cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
KAJIAN PERGERAKAN ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK DENGAN 4DOF DAN BEBAN MAKSIMUM 9 KG WIJAYA, SATRIA
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi dari robot di dunia yang serba teknologi ini sudah tidak diragukan lagi. Robot lengan atau yang lebih dikenal dengan robot manipulator adalah salah satu jenis robot yang paling banyak digunakan di dunia industri sebagai pengganti tenaga manusia dan memiliki fungsi masing-masing tergantung pada program yang ditanamkan dalam dirinya. Penelitian ini termasuk jenis simulasi yang dilakukan untuk menganalisa kinerja robot lengan 4 DOF dengan beban maksimal 9 Kg dan menggunakan penggerak pneumatik berbasis sistem FluidSIM. Diawali dengan melakukan perhitungan, lalu membuat sirkuit untuk menentukan komponen penyusun dan membuat wiring diagram di software FluidSIM Pneumatic sebelum dilakukan analisa. Gaya yang bekerja pada silinder 1 (base) robot lengan 130kgf, silinder 2 (body) 115kgf, silinder 3 (arm) 105kgf dan silinder 4 (gripper) 95kgf. Dengan 4 buah silinder tersebut, kapasitas udara yang dibutuhkan pada saat slinder maju adalah 43.35 liter dan mundur 7.77 liter, jadi total kapasitas udara untuk 1 kali kerja sistem pneumatik ini adalah 51.12 liter. Melihat hasil grafik yang muncul di software FESTO Fluid-SIM Pneumatic waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali proses memindahkan benda kerja membutuhkan waktu 7,2 detik, dengan respawn time gerakan pertama silinder base dengan silinder arm adalah 1,1 detik, respawn time silinder body dengan silinder gripper adalah 0,4 detik dan respawn time gerakan kedua silinder base dengan silinder arm adalah 1,6 detik, respawn time silinder body dengan silinder gripper adalah 0,4 detik. Kata kunci: Festo FluidSIM, Sistem Pneumatik, Robot Lengan. 
LAJU KOROSI SEA CHEST GRATE GALVANIS TERHADAP VARIASI WAKTU DAN SALINITAS AIR LAUT JUANG SULAIMAN PUTRA HIDAYAT, BARY
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara kepulauan, Transportasi air (kapal) merupakan sarana penting yang menghubungkan banyak tempat di negara ini. Sea chest merupakan bagian penting kapal yang berfungsi untuk mengalirkan air laut ke dalam kapal sehingga kebutuhan sistem air laut dapat dipenuhi. Sea chest grate merupakan saringan terluar dari sea chest sebagai pelindung untuk mencegah masuknya benda-benda yang tidak dikehendaki dalam proses desalinasi, terbuat dari material baja galvanis. Sea chest selalu terendam air laut sehingga sangat rentan mengalami korosi. Masalah tersebut yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian uji laju korosi material baja galvanis pada media air laut. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium bahan bakar dan pengujian material dilakukan di laboratorium FMIPA UNESA dengan menggunakan baja galvanis tipe B dengan ukuran panjang = 50 mm,  lebar = 81,64 mm, tinggi = 2 mm, menggunakan metode kehilangan berat sesuai ASTM G31 – 72 dengan menggunakan air laut Surabaya, Gresik dan Lamongan dan waktu 12, 24, 48 dan 168 jam. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik, dan deskriptif kualitatif dengan foto mikro. Hasil penelitian menunjukkan laju korosi terbesar pada air laut Lamongan dengan salinitas 29‰ dan variasi waktu 12 jam sebesar 0,3139 mmpy, laju korosi terkecil pada variasi waktu 168 jam sebesar 0,0440 mmpy. Air laut Gresik mengalami laju korosi yang cukup tinggi dengan salinitas 25‰ variasi waktu 12 jam sebesar 0.2273 dan laju korosi terkecil pada variasi waktu 168 sebesar 0,0331 mmpy. Sedangkan air laut surabaya (salinitas 10‰) mengalami laju korosi yang rendah dari air laut Lamongan dan Gresik dengan variasi waktu 12 jam sebesar 0,2091 mmpy dan terkecil dengan variasi waktu 168 jam sebesar 0,0303 mmpy. Kata kunci: laju korosi, sea chest, baja galvanis, ASTM G31 – 72.
