cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
PROFIL INDEKS MASSA TUBUH PADA ATLET TIM NASIONAL ASIAN GAMES 2018 TRISNO WIBOWO, EKO; AZIZ HAKIM, ABDUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndeks Massa Tubuh (IMT) adalah nilai yang di ambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang. IMT dapat menjadi indikator atau menggambarkan kadar adiposit dalam tubuh seseorang. IMT juga berkaitan dengan status gizi seseorang, dimana status gizi dapat menentukan peforma atlet dalam pertandingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis IMT pada atlet Asian Games 2018 sebagai salah satu cara pemetaan atlet nasional dengan mengetahui komposisi tubuh sesuai cabor masing masing. Sampel: Subjek pada penelitian ini adalah seluruh atlet kontingen tim Indonesia pada Asian Games 2018 yang berjumlah 938 atlet. Metode: Penelitian ini menggunakan metode ex post facto. Instrumen penelitian ini menggunakan tes antropometri meliputi berat badan dan tinggi badan yang merupakan syarat untuk menentukan Klasifikasi Indeks Massa Tubuh, setelah itu hasil dari data tersebut akan di analisa menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Pada Cabang olahraga beladiri memiliki indeks massa tubuh dengan rata-rata 23,42. Pada cabang olahraga permaianan memiliki rata-rata Indeks massa tubuh 22,65. Pada olahraga keterampilan memiliki rata-rata indeks massa tubuh 24,36. Kesimpulan: IMT merupakan salah satu indikator untuk menentukan peforma dan prestasi atlet, dengan setiap cabang olahraga yang memiliki kebutuhan Indeks massa tubuh yang berbeda-beda. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui korelasi Indeks massa tubuh dengan prestasi atlet Kata kunci: Asian Games 2018 Indeks Massa Tubuh, Tinggi Badan, Berat Badan.ABSTRACTBody massa index(BMI) is the value taken from the calculation between a persons body weight and height. BMI can be an indicator or describe adipocyte levels in a persons body. BMI is also related to a persons nutritional status, where nutritional status can determine the performance of an athlete in a match. Objective: This study aims to determine the results of BMI analysis inathletes Asian Games 2018as one way of mapping national athletes by knowing body composition according to their respective sports. Sample: The subjects in this study were all Indonesian team contingent athletes at theAsian Games 2018 which numbered 938 athletes. Method: This study uses the method ex post facto. The instrument of this study uses anthropometric tests covering body weight and height which is a requirement to determine BMI, after which the results of the data will be analyzed using descriptive analysis. Results: Martial arts has a body mass index with an average of 23.42. In the game of sports has an average body mass index of 22.65. In sports skills have an average body mass index of 24.36. Conclusion: BMI is one indicator to determine the performance and achievements of athletes, with each sport having different BMI needs. For this reason, it is necessary to do more in-depth research to determine the correlation between BMI and athletes performance. Keywords: Asian Games 2018, Body Mass Index, Height, Weight.
