cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH PRODUKSI PADA TIAP SHIFT KERJA TERHADAP TOTAL PRODUKSI DI PG. KREMBOONG PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X (PERSERO) Dwi Firmansyah, Yusuf
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Perkebunan Nusantara PG. Kremboong, sebagai salah satu industri atau perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi gula, merasa perlu mengusahakan pelayanan terhadap kebutuhan konsumen terutama ketepatan waktu penyelesaian target produksi yang telah ditentukan pihak manajemen. Pembagian waktu kerja biasanya diatur menjadi dua hingga tiga shift. Dalam proses produksi antara shift pagi dan shift malam terdapat perbedaan pencapaian target produksi dari perusahaan. Target yang telah ditentukan sering tidak terpenuhi dan pengaruh pada tenaga kerja shift yang lain harus menutup lubang agar terpenuhi target produksi dari perusahaan. Metode penelitian ini adalah deskriptif . Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data berupa sistem shift kerja di perusahaan serta data tentang hasil produksi. Obyek penelitian ini adalah pengaruh produksi pada tiap shift kerja terhadap total produksi yang ada pada PG. Kremboong PT. Perkebunan Nusantara X (Persero). Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment pearson dimana mendapatkan hasil rhitung dari shift pagi sebesar 0,921, shift malam sebesar 0,916 dan shift siang sebesar 0,956 harga ini lebih besar dari rtabel 5% = 0,811 (n = 6, α = 5%). Kemudian nilai thitung dari shift pagi sebesar 4,722, shift malam sebesar 4,578 serta shift siang sebesar 6,525 dengan nilai ttab sebesar 2,132 (n = 6, α = 5%, dk = n -2) dapat disimpulkan rhitung> rtab dan thitung> ttab sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara shift pagi, shift malam dan shift siang dengan total produksi. Dan koefisien rhitung terdapat pada range 0,80 – 1,000 hal ini menunjukkan shift kerja dengan total produksi memiliki hubungan yang sangat kuat. Kata kunci : Shift Kerja, Total Produksi, Tenaga Kerja
ANALISA LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL 430 MENGGUNAKAN METODE ASTM G31-72 PADA MEDIA AIR NIRA LONTAR Hilmi, Ainurizal
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Abstrak Korosi merupakan proses dimana logam berubah bentuk struktur kimiawinya akibat beraksi dengan zat kimia di lingkungan. Korosi merupakan masalah yang banyak dihadapi oleh semua orang, khususnya orang-orang yang bergerak dibidang industri produk nata dari air nira lontar. Stainless steel 430 sebagai material bak air nira lontar. Air nira lontar merupakan bahan utama pembuatan nata. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar laju korosi agar bisa mengantisipasi waktu pengkorosian stainless steel 430 serta mencegah kandungan nira bahan baku nata agar tidak tercampur dengan unsur logam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Objek penelitian menggunakan stainless steel 430 dengan ukuran spesimen 30mm x 10mm x 2mm. Spesimen yang diujikan dalam penelitian ini ada 6 spesimen yang akan mendapatkan perlakuan berbeda yaitu berbeda variasi temperature dan waktu. Menggunakan metode kehilangan berat (weight loss) sesuai ASTM G31-72 dengan pemilihan volume 0,2 dari permukaan spesimen. Dilakukan uji SEM-EDX (Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-ray) setelah dilakukan uji rendam untuk mengetahui kandungan dan analisis material yang terkorosi dengan perbesaran struktur pada stainless steel 430 tersebut. Untuk perendaman dalam air nira lontar dengan pH 3,9 laju korosi terbesarnya adalah 16,397 mm/year. Laju korosi terbesar terjadi pada temperatur 110°C selama 5 hari. Sedangkan laju korosi terkecil sebesar 2,894 mm/year terjadi pada temperatur ±26°C selama 7 hari. Temperatur dan waktu berpengaruh terhadap laju korosi. Laju korosi terbesar terjadi pada temperatur tinggi, tetapi semakin lama waktu perendaman laju korosi akan semakin menurun. Jenis korosi yang terlihat merupakan korosi seragam, celah, sumuran dan korosi tegangan setelah dilakukan uji struktur mikro pada stainless steel 430. Kata kunci: laju korosi, stainless steel, nira lontar