PREVENTIVE MAINTENANCE DALAM PENGOPTIMALAN DOWN_TIME MESIN EDGING DENGAN MENGGUNAKAN METODE AGE_REPLACEMENT DI PT. MITRA ANUGRAH GEMILANG NGORO INDUSTRI TRIWIDIGDO, SADDAM
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin Edging khususnya pisau trimming pada PT. Mitra Anugerah Gemilang Ngoro Industri Mojokerto merupakan mesin dalam katerori critical machine ketika mesin mati baru dilakukan perbaikan sehingga dapat mengganggu proses produksi yang berhimbas pada meningkatnya biaya down time yang harus dikeluarkan pabrik untuk proses perbaikan berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data dimulai bulan Februari 2012 sampai Bulan Juni 2017 di PT.Mitra Anugrah Gemilang Ngoro Industri Mojokerto sebanyak 30 data waktu antar kerusakan. Pengolahan data dengan menggunakan software Minitab16 dan Laju ditribusi yang digunakan adalah Distribusi Lognormal dari hasil pengujian Anderson Darling dengan confiden levelnya 95%. Setelah dilakukan penentuan distribusi data langsung menentukan waktu optimal dengan menggunakan metode age replacement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval waktu yang diperoleh yaitu 46 hari dengan nilai down time 0,2555556 dengan total biaya perawatan sebesar Rp. 119.237,- dengan tingkat keandalan sebesar 74,14 %. Dengan sebelum menggunakan metode age replacement  didapat biaya pergantian karena kerusakan (Cf) sebesar Rp.1.545.878,- dengan waktu yang digunakan 0,867 menit dan diperoleh perbaiakan selama 5 tahun sebesar 30 kali sedangkan dengan menggunakan metode age replacement dengan biaya pergantian karena perawatan (Cp) sebesar Rp.1.085.555,- dengan waktu yang digunakan 0,5 menit maka dengan waktu optimal 46 hari didapatkan pergantian sebanyak 36 kali.  Penghematan setelah menggunkan metode age replacement sebesar Rp. 7.296.000,- dengan tingkat keandalan 74,14 % dimana lebih besar dari pada tingkat keandalan perusahan yang hanya sebesar 65% dan total penghematan sebesar 15,73 % oleh karena itu dengan menggunakan metode age replacement jadwal perawatan lebih bisa diprediksi serta tidak mengganggu jadwal produksi serta masih terbilang masih ekonomis. Kata kunci: Critical Machine , Age Replaemnt , Interval Waktu  
ANALISA VARIASI TEGANGAN DAN WAKTU PELAPISAN LOGAM NIKEL TERHADAP PROSES PENGUJIAN TARIK MATERIAL RUJI  (SPOKE) ARISTA, PANDU
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja karbon rendah adalah salah satu material teknik yang sering digunakan dalam bidang industri otomotif dan konstruksi terutama pada ruji (Spoke). Seiring berjalannya waktu material tersebut ditemui kerusakan dan kegagalan mekanis dalam penggunaannya yang diakibatkan pembebanan yang berulang maupun kurangnya peninjauan ulang dalam kekuatan mekanis material tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material itu bertahan dalam pemakaiannya. Pada penelitian terdahulu bahwa pelapisan dapat memperbaiki sifat mekanik pada suatu material. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan dan waktu pelapisan terhadap kekuatan tarik pada material. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi waktu pelapisan 10 menit, 15 menit, 20 menit, dan variasi tegangan 4 volt, 6 volt, 8 volt, sedangkan variabel terikatnya adalah pengujian tarik. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan standar ASTM E-8M. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat. Hasil penelitian ini diperoleh nilai uji tarik tertinggi adalah dengan variasi tegangan  6 V dengan waktu lama pencelupan pelapisan 20 menit sebesar 176,59 Kgf/mm2 dengan hasil serapan nikel terbaik pada hasil foto mikronya dan spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit adalah dengan variasi tegangan  4 V dengan waktu lama pencelupan pelapisan 10 menit sebesar 168,73 Kgf/mm2 dengan hasil ketebalan lapisan yang tipis pada hasil foto mikronya. Pada hasil uji tarik dan foto mikro menunjukan bahwa semakin lama proses pencelupan maka semakin tebal lapisan yang nikel yang menempel namun semakin tinggi tegangan maka tidak menjamin hasil yang optimal pada kekuatan tariknya.   Kata kunci : Ruji (spoke), baja karbon rendah, waktu pelapisan, tegangan listrik,  pengujian tarik, pelapisan logam.
PERENCANAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE LOTTING DI PT. OMETRACO ARYA SAMANTA Jaya Wardana Dasilva, Andika
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap perusahaan dituntut untuk semakin berkembang dan bersaing memproduksi produk yang berkualitas, bermutu serta dapat diandalkan guna memuaskan permintaan para konsumen. PT. Ometraco Arya Samanta adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konstruksi yang mengerjakan pembuatan kerangka baja dan kontruksi sipil. Dalam penerapannya PT.OAS belum menentukan adanya metode yang sesuai dalam kebijakan persediaan bahan baku plat baja yang dapat berakibat terjadinya hambatan pada proses produksi dan pembengkakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan bahan baku dari produk AMS-5 yaitu plat baja ukuran 6,10 dan 25 mm dengan metode lotting yang menghasilkan efisien dan menghasilkan biaya minimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang bersifat kuantitatif. Analisis data didapat dari hasil perbandingan metode lotting Wagner-Within (WW), Silver-Meal (SM), dan Part-Period Algorithm (PPA). Peramalan menggunakan empat metode yaitu Moving Average (MA), Weight Moving Average (WMA), Exponential Smooting (ES) dan Regresi Linier. Menganalisa kesalahan metode menggunakan Mean Square Of Error (MSE). Hasil peramalan di tahun 2017, plat 6 mm menggunakan metode Moving Average (MA), plat 10 mm menggunakan metode Regresi Linier, dan plat 25 mm menggunakan metode Weight Moving Average (MWA). Hasil penelitian diperoleh metode lotting, Wagner-Within mengeluarkan biaya sebesar Rp 10.800.000.000 sampai Rp 42.000.000.000, Silver-Meal mengeluarkan biaya sebesar Rp 6.802.000.000 sampai Rp 30.014.000.000, sedangkan Part Period Algorithm mengeluarkan biaya sebesar Rp 6.743.000.000 sampai Rp 32.172.000.000. Perusahaan disarankan menggunakan metode Silver-Meal pada plat 10 mm dan 25 mm dan metode Part-Period Algorithm pada plat 6 mm agar perusahaan dapat menyimpan biaya berlebih dari biaya pemesanan bahan baku. Kata Kunci: Bahan Baku, AMS-5, Within-Wagner (WW), Silver-Meal (SM), Part-Period Algorithm (PPA).
STUDI PERBANDINGAN EFEKTIFITAS HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE DENGAN HELICAL BAFFLE DAN DOUBLE SEGMENTAL BAFFLE Bagus Kurniawan, Laili
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan baffle pada Heat exchanger tipe shell and tube bertujuan untuk meningkatkan laju perpindahan panas yang terjadi antara fluida kerja dengan cara menimbulkan swirling flow pada sisi shell.  Double segmental baffle memiliki potensi pressure drop dan heat transfer rate yang lebih rendah dari single segmental baffle. Helical baffle memiliki heat transfer rate dan pressure drop yang moderate. Maka dari itu diperlukan penelitian lebih lanjut tentang efektifitas antara double segmental baffle dengan helical baffle yang sama-sama memiliki pressure drop yang lebih rendah jika dibandingkan dengan single segmental baffle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas heat exchanger tipe shell and tube dengan double segmental baffle dan menggunakan helical baffle. Pada penelitian eksperimen ini, menggunakan metode analisis data statistika deskriptif. Analisis pada penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data menggunakan alat ukur pressure gauge, thermocontrol, dan flowmeter, hasil dari pengukuran dimasukkan dalam tabel, kemudian dihitung secara teoritis dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Analisis ini dipakai untuk mengetahui bagaimana alat ini bekerja pada keadaan optimal. Didapatkan hasil dari penelitain ini nilai efektivitas dari shell and tube heat exchanger yang menggunakan baffle double segmental adalah sebesar 29,51%. sedangkan variasi baffle helical adalah sebesar 34,89%. Nilai pressure drop dari shell and tube heat exchanger yang mengunakan variasi tipe baffle double segmental adalah sebesar 14.478,98Pa. sedangkan nilai pressure drop dari shell and tube heat exchanger yang mengunakan variasi tipe baffle helical adalah sebesar 7.356,7Pa.
