cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN MESIN PENGERING BREM TIPE HYBRID DENGAN METODE QFD (QUALITY FUNGTION DEPLOYMENT) . IMAM, MOH
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengeringan pada brem yaitu di jemur langsung dibawah terik matahari. Waktu pengeringan brem pada kondisi terik matahari sekitar 2 –3 jam, sedangkan saat musim penghujan pengeringan brem memerlukan waktu yang relatif lebih lama. Untuk memenuhi kebutuhan pasar saat musim penghujan pengusaha brem terpaksa menggunakan mesin pengering brem berbahan bakar gas. Namun di dalam penggunaannya masih ditemukan beberapa kelemahan –kelemahan antara lain kurang aman, kondisi temperatur dan kelembaban udara ruang pengering tidak terkontrol dengan baik, hembusan udara panas yang dihasilkan tidak dapat menyebar dengan rata, pengoperasian masih manual dan bau gas rawan masuk ke ruang pengering. Penilitian ini bermaksud untuk mendesain mesin pengering brem tipe hybrid dengan analisa QFD. Metode pengambilan data dilapangan menggunakan sistem kuesioner untuk mendapatkan informasi - informasi sesuai dengan tujuan penelitian. Pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner diperoleh dari hasil wawancara dengan konsumen, hal ini bertujuan agar responden memberikan respon/jawaban yang positif terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner yang diberikan kepada pengusaha brem. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa desain mesin pengering brem tipe hybrid yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna yaitu desain konsep C dilengkapi dengan sistem operasi manual dan otomatis, mekanisme sirkulasi udara pada mesin pengering, dilengkapi dengan sistem knock down, desain nampan dibuat berpori dan penyangga nampan dibuat silinder roll, dan dapat dioperasikan saat malam/cuaca mendung. Adapun komponen-komponen yang dikembangkan pada pengering brem tipe hybrid berbahan bakar gas antara lain ECU, komponen knock down, sensor panas, sensor kelembaban, solenoid valve, exhaust (20 watt), roda dan pegangan tangan, rangka terbuat dari galvalum, nampan berpori, penyangga nampan berbentuk silinder roll, tinggi 170 cm. Kata kunci: Mesin Pengering Brem Tipe Hybrid, QFD (Quality Fungtion deployment)
ANALISIS KAPASITAS ANGKUT FORKLIFT STUDI KASUS PT. PABRUK KERTAS TJIWI KIMIA, TBK ARINUR ABDUL SYUKUR, SELVA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi kertas. Dalam proses produksinya PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia membutuhkan transportasi angkut yang digunakan untuk mengangkut hasil produksi yaitu Forklift. Oleh sebab itu perusahaan manufaktur harus mempunyai perenacanaan untuk menentukan jumlah Forklift yang harus disediakan di waktu yang akan datang, maka dari itu diperlukan peramalan kapasitas angkut Forklift yang diperlukan, menentukan kapasitas yang tersedia dengan kapasitas angkut yang diperlukan selama dua tahun ke depan dan upaya yang harus dilakukan agar Forklift tetap bekerja secara optimal.Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif dengan menggunakan teori-teori perhitungan kapasitas yang diperlukan, kapasitas tersedia berdasarkan peramalan jumlah produksi. Dari Perhitungan di dapat hasil kapasitas yang diperlukan pada tahun 2016 adalah sebesar 575624,5 ton dan pada tahun 2017 adalah sebesar 575828 ton. Sedangkan kapasitas tersedia pada tahun 2016 adalah sebesar 522810 ton dan pada tahun 2017 adalah sebesar 521145 ton. Dan pada tahun 2016 terjadi kekurangan kapasitas sebesar 52814,5 ton dan pada tahun 2017 terjadi kekurangan kapasitas 54683 ton, maka dari hasil kesimpulan tersebut kebutuhan kapasitas angkut pada tahun 2017 lebih besar dari tahun 2016, dapat dikatakan kapasitas optimum adalah jika kapasitas yang diperlukan sama dengan kapasitas yang tersedia, maka upaya yang harus dilakukan adalah memelihara forklift yang ada agar tetap bekerja secara optimal dan juga menambah kapasitas angkut sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan pada masing-masing peramalan pada tahun 2016 dan 2017 dengan cara menyewa atau membeli forklift baru sebanyak 6 unit pada tahun 2016 dan 7 unit pada tahun 2017 dengan tipe atau jenis yang sama dengan forklift yang tersedia paling banyak yaitu Toyota 8 FD. Kata kunci : Kapasitas Angkut Forklift, Peramalan Kebutuhan Forklift 
