 1000, terjadi kenaikan tekanan karena kecepatan mulai mengalami penurunan. Kata kunci: Simulasi Aliran, Silinder Sirkular, SOLIDWORKS
NISBAH KATALIS CARBOPOL DAN BIOETANOL TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBUATAN BIOETANOL PADAT DARI MOLASESS HERU FATONI, MUHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber energi di bumi semakin lama semakin menipis dan kebutuhan energi semakin meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan ekonomi di dunia dan serta banyaknya pertambahan penduduk. Pengurangan energi dapat dilakukan dengan cara melakukan usaha penghematan dan mencari sumber energi alternatif atau energi pengganti yang lain. Salah satu energi pengganti yang dapat diperbaharui adalah bioetanol. Salah satu bahan pembuatan bioetanol adalah dari molasses. Pemanfaatan bioetanol digunakan untuk bahan bakar spiritus, minuman, desinfektan, pelarut, dan bahan baku industry serta digunakan untuk bahan bakar. Jika dimurnikan lebih lanjut dapat digunakan untuk keperluan farmasi dan pelarut di laboratorium analisis. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan bioetanol padat sebagai bahan bakar alternatif pengganti briket. Jenis penelitian ini adalah diskripsi dan eksperimen yakni mengadakan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variable dengan sengaja dan secara sistematis terhadap perubahan obyek penelitian. Obyek yang digunakan dalam penelitian adalah bioetanol dengan kadar 95 % ,carbopol 940 dan penambahan stearat acid sebagai tablet binder. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan yakni tahap persiapan, tahap forming solid dan tahap pencetakan. Selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik terhadap bioetanol padat meliputi nilai kalor, titik nyala, kadar abu, kuat tekan, dan kerapatan. Uji karakteristik bioetanol padat molasses dilakukan pada sampel A (100 ml bioetanol molasess kadar 95%, 6 gr carbopol 940 dan stearat acid 100 ml), sampel B (100 ml bioetanol molasess kadar 95%, 8 gr carbopol 940 dan stearat acid 100 ml), sampel C (100 ml bioetanol molasess kadar 95%, 10 gr carbopol 940 dan stearat acid 100 ml), sampel D (100 ml bioetanol molasess kadar 95%, 12 gr carbopol 940 dan stearat acid 100 ml). Dari sampel tersebut, perbandingan ideal bioetanol padat yang optimum terdapat pada sampel B dengan karakteristik hasil pengujian yaitu nilai kalor sebesar 7305,332 kal/gr, nilai titik nyala sebesar 96 0C, nilai kadar abu sebesar 0,0024%, nilai kuat tekan sebesar 1,57 kg/cm2 dan nilai kerapatan sebesar 0,84165 gr/cm3. Hasil uji karakteristik bioetanol padat dipengaruhi oleh jumlah kandungan carbopol pada campuran bioetanol molasess. Kata kunci: Bioetanol padat molasess, carbopol, nilai kalor, titik nyala, kadar abu, kuat tekan dan  kerapatan. 