ANALISIS PEROLEHAN ANGKA NOMOR DOUBLE EVENT PADA CABANG OLAHRAGA SEPAKTAKRAW (STUDI KASUS FINAL ASEAN SCHOOL GAMES 2019 INDONESIA VS THAILAND) WIDYA KARTIKA, CORRY; AZIZ HAKIM, ABDUL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak takraw adalah jenis permainan yang telah berkembang banyak dikenal dimasyarakat Indonesia. Sepaktakraw mempunyai beberapa nomor kompetisi salah satunya adalah nomor double event. Pada tahun 2019 Indonesia memperoleh medali emas pada ajang Asean School Games yang diadakan disemarang setelah 11 tahun tidak pernah mendapatkan medali emas di nomor double event. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perolehan angka pada nomor double event ini. Penelitian menggunakan metode survey yang bersifat eksploratif. Penelitian ini menggunakan subjek 6 pemain yang masuk final 2 pemain inti 1 pemain cadangan. Instrument data menggunakan chek list observation. Teknik analisis data menggunakan perhitungan presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil presentase terbesar diperoleh dari smash rolling 88%, kemudian presentase kedua dari kesalahan lawan sebesar 23% dan untuk smash kedeng sebesar 44%, presentase perolehan angka terkecil didapatkan dari blok dan sepakmula. Service 25% serta blok 9%. Kata Kunci: Smash, Service, Blok
MOTIVASI OLAHRAGA REKREASI PADA PESERTA TSOT OUTBOUND KUSUMA ARIEF PUTRA, SURYA; SUDIJANDOKO, ANDUN
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackMotivation is one of the determining factors as a booster of human behavior in carrying out activities so that with the motivation a person can encourage himself to practice more actively to achieve maximum results and something that is desired. With this motivation will encourage someone to practice, work hard, and can last longer in following activity or training. The purpose of this study was to determine how much intrinsic motivation in sports participants with the presence of recreational sports facilities in TSOT outbound Subdistrict, Prigen Subdistrict, Pasuruan Regency. This research is a descriptive study using a survey method. The instrument used in the form of a questionnaire. The research subjects used were SMA Negeri 3 Surabaya students, consisting of 20 statement items with 30 respondents. Research indicators include four aspects of motivation, namely; needs; hope; interest; and pleasure. Based on the results of the research and discussion in chapter IV, it can be concluded that the level of motivation of participants in recreational sports activities in TSOT outbound Subdistrict, Prigen District, Pasuruan Regency is classified as very high or very good. Judging from the type of motivation, it shows that intrinsic motivation to participate in recreational sports in TSOT outbound Subdistrict, Prigen District, Pasuruan Regency is high. The average intrinsic motivation of interest indicator is 83.8% in a very high percentage, the pleasure level indicator is 71.3%, indicator needs level is 80.3%, and for expectation level indicator is 64%. From these data, it can be concluded that the level of motivation of participants to do recreational sports activities is due to very high interest, high pleasure, very high needs, and high expectations. Keywords: Intellectual motivation, Recreational sports, Prigen District. AbstrakMotivasi merupakan salah satu faktor penentu sebagai pendorong tingkah laku manusia dalam melakukan kegiatan, sehingga dengan adanya motivasi seseorang dapat mendorong dirinya untuk lebih giat berlatih untuk mencapai hasil yang maksimal dan sesuatu yang diinginkan. Dengan adanya motivasi tersebut akan mendorong seseorang untuk berlatih, bekerjakeras, dan dapat bertahan lebih lama dalam mengikuti suatu kegiatan atau latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar motivasi intrinsik pada peserta olahraga dengan adanya fasilitas olahraga rekreasi di TSOT outbound Kecamatan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Instrumen yang digunakan berupa angket. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMA Negeri 3 Surabaya, yang terdiri dari 20 item pernyataan dengan responden berjumlah 30 peserta. Indikator penelitian meliputi empat aspek pada Motivasi, yaitu ; kebutuhan; harapan; minat; serta kesenangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV dapat diambil simpulan bahwa tingkat motivasi pada peserta dalam kegiatan olahraga rekreasi di TSOT outbound Kecamatan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tergolong sangat tinggi atau sangat baik. Dilihat dari jenis motivasinya menunjukkan bahwa motivasi intrinsik untuk mengikuti olahraga rekreasi di TSOT outbound Kecamatan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan tinggi. Rata-rata motivasi intrinsik indikator minat sebesar 83,8% dalam prosentase sangat tinggi, indikator tingkat kesenangan sebesar 71,3%, indikator tingkat kebuthan sebesar 80,3%, serta untuk indikator tingkat harapan sebesar 64%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi peserta untuk melakukan kegiatan olahraga rekreasi dikarenakan minat yang sangat tinggi, kesenangan yang tinggi, kebutuhan yang sangat tinggi dan harapan yang tinggi. Kata Kunci: Motivasi intriksik, Olahraga rekreasi, Kecamatan Prigen.
ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, AND THREATS PEMBINAAN PRESTASI KICKBOXING PENGKAB KBI LAMONGAN CHOLID APREAL SYAH, NURUDIN; WISMANADI, HIMAWAN
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITY, AND THREATS, PEMBINAAN PRESTASI KICKBOXING PENGKAB KBI LAMONGAN Nama : Nurudin Cholid Apreal Syah Nim : 16060484062 Prodi : S1 Ilmu Keolahragaan Fakultas : Ilmu Keolahragaan Nama lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Dr. Himawan Wismanadi, M.Pd Dalam mencapai prestasi suatu cabang olahraga tentunya membutuhkan persiapan yang panjang. Perlu adanya program pembinaan untuk mencapai target prestasi yang diinginkan. Dalam program pembinaan prestasi pastinya ada beberapa faktor penunjang untuk tercapainya suatu prestasi, baik faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor tersebut dengan menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threats). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan sasaran tiga orang pengurus, satu pelatih, dan 4 atlet. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi wawancara, dokumen, dan angket. Penelitian ini dilaksanakan di tempat latihan Pengkab Kickboxing Lamongan. Hasil penelitian ini pembinaan prestasi Kickboxing Lamongan memiliki kekuatan di Tim pelatih dan atlet yang sudah tersedia dan berkompeten, manajemen organisasi yang mendukung, serta program latihan yang sesuai. Kurangnya sarana dan prasarana penunjang latihan, waktu penyesuaian atlet dengan teknik baru, Serta pendanaan. Memiliki peluang dengan pelatih yang berlatar beladiri berbeda sehingga bisa berkolaborasi untuk melakukan variasi teknik banyak rekomendasi atlet sehingga bisa mudah menentukan nomor pertandingan. Kemudian ancamannya dukungan dari pemerintah yang terlambat bisa menurunkan motivasi atlet untuk berprestasi Kata kunci : pembinaan, SWOT, kickboxing, prestasi
PENGARUH OLAHRAGA TRADISIONAL TERHADAP KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NIHAYATUS SADIYAH, RIRIN; HIMAWAN SUSANTO, INDRA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Olahraga tradisional pada umumnya olahraga yang bersifat mengandalkan kekompakkan yang sangat sederhana dari peserta yang dikonsep untuk bermain. Olahraga tradisional ini pada beberapa dekade ini mengalamin keterpurukan, pengaruh ini dari perkembangan pemikiran masyarakat yang semakin kilat sehingga meninggalkan kebiasaan dan kebudayaan lama yang banyak manfaat dari tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat peningkatan kebugaran jasmani dengan treatment olahraga tradisional pada siswa putra sekolah dasar kelas V SDN Drancang Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Metode pada penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Rancangan yang digunakan adalah Pre-test and Post-test Group Design. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (pra experiment). Metode analisis data menggunakan Mean, Standart Deviasi, Varian, Uji Normalitas dan Uji T Sejenis. Populasi dan sampel adalah siswa sekolah dasar kelas V SDN Drancang yang berjumlah 20 anak. Semua sampel diberikan perlakuan memainkan olahraga tradisional hadang dan bentengan. Instrument tes yang digunakan adalah Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI 2010). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh olahraga tradisional terhadap kebugaran jasmani siswa sekolah dasar kelas V SDN Drancang Menganti. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, Olahraga Tradisional. ABSTRACT Traditional sports are basically games that are simple and rely on the cohesiveness of each participant in play activities. Traditional sports have experienced a downturn in recent decades, this is influenced by the development of the mindset of an increasingly advanced society that leaves old habits that are still traditional, modern habits which are all easy and instant. This study aims to determine whether there is the effect of traditional sports to fitness of jasmani sports of elementary school in class V SDN Drancang, Menganti District, Gresik Regency. This type of research used in this study is a quasi-experimental method. The design used is the Pre-test and Post-test Group Design. Methods in this study was quasi-experimental (pre-experiment). Methods of data analysis using Mean, Standard Deviation, Variants, Normality Test and Similar T Tests. The population and sample were elementary school in class V of SDN Drancang with a total of 20 student. All samples were given the treatment of playing traditional sports hadang and bentengan. The test instrument used was the Indonesian Physical Fitness Test (IPFT 2010). The results of the study concluded that there was the effect of traditional sports to fitness of jasmani sports of elementary school in class V SDN Drancang Menganti. Keywords: Physical fitness, Traditional Sports.