PERENCANAAN PERAWATAN MESIN INJECTION MOLDING DENGAN MENGGUNAKAN METODE REALIBILITY CENTERED MAINTENANCE DI PT. VICTORY PLASTIC Arif Mulawarman, Ferdian
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketidakstabilan perekonomian dan semakin tajamnya persaingan di dunia industri mengharuskan suatu perusahaan untuk lebih meningkatkan efisiensi kegiatan operasinya. Metode perawatan yang selama ini digunakan masih bersifat corrective maintenance dimana kegiatan perawatan mesin dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi mesin sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan pada mesin tersebut.Besarnya tingkat downtime yang mencapai hingga 40% setiap bulannya. Karena dengan semakin banyak downtime yang terjadi maka akan semakin merugikan produktifitas sebuah perusahaan. Pada penelitian ini digunakan metode Realibility Centered Maintenance yang disingkat dengan (RCM), yaitu untuk menentukan kegiatan perawatan mesin yang optimal bagi perusahaan. Reliability Centered Maintenance (RCM) adalah suatu pendekatan pemeliharaan yang mengkombinasikan praktek dan strategi dari preventive maintenance (pm) dan corrective maintenance (cm) untuk memaksimalkan umur (life time) dan fungsi aset / sistem / equipment dengan biaya minimal. Subjek mesin yang diteliti ialah mesin Injection Molding, dimana fokus komponen  mesin yang akan diteliti sebanyak 6 bagian yaitu : Barrel, Piston Injection, Clamping Toggle, Nozzle, Hydro Motor, Hopper. Dari pengolahan data dan pembahasan yang dilakukan diperoleh part yang paling kritis adalah Screw, Crosshead Link, Seal, Screening. Kegagalan komponen yang termasuk safety problem 13.33%, Outage System 80.00%, Economic System 6.67%. Pemilihan Tindakan bedasarkan kondisi (CD) 60%, Waktu (26.67%), dan Temuan Kerusakan (FF) 13.33%. Dari total minimum downtime diperoleh interval Screw 30 hari, Crosshead Link 11 hari, Seal 13 hari, Screening 12 hari. Rekomendasi tindakan perawatan yang diberikan untuk kategori berdasarkan kondisi (CD) berupa tindakan Inspeksi perawatan harian, mingguan, dan bulanan. Sedangkan untuk kategori berdasarkan waktu (TD), perawatan yang diberikan berupa jadwal pergantian komponen. Kategori temuan kerusakan (FF) direkomendasikan pergantian komponen apabila tingkat kerusakan melebihi batas toleransi. Penurunan nilai Downtime Screw 37.21%, Crosshead Link 41.15%, Seal 24.56%, dan Screening 29.32% Kata kunci: Reliability Centered Maintenance (RCM), Injection Molding, downtime, preventive maintenance, corrective maintenance.
PENGARUH MANUAL FLAME HARDENING DENGAN VARIASI JENIS PENDINGIN TERHADAP TINGKAT KEKERASAN PERMUKAAN BAJA ST 42 ABDILLAH, LUTFI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut standar ISO (international standart of organization) logam telah memiliki standar kekuatan menahan beban dan nilai kekerasan permukaan. Namun terkadang  juga terdapat logam yang memiliki kekuatan menahan beban yang tinggi, tetapi memiliki nilai kekerasan permukaan yang rendah. Padahal kekerasan permukaan memegang peranan penting dalam sebuah konstruksi mesin misalnya, pada sebuah poros mesin yang selalu mengalami gesekan pada permukaanya dengan bearing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin (air, oli, udara bertekanan dan tanpa perlakuan) dan jenis pendingin mana yang menghasilkan kekerasan permukaan yang tinggi. Variabel bebas pada penelitian ini antara lain, air, oli, udara bertekanan dan tanpa perlakuan pendinginan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kekerasan permukaan benda kerja. Pengambilan data pengujian dilakukan tiga kali pada permukaan benda kerja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, anova dan uji-t. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata tingkat kekerasan permukaan benda kerja pada proses manual flame hardening dengan perlakuan pendinginan menggunakan media air sebesar 19,6 HRC, media oli sebesar 20,1 HRC, media udara bertekanan 18,0 HRC dan tanpa perlakuan sebesar 17,8 HRC (2) Ada perbedaan tingkat kekerasan yang signifikan pada permukaan benda kerja St 42 pada proses flame hardening antara yang menggunakan media pendingin oli dan udara. (3) Oli merupakan jenis media pendingin yang menghasilan tingkat kekerasan permukaan benda kerja St 42 yang paling tinggi pada proses flame hardening, dibandingkan dengan media pendingin air, udara. Kata kunci: manual flame hardening, variasi jenis pendingin, kekerasan permukaan, baja St 42
