cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DILUAR JAM PELAJARAN PJOK TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA MAYLLA ZENITHA, NUR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semua bentuk kegiatan manusia memerlukan aktivitas fisik atau jasmani. Aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi tubuh, kesehatan mental dan menjadikan hidup berkualitas agar tetap produktif serta bugar sepanjang hari. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu dalam hal berpikir serta mengambil keputusan. Bagi pelajar sendiri memiliki kebugaran jasmani yang baik akan meningkatkan perilaku dan prestasi yang baik dikelas. Dengan ini peneliti bertujuan untuk mencari tahu apakah terdapat hubungan antara kondisi kebugaran jasmani pelajar/siswa terhadap aktivitas fisik sehari hari yang dilakukan baik di dalam maupun diluar sekolah. Jenis penelitian ini yakni penelitian deskriptif dan menggunakan desain penelitian korelasional. Pada saat pelaksanaan, peneliti meminta siswa mengisi angket kuesioner untuk mengetahui apa sajakah aktivitas siswa selama satu minggu terakhir kemudian peneliti juga menggunakan instrumen mft untuk mengukur VO2max pada siswa. Penelitian dilakukan di SMPN 6 Surabaya. Peneliti menggunakan teknik random sampling untuk menetapkan sampel dalam penelitian. Sampel pada penelitian ini yakni siswa kelas VII pada 9 kelas yang berjumlah 333 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil data kuesioner angket aktivitas fisik dan hasil tes MFT dari total 333 siswa disebutkan bahwa 130 siswa memiliki aktivitas fisik yang sangat rendah, 185 siswa memiliki aktivitas fisik rendah dan siswa yang memiliki aktivitas fisik sedang terdapat 18 siswa. Kemudian, terdapat 326 siswa tergolong memiliki tingkat kebugaran yang sangat kurang, dan 7 siswa sisa nya dalam kategori kurang. Kata Kunci : aktivitas fisik, kebugaran jasmani Abstract Every human activity requires physical activity. All of physical activities are very beneficial for the human body, mental health and the quality of life. It is beneficial to keep productive throughout the day. By doing several physical activities regularly, it can help us in thinking positively and making decisions better. For students, by having a good physical education will help them to increase motivation and good achievement in class. By the reason, this research conducted to find out whether there is a relationship between the students? physical condition with their daily physical activities which were done both inside and outside the school. This research was descriptive research which used a correlational research design. During the implementation, the researcher asked students to fill out the questionnaires in order to find out what were the students? recent activities during the in a week. The researcher also used Multistage Fitness Test or MFT as the instrument to measure the students? VO2max. This study was conducted at SMPN 6 Surabaya. The researchers used random sampling techniques in conducting the research. Moreover, the sample of this study were 333 students of VII graders in 9 classes. Based on the results of both from the questionnaire of physical activities and the MFT test showed that 130 students have very low physical activity, 185 students have low physical activity and 18 students have medium physical activity. Furthermore, there were 326 students who were classified in to very less physical activity, and the rest 7 students were left were classified in to less category of physical activity. Keywords: physical activity, physical fitness
IMPLEMENTASI MODEL LATIHAN TUNGGAL DAN JAMAK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SMASH BOLAVOLI SISWA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMAN 16 SURABAYA ANTARIKSANTI, ELYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latihan termasuk proses yang penting bagi seorang atlet untuk meningkatkan ketrampilan. Dalam mewujudkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik perlunya proses latihan dengan menciptakan suatu model latihan yang efektif. Pada aktivitas kegiatan latihan diperlukan model latihan yang beragam sehingga target latihan bisa tercapai. Pelatih memberikan kesempatan peserta ekstrakurikuler untuk mengamati apa yang telah disampaikan dan apa yang diperagakan oleh pelatih. Pelatihan dapat berjalan dengan aktif dan efektif perlu adanya model latihan yang bervariasi agar dapat mencapai ketuntasan latihan, termasuk dengan penerapan model latihan tunggal dan jamak latihan yang dilakukan dan mengkaji secara individu maupun kelompok dengan teman sebayanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan mengkaji seberapa besar pengaruh implementasi model latihan tunggal dan jamak untuk meningkatkan keterampilan smash bolavoli pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli SMAN 16 Surabaya. Pengambilan data dilaksanakan selama 7 kali pertemuan, yaitu pre-test, 5 kali treatment, dan post-test. Berdasarkan hasil analisis Statistical Package For Social Science (SPSS) 25. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan model latihan tunggal dan jamak terhadap smash ekstrakurikurikuler, dibuktikan dengan thitung 9,42 > ttabel 1,721 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. jadi dapat disimpulan ada perbedaan yang signifikan. Sedangkan besar pengaruh dalam penelitian ini yaitu 16.15%. Kata Kunci: model latihan, smash, bolavoli Abstract Exercise is an important process for athletes to improve their skills. In realizing a change towards a better there need an effective model training. Training activities required a variety of training models so that training targets can be achieved. The trainer gives extracurricular participants the opportunity to observe what has been explained and demonstrated by the trainer. For the training to be actively conducted and effective conducted, there need to be a variety of training models in order to achieve complete training, applying a block and random training models included the trainer explains, demonstrate and practice is carried out individually or in peer groups. The purpose of this study was to determine the influence of the block practice and random practice training models to volleyball skill smash in participants of volleyball extracurricular act in Senior High School 16 of Surabaya. The data collection was carried out in 7 meeting, namely pre-test, 5 treatment, and post-test. Based on the. Statistical Package For Social Science (SPSS) 25. Analysis, it can be concluded that there was an effect of applying the block practice and random practice models to word smash skill of volleyball extracurricular participants. The result showed that arithmetic 9,42 > ttable 1,721, indicating that Ho was accepted and Ha was rejected. Whereas, the effect size was 16:15%. Keywords: training design, smash, volleyball
PENERAPAN PERMAINAN POSSESSION GAME TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING SEPAKBOLA DEVA YANTI, FITRIA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap manusia perlu melalui proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengubah kebiasaan ataupun pemikiran yang ada dalam dirinya. Bimbingan melalui pendidikan dapat dilakukan kepada individu atau kelompok agar dapat memenuhi kebutuhan belajar sehingga potensi yang dimiliki oleh individu/ kelompok bisa meningkat menjadi lebih baik. Dalam susunan kurikulum di satuan pendidikan terdapat mata pelajaran yang memiliki fokus berupa pendidikan melalui gerak yaitu Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Peran PJOK dalam pembelajaran dapat membantu siswa untuk dapat lebih mengekspresikan apa yang siswa tersebut. Penerapan permainan Possession game adalah satu dari banyaknya permainan yang terdapat di SSG, permainan possession game memiliki tujuan yaitu agar siswa dapat memahami materi yang diajarkan dalam pembelajaran sepakbola terutama pada materi passing kaki bagian dalam dengan lapangan yang ada disekolah. Dari hasil pengolahan data terdapat adanya pengaruh penerapan possession game terhadap hasil belajar passing sepakbola. Uji hipotesis pada kelompok eksperimen membuktikan nilai sig 0,00 <005, bahwa H0 ditolak. Sehingga dikaitkan diperoleh pengaruh yang signifikansi pada kelompok eksperimen. Besarnya pengaruh hasil penerapan permainan permainan possession game terhadap hasil belajar passing sepakbola siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Driyorejo diperoleh hasil peningkatan belajar dibuktikan dengan perhitungan persentase pengaruh kelompok eksperimen pada aspek pengetahuan sebesar 21% dan aspek keterampilan sebesar 82,5%. Kata Kunci: possession game, passing, sepakbola Abstract Each people needs to get through the learning process which aims to change the habits or thoughts inside themselves. The guidance through education could be done to each individual or groups to fulfill the learning needs, so the individual/ groups? potential could be improved to be better than before. In the curriculum system of educational institution, there is subject which focus on kinesthetic education, which is Sports and Health subject. The role of this subject would help the learner to express what they feel freely. The implementation of Possession game is one of the games in Small Sided Games approach. This game itself aims to make the learner understand the passing material in soccer especially inner feet passing by using the available infrastructure, such as the field with the improper size or field which is unsuitable with the soccer general regulation. The result of data tabulation was the existence of possession game implementation influence to the soccer passing learning result. It was proven in hypothesis test to experiment group which shows that the value was sig 0,00<0,05, which means that H0 was unaccepted. Thus, it was being related with the significant influence in experiment group. The amount of possession game implementation influence to the soccer passing learning result of XI grader in 1 Driyorejo Senior High School obtained the learning result improvement. It was proven by the percentage calculation of experimental group in knowledge aspect as much as 21% and in skill aspect as much as 82,5%. Keywords : possession game, passing, soccer
