cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
ANALISA EFEKTIFITAS MESIN PEMBUAT KANTONG PLASTIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) STUDI KASUS DI PT. HARAPAN SEJAHTERA KARYA UTAMA PUTRA PRADANA, CANDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Harapan Sejahtera Karya Utama Sidoarjo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi kantong plastik. Perusahaan ini masih mempunyai permasalahan pada jumlah produk  cacat  dan jumlah permintaan yang tinggi tidak seimbang dengan hasil produksi. Salah satu metode untuk mengetahui efektifitas suatu mesin produksi adalah Overall Equipment effectiveness (OEE). Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah suatu pengukuran yang dilakukan terhadap performance yang berhubungan dengan availability dari proses produktivitas dan kualitas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana tingkat efektifitas mesin pembuat kantong dan mengetahui penyebab efektifitas mesin berkurang dan belum berproduksi secara optimal bedasarkan analisis dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi serta data dari arsip/dokumen perusahaan. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu dengan pengukuran nilai yang meliputi availability, performance, dan quality. Sedangkan untuk mengetahui penyebab nilai efektifitas mesin yang rendah menggunakan diagram fishbone. Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama didapat nilai OEE sebagai berikut (1) mesin no.22 availability 89,4%, performance 91,2%, Quality 96,8% dan OEE 78,9%, (2) mesin no.23 availability 90,4%, performance 91,9%, Quality 97,1% dan OEE 80,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah breakdown, idling and minor stoppage, dan reject loss. Kata Kunci: efektifitas, Overall Equipment Effectiveness (OEE), availability, performance, quality.
PENENTUAN  INTERVAL  WAKTU  OPTIMUM  PENGGANTIAN KOMPONEN DIES NOZZEL PADA MESIN EXTRUDER DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY DI PT. CENTRAL WIRE INDUSTRIAL SURABAYA KURNIAWAN, FAUZI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menentukan Interval waktu optimum dapat dilakukan dengan  menggunakan pendekatan reliability dan  maintenance. Metode analisa yang digunakan dalam  menentukan interval waktu optimum dies nozzle mesin extruder dengan dengan kode mesin E09 dalam penelitian ini menggunakan pendekatan reliability dan biaya perawatan optimal. Dilakukan dengan mengetahui nilai keandalan dari komponen dies nozzle, sedangkan biaya perawatan optimal adalah biaya yang dikeluarkan dalam penggantian dies nozzle. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di PT. Central Wire Industrial Surabaya pada bulan Juni 2016. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah pada bagian manajemen maintenance pada mesin extruder dengan kode mesin E09 untuk mengetahui waktu penggantian dies nozzle pada mesin extruder. Dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara dan hasil observasi. variabel yang digunakan adalah waktu penggantian dies nozzle dan biaya perawatan pada dies nozzle (cost maintenance) serta reliability pada mesin extruder kode mesin E09. Hasil yang diperoleh dari penilitian adalah (CM) sebesar Rp. 8.131.178,-, biaya penggantian kerusakan (CF) sebesar Rp. 15.013.850,-. Interval waktu penggantian dies nozzle pada mesin extruder sesuai ketentuan reliability di PT. Central Wire Industrial Surabaya adalah 6 hari. Dengan tingkat keandalan komponen sebesar 0.815130341 untuk 5 kali penggantian dalam satu bulan. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.403.392,5 tiap bulan. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan masukan mapun bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan perawatan maintenance mesin extruder dengan ketentuan 5 kali penggantian tiap bulan Kata Kunci: Interval Waktu Optimum, Biaya, Keandalan
