cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENENTUAN INTERVAL WAKTU PENGGANTIAN KOMPONEN KRITIS PADA  MESIN COLD SHEAR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KEANDALAN ( STUDI KASUS : PT. HANIL JAYA STEEL ) WULANDARI, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manajemen perawatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan bagi sebuah industri karena sangatlah vital bagi sebuah perusahaan, hal ini berkaitan dengan kegiatan yang ada pada industri yang tak lepas dari penggunaan mesin-mesin sebagai pendukung kelancaran proses. PT. Hanil Jaya Steel merupakan sebuah industri yang bergerak dalam penyediaan bahan kontruksi yakni beton eser. Setiap harinya industri ini melakukan produksi selama 24 jam non stop. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya kegagalan pada beberapa mesin yang ada. Salah satu mesin yang paling sering mengalami kerusakan adalah mesin cold shear. Mesin yang bertugas memotong beton eser hingga menjadi standar pasar ini dioperasikan selama 24 jam dan dalam satu kali proses mampu memotong beban potong hingga 150 ton. Oleh karena itu salah satu komponen mesin ini yaitu blade sering sekali mengalami kerusakan. Problem seperti ini tentunya sangat menganggu jalannya produksi. Untuk itu, penelitian ini berusaha untuk menentukan waktu penggantian komponen kritis (blade) yang optimum. Untuk menentukan waktu penggantian optimum maka digunakan teknik keandalan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode diskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan blade sebagai objek penelitian serta selang waktu penggantian komponen blade sebagai objek penelitian. Hasil analisa dari penelitian ini menunjukkan bahwa interval waktu penggantian komponen blade yang paling optimal ada pada hari ke 6 dengan nilai reliabilitas mencapai 0,734359601 dengan total biaya penggantian minimal yakni Rp 4.050.401,143. Kata kunci : Interval, Keandalan 
PENGARUH JENIS BAHAN PEREDAM KAYU LAPIS DENGAN VARIASI DIAMETER DAN PANJANG HOUSING PADA SILENCER TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN DAN TEKANAN UDARA MESIN BLOW CLEANING Susanto, Dwi
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Albea Rigid Packaging Indonesia merupakan perusahan yang bergerak di bidang pembuatan kemasan kosmetik yang memiliki berbagai mesin untuk menjalankan produksinya. Salah satu mesin yang berperan penting di perusahaan ini adalah mesin blow cleaning. Mesin blow cleaning digunakan untuk membersihkan produk jadi guna menjaga quality control. Mesin blow cleaning ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat tinggi sehingga perlu tindakan untuk meredam kebisingan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan tingkat kebisingan tanpa mengurangi tekanan udara yang keluar dari mesin blow cleaning. Silencer adalah  alat yang digunakan untuk meredam atau mengurangi tingkat kebisingan. Metode penelitian menggunakan desain silencer tipe sound absoption, yang terdiri dari beberapa bagianya itu inner pipe, bahan peredam dan housing. Jenis bahan peredam yang digunakan adalah kayu lapis. Untuk mengukur tingkat kebisingan digunakan 4 in 1 environment sound level meter sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya tekanan udara adalah barometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silencer dengan diameter 62 mm dan panjang 160 mm menunjukkan hasil yang signifikan. Tingkat kebisingan mesin blow cleaning sebelum menggunakan silencer sebesar 92.2 dB, setelah menggunakan silencer tingkat kebisingan berkurang sebesar 10.30 % menjadi 82.7 dB, sedangkan tekanan udara yang keluar ketika menggunakan silencer sebesar 7 bar. Hasil tersebut sesuai dengan yang diinginkan peneliti. Kata kunci: Bahan Peredam, Tingkat Kebisingan, Silencer, Kayu Lapis