PERMAINAN SEPAK TAKRAW BAGI SISWA SD: DARI KETIDAKNYAMANAN MENUJU KEGEMBIRAAN ASRUL SANI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagai sebuah caban golahraga, sepak takraw bukanlah permainan yang disukai oleh anak. Penyebab utamanya karena bola yang keras sehingga saat perkenaan dengan kaki, kepala, atau anggota tubuh yang lain terasa sakit. Selain itu, sepak takraw juga termasuk permainan dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Akibatnya anak-anak merasa tidak nyaman dalam bermain sepak takraw. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran sepak takraw yang sesuai bagi siswa SD sehingga menimbulkan kegembiraan saat memainkannya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen dengan one group pre-test post-test design. Pendekatan modifikasi digunakan sebagai kerangka berpikir pengembangan model pembelajaran. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Pademonegoro, Sukodono, Sidoarjo sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui angket ?kegembiraan siswa? dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sepak takraw yang dikembangkan berdasarkan pendekatan modifikasi terbukti efektif meningkatkan kegembiraan siswa, dengan nilai t sebesar 2,38 pada signifikansi .02. Peningkatan kegembiraan siswa sebesar 7,98% dari data pretest ke posttest. Kata Kunci: pendekatan modifikasi, sepak takraw, kegembiraan siswa Abstract Sepak takraw is not a famous game for children. The main cause is due to a hard ball so that when it comes to the legs, head or other limbs it hurts. In addition, sepak takraw also includes games with high levels of difficulty. As a result, children feel uncomfortable playing sepak takraw. This study aims to develop the takraw learning model that is suitable for elementary students so that it causes excitement when playing it. This research was conducted with an experimental approach with one group pre-test post-test design. The modification approach is used as a framework for developing learning models. The research subjects were 28 fifth grade students of Pademonegoro Elementary School, Sukodono, Sidoarjo. Data was collected through a "students?enjoyment" questionnaire and analyzed using the t test. The results showed that the sepak takraw learning model developed based on the modified approach was proven effective in increasing student?senjoyment, with a t value of 2.38 at a significance level of .02. An increase in students enjoyment was 7.98% from the pretest to posttest data. Keywords: modification approach, sepaktakraw, students? enjoyment
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING SEPAKBOLA (STUDI KASUS SISWA KELAS XI IPA SMA UNGGULAN BPPT AL-FATTAH) FEBRY FITRIYANTO, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Layanan dalam pembelajaran oleh guru merupakan aspek terpenting dalam pendidikan, termasuk menyediakan pembelajaran yang menarik sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran tinggi. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pembelajaran PJOK di SMA Unggulan BPPT Al-Fattah dirasa kurang menarik sehingga berdasarkan data hasil belajar siswa mendapatkan nilai rendah. Untuk itu perlu inovasi pembelajaran agar proses belajar siswa berubah menjadi menarik yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) merupakan salah satu pilihan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran agar menarik sehingga keterlibatan siswa tinggi dan hasil belajar PJOK meningkat. Akan tetapi, dalam PJOK masih jarang digunakan bahkan di SMA Unggulan BPPT Al-Fattah belum pernah digunakan. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar dribbling sepakbola, (2) mengetahui besar pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar dribbling sepakbola. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan randomized control group pretest-posttest design. Dilakukan dalam 3 tahap, yaitu pretest, treatment, dan posttest. Hasil belajar dribbling diukur menggunakan teknik observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelompok eksperimen sebesar 0,98 berubah menjadi sebesar 0,140 saat posttest. Nilai rata-rata pretest kelompok kontrol sebesar 0,161 berubah menjadi sebesar 0,200 saat posttest. Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap hasil belajar dribbling sepakbola dibuktikan oleh nilai t-hitung sebesar 85.40 untuk kelas eksperimen dan 66 untuk kelas kontrol nilai sig. Sebesar 0.000<0,05. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe GI dapat digunakan dalam pembelajaran PJOK untuk meningkatkan hasil belajar dribbling sepakbola. Kata Kunci: group investigation, hasil belajar, dribling sepak bola Abstract Teacher learning service is the most important aspect of education, included in providing attractive learning, this there will be hist involvement of students in learning process. Observation and interview result show that Physical Education (PE) learning at Unggulan Senior High School BPPT Al- Fatah is deemed unattractive thus based on data of student learning result is obtained low mark. Therefore, learning innovation is needed for student learning process to change to be more attractive which can lead to increased student learning result. Group Investigation (GI) type cooperative learning model is one option in developing attractive learning innovation in order to increase student?s involvement and PE learning result. However, this model in PE learning process is rarely used, even at Unggulan Senior High School BPPT Al Fatah has never been used. Hence , the aim of this research are (1) to know The Effect Of Application Of Type Group Investigation Cooperative Learning Model On Football Dribbling Learning Results. (2) to know how much is the influence The Effect Of Application Of Type Group Investigation Cooperative Learning Model On Football Dribbling Learning Results. This research is an experimental research using randomized control group pretest-posttest design. Have a 3 stages are pretest, treatment and posttest. The result dribbling learning measure using observation technic. Data Analysis using descriptive statistic and T-Test. The result show that pretest average mark of experiment group by 0,98 turn to 0,140 at posttest. Pretest average mark of control group by 0,161 turn to 0,200 at postest. T-test result show there is significant effect in implementing GI type Cooperative Learning Model On Football dribbling Learning result, that is proved by T-test 85.40 for experiment group and 66 for marks of control group, it is 0.000<0,05. Therefore, GI type cooperative learning model can be used in PE learning process in order to increase football dribbling learning result. Keywords: group Investigation, learning outcomes, soccer dribbling
PENGARUH PERMAINAN BOCCE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN GERAK MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA (DOWNSYNDROME) DI SLB NEGERI C TULUNGAGUNG ARISTA WIBOWO, RIZKY
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu bagian pendidikan yang ada adalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Penjas adaptif adalah suatu sistem pelayanan menyeluruh untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah-masalah, salah satunya dalam domain psikomotor. Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mengalami kelainan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional). Salah satu anak kebutuhan khusus yang perlu mendapatkan penjas adaptif adalah tunagrahita. Pada penelitian ini yang disebutkan adalah anak tunagrahita kategori downsyndrom. Anak downsyndrom mempunyai keterlambatan dalam tumbuh kembang yaitu keterampilan motorik dan intelektualnya relatif lambat dari anak normal. Sekolah Luar Biasa (SLB) merupakan salah satu bentuk layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Dalam pembelajaran penjas adaptif yang cocok dengan anak jenis downsyndrome adalah modifikasi permainan bocce. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan kemampuan gerak motorik kasar anak tunagrahita (downsyndrome) di SLB C Negeri Tulungagung melalui permainan bocce dan seberapa besar peningkatan kemampuan gerak motorik kasar anak tunagrahita (downsyndrome) di SLB C Negeri Tulungagung melalui permainan bocce. Sasaran penelitian ini adalah siswa tunagrahita (downsyndrom) SLB C Negeri Tulungagung dengan jumlah 4 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest design. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan gerak motorik kasar anak tunagrahita (downsyndrome) di SLB C Negeri Tulungagung melalui permainan bocce yang dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa t hitung > t tabel (4,619 > 4,30265). Kata Kunci: tunagrahita, downsyndrome, bocce Abstract One part of education is physical education. Physical education is intended to increase physical potential and instill sportivitas. Adaptive physical education is an overall service system to identifying and correcting problems, include psychomotor. Children with special needed are children who have physical, mental, intellectual, social, and emotional abnormalities. One of the children with special needed who need get an adaptive physical education is a tunagrahita children. This study is referred to tunagrahita children category down syndrome. Down syndrome children have a delay in growth and development of motoric skills and intellectual. Sekolah Luar Biasa (SLB) is one form of educational service for children with special needed in Indonesia. In an adaptive physical education that fits with the down