PERENCANAAN PERAWATAN MESIN STONE CRUSHER DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGE REPLACEMENT DI PT. VARIA USAHA BETON PLANT PANDAAN PASURUAN Rizqi Awaludin, Muhammad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Varia Usaha Beton adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan beton khususnya beton siap pakai. Selama ini perusahaan hanya menggunakan sistem breakdown maintenaince yaitu ketika mesin mati baru dilakukan perbaikan sehingga dapat mengganggu proses produksi yang berimbas pada meningkatnya biaya downtime yang harus dikeluarkan oleh pabrik untuk proses perbaikan berlangsung tanpa adanya preventive maintenance. Tentunya hal ini sangat merugikan PT Varia Usaha Beton. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan waktu optimal penjadwalan perawatan preventive maintenance dan menentukan biaya down time setelah penerapan preventive maintenance pada mesin stone crosher. Dengan adanya masalah tersebut, maka akan dilakukan optimalisasi biaya perawatan stone crosher menggunakan metode Age Replacement dengan harapan dapat mengoptimalkan biaya pemeliharaan stone crosher secara berkala dan teratur yang meliputi waktu kegiatan pemeliharaan.Penelitian ini dilakukan pada perusahaan alat berat PT Varia Usaha Beton yang berlokasi di plan Gempol. Dengan pengambilan data waktu rata-rata lama perbaikan akibat kerusakan peralatan. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan pemeliharaan penggantian bearing. Repair Time dinyatakan dalam hari untuk masa selama 3 tahun (36 bulan), mulai bulan januari 2013 sampai dengan bulan desember 2015 (Data diperoleh dalam bentuk dokumen dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan manager pemelihataan dan bagian pengadaan dan pergudangan logistik ).Dari hasil penelitian yang telah dilakukan preventive maintenance dengan menggunakan metode Age Replacement.Penentuan penjadwalan interval waktu penggantian kampas rem sebagai bentuk mengoptimalkan biaya downtimedengan menggunakan metode Age replacement di PT Varia Usaha Beton  diperoleh interval waktu penggantian yang paling optimal adalah 105 hari dengan tingkat keandalan komponen diatas 75 % yaitu sebesar 81% sehingga terjadi 8 kali perbaikan komponen dalam 3 tahun kedepan Penghematan biaya downtime sebesar Rp.13.312.500 atau 12,44% dibandingkan dengan sebelum menggunakan penjadwalan  dengan metode agereplacement. Kata kunci: Preventive Maintenance, down time, bearing, Age Replacement. 
ANALISIS LAJU KOROSI EROSI PADA BAJA ST60 DALAM BERBAGAI MEDIUM AIR LAUT NOVIADAM, M.RIKI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah proses perusakan, penyusutan atau pengikisan terhadap suatu material (terutama logam) yang disebabkan karena adanya reaksi dengan lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara waktu perendaman, konsentrasi air laut ditempat yang berbeda, dan pengaruh suhu air laut. Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah laju korosi erosi pada baja ST60 dengan mengukur kembali berat benda uji setelah dilakukan perendaman dalam berbagai media air laut yakni air laut Surabaya, Gresik, dan Lamongan dan dalam variasi waktu 1, 2, dan 3 minggu serta suhu 40 oC, 50 oC, dan 60 oC. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam tabel dan grafik. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 27 sampel. Dengan variasi temperatur aging (40 oC, 50 oC, dan 60oC) dan waktu aging (1,2,dan 3 minggu) pada media air laut Surabaya, Gresik, dan Lamongan. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa media air laut Gresik dengan variasi suhu 60 oC dan waktu 3 minggu mengalami tingkat laju korosi paling tinggi yakni 3094,80 mpy, Sedangkan pada air laut Surabaya mengalami laju korosi yang cukup tinggi dari suhu 60 oC dan waktu 3 minggu yakni 2166,36 mpy, dan pada air laut Lamongan mengalami laju korosi yang rendah dalam variasi waktu 3 minggu dan suhu 60 oC yakni 1237,92 mpy. Kata Kunci: Baja ST60, Laju korosi, Waktu perendaman (1, 2, 3) minggu, Suhu (40, 50, 60) oC, Media air laut (Surabaya, Gresik, Lamongan).
