cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PERFORMA MESIN DAN EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN BERBAHAN BAHAN BAKAR LPG DENGAN PENAMBAHAN GAS HHO NUMAN,
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi bahan bakar minyak dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Sementara cadangan minyak bumiIndonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan. Penggunaan bahan bakar pengganti bahan bakar minyak(BBM) dalam hal ini LPG (Liquified Petroluem Gas) diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional sertamenurunkan emisi gas buang motor bensin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahanbakar LPG dengan penambahan gas HHO pada motor bensin 1 silinder 4 langkah terhadap performa mesin dan emisigas buang. Standar pengujian performa mesin yang digunakan ialah SAE J1349 dengan katup terbuka penuh, sementarauntuk standar pengujian emisi gas buang digunakan standar SNI 19 ? 71118. 3 ? 2005 dengan putaran mesin yangdivariasikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada pengunaan LPG maupun LPG denganpenambahan gas HHO, terjadi penurunan pada performa mesin, konsumsi bahan bakar, dan menurunkan emisi CO danHC yang dihasilkan.
ANALISA KEAKURASIAN ENGINE WATER BRAKE DYNAMOMETER ARDIANTO, ALFIAN
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa suatu motor pembakaran dalam sering kali dikaitkan dengan torsi dan daya mesin.Untuk melakukan pengukuran perfoma mesin digunakan alat yang dinamakan dynamometer. Dalamproses pengujian perfoma mesin perlu juga adanya sistem pendinginan karena pembebanandynamometer mengakibatkan panas. Water brake dynamometer adalah salah satu jenis dynamometeryang menggunakan air sebagai media pembebanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukurperforma mesin Yamaha F1Z-R Tahun 2000 dengan menggunakan engine water brakedynamometer.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah MesinYamaha F1Z-R Tahun 2000. Pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 DEC 80. Instrumendan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digital tachometer, temperature controller,sound level meter, exhaust gas analyzer, water pump, fuel meter, dan dynamometer. Analisis datamenggunakan metode deskritif kualitatif.Dari hasil pengujian engine waterbrake dynamometer baru, dibandingkan dengan enginewaterbrake dynamometer standar. engine waterbrake dynamometer baru dapat berfungsi secaraoptimal dan dapat dinyatakan akurat dengan engine waterbrake dynamometer standar. Terbukti darihasil pengujian torsi, daya (power), tekanan efektif rata-rata (mep), konsumsi bahan bakar spesifik(sfc), efesiensi thermal (?th).
RANCANG BANGUN ENGINE WATER BRAKE DYNAMOMETER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK PENGUJIAN PERFORMA MESIN WINARKO, ARIYO
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa suatu motor pembakaran dalam sering kali dikaitkan dengan torsi dan daya mesin. Untuk melakukan pengukuran perfoma mesin digunakan alat yang dinamakan dynamometer. Dalam proses pengujian perfoma mesin perlu juga adanya sistem pendinginan karena pembebanan dynamometer mengakibatkan panas. Water brake dynamometer adalah salah satu jenis dynamometer yang menggunakan air sebagai media pembebanan. Tujuan rancang bangun bangun ini adalah untuk mengetahui performa mesin Yamaha F1Z-R Tahun 2000 dengan menggunakan engine water brake dynamometer.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah mesin sepeda motor Yamaha F1Z-R Tahun 2000. Pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 DEC 80. Instrumen dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digital tachometer, electronic temperature controller, sound level meter, exhaust gas analyzer, water pump, fuel meter, dan dynamometer. Analisis data menggunakan metode deskritif kualitatif.Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah dapat diketahui rancang bangun water brake dynamometer dan getaran maksimum yang dihasilkan water brake dynamometer baru yaitu pada putaran mesin 6500 rpm sebesar 34.45 m/s2 sedangkan pada water brake dynamometer standar getaran maksimal yang dihasilkan yaitu pada putaran mesin 6500 sebesar 33.82 m/s2 sehingga water brake dynamometer baru mengalami peningkatan getaran dengan presentase sebesar 1.86% dibandingakan dengan water brake dynamometer standar.
