cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2020)" : 39 Documents clear
MOTIVASI ORANG TUA YANG MEMPARTISIPASIKAN PUTRA DAN PUTRI BERLATIH DI GLADIATOR ATLETIK KLUB GRESIK ALVIANINGRUM, AZIZI; , PUDJIJUNIARTO
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki prestasi baik itu akademik maupun non akademik. Para orang tua juga pasti menginginkan putra/putrinya ikut dan berprestasi menjadi seorang atlet nasional maupun internasional. Seperti halnya di Gladiator Atletik klub Gresik, masih banyak orang tua yang menemani putra/putinya berlatih hingga malam hari. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi orang tua yang mempartisipasikan putra dan putri berlatih di Gladiator Atletik Klub Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik lalu di ubah menjadi persentase. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan angket tertutup. Subjek penelitian yang diambil untuk penelitian ini berjumlah 30 orang tua yang mempartisipasikan putra putrinya berlatih di Gladiator Atletik Klub Gresik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi orang tua yang mempartisipasikan putra dan putri berlatih di Gladiator Atletik Klub Gresik tergolong sedang dengan total persentase sebesar 36.7%. Dimana faktor intrinsik lebih mendominan yakni sebesar 63.7%, sedangkan untuk faktor ekstrinsik mengahasilkan persentase sebesar 36.3%. Jadi dapat disimpulkan jika motivasi orang tua yang mempartisipasikan putra dan putri berlatih di Gladiator Atletik Klub Gresik tergolong sedang. Kata kunci: Motivasi, Orang Tua, Atletik.
HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP HASIL TES KETEPATAN TENDANGAN PENALTI PADA TIM SEKOLAH SEPAK BOLA BENTENG FC NGAWI WIBOWO, ANANTO; , PUDJIJUNIARTO
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tendangan penalti merupakan tendangan hukuman dalam permainan sepak bola, yang dilakukan dari titik penalti berjarak sebelas meter dari garis gawang. Kecemasan merupakan suatu keadaan yang tidak mengenakan yang ditandai dengan rasa khawatir, gugup, gelisah, ketakutan yang dialami seseorang pada tingkat yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap hasil tes ketepatan tendangan penalti, dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan tingkat kecemasan terhadap hasil tes ketepatan tendangan penalti. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 pemain dari sekolah sepak bola Benteng FC Ngawi yang berusia 17-20 tahun. Pengambilan data berupa angket tingkat kecemasan dan tes ketepatan tendangan penalti kepada tim sekolah sepak bola Benteng FC Ngawi. Hasil penelitian ini diketahui nilai rata-rata dari tes tingkat kecemasan yaitu 31,32 dengan standar deviasi sebesar 10,866. Nilai maksimum variabel kepercayaan diri sebesar 65 dan minimumnya sebesar 22. Sedangkan nilai rata-rata untuk tes ketepatan tendangan penalti yaitu 9,40 dengan standar deviasi sebesar 3,416. Nilai maksimum skor ketepatan tendangan penalti sebesar 16 dan nilai minimumnya 5. Sedangkan korelasi product moment diketahui memperoleh nilai r-hitung -0,648. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut; Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan hasil tes ketepatan tendangan penalti pada tim sekolah sepak bola Benteng FC Ngawi Kategori Usia 17-20 tahun, Besarnya hubungan tingkat kecemasan dengan hasil tes ketepatan tendangan penalti pada tim sekolah sepak bola Benteng FC Ngawi Usia 17-20 tahun yaitu sebesar 42% Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Tendangan Penalti, Sepak Bola
ANALISIS KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT TUNGKAI FLEKSIBILITAS PERGELANGAN TANGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN DAYA TAHAN AEROBIK TERHADAP AKURASI BOWLING ATLET CRICKET PUTRA JAWA TIMUR IQBAL JAMALUDDIN, MOHAMMAD; HIMAWAN SUSANTO, INDRA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bowling merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan cricket yang bertujuan untuk menahan batsman lawan mencetak poin (run). Bowler (pelempar bola) adalah pemain yang bertugas melempar bola sebagus mungkin agar batsman sulit memukul bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kekuatan otot tungkai, fleksibilitas pergelangan tangan, kekuatan otot lengan dan daya tahan aerobik terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet cricket putra Jawa Timur yang berjumlah 13 atlet. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana pearson correlation dan analisis regresi berganda (uji F) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kekuatan otot tungkai berkontribusi terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur sebesar 4%. (2) fleksibilitas pergelangan tangan berkontribusi terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur sebesar 14,46 %. (3) kekuatan otot lengan berkontribusi terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur sebesar 3,4%. (4) daya tahan aerobik berkontribusi terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur sebesar 12,24%. (5) kekuatan otot tungkai, fleksibilitas pergelangan tangan, kekuatan otot lengan dan daya tahan aerobik berkontribusi secara bersama-sama terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur sebesar 34,1%. Dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot tungkai, fleksibilitas pergelangan tangan, kekuatan otot lengan dan daya tahan aerobik mempunyai kontribusi yang tidak signifikan terhadap akurasi bowling atlet cricket putra Jawa Timur. Kata Kunci: Cricket, Bowling, Kekuatan Otot.
