cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PERBANDINGAN HASIL PENGERJAAN MESIN FRAIS VERTIKAL METODE NAIK DAN TURUN SERTA VARIASI KECEPATAN SPINDEL TERHADAP KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN PADA BAHAN ALUMINIUM, KUNINGAN, DAN BAJA MEGHANTORO SISWO PUTRO, YANUAR
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin frais merupakan mesin yang mampu mengerjakan suatu benda kerja dalam permukaan datar, sisi tegak, miring, bahkan alur roda gigi. Mesin frais prinsip kerjanya berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan putar pada spindel. Pada proses pengerjaan mesin frais ada beberapa parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas hasil proses yakni kekasaran dan kerataan permukaan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas kekasaran dan kerataan permukaan antara lain jenis bahan, kecepatan spindel dan metode pengefraisan.  Sehingga muncul permasalahan yaitu bagaimana perbandingan hasil pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun serta variasi kecepatan spindel terhadap kekasaran dan kerataan permukaan pada bahan almunium, kuningan dan baja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kekasaran dan kerataan permukaan dengan variasi kecepatan spindel pada bahan almuniaun jenis AL 1050, kuningan jenis C85200, dan baja steel ST37 dalam pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun. Metode penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pengerjaan mesin frais vertikal metode naik dan turun serta variasi kecepatan spindel terhadap kekasaran dan kerataan permukaan pada bahan almunium, kuningan dan baja mengunakan metode eksperimen.  Metode ekperimen digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Hasil penelitian menujukan bahwa kerataan permukaan terbaik pada bahan alumunium diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 13 µm, sedangkan yang paling tidak rata diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 23 µm, untuk kekasaran permukaan terbaik pada bahan aluminium diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 660 rpm dengan nilai 0,41 µm, sedangkan yang paling kasar diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 3,78 µm. Hasil kerataan permukaan terbaik pada bahan kuningan diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata diperoleh dengan metode turun kecepatan spindel 205 rpm dengan nilai 17 µm, untuk kekasaran permukaan terbaik pada bahan kuningan diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 460 rpm dengan nilai 0,53 µm, sedangkan yang paling kasar juga diperoleh dengan metode naik kecepatan spindel 205 rpm dengan nilai 1,55 µm. Hasil kerataan permukaan terbaik pada bahan st 37 diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata dengan nilai 17 µm diperoleh pada kecepatan spindel 205 rpm metode naik maupun turun, untuk kerataan permukaan terbaik pada bahan st 37 diperoleh dengan kecepatan spindel 660 rpm untuk metode naik maupun turun dengan nilai 10 µm, sedangkan yang paling tidak rata dengan nilai 17 µm diperoleh pada kecepatan spindel 205 rpm metode naik maupun turun. Kata Kunci : Metode Frais Naik dan Turun, Kecepatan Spindel, Kekasaran dan Kerataan Permukaan, Jenis Bahan
ANALISA PENCAPAIAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN MESIN LAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL OMAX DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA FITRIYAH, ALIFATUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Produktivitas adalah salah satu faktor yang penting dalam mempengaruhi proses berkembangnya industri galangan kapal. Salah satu peralatan yang digunakan untuk pembuatan kapal baru tersebut adalah mesin las. Metode analisis produktivitas yang diterapkan pada penggunaan mesin las dalam penelitian ini adalah OMAX. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Kriteria produktivitas dan indikator kinerja karyawan pada bagian mesin las, mengukur tingkat produktivitas pada bagian mesin las, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas pada bagian mesin las. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, data tertulis dan langsung, memberikan kuesioner, angket dan eksperimen dengan metode pengukuran matriks. Hasil penelitian dapat diketahui pencapaian tingkat produktivitas penggunaan mesin las pada pembangunan kapal baru di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya terdiri dari kriteria efisiensi, efektivitas dan inferensial, indeks performasi hanya 25,66%, nilai produktivitas sebanyak 377. Faktor yang paling mempengaruhi penggunaan mesin las adalah jumlah mesin las dan pemakaian mesin las Kata kunci: Produktivitas, mesin las, OMAX