PENGARUH PENGGUNAAN BIOETANOL UMBI SUWEG SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR HONDA VARIO CBS TAHUN 2010 MUZAMMIL,
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingkat polusi udara khususnya di Kota Surabaya sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Penyebab utama polusi yang tinggi, 96% berasal dari kendaraan bermotor. Sumber emisi terbesar CO sebanyak 5.500.000 ton/tahun sumber Transportasi (96 persen), dan HC yang bersumber dari transportasi memberikan kontribusinya 310.000 ton/tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan campuran premium dengan bioetanol berbahan baku umbi suweg (Amorphophallus campanulatus). Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif. Variabel bebas yang digunakan adalah pertamax, premium, dan biopremium mulai dari E5, E10, E15, dan E20. Sedangkan variabel kontrol meliputi putaran mesin yaitu stasioner (1.500 rpm), start mulai 2000 rpm sampai 8500 rpm dengan range putaran 500 rpm pada mesin 4 langkah. Pengujian dilakukan dengan rpm beban penuh (Full Open Throttle Valve), transmisi pada posisi top gear. Temperatur mesin pada temperatur kerja (60-70°C), Mesin Honda Vario CBS tahun 2010. Pengujiannya sesuai dengan standart pengujian emisi gas buang menurut SNI 09- 7118.3-2005. Untuk variabel terikat yaitu melihat tingkat polutan dari kadar emisi gas buang yang ditimbulkan yaitu CO, CO2, HC, dan O2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kandungan bioetanol pada premium dapat meningkatkan konsentrasi CO2 dan menurunkan konsentrasi CO, HC dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar pertamax dan premium pada putaran idle. CO dan HC terhadap putaran mesin maupun Lambda, Biopremium E10 yang terendah dibandingkan dengan biopremium lainnya. Biopremium E10 dibandingkan dengan pertamax dan premium pada putaran (3000-8500rpm) jauh lebih rendah dengan CO putaran 8500 rpm sebesar 0.29%vol sedangkan untuk pertamax (kelompok standar1) sebesar 2.76%vol, dan bahan bakar premium (kelompok standar 2) sebesar 3.75%vol, kemudian konsentrasi HC pada biopremium E10 sebesar 160 ppm dan pertamax (kelompok standar1) sebesar 390 ppm serta pada bahan bakar premium (kelompok standar 2) sebesar 217 ppm. Untuk perbandingan biopremium yang optimal berada pada biopremium E5 dengan melihat parameter CO2 dan O2. Perbandingan biopremium E5 dengan pertamax (kelompok standar 1) serta bahan bakar premium (kelompok standar 2) yang optimal pada putaran (3000-8500rpm) dengan sebesar 13.98%vol dan untuk konsentrasi O2 lebih rendah sebesar 17.85%vol.Kata kunci: Bioetanol, pertamax, premium, umbi suweg, dan pengujian E0 E5 E10 E15 E20.
PENERAPAN METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) GUNA MENGURANGI JUMLAH CACAT PRODUK PADA PABRIK PLASTIK DI PT GAYA REMAJA INDUSTRI INDONESIA NASRUL QOMARUS SHAHAR, MOH
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengendalikan kualitas produk jadi jerigen ukuran 5 liter dan mengidentifikasi penyebab penyimpangan kualitas produk dengan menggunakan alat bantu Statistical Quality Control yaitu (check sheet, histogram, diagram pareto, diagram sebab akibat, dan control chart) sehingga dapat mengetahui faktor penyebab kerusakan dan pencegahan yang akan dilakukan. Dari hasil analisis control chart menunjukkan bahwa jumlah produk yang diperiksa sebanyak 594 unit, rata – rata kerusakan terbesar terjadi pada menggelembung pada dinding jerigen sebesar 0,4940 atau 49,40%. Batasan pengawasannya: UCL sebesar 0,1 atau 10%, LCL sebesar - 0,02 atau 0, karena menyangkut produk maka nilai paling kecil adalah 0. Dan bentuk jerigen tidak lurus sebesar 0,2892 atau 28,92%. Batasan pengawasannya: UCL sebesar 0,148 atau 14,8%, LCL sebesar – 0,008 atau 0 karena menyangkut produk maka nilai paling kecil adalah 0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penyebab penyimpangan kualitas pada PT. Gaya Remaja Industri Indonesia yaitu dari sekian produk cacat yang terjadi yang paling berpengaruh adalah kerusakan pada bentuk yang tidak lurus dan menggelembung pada dinding jerigen disebabkan oleh 4 faktor yaitu manusia,mesin,material dan metode. Namun disini yang paling dominan penyebab kecacatan yaitu operator atau manusia yang kurang teliti dan peralatan yang kurang dirawat ataupun dibersihkan. Adapun solusi yaitu mangadakan program pelatihan bagi pekerja baik yang lama maupun yang baru secara berkala, dan Memberikan pengarahan dan peringatan kepada pekerja apabila melakukan kesalahan. Dan untuk peralatan perlunya perawatan dan pembersihan baik sebelum mau telah digunakan. Kata Kunci : Statistical Quality Control, peta kendali, produk cacat
