cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA TERHADAP EFEKTIVITAS HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE DENGAN DOUBLE SEGMENTAL BAFFLE FERIANTO, ANDI
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat exchanger merupakan peralatan yang digunakan untuk perpindahan panas antara dua atau lebih fluida. Cara untuk meningkatkan efektivitas heat exchanger dapat dilakukan dengan menaikan laju aliran massa fluida. Kenaikan laju aliran massa fluida akan membuat meningkatnya perpindahan panas yang terjadi diantara kedua fluida yang meyebabkan efektivitas suatu heat exchanger akan meningkat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh laju aliran massa fluida terhadap efektivitas pada heat exchanger tipe shell and tube dengan double segmental baffle.Pada penelitian eksperimen ini menggunakan shell and tube dengan double segmental baffle. Penelitian dilakukan dengan memvariasi laju aliran massa fluida yang berbeda pada fluida dingin sebesar 4 lpm, 6 lpm, 8 lpm, dan 10 lpm. Sedangkan laju aliran massa fluida pada suhu panas menggunakan laju aliran konstan sebesar 4 lpm. Analisis dilakukan dengan pengambilan data dari alat ukur yang hasilnya dimasukkan dalam tabel, kemudian dihitung secara teoritis dan ditampilkan dalam bentuk grafik.Hasil Penelitian menunjukan bahwa kenaikan efiektivitas seiring dengan kenaikan laju aliran massa fluida. Hasil yang terkecil terjadi pada variasi laju aliran massa fluida 4 lpm dengan  laju perpindahan panas sebesar 4025,30764 Watt dan nilai efektifvitas sebesar 31,34%, pada laju aliran massa fluida 6 lpm laju perpindahan panas sebesar 4547,188623 Watt dan efektivitas sebesar 33,34%, pada laju aliran massa fluida 8 lpm laju perpindahan panas sebesar 4911,333396 Watt dan efektivitas sebesar 36%, sedangkan nilai terbesar pada laju aliran massa fluida 10 lpm dengan laju perpindahan panas sebesar 5280,33455 Watt dan nilai efektifvitas heat exchanger sebesar 38,68 %. Kata Kunci: shell and tube, heat exchanger, laju aliran massa fluida,  double segmental  baffle, efektivitas
SIMULASI NUMERIK PENGARUH PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN BILAH PADA TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL JENIS HELICAL TERHADAP KINERJA TURBIN ANGIN Bagus Prasetyo, Yani
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angin yang dihembuskan sepanjang garis pantai cukup tinggi dan bisa dimanfaatkan namun, untuk daerah selain pantai memiliki kecepatan angin yang relatif kecil sehingga perkembangan energi angin di Indonesia sangat rendah. Hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan turbin angin Savonius atau Darrieus yang merupakan turbin vertical axis yang tidak bergantung dengan arah angin akan menghasilkan daya puncak, efisiensi, dan keandalan yang lebih dibanding dengan jenis horizontal axis. Penelitian turbin angin jenis Helical ini menggunakan metode simulasi numerik aliran udara atau Computational Fluid Dynamic (CFD). Dengan perbandingan variasi sudut kemiringan bilah turbin yang digunakan adalah 15°, 30°, 45°, 55°, 60°, 65° dan 75° untuk mengetahui pengaruh perbedaan sudut kemiringan bilah pada turbin angin sumbu vertikal jenis Helical terhadap kinerja turbin dengan metode simulasi numerik dan mendapatkan sudut kemiringan bilah yang optimal sehingga luaran yang dihasilkan lebih efektif dan efisien. Hasil masing-masing simulasi ditampilkan dalam bentuk kontur distribusi kecepatan, kemudian dianalisis daya hasil yang optimal. Dari hasil simulasi didapatkan nilai rpm tertinggi diperoleh sebesar 705,1 rpm pada turbin dengan sudut kemiringan bilah 55° dengan kecepatan angin 10 m/s. Nilai torsi tertinggi diperoleh sebesar 0,425 Nm pada sudut kemiringan bilah 55° dengan kecepatan angin 10 m/s. Daya turbin tertinggi diperoleh sebesar 31,36 Watt pada sudut kemiringan bilah 55° dengan kecepatan angin 10 m/s. Nilai effisiensi (Cp) terbaik diperoleh sebesar 46,8% didapat pada turbin angin dengan sudut kemiringan bilah 55° dengan kecepatan angin 10 m/s. Kata kunci : Vertical axis, simulasi numerik,  helical