PENGARUH VARIASI CAMPURAN BATANG POHON JAGUNG DAN PEREKAT TETES TEBU DALAM PEMBUATAN BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF ARIS SETYAWAN, CANDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi adalah komponen penting bagi kelangsungan hidup manusia. Pemakaian secara terus menerus membuat sumber energi di bumi semakin lama semakin menipis, khususnya minyak bumi. Limbah batang jagung adalah salah satu biomassa yang perlu mendapatkan prioritas pengembangannya. Penggunaanya sebagai biobriket merupakan cara di dalam meningkatkan nilai tambah pada limbah tersebut. Selain itu juga merupakan salah satu cara dalam mengatasi sumber energi bumi yang sangat terbatas dalam hal ini minyak tanah. Proses pembuatan briket dimulai dengan melakukan pengarangan limbah batang jagung, kemudian dilakukan penumbukan dan pengayakan. Setelah itu dilakukan pencampuran serbuk arang batang jagung dengan perekat tetes tebu. Kemudian dilakukan pengepresan pada cetakan dengan tekanan 200 bar (203,94 kg/cm2) dan selanjutnya dilakukan pengovenan briket. Jumlah sampel briket yang dibuat dalam penelitian ini adalah 9 sampel yang menghasilkan 27 briket. Variasi jumlah serbuk arang batang jagung yang digunakan 60 gram, 90 gram, 120 gram dengan perekat 36 gram, 45 gram, dan 54 gram. Pengujian mutu briket yang dilakukan meliputi pengujian kadar abu, kadar air, kerapatan, kuat tekan, nilai kalor dan uji nyala api. Berdasarkan hasil pengujian briket, nilai densitas pada penelitian ini antara 0,56 g/cm3 sampai dengan 0,82 g/cm3. Nilai kuat tekan antara 6,27 kgf/cm2 sampai dengan 25,60 kgf/cm2. Nilai kalor antara 4.810,22 kal/g sampai dengan 5.202,97 kal/g. Kadar air briket antara 8,62 % w/w sampai dengan 11,54 % w/w. Untuk kadar abu dalam penelitian ini antara 5,85 % w/w sampai dengan 6,20 % w/w. Laju pembakaran paling tinggi dalam penelitian ini pada variasi serbuk arang 60 gram dan perekat 54 gram yaitu 0,298 g/menit. Sedangkan laju pembakaran paling rendah pada variasi 120 gram serbuk arang dan 36 gram perekat dengan hasil 0,226 g/menit. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peningkatan nilai densitas, kuat tekan, kadar air dan laju pembakaran berbanding lurus dengan jumlah perekat. Dan penurunan nilai kadar abu berbanding lurus dengan peningkatan jumlah perekat pada setiap variasi jumlah serbuk arang batang jagung. Sedangkan nilai kalor tidak berbanding lurus dengan peningkatan jumlah perekat. Kata Kunci : Limbah batang jagung, tetes tebu, biobriket, bahan bakar alternatif.
ANALISA KUALITAS HASIL PENGELASAN PADA KAPAL TONASA LINES (N.12611) DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA RAHMAWATI, ELLY
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas adalah derajat tingkat kepuasan atau kesempurnaan produk yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan penggunaan pada konsumen dengan menghindari cacat dan kesalahan pada saat pembuatan produk. Metode analisis kualitas yang diterapkan pada penelitian ini adalah Statistical Proces Control. Yang merupakan sebuah teknik statistik yang digunakan secara luas untuk memastikan bahwa proses memenuhi standar. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecacatan pada proses pengelasan di kapal Tonasa Lines (N.12611), mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadi cacat, dan dapat mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kecacatan pada proses pengelasan. Hasil penelitian kualitas pengelasan pada kapal KM Tonasa Line N12611 di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya menunjukkan bahwa persentase cacat pada UPP II sebesar 70% dan pada pengujian NDT-plan sebesar 6,5%. Faktor penyebab terjadinya cacat antara lain : mesin, material, elektroda, posisi pengelasan, lingkungan, welder, dan prosedur. Langkah perbaikan antara lain : perawatan mesin secara berkala, penyimpanan dan penggunaan material yang tepat, penyimpanan dan pengadaan elektroda yang tepat, pelatihan khusus bagi welder, menjaga kebersihan lokasi kerja, pengawasan dan pelatihan berkala, dan pemeriksaan yang lebih intensif. Kata Kunci : Cacat Pegelasan,Kualitas Hasil Pengelasan, Statistical Proces Control.