ANALISIS KEBERHASILAN KENTO MOMOTA PEMAIN JEPANG MENJADI PERINGKAT SATU DUNIA DILIHAT DARI JUMPING SMASH DAN SPEED SMASH ANTA KARANA, DIMAS; WISMANADI, HIMAWAN
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakOlahraga bulutangkis merupakan salah satu jenis olahraga prestasi yang sangat terkenal di seluruh dunia. Permainan bulutangkis merupakan permainan yang bersifat individual yang dapat dilakukan dengan cara satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Pukulan smash adalah bentuk pukulan keras yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakter dari pukulan ini adalah keras dan laju shuttlecock cepat menuju lantai lapangan. Pukulan ini membutuhkan kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis. Kemampuan jumping smash dianggap sangat penting peranannya karena dapat menghasilkan poin, ketika melakukan jumping smash ada beberapa pergerakan yang perlu diperhatikan antara lain sudut siku, sudut bahu, tinggi lompatan dan kecepatan smashJenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian non-eksperimen dengan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif, karena tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis fakta keberhasilan Kento Momota pemain berkebangsaan Jepang menjadi peringkat satu dunia dilihat dari jumping smash dan speed smash dalam pertandingan sebenarnya.Berdasarkan hasil pengamatan, Persentase keberhasilan jumping smash yang dilakukan Kento Momota adalah 23,02 % didapat dari jumlah jumping smash yang berhasil dibagi jumlah jumping smash keseluruhan. Dari usaha jumping smash yang dilakukan Kento Momota untuk memperoleh jumping smash yang terbaik 22.8692 m/s dari tiga pertandingan bulutangkis tingkat internasional, dengan sudut siku 147o, sudut bahu 146o tinggi lompatan 0,41 meterKata kunci : Analisis, Bulutangkis, Jumping Smash, Speed Smash, Sudut Siku, Sudut BahuAbstract Is one of the most famous sport of achievement in the world. A badminton game is an individual game that can be done by one person against one or two against two. Smash blow is a form of hard blow that is often used in badminton games. The character of this punch is the hard and fast shuttlecock speeds leading to the field floor. This blow requires muscle strength of the limbs, shoulders, arms, flexibility of the wrist as well as coordination of harmonious gestures. The ability of jumping smash is considered very important role because it can generate points, when jumping smash there are some movements that need to be considered among others angle elbow, shoulder angle, jump height and smash speed.The type of this research belongs to non-experimental research type with quantitative descriptive research method, because the purpose of this research is to analyze the fact of success of Kento Momota Japan national player to world number one viewed from jumping smash and speed smash in real game.Based on the observations, the percentage of the successful jumping smash done by Kento Momota is 23,02 % obtained from the number of jumping smashes that are successfully divided the total number of jumping smashes. From jumping smash attempt by Kento Momota to get the best jumping smash 22.8692 m/s from three international badminton matches, with the angle of 147o the shoulder angle of 146o high jump 0,41 meters.Keywords: Analysis, Badminton, Smash Jumping, Smash Speed, Angle of Elbow, shoulder angle