LAJU KOROSI PIPA GALVANIS (INLET DESALINASI) PADA SEA CHEST KAPAL TERHADAP WAKTU DAN SALINITAS AIR LAUT DYAN FACHRUDIN, TAUFAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 03 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 03 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia adalah Negara kepulauan, maka kapal merupakan sarana transportasi yang sangat berguna didalam aktifitas hubungan masyarakat antara pulau satu dengan pulau yang lain. Kapal yang mempunyai instalasi mesin didalam (type inboard engine), pemakaian kotak laut (sea chest) sangat diperlukan, yang digunakan untuk mengalirkan air laut kedalam kapal sehingga kebutuhan sistem air laut dapat terpenuhi, umumnya material yang digunakan adalah pipa galvanis. Sea Chest yang digunakan sebagai pensuplai air laut pada kapal akan mengalami korosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu dan pengaruh salinitas pada masing-masing media air laut terhadap laju korosi pada pipa galvanis sebagai jalur pensuplai di seachest pada kapal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas, Jurusan Teknik Mesin, FT Unesa, yang menggunakan jenis penelitian eksperimen, menggunakan standard ASTM G31-72 dengan metode kehilangan berat (weight loss) dalam mmpy (millimeters per year). Penelitian ini menggunakan pipa galvanis yang dialiri air laut Surabaya, Gresik, Lamongan dengan meggunakan pompa 2800 L/jam selama 12jam, 24jam, 48jam, 168jam dan 240jam. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dalam bentuk grafik dan deskriptif kualitatif dibuktikan dalam bentuk foto micro. Hasil penelitian kali ini diperoleh nilai laju korosi dengan media air laut Surabaya dengan nilai tertinggi pada waktu 24jam mengalami laju korosi 0.2510mmpy, dan untuk nilai terendah pada waktu 240jam mengalami laju korosi 0.0190mmpy. Untuk media air laut Gresik dengan nilai tertinggi pada waktu 24jam mengalami laju korosi 0.2610mmpy, dan untuk nilai terendah pada waktu 240jam mengalami laju korosi 0.0589mmpy. Sedangkan pada media air laut Lamongan mengalami tigkat laju korosi paling tinggi dibandingkan air laut Surabaya dan Gresik, dengan nilai tertinggi pada waktu 24jam mengalami laju korosi 0.3325mmpy, dan untuk nilai terendah pada waktu 240jam mengalami laju korosi 0.1389mmpy.   Kata kunci : Laju Korosi, Pipa Galvanis, Media Air Laut, Waktu
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN BENDING PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR ROFANDI, ARIEF; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah logam yang paling banyak digunakan di dalam dunia industri dan otomotif. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah sehingga Aluminium banyak digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Aluminium dipadukan dengan bahan lain bertujuan untuk merubah sifat mekanik yang sesuai dengan tujuan industri tertentu. Salah satunya yaitu Al-Si yang memiliki sifat fluiditas (mampu alir) yang baik sehingga aluminium dan silikon dapat mengalir lebih mudah pada proses pengecoran. Proses pengecoran memiliki berbagai variabel yang mempengaruhi sifat mekanik suatu material. Salah satunya adalah temperatur tuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Bahan yang digunakan yaitu ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Ingot Al-Si dilebur menggunakan tungku peleburan injeksi dengan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C. Al-Si cair dituang ke dalam cetakan pasir yang menggunakan riser. Pengujian bending menggunakan metode three point bending sesuai standar ASTM E 290-14. Hasil penelitian variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir diperoleh rata-rata kekuatan bending pada temperatur 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C berturut-turut sebesar 558,75 Mpa, 588,75 Mpa, 592,5 Mpa, 603,75 Mpa dan 622,5 Mpa.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM APRILIAN, CHOIRUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan logam yang memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga logam ini sangat cocok sebagai bahan baku proses pengecoran. Pada proses pengecoran, banyak variabel yang mempengaruhi sifat mekanis aluminium salah satunya adalah temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap sifat mekanis pada puli cor meliputi kekerasan. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi temperatur tuang yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Proses pengecoran menggunakan bahan baku paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebesar 5% serta menggunakan cetakan logam yang sebelumya dipanaskan terlebih dahulu mencapai temperatur 200°C sebelum logam cair dituang ke dalamnya. Hasil coran selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat uji kekerasan tipe Microhardness Vickers. Hasil pengujian melihatkan nilai kekerasan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur tuang. Kekerasan optimal terjadi pada temperatur tuang 780°C sebesar 113.60 HV.
