cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
ANALISA KUALITAS HANGER DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. VICTORY PLASTIC BRINGIN BENDO JALAN RAYA TROSOBO NO.18 SIDOARJO Meida Nurfadila, Nanik
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Diantara hal pokok dari perkembangan industri adalah aspek kualitas produk yang dihasilkan maupun kinerja industri secara keseluruhan. Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen dalam banyak produk dan jasa, sehingga kualitas menjadi faktor di dalam persaingan usaha, untuk itu maka berbagai upaya perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk. Dalam proses produksinya PT. Victory Plastic tahun 2015  memiliki jumlah produksi sebesar 397.910 Pcs dari  jumlah produk tersebut diperoleh presentasi cacat 10,89%, nilai ini masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki penyebab cacat dan menemukan langkah-langkah yang harus dilakukan. Dengan melihat kondisi ini, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : " Analisa Kualitas Hanger dengan Metode Six Sigma Di PT. Victory Bringin Bendo Jalan Raya Trosobo No.18 Sidoarjo ".Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif karena tidak membandingkan dan mencari hubungan antar variabel. Kuantitatif karena masalah yang dibawa oleh penulis sudah jelas dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data cacat produk dan penyebabnya serta kualitatif karena dalam penggumpulan data juga dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada responden untuk mengetahui penyebab cacat produk secara mendalam. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi: jumlah produksi, jumlah cacat produk(defect), DPMO dan sigma.Hasil yang diperoleh dari penelitian: kapabilitas proses  jumlah produksi sebanyak 397.910 Pcs selama tahun 2015 sebesar 3,59 sigma. Jenis cacat yang timbulkan pada produk hanger yiatu: 1. Hanger tidak utuh 2. Warna hanger semburat 3. Tekstur hanger tidak rata 4. Biji plastik menempel pada hanger 5. Hanger patah. Penyebab terjadinya cacat produk (defect) antara lain: Personnel yaitu: kurangnya pengalaman setting mesin, kurang teliti setting mesin, lupa tidak menyemprotkan silicon, ceroboh saat penarikan dari matras, dan pemindahan produk secara kasar. Machines yaitu: macet pada proses injeksi dan setting temperatur terlalu panas. Materials yaitu: biji plastik kurang, biji plastik tidak turun ke matras, biji plastik mengandung air, komposisi bahan campuran kurang, biji plastik bekas recycle, kurang campuran  minyak pada komposisi, dan bahan lengket pada matras, dan Methodes yaitu: setting terburu-buru, penggilingan dari komposisi bahan campuran kurang panas, dan pengangkutan yang tidak benar waktu distribusi. Perbaikan yang harus dilakukan melakukan pengecekan ulang : bahan baku, setting mesin sebelum mulai proses produksi, mengadakan pelatihan / training operator secara berkala, setting ulang temperatur mesin, melakukan pemeriksaan terhadap semua komponen dari mesin penyebab biji plastik tidak turun ke matras, melakukan pengecekan ulang bahan campuran dan melakukan pengeringan pada biji plastik sebelum melakukan produksi. Kata kunci : Analisa Kualitas, Hanger, Six sigma
PENGARUH PEMANFAATAN GAS BUANG SEBAGAI PEMANAS INTAKE MANIFOLD DENGAN SUDUT PUTAR 180º TERHADAP PERFORMA HONDA SUPRA X TAHUN 2002 Ifan Fanani, Achmad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tergolong tinggi. Tingginya pertumbuhan penduduk tersebut akan diiringi dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Salah satu kebutuhan pokok masyarakat adalah kebutuhan akan transportasi yang sangat memabntu dalam kegiatan manusia. Namun dengan seiring berjalannya waktu pemakaian kendaraan bermotor oleh konsumen membuat performa mesin menurun dari keadaan standar pabrik karena keausan dari komponen-komponen kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan gas buang seagai pemanas Intake Manifold Dengan sudut putar 180? terhadap performa Honda Supra X Tahun 2002 Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang dilakukan dengan membandingkan membandingkan kelompok standar (tanpa penambahan pemanas) dan intake manifold model sudut putar 180? dengan kelompok eksperimen (penambahan pemanas dan intake manifold model sudut putar 180? dengan waktu pemanasan intake manifold selama 20 detik, 35 detik, 45 detik. Standar pengujian performa mesin adalah SAE J1349. Pengujian menggunakan chassis dynamometer, fuel meter, rpm couter, data acquisition, dan thermocouple.  Dengan menggunakan putaran mesin 3500 rpm – 9000 rpm dengan jarak interval 500 rpm. Analisa data dilakukan dengan metode deskripsi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa pemanfaatan gas buang sebagai pemanas intake manifold dengan sudut putar 180º dengan variasi waktu pemanasan intake manifold sebesar 20 detik, 35 detik, 45 detik dapat meningkatkan performa mesin Honda Supra X Tahun 2002. Peningkatan persentase  torsi, daya, dan tekanan efektif rata-rata terbesar terjadi pada waktu pemanasan 45 detik, dan mendapatkan hasil terbaik masing-masing yaitu sebesar torsi 7,12 Nm pada putaran mesin 4500 rpm, daya 4,56 kW pada putaran mesin 7000 rpm, dan tekanan efektif rata-rata 986,42 kPa pada putaran mesin 4500 rpm. Persentase penurunan konsumsi bahan bakar terendah terjadi pada waktu pemanasan 20 detik yaitu sebesar 16,09 % dengan hasil penurunan terbaik 0,29 liter/jam pada putaran mesin 3000 rpm.   Kata kunci:  Intake Manifold Sudut putar 180?, Pemanfaatan Gas Buang sebagai pemanas, Performa Mesin
ANALISIS TENTANG PRESENSI (KEHADIRAN) PADA PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI BENGKEL CR-1ST FIRMANSYAH, RHEZA
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan hal yang paling penting bagi perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan, tetapi juga merugikan perusahaan. Keselamatan kerja berkaitan erat dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Meningkatnya produksi dan produktivitas atas dasar tingkat keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi. Kecelakaan-kecelakaan yang menjadi sebab sakit, cacat dan kematian dapat ditekan sekecil-kecilnya. Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin secara produktif dan efisien.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan program K3 terhadap produktivitas kerja karyawan. Variabel bebas yang digunakan adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang difokuskan pada jumlah kehadiran karyawan. Alat untuk mengukur variabel ini adalah tabel data jumlah kehadiran karyawan, sedangkan untuk variabel terikat dalam penelitian ini adalah produktivitas kerja yang difokuskan pada jumlah kendaraan yang selesai ditune up. Alat untuk mengukur variabel ini adalah tabel data jumlah kendaraan yang selesai ditune up oleh karyawan setiap bulannya. Objek penelitian ini adalah mekanik bengkel yang berjumlah 7 orang.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Program K3 tidak terlalu berdampak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan di bengkel CR-1St. Hal ini dapat dibuktikan dengan harga nilai rxy sebesar 0,56 nilai tersebut di-interpretasikan ke dalam tabel interpretasi nilai r product momen adalah termasuk dalam kategori yang mempunyai hubungan sedang. Sedangkan dengan pengujian secara signifikan dengan menggunakan uji t, hasil nilai uji t yaitu sebesar 1,49. Hasil perbandingan antara t thitung dan t tabel dengan ketentuan kesalahan (α) 5% dan dk = 5 adalah sebesar 2,57, sehingga besarnya thitung ≤ ttabel yaitu 1,49 ≤ 2,57 maka hasilnya adalah Ho diterima dan Ha ditolak oleh karena itu hubungan penerapan K3 terhadap produktivitas kerja karyawan dibengkel CR-1St Surabaya adalah hubungan yang rendah. Kata kunci: K3, Presensi, Produktivitas Kerja.