ANALISA NETWORK PLANNING REPARASI KM TONASA LINE VIII DENGAN METODE CPM UNTUK MENGANTISIPASI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN REPARASI (STUDI KASUS DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA) ANGGRIAWAN, SYAHRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perencanaan jaringan kerja atau disebut juga network planning merupakan suatu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek reparasi kapal. Metode analisa network planning yang diterapkan pada reparasi KM Tonasa Line VIII dalam penelitian ini adalah metode CPM (Critical Path Method). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan network planning pada pekerjaan reparasi kapal agar tidak terjadi keterlambatan dan untuk mengetahui pada aktivitas mana saja yang merupakan lintasan kritis untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian reparasi kapal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Variable penelitian yang digunakan yaitu pembuatan jaringan kerja, penentuan saat paling cepat terjadinya event (EET) dan saat paling lambat terjadinya event (LET), lintasan kritis dan waktu penyelesaiain proyek reparasi kapal. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hasil perencanaan jaringan kerja pada proyek reparasi kapal dengan menggunakan metode CPM ditemukan 9 aktivitas/kegiatan kritis yang setelah dilakukan pengoptimalan waktu pengerjaan reparasi kapal dari sebelumnya yaitu 11 aktivitas/kegiatan kritis yaitu kegiatan docking, penyekrapan, cuci air tawar, water jet, tes ultrasonic, pekerjaan lambung dan bottom, pekerjaan pelat keel, undocking dan delivery. Dan pada network planning-nya didapatkan durasi penyelesaiain selama 22 hari sedangkan sebelum dilakukan pengoptimalan waktu pengerjaan atau awal pekerjaan membutuhkan waktu 30 hari. Yaitu dengan mempercepat dan memperlambat waktu pada beberapa aktivitas/pekerjaan dengan melihat data pekerja, material, mesin/alat yang digunakan sehingga didapat waktu pekerjaan yang efektif dan efisien dalam pengerjaan proyek reparasi kapal. Kata kunci : Perencanaan jaringan kerja, Critical Path Method, Reparasi Kapal.
ANALISIS KAPASITAS MESIN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) UNTUK MENGANTISIPASI PERKEMBANGAN PERMINTAAN PRODUK GULA STUDI KASUS PT. PG. CANDI BARU SIDOARJO ADI PUTRA, CANDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini hampir semua perusahaan yang bergerak dibidang industri dihadapkan pada suatu masalah yaitu adanya tingkat persaian pasar yang semakin kompetitif. Perencanaan produksi yang baik merupakan hal yang penting agar perusahaan bisa tetap bersaing untuk terus maju dan berkembang. PT. PG. Candi Baru Sidoarjo dari tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami kenaikan produksi 5.115 ton SHS. Analisis kapasitas mesin menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Dengan menggunakan 3 metode peramalan yaitu regresi linier, single exponential smoothing, double exponential smoothing. Dari 3 metode peramalan tersebut dipilih metode regresi linier dengan alasan metode ini mempunyai nilai MAPE paling kecil dibandingkan metode yang lainnya. Hasil peramalan permintaan produksi dengan metode regresi linier periode produksi Mei - Nopember 2015 sebanyak 2.399 ton, 5.336 ton, 6.320 ton, 6.669 ton, 7.299 ton, 7.825 ton, 7.456 ton, dan periode produksi Mei - Nopember 2016 sebanyak 2.615 ton, 5.879 ton, 6.852 ton, 7.014 ton, 7.972 ton, 8.613 ton, 8.224 ton. Penambahan kapasitas mesin yang diperlukan mesin gilingan 115,27 jam, juice heater machine 133,8 jam, single tray machine  148,92 jam, evaporator machine 133,63 jam, mesin pan masakan 126,37 jam, continue centrifugal machine 270,34 jam, bath centrifugal machine 116,66 jam, sugar dryer machine 112,75 jam. Kata kunci: Time Series, Rough Cut Capacity Planning (RCCP)