UJI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL JENIS CROSS FLOW DENGAN VARIASI JUMLAH BLADE FACHRUDDIN WAHYU PERMADI, MOCH; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber energi minyak bumi masih mendominasi sebagai sumber energi utama. Permintaan energi minyak bumi dari tahun ketahun semakin meningkat hal ini dapat menyebabkan krisis energi. Dengan kondisi seperti ini maka perlu pengembangan sumber energi alternatif ramah lingkungan salah satunya adalah energi angin. Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber energi angin yang sangat besar. Dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang. Angin yang berhembus di daerah pesisir pantai cukup tinggi, akan tetapi untuk daerah selain pesisir pantai memiliki kecepatan angin yang relatif rendah. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan turbin angin vertical axis. Turbin angin vertical axis tidak bergantung pada arah angin untuk menghasilkan efisiensi maksimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pembuatan turbin angin vertical axis jenis cross flow dengn memvariasikan jumlah blade. Variasi jumlah blade yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu 6, 8, dan 12 buah. Pengujian ini dilakukan pada kondisi angin di lapangan yang telah dikondisikan searah. Hasil penelitian didapatkan bahwa turbin angin 12 blade menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi dibandingkan dengan variasi jumlah blade 6 dan 8 buah. Dengan pembebanan lampu sebesar 5w 12v menghasilkan daya elektrik turbin sebesar 3,87 watt dan efisiensi 3,76% pada kecepatan angin 5,52 m/s. Kata kunci:Energi angin, vertical axis, cross flow, jumlah blade. Abstract Petroleum energy sources still dominate as the main energy source. Petroleum energy demand is increasing year by year this may cause the energy crisis. With these conditions it is necessary to the development of environmentally friendly alternative energy sources one of which is wind energy. Indonesia is a country with a potential source of enormous wind energy. Because Indonesia is an archipelagic country that has a long coastline. The wind that blows in the coastal area is quite high, but for areas other than the coast has a relatively low wind speed. This can be overcome by using a vertical axis wind turbine. The vertical axis wind turbine does not rely on wind direction to generate maximum power. This research is an research experimental, manufacturing vertical axis wind turbine type of cross flow with variation of amount blade. Variations in the number of blades used in this study are 6, 8, and 12 pieces. The test is performed on wind conditions on the ground which has been conditioned in the same direction. The results showed that the 12 blade wind turbines generate power and highest efficiency as compared with the variation of the number of blade 6 and 8 pieces. With a lamp loading of 5w 12v produces 3.87 watts of electric power turbine and 3.76% efficiency at wind speed of 5.52 m/s. Keywords: wind energy, vertical axis, cross-flow, amount blade.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SUHU TEMPERING PADA BAJA PEGAS JIS SUP 9 TERHADAP IMPACT RIYAN PERMANA, EDO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransportasi merupakan faktor penting yang digunakan dalam berkendara. Dari hasil survei truk yang ada jumlahnya sudah mencapai lebih dari 6.841 unit, mobil beban atau truk besar jumlahnya mencapai lebih dari 211.890 unit. Kondisi kerja suspensi yang berat pada truck maka akan cepat mengalami kelelahan dan harus mengganti dengan yang baru. Untuk meningkatkan umur pakai baja pegas dilakukan penelitian pengaruh suhu tempering pada baja pegas JIS SUP 9 terhadap impact. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen (experimental research) yang bertujuan untuk mengetahui besarnya, nilai impact (uji takik) baja pegas hasil perlakuan panas tempering dengan variasi suhu. Variasi tempering atau pemanasan baja JIS SUP 9 yang digunakan yaitu suhu 420 C, 540 C dan 660 C. Dari hasil uji impact (nilai pukul takik) sebelum dan sesudah perlakuan panas tempering didapatkan hasil bahwa baja mengalami peningkatan. Nilai uji impact baja pegas sebelum perlakuan panas sebesar 1,221 kg.m/cm2 sedangkan setelah hasil perlakuan panas dengan suhu 420 C mengalamai peningkatan sebesar 1,389 kg.m/cm2, perlakuan panas dengan suhu 540 C mengalami peningkatan sebesar 2,462 kg.m/cm2 dan dengan perlakuan panas dengan suhu 660 C peningkatan sebesar 6,327 kg.m/cm2. Kata kunci: Baja Pegas, Suhu Tempering, Kekuatan Impact