ANALISIS STATUS DEHIDRASI SISWA EKSTRA FUTSAL SMP DI BOJONEGORO DITINJAU DARI IMT DAN KEBIASAAN PERILAKU MINUM IMAM TAUCHID, MUHAMMAD; AZIZ HAKIM, ABDUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mengkonsumsi air mineral diatur oleh kementerian kesehatan, namun jumlah air yang dikonsumsi masyarakat masih kurang dari kebutuhan harian mereka. Hal ini dibuktikan oleh Herdiansyah (2010: 4) mengungkap bahwa 46,1% subjek yang diteliti mengalami kekurangan air. Kejadian ini lebih tinggi terjadi pada remaja usia 15-18 tahun yaitu 49,5% dibandingkan dengan orang dewasa usia 25-55 tahun yaitu 42,5%. Pada olahragawan/ atlet tentu mengkonsumsi air secara teratur dapat meningkatkan performa mereka. Kehilangan cairan saat berolahraga terjadi dengan berbagai mekanisme, salah satu melalui keringat pada individu yang aktif, kecepatan produksi keringat mencapai 3-4 liter per jam (Rismayanti, 2012: 6). Untuk mengatasi kehilangan cairan yang berdampak dehidrasi maka atlet harus selalu menjaga dirinya untuk tetap tercukupi cairan dalam tubuhnya. Berdasarkan hasil observasi pada atlet ekstra futsal tingkat SMP di Bojonegoro, banyak atlet meremehkan kebiasaan mengkonsumsi air ketika berlatih. Maka perlu dilakukan penelitian tentang status dehidrasi siswa ekstra futsal SMP di Bojonegoro ditinjau dari IMT dan kebiasaan perilaku minum. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah status dehidrasi siswa ekstra futsal SMP di Bojonegoro ditinjau dari IMT dan kebiasaan perilaku minum mereka . Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dehidrasi siswa ekstra futsal SMP di Bojonegoro ditinjau dari IMT dan kebiasaan perilaku minum. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif atau describe, menggunakan pendekatan cross-sectional serta metode survey. Menggunakan instrument penelitian berupa angket kebiasaan perilaku minum dan PURI (Periksa Urin Sendiri). Pada hari pertama hanya diberikan pengarahan untuk mengkonsumsi air tanpa memberi tahukan ukuran yang sesuai dengan mereka, dan pada hari kedua diberikan pengarahan. Hasilnya terdapat kenaikan, terdapat 4 orang yang memiliki status dehidrasi baik menjadi 25 orang yang memiliki status dehidrasi baik dengan persentase 13,6% menjadi 83,4%. Pada IMT dan kebiasaan perilaku minum tidak memiliki pengaruh pada status dehidrasi. Kata Kunci : Status Dehidrasi, IMT (Indeks Massa Tubuh), Kebiasaan Perilaku Minum
PERBEDAAN TINGGI DAN BERAT BADAN SISWA SEKOLAH DASAR YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER DAN NON EKSTRAKURIKULER IDHOFI FAKRIADI, MOCH; ANITA KUMAAT, NOORTJE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat dan tinggi badan merupakan dua indikator yang mempengaruhi indeks massa tubuh seseorang. Usia sekolah dasar merupakan masa pengembangan gerak dasar sebagai modal anak dalam melakukan gerakan yang lebih rumit. Dalam proses pengembangan gerak dasar anak, IMT memegang peranan penting dalam mempercepat atau mempermudah proses belajar gerak pada anak. Penelitian bertujuan untuk menguji perbedaan berat dan tinggi badan siswa sekolah dasar yang mengikuti ekstrakurikuler dan non ekstrakurikuler dengan metode eksperimen. Jumlah sampel 14 orang dipilih menggunakan metode purposive sampling pada siswa usia 10-12 tahun. Pengumpulan data melalui analisa hasil belajar siswa (raport). Analisa deskriptif menunjukkan bahwa 43% siswa mengikuti ekstra bolavoli 36% mengikuti ekstra renang, dan 21% mengikuti ekstrakurikuler drumband. Hasil rerata berat dan tinggi badan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sebesar 25,14 kg dan 108,64 cm, sedangkan pada anak yang tidak mengikuti ekstrakurikuler sebesar 20,14 kg dan 120,26 cm. Hasil uji Mann whitney U-test berat dan tinggi badan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler dan non ekstrakurikuler berturut-turut adalah sebesar 0,001 dan 0,002. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada berat dan tinggi badan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti ekstrakurikuler dengan kecenderungan nilai IMT dari rerata berat dan tinggi badan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler lebih baik (IMT ekstrakurikuler 21,16 Kg/m2 ; IMT non ekstrakurikuler 13,98 Kg/m2 ) Kata Kunci : Berat badan, tinggi badan, ekstrakurikuler
