cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BIOETANOL DARI LIMBAH LEDRE SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM TERHADAP KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG YAMAHA MIO SOUL TAHUN 2011 RUSMANU HADI, FANIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi, produksi sepeda motor dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini menyebabkan penggunaan bahan bakar akan semakin meningkat dan cadangan bahan bakar minyak di bumi akan cepat habis. Untuk itu, perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai pengganti BBM. Salah satu bahan bakar alternatif yang dapat digunakan adalah bioetanol dari limbah ledre. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar campuran premium pada mesin dapat meningkatkan kinerja mesin dan menurunkan emisi gas buang, misalnya pencampuran premium dengan bioetanol. Tujuan penelitian  ini  untuk mengetahui karakteristik campuran bioetanol dari limbah ledre dengan premium dan pengaruh penggunaannya terhadap kinerja mesin dan emisi gas buang. Objek penelitian ini mesin Yamaha Mio Soul Tahun 2011. Bioetanol dicampurkan dengan premium dengan komposisi E2,5; E5; E7,5; E10; E12,5; E15. Pengujian kinerja mesin menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standar pengujian SAE J1349 dan pengujian emisi gas buang menggunakan metode free running acceleration berdasarkan standar ISO 11614:1999 yang tertera pada SNI 19-7118.2-2005. Diantara campuran E2,5; E5; E7,5; E10; E12,5; E15 yang terbaik dihasilkan pada campuran E10. Jika E10 dibandingkan dengan premium kinerja mesin E10 lebih baik dari pada premium karena pada kondisi optimum daya efektif meningkat sebesar 3,46%, konsumsi bahan bakar menurun sebesar 18,39%. Pada putaran idle penurunan kadar emisi CO sebesar 0,22% vol, emisi CO2 meningkat sebesar 9,00% vol, dan kadar emisi HC turun sebesar 96 ppm. Berdasarkan  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2006 maka kendaraan tahun pembuatan < 2010 ini masih dikatagorikan layak untuk digunakan, karena nilai CO < 5,5% dan HC < 2400 Kata Kunci: bioetanol limbah ledre, premium, kinerja mesin dan emisi gas buang.
PENGARUH PERUBAHAN SUDUT PITCH PADA BLADE TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN DARRIEUS TIPE-H DUA TINGKAT DENGAN PENGARAH ANGIN PADA KONDISI ANGIN REAL BUDI SETIAWAN, INTOYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan energi angin sebagai pembangkit listrik dengan menggunakan turbin angin darieus tipe-H dua tingkat dengan pengarah angin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unjuk kerja turbin angin darieus tipe-H dua tingkat dengan pengarah angin pada kondisi angin real.Variabel dalam penelitian ini adalah kecepatan angin dengan pengarah angin dan variasi pengaruh sudut pitch yaitu sudut 0°,10°,20°,30°,40°dan 50°.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik eksperimen.Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif kuantitatif. Dari hasil pengujian diketahui bahwa perubahan sudut pitch berpengaruh terhadap daya yang dihasilkan turbin angin pada kondisi angin real. Semakin besar sudut pitch maka daya yang dihasilkan akan semakin rendah. Daya terbesar adalah 6,1128 watt dengan kecepatan angin 5,56 m/s berada pada sudut pitch 0°. Perubahan sudut pitch juga berpengaruh terhadap efisiensi turbin angin pada kondisi angin real. Semakin meningkatnya sudut pitch maka penurunan efisiensi semakin besar. Efisiensi terbesar adalah 4,236879903% terletak pada sudut pitch 0°. Pengarah angin tidak berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin angin dikarenakan letak pengambilan data berada diantara dua gedung sisi kanan dan kiri sehingga laju angin hanya berhembus dari satu arah.    Kata kunci: Turbin angin, Sudut pitch, daya dan efisiensi