PENGARUH VARIASI TINGKAT PANAS BUSI TERHADAP PERFORMA MESIN DAN EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR 4 TAK NURDIANTO, INDRAWAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menyebabkan semakin majunya pengetahuan di bidang teknologi khususnya di dunia otomotif. Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan bermotor yaitu dengan memperbaiki dan mengoptimalkan sistem pengapian untuk menyempurnakan kualitas pembakaran dalam suatu kinerja mesin salah satunya dengan menggunakan busi dengan kualitas yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman untuk mengetahui pengaruh variasi tingkat panas busi terhadap performa mesin dan emisi gas buang sepeda motor 4 tak. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen untuk mengetahui pengaruh variasi tingkat panas busi terhadap torsi (T), daya (Ne), dan konsumsi bahan bakar (fc) serta emisi karbonmonoksida (CO), konsentrasi karbondioksida (CO2), emisi hidrokarbon (HC), dan konsentrasi oksigen (O2) pada sepeda motor Honda New Supra Fit tahun 2006 dengan kapasitas mesin 100 cc. Selanjutnya untuk pengukuran performa mesin berdasarkan SAE J1349  dan untuk emisi gas buang berdasarkan SNI 19-7118.3-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa torsi maksimal dihasilkan dengan menggunakan busi NGK C7HSA sebesar 0,86 kgf.m, daya maksimal dihasilkan dengan menggunakan busi NGK C7HSA sebesar 8,11 PS, konsumsi bahan bakar terbaik menggunakan busi NGK C7HSA dapat menurunkan konsumsi bahan bakar sebesar 11,20 %, sedangkan emisi gas buang menggunakan busi NGK C7HSA menghasilkan  presentase peningkatan emisi karbonmonoksida (CO) sebesar 11,17 %, penurunan konsentrasi karbondioksida (CO2) sebesar -4,33 %, penurunan kadar emisi hidrokarbon (HC) sebesar -12,88 %, dan peningkatan konsentrasi oksigen (O2) sebesar 24,85 %. Kata kunci: Performa mesin, emisi gas buang, busi  
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH KULIT PISANG DAN BONGGOL BAMBU MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF APRIYANTO UTOMO, RAHMAT
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biobriket adalah salah satu bahan bakar alternatif yang bahan dasarnya berasal dari biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi terbaik biobriket berbahan campuran limbah kulit pisang dan bonggol bambu yang akan dibandingkan dengan standar mutu briket batubara yang ada. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objeknya menggunakan limbah kulit pisang dan bonggol bambu yang menggunakan tetes tebu sebagai perekat. Dalam penelitian ini, terdapat lima sampel biobriket dengan menggunakan variasi perbandingan limbah kulit pisang dan bonggol bambu meliputi : (1) 100:0 (2) 75:25 (3) 50:50 (4) 25:75 (5) 0:100 dengan jumlah berat 35 gram. Menggunakan perekat tetes tebu sebanyak 15 gram. Pengujian karakteristik biobriket dilakukan dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, kuat tekan dan nilai kalor dari biobriket. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan Standar Mutu Briket Jepang, Inggris, Amerika, dan Indonesia. Dari hasil penelitian diketahui bahwa briket biobriket berbahan campuran limbah kulit pisang dan bonggol bambu yang ideal dan memenuhi standar mutu briket batubara adalah sampel 3 dan 4 dengan perbandingan 50% : 50% dan 25% : 75%, menghasilkan kadar air sebesar 7,96% dan 7,38% memenuhi standar Jepang dan SNI, kadar abu sebesar 13,09% dan 11,15% memenuhi standar Amerika, kerapatan sebesar 1,04 gr/cm3 dan 1,05 gr/cm3 memenuhi standar Jepang dan Amerika, kuat tekan sebesar 60,46 kg/cm2 dan 61,38 kg/cm2 memenuhi standar Jepang, Inggris dan SNI, nilai kalor sebesar 5501,503 kal/gr memenuhi standar Jepang dan Amerika dan 5744,132 kal/gr memenuhi standar Jepang, Amerika dan SNI. Kata Kunci : Biobriket, kulit pisang, bonggol bambu, tetes tebu.
