cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 1 PORONG DAN SMA KEMALA BHAYANGKARI 3 PORONG WAHYUNI, WINDY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan penting di sekolah yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, wawasan yang lebih luas, dan membantu membuat karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Porong dan SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian komparatif dengan menggunakan desain komparatif. Subjek penelitian di SMA Negeri 1 Porong berjumlah 158 siswa sedangkan subjek penelitian SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong berjumlah 163 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah MFT (Multistage Fitness Test). Teknik analisis data menggunakan Uji-T Tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui nilai persentase tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Porong kategori sangat baik 0,6%, kategori baik 3,7%, kategori sedang 11,7%, kategori kurang 17,2%, dan kategori sangat kurang 63,8%. Sedangkan siswa peserta ekstrakurikuler SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong kategori sangat baik 0%, kategori baik 18,4%, kategori sedang 36,8%, kategori kurang 12,3%, dan kategori sangat kurang 32,5%. Hasil analisis dapat diketahui nilai signifikansi lebih kecil dibandingkan nilai alpha (5%) atau (0,000 < 0,005) diartikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga disimpulkan tingkat kebugaran jasmani siswa peserta ekstrakurikuler SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong lebih baik dibandingkan SMA Negeri 1 Porong. Kata Kunci: kebugaran jasmani, SMA Negeri 1 Porong, SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Abstract Extracurricular activities are important in schools to develop knowledge, skills, broaden insights, and build the character of students in accordance with the interests and talent. The purpose of this study was to determine the comparison in the physical fitness level of students who are participating in extracurricular activities in public senior high school 1 Porong and private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong. The research method in this study is comparative research by using a comparative design. The research subjects 158 students from public senior high school 1 Porong while the research subjects 163 from private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong. The research instrument used was MFT (Multistage Fitness Test). The data was analyzed by using the T-Test. Based on the results of the study, it can be seen the percentage of physical fitness level of students participating in extracurricular activities at public senior high school 1 Porong is very good category with 0,6%, good category is 3,7%, the moderate category is 11,7%, the poor category is 17,2%, and the very poor category is 63,8%. While extracurricular students at private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong is very good category with 0%, good category is 18,4%, moderate category is 36,8%, the poor category is 12,3%, and the very poor category is 32,5%. The results of the analysis that can be seen are significantly smaller than alpha (5%) or (0,000 < 0,005), meaning that there are significant differences. So it can be concluded the level of physical fitness of students participating in extracurricular activities at private senior high school Kemala Bhayangkari 3 Porong better than public senior high school Negeri 1 Porong. Keywords: physical fitness, SMA Negeri 1 Porong, SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong
SURVEI LITERASI KESEHATAN PESERTA DIDIK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN KEJURUAN DI KOTA SURABAYA YUSUF CANDRAKUSUMA, GALIH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, mengevaluasi dan menyampaikan informasi kesehatan sebagai cara untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Literasi kesehatan yang rendah dapat menyebabkan kemampuan manajemen diri yang buruk, sehingga berdampak pada ketidakpatuhan akan pengobatan dan kualitas kesehatan yang buruk. Peserta didik sekolah menengah atas merupakan tingkatan tertinggi dalam pendidikan dasar dan menengah. Mereka dianggap telah mengetahui dan mendapatkan lebih banyak macam informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat literasi kesehatan peserta didik tingkat SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner HLS EU Q16 dan NVS (Newest Vital Sign). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMA dan SMK yang berada di Kota Surabaya, sedangkan sampel pada penelitian ini adalah 5 SMAN, 5 SMAS, dan 5 SMK dengan responden sebanyak 1066 peserta didik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan rata-rata, persentase dan standar deviasi. Berdasarkan hasil penelitian literasi peserta didik SMA dan SMK di Kota Surabaya dapat dijelaskan bahwa sebanyak 1,5% masuk dalam kategori sangat rendah, 3,56% masuk kategori rendah, 15,29% masuk kategori sedang, dan 79,6% masuk kategori tinggi. Sedangkan untuk literasi kesehatan fungsional peserta didik, sebanyak 36,9% kemungkinan besar literasi terbatas, 38,46% kemungkinan literasi terbatas, dan sebesar 24,57% kemungkinan literasi cukup. Kata Kunci: literasi, literasi kesehatan, peserta didik Abstract Health literacy is the ability to access, understand, assess, evaluate and convey health information as a way to maintain and health improved. The