STUDI KOMPARASI PERFORMA MOTOR YAMAHA JUPITER MX 2010 BERBAHAN BAKAR BIOPREMIUM DENGAN PERTAMAX PUSPITASARI, INDAH
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi BBM subsidi di berbagai daerah terus mengalami kenaikan dan melampaui kuota yang ditetapkan. Salah satu faktor membengkaknya konsumsi BBM subsidi, terutama jenis Premium dan Solar adalah laju pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang tidak signifikan. Langkah konkret baru diambil pemerintah pada akhir 2011, pemerintah mulai mempersiapkan pembatasan pemakaian BBM bersubsidi. Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, para pengguna BBM bersubsidi diharuskan berpindah ke BBM non subsidi, untuk kendaraan bermesin bensin harus menggunakan pertamax atau pertamax plus. Tetapi hal ini masih menjadi kendala bagi masyarakat karena harga pertamax yang masih sangat mahal. Dalam menyikapi hal ini diperlukan bahan bakar alternatif yang lebih murah yaitu campuran antara bioethanol plus premium atau lebih di kenal dengan biopremium. Penelitian ini bermaksud untuk mengkomparasikan performa motor Yamaha Jupiter MX tahun 2010 yang berbahan bakar biopremium dengan pertamax. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah pertamax (kelompok standart) dan kelompok eksperimen meliputi biopremium E5, E10, E15, dan E20. Sedangkan untuk bioethanol berasal dari tetes tebu dengan kadar etanol 96% diperoleh dari toko kimia PT. Brataco jalan Tidar no. 89 Surabaya yang merupakan produksi dari PTPN XI. Langkah awal sebelum bahan diujikan adalah mencampur premium dengan bioethanol dengan cara di blending kemudian proses pemisahan kadar air. Analisa data dilakukan dengan metode deskripsi dengan rpm pada beban penuh (Full Open Throtle Valve) dengan posisi transmisi top gear yang berpedoman pada standart SAE J1349. Berdasar hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan biopremium E20 pada motor Yamaha Jupiter MX 2010 lebih baik dibandingkan dengan pertamax dari segi performa motor. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan torsi optimal menjadi 1,11 kgf.m dengan peningkatan sebesar 15,22% pada 4500 rpm dan 15,08% pada 5000 rpm. Daya efektif optimal menjadi 9,90 PS dengan peningkatan sebesar 19,59% pada 7000 rpm. Konsumsi bahan bakar spesifik optimal menjadi 0,069 kg/PS.jam dengan penurunan sebesar 15,23% pada 4000 rpm. Tekanan efektif rata-rata optimal menjadi 2,59 kg/cm² dengan peningkatan sebesar 16,29% pada 4500 rpm.
STUDI KOMPARASI EMISI GAS BUANG MOTOR YAMAHA JUPITER MX 2006 BERBAHAN BAKAR ANTARA BIOPREMIUM DENGAN PERTAMAX ISTRI DEWI YULIANTARI, COKORDA Istri Dewi
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat polusi udara khususnya di Kota Surabaya sudah dalam taraf yang mengkhawatirkan. Penyebab utama polusi yang tinggi, 96% berasal dari kendaraan bermotor. Sumber emisi terbesar adalah CO sebanyak 5.500.000 ton/tahun dari sumber Transportasi (96 persen), dan HC yang bersumber dari transportasi memberikan kontribusinya 310.000 ton/tahun. Setiap tahun jumlah kendaraan bermotor di Indonesia khususnya di Surabaya selalu meningkat dan hal tersebut tidak lepas akan penggunaan bahan bakar fosil yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak, yaitu bahan bakar nabati atau bioethanol yang bisa mengurangi pencemaran lingkungan (emisi) dan bersifat renewable (dapat diperbarui).Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang kendaraan dengan menggunakan campuran premium dengan bioethanol yang memiliki kadar kemurnian 96% dan dibandingkan dengan emisi gas buang yang menggunakan pertamax. Variabel bebas yang digunakan adalah biopremium mulai dari E5, E10, E15, dan E20. Sedangkan variabel kontrol meliputi putaran mesin stasioner (1.500 rpm), start mulai 3.000 rpm sampai 8.500 rpm dengan range putaran 500 rpm pada mesin 4 langkah, pengujian dilakukan dengan Rpm beban penuh (Full Open Throtle Valve), transmisi pada posisi top gear, biopremium, suhu mesin pada suhu kerja (60-70 °C), Mesin Yamaha Jupiter MX 2006. Pengujian sesuai dengan standart pengujian emisi gas buang menurut ISO 3930/OIML R-99. Untuk variabel terikat yaitu melihat tingkat polutan dari kadar emisi gas buang yang ditimbulkan yaitu CO, HC, CO2 dan O2. Penelitian dilakukan di Bengkel Sumber Makmur Abadi Motor/PT.Fuboru Indonesia.