cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH VARIASI PEREKAT TETES TEBU TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET BIOARANG DARI LIMBAH GERGAJI KAYU MAHONI RIZAL MUBAROK, MUKHAMAT
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan sumber energi utama di Indonesia didominasi oleh bahan bakar minyak. Tingginya permintaan berimbas pada terus menyusutnya cadangan minyak bumi, Indonesia sebagai Negara tropis dengan hasil alam melimpah, berpotensi mengembangkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, salah satunya adalah kayu yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Industri mebel (kayu) yang semakin berkembang perlu diimbangi dengan pemanfaatan limbah gergaji kayu, seperti pada jenis kayu mahoni yang banyak digunakan di industri mebel. Pemanfaatan limbah gergaji kayu mahoni menjadi briket (bahan bakar padat) dapat dijadikan sebagai salah satu langkah untuk mengembangkan bahan bakar alternatif bagi masyarakat. Proses pembuatan briket dimulai dengan melakukan pengarangan limbah gergaji kayu mahoni, kemudian dilakukan penumbukan dan pengayakan. Setelah itu dilakukan pencampuran serbuk arang kayu mahoni dengan perekat tetes tebu. selanjutnya dilakukan pengepresan pada cetakan dan terakhir dilakukan pengovenan briket. Jumlah sampel briket yang dibuat dalam penelitian ini adalah 5 sampel briket. dengan perbandingan bahan baku limbah gergaji kayu mahoni 30 gram untuk semua sampel dan variasi campuran perekat 33%, 38%, 41%, 44% dan 47%. Pengujian mutu briket meliputi pengujian kadar abu, kadar air, kerapatan, kuat tekan, dan nilai kalor. Parameter yang dijadikan acuan sesuai dengan mutu briket Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan campuran ideal terdapat pada sampel 3 dengan komposisi bahan 30 gram serbuk arang kayu mahoni dan 21 gram perekat tetes tebu (41%) dengan hasil pengujian kadar abu 4.96%, kadar air 3.71%, kerapatan 0,748 gr/cm3, kuat tekan 53.10 kgf/cm2, dan nilai kalor 5713.725 kal/g.            Kata Kunci : limbah, kayu mahoni, tetes tebu, briket bioarang, bahan bakar alternatif.
PENGARUH TEKANAN WATER SPRAYER PADA TRAP JENIS WET SCRUBBER TERHADAP VISUALISASI, TEMPERATUR DAN TINGGI NYALA API GASIFIKASI BATOK KELAPA AGUS PRIANA, EKA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hampir semua sektor dalam kehidupan manusia membutuhkan energi terutama di sektor industri. Namun menipisnya cadangan minyak bumi yang selama ini menjadi sumber energi utama, memaksa manusia untuk meningkatkan efisensi dalam penggunaan minyak bumi dan mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui. Biomassa memiliki energi yang besar, namun penggunaanya masih sekitar 10 % dari potensi yang ada. Gasifikasi merupakan proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syn gas (gas hasil sintesa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Tekanan water sprayer pada trap akan berpengaruh terhadap kualitas dari syn gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan water sprayer pada trap jenis wet scrubber terhadap visualisasi, temperatur dan tinggi nyala api pada gasifikasi batok kelapa menggunakan gasifier tipe up draft. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Obyek yang digunakan adalah batok kelapa dengan ukuran luas permukaan 2 cm2 sampai 4 cm2. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tekanan water sprayer, yaitu 0,5 kg/cm2, 1 kg/cm2, 1,5 kg/cm2, 2 kg/cm2, 2,5 kg/cm2, 3 kg/cm2, dan 3,5 kg/cm2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah visualisasi, temperatur dan tinggi nyala api. Hasil penelitian gasifikasi biomasa ini adalah sebagai berikut, (1) hasil nyala api yang tertinggi adalah pada tekanan air sprayer 0,5 kg/ yaitu 35 cm, (2) hasil temperatur nyala api yang paling besar yaitu sebesar 3650C pada tekanan sprayer 3,5 kg/ sebesar 3650C. (3) Sedangkan untuk visualisasi nyala api menghasilkan pernyataan bahwa semakin besar tekanan water sprayer,maka semakin biru warna nyala api yang dihasilkan.  Kata kunci: Tekanan water sprayer, Gasifikasi Biomassa, Syn Gas , Nyala Api.