POLA PERTUMBUHAN SISWA SEKOLAH DASAR DI SEKOLAH SWASTA IRIS AYU, MEISKE; ANITA KUMAAT, NOORTJE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola pertumbuhan pada siswa sekolah dasar mempengaruhi perkembangan kualitas gerak anak.Pertumbuhan yang tidak terkontrol pengaruh pada kondisi overweigh,bahkan obesitas.Dua kondisi tersebut memberikan dampak negatif pada kehidupan anak.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pola pertumbuhan pada siswa perempuan sekolah dasar swasta.Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional.27 siswa sehat secara jasmani dan rohani dari populasi MI AMANATUL IZZAH SIDOARJO diambil berdasarkan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan protokol pengukuran tinggi badan dan berat badan menggunakan penimbang berat dan micro toa.Analisis data menguunakan aplikasi Microsoft exel.Hasil penelitian menunjukkan ada laju pertumbuhan yang meningkat pada pengukuran rata-rata Tinggi Badan kelas IV 130,6 Cm,kelas V rata-rata tinggi badan 134,4 Cm,dan kelas VI rata-rata tinggi badan sebesar 144,1 Cm.Sementara pada pengukuran berat badan ada penurunan laju pertumbuhan dari rata-rata kelas IV ke kelas V,yaitu rata-rata kelas IV sebesar 32,4 Kg,sementara kelas V rata-rata sebesar 29,6 Kg,namun ada peningkatan yang cukup signifikan pada rata-rata berat badan kelas VI yaitu sebesar 41,4 Kg.Simpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan kenaikan tinggi badan dari kelas IV hingga VI,sedangkan berat badan meingkat signifikan dari kelas V menuju VI.
AGRESI NEGATIF BONEK PADA PERTANDINGAN HOME PERSEBAYA FRIDELINUS BRIA, STEFENDI; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor dari agresi negatif yang dilakukan Bonek pada pertandingan home Persebaya. Lingkup penelitian ini adalah berfokus pada pengalaman Bonek yang pernah melakukan agresi tersebut. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah empat belas orang Bonek dengan latar Pendidikan dan usia yang bermacam macam. Metode pengambilan narasumber dilakukan dengan metode snowing ball sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara. Analisis penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan agresi yang terjadi tergolong menjadi agresi verbal dan agresi nonverbal (fisik). Tindakan agresi verbal berupa mengolok dan nyanyian rasis, sedangkan untuk agresi nonverbal (fisik) berupa pelemparan, pembakaran, penyalaan petasan dan sejenisnya, pengrusakan fasilitas stadion, dan memasuki area lapangan. Perilaku tersebut terjadi karena beberapa faktor meliputi frustrasi, kekuasaan dan kepatuhan, deindividuasi, provokasi lawan yang disengaja maupun tidak sengaja, serta alkohol. Kata kunci: Agresi, Suporter sepak bola, Bonek
AGRESI NEGATIF BONEK PADA PERTANDINGAN HOME PERSEBAYA FRIDELINUS BRIA, STEFENDI; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor dari agresi negatif yang dilakukan Bonek pada pertandingan home Persebaya. Lingkup penelitian ini adalah berfokus pada pengalaman Bonek yang pernah melakukan agresi tersebut. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah empat belas orang Bonek dengan latar Pendidikan dan usia yang bermacam macam. Metode pengambilan narasumber dilakukan dengan metode snowing ball sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara. Analisis penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan agresi yang terjadi tergolong menjadi agresi verbal dan agresi nonverbal (fisik). Tindakan agresi verbal berupa mengolok dan nyanyian rasis, sedangkan untuk agresi nonverbal (fisik) berupa pelemparan, pembakaran, penyalaan petasan dan sejenisnya, pengrusakan fasilitas stadion, dan memasuki area lapangan. Perilaku tersebut terjadi karena beberapa faktor meliputi frustrasi, kekuasaan dan kepatuhan, deindividuasi, provokasi lawan yang disengaja maupun tidak sengaja, serta alkohol. Kata kunci: Agresi, Suporter sepak bola, Bonek