PENGARUH SISTEM KONTROL SOLAR CELL BERBASIS TIMER DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI BARCEL NURWAN PRAKOSO, MUHAMAD; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKrisis energi menjadi permasalahan yang sangat besar dan perlu perhatian khusus oleh dunia khususnya untuk negara Indonesia. Energi listrik khusunya yang amat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia saat ini. Peningkatan kebutuhan energi listrik rata 2,2 % pertahun mengakibat listrik sangat perlu diperhatikan, solusi terbaik dengan membuat energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang dapat mengatasi kebutuhan energi listrik adalah energi panas matahari, yakni dengan menggunakan solar cell untuk mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. tujuannya dari penelitian ini yaitu mencari performa terbaik dari solar cell, Solusi untuk menambah daya dan efisiensi solar cell dengan penelitian menggunakan metode eksperimental dimana solar cell akan di tambahkan sistem kontrol dengan basis timer sebagai agar dapat mengikuti pergerakan sinar matahari dari pagi hingga sore hari, dengan variasi waktu yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dimana solar cell akan dikontrol menjadi sistem solar cell yang mampu mengitkuti pergerakan matahari. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa solar cell yang menggunakan sistem kontrol berbasis timer dengan acuan pergerkan matahari. Penelitian tentang sistem kontrol solar cell berbasis timer yang dilakukan diharapkan, dapat memperoleh nilai efisiensi solar cell yang tinggi. Penelitian sistem kontrol solar cell berbasis Timer ini memiliki variabel rentang waktu pengambilan selama 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Berdasarkan data pengujian penggunaan variabel terbaik terbaik terdapat pada penggunaan waktu pengambilan selama 15 menit, dikarenakan memiliki nilai persentase efisiensi tertinggi yaitu sebesar 9.62%, dibandingkan dengan variabel rentang waktu pengambilan 30 menit yaitu 9,46% dan rentang waktu 60 menit yaitu 9,23%. Berdasarkan data pengujian semakin kecil rentang waktu pengambilan maka akan berpengaruh terhadap kenaikan efisiensi solar cell. Karena pergerakan solar cell yang di peroleh akan lebih banyak sehingga lebih mengikuti gerak matahari pada setiap harinya.Kata kunci: Kata kunci : Solar Cell, Timer, Efisiensi.Abstract Energy crisis becomes a big problem and need special attention by the world especially for the country of Indonesia. Electric energy is especially influential on the survival of human life today. Increasing the need of electric energy average 2.2% per year due to electricity needs to be considered, the best solution by making alternative energy. One alternative energy that can overcome the need for electrical energy is solar thermal energy, namely by using solar cells to convert solar thermal energy into electrical energy. the goal of this research is to find the best performance from solar cell, Solution to increase power and efficiency of solar cell with research using experimental method where solar cell will be added control system with base timer as to follow the movement of sunshine from morning until afternoon, with different time variations. This research was conducted by using experimental method where solar cell will be controlled to solar cell system capable of mengitkuti movement of the sun. Data analysis techniques in this study using descriptive data analysis that describes the results of research in the form of tables and graphs. The purpose of this research is to know the performance of solar cell that uses timer based control system with the reference of sun movement. Research on solar cell-based control system that is done is expected, can get high efficiency value of solar cell. The research of Timer based solar cell control system has variable of taking time for 15 minutes, 30 minutes, and 60 minutes. Based on the test data the best use of the best variables is found in the use of the retrieval time for 15 minutes, because it has the highest efficiency percentage value of 9.62%, compared with the 30 minute retrieval time variable is 9.46% and the time span 60 minutes is 9.23% . Based on test data the smaller the retrieval time it will affect the increase in solar cell efficiency. Because the movement of solar cells in the gain will be more so that more follow the motion of the sun on each day. Keywords: Solar Cell, Timer,Efficiency.