effect of low health literacy can decrease poor self-management capabilities. So it affects to the disobedience treatment and poor health outcomes. Senior High School student is the highest level in primary and secondary education. They have known and gained more health information. This research purpose is to know the health literacy level of senior high school students Surabaya. This research is non-experimental research with a survey method. Data collection is carried out using the questionnaire HLS EU Q16 and NVS (Newest Vital Sign). The research populations are all senior high school in Surabaya, while the samples on this study were 5 state senior high school, 5 private senior high schools, and 5 vocational high schools in Surabaya with respondents as many as 1066 students. Data analysis on this study use average, percentage and standard deviation. Based on the results of health literacy study can be explained that as much as 1,5% entered in very low category, 3,56% in low category, 15,29% in sufficient category, and 79,6% advanced category. While of student functional health literacy, as much as 36,9% is suggests high likelihood (50% or more) of limited literacy, 38,46% indicates the possibility of limited literacy, and 24,57% almost always indicates adequate literacy. Keywords: literacy, health literacy, student
PERBANDINGAN TINGKAT DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA SISWA JURUSAN AGAMA DENGAN JURUSAN BAHASA DI MAN 3 KABUPATEN KEDIRI ZULFIKAR RIZKI, AINUN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak MAN 3 Kabupaten Kediri adalah sekolah yang berwawasan islami dan memiliki 4 jurusan yaitu MIA, IIS, Agama dan Bahasa. Di sekolah ini memiliki pembelajaran olahraga yang siswanya memiliki aktivitas gerak yang cukup lelah dan akan mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbedaan tingkat daya tahan kardiorespirasi antara siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa. Penelitian non eksperimen adalah yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas agama dan siswa kelas bahasa. Besar siswa populasi dalam penelitian ini adalah 68 siswa untuk kelas agama dan 36 siswa untuk kelas bahasa. Tes yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah menggunakan Balke test. Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama sebesar 25,96 untuk rata-rata dengan 6,918 untuk standar deviasi. Sedangkan untuk tingkat daya tahan kardiorespirasi jurusan bahasa sebesar 27,50 dengan standar deviasi 7,621. Penghitungan ini menggunakan statistical program for social science (SPSS). Hasil penghitungan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dari itu adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa yaitu sebesar 1,54. Kata Kunci: tingkat daya tahan kardiorespirasi, jurusan agama, jurusan bahasa, Balke test. Abstract MAN 3 Kediri is an Islamic base senior high school and has four majors in example MIA (natural science), IIS (social science), Religion and Language. The school has physical exercise lesson which makes the students to do exhausting activities, and affects their cardio respiration endurance or heart endurance.The aim of this research is to find the differences of cardio respiration endurance level between the students in religion and language major. Non-experimental research is used with descriptive quantitative approach to analyze the data. The population of this research are the students who majoring religion and the students who majoring language. The number of this research sample is 68 students from religion major and 36 students from language major. To collect the data, this research used Balke test.According to the data that have been collected, the average of cardio respiration endurance level of students in religion major is 25.96 with the standard deviation 6.918. Moreover, the students of language major has 27.50 for their cardio respiration endurance level with 7.621 for standard deviation. Statistical program for social science (SPSS) is applied to calculate the data. The result of calculation used 5% significance degree, so that Ha is accepted while Ho is rejected. Therefore, the significant difference of cardio respiration endurance level among the students in religion major and the students in language major is 1.54. Keywords: cardio respiration endurance level, religion major, language major, Balke test
PERBANDINGAN TINGKAT DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI ANTARA SISWA JURUSAN AGAMA DENGAN JURUSAN BAHASA DI MAN 3 KABUPATEN KEDIRI ZULFIKAR RIZKI, AINUN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak MAN 3 Kabupaten Kediri adalah sekolah yang berwawasan islami dan memiliki 4 jurusan yaitu MIA, IIS, Agama dan Bahasa. Di sekolah ini memiliki pembelajaran olahraga yang siswanya memiliki aktivitas gerak yang cukup lelah dan akan mempengaruhi daya tahan kardiorespirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari perbedaan tingkat daya tahan kardiorespirasi antara siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa. Penelitian non eksperimen adalah yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas agama dan siswa kelas bahasa. Besar siswa populasi dalam penelitian ini adalah 68 siswa untuk kelas agama dan 36 siswa untuk kelas bahasa. Tes yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah menggunakan Balke test. Berdasarkan data yang diperoleh, bahwa tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama sebesar 25,96 untuk rata-rata dengan 6,918 untuk standar deviasi. Sedangkan untuk tingkat daya tahan kardiorespirasi jurusan bahasa sebesar 27,50 dengan standar deviasi 7,621. Penghitungan ini menggunakan statistical program for social science (SPSS). Hasil penghitungan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dari itu adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa jurusan agama dengan jurusan bahasa yaitu sebesar 1,54. Kata Kunci: tingkat daya tahan kardiorespirasi, jurusan agama, jurusan bahasa, Balke test. Abstract MAN 3 Kediri is an Islamic base senior high school and has four majors in example MIA (natural science), IIS (social science), Religion and Language. The school has physical exercise lesson which makes the students to do exhausting activities, and affects their cardio respiration endurance or heart endurance.The aim of this research is to find the differences of cardio respiration endurance level between the students in religion and language major. Non-experimental research is used with descriptive quantitative approach to analyze the data. The population of this research are the students who majoring religion and the students who majoring language. The number of this research sample is 68 students from religion major and 36 students from language major. To collect the data, this research used Balke test.According to the data that have been collected, the average of cardio respiration endurance level of students in religion major is 25.96 with the standard deviation 6.918. Moreover, the students of language major has 27.50 for their cardio respiration endurance level with 7.621 for standard deviation. Statistical program for social science (SPSS) is applied to calculate the data. The result of calculation used 5% significance degree, so that Ha is accepted while Ho is rejected. Therefore, the significant difference of cardio respiration endurance level among the students in religion major and the students in language major is 1.54. Keywords: cardio respiration endurance level, religion major, language major, Balke test
PENGARUH METODE BAGIAN PADA HASIL SHOOTING BOLA BASKET YULIANA, PENI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode bagian merupakan metode yang digunakan untuk membagi secara bagian perbagian suatu keterampilan dengan tujuan agar siswa dapat lebih memahami suatu keterampilan secara perbagian dan mampu melakukan suatu keterampilan secara keseluruhan dengan baik dan benar. Metode bagian dapat diterapkan pada salah satu teknik dalam bola basket yaitu shooting. Shooting merupakan teknik bola basket yang harus dikuasai oleh seorang pemain dengan cara menembakkan bola ke keranjang untuk mendapatkan nilai sebanyak-banyaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bagian pada hasil shooting bola basket. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel 21 siswa perempuan yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket. Berdasarkan uji hipotesis pada hasil shooting bola basket pengaruh metode bagian memiliki nilai sig 0.00 < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh metode bagian pada hasil shooting bola basket. Dari hasil perhitungan peningkatan pengaruh metode bagian pada hasil shooting bola basket memiliki peningkatan sebesar 27% dengan selisih rata-rata 0.9 dari hasil pretest dan posttest. Kata kunci : Metode Bagian, Shooting, Bola Basket Abstract Part method is a learning technique by breaking down the skill into smaller parts with the aim the students can better understand each part of the skill so that they are able to integrate and perform its entirety well. This method can be applied at shooting techniques in basketball. Shooting is technique in basketball that has to mastered by the player by shooting the ball to the basketball ring to get as many scores as possible. This study aimed to find out the effect of part method towards the result of the shooting in basketball. Moreover, in this study, quasi experiment was used with one group pretest-posttest design. The participant of the study 21 female students who were joining basketball extracurricular in which for this study they were selected by using purposive sampling. According to the hypothesis analysis on the result of the basketball shooting by using part method, this study showed that the sig value was 0.00 < 0.05, therefore, it can be stated that there was an effect on its result. Based on the calculation, there was a 27% increase with an average difference of 0.9 from the pretest and posttest?s result. Keywords : Part Method, Shooting, Basketball
HUBUNGAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN PUKULAN SERVIS BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 7 SURABAYA HUDA, FATIHUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekstrakurikuler merupakan kegiatan sekolah yang berada di luar jam pelajaran, bertujuan untuk memadahi keterampilan dari setiap siswa. Dalam penelitian ini ekstrakurikuler yang diambil adalah bulutangkis. Bulutangkis memiliki beberapa teknik dasar diantaranya pukulan servis. Pukulan servis merupakan pukulan pertama untuk memulai suatu permainan dalam bulutangkis, oleh karena itu pukulan servis wajib dikuasai oleh setiap pemain bulutangkis. Dalam melakukan pukulan servis dibutuhkan konsentrasi agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan hilangnya poin, konsentrasi menjadi hal yang harus diperhatikan oleh pemain bulutangkis. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi terhadap ketepatan pukulan servis bulutangkis, hal ini dilakukan pada peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 7 Surabaya yang berjumlah 32 sampel yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen deskriptif kuantitatif dengan desain korelasi. Proses pengambilan data menggunakan instrumen gride concentration test dan juga hasil ketepatan pukulan servis. Hasil dari penelitian ini tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil ketepatan pukulan servis bulutangkis pada peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 7 Surabaya, dibuktikan dengan hasil uji korelasi dimana nilai signifikansi ? ? 0,05. Kata kunci: Konsentrasi, Ketepatan Pukulan Servis, Ekstrakurikuler ABSTRACT Extracurricular is a school activity at outside of class hours. aims to accommodate the skills of each student. In this study, the extracurricular activity was badminton. Badminton has several basic techniques including service. The service is the first punch to start a game in badminton. Therefore the service punch must be mastered by every badminton player. Concentration is required in the service stroke to avoid mistakes that result in loss of points, and concentration becomes something that must be considered by badminton players. This study aims to determine the relationship of concentration to the accuracy of badminton service punches performed on badminton extracurricular participants in Senior High School 7 Surabaya. Thereare 32 students as the research sample. This research is quantitative with correlation design. The process of taking data uses the instrument gride concentration test and also the results of the accuracy of service punches. The results of this study have no significant link between the student concentration level with the results of the precision of badminton service blows at the badminton extracurricular participants in Senior High School 7 Surabaya, evidenced by the correlation test results where Significance value ? ? 0.05. Keyword: Concentration, Service Punch Accuracy, Extracurricular
HUBUNGAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN PUKULAN SERVIS BULUTANGKIS PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 7 SURABAYA HUDA, FATIHUL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ekstrakurikuler merupakan kegiatan sekolah yang berada di luar jam pelajaran, bertujuan untuk memadahi keterampilan dari setiap siswa. Dalam penelitian ini ekstrakurikuler yang diambil adalah bulutangkis. Bulutangkis memiliki beberapa teknik dasar diantaranya pukulan servis. Pukulan servis merupakan pukulan pertama untuk memulai suatu permainan dalam bulutangkis, oleh karena itu pukulan servis wajib dikuasai oleh setiap pemain bulutangkis. Dalam melakukan pukulan servis dibutuhkan konsentrasi agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan hilangnya poin, konsentrasi menjadi hal yang harus diperhatikan oleh pemain bulutangkis. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi terhadap ketepatan pukulan servis bulutangkis, hal ini dilakukan pada peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 7 Surabaya yang berjumlah 32 sampel yang digunakan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen deskriptif kuantitatif dengan desain korelasi. Proses pengambilan data menggunakan instrumen gride concentration test dan juga hasil ketepatan pukulan servis. Hasil dari penelitian ini tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi siswa dengan hasil ketepatan pukulan servis bulutangkis pada peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 7 Surabaya, dibuktikan dengan hasil uji korelasi dimana nilai signifikansi ? ? 0,05. Kata kunci: Konsentrasi, Ketepatan Pukulan Servis, Ekstrakurikuler ABSTRACT Extracurricular is a school activity at outside of class hours. aims to accommodate the skills of each student. In this study, the extracurricular activity was badminton. Badminton has several basic techniques including service. The service is the first punch to start a game in badminton. Therefore the service punch must be mastered by every badminton player. Concentration is required in the service stroke to avoid mistakes that result in loss of points, and concentration becomes something that must be considered by badminton players. This study aims to determine the relationship of concentration to the accuracy of badminton service punches performed on badminton extracurricular participants in Senior High School 7 Surabaya. Thereare 32 students as the research sample. This research is quantitative with correlation design. The process of taking data uses the instrument gride concentration test and also the results of the accuracy of service punches. The results of this study have no significant link between the student concentration level with the results of the precision of badminton service blows at the badminton extracurricular participants in Senior High School 7 Surabaya, evidenced by the correlation test results where Significance value ? ? 0.05. Keyword: Concentration, Service Punch Accuracy, Extracurricular
CAPAIAN PEMBELAJARAN MAHASISWA AKTIVIS FIO: ADAKAH KELEBIHANNYA? MASDUR, M