PROFIL ANTROPOMETRI DAN VO2MAX PADA ANAK SD LAKI-LAKI USIA 11-12 TAHUN DI DATARAN TINGGI Ikhlas Shoburo Dinya Mesra, Desa; NUR BAWONO, MOKHAMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang terprogram guna melatih berbagai komponen fisik tubuh. Komponen fisik tubuh dibagi menjadi dua yaitu komponen fisik berkaitan dengan keterampilan dan komponen fisik berkaitan dengan kesehatan. Komponen fisik yang berkaitan dengan kemampuan/keterampilan seseorang seperti keseimbangan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan daya ledak. Sedangkan komponen fisik yang berkaitan dengan kesehatan adalah komponen yang terkait dengan kesehatan anggota badan bagian dalam seperti daya tahan kardiorespirasi, daya tahan otot, kekuatan otot, kelentukan, dan antropometri tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil antropometri dan VO2Max anak laki-laki usia 11-12 tahun di dataran tinggi. Pengambilan data dilakukan pada 60 responden di SDN Wonosalam 1 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini data yang telah didapat akan di analisis melalui perhitungan statistik kemudian hasil penelitian dideskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian untuk antropometri diperoleh berat badan (BB) sebesar 31,65 kg; tinggi badan (TB) sebesar 136,73 cm; tinggi duduk (TD) sebesar 67,52 cm; lingkar dada (LD) sebesar 63,16 cm; lingkar kepala (LK) sebesar 51,13 cm; lingkar lengan kanan sebesar 18,16 cm; lingkar lengan kiri sebesar 18,20 cm; lingkar betis kanan sebesar 26,83 cm; lingkar betis kiri sebesar 26,87 cm; dan nilai rata-rata pada IMT sebesar 16,39. Sedangkan hasil penelitian untuk VO2Max berdasarkan rata-rata 38,11; minimal 24,48; maksimal 51,31; dan standard deviasi adalah 10,29465. Data tersebut sesuai dengan persentase kategori Sangat Baik (16,6%), kategori Baik (11,6%), kategori Sedang (33,3%), kategori Buruk (6,6%), dan kategori Sangat Buruk (31,6%). Dengan demikian dapat diperoleh infromasi profil dari hasil penelitian dan hasil perhitungan bahwa dalam profil antropometri mendapatkan 50 anak memiliki kategori normal/baik dari 60 responden. Sedangkan profil dari VO2Max mendapatkan 9 anak memiliki fisik kategori sangat baik dari 60 responden. Kata Kunci: Antropometri, VO2Max, Dataran Tinggi
PROFIL ANTROPOMETRI DAN VO2MAX PADA ANAK SD LAKI-LAKI USIA 11-12 TAHUN DI DATARAN TINGGI Ikhlas Shoburo Dinya Mesra, Desa; NUR BAWONO, MOKHAMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang terprogram guna melatih berbagai komponen fisik tubuh. Komponen fisik tubuh dibagi menjadi dua yaitu komponen fisik berkaitan dengan keterampilan dan komponen fisik berkaitan dengan kesehatan. Komponen fisik yang berkaitan dengan kemampuan/keterampilan seseorang seperti keseimbangan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan daya ledak. Sedangkan komponen fisik yang berkaitan dengan kesehatan adalah komponen yang terkait dengan kesehatan anggota badan bagian dalam seperti daya tahan kardiorespirasi, daya tahan otot, kekuatan otot, kelentukan, dan antropometri tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil antropometri dan VO2Max anak laki-laki usia 11-12 tahun di dataran tinggi. Pengambilan data dilakukan pada 60 responden di SDN Wonosalam 1 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini data yang telah didapat akan di analisis melalui perhitungan statistik kemudian hasil penelitian dideskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian untuk antropometri diperoleh berat badan (BB) sebesar 31,65 kg; tinggi badan (TB) sebesar 136,73 cm; tinggi duduk (TD) sebesar 67,52 cm; lingkar dada (LD) sebesar 63,16 cm; lingkar kepala (LK) sebesar 51,13 cm; lingkar lengan kanan sebesar 18,16 cm; lingkar lengan kiri sebesar 18,20 cm; lingkar betis kanan sebesar 26,83 cm; lingkar betis kiri sebesar 26,87 cm; dan nilai rata-rata pada IMT sebesar 16,39. Sedangkan hasil penelitian untuk VO2Max berdasarkan rata-rata 38,11; minimal 24,48; maksimal 51,31; dan standard deviasi adalah 10,29465. Data tersebut sesuai dengan persentase kategori Sangat Baik (16,6%), kategori Baik (11,6%), kategori Sedang (33,3%), kategori Buruk (6,6%), dan kategori Sangat Buruk (31,6%). Dengan demikian dapat diperoleh infromasi profil dari hasil penelitian dan hasil perhitungan bahwa dalam profil antropometri mendapatkan 50 anak memiliki kategori normal/baik dari 60 responden. Sedangkan profil dari VO2Max mendapatkan 9 anak memiliki fisik kategori sangat baik dari 60 responden. Kata Kunci: Antropometri, VO2Max, Dataran Tinggi

Page 2 of 4 | Total Record : 39