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kandungan bioethanol pada premium dapat meningkatkan konsentrasi CO2 dan menurunkan konsentrasi CO, HC dan O2 dibandingkan dengan bahan bakar pertamax pada putaran idle. Emisi CO dan HC terhadap putaran mesin maupun lamda, biopremium E20 yang terendah dibandingkan dengan biopremium lainnya. Biopremium E20 dibandingkan dengan pertamax pada putaran 3000-8500 rpm jauh lebih rendah dengan CO pada putaran 8500 rpm sebesar 1,468 %vol sedangkan pertamax sebesar 7,647 %vol, sedangkan konsentrasi HC pada biopremium E20 sebesar 511 ppm dan pertamax sebesar 700 ppm. Untuk perbandingan biopremium yang optimal berada pada biopremium E15 dengan melihat parameter CO2 dan O2. Perbandingan biopremium E15 dengan pertamax yang optimal pada putaran 3000-8500 lebih besar biopremium E15 dengan konsentrasi CO2 sebesar 6,943 %vol dan untuk konsentrasi O2 lebih rendah sebesar 10,140 %vol.
ASSEMBLING TRANSMISI OTOMATIS CVT (CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) PADA MESIN SEPEDA MOTOR SUZUKI SKYDRIVE TAHUN 2010 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTEK PENGUJIAN PERFORMA MESIN RAMADHAN, ARDY
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia otomotif yang semakin berkembang menuntut perubahan agar alat transportasi lebih baik,tidak hanya pada mesinnya yang irit bahan bakar melainkan juga pada tingkat kenyamanan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hasil rancang bangun pembuatan media pembelajaran sistemtransmisi otomatis CVT pada mesin Suzuki Skydrive tahun 2010. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah mesin Suzuki Skydrive tahun 2010. Pengujian getaranberdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor KEP. 51/MEN/1999. Instrumen dan alat yangdigunakan dalam penelitian ini adalah vibration tester. Analisis data menggunakan metode deskritifkuantitatif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah dapat menghasilkan sebuah assemblingmedia pembelajaran transmisi otomatis CVT mesin Suzuki Skydrive tahun 2010 dengan material yangsesuai. Sehingga didapatkan perbandingan getaran rangka meja dudukan mesin terbesar yang dihasilkanoleh roller weight 15 gram sebesar 208,50 m/s2, roller weight 12 gram sebesar 205,50 m/s2, roller weight9 gram sebesar 201,44 m/s2, dan roller weight 7 gram sebesar 187,88 m/s2.
PENGARUH JENIS PENGADUK HELICAL-RIBBON,DAN DAYUNG (PADDLE) TERHADAP HASIL PRODUK SABUN CUCI CAIR EFENDI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai hasil survey yang dilakukan di UKM pembuat sabun cuci, salah satu prosesnya yaitu pengadukanbahan masih dikerjakan secara manual. Dari segi pengerjaan manual itu,untuk pembuatan sabun cucimembutuhkan waktu yang relatif lama ± 30 menit dalam proses pengadukan dan menghilangkan busa. Hal inimenyita waktu, tenaga, dan jumlah tenaga pekerja yang dibutuhkan juga banyak, sehingga produktivitas tidakmaksimal. Melihat permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk membahasnya dalam Tugas Akhir (TA)ini, yang mana kami akan membahas tentang Pengaruh Jenis Pengaduk Helical ? Ribbon, Dan Dayung ( Paddle) Terhadap Hasil produk Sabun Cair. Untuk metode perencanaan mekanisme mesin pengadukan bahan bakusabun. 1) Menentukan perhitungan kapasitas mesin. 2) Menentukan daya motor yang dipakai. 3) Menentukanjenis pengaduk 4) Menentukan diameter poros berserta perhitungan yang berhubungan poros penghubung.