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN PRINTING KEMASAN MEGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVINESS (OEE) DI PT. MIWON INDONESIA SETIYADI CHRYSTANTO, DIMAS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Suatu perusahaan dituntut untuk mampu mempertahankan dan selalu mengembangkan daya saingnya. Pihak manajemen perlu untuk melakukan pengukuran efektivitas mesin untuk mengetahui tingkat efisiensi dan produktivitas yang telah dicapainya. PT. Miwon Indonesia merupakan salah satu perusahaan besar di indonesia yang bergerak dibidang penyedap rasa. Perusahaan mempunyai anak perusahaan yang memproduksi kemasan. Hasil produksi kemasan di PT. Miwon sesuai dengan order dari pembeli, untuk produksinya 80% untuk kemasan luar PT. Miwon dan 20% untuk kemasan PT. Miwon. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran efektivitas penggunaan suatu peralatan, karena metode ini dapat mengukur keseluruhan mulai dari efektivitas mesin, orang, maupun material. Tujuan menggunakan pengukuran metode ini adalah agar bisa mengetahui efektivitas mesin produksi yang ada di perusahaan PT. Miwon Indonesia. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif, kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan mengacu pada prinsip-prinsip terdapat dalam metode Overal Equipment Effectiveness (OEE) adalah: Avaibility (A) bertujuan untuk mengukur bagaimana pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin atau peralatan.Performance (P) merupakan tahap pengukuran yang menggambarkan kemampuan dari peralatan dalam menghasilkan barang. Quality (Q) merupakan tahap pengukuran kualitas peralatan yang menghasilkan produk yang berkualitas yang sesuai standar. Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Miwon Indonesia terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan menurunnya nilai OEE, nilai dari Availability yang paling rendah adalah 85,90%, Performance paling rendah 92,38%, Quality paling rendah 98,26%. Sehingga didapat nilai OEE dari keseluruhan mesin Printing 1 dan 2 didapatlan nilai rata-rata yaitu 79,91%. Dari faktor-faktor penyebab turunnya nilai OEE ada 4 faktor adalah faktor manusia, mesin produksi, material dan metode. Kata Kunci: Efektivitas Mesin Printing kemasan, Overall Equipment Effectiveness (OEE).
ANALISIS VARIASI RODA GERINDA TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN MESIN GERINDA SUDUT MAKTEC MT 90 PADA HASIL PENGELASAN 1 G ZULFIAR, FAIQ
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keselamata dalam bekerja sangatlah penting diperhatikan dalam perusahaan atau industri besar yang ada di Indonesia. Salah satu polusi dalam industri adalah tingkat kebisingan yang ditimbulkan dari mesin yang sedang beroperasi. Sebagaian besar industri di indonesia menggunakan mesin gerinda sudut untuk berbagai pengerjaan produksi. Mesin gerinda sama dengan mesin yang lain ketika beroprasi akan mengeluarkan suara yang sangat keras. Hal ini jika tidak di imbangi dengan kesadaran mengunakan alat pengaman akan mengakibatkan cedera dalam bekerja. Untuk itu dibutuhkan penelitian tentang roda gerinda dengan berbagai jenis dan merek dengan tingkat kebisingan yang rendah dan efisiensi pengerjaan yang tinggi.Penelitian ini menggunakan mengunakan metode experimen, yakni melakuakn pengerjaan gerinda sudut dengan 3 merk roda gerinda dan 3 jenis roda gerinda yang berbeda. Merk roda gerinda yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah merk makita, Bosch dan WD. Setiap merk memiliki 3 jenis roda gerinda yaitu Slep, Penghalus dan Pemotong. Dengan tiap jenis akan diambil data tentang tingkat kebisingan, keausan dan kerataan. Penelitian ini menggunakan bahan uji plat dengan ukuran 100mm x 40mm x 4mm yang sudah diberikan perlakuan pengelasan 1G      Tipe roda gerinda  slep yang memiliki efisiensi pengerjaan yang paling tinggi yaitu roda  gerinda merk Makita A24 R BF dengan nilai kebisingan 100,3 dB, nilai keausan 0,508mm dan nilai kerataan 7,2 mm. Tipe roda gerinda penghalus yang memiliki tingkat efisien yang paling tinggi adalah roda gerinda merk WD A36 Q BF degan nilai kebisingan 99,58 dB, nilai keausan 0,95 mm dan nilai kerataan 8,4mm. Sedangkan untuk tipe pemotong yang paling efisien adalah merk roda gerinda WD A60 SBF.
PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA TERHADAP KAPASITAS OIL COOLER PADA SISTEM PELUMASAN SEPEDA MOTOR CHOIRIL, BAGUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi di dunia otomotif khususnya pada kendaraan roda dua kini berkembang semakin pesat. Salah satunya adalah oil cooler yang merupakan alat penukar panas pada sistem pelumasan sepeda motor. Kapasitas oil cooler dipengaruhi oleh laju aliran massa fluida. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh laju aliran massa fluida terhadap kapasitas oil cooler pada sistem pelumasan sepeda motor dan mengevaluasi pengaruh variasi laju aliran massa fluida terhadap koefisien perpindahan panas sisi luar oil cooler. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasi laju aliran massa fluida (0,2 l/m, 0,4 l/m, dan 0,6 l/m) pada temperatur fluida masuk yang telah ditentukan (50oC, 60oC, 70oC, 80oC, dan 90oC) serta menjaga temperatur ruangan konstan 30oC. Fluida yang digunakan yaitu thermo 22 sebagai fluida panas dan udara sebagai fluida sisi dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas penukar panas oil cooler tertinggi dicapai pada laju aliran massa fluida 0,6 l/m dan temperatur fluida masuk 70oC dengan laju pelepasan panas oil cooler sebesar 342,36 Watt.   Kata Kunci: sistem pelumasan, perpindahan panas, laju aliran 
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN BUNGA PINUS DAN BAMBU ORI MENGGUNAKAN PEREKAT TETES TEBU ABDUH AL HAKIM, M
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kommposisi bahan pembuat biobriket dengan bahan dasar bunga pinus dan bambu ori dengan perekat tetes tebu yang diharapkan mampu memenuhi empat standart mutu yang diujikan yaitu standar mutu Jepang, Amerika dan Indonesia.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan objek penelitian adalah biobriket dengan menganalisis nilai kalor, kadar air, kadar abu, uji tekan dan uji kerapatan dengan perbandingan komposisi 100 % Bunga Pinus : 0 % Bambu Ori, 95 % Bunga Pinus : 5 % Bambu Ori, 90 % Bunga Pinus : 10 % Bambu Ori, 85 % Bunga Pinus : 15 % Bambu Ori dan 80 % Bunga Pinus : 20 % Bambu Ori. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa komposisi terbaik biobriket berbahan bakar campuran bunga pinus dan bambu ori  adalah sampel dengan komposisi 100 % bunga pinus. Pada komposisi ini menghasilkan nilai kalor sebesar 5712 kal/gram, nilai uji kadar air sebesar 7,01 %, nilai uji kadar abu 7,14 %, nilai uji  tekan 58,8 kgcm2 dan nilai uji kerapatan sebesar 0,76 gram/cm3. Dan dari semua uji biobriket bunga pinus hanya bioriket dengan komposisi 100 % Bunga Pinus : 0 % Bambu Ori yang memenuhi empat standart uji kecualai  uji kerapatan. Kata Kunci: biobriket, bunga pinus, bambu ori
ANALISIS KAPASITAS MESIN PRODUKSI DENGAN METODE ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PRODUKSI PUPUK ZA I DI PT. PETROKIMIA GRESIK RAMADHAN, SYAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini hampir semua jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dihadapkan pada suatu masalah yaitu persaingan yang semakin kompetitif. Perencanaan kapasitas merupakan hal yang penting dalam menejemen industri. Analisis kapasitas menggunkan metode Rought Cut Capacity Planning (RCCP). Dengan menggunakan 3 metode peramalan Regresi Linier, Single Exponensial Smoothing, dan Doubel Exponensial Smoothing. Dari peramalan dengan 3 metode tadi dipilih metode Regresi Linier, dengan alasan metode ini mempunyai nilai MAPE terkecil dibandingkan dengan metode lain. Dengan hasil peramalan sebagai berikut januari – desember 2016 sebanyak 15400, 17575, 18181, 19162, 19678, 19880, 20839, 20676, 23852, 21798, 22516, dan 24386 ton. Kapasitas tersedia januari – desember 2016 Satulator 606.88 jam, Centrifuge Separator 607.24 jam, Rotary Dryer 634.88 jam, Screw Conveyor 587.24 jam dan Bucket Elevator 601.53 jam. Dan kapasitas yang diperlukan Januari - Desember 2016 Satulator 675.60 jam, Centrifuge Separator 657.80 jam, Rotary Dryer 690.80 jam, Screw Conveyor 623.00 jam dan Bucket Elevator 646.80 jam. Dari hasil tersebut lamgkah – langkah yang perlu diambil adalah dengan penambahan kapasitas produksi disetiap work station kerja untuk memenuhi permintaan pada periode tahun 2016.   Kata kunci : Kapasitas Mesin Produksi, Rought Cut Capacity Planning (RCCP)
HUBUNGAN PENERAPAN SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PADA BIDANG PENGECATAN DI BENGKEL SURYA JAYA MOTOR SIDOARJO BASID, M.SHOLEH
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kerja yang sehat akan bekerja produktif, sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat yang dapat mendukung keberhasilan bisnis perusahaan dalam membangun dan membesarkan usahanya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas (Independent Variabel) dalam penelitian ini adalah Keselamatan dan Kesehatan kerja(X). Sedangkan Variabel terikat (Dependent Variabel) dalam penelitian ini adalah Produktifitas Kerja Karyawan(Y). Instrumen  dalam penelitian  ini adalah berupa angket. Teknik pengumpulan dalam penelitian  ini dengan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Analisis Regresi Linier Sederhana dan uji korelasi. Dalam analisis data dilakukan perhitungan dengan bantuan Statistical Product and Service Solution (SPSS).  Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Terdapat hubungan signifikan keselamatan dan kesehatan dengan produktifitas kerja karyawan pada bidang pengecatan di bengkel surya jaya motor sidoarjo. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji analisis data yang menyatakan bahwa rxy = 0,385, sedangkan rtab 5%  = 0,334 (n = 35, α = 5%) maka dapat diperoleh rxy > (lebih besar) rtab sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktifitas kerja karyawan. Nilai txy  sebesar 2,396 sedangkan nilai ttab sebesar 1,691 (n = 35, α = 5%, dk = n -2) maka dapat diperoleh txy > (lebih besar)  ttab sehingga dapat dikatakan hubungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktifitas kerja karyawan adalah signifikan.  