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA KARBON SEDANG PADA PROSES HARDENING MENGGUNAKAN MEDIA PENDINGIN AIR, OLI SAE 30 DAN CAMPURAN AIR-OLI SAE 30 SANGGARA, IRVAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hardening adalah proses perlakuan panas yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang keras. Dalam proses produksi komponen dan peralatan produksi sering sekali mengalami gesekan dan tekanan, sehingga dibutuhkan komponen yang memiliki tingkat kekerasan yang mumpunin untuk menerima gesekan dan tekanan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Spesimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja S45C dengan diameter 25 mm dan tebal 20 mm. Jumlah spesimen yang diujikan berjumlah 36 spesimen. Spesimen akan diberikan perlakuan panas hardening dengan variasi temperatur sebesar 920oC, 950oC, 980oC dengan holding time 35 menit, disusul pendinginan cepat dengan menggunakan air, oli sae 30 dan campuran air-oli sae 30. Setelah itu spesimen akan diuji kekerasan dengan menggunakan standar Hardness Rockwell Cone (HRC). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perbandingan nilai kekerasan Rockwell tertinggi diperoleh pada media pendingin air pada temperatur 920oC dengan rata-rata nilai kekerasan tertinggi 57,1 HRC. Selanjutnya nilai kekerasan Rockwell tertinggi menggunakan media pendingin campuran air dan oli terjadi pada temperatur 920oC dengan rata-rata nilai kekerasan tertinggi 40,5 HRC. Sedangkan nilai kekerasan Rockwell terendah terjadi pada  media pendingin oli pada temperatur 920oC dengan rata-rata nilai kekerasan tertinggi 38,9 HRC.Hasil uji struktur mikto menunjukkan bahwa martensit lebih banyak terbentuk pada proses hardening dengan media pendingin air dan campuran air-oli. Sedangkan pada media pendingin oli jumlah ferrit dan perlit meningkat. Kesimpulannya Terdapat perbedaan nilai kekerasan secara signifikan pada hasil proses Hardening pada baja karbon sedang dengan media pendingin air, oli sae 30 dan campuran air-oli sae 30. Nilai kekerasan hasil proses Hardening dengan media pendingin campuran air-oli berada diantara nilai kekerasan media pendingin air dan oli pada setiap temperatur pemanasan.Hardening dengan media pendingin campuran air-oli berada diantara nilai kekerasan media pendingin air dan oli pada setiap temperatur pemanasan.   Kata Kunci : Baja S45C, Temperatur, Campuran Media Pendingin, Kekerasan, Struktur Mikro.
PENGARUH TINGKAT ABSENSI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA BAGIAN SERVICE DI SUZUKI PT. SEJAHTERA BUANA TRADA DIPONEGORO SURABAYA MAKHIS HAMDANI, AHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi dan kemajuan zaman saat ini di dunia kerja terjadi persaingan yang semakin ketat. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah faktor yang berhubungan dengan karyawan sendiri maupun lingkungan perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat absensi terhadap produktivitas kerja karyawan pada bagian service di Suzuki PT. Sejahtera Buana Trada Diponegoro Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di bengkel Suzuki PT. Sejahtera Buana Trada Surabaya yang beralamatkan di Jl. Diponegoro No. 148 Surabaya. Objek penelitian adalah karyawan pada bagian service yaitu mekanik yang sudah bekerja lebih dari satu tahun di bengkel Suzuki PT. Sejahtera Buana Trada Diponegoro Surabaya yang berjumlah 7 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana. Dipergunakan juga uji t untuk menguji signifikansi dari koefisien regresi yaitu untuk menguji signifikansi pengaruh tingkat absensi terhadap produktivitas kerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan total karyawan (K1–K7) dari jumlah absensi (X) dan jumlah produktivitas (Y) bulan Januari 2015 – Februari 2016 diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,377, sehingga variabel tingkat absensi berpengaruh 37,7 % terhadap variabel produktivitas kerja total karyawan (K1-K7). Diperoleh juga nilai probabilitas kesalahan (p) sebesar 0,020 < 0,05. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti variabel tingkat absensi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja total karyawan (K1-K7).   Kata kunci : Absensi, Produktivitas, Karyawan pada Bagian  Service 