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Organisasi merupakan sarana dan wahana dalam rangka mengembangkan bakat, minat, keterampilan dan potensi diri sendiri bagi para aktivis yang ada dalam organisasi. Sebagai agent of change dan agent of social control adalah penyambung lidah rakyat. Kegiatan yang cukup padat selama perkuliahan mulai dari perkuliahan, adanya ujian, tugas mata perkuliahan, belajar, dan kegiatan ? kegiatan lain yang ada di kampus bahkan ada yang sudah bekerja, berkumpul dengan keluarga, dan menjalani kehidupan interaksi sosial layaknya mahasiswa bersosialisasi dan kegiatan tersebut mengharuskan mahasiswa menjalankan komitmen, kemampuan belajar, mengalokasikan waktu dengan baik, akibat padatnya kegiatan yang harus dilakukan dalam organisasi. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan capaian pembelajaran mahasiswa aktivis dan non aktivis yang diukur dengan IPK dan Angket Softskill. Sampel pada penelitian ini yakni mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga angkatan 2017 dengan total keseluruhan sampel berjumlah 60 orang mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif melalui uji t-tes sampel berbeda, serta masuk dalam penelitian komparatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara mahasiswa aktivis dan non aktivis Fakultas Ilmu Olahraga pada capaian pembelajaran karena nilai sig. yang diperoleh dari mahasiswa aktivis dan non aktivis sebesar 0.591 > dari 0.05. Pada softskill mahasiswa aktivis dan non aktivis Fakultas Ilmu Olahraga tidak ada perbedaan pula karena nilai sig. yang diperoleh sebesar 0.713 > 0.05. Berdasarkan hasil analisis berdasarkan gender antara IPK pria dan wanita terdapat perbedaan yang signifikan karena nilai sig. yang diperoleh sebesar 0.021 < 0.05 yang berarti ada perbedaan antara nilai IPK pria dan wanita. Pada segi softskill jenis kelamin pria dan wanita disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan karena diperoleh nilai sig. sebesar 0.173 > 0.05. Kata Kunci: aktivis, non aktivis, IPK softskill, gender Abstract The organization develops the students? talents, interests, skills and self-potential by any activity in the organization. As an agent of change and an agent of social control, university students help to accomodate the people inspiration. However, their activities are quite dense during lectures ranging from college, exams, course assignments, study, and other activities on campus. Furthermore, some of them who have worked, and more social interaction require them to be more commitment, adaptable in learning, and well time management while they are participating in many dense organization activities. Therefore, this study aims to determine the differences in learning achievements of activist and non-activist students which is measured by the GPA and Softskill Questionnaire. The sample in this study were junior year students of the Faculty of Sports with a total sample of 60 students. In this study using descriptive analysis techniques through different sample t-test, and included in the Comparative research. The results of the analysis showed that there were no significant differences between activist and non-activist students of the Faculty of Sports in learning outcomes because of their sig values. Obtained from activist and non-activist students by 0.591 > from 0.05. On the soft skills of the activist and non-activist students of the Faculty of Sports Science there was no difference either because of the sig value. gained 0.713> 0.05. Based on the results of analysis, there is a significant different between male and female in their GPA due to sig value which was obtained by 0.021 < 0.05. It means there is a difference between male and female GPA. In terms of male and female gender soft skills it was concluded that there was no difference because sig values ??were obtained. in the amount of 0.173> 0.05. Keywords: activist, non-activist, soft skill GPA, gender
RESPON SISWI TERHADAP MENSTRUASI DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK SALIM AL-FAIZ, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pubertas pada remaja putri umumnya terjadi pada usia 9-16 tahun. Pada remaja putri, peningkatan kadar hormon tersebut menyebabkan pematangan payudara, ovarium, rahim, dan vagina serta dimulainya siklus menstruasi. Siklus menstruasi pertama juga terjadi lebih awal pada remaja putri yang tinggal di kota. Seperti halnya pada siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo. Ada beberapa siswi sedang menstruasi dan mengalami nyeri pada perut sehingga mengganggu dalam melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswi yang mengalami menstruasi dalam melakukan aktivitas fisik pada siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kualitatif. Jumlah informan penelitian ini 15 siswi. Teknik pengumpulan data respon siswa adalah dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian dianalisis berdasarkan kenyataan yang terjadi pada saat wawancara di lapangan, respon siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Sidoarjo ada 2 respon siswi pada saat menstruasi yaitu pertama respon siswi terhadap menstruasi dalam melakukan aktivitas fisik mengalami nyeri dibagian perut, sehingga daya tahan tubuh menurun, tingkat emosional meningkat dan mengganggu dalam melakukan aktivitas fisik di sekolah. Kedua respon siswi terhadap menstruasi dalam melakukan aktivitas fisik tidak mengalami nyeri, sehingga daya tahan tubuh normal, tingkat emosional juga normal, dan tidak menghalangi dalam