POLIMER DARI LIMBAH LUMPUR SUSU SEBAGAI BAHAN BAKAR BIOETANOL PADAT DENGAN ADITIF ASAM STEARAT QOZALI PRATAMA, IMAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bahan pembuat bioetanol adalah limbah lumpur susu, agar bahan bakar lebih aman dapat diinovasikan sebagai bioetanol padat berbahan limbah lumpur susu. Penelitian ini menggunakan metode diskripsi eksperimen, yakni mengadakan perlakuan atau tindakan pengamatan suatu variabel dengan sengaja dan secara sistematis terhadap perubahan obyek penelitian. Obyek penelitian ini adalah karakteristik bioetanol padat dari limbah lumpur susu yang dicampurkan dengan asam stearat dan penambahan Na CMC. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yakni tahap persiapan, tahap fermentasi, tahap distilasi, tahap pemadatan bioetanol. Kemudian dilakukan tahap analisa yang meliputi nilai kalor, titik nyala, kadar abu, kuat tekan, densitas dan lama nyala. Uji karakteristik bioetanol padat dari limbah lumpur susu dilakukan pada sampel A (100 ml bioetanol limbah lumpur susu kadar 75%, 100gr asam stearat, 20gr Na CMC), sampel B (100 ml bioetanol limbah lumpur susu kadar 75%, 150gr asam stearat, 20gr Na CMC), sampel C (100 ml bioetanol limbah lumpur susu kadar 75%, 200gr asam stearat, 20gr Na CMC) dan sampel D (100 ml bioetanol limbah lumpur susu kadar 75%, 250gr asam stearat, 20gr Na CMC). Dari sampel tersebut, perbandingan campuran bioetanol yang terbaik adalah sampel D dengan nilai kalor sebesar 7506,584 kal/gar, kadar abu sebesar 0.863%, titik nyala sebesar 126ºC, kuat tekan sebesar 46.21 kg/cm2 , densitas 1.04 gr/cm3 dan menghasilkan lama nyala sebesar 1860 sec. Kata Kunci : bioetanol padat, limbah lumpur susu, asam stearat.
PENGARUH PEMAKAIAN VARIASI PEMBERAT (ROLLER) TERHADAP PERFORMANCE MESIN MOTOR HONDA SCOOPY TAHUN 2011 BUDI SETIYAWAN, BAGUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia otomotif yang semakin berkembang menuntut perubahan agar alat transportasi lebih baik, tidak hanya pada mesinnya yang irit bahan bakar melainkan juga pada tingkat kenyamanan dalam berkendara. Salah satunya adalah perubahan pada sistem transmisi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan performa mesin agar layak digunakan untuk balap. Diantaranya menambah volume ruang bakar, mengganti pemberat (Roller), mengganti v-belt, mengganti pegas pulley sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa mesin (torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar) dengan variasi pemberat pada motor honda scoopy tahun 2011.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui pengaruh pemakaian variasi jenis pemberat terhadap performa mesin motor honda scoopy tahun 2011. Penelitian ini memvariasikan berat dari pemberat 11 gram, 12 gram, 13 gram, kombinasi pemberat 11 dan 12 gram, kombinasi pemberat 12 dan 13 gram, 11 dan 13 gram dan dibandingkan dengan pemberat standar. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium performa mesin UNESA. Selanjutnya untuk pengukuran performa mesin berdasarkan SAE J1349.Dari hasil penelitian menunjukkan pada kelompok  variasi pemberat 11 gram bahwa torsi dan daya yang dihasilkan pemberat 11 gram pada rpm rendah-menengah-tinggi lebih tinggi dibanding pemberat 12 gram, 13 gram. Torsi tertinggi yang dihasilkan yaitu pada rpm 3000 dengan nilai 20,09 N.m dengan persentase peningkatan 7,74%, dan untuk daya terbesar pada rpm 4000 dengan nilai 8,36 dengan persentase peningkatan 8,66%. Dan untuk konsumsi bahan bakar pada kelompok pemberat variasi, yang paling rendah adalah pemberat 11 gram. Sedangkan untuk kelompok kombinasi variasi pemberat, kombinasi 11 dan 13 gram menghasilkan daya dan torsi lebih tinggi dibandingkan pemberat 11 dan 12 gram dan 12 dan 13 gram. Torsi tertinggi yang dihasilkan yaitu pada rpm 3000 dengan nilai 20,17 N.m dengan persentase peningkatan 8,15%, dan untuk daya terbesar pada rpm 3500 dengan nilai 8,6 hp dengan persentase peningkatan 7,95% Dan untuk konsumsi bahan bakar pada kelompok kombinasi variasi pemberat, yang paling rendah adalah pemberat 11 dan 13 gram. Dan untuk keseluruhan kelompok pemberat variasi dan kelompok pemberat kombinasi, torsi dan daya yang paling tinggi dihasilkan oleh kombinasi pemberat 11 gram dan 13 gram. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar, pemberat 11 gram yang paling rendah konsumsi bahan bakarnya. Kata Kunci: Pemberat (roller), performa mesin, sepeda motor.