PENGARUH PEMANFAATAN GAS BUANG SEBAGAI PEMANAS INTAKE MANIFOLD DENGAN VARIASI SELUBUNG PEMANAS TERHADAP EMISI GAS BUANG HONDA SUPRA X TAHUN 2002 ALEX SUSANTO, DENNI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya volume kendaraan, maka emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor akan semakin tinggi. Salah satu untuk menurunkan emisi gas buang kendaraan  bermotor adalah dengan melakukan eksperimen pada intake manifold, dengan memodifikasi dan menambahkan pemanas (heater). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gas buang CO, HC dan CO2 sebagai pemanas intake manifold terhadap emisi gas buang Honda Supra X 2002. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang dilakukan dengan membandingkan kelompok standar (tanpa penambahan pemanas) dengan kelompok eksperimen (penambahan pemanas). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu intake manifold selubung tanpa alur dan selubung beralur dengan variasi sudut  bukaan katup kran pengatur volume gas buang sebesar 60°, 75°, dan 90°. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kadar emisi gas buang (CO dan HC) dan CO2, sedangkan variabel kontrolnya adalah putaran idle 1500 rpm hingga 9000 rpm dengan kelipatan 500 rpm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dihasilkan bahwa menggunakan intake manifold dengan pemanas dapat menurunkan emisi gas buang Honda Supra X Tahun 2002. Penurunan emisi CO secara signifikan terjadi pada intake manifold selubung beralur dengan sudut bukaan katup 90o dapat menurunkan  emisi CO dengan presentase rata-rata sebesar 52,65% Vol Selanjutnya penurunan emisi HC secara signifikan terjadi pada intake manifold selubung beralur dengan sudut bukaan katup 75o dapat menurunkan emisi HC dengan presentase rata-rata sebesar 24,63% Vol. Peningkatan emisi CO2 secara signifikan terjadi pada intake manifold selubung beralur dengan sudut bukaan katup 75o dapat meningkatkan dengan presentase rata-rata sebesar 24,63%.   Kata kunci: Gas buang, pemanas intake manifold, selubung, emisi. 
PEMANFAATAN LIMBAH LEDRE SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOETANOL Sugiarto, Himawan
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Hal ini berbanding terbalik dengan produksi minyak bumi yang terus menerus mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dicari bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui sebagi pengganti atau pencampur premium “Biopremium”, salah satunya adalah bioetanol. Bioetanol terbuat dari bahan yang mengandung karbohidrat atau glukosa. Bahan baku lain yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang belum termanfaatkan adalah limbah ledre. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan tiga tahapan proses. Proses pertama yaitu tahap persiapan, mendidihkan 250 gr limbah ledre dicampur air dengan variasi 1250 ml, 1500 ml, 1750 ml, 2000 ml. Proses kedua yaitu fermentasi atau peragian dengan bantuan ragi Saccharomyces cerevisiae (ragi tape) dengan variasi 4 gram, 6 gram, 8 gram dan 10 gram dan lama fermentasi selama 3 hari, 4 hari, 5 hari dan 6 hari. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kadar etanol yang paling optimal. Proses ketiga yaitu distilasi atau pemisahan kadar etanol dan air dengan suhu 780C. Hasil pengujian karateristik dari bioetanol  berbahan baku limbah ledre ini adalah kadar bioetanol 95%, kadar metanol 0,0000753 mg/L, kadar air 0,6524%-v, kadar tembaga (Cu) <0,01 mg/kg, keasaman sebagai CH3COOH 0,67 mg/L, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl) 37,803 mg/L, kandungan belerang (S) 0 mg/L, kadar getah (gum) 1,2 mg/L, pH 6,93, nilai kalori 5524 Kcal/kg, Densitas pada 15oC 0,8262 g/cm³, dan titik nyala (flash point) 11 oC. Dan karateristik dari bioetanol  berbahan baku limbah ledre ini belum memenuhi standar baku mutu bioetanol. Kata Kunci: bioetanol, limbah ledre, karakteristik.