BAHAN BAKAR BIOETANOL DARI LIMBAH PABRIK GULA (BLOTONG) ABIDIN, ZAINAL
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak bumi merupakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dicari bahan bakar alternatif, salah satunya adalah bioetanol Limbah pabrik gula blotong. Penelitian ini bertujuan untuk memaanfaatkan limbah pabrik gula blotong menjadi bioetanol yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti atau pencampur premium ”Biopremium”. Dengan banyak limbah blotong 250 gr per tiap proses fermentasi. Menggunakan column distilation untuk melihat hasil eksperimen dan menggunakan distilasi bertingkat, Hasil uji karakteristik bioetanol limbah blotong menunjukkan untuk nilai kalori 9770,846 Kcal/kg, kadar bioetanol 94%, Densitas 15?C 0,8284 g/cm³, kadar metanol 0,000119 mg/L, kadar air 1,4 %-v, kadar tembaga <0,01 mg/kg, keasaman sebagai CH3COOH 22,78 mg/L, tampakan jernih, terang dan tidak kotor, kadar ion klorida (Cl¯) 41,6 mg/L, kandungan belerang (S) 63,8 mg/L, kadar getah (gum) 1,0 mg/L dan pH 8,8.   Kata Kunci: limbah blotong, bioetanol, karakteristik.
ANALISA NETWORK PLANNING REPARASI KM BERLIN NAKROMA DENGAN METODE CPM UNTUK MENGANTISIPASI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN REPARASI KAPAL DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA Wahyu Sriningsih, Siti
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perencanaan jaringan kerja atau disebut juga network planning merupakan suatu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek reparasi kapal. Metode analisa network planning yang diterapkan pada reparasi KM Berlin Nakroma dalam penelitian ini adalah metode CPM (Critical Path Method). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan network planning pada pekerjaan reparasi kapal agar tidak terjadi keterlambatan dan untuk mengetahui pada aktivitas mana saja yang merupakan lintasan kritis untuk meminimalisir terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian reparasi kapal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Variable penelitian yang digunakan yaitu pembuatan jaringan kerja, penentuan saat paling cepat terjadinya event (EET) dan saat paling lambat terjadinya event (LET), lintasan kritis dan waktu penyelesaiain proyek reparasi kapal. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hasil perencanaan jaringan kerja pada proyek reparasi kapal dengan menggunakan metode CPM ditemukan : kondisi awal ada 14 event dengan 10 aktivitas yang saling terkait dengan lama penyelesaian proyek selama 31 hari, sesudah dilakukan perubahan alokasi sumber daya, network masih tetap 14 event dan 10 aktivitas yang saling terkait dengan waktu penyelesaian hanya 23 hari. Kegiatan kritis dalam kegiatan ini adalah kegiatan docking, penyekrapan, cuci air tawar, water jet, tes ultrasonic, pekerjaan lambung dan bottom, pekerjaan pelat car deck, replating pada gading - gading, profil & brucket, undocking dan delivery. Kata kunci : Perencanaan Jaringan Kerja, Critical Path Method, Reparasi Kapal
STUDI FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON AREN (IJUK) FATKHURROHMAN,
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Komposit merupakan bahan yang terdiri dari matriks, serat dan katalis. Dalam penelitian ini digunakan matriks polyester BQTN 157, serat pohon aren (ijuk) dan katalis methil ethyl keton peroxide. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kekuatan tarik pada bahan komposit berpenguat serat pohon aren (ijuk) dan mekanisme kegagalan dan bentuk penampang patahan setelah dilakukan pengujian tarik. Dalam penelitian ini serat pohon aren (ijuk) direndam didalam larutan alkali 5% NaOH selama 2 jam, lalu serat pohon aren (ijuk) dibuat bahan komposit dengan variasi fraksi volume serat 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Metode pembuatan bahan komposit dilakukan dengan metode hand lay-up dan metode press mold, untuk spesimen pengujian tarik mengacu pada standart ASTM D-638. Dari data hasil pengujian tarik diperoleh kekuatan tarik tertinggi terdapat pada fraksi volume serat 40% yaitu sebesar 24,65 MPa, sedangkan untuk kekuatan tarik terendah terdapat pada fraksi volume serat 20% yaitu sebesar 17,55 MPa. Untuk bentuk penampang dari bahan komposit setelah dilakukan pengujian tarik terdapat dua jenis, yaitu fiber pull out dan delamination.   Kata kunci : komposit polyester, serat ijuk, fraksi volume serat, kekuatan tarik