PENGARUH PENGGUNAAN BIOETANOL DARI LIMBAH BLOTONG SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG MESIN HONDA SUPRA X 125 DWI ARYANTO, DIKA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

70% polusi udara disebabkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Melalui campuran bahan bakar yang dikonsumsi kendaraan dapat mengurangi emisi gas buang dan meningkatkan kinerja mesin, misalnya pencampuran premium dengan bioetanol. Tujuan penelitian  ini  untuk mengetahui karakteristik campuran bioetanol dari limbah blotong dengan premium dan pengaruh penggunaanya terhadap kinerja dan emisi gas buang mesin. Objek penelitian ini mesin Honda Supra X 125 tahun 2010. Bioetanol dicampurkan dengan premium dengan komposisi E5, E10, E15, E20. Pengujian kinerja mesin menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standar pengujian SAE J1349 dan pengujian emisi gas buang menggunakan metode free running acceleration berdasarkan standar ISO 11614:1999 yang tertera pada SNI 19-7118.2-2005. Hasil uji karakteristik menunjukkan nilai kalor E5 10671,231 Cal/g, E10 10543,276 Cal/g, E15 10431,126 Cal/g, E20 10236,749 Cal/g. Kandungan air E5 942 ppm, E10 1267 ppm, E15 1605 ppm, E20 1726 ppm. Densitas E5 0,7610 g/cm3, E10 0,7624 g/cm3, E15 0,7635 g/cm3, E20 0,7650 g/cm3. Viskositas E5 0,3971 cst, E10 0,3986 cst, E15 0,3995 cst, E20 0,4011 cst. Pengaruh penggunaan terhadap kinerja dan emisi gas buang mesin yang terbaik yaitu E15 dengan torsi meningkat 4,16%, daya efektif meningkat 3,19%, konsumsi bahan bakar menurun 1,65%, konsumsi bahan bakar spesifik menurun 4,66%, kadar CO menurun 1,54%vol, kadar HC menurun 74,00 ppm, kadar CO2 meningkat 12,70%vol dan kadar O2 menurun 4,03%vol. Kata Kunci: bioetanol limbah blotong, premium, kinerja mesin dan emisi gas buang.