KARAKTERISTIK ALIRAN UDARA PADA PLAT DATAR DENGAN PENGGANGGU BERBENTUK SILINDER DAN COATED ABRASIVES (KERTAS GOSOK) KOKO SASMITO, BANGUN
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aerodinamika merupakan cabang ilmu mekanika fluida mempelajari aliran luar (aliran yang mencakup aliran yang mengalir pada benda padat)/benda padat dikelilingi fluida. Velocity (kecepatan aliran) fluida mendekati lapis batas benda yang bentuknya sama seperti batas bentuk benda, merupakan hasil variasi velocity dan gradien kecepatan muncul. Separasi aliran terjadi ketika boundary layer tidak cukup kuat menahan adverse pressure gradient, separasi aliran sering diindikasikan peningkatan gaya–gaya aerodinamik. Disturbance (pengganggu) seperti silinder dan peletakan coated abrasive (kertas gosok) pada permukaan plat datar adalah salah satu cara menunda separasi aliran. Belum adanya plat datar untuk peletakan benda uji diatas permukaan datar mendasari penelitian tentang karakteristik aliran udara pada plat datar dengan pengganggu silinder dan coated abrasives (kertas gosok) bertujuan mempercepat aliran menjadi turbulen sehingga di dapat profil kecepatan, koefisien tekanan pada permukaan plat datar Penelitian ini dilakukan pada unit subsonic wind tunnel dengan ketinggian 365 mm, lebar 365 mm, dan panjang 1220 mm pada reynold number 4,4 x 104, 8,8 x 104, 1,3 x 105. Karakteristik aliran diamati secara eksperimental dengan pengganggu silinder berdiameter 4 mm. Plat datar dari acrylic tebal 10 mm, panjang 1220 mm ditengah test section subsonic wind tunnel, leading edge sudut 300. Pengukuran profil kecepatan aliran (velocity profile) dilakukan pada rasio X/L 0,224 ; 0,286 ; 0,347 ; 0,409 ; 0,470 ; 0,531 ; 0,593 dan pengukuran distribusi tekanan (Cp) pada permukaan kontur karakteristik aliran pada pelat datar pengganggu berbentuk silinder dan coated abrasives (kertas gosok) dengan kekasaran 600 micron, 320 micron, 150 micron serta jarak 150 mm dan 200 mm. Dan pengukuran velocity profile (profil kecepatan) menggunakan pitot static tube, pressure tranducer, data logger . Dari hasil penelitian didapatkan hasil pengukuran profil kecepatan, shape factor, dan defisit aliran dengan variasi coated abrasives (kertas gosok) variasi kekasaran 600 micron, 320 micron, 150 micron pada X/L 0,224; 0,286; 0,347; 0,409; 0,470; 0,531;  0,593. Untuk nilai defisit aliran dengan semakin besar rasio X/L dan semakin tinggi reynold number nilai defisit relatif menurun, sehingga profil kecepatan nampak lebih gemuk. Sedangkan nilai shape factor paling rendah pada rasio X/L dan variasi penempatan silinder serta variasi kekasaran kertas gosok tertentu. Secara keseluruhan terjadi penurunan dengan diberikannya pengganggu silinder dan variasi kekasaran kertas gosok. Kemudian untuk koefisien tekanan (Cp) cenderung menurun dengan makin besarnya rasio X/L serta beberapa memiliki nilai terendah pada rasio X/L tertentu. Fenomena separasi bubble berinteraksi kuat pada dinding, mempengaruhi karakteristik aliran yang terjadi pada plat datar.  Kata kunci : Karakteristik aliran, plat datar, pengganggu silinder dan coated abrasives (kertas gosok).