PENGARUH PENGGUNAAN BIOETANOL DARI LIMBAH BUAH TOMAT SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM TERHADAP KINERJA DAN EMISI GAS BUANG MESIN HONDA SUPRA X 125 2008 WAHYU SAPUTRA, SINGIT
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia memberi dampak positif maupun negative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran bioetanol dari limbah buah tomat dengan premium dan pengaruh penggunaanya terhadap kinerja dan emisi gas buang mesin. Bioetanol yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari limbah buah tomat  dengan spesifikasi kadar etanol 95%, Densitas 0,825 gr/cc, Nilai Kalor 5696 kcal/kg, Kadar methanol 300 mg/L, Kadar air 0,6841%, Kadar Tembaga (Cu) <0,01 mg/kg, Keasaman 0,70 mg/L, Tampakan jernih, Kadar ion Klorida (CI) 41,35 mg/L, Kandungan belerang (S) 0 mg/L, Kadar getah 6,8 mg/ml, pH 6,71. Biopreium yang digunakan yaitu E5; E7,5; E10; E12,5 dan E15. Pengujian kinerja menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standar pengujian SAE J1349 dan pengujian emisi gas buang menggunakan metode free running acceleration berdasarkan standar ISO 11614:1999 yang tertera pada SNI 09-7118.2-2005. Analisa data menggunakan metode deskriptif. Hasil Karakteristik menunjukan bahwa nilai kalor pada E5= 10665 Cal/g; E7,5= 10650 Cal/g; E10= 10532 Cal/g; E12,5= 10502 Cal/g; E15= 10405 Cal/g. Kandungan air pada E5 = 1048 ppm; E7,5= 2427 ppm; E10=  3816 ppm; E12,5= 5205 ppm; E15= 6594 ppm. Densitas pada E5=  0,7528 g/cm3; E7,5=  0,7537 g/cm3; E10=  0,7543 g/cm3; E12,5=  0,7559 g/cm3; E15=  0,7564 g/cm3. Viskositas pada E5= 0,354 cst; E7,5=  0,363 cst; E10=  0,373 cst; E12,5= 0,378 cst; E15= 0,383 cst. campuran yang terbaik yaitu E10 dengan torsi meningkat 7,6%, torsi maksimal pada putaran 5000 rpm 1.08 kgf.m, daya efektif meningkat 6,0% ,daya maksimal pada putaran 7000 rpm 9,2 PS, konsumsi bahan bakar menurun 2,83% . Pada putaran idle kadar CO menurun 1,22%vol, pada putaran idle kadar HC menurun 49,33 ppm, dan pada putaran idle kadar CO2 meningkat 12,47%vol. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup  nomor 05 Tahun 2006 maka kendaraan tahun pembuatan < 2010 ini masih dikatagorikan layak untuk digunakan, Karena nilai CO < 5,5% dan HC < 2400. Kata kunci: bioetanol limbah buah tomat, premium, kinerja mesin, emisi gas buang.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA BIDANG PENGECATAN MENGGUNAKAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) DI BENGKEL SURYA JAYA MOTOR SIDOARJO ASMINARTI, PURWANING
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian  ini adalah (1) Mengetahui kualitas pelayanan apa yang perlu ditingkatkan oleh pihak bengkel Surya Jaya Motor terhadap konsumennya (2) Mengetahui cara meningkatkan kinerja bengkel Surya Jaya Motor berdasarkan metode QFD. Penelitian ini merupakan penelitian untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada bidang pengecatan dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment) di bengkel Surya Jaya Motor Sidoarjo. Metode ini menggunakan questionnaire dan wawancara, sebanyak 20 responden yang terdiri dari pemilik bengkel dan pelanggan bengkel. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode eksplanatory riset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara meningkatkan kinerja bengkel Surya Jaya Motor berdasarkan metode QFD yaitu dalam hal non teknis dengan  membuat Industri Customer Report (ICR) yang berbasis Online Survey-Problem Analysis. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penyebaran kuisioner yang telah diolah oleh peniliti. Kata kunci :Pengecatan, Quality Function Deployment (QFD).