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT POHON AREN (IJUK) ACAK ANYAM ACAK TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN KEKUATAN IMPACT DENGAN RESIN POLYESTER MACHMUDI,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komposit merupakan bahan yang terdiri dari matriks, serat dan katalis. Dalam penelitian ini digunakan matriks polyester BQTN 157, serat pohon aren (ijuk) dan katalis methil ethyl keton peroxide. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat yang disusun secara acak dan anyam terhadap kekuatan bending dan kekuatan impact komposit polyester berpenguat serat ijuk pohon aren. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat ijuk pohon aren, resin unsaturated polyester 157 BQTN EX, dan hardener MEKPO. Bahan komposit serat ijuk disusun tiga lamina yaitu acak – anyam – acak dan dibuat dengan metode hand lay up dan cetak tekan (press mold). Pengujian bending komposit menggunakan standart ASTM D790-02, sedangkan untuk pengujian bending menggunakan standart ASTM D256-00. Pengamatan visual dengan foto makro dilakukan untuk mengetahui bentuk penampang patahan akibat beban pengujan bending dan pengujian impact. Hasil penelitian komposit polyester berpenguat serat ijuk pohon aren susunan acak-anyam-acak dengan fraksi volume serat 20%, 30%, 40%, 50%, 60% didapat kekuatan bending maksimum pada fraksi volume serat 50% sebesar 724.43 Mpa, sedangkan kekuatan bending terendah pada fraksi volume serat 20% sebesar 435.81 MPa. Data hasil pengujian impact didapat kekuatan maksimum pada fraksi volume serat 40% sebesar 18.9162 Joule dan kekuatan impact terendah pada fraksi volume serat 20% sebesar 12.7593 Joule.     Kata kunci : Komposit polyester, Serat ijuk, Fraksi volume serat, Kekuatan bending, kekuatan impact
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP TINGKAT KELEMBABAN TEMBAKAU SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI SIGARET KRETEK TANGAN PETER, TOMY
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian kualitas yang dilakukan oleh PT. X terhadap tingkat kelembaban tembakau, mengetahui tingkat kelembaban tembakau di PT. X, dan faktor-faktor penyebab penyimpangan nilai kelembaban tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Statistical Quality Control (SQC) dengan peta kendali variabel. Penelitian ini dilakukan pada tembakau yang siap diproduksi menjadi sigaret kretek tangan. Tahap pelaksanaan penelitian disesuaikan dengan langkah-langkah pengukuran kelembaban tembakau, perhitungan Statistical Quality Control, dan analisis penyebab penyimpangan tingkat kelembaban tembakau.  Pengukuran kelembaban tembakau secara garis besar menunjukan tingkat kelembaban tembakau masih dalam batas standar perusahaan, meskipun ada beberapa waktu dimana kelembaban tembakau berada diluar standar perusahaan. Perhitungan Statistical Quality Control menunjukan secara umum tingkat kelembaban tembakau masih dalam batas pengendalian namun masih ada beberapa nilai kelembaban tembakau yang masih diluar batas kendali. Faktor-faktor penyebab penyimpangan nilai kelembaban tembakau yakni pekerja, gudang penyimpanan, bahan baku, dan cuaca. Kata Kunci: Pengendalian Kualitas Statistik, Kelembaban Tembakau, Sigaret Kretek Tangan.
PERBANDINGAN NILAI KEKERASAN AKIBAT VARIASI MEDIA PENCELUPAN & HOLDING TIME PADA PROSES HEAT TREATMENT HARDENING MATERIAL RODA GIGI LURUS Febrianto, Teguh
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran Roda Gigi dalam dunia manufaktur adalah salah satu jenis elemen transmisi yang sangat penting untuk suatu pemindahan gerak khususnya gerak putar. Suatu konstruksi roda gigi dibuat sesuai kebutuhan yang diperlukan sesuai kebutuhan jenis transmisi yang diinginkan.Penggunaan roda gigi lurus ini cukup luas terutama pada spurgear, general mekanik transmisi, pemutar spindel mesin bubut, pada beban yang relatif sedang. Begitu juga pemilihan jenis material yang digunakan dipenelitian ini adalah ISO C45 yang sudah banyak digunakan sebagai bahan roda gigi di pasaran. Masalah yang timbul pada roda gigi adalah keausan yang timbul akibat gesekan antara masing-masing roda gigi.Untuk meningkatkan sifat fisik maupun mekanik roda gigi lurus sesuai kebutuhan maka perlu dilakukan proses Heat Treatment. Heat treatment pada penelitian ini menggunakan proses pemanasan hingga mencapai batas austensit lalu dicelupkan dengan pendinginan tiba-tiba dengan variasi holding time 10, 15 dan 20 menit juga dengan variasi pencelupan media air dan oli untuk mendapatkan perbandingan nilai kekerasan melalui uji kekerasan metode Rockwell. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kekerasan hasil heat treatment hardening dengan media pencelupan air tertinggi terdapat pada holding time 20 menit yaitu sebesar 64,66 HRC dan nilai kekerasan terendah ada pada holding time 10 menit yaitu sebesar 59,28 HRC. Lain halnya pada media pencelupan oli, peningkatan nilai kekerasan tertinggi  terdapat pada holding time 20 menit yaitu sebesar 54,21 HRC sedangkan nilai kekerasan terendah ada pada holding time 10 menit yaitu sebesar 51,37 HRC. Kata Kunci: Roda Gigi, Heat Treatment, Kekerasan Material