PEMILIHAN TEKNIK LOT SIZING DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KANTONG PLASTIK DI PT. HARAPAN SEJAHTERA KARYA UTAMA Prayogo, Budi
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak        Dengan semakin berkembangnya dunia industri sekarang ini, perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur mempunyai persaingan yang ketat dalam memproduksi produk-produk yang bermutu dengan harga jual yang murah. Dari pengamatan dan observasi di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama, penentuan persediaan bahan baku di perusahaan yang selama ini tidak berdasarkan metode-metode yang sudah baku, melainkan berdasarkan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya. Untuk membantu memecahkan permasalahan di atas, khususnya masalah perencanaan kebutuhan bahan baku, telah dikembangkan system Material Requirements Planning (MRP). MRP adalah penggunaan teknik lot sizing  yang tepat. Lot sizing  merupakan penentuan ukuran lot pengadaan material yang dimaksud. Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan secara tepat, dan dapat ditetapkan seoptimal mungkin.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan bahan baku kantong plastik di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama pada tahun 2016 menggunakan teknik Moving Average yaitu sebagai berikut pada bulan Januari sebesar 60.333 Kg, bulan Februari sebesar 57.633 Kg, bulan Maret sebesar 51.667 Kg, bulan April sebesar 42.757 Kg, bulan Mei sebesar 39.623 Kg, bulan Juni sebesar 50.490 Kg, bulan Juli sebesar 54.100 Kg, bulan Agustus sebesar 59.433 Kg, bulan September sebesar 54.100 Kg, bulan Oktober sebesar 55.047 Kg, bulan Nopember sebesar 57.513 Kg, dan pada bulan Desember sebesar 53.080 Kg. Perencanaan persediaan masing-masing bahan baku menggunakan lima perbandingan teknik lotting yaitu LFL (lot for lot) Fixed Period Requirement (FPR), Economic Order Quantity (EOQ), Fixed Order Quantity (FOQ), dan Period Order Quantity (POQ) dan teknik Lot For Lot memiliki biaya total terendah dibanding dengan teknik lain  sehingga teknik lot for lot dipilih sebagai teknik lot yang tepat untuk diterapkan di PT. Harapan Sejahtera Karya Utama. Kata kunci: Perencanaan Persediaan, Bahan Baku, Lot Sizing, Kantong Plastik
ANALISIS KUALITAS PRODUK MENGGUNAKAN METODE SPC DAN RPN UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PRODUK KANTONG PLASTIK, STUDI KASUS DI PT. HSKU Yasin Yusuf, Mohammad
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengendalian kualitas pada perusahaan baik  perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur sangatlah diperlukan. Dengan kualitas jasa ataupun barang yang dihasilkan tentunya perusahaan berharap dapat menarik konsumen dan dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen Banyak sekali metode yang mengatur atau membahas mengenai kualitas dengan karakteristiknya masing-masing. Metode pengendalian kualitas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode SPC (Statistical Process Control) dan RPN (Risk Priority Number). Salah satu keuntungan menggunakan metode SPC adalah variabilitas menjadi lebih kecil yang dihasilkan dari adanya perbaikan kinerja yang dapat dilihat oleh pelanggan, sedangkan RPN dapat memberikan usulan perbaikan pada proses produksi yang mempunyai tingkat kegagalan yang tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas produk kantong plastik HDPE dengan analisis SPC dan RPN di PT. HSKU (2) mengetahui penyebab cacat/kerusakan pada kantong plastik HDPE (3) Memberi usulan untuk mengurangi jumlah cacat produk kantong plastik HDPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase jumlah cacat produk dari total produksi PT. HSKU  sebesar 3,7 % pada tahun 2014. Dari total 3,9 % jenis cacat  Bentuk tidak simetris (29,5 %), Pemanasan tidak sesuai (34,9 %), Plastik Terlipat (29,2 %), Ketebalan tidak sesuai(6,5 %) sedangkan pada tahun 2015 sebesar 3,4 %. Dari total 3,4 % jenis cacat  Bentuk tidak simetris (41,7 %), Pemanasan tidak sesuai (28,4 %), Plastik Terlipat (24,1 %), Ketebalan tidak sesuai(5,9 %). Kata kunci : SPC, RPN, Produk Cacat, Kantong Plastik HDPE 