PENGARUH VARIASI WAKTU CELUP DAN TEGANGAN TERHADAP KETEBALAN PERMUKAAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA ST41 PADA PROSES PELAPISAN NIKEL DWI YANUARIZAL, IRSYAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan logam merupakan proses pelapisan yang menggunakan prinsip pengendapan logam dengan cara elektrokimia. Pemilihan jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja ST41 yang merupakan baja karbon rendah. Bahan yang digunakan untuk melapisi baja ST41 pada penelitian ini menggunakan nikel. Pelapisan logam dilakukan menggunakan dua variasi, yaitu variasi waktu diantaranya 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Variasi yang kedua adalah variasi tegangan diantaranya 4 volt, 6 volt, dan 8 volt. Pada penelitian ini, baja ST41 melalui proses uji tarik yang dilakukan setelah proses pelapisan nikel serta menganalisa waktu celup dan tegangan. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui variasi waktu dan variasi tegangan terhadap ketebalan lapisan baja ST41 setelah dilakukan proses pelapisan nikel, dan mengetahui pengaruh ketebalan lapisan terhadap uji tarik. Ketebalan lapisan nikel pada material baja ST41 dengan nilai waktu dan nilai tegangan terendah yaitu pada variasi waktu 15 menit dan variasi tegangan 4 volt sebesar 40,1 μm, sedangkan untuk ketebalan lapisan nikel pada material tertinggi yaitu pada variasi waktu 45 menit dan variasi tegangan 8 volt sebesar 46,0 μm. Kekuatan tarik material terendah yaitu pada variasi waktu 15 menit dan variasi tegangan 4 volt yaitu 26,81 kgf/mm². Kekuatan tarik material tertinggi yaitu pada variasi waktu 45 menit dan variasi tegangan 8 volt yaitu 45,36 kgf/mm². Kata Kunci: Baja ST41, Pelapisan logam, Ketebalan lapisan, Uji Tarik 
HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI DEALER YAMAHA SURYA INTI PUTRA (SIP) BOJONEGORO BAIHAQI, MOCH.FARIDZ
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan kerja merupakan suatu program perlindungan terhadap karyawan pada saat bekerja dan berada di dalam lingkungan tempat kerja dari resiko kecelakaan dan kerusakan mesin atau alat kerja untuk berusaha mencegah dan menimbulkan atau bahkan menghilangkan sebab terjadinya kecelakaan.. Kesehatan kerja adalah suatu usaha dan keadaan yang memungkinkan seseotang mempertahankan kondisi fisik dan kesehatan dalam pekerjaan. Bila diartikan maka keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu keadaan dalam lingkungan atau tempat kerja yang menjamin secara maksimal keselamatan dan mempertahankan kesehatan pekerja dalam bekerja. produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan di dealer YAMAHA Surya Inti Putra (SIP) Bojonegoro. Data keselamatan dan kesehatan kerja, serta data data produktivitas, dengan menggunakan angket skala likert dengan 4 pilihan jawaban. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menggambarkan data tentang keselamatan dan kesehatan kerja serta teori product moment digunakan untuk pembuktian r tabel. Dari hasil perhitungan berdasarkan pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja ternyata tidak berpengaruh dengan produktivitas kerja karyawan Dealer YAMAHA Surya Inti Putra (SIP) Bojonegoro. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan yaitu 0,03077, apabila dikorelasikan dengan nilai interpretasi yaitu 0,000 – 0,200. Yang artinya nilai yang dihasilkan tidak berkorelasi. Kata Kunci: Kelamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Produktivitas Kerja.