HUBUNGAN LUBANG UKURAN SARINGAN PADA MESIN PEMANEN PADI ZAAGA BN 120 AT DENGAN HASIL PENGGILINGAN FAUZUL KABIR, MOCHAMMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuntutan kebutuhan manusia mendesak pemikir untuk memecahkan masalah-masalah bagaimana meningkatkan produksi, meningkatkan produksi kerja sesuai dengan waktu yang tersedia. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan saringan  yang optimal untuk mesin pemanen padi ZAAGA BN120 AT. Metode yang digunakan aadalah metode eksperimen. Produk penelitian ini yaitu ukuran saringan yang digunakan dalam mesin pemanen padi ini yang paling efektif adalah ukuran saringan  4 x 30 mm dengan menghasilkan rata-rata jerami sebanyak 0,1 Kg. Produktivitas yang dihasilkan dari saringan dengan ukuran yaitu standar pabrik (7,5 x 62 mm) adalah 49.63 Kg,  4 x 30 mm adalah 49,90 Kg; 4 x 50 mm adalah 49,83 Kg; 5 x 30 mm adalah 49,80 Kg; 5 x 50 mm adalah 49,76 Kg; 6 x 30 mm adalah 49,70 Kg;dan 6 x 50 mm adalah 49,66 Kg. Ada hubungan positif lubang ukuran saringan pada mesin pemanen padi ZAAGA BN 120 AT dengan hasil penggilingan.   Kata Kunci: Mesin ZAAGA BN120AT , Ukuran Saringan, dan Hasil Penggilingan.
STUDI TEBAL CORE KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT E-GLASS DAN SERAT IJUK TERHADAP KEKUATAN IMPACT DENGAN MATRIK POLYESTER DWI PRISMANTO, GARIT
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit sandwich merupakan jenis komposit struktur, terdiri dari flat composite dan core. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan matriks polyester BQTN 157, serat e-glass, serat ijuk, katalis methyl ethyl keton peroxide dan polyurethane. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek variasi tebal core komposit sandwich terhadap kekuatan impact disertai mekanisme kegagalan akibat menerima beban impact. Struktur komposit sandwich ialah serat e-glass dan serat ijuk sebagai lamina, dan polyurethane sebagai core atau inti. Metode pembuatan komposit menggunakan hand lay-up dan cetak tekan (press mold). Pengujian impact menggunakan standart ASTM D 5942-96. Hasil dari masing-masing variabel dianalisis secara statistika menggunakan SPSS 23. Pengamatan visual dengan foto makro dilakukan untuk mengetahui bentuk mekanisme kegagalan akibat beban pengujian impact. Hasil penelitian komposit sandwich berpenguat serat e-glass dan serat ijuk dengan matrik polyester dengan tebal core polyurethane 5 mm, 10 mm, 15 mm, 20 mm, 25 mm didapat kekuatan impact maksimum pada tebal core 5 mm sebesar 0,1248 Joule/mm2 dan kekuatan impact terendah pada tebal core 20 mm sebesar 0,1039 Joule/mm2. Mekanisme kegagalan yang terjadi akibat pengujian impact berupa fiber pull out, delaminasi serta core shear.   Kata kunci : Komposit sandwich,  Tebal core, Serat e-glass, Serat ijuk, Kekuatan impact
ANALISIS KEPADATAN PADA PROSES PELAPISAN NIKEL KROM DENGAN VARIASI KUAT ARUS DAN LAMA PENCELUPAN BAJA ST 42 SUSANTO, AGUS
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroplating merupakan proses pelapisan bahan padat dengan logam lainnya menggunakan bantuan arus listrik melalui suatu elektrolit dengan tujuan memindahkan partikel logam pelapis ke material yang akan dilapisi. Elektroplating akan baik jika memperhatikan faktor kuat arus listrik dan waktu pencelupan proses elektroplating. Tujuan dari penelitian ini 1) mengetahui pengaruh arus dan waktu pencelupan terhadap kepadatan pada pelapisan nikel krom baja ST 42. 2) mengetahui arus listrik dan waktu pencelupan yang optimal terhadap kepadatan pada pelapisan nikel krom baja ST 42. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja St 42 dengan kadar karbon 0,23% yang merupakan baja karbon rendah. Bahan material berbentuk balok dengan panjang 100 mm, lebar 20 mm dan tinggi 5 mm. Proses elektroplating ini menggunakan kuat arus listrik 3, 4,  dan 5 ampere dengan waktu pencelupan 20, 26, dan 34 menit, serta dilakukan pengujian kepadatan dengan menggunakan alat mikroskop elektron untuk memperoleh gambar mikro strukturnya. Hasil pengukuran tingkat kepadatan permukaan dari penelitian ini didapatkan yaitu, ada pengaruh variasi arus dan waktu pencelupan. Nilai kepadatan terendah untuk pelapisan nikel adalah 0,895 μm pada variasi waktu 10 menit dengan arus 3 ampere sedangkan nilai kepadatan tertinggi adalah 2,62 μm. Untuk nilai kepadatan terendah pada pelapisan krom adalah 0,1055 μm, sedangkan nilai kepadatan tertinggi adalah 0,8245 μm. Kata Kunci: Baja St 42, Waktu Pencelupan,  Arus Listrik, Elektroplating, Kepadatan Pelapisan.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PENGGUNAAN SIDE SKIRT TERHADAP GAYA AERODINAMIS PADA MODEL MOBIL MENYERUPAI SEDAN CATUR PRASETIO, DIDIT
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobil merupakan salah satu alat transportasi yang semakin diminati masyarakat di Indonesia. Produsen mobil bersaing untuk menciptakan inovasi baru yang mampu bersaing. Salah satu aspek yang mulai diperhatikan oleh produsen mobil adalah aerodinamis bodi mobil, dengan cara menambahkan bodykit. Salah satu jenis bodykit adalah side skirt. Fungsi side skirt berdasarkan teori bahwa bagian bawah kendaraan akan membentuk ventury nozzle yang menghasilkan daerah tekanan rendah. Dengan daerah bertekanan rendah di bagian bawah mobil, maka kestabilan kendaraan akan mudah tercapai. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Objek penelitian adalah model mobil menyerupai sedan Honda Civic generasi 8. Penambahan variasi ground clearance pada side skirt : 145 mm, 135 mm, 125 mm, dan tanpa side skirt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh side skirt terhadap kestabilan kendaraan. Dalam penelitian ini yang akan diukur adalah distribusi tekanan (  pada permukaan atas (upper surface), bawah (lower surface) dan samping (side surface), nilai koefisien drag pressure ( ), koefisien lift pressure ( ), serta velocity profile ( ) di belakang dan samping model uji. Alat yang digunakan adalah wind tunnel, thermometer digital, pressure tap, pitot static tube, dan manometer digital. Hasil penelitian menunjukan dengan memvariasikan ground clearance pada side skirt cenderung menurunkan nilai distribusi tekanan ( ) pada bagian bawah model dan meningkatkan nilai distribusi tekanan ( ) pada bagian samping model. Koefisien lift pressure ( ) terbaik adalah pada variasi ground clearance pada side skirt 125 dan Re = 192.000 yakni 0,0411 atau turun -10,46% dari model yang tidak menggunakan side skirt. Sehingga stabilitas kendaraan akan bertambah baik. Pemasangan variasi cenderung menurunkan nilai koefisien drag pressure ( ). Penurunan koefisien drag  pressure ( ) terendah adalah pada variasi ground clearance pada side skirt 125 dan Re = 149.000 yakni  0,1176 atau turun -11,58% dari model yang tidak menggunakan side skirt. Pemasangan variasi berpengaruh pada meningkatnya velocity pofile ( ) di samping kendaraan model dan tidak seberapa  berpengaruh di tengah, dikarenakan side skirt berada disamping. Dengan meningkatnya defisit momentum aliran menyebabkan daerah wake semakin besar yang berpengaruh pada meningkatnya nilai koefisien drag pressure ( ). Kata Kunci: Side skirt, ground clearance, dan  kestabilan.