syndrome children is bocci game modification. The purpose of this study was to determine the effect of bocce game on increased motor abilities of tunagrahita (down syndrome) children in SLB C Negeri Tulungagung and how much infuence theimplementation of bocce game on increased motor abilities of tunagrahita (down syndrome) children in SLB C Negeri Tulungagung. This research target is tunagrahita (downsyndrome) students of SLB C Negeri Tulungagung with total population of 4 students. The methode of this research is experimental research using pretest-postest design. Based on the results of this research, concluded that there is an effect of bocce game on increased motor abilities of tunagrahita (downsyndrome) children in SLB C Negeri Tulungagung that can be proved from the calculation of the t-test showed that t-count>t-table (4,619 > 4,30265). Keywords : tunagrahita, downsyndrome, bocci
PENGARUH PERMAINAN KECIL TERHADAP KEAKTIFAN SISWA PADA PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN ALVIN KURNAIN, BRILIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah usaha sadar manusia yang tersusun dan terencana secara sistematis dan tersusun dalam sebuah rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Salah satunya adalah mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, merupakan salah satu bagian yang penting dalam pendidikan nasional, dikarenakan untuk menjaga kebugaran jasmani siswa, melatih keterampilan gerak siswa dan turut memajukan pendidikan di Indonesia. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah oleh guru hendaknya dilakukan dengan memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, sehingga akan mendukung keberhasilan pembelajaran itu sendiri. Penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat akan berpengaruh pada keaktifan dan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran yang akan diajarkan, sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Sedangkan pembelajaran yang sedang dikembangkan kini adalah dengan permainan. Proses pembelajaran dengan bentuk permainan yang akan diajarkan ini dirasa akan lebih efektif karena siswa akan lebih termotivasi dalam gerak. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh permainan kecil terhadap keaktifan siswa pada proses pembelajaran PJOK kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo. 2) Mengetahui besarnya pengaruh permainan kecil terhadap keaktifan siswa pada proses pembelajaran PJOK kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan jenis eksperimen murni dengan pendekatan kuantitatif serta desain penelitian randomized control group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan analisis video melalui instrumen Analisa Proporsi Fokus (APF). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo dengan jumlah sampel yang diambil yaitu dua kelas berjumlah 68 siswa. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada kelompok eksperimen ada pengaruh permainan kecil terhadap keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada siswa kelas VIII yang dapat dibuktikan dengan persentase active time allotment atau waktu yang disediakan oleh guru untuk siswa melakukan aktivitas selama proses pembelajaran meningkat sebesar 8,34% dan persentase students direct engagement atau total siswa yang mengikuti proses pembelajaran per jumlah siswa dalam pembelajaran meningkat sebesar 2,84% pada saat diberi perlakuan permainan kecil. Sedangkan pada kelompok kontrol active time allotment meningkat sebesar 32% dan students direct engagement mengalami penurunan sebesar -11,04%. Kata Kunci: permainan kecil, keaktifan siswa Abstract Education is a conscious human effort that is organized and planned systematically and arranged in a series of learning activities conducted both in side the and outside the classroom. One of them is physical education, exercise, and health, it is one of the important subject in national education, because it to maintains the students physical fitness, training student mobility skills and also advances Education in Indonesia. The study of physical education in schools by teachers should be done by choosing the right learning approach, which will support the success of the learning itself. The use of the right learning approach will affect students activity and interest in learning, so that student learning outcomes can be improved. Learning can be improvised with game. The learning process with of the game thought to be more effective because the students will be more motivated to move. The objectives of the study are: 1) To find out the influence of small games to the activity of students in the PJOK learning process class VIII junior high school 2 Sidoarjo. 