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE CAPACITY REQUIREMENT PLANNING (CRP) PADA PERUSAHAAN KAYU PD WONOAGUNG SEJAHTERA GRESIK CLIFF LUHULIMA, NORMAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Dewasa ini setiap perusahaan industri sangat memerlukan sumber daya manusia yang baik untuk melaksanakan pekerjaannya, tujuan setiap perusahaan adalah berharap dapat berkembang mencapai kemajuan dan keuntungan yang semaksimal mungkin dan oleh karena itu setiap perusahaan dituntut untuk selalu dapat memenuhi semua kebutuhan sesuai bidang usahanya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kapasitas produksi dengan menggunakan metode Capacity Requirement Planning (CRP) pada PD Wonoagung Sejahtera Gresik, dengan tujuh buah mesin yang terdiri dua mesin besar dan lima mesin kecil dari dua stasiun kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis ini menggunakan bantuan metode Capacity Requirement Planning (CRP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kapasitas tersedia pada work station pertama tahun 2015  dan tahun 2016 per bulan bervariasi antara 638 jam sampai 682 jam, sedangkan work station kedua tahun 2015 dan 2016 per bulan bervariasi antara 1595 jam sampai 1705 jam. Kata kunci :Capacity Requirement Planning (CRP), kapasitas tersedia.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN SERVICE KENDARAAN DI BENGKEL PT. LIEK MOTOR MOJOKERTO HERMAWAN HAMSYA, YUDA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                                                               Persaingan di dunia industri jasa service kendaraan untuk memperebutkan pasar dilakukan oleh setiap perusahaan secara kompetitif. Setiap proses produksi yang dilakukan perusahaan sangat dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja dan kesehatan dari tenaga kerja manusia tersebut. Oleh karena itu, proses yang demikian sangat beresiko terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa kesadaran untuk melaksanakan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan industri atau kerja masih perlu ditingkatkan. Keselamatan kerja berkaitan erat dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Agar tingkat produktivitasnya maksimal, perusahaan harus mempunyai langkah yang dapat menunjangnya. Salah satu yang terpenting dari faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas adalah kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian service kendaraan di bengkel PT. Liek Motor Mojokerto. Objek penelitian ini adalah karyawan bengkel pada bagian service kendaraan yang berjumlah 20 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode angket dalam mengumpulkan data. Hasil dari uji signifikansi (F) pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja diperoleh F sebesar 10,842 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel keselamatan dan kesehatan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Untuk hasil dari uji parsial (t), diketahui bahwa keselamatan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 4,556 dengan probabilitas kesalahan (p) 0,000. Sedangkan untuk kesehatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, dengan nilai t hitung sebesar 0,129 dengan probabilitas kesalahan (p) 0,899.    Kata Kunci : Keselamatan kerja, Kesehatan kerja, Produktivitas kerja  
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR BIODIESEL DARI MINYAK BIJI JARAK DENGAN SOLAR TERHADAP KINERJA DAN OPASITAS MESIN DIESEL EMPAT LANGKAH TAJUL, MOHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan bahan bakar minyak dari tahun ke tahun selalu bertambah, sedangkan ketersediaan sumber energi dari bahan bakar fosil semakin berkurang. Semakin meningkatnya konsumsi BBM yang dibutuhkan pada proses pembakaran mesin tentu akan berdampak pada peningkatan kadar emisi gas. Biodiesel merupakan pilihan energi alternatif untuk menggantikan minyak solar terutama untuk sektor transportasi. Dengan demikian, bahan bakar yang digunakan harus dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Sumber-sumber energi pengganti BBM yang dapat diperbarui salah satunya adalah bersumber dari minyak nabati yang berasal dari biji-bijian, yaitu salah satunya dari minyak jarak pagar (Jatropha Curcas) sebagai bahan bakar untuk mesin diesel. Karena biji jarak bukan merupakan komoditas yang di konsumsi masyarakat maupun dimanfaatkan minyaknya untuk makanan (edible oil). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek dari penelitian ini adalah mesin diesel 4 langkah. Pengujian kinerja mesin menggunakan metode full open throttle valve dengan standar pengujian berdasarkan SAE J1349 dan standar pengujian kadar emisi gas buang berdasarkan SAE J1167. Biodiesel ini dicampurkan pada solar dengan presentase 30%, 40%, 50% dan 60%. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah smoke opacymeter, ediccurent chasis dynamometer, stopwatch, dan gelas ukur. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran biodiesel dari minyak biji jarak pagar dengan solar dapat meningkatkan kinerja mesin. Torsi yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 14,39% pada campuran B60, daya yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 6,24% pada campuran B60, tekanan efektif rata-rata yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar 11,80% pada campuran B60 dan konsumsi bahan bakar yang dihasilkan mengalami penurunan sebesar 18,56% pada campuran B60. Sedangkan untuk opasitas gas buang yang dihasilkan mengalami penurunan sebesar 39,47% pada campuran B60. Campuran bahan bakar biodiesel dari minyak biji jarak pagar yang paling baik yaitu pada campuran B60, karena dapat meningkatkan kinerja dan menurunkan opasitas yang dihasilkan. Kata kunci: Biodiesel minyak biji jarak pagar, solar, kinerja mesin dan opasitas.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI  KAPUK RANDU (CEIBA PENTANDRA) DENGAN PROSES TRANSESTERIFIKASI NON-KATALIS SODIKIN, MUHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat terutama dalam bidang otomotif, pengguna kendaraan bermotor juga semakin bertambah banyak. Kendaraan yang banyak digunakan adalah jenis kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran dalam seperti mesin bensin dan mesin diesel. Pemakaian bahan bakar yang terus menerus mengakibatkan ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin menipis. Hal tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian membuat biodiesel sebagai bahan bakar alternatif dari minyak biji kapuk randu dengan metode transesterifikasi non-katalis.  Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek dalam penelitian ini adalah minyak biji kapuk randu. Dalam proses pembuatan biodiesel metode transesterifikasi non-katalis melalui tiga tahap yaitu: 1)Proses pembuatan berlangsung didalam reactor BCR (Bubble Column Reactor) dengan variasi temperatur reactor 185?C, 190?C,195?C, 200?C, 205?C, dan 210?C. 2) Produk yang dihasilkan dari BCR yang berupa campuran metanol, metyl ester dan gliserol dipisahkan menggunakan rotary evaporator sehingga hanya menghasilkan campuran metyl ester dan gliserol saja. 3)Kemudian campuran metyl ester dan gliserol dipisahkan menggunakan burret pemisah, sehingga diperoleh biodiesel. Hasil uji karakteristik biodiesel dari minyak biji kapuk randu metode non-katalis pada temperatur  200?C  dan rasio molar 140 yang sudah memenuhi standart  Dirjen Migas 2006 yaitu: flash point 105?C, pour point 3?C, nilai kalor 9729,902 cal/g, dan cetane number 52,66. Sedangkan hasil uji  karakteristik biodiesel yang masih belum memenuhi standart Dirjen Migas 2006 yaitu: Densitas pada suhu 15 ?C 0,918 g/cm3, viskositas 6,6 mm2, kadar FFA 0,5 %, water content 1447 ppm, dan residu karbon mikro 10% ampas distilasi 0,428 %-massa. Banyaknya karakteristik biodiesel belum memenuhi standart Dirjen Migas 2006 diduga karena belum melalui proses degumming. Dari 6 variasi temperatur reaksi yaitu: T 185?C, T 190?C, T 195?C, T 200?C,T 205?C dan T 210?C yang terbaik adalah pada temperatur 200?C karena yang menghasilkan metil ester dan gliserol yang terbanyak yaitu Me:130ml dan Gl:15ml. Kata kunci :  Minyak biji kapuk randu, biodiesel non-katalis, gliserol, transesterifikasi, BCR, rotary evaporator, burret.
PENGARUH PENGGUNAAN BIODIESEL DARI BIJI KAPUK RANDU (CEIBA PENTANDRA) SEBAGAI CAMPURAN SOLAR TERHADAP UNJUK KERJA DAN OPASITAS PADA MESIN DIESEL 4 LANGKAH TARUNA AKBAR, ODE
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi mengakibatkan kemajuan industri mengalami perkembangan yang pesat, sehingga menciptakan banyak inovasi untuk memberikan kenyamanan para pengendara terutama mobil. Hal ini memicu kenaikkan penjualan kendaraan di Indonesia yang berakibat akan meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin menipis. Pemerintah berusaha mencari energi alternatif pengganti bahan bakar fosil, salah satunya biodiesel yang berbahan baku dari minyak nabati. Kapuk randu sendiri merupakan tumbuhan yang menghasilkan minyak nabati sebesar 20-40% dan termasuk golongan non pangan. Hal ini membuat kapuk randu sangat efektif apabila digunakan bahan baku pembuatan biodiesel secara massal karena tidak akan menggangu ketahanan pangan negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja mesin diesel dan opasitasnya menggunakan biodiesel dari biji kapuk randu.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu membandingkan antara kelompok standar dengan kelompok eksperimen. Kelompok standar dalam penelitian ini yaitu solar, sedangkan untuk kelompok eksperimen digunakan campuran biodesel kapuk randu dan solar sebanyak, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Standar pengujian untuk mendapatkan data unjuk kerja mesin diesel menggunakan metode kecepatan berubah pada beban penuh (full open throttle valve) yang mengacu pada standar SAE JI349, sedangkan untuk opasitas mengacu pada standar SAE J1667 dengan metode akselerasi tanpa beban. Hasil pegujian menunjukkan bahwa, penggunaan biodiesel dari minyak biji kapuk (ceiba pentandra) dapat meningkatkan unjuk kerja mesin dan mereduksi opasitas yang dihasilkan. Variasi campuran terbaik adalah B60 dengan peningkatan torsi sebesar 13,15%, peningkatan daya efektif sebesar 11,36%, peningkatan tekanan efektif rata-rata sebesar 11,36%, penurunan  konsumsi bahan bakar sebesar 21,67%  dan penurunan opasitas sebesar 57,14%. Kata kunci: Minyak biji kapuk randu, Biodiesel, Unjuk kerja mesin, Opasitas..
PENGARUH VARIASI LUASAN DINDING TRANSPARAN DAN DINDING GELAP TERHADAP PERUBAHAN TEMPERATUR DAN KELEMBABAN RUANG PENGERING PADA ALAT PENGERING SERBAGUNA Nur Ikhsan, Ali
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan Energi alternatif yang dicanangkan pemerintah merupakan bentuk awal dari persiapan terhadap menipisnya sumber energi yang tidak terbarukan (unrenewable). Indonesia yang wilayahnya berada pada garis katulistiwa dengan potensi energi surya sekitar 4,8 KWh/m2 sangat berpotensi memanfaatkan dan mengembangkan sumber energi surya seperti yang di terapkan pada alat pengering surya. Prinsip kerja alat ini adalah dengan memanfaatkan bahan transparan pada bagian atap ruang pengering sehingga akan menimbulkan efek rumah kaca (ERK). Dengan adanya efek ini suhu ruang akan meningkat sehingga diharapkan akan membantu mempercepat penguapan kandungan air pada proses pengeringan. Untuk memaksimalkan ERK yang di timbulkan maka dalam penelitian ini akan dilakukan modifikasi transparansi pada bagian dinding ruang pengering. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan analisa diskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai effisiensi dari alat pengering melalui analisa dari data temperatur dan kelembaban yang diperoleh selama penelitian. Fokus penelitian ini adalah modifikasi pada bagian dinding dari ruang pengering pada pengering surya tipe pasif. Dimensi dinding penelitian memiliki ukuran 1x1 m. Modifikasi dinding yang akan di lakukan adalah variasi penggunaan dinding transparan dan gelap dengan bahan dari kaca akrilik. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan alat pengering surya dapat menghasilkan temperatur ruang hingga 45.95?C dari temperatur lingkungan 34.59?C. Sementara itu nilai effisiensi yang dihasilkan pada variasi dinding total transparan sebesar 3.92%, variasi dinding utara selatan gelap sebesar 2.12%, variasi dinding total gelap 1.62%, dan variasi dinding utara selatan transparan sebesar 2.08%. Dinding total transparan memiliki nilai effisiensi tertinggi dan pengurangan kadar air yang paling besar yaitu sebesar 0.693 kg dibandingkan dengan variasi dinding lain.   Kata kunci: pengering surya, dinding ruang pengering, effisiensi ruang pengering
PERENCANAAN PERSEDIAAN SUKU CADANG MOBIL DENGAN PENDEKATAN MODEL PERIODIC REVIEW DI PT. ASCO DAIHATSU JEMURSARI ADITYA RIZKI, SABTA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan persediaan dalam suatu usaha tidak dapat dihindarkan, hal tersebut dikarenakan persediaan merupakan modal yang berbentuk barang. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam terlalu besar, sebaliknya kekurangan persediaan akan mengganggu proses operasional. Kedua kondisi tersebut memiliki konsekuensi biaya yang besar, oleh karena itu diperlukan manajemen persediaan yang tepat untuk mengkondisikan tingkat persediaan yang optimal. Perencanaan persediaan suku cadang yang dilakukan di PT. ASCO Daihatsu Jemursari menggunakan metode periodic Review dimana bertujuan untuk menentukan periode waktu antar pemesanan (T) dan persediaan maksimum (R) yang menghasilkan total biaya persediaan terkecil. Penentuan persediaan yang dapat meminimalkan total biaya persedian ditentukan oleh hasil OT terkecil, dengan begitu maka jumlah persediaan yang harus dimiliki serta waktu pemesanan akan berada pada titik yang optimal. Pada metode Periodic Review hasil yang didapatkan untuk total ongkos persediaan sebesar Rp. 992.594.091,53 sedangkan untuk metode EOQ sebesar Rp. 967.872.227,72 dimana perbedaannya adalah sebesar 2,49%. Kata Kunci: Suku Cadang, Model Periodic Review, Periode Waktu Antar Pemesanan (T), Jumlah Persediaan Maksimum (R).
MODIFIKASI VOLUME SILINDER DAN PENERAPAN EFI TERHADAP PERFORMA SUPRA X 2002 ANGGANA WIDARTA PUTRA, BIMA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan Undang-Undang Lalulintas Jalan Raya No 22 tahun 2009 tentang Uji Emisi, yang mengharuskan seluruh kendaraan di Indonesia menggunakan standar Euro 3. Demi memenuhi hal tersebut sebagian besar  pabrikan berfokus pada pengatian proses pengabutan bahan bakar dari karburator menjadi injeksi. Selain itu hal yang bisa dilakukan untuk mengubah performa mesin adalah dengan memodifikasi komponen mesin. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan memodifikasi volume silinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi volume silinder serta penerapan sistem EFI terhadap performa Honda Supra X Tahun 2002. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk torsi terbaik pada pada eksperimen 2 yang mengalami  modifikasi volume silinder menjadi 105 cc dan EFI torsi maksimal sebesar 8,51 N.m pada putaran 5500 rpm dan daya terbaik juga pada eksperimen 2 dengan daya maksimal sebesar 6,1 kW pada putaran 8000 rpm. Hasil pengujian konsumsi bahan bakar menunjukkan hasil terbaik pada eksperimen 1 mengkonsumsi bahan  sebesar 0,72 liter/jam pada putaran 9000 rpm. Hasil pengujian paling optimum yaitu pada eksperimen ke 2 eksperimen 2 volume silinder 105cc dengan penerapan sistem EFI dimana pada pengujian torsi dan daya tertinggi dan kosumsi bahan bakar tidak terlalu boros..   Kata Kunci: Sistem Fuel Injection (EFI), Volume silinder, Performa Mesin