ANALISIS TINGKAT KEKUATAN OTOT TUBUH BAGIAN ATAS DAN TUBUH BAGIAN BAWAH PADA MEMBER PR60 WORKOUT CENTER SURABAYA PUTRA NUSANTARA, BAGUS; WIDODO, ACHMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang menghendaki untuk memiliki kekuatan otot tubuh yang baik, karena kekuatan merupakan daya penggerak tubuh untuk melakukan suatu aktivitas fisik. Semakin baik kekuatan, maka semakin baik pula aktivitas yang kita lakukan. Kebanyakan orang, memilih fitness center sebagai tempat untuk meningkatkan kekuatan otot. PR60 merupakan salah satu fitness center yang berada di Surabaya yang berkonsep functional training. Salah satu metode latihan yang ada disini adalah weight training. Latihan weight trainihg merupakan metode latihan untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh. Banyak dari member di PR60 workout center surabaya yang menggunakan metode ini untuk meningkatkan kekuatan otot. Tetapi di PR60 workout center belum ada data terkait dengan kekuatan otot sehingga dalam latihannya member merasa kesulitan untuk mengetahui apakah kekuatannya meningkat atau tidak. Selain itu, kebanyakan member PR60 workout center surabaya mengalami progress latihan tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah berbeda, yang mana tubuh bagian atas lebih cepat dalam melakukan progress latihan dan tubuh bagian bawah lebih lambat. Oleh karena itu perlu adaya tes dan pengukuran kekuatan otot tubuh bagian atas dan otot tubuh bagian bawah supaya untuk mengetahui kondisi otot tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis tentang kekuatan otot tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah pada member PR60 workout center Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di PR60 workout center Surabaya. Subjek dalam penelitian adalah member aktif yang mengikuti latihan di PR60 workout center Surabaya. Sampel terdiri dari 2 orang yaitu, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Intrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan pengukuran kekuatan otot tubuh bagian atas dengan menggunakan hand grip dynamometer, bench-press,sit-up, push-up dan back dynamometer dan otot tubuh bagian bawah dengan menggunakan leg dynamometer dan squat. Teknis analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu menyimpulkan data mentah dalam jumlah yang besar sehingga hasilnya dapat dipelajari dan ditafsirkan secara singkat dan penuh makna. Berdasarkan hasil analisis tes yang dilakukan, pada subjek perempuan diperoleh hasil bahwa kekuatan otot tubuh bagian atas masih dalam kategori kurang dan pada tubuh bagian bawah pada kategori baik. Sedangkan pada subjek laki-laki kekuatan otot tubuh bagian atas dalam kategori kurang dan pada bagian tubuh bawah untuk kekuatan otot tungkai perlu ditingkatkan dan untuk kekuatan otot paha tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan, karena dari 2 tes ada yang sangat baik dan kurang.
HUBUNGAN KONSENTRASI TERHADAP KETEPATAN PASING BAWAH BOLAVOLI PADA CLUB NANGGALA SURABAYA RIZQULLAH AZMI, SINATRYA; NUR BAWONO, MOKHAMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKOlahraga bolavoli merupakan salah satu permainan yang menggunakan bola besar sebagai objek utama yang dimainkan secara beregu, yang terdiri dari dua regu (tim) yang saling berhadapan dengan enam orang disetiap regunya. Untuk setiap regu diberi kesempatan tiga kali sentuhan untuk mempertahankan bola di area permainan sendiri dan akan mendapatkan poin jika mampu menjatuhkan bola di area permainan lawan. Salah satu teknik yang digunakan untuk membangun serangan pada olahraga bolavoli adalah menggunakan teknik pasing. Selain memerlukan pasang bawah yang baik, pemain bolavoli juga memerlukan konsentrasi yang tinggi pada saat melakukan pasing bawah. Dengan harapan serangan yang telah dibangun akan memberikan poin bagi tim serta lawan sulit untuk mengembalikan bola.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi dengan ketepatan pasing bawah bolavoli pada club Nanggala Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analisis korelasi dengan sampel penelitian 12 pemain Club Nanggala Surabaya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan 2 test, yaitu dengan menggunakan Tes Grid Concentration Exercise dan test pasing bawah ke dinding. Hasil pada penelitian ini dapat ditunjukkan sebagai berikut : Dari 12 sampel yang melakukan tes konsentrasi diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 10,42, nilai standar deviasi sebesar 4,441, nilai minimum sebesar 3 dan nilai maksimum sebesar 19, sedangkan tes ketepatan