PENGARUH JARAK PENYEMPROTAN SPRAY GUN DAN PERBANDINGAN CAMPURAN CAT DENGAN THINNER TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN Arif Irawan, Dian
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak penyemprotan spray gun dan perbandingan campuran cat dengan thinner adalah salah satu variabel penting dalam sebuah proses pengecatan yang akan sangat  mempengaruhi hasil dari pengecatan  dan pada beberapa literatur menyebutkan bahwa jarak yang paling ideal untuk melakukan pengecatan dengan media yang akan dicat berupa metal dan cat yang digunakan adalah cat tipe solid adalah 10-20 cm dan untuk perbandingan campuran cat dengan thinner pada umumnya adalah 1:1. Maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak penyemprotan spray gun dan perbandingan campuran cat dengan thinner yang paling tepat untuk menghasilkan pengecatan yang paling optimal. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian eksperimen, pada penelitian ini kualitas cat yang digunakan adalah cat dengan kualitas rendah ( nipe 2000) dan cat dengan kualitas sedang(Danagloss), jarak yang akan diteliti yaitu 10, 16, 18, centimeter dengan menggunakan pebandingan campuran cat dengan thinner 1:1, 1:1,4, 1:1,5 dan proses pengecatan dilakukan dengan mengguanakan bantuan sebuah tali sehingga jarak pengecatan tersebut menjadi dapat diatur secara konstan dan tidak berubah-ubah pada saat proses pengecatan berlangsung sehingga hasil pengecatanya pun dapat merata, untuk variabel-variabel lainya akan tetap berpatokan pada literatur yang telah ada. Dan masing-masing hasil pengecatan akan diukur kekilapanya dengan menggunakan alat Gloss Meter. Pada akhir dari penelitian ini telah mandapatkan hasil bahwa jarak penyemprotan spray gun yang paling ideal untuk cat kualitas rendah (nipe 2000) adalah 18 cm dengan perbandingan campuran 1:1.4 dan kualitas sedang ( Danagloss) adalah 18 cm dengan perbandingan 1:1.5, dan peneliti juga menemukan bahwa jarak penyemprotan yang terlalu dekat ( < 10 cm ) akan mengakibatkan lapisan cat meleleh (runs). Dan jarak penyemprotan yang terlalu jauh ( > 20 cm ) akan mengakibatkan lapisan cat menjadi berbintik dan kasar. Kata kunci : Jarak penyemprotan, perbandingan campuran, glossmeter 
DESAIN PRODUK MESIN PEMECAH KEDELAI UNTUK UKM PRODUSEN TEMPE MENGGUNAKAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) WAHYU SATRIA, RAHADIAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan sebuah desain konsep suatu produk dapat direalisasikan dalam sebuah penelitian melalui sebuah metode. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui desain produk mesin kedelai UKM produsen tempe menggunakan analisa QFD. Diharapkan dengan pengembangan design mesin pemecah kedelai menggunakan metode QFD, maka akan tercipta sebuah mesin pemecah kedelai  yang ergonomis, dapat dibongkar pasang atau knock down, mudah dibersihkan, aman, higenis, dan mudah dalam pengoperasian. Berdasarkan  pembahasan yang dilakukan untuk mengembangkan desain mesin pemecah kedelai menggunakan analisa QFD (Quality Fungtion Deployment) maka diperoleh hasil desain mesin pemecah kedelai yang dinginkan oleh para respoden yang sesuai pada konsep C. Pemilihan konsep C yang akan dikembangkan ini berdasarkan nilai tertinggi yang di dapat konsep C (22 point) di bandingkan dengan konsep B (15 point). Dari 21 kriteria komponen yang yang diinginkan, semuanya terdapat pada konsep C. Kata kunci: Mesin Pemecah Kedelai, Ergonomi, Food Grade, Knock Down, QFD (Quality Function Deployment
ANALISIS LAJU KOROSI PADA BAJA ST 60 DALAM BERBAGAI MEDIUM AIR LAUT ZULQORNAIN, RIFQI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi adalah proses perusakan, penyusutan atau pengikisan terhadap suatu material (terutama logam) yang disebabkan karena adanya reaksi dengan lingkungannya. Objek penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah laju korosi pada baja ST60 dengan mengukur kembali berat benda uji setelah dilakukan perendaman dalam media air laut yakni air laut Surabaya, Gresik, dan Lamongan dan dalam variasi waktu 4, 5, dan 6 minggu serta suhu 30?C, 50?C, dan 70?C. Kekurangan berat dari pada berat awal merupakan nilai kehilangan berat. Kekurangan berat dimasukkan kedalam rumus untuk mendapatkan laju korosi.  Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa temperatur dan waktu paling berpengaruh pada laju  korosi pada temperatur aging 70°C pada waktu aging 4 minggu, adalah air laut surabaya 0,00401766 ipm, air laut gresik 0,004409667 ipm, dan pada air laut lamongan 0,005267167 ipm. Dan pengaruh konsentrasi air laut di tempat yang berbeda terhadap laju korosi paling tinggi adalah air laut Lamongan dengan 0,005267167 ipm. Kata Kunci: Temperatur aging, Waktu aging, dan Laju korosi.