PENGARUH JUMLAH SUDU SENTRIFUGAL IMPELLER TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI POMPA SENTRIFUGAL ALIYIN M, ACHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat yang lain, melalui media pipa (saluran) dengan cara menambahkan energi pada cairan yang dipindahkan. Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian hisap (suction) dan bagian tekan (discharge). Pompa sentrifugal adalah pompa yang prinsip kerjanya menaikkan tekanan cairan dengan memanipulasi kecepatan, gaya sentrifugal dan mentransformasikan gaya tersebut ke impeller yang berputar di dalam casing, untuk membuat perbedaan tekanan pada sisi hisap (suction) dan tekan (discharge). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk  (1) melihat pengaruh variasi jumlah sudu tiga, empat dan lima pada sentrifugal impeller, terhadap efisiensi dan kapasitas pompa sentrifugal. (2) melihat pengaruh variasi putaran terhadap efisiensi dan kapasitas pompa sentrifugal. Hasil penelitian menunjukkan Semakin banyak jumlah sudu maka kapasitas dan efisiensi pompa semakin meningkat. Hal ini terjadi karena dengan semakin banyaknya jumlah sudu maka semakin banyak pula fluida yang diangkat. Pada jumlah sudu 5 kapasitas pompa adalah 35,92 liter/menit dan efisiensi sebesar 33,24%. Pada impeller sudu 4 kapasitas pompa adalah 33,40 liter/menit dan efisiensi 31,18%. Pada impeller sudu tiga kapasitas pompa 31.77 liter/menit, dan efisiensi 29,24%. Pertambahan nilai head berbanding terbalik dengan kapasitas pompa. nilaihead tertinggi didapat dari kondisi shut off head sebesar 16,93 m pada impeller dengan 5 sudu dan nilai head terendah pada impeller sudu 3 sebesar 8,80 m.Semakin tinggi putaran, maka semakin tinggi efisiensidan kapasitas dari pompa. Hal ini terjadi karena semakin meningkat putaran maka kecepatan aliran juga semakin meningkat.Dengan naiknya keecepatan aliran maka friction factor menjadi berkurang sehingga menurunkan loss yang ada. Pada putaran tertinggi sebesar 2700 Rpm nilai head sebesar 5,71 m dan nilai dari kapasitas pompa sebesar 35,40 liter/menit dan nilai efisiensi 33.24%. Pada putaran 2000 Rpm kapasitas 39,43 liter/menit, dan efisiensi 22,78%. Pada putaran 1300 Rpm kapasitas 18,42 liter/menit, dan efisiensi 14.10%. Semakin tinggi putaran penggerak (Rpm) maka akan semakin besar efisiensi  kapasitas dan head dari pompa. Pertambahan nilai head tidak sangat besar seperti pada kondisi tertinggi yaitu saat kondisi shut off head.  Pertambahan  nilai  kenaikan dari kapasitas dan efisiensi berbanding lurus dengan pertambahan putaran. Kata kunci : sentrifugal impeller, jumlah sudu, putaran motor
UJI EKSPERIMEN PENGARUH JUMLAH SUDU TORQUE FLOW IMPELLER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL WAHKIDUR ROHMAN, ERIK
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 03 (2015): JTM : Volume 03 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pompa merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida dari satu tempa ketempat lain. Kinerja pompa saat ini masih bisa ditingkatkan dengan mengubah desain impeller pompa salah satunya adalah jumlah sudu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah sudu torque flow impeller terhadap kinerja pompa sentrifugal dan pengaruh putaran erhadap kinerja pompa senrifugal.Pada penelitian ini jenis impeller yang digunakan adalah torque flow impeler menggunakan variable jumlah sudu 3, 4, 5, dan 6 dan putaran motor 1300 rpm, 2000 rpm dan 2700 rpm. Motor penggerak yang digunakan berupa motor AC dengan daya 250 watt sedangkan pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal radial flow dengan pipa suction dan discharge ¾ inchi..Dari penelitian ini dihasilkan head tertinggi torque flow impeller adalah 19.178 meter pada sudu 6 dengan kecepatan putaran 2700 rpm.Dan kapasitas sebesar 35,923 liter permenit pada putaran 2700.Sedangkan efisiensi terbesar adalah 42.053 % dengan jumlah sudu 6 pada putaran 2700rpm.Dari analisa didapatkan semakin banyak jumlah sudu impeller semakin tinggi pula head pompa.Begitu juga dengan kapasitas pompa, semakin banyak sudu dan putaran semakin banyak pula kapasitas air yang dipompakan. Kata Kunci :Pompa sentrifugal, jumlah sudu torque flow impeller, kinerja pompa sentrifugal.