UNJUK KERJA MESIN 4 LANGKAH SUPRA X 125 TAHUN 2012 DENGAN BAHAN BAKAR BIOPREMIUM DARI LIMBAH PERMEN BLASTER POP BALONGBENDO - SIDOARJO ISLAM AL GHOZI, SYAIFUL
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor hasil minyak pada bulan Oktober 2013 tercatat sebesar 2,24 juta ton atau senilai US$ 2,14 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Angka ini didominasi oleh impor premium yang sebesar 1,04 juta ton senilai US$ 1,06 miliar atau Rp 10 triliun, (finance.detik.com). Penduduk Indonesia tiap tahun tumbuh 1,1%, ekonomi tumbuh 6,2%-6,3%, hal tersebut seperti sengsara membawa nikmat, karena kebutuhan energi kita tumbuh, BBM makin banyak, dan makin banyak lagi impornya. Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti dari penelitian ini adalah. (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar bioethanol dari limbah permen sebagai campuran premium pada mesin 4 langkah terhadap torsi (torque), daya (power), konsumsi bahan bakar (Sfc), dan tekanan efektif rata-rata (bmep) yang dihasilkan. Metode pengujian dilakukan pada putaran mesin 2000 rpm sampai 9000 rpm dengan range  500 rpm. Bahan bakar yang digunakan adalah premium  murni E0, biopremium E5, E10, E15, dan E20. Uji kinerja yang diteliti adalah torsi (T), daya efektif (Ne), konsumsi bahan bakar spesifik (Sfc), tekanan efektif rata-rata (bmep), efisiensi thermal (?th), dan temperatur gas buang terhadap putaran mesin. Dalam penelitian ini menggunakan bioetanol dari limbah permen Blaster Pop dengan kadar 94,82% jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (experimental research). Bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin sepeda motor Supra X 125 tahun 2012 berbahan bakar biopremium dari limbah permen Blaster Pop, penelitian ini menggunakan faktor koreksi SAE J1349 (dengan beban penuh).Hasil penelitian menunjukkan biopremium E15 yang lebih efisien meningkatkan kinerja mesin dibandingkan dengan E0, E5, E10, dan E20. Hal ini disebabkan karena campuran biopremium E15 dapat meningkatkan angka oktan, dengan RON 92,5 yang setara dengan pertamax plus, yang sesuai dengan spesifikasi Honda Supra X 125 cc dengan rasio kompresi 9:1, sehingga performa mesin (engine performance) semakin meningkat dan lebih irit pemakaian bahan bakarnya. Kata kunci: premium, bioethanol, kinerja mesin, dan motor 4 langkah.
PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART MOBIL PADA BIDANG SERVIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW DI PT. UMC (UNITED MOTORS CENTRE) A. YANI SURABAYA Rahayuningtyas, Nita
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 02 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan persediaan dalam suatu usaha tidak dapat dihindarkan, hal tersebut dikarenakan persediaan merupakan modal yang berbentuk barang. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam terlalu besar, sebaliknya kekurangan persediaan akan mengganggu proses operasional. Kedua kondisi tersebut memiliki konsekuensi biaya yang besar, oleh karena itu diperlukan manajemen persediaan yang tepat untuk mengkondisikan tingkat persediaan yang optimal.Perencanaan persediaan suku cadang yang dilakukan di PT. UMC A.Yani dengan metode Continuous Review dimana bertujuan untuk menentukan ukuran lot  pemesanan tetap (q0) dan titik pemesanan kembali  (r) yang menghasilkan total biaya persediaan terkecil. Penentuan persediaan yang dapat meminimalkan total biaya persediaan ditentukan oleh hasil r terkecil, dengan begitu maka jumlah persediaan yang harus dimiliki serta waktu pemesanan akan berada pada titik yang optimal. Pada metode Continuous Review hasil yang didapatkan untuk spare part spark plug q0 nya sebesar (363 unit) dan r nya sebesar (178 unit) , air filter q0 nya sebesar (68 unit) dan r nya sebesar(24 unit), oil filter q0 nya sebesar (388 unit) dan r nya sebesar (188 unit), filter AC q0 nya sebesar (93 unit) dan r nya sebesar(55 unit), brake fluid  q0 nya sebesar (280 unit) dan r nya sebesar (89 unit) dan v-belt q0 nya sebesar (118 unit) dan r nya sebesar (24 unit). Kata kunci : Persediaan, Spare Part, Continuous Review