DESAIN PRODUK MESIN PENGEMAS KEDELAI MENGGUNAKAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) FERARI ACHMAD, FERI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempe merupakan makanan yang siap konsumsi dan memiliki permintaan yang cukup besar hampir diseluruh Indonesia. Pada proses pembuatan tempe, salah satu yang memegang peranan penting yaitu proses pengemasan kedelai. Proses pengemasan kedelai di UKM dilakukan secara manual (tenaga manusia) dan dikemas kedalam plastik berbagai ukuran. Dimana waktu proses pengemasan yang cukup lama, sehingga pegawai harus melakukan proses pengemasan selama 6 – 7 jam dengan rata-rata 50 kg sehari. Karena dinilai proses pengemasan yang cukup lama juga menyebabkan distribusi tempe yang lebih lambat untuk dipasarkan dibandingkan dengan beberapa pesaing yang berasal dari wilayah lainnya. Selain itu, harga mesin yang ada dipasaran relatif mahal dan kurang terjangkau oleh pengusaha. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan desain mesin pengemas kedelai dengan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk peningkatan produktivitas dan kualitas. Penelitian ini diawali dengan wawancara dan penyebaran kuisioner pada pengusaha tempe di Koperasi Karya Mulya, Sepande Candi, Sidoarjo. Dalam mendapatkan atribut dan penyusunan kuisioner menggunakan pendekatan brainstorming dan menunjukan gambar konsep awal mesin pengemas. Selanjutnya dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan respon teknis dan atribut yang menjadi prioritas dalam perancangan alat. Berdasarkan analisa yang dilakukan untuk mengembangkan desain mesin pengemas kedelai menggunakan metode QFD (Quality Fungtion Deployment) maka diperoleh hasil desain mesin pengemas kedelai yang dinginkan oleh para responden yang sesuai pada konsep C. Pemilihan konsep C yang akan dikembangkan ini berdasarkan nilai tertinggi yang di dapat pada matrik penyaringan konsep (konsep C = 20 point). Dari 20 kriteria komponen yang diinginkan, semuanya terdapat pada konsep C. pengembangan pada konsep C yaitu : terciptanya desain mesin pengemas kedelai yang ergonomis, efisien dan knock down, dilengkapi dengan pengoperasian manual dan otomatis, meggunakan 2 timer untuk memudahkan dalam pengoperasian dan kapasitas produksi 30 kg/jam. Kata Kunci: Quality Function Deployment, Mesin Pengemas Kedelai, Brainstroming.
PERENCANAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE LOT SIZING DI PT. DUA PUTRI KEDATON PAMEKASAN PUTRA, SHOLEH
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin meningkatnya perkembangan pembangunan yang ada di wilayah indonesia, maka perusahaan yang bergerak dalam bidang kontruksi mempunyai persaingan yang ketat dalam memproduksi produk Aspal Beton dan dituntut untuk beroperasi secara efektif dan efisien agar dapat memenangkan persaingan. Dari pengamatan dan observasi di PT. Dua Putri Kedaton, perencanaan persediaan bahan baku di perusahaan yang selama ini tidak berdasarkan metode-metode yang sudah baku, melainkan berdasarkan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya. Untuk membantu memecahkan permasalahan di atas, khususnya masalah perencanaan kebutuhan bahan baku, telah dikembangkan sistem Material Requirements Planning (MRP). MRP adalah penggunaan teknik lot sizing  yang tepat. Lot sizing  merupakan penentuan ukuran lot pengadaan material yang dimaksud. Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan secara tepat, dan dapat ditetapkan seoptimal mungkin. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan bahan baku Aspal Beton di PT. Dua Putri Kedaton pada tahun 2016 menggunakan teknik Linier yaitu sebagai berikut pada bulan Januari sebesar 5.335 Ton, bulan Februari sebesar 5.420 Ton, bulan Maret sebesar 5.505 Ton, bulan April sebesar 5.590 Ton, bulan Mei sebesar 5.675 Ton, bulan Juni sebesar 5.760 Ton, bulan Juli sebesar 5.845 Ton, bulan Agustus sebesar 5.930 Ton, bulan September sebesar 6.015 Ton, bulan Oktober sebesar 6.100 Ton, bulan Nopember sebesar 6.185 Ton, dan pada bulan Desember sebesar 6.270 Ton. Perencanaan persediaan masing-masing bahan baku menggunakan tujuh perbandingan teknik lotting yaitu LFL (lot for lot), Fixed Period Requirement (FPR), Least Unit Cost (LUC), Economic Order Quantity (EOQ), Fixed Order Quantity (FOQ), Period Order Quantity (POQ), Least Total Cost (LTC) dan teknik Lot For Lot memiliki biaya total terendah sebesar Rp. 53.504.420  dibanding dengan teknik lain  sehingga teknik lot for lot dipilih sebagai teknik lot yang tepat untuk diterapkan di PT. Dua Putri Kedaton. Kata kunci: Perencanaan persediaan, Material Requirements Planning, peramalan, Lot Sizing.