PEMANFAATAN LIMBAH PADUAN PUCUK TEBU, KULIT NANAS DAN BATANG JAGUNG SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN BIOETANOL SANDI PUTRA, TRIO
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Indonesia Energy Outlook tahun 2016, dalam 14 tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak dan gas , total konsumsi BBM meningkat dari 315 juta Setara Barrel Minyak  (SBM) pada tahun 2000 menjadi 308 juta SBM pada tahun 2014. Sehingga diperlukan energi terbarukan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar bensin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pucuk tebu, kulit nanas dan batang jagung sebagai bahan baku bioetanol. Dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kuantitaf. Bahan baku pucuk tebu, kulit nanas dan batang jagung 100 gram, berat ragi (6, 8, 10, 12 gram), waktu fermentasi (2, 4, 6, 8 hari) dan volume air (1250, 1500, 1750, 2000 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan terbaik yaitu berat ragi 10 gram, waktu 4 hari dan volume air 1500 ml dengan kadar bioetanol 10%, dengan distilasi 5 kali mencapai kadar bioetanol 96,5%. Hasil uji laboratorium menyatakan kadar bioetanol 96,5%, metanol 0,002787 %-v, air 0,2632 %-v, tembaga 0,0067 mg/L, keasaman sebagai asam asetat 70,3 mg/L, tampakan clear, ion klorida tidak ada, belerang 0,00006 mg/L, getah 1,2 mg/100 ml, nilai kalor 5986 kkal/kg, titik nyala 30 ºC, titik tuang -50 ºC, densitas 0,8164 gr/cm3, viskositas 3,45 cPs, pH 7,77.                            Kata kunci: bahan bakar minyak, bioetanol, ragi (saccharomyces cerevisiae), sakarifikasi, fermentasi, distilasi.
UJI EKSPERIMEN TINGKAT KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA PEGAS JIS SUP 9 DENGAN METODE LAKU PANAS HARDENING DAN TEMPERING Dzulfikri Halimi, Ahmad
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Baja saat ini merupakan bahan yang sering di pakai dalam berbagai macam kegiatan industri baik dalam proses industri maupun sebagai komponen mesin, baja pegas merupakan salah satu  matrial komponen otomotif yang bahan dasarnya adalah baja karbon. Proses heat treatment yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki sifat mekanik dari logam maupun paduan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui pengaruh proses laku panas hardening dan tempering terhadap kekerasan ketangguhan baja pegas JIS SUP 9, Serta mengetahui strukturmikro hasil perlakuan tersebut. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja pegas karbon sedang standart jis grade SUP9. alat uji yang digunakan dalam penelitian ini berturut-turut adalah Charpy Testing, Rockwell Hardness tester, Olympus Metallurgycal Microscope. Adapun cara pengujian ini adalah, pada pengujian impak menggunakan   standar   ASTM   E23   pengujian   ini dilakukan dengan cara memukulkan bandul ke spesimen uji hingga patah, dan hasilnya bisa terlihat pada indikator pencatatan hasil, pengujian kekerasan menggunakan pengujian rockwell dengan standar ASTM E18. pengujian struktur mikro dilakukan dengan standar ASTM E3 cara melihat spesimen dibawah mikroskop Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat penggunaan variasi temperatur hardening SUP9. Nilai kekerasan tertinggi terjadi pada spesimen dengan temperatur hardening 860°C tempering 400°C. Nilai kekerasan rata-rata 49,1 HRC atau meningkat 40% dari spesimen raw material. Pada nilai ketangguhan peningkatan tertinggi pada temperatur 920°C temper 500°C dengan rata-rata 42,81 joule atau 227%, pada struktur mikro yang terbentuk pada raw material berupa ferrite dan  pearlit, sedangkan hasil pengaruh laku panas mengakibatkan munculnya struktur martensite temper, carbida dan austenit sisa .   Kata kunci baja pegas, proses laku panas  hardening dan tempering, uji kekerasan, uji impact dan struktur mikro