melakukan aktivitas fisik di sekolah. Kata Kunci:Respon siswi, aktivitas fisik Abstract Puberty in young women generally occurs at the age of 9-16 years. In young women, elevated level sofhormones lead to the maturation of the breasts, ovaries, uterus, and vagina and the on set of the menstrual cycle. The first menstrual cycle also occurs early on young women living in the city. As in class VIII students SMP Negeri 5 Sidoarjo. Some students are menstruating and experiencing pain in the stomach, so they do not engage in physical activity. The purpose of this research is to know there sponse of the students who have menstruation in conducting physical activity in class VIII students Junior High School 5 Sidoarjo. This method of research uses non-experimental research with a qualitative approach. The number of this research is 15 school girls. Student response data collection techniques are conducted in-depth interviews. The results of the study were analyzed based on the fact that occurred during the interview in the field. Resultsan alysis of the response of grade VIII students Junior High School 5 Sidoarjo at the time of menstruation there are those who experience certain pain, namely pain in the abdomen andpain in thewaist. So it can interfe rewith the physical activity of students while learning at school, especially durings ports learning. There is also a school girl response during menstruation, so it does not interfe rewith physical activity during learning. Keywords: school girl response, physical activity.
PENGARUH PENERAPAN METODE BAGIAN TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN LOMPAT KANGKANG MICHAEL SIANTURI, CHRISTIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode bagian (part-method) ialah metode yang diberikan dengan cara memilah suatu pembelajaran menjadi bagian demi bagian dan menyatukannya lagi setelah siswa berhasil menguasainya dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam menerapkan suatu pembelajaran. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani pastinya ada beberapa materi yang telah diajarkan dalam setiap pembelajaran pendidikan jasmani disekolah dan salah satunya adalah senam lantai, senam lantai juga mempunyai beberapa materi salah satunya lompat kangkang. Lompat kangkang ialah dimana seorang berlari mengarah kuda lompat atau punggung teman berikutnya mengudara dengan tangan menumpu dan menekan kuda lompat atau punggung teman sambil melakukan lompatan dengan aksi posisi kaki kangkang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode bagian terhadap hasil belajar keterampilan lompat kangkang. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen murni dengan menggunakan randomized group pretest-posttest design. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 5 dan XI IPS 2 di SMAN 1 Mojokerto. Berdasarkan uji hipotesis pada hasil belajar penerapan metode bagian (part-method) dalam ranah keterampilan memiliki nilai sig 0.00 < 0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode bagian (part-method) terhadap hasil belajar lompat kangkang dalam senam lantai. Dari hasil perhitungan peningkatan penerapan metode bagian (part-method) terhadap hasil belajar lompat kangkang pada ranah keterampilan diketahui peningkatannya sebesar 28,87%. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki persentase penurunan sebesar -2,64%, Melalui hasil analisis data diketahui bahwa kelompok eksperimen memiliki peningkatan yang lebih signifikan dari pada kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan. Kata Kunci: lompat kangkang, metode bagian Abstract Part-method is a method that is given by dividing a learning into parts by part and putting it together again after students have mastered it. The aim is facilitating students in applying a learning. In physical education learning there must be some material that has been taught in every physical education learning at school and one of them is gymnastics on the floor, gymnastics on the floor also has some material, one of them straddle jump. Straddle jump is where a person runs toward a jump horse or the back of the next friend on the air with his hand rests and presses on the jump horse or friends back while doing a jump with the action of the legs straddle position. The purpose of this study was to determine the effect of application part method to learning results skills straddle jump. This research is classified as a pure experimental study using randomized group pretest-posttest design. Determination of the sample using cluster random sampling techniques. The sample of this study was students of class XI MIPA 5 and XI IPS 2 at public senior high school 1 Mojokerto. Based on testing the hypothesis on learning outcomes the application of the part method in the realm of skills has a sig value of 0.00 <0.05, it can be stated that there is a significant effect of the application of the part method on straddle jumping learning outcomes. on the gymnastic floor. From the results of the calculation of the increase in the application of the method to the learning outcomes straddle jumping in the realm of skills known to increase by 28.87%. While the control group decreased by -2.64%. Through the results of data analysis, it was found that the experimental group had a more significant increase than the control group that did not receive treatment. Keywords: straddle jumping, part methods.