PENGARUH WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) MENGGUNAKAN CDI PROGRAMMABLE DAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP UNJUK KERJA MESIN SEPEDA MOTOR SUPRA X 125 R TAHUN 2011 HERI PURWANTO, RIYADI
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana transportasi umum di Indonesia masih kurang memadai dari segi kuantitas maupun kualitasnya, hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan pribadi setiap tahunya terutama sepeda motor. Banyak pengendara menginginkan unjuk kerja mesin kendaraanya mengalami peningkatan seiring dengan penggunaan bahan bakar dengan kualitas yang baik. Sistem pengapian adalah sistem yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar dalam silinder dengan tepat sesuai waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar pertalite dengan variasi waktu pengapian terhadap unjuk kerja mesin dan emisi gas buang. Objek dari penelitian ini adalah sepeda motor Supra X 125 R tahun 2011 menggunakan bahan bakar premium dengan waktu pengapian standar dan pertalite dengan variasi waktu pengapian 15°(standar), 17,5°, 20°, dan 22,5° sebelum TMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research), pengujian unjuk kerja mesin dilakukan dengan menggunakan metode full open throttle valve dengan standar pengujian SAE J1349 dan pengujian emisi gas buang dilakukan menggunakan standar pengujian SNI 19-7118.3-2005. Instrumen yang digunakan dalam penelitin ini adalah inertia chassis dynamometer, stopwatch, exhaust gas analyzer, dan fuel meter. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada variasi pengapian 17,5° sebelum TMA menggunakan bahan bakar pertalite menghasilkan unjuk kerja dan emisi gas buang yang paling baik. Unjuk kerja dan emisi gas buang pada pengapian 17,5° berbahan bakar pertalite  dibandingkan pengapian standar berbahan bakar premium adalah sebagai berikut: torsi rata-rata meningkat sebesar 1,89%, daya rata-rata meningkat sebesar 1,69%, konsumsi bahan bakar menurun sebesar 4,45%, emisi CO turun sebesar 16,82 %, emisi HC turun sebesar 16,54%, emisi CO2 meningkat sebesar 109,14%, dan emisi O2 turun sebesar 61,65%. Kata Kunci: Waktu pengapian, CDI programmable, unjuk kerja mesin, dan emisi gas buang.
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH RASIO PERBANDINGAN DIAMETER DAN TINGGI TURBIN ANGIN VERTICAL AXIS JENIS HELIKAL TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN Dwi Putra, Anton
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan Energi di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi itu sendiri. Sedangkan energi fosil yang selama ini merupakan sumber energi utama ketersediaannya sangat terbatas dan terus menipis. Untuk menghindari dampak ketergantungan dari energi fosil di atas maka diperlukan sumber energi terbarukan. Angin merupakan salah satu sumber energi yang terbarukan, karena energi angin ini tersedia secara alami di alam. Selain itu kecepatan angin di Indonesia yang berubah-ubah, dan arah angin yang datang dari segala arah, membuat penulis ingin melakukan analisis pada turbin angin yang dapat digunakan pada kondisi tersebut yaitu dengan turbin angin vertical axis. Objek dalam penelitian ini menggunakan turbin angin helikal dan menggunakan metode penelitian eksperimental dengan tiga macam variabel penelitian, yaitu kecepatan angin 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, variasi beban 100 gr, 200 gr, 300 gr, 400 gr, 500 gr, 600 gr, 700 gr, 800 gr, 900 gr, 1000 gr, dan variasi diameter turbin 30 cm dan tinggi 30 cm, diameter turbin 25 cm dan tinggi 36 cm, diameter turbin 36 cm dan tinggi 25 cm. Teknik analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daya dan efisiensi model turbin angin helikal dengan rasio perbandingan diameter dan tinggi turbin angin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Daya maksimal yang dihasilkan turbin angin helikal adalah 1.068 Watt dan efisiensi maksimal yang dihasilkan dari turbin angin helikal ini adalah 5,77 %, pada Beban 1000 gr, kecepatan angin 7 m/s pada rasio diameter 30 cm dan tinggi 30 cm. Kata Kunci: vertikal Aksis, Turbin Angin Helikal 