PENGARUH SALINITAS PADA AIR LAUT (PAITON DAN GRESIK) TERHADAP LAJU KOROSI PIPA API TEMBAGA (CU) Hidayatullah Mawardi, Taufik
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara yang  memiliki luas lautan yang sangat besar. Kita dapat memanfaatkan air laut untuk pembangkit listrik tenaga uap. Dalam prosesnya PLTU memerlukan Boiler atau ketel uap. Boiler adalah suatu bejana/wadah yang di dalamnya berisi air atau fluida lain untuk dipanaskan. Dalam sejarah tercatat berbagai macam jenis material digunakan sebagai bahan pembuatan boiler seperti tembaga (Cu), kuningan, dan besi cor.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium bahan bakar dan pengujian material dilakukan di laboratorium terpadu Universitas Negeri Malang dengan menggunakan pipa tembaga dengan ukuran panjang = 50 mm,  lebar = 12 mm, tinggi = 2 mm, menggunakan metode kehilangan berat sesuai ASTM G31 – 72 dengan menggunakan air laut  Gresik dan Paiton, waktu 6, 12, 18 dan 24 jam dan temperatur spesimen 100 0C. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik, dan deskriptif kualitatif dengan foto mikro.Hasil penelitian menunjukkan laju korosi terbesar pada air laut Gresik dengan salinitas 30‰ dan variasi waktu 18 jam sebesar 0,2617 mmpy, laju korosi terkecil pada variasi waktu 6 jam sebesar 0,2187 mmpy. Sedangkan Air laut Paiton mengalami laju korosi lebih rendah, dengan salinitas 27‰ variasi waktu 18 jam sebesar 0.2357 dan laju korosi terkecil pada variasi waktu 6 jam sebesar 0,1875 mmpy. Kata Kunci : Laju Korosi, Pipa Tembaga (Cu), Salinitas Air Laut
VARIASI MEDIA PENGKOROSI DAN WAKTU TERHADAP LAJU KOROSI PADA LOGAM BAJA RENDAH KARBON (MILD STEEL) DENGAN PEMODELAN KONDISI SIRIP KEMUDI KAPAL DWI SAPUTRO, FAIZAL
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Korosi merupakan proses kerusakan material karena reaksi kimia atau dengan lingkungannya. Tujuan mengetahui pengaruh 3 air yaitu air laut Gresik, Surabaya, dan Lamongan terhadap proses korosi baja rendah karbon (mid steel). Mengetahui pengaruh variasi waktu perendaman yaitu 2 hari, 4 hari, 6 hari dan 8 hari terhadap proses korosi yang terjadi. Untuk penelitian ini penulis melaksanakan di Lab. Bahan Bakar Alternatif dan Pelumas Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian experimental dan metode penyajian data deskriptif kuantitatif dan kualitatif dimana hasil dari pengujian disajikan dengan angka lalu dijelaskan dengan menceritakan angka dan gambar serta grafik dari hasil penelitian yang mana bertujuan untuk mengetahui laju korosi dengan metode ASTM G31-72 dan kehilangan berat (weight loss) dalam mmpy (millimeter per year). Bahan penelitian adalah baja rendah karbon (mild steel) dengan kadar karbon 0-0,35% yang dikondisikan seperti sirip kemudi kapal, kemudian specimen diterjang oleh air laut yang dialirkan dengan pompa dengan debit air 2800 liter/jam kemudian direndam selama 2 hari, 4 hari, 6 hari dan 8 hari. Hasil dari penelitian ini adalah laju korosi pada air laut Gresik dengan variasi waktu perendaman 6 hari menghasilkan laju korosi yang tertinggi dengan nilai sebesar 0,7259 mmpy dan terendah pada waktu 2 hari sebesar 0,3053 mmpy diperoleh dari perendaman air laut Surabaya. Makin asam tingkat keasaman dalam air dan semakin tinggi nilai salinitas dan zat yang terlarut dalam air maka semakin besar laju korosi yang terjadi. Begitu juga waktu perendaman yang dipakai semakin lama maka semakin banyak tingkat laju korosi yang didapatkan baik semakin cepat atau juga semakin melambat.   Kata kunci : Baja Rendah Karbon (Mild Steel), Salinitas Air Laut, Korosi Pada Baja Rendah Karbon (Mild Steel)