ANALISA JENIS PAHAT DAN KEDALAMAN PEMAKANAN TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN PADA BENDA KERJA ALUMUNIUM DAN BAJA ST. 37 DENGAN PERLAKUAN MESIN FRAIS VERTIKAL ADINANDHA, RAMADHANA
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin frais (milling machine) merupakan salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan suatu permukaan benda kerja menjadi rata baik horizontal maupun vertikal serta permukaan sudut atau permukaan miring. Ada banyak faktor yang mempengaruhi proses kerja logam antara lain, bahan pahat, bentuk pahat dan ketajaman pahat, bahan benda kerja, kondisi bahan dan temperatur pengerjaan, parameter pemotongan seperti kecepatan potong dan kedalaman pemotongan, cairan pendingin (cutting fluid) yang digunakan, keterampilan operator dan kondisi mesin. Sehingga muncul permasalahan yaitu pengaruh jenis pahat dan kedalaman pemakanan terhadap tingkat kekasaran permukaan pada benda kerja alumunium dan baja ST. 37 dengan perlakuan mesin frais vertikal. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh jenis pahat dan kedalaman pemakanan terhadap tingkat kekasaran permukaan benda kerja alumunium dan baja ST 37 dengan perlakuan mesin frais vertikal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian ini benda kerja yang digunakan ada dua jenis yaitu alumunium dan baja ST. 37, dan masing-masing sebanyak 9 buah, yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam setiap proses pengerjaannya, yaitu: variasi jenis pahat HSS (Sutton, JCK, Japan)  dan kedalaman pemakanan (0,2, 0,4, 0,6). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pahat berpengaruh pada kekasaran permukaan benda kerja alumunium dan baja ST. 37. Jenis pahat yang keras menimbulkan kekasaran yang rendah. Jenis pahat tersebut adalah pahat Japan dengan kekasaran yang terendah pada alumunium bernilai 0,557 μm dan pada baja ST. 37 bernilai 0,653 μm. Kedalaman pemakanan berpengaruh pada kekasaran permukaan benda kerja alumunium dan baja ST. 37. Kedalaman yang memiliki kekasaran yang rendah adalah 0,2 mm dengan nilai kekasaran pada alumunium bernilai 0,557 μm  dan baja ST. 37 bernilai 0,653 μm. Kata Kunci : jenis pahat, kedalaman pemakanan, kekasaran permukaan
PENGARUH CAMPURAN PREMIUM, PERTAMAX DAN PERTAMAX PLUS TERHADAP LAJU KOROSI TANGKI BAHAN BAKAR BAIHAKI, TAJUDIN
Jurnal Teknik Mesin Vol 1, No 01 (2015): JTM: Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Bahan bakar minyak sangat dibutuhkan untuk menjalankan kendaraan bermotor namun bahan bakar minyak adalah salah satu sumber daya alam yang dapat habis. Kelangkaan ini tidak hanya dirasakan bangsa Indonesia sendiri tapi negara maju seperti Amerika dan Jepang juga merasakan hal yang sama. Namun harga pertamax dan pertamax plus terbilang mahal oleh karena itu banyak pengendara kendaraan bermotor mencampur premium, pertamax dan pertamax plus dengan tujuan agar performanya menjadi lebih baik dan harganya lebih murah.Pencampuran bahan bakar yang dilakukan oleh pengendaran memiliki kemungkinan akan berdampak terhadap laju korosi pada tangki bahan bakar. Tangki bahan bakar apabila sudah korosi akan melubangi tangki bahan bakar dan akan membahayakan bagi pengendara apabila sampai bahan bakar yang keluar terbakar maka dapat menyebabkan kebakaran yang membahayakan pengendara. Sehinga perlu dilakukan pengkajian secara mendalam tentang pencampuran bahan bakar terhadap laju korosi pada tangki bahan bakar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pertama kita perlu memotong tangki bahan bakar untuk diuji sehingga kita mengetahui spesifikasi bahan tangki bahan bakar kemudian akan dilakukan pengujian korosi dengan berbagai presentasi volume campuran bahan bakar dan ada yang tanpa campuran sama sekali yaitu premium 100%, pertamax 100% dan pertamax plus 100%. Potongan tangki bahan bakar akan diuji selama 2 jam. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah ASTM D130. Setelah selesai akan dilakukan pengolahan data. Hasil penelitian ini didapatkan data pencampuran bahan bakar yang laju korosinya paling kecil adalah campuran pertamax dan pertamax plus yaitu sebesar 0,055 µm/y sedangkan laju korosi yang paling kecil pada bahan bakar tanpa campuran adalah pertamax plus yaitu sebesar 0,005 µm/y. Kata kunci: premium, pertamax,pertamax plus, korosi.