UJI PERFORMA PENGGUNAAN BIOETANOL DARI LIMBAH PEPAYA SEBAGAI CAMPURAN PREMIUM PADA MOTOR JUPITER MX SHODIQIN, IMAM
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUji Performa Penggunaan Bahan Bakar Bioetanol dari Limbah Buah Pepaya sebagai Campuran Premium pada Motor Yamaha Jupiter MX.Skripsi Program S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya 2013.Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor diikuti semakin meningkatnya jumlah konsumsi bahan bakar. Kenyataannya, ketersediaan bahan bakar minyak bumi semakin mengalami penurunan. Bahan bakar yang berasal dari minyak bumi tidak bisa diperbaharui. Untuk itu perlu adanya bahan bakar alternatif yaitu bahan bakar nabati atau bioetanol. Bioetanol diperoleh dari limbah buah papaya dengan memfermentasikan karbohidrat dan yang terkandung di dalamnya. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar pada mesin pembakaran dalam dapat meningkatkan kinerja mesin.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, obyek penelitian adalah sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan bahan bakar bioetanol. Dengan menggunakan putaran mesin 3000 rpm - 8500 rpm dengan rentan 500 rpm. Penelitian ini menggunakan metode pengujian kecepatan berubah pada katup karburator terbuka penuh (Full Open Throttle Valve) dengan posisi transmisi penuh yang berpedoman pada standar SAE J 1349. Bahan bakar yang digunakan adalah E0, E10, E15, E20, dan E25. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan data yang diperoleh, kemudian dijelaskan dalam bentuk kalimat sederhana yang mudah dipahami.Hasil pengujian menunjukkan bahwa, bahan bakar biopremium (E10, E15, E20, dan E25) lebih baik dari hasil pengujian dengan premium yang dilihat dari kinerja mesin yang dihasilkan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil torsi sebesar (1.017 kgf.m; 1.074 kgf.m; 1.078 kgf.m; dan 1,108 kgf.m) pada putaran 5000 rpm lebih baik dari hasil torsi sebesar 0.989 kgf.m pada putaran 5000 rpm, hasil daya efektif sebesar (8,948 PS; 9,379 PS; 9,734 PS; dan 9,835 PS) pada putaran 7000 rpm lebih baik dari hasil daya efektif sebesar 8.593 PS pada 6500 rpm, hasil bahan bakar spesifik sebesar (0.074 kg/PS.jam pada 5500 rpm, 0.07 kg/PS.jam pada 4500 rpm, 0.068 kg/PS.jam pada 6000 rpm, dan 0.065 kg/PS.jam pada 6000 rpm) lebih baik dari hasil konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0.081 kg/PS.jam pada 5000 rpm, hasil tekanan efektif rata-rata sebesar (2,382 kg/cm2; 2,518 kg/cm2; 2,526 kg/cm2; dan 2,594 kg/cm2) pada putaran 5000 rpm lebih baik dari hasil tekanan efektif rata-rata sebesar 2,323 kg/cm2 pada 5000 rpm, dan hasil efisiensi termal sebesar (92.698% pada 5500 rpm; 106.213% pada 4500 rpm; 118.693% pada 6000 rpm; dan 134.894% pada 6000 rpm) lebih baik dari hasil efisiensi termal sebesar 88.247% pada 5000 rpm. Dari bahan bakar biopremium, maka didapatkan hasil torsi, daya, konsumsi bahan bakar efektif, tekanan efektif rata-rata dan efesiensi termal yang optimum terdapat pada penggunaan bahan bakar biopremium (E25)
PENGUJIAN TRANSMISI OTOMATIS CVT MESIN SEPEDA MOTOR SUZUKI SKYDRIVE TAHUN 2010 KHAFID KURNIAWAN, MOCHAMMAD Khafid