SIMULASI NUMERIK PENGARUH PENGGUNAAN SIDE SKIRT TERHADAP GAYA AERODINAMIS PADA MOBIL MENYERUPAI SEDAN Ainnur Rohman, Fadhli
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain body kendaraan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi aspek aerodinamika dari kendaraan yang sangat berpengaruh pada kestabilan kendaraan, karena kestabilan merupakan faktor penting untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kestabilan adalah dengan memasang komponen side skirt pada kendaraan. Fungsi side skirt menurut Hucho (1987) berdasarkan teori bahwa bagian bawah kendaraan akan membentuk ventury nozzle yang menghasilkan daerah tekanan rendah. Dengan daerah bertekanan rendah di bagian bawah mobil, maka kestabilan kendaraan akan mudah tercapai. Dalam penelitian ini, digunakan model mobil menyerupai sedan Honda Civic generasi ke-8. Penambahan side skirt ini memvariasikan ground clearance : 145 mm, 135 mm, dan 125mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh side skirt terhadap kestabilan kendaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics) ANSYS FLUENT 14.5. Dalam simulasi ini, digunakan model elemen mesh Tet/Hybrid Tgrid atau segitiga. Digunakan model turbulen k-epsilon realizable dengan variasi Reynolds Number 2,99 x 106; 4,28 x 106; dan 1,02 x 107. Data hasil yang dianalisa adalah Coefficient lift (CL), Coefficient drag (CD), velocity contour, velocity streamline, dan pressure contour. Dari hasil simulasi didapatkan pemasangan side skirt dengan variasi ground clearance dapat menghambat dan menghalangi udara menuju bagian samping kendaraan, sekaligus mengarahkan aliran udara ke arah belakang. Sehingga akan berdampak pada meningkatnya kecepatan aliran udara yang berbanding lurus dengan menurunnya tekanan udara pada bagian bawah kendaraan, sehingga menurunkan nilai Coefficient lift (CL). Dengan mempertimbangkan stabilitas kendaraan, pemasangan side skirt variasi ground clearance 125 mm dipilih sebagai variasi terbaik, karena mampu menurunkan nilai Coefficient lift (CL) paling besar yakni (-0,072) atau turun (-153%) dari model standar.   Kata kunci: Simulasi Numerik, Side Skirt, Ground Clearance, Karakteristik Aerodinamika.
RE-DESIGN TUBE CONDENSER PLTU UNIT 4 STUDI KASUS: PT PJB UP GRESIK Khoiriyah, Makhfidhotul
Jurnal Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JTM : Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Condenser adalah salah satu jenis heat exchanger yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja. Banyak masalah yang terjadi pada condenser misalnya kebocoran tube sehingga menimbulkan banyaknya plugging, vakum kondensor turun, air kondensat terkontaminasi, terjadinya fouling di dalam tube condenser dan korosi pada dinding condenser yang dapat menurunkan kinerja sistem dalam mentransfer panas sehingga keefektifannya menjadi berkurang. Oleh karena itu dilakukan re-design pada condenser PLTU Unit 4. Pada perancangan condenser ini, proses perhitungan dilakukan dengan menggunakan analisa termodinamika dan perpindahan panas menggunakan metode LMTD (Logaritmic Mean Temperature Difference) dengan variasi kecepatan dan diameter dalam tube condenser untuk mendapatkan dimensi baru dari condenser. Metode NTU (Number Transfer Unit) digunakan untuk analisa unjuk kerja kondensor yang telah dirancang. Perhitungan pressure drop juga dilakukan untuk mengetahui kerugian tekanan pada condenser. Hasil yang didapatkan pada perancangan (re-design) adalah geometri condenser dengan panjang 8,909 m, 2 laluan, jumlah tube 7568 buah, diameter shell 6,750 m, overall heat transfer coefficient 2387,110 W/m2.K, effectiveness 67,8%, pressure drop sisi tube 8499,439 Pa, dan pressure drop sisi shell 3012,522 Pa. Kedua pressure drop tersebut masih berada dalam allowable pressure drop yang diijinkan yaitu 180.000 Pa dan 8000 Pa. Kata Kunci: Redesign, tube condenser PLTU Unit 4 PJB UP Gresik, LMTD, NTU, Effectiveness, Pressure Drop, overall heat trasnfer.