2) To study the magnitude of the influence of small games to the activity of students in the PJOK learning process class VIII junior high school 2 Sidoarjo. This method of research used pure experiment with a quantitative approach as well as research design randomized control group Pretest-posttest design. Data was collected with video analysis through the instrument of focus proportion analysis (APF). The population in this research was grade VIII students junior high school 2 Sidoarjo with the number of samples taken from two classes totalling 68 students. Based on the results of the analysis conducted on the experimental group there is an influence small game on students activity in the learning process of physical education of sport and health in grade VIII students. The active time option or time provided by the teacher for students to conduct activities during the learning process amount to 8,34% and percentage of students direct engagement or total student who follows the learning process per student number amount to 2,84% when given a small game treatment. While in the control group the active Time option was increased by 32% and students of direct engagement experienced a decrease of -11.04%. Keywords: small game, active students
SURVEI SARANA PRASARANA DAN TENAGA PENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SMA NEGERI SE-KABUPATEN PONOROGO ROHMAD HIDAYAT, BUDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sarana Prasarana dan Tenaga Pengajar merupakan fasilitas siswa untuk proses pembelajaran, dengan adanya fasilitas yang didapatkan siswa maka pembelajaran akan menjadi lebih baik dan dapat memperlancar jalannya proses pembelajaran. Penelitian dengan instrumen PDPJOI agar mempermudah peneliti untuk mengetahui hasilnya, karena didalam instrumen tersebut sudah tersedia nilai-nilai untuk mengetahui hasil penelitian. Populasi penelitian adalah SMA Negeri se-Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 16 sekolahan. Di penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya ada di lapangan. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif untuk menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya terjadi disekolah, dengan menggunakan penelitian ini kita dapat mengetahui sarana prasarana dan tenaga pengajar yang ada di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana sekolah dengan mendapatkan nilai C dengan rata-rata nilai 124 dari nilai maksimal 250, sedangkan untuk tenaga pengajar mendapatkan nilai A dengan rata-rata nilai 245 dari nilai maksimal 250. Penilaian tersebut diambil dan dirata-rata dari 16 sekolah yang ada di Ponorogo. Kata kunci: sarana prasarana, tenaga pengajar Abstract Infrastructure and teaching staff are students? facilities for the learning process, with those facilities, the learning process will be better and it couldbe accelerated well. This study wasconducted with PDPJOI as the instruments in order to make it easier for the researchers to find out the results, sincethe values to find it out is already availablein these instruments. The population of this study was senior high schools in the district of Ponorogo, with the total number of 16 schools. This study used quantitative methods to find out the actual events in the field. The type of this research was descriptive research in order to describe the events that actually happened at school, by using this research we could find out the infrastructure and teaching staff at school. The results of the study showed that the availability of school facilities and infrastructure was still minimal by getting a C value with aaverage of 124 a maximum value of 250, while for the teaching staff getting an A with a average 245 of a maximum 250. The assessment was taken and on average from 16 schools in Ponorogo. Keywords: infrastructure, educational staff
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA (STUDI PADA SISWA PUTRI KELAS VIII D SMP NEGERI 3 SUGIO KAB. LAMONGAN) FAIZUL AL RAMADHAN, MUHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan: (1) untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan media audio visual terhadap hasil belajar dribbling sepak bola pada murid putri (siswi) Pada kelas VIII D SMPN 3 Sugio, (2) untuk mengetahui berapa banyak pengaruh dari media audio visual terhadap hasil belajar dribbling sepak bola pada siswa putri (siswi) SMP Negeri 3 Sugio. Jenis penelitian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan jenis penelitian eksperimen semu, dengan melakukan sebuah pendekatan yaitu kuantitatif. Rancangan menggunakan desain penelitian one group pretest-possttest desain. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes dribbling sepak bola untuk mengetahui keterampilan dribbling bola. Treatment dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, yaitu pertemuan kedua dan ketiga setelah pre-test diberikan pada hari pertama untuk dilanjutkan post-test dengan hari yang paling terakhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media audio visual (video) dalam pembelajaran dribbling sepak bola pada kelas VIII D di SMPN 3 Sugio. Pengambilan data ini dapat dibuktikan dengan suatu rumus yang digunakan seperti uji-t, dengan taraf signifikan 0,05 dan nilai t test 4,539> t tabel 1,699, yang menunjukkan hipotesis alternatif yang dapat dengan cukup. Untuk data demikian ini bisa disimpulkan ternyata ada sebuah pengaruh media pandang dengar (video) pada saat materi belajar dribbling sepak bola pada kelas VIII D SMPN 3 Sugio. Nilai mean post-test sebesar 5,03>4,43 nilai rata-rata pre-test. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya hasil perhitungan persentase peningkatan sebesar 19%. Kata Kunci: media audio visual, sepak bola, dribbling Abstract This study aims to (1) find out whether the implementation of audiovisual media has any significant influence on the soccer dribbling learning results of the female VIII D grade students in Junior High School Three Sugio, and (2) discover how significant the implementation of audiovisual media affects the soccer dribbling learning results of the female VIII D grade students in Junior High School Three Sugio. This was a quasi-experimental study by using a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design. In obtaining the data, a soccer dribbling test was used by the researcher to observe the students soccer dribbling skills. The treatment was given twice, precisely in the second and the third day of the observation; the first one was after the pretest and the last one was before the posttest; which was done on the last day of the observation. The results showed that the implementation of audiovisual media has a significant influence on the female VIII D grade students soccer dribbling learning in Junior High School Three Sugio. It can be proven by the result of the t-test, with a significant level of 0.05 and a t-test value of 4.539> t table 1.699, indicating an alternative hypothesis is partially accepted. Thus, it can be concluded that the implementation of audiovisual media has significantly promoted the female VIII D grade students soccer dribbling learning in Junior High School Three Sugio since first, it was found that the posttest average value is 5,03>4,43 the pretest average value and second, this result is also proven by the calculation of the percentage increase in the amount of 19%. Keywords: audio visual media, soccer, dribbling
PENGARUH PERMAINAN SIRKUIT TERHADAP MOTIVASI SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN ADHENNIN, ADHIL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motivasi adalah salah satu faktor penting siswa untuk melaksanakan gerak dan mengikuti instruksi guru dalam pembelajaran. Motivasi adalah sebuah bentuk rasa ingin melakukan sebuah tindakan yang terdapat dalam diri seseorang yang menjadi daya penggerak bagi seseorang untuk melakukan sebuah tindakan untuk menjadi lebih baik. Permainan sirkuit adalah model pelatihan yang ditujukan agar fungsi kerja kelompok otot bekerja secara berurutan dengan proses penyampaian permainan yang sengaja dibuat dan dibentuk dalam lingkaran dan terdiri dari beberapa stasiun. Jadi dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan permainan sirkuit sebagai perangsang untuk membangkitkan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah adanya pengaruh permainan sirkuit terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PJOK dan jika ada pengaruh yang disebabkan oleh permainan sirkuit seberapa besar pengaruhnya. Penelitian berjenis penelitian eksperimen murni dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain randomized control group pre-test - post-test design. Berdasarkan data yang didapat terdapat pengaruh permainan sirkuit terhadap motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran PJOK dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,010 ? ? 0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak dengan pengaruh sebesar 3,14%. Kata Kunci: permainan sirkuit, motivasi belajar siswa Abstract Motivation is an important factor for students to move and follow the instruction of the teacher in learning. Motivation is a self encouragement to try and make a better behavior change. The circuit game is a training model consist of several stations arranged in circles so that the body muscle groups work sequentially from the station to the station. So in this research will use the circuit game as an stimulant to inspire the learning motivation of students in following the educational learning of Physical Education (PE). This research aims to find out whether or not the influence of the circuit games on the motivation to learn students in PE learning and how much influence of it. This Research uses a quantitative descriptive approach with the design of randomized control group pre-test and -post-test design. Based on the data obtained there is the influence of circuit games on the motivation to learn students in following the PE learning evidenced by the significance value of 0.010 ? ? 0.05 which means Haaccepted and Ho rejected by an influence of 3.14%. Keywords: circuit games, learning motivation for students