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbandingan putaran pulley primary dengan pulley secondary pada sepeda motor bertransmisi otomatis sangat dipengaruhi oleh berat roller pada CVT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur putaran mesin Suzuki Skydrive tahun 2010 dengan menggunakan variasi berat roller 15 gram (standart), 12 gram, 9 gram, dan 7 gram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah mesin Suzuki Skydrive tahun 2010. Pengujian tingkat kebisingan berdasarkan SAE J1287 yaitu surface vehicle standart ?Measurement of Exhaust Sound Levels of Stationary Motorcyles. Instrumen dan alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah digital tachometer, stopwatch, fuel meter, thermometer, hygrometer, humiditymeter, anemometer, blower, dan sound level meter. Analisis data menggunakan metode deskritif kuantitatif. Dari penelitian diketahui bahwa penggunaan roller weight di bawah standar (12 gram) dapat meningkatkan perbandingan putaran mesin pada putaran 8000 rpm sebesar 0,38%, penggunaan roller weight di bawah standar (9 gram) dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar pada putarn 8000 rpm sebesar 60,76%, sedangkan penggunaan roller weight di bawah standar (7 gram) dapat mengurangi tingkat kebisingan pada putaran 8000 rpm sebesar 3,45%
PENENTUAN JUMLAH PIT YANG OPTIMAL PADA BENGKEL SERVIS SEPEDA MOTOR YAMAHA YSS 10081 SURABAYA MUBAROK, FUAD
Jurnal Teknik Mesin JTM : Volume 01 Nomer 02 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan bertambahnya produk Yamaha yang terus mengalami peningkatan maka banyak orang membuka usaha jasa servis yaitu berupa bengkel resmi Yamaha maupun bengkel-bengkel tidak resmi. Untuk menciptakan bengkel yang berhasil, maka haruslah memperhatikan kebutuhan dan kepuasan pelanggan (costumer satisfaction). Karena itu dapat mempengaruhi tingkat pendapatan bagi pemilik bengkel umum otomotif, bahkan berhasil atau tidaknya usaha bengkel tersebut. Salah satu kepuasan pelanggan adalah pelayanan yang cepat, dan tidak antri terlalu lama. Untuk mencapai hal itu bengkel harus mempunyai tempat servis tiap motor (pit) yang banyak dengan peralatan memadai, sedangkan untuk penyediaan  pit  yang banyak butuh modal dan biaya yang besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini akan dilakukan di Bengkel Resmi Yamaha YSS 10081. Tahap-tahap yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian yaitu study pendahuluan, tinjauan pustaka, identifikasi masalah dan penetapan tujuan, pengumpulan data, pengolahan data, analisis dan pemecahan masalah, sampai pada tahap akhir yakni kesimpulan dan saran. Dari  penelitian  yang  telah  dilakukan selama delapan jam kerja di dalam sepuluh hari dibengkel resmi Yamaha YSS 10081 Surabaya, diperoleh data jumlah rata-rata pelanggan selama sepuluh hari adalah 16,4 pelanggan, data waktu kedatangan pelanggan dan waktu servis kendaraan  mulai hari ke-1 sampai dengan hari ke-10 memperoleh hasil rata-rata tingkat kedatangan pelangan sebesar 2,84/jam dan rata-rata tingkat pelayanan sebesar 2,47/jam. Kemudian data tersebut digunakan dalam menentukan jumlah rata-rata pelanggan yang menunggu dalam sistem antrian (L_q) dan rata-rata satu pelanggan menunggu dalam sistem antrian (L_s). Kemudian hasil tersebut digunakan untuk penguraian necessary condition ditambah dengan rata-rata pendapatan mekanik tiap satu bulan sebesar Rp. 1.500.000,- dan Rata-rata biaya servis setiap sepeda Rp. 30.000,- /unit maka diperoleh jumlah pit yang optimal sebesar 4 buah unit.

Page 4 of 57 | Total Record : 563