ANALISIS KUALITAS PRODUKSI PUPUK ZA III DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) (STUDI KASUS: PT PETROKIMIA GRESIK) NUR FAIZ UBAIDILLAH, MOH.
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Produksi pupuk ZA III merupakan salah satu produk dari PT. Petrokimia Gresik dengan jumlah produksi rata-rata 210.000 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat defect pada pupuk ZA III, penyebab defect, serta perbaikan yang harus dilakukan oleh PT. Petrokimia Gresik Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif, menggunakan metode Statistical Process Control (SPC), instrumen penelitian berupa interview, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan checksheet, histogram, diagram pareto, diagram fishbone, dan peta kendali P chart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian produk pada pupuk ZA III masih belum terkendali, dengan tingkat defect sebesar 2,27 %. Jenis defect yang paling banyak terjadi adalah penggumpalan pupuk (cacking) sebesar 67,4 %, karung yang rusak/bocor 27,4 % dan lain-lain sebesar 5,2 %. Penyebab defect antara lain, materials, methods, personnel, machine,. Perbaikan materials yakni dengan meningkatkan pengawasan terhadap kualitas bahan baku, mengganti kayu palet alas karung pupuk yang sudah rusak dengan bahan baku plastik yang lebih tahan lama, perbaikan methods, yakni pengendalian persiapan sesuai standart dan pengawasan secara intensif, personnel, dengan melakukan pelatihan / training terhadap pegawai-pegawai baru, Perbaikan machine, dengan meningkatkan perawatan dan pemeliharaan pada mesin produksi di unit produksi ZA III PT. Petrokimia Gresik. Kata Kunci : Kualitas Pupuk, Statistical Process Control
UJI KINERJA MESIN MOTOR SUPRA X 125 BERBAHAN BAKAR BIOETHANOL DARI SUWEG SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM HASAN, MAHMUD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 01 (2015): JTM : Volume 04 Nomor 01 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

              Abstrak Selama beberapa dekade minyak bumi menjadi andalan sebagai penghasil energi yang digunakan untuk menggerakkan kendaraan bermotor. Seiring pertumbuhan penduduk dunia maka jumlah kendaraan bermotor pun ikut bertambah. Hal ini mengindikasikan meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif yaitu bahan bakar  nabati atau bioethanol. Bioethanol dapat diperoleh dari bahan baku umbi suweg melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persen campuran premium dengan bioethanol dari suweg untuk menghasilkan kinerja mesin yang optimal. Bioetanol dari suweg tersebut berkadar alkohol 94,86%. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, obyek penelitian adalah sepeda motor supra x 125 tahun 2011 dan bahan bakar bioethanol. Bahan bakar yang digunakan adalah E0, E5, E10, E15, E20, dan E25. Metode penelitian menggunakan standart SAE J 1349, Putaran mesin diatur antara 3500-9500 rpm. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan bahan bakar biopremium E15 adalah yang terbaik dibandingkan dengan E0, E5, E10, E20 dan E25. Hal ini di buktikan dengan peningkatan kinerja mesin meliputi: daya efektif, dan konsumsi bahan bakar. Daya efektif optimal rata-rata sebesar 7,63 PS sedangkan premium 7,25 PS, konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 0,593 kg/jam sedangkan premium mencapai 0,650 kg/jam.   Kata Kunci: premium, bioethanol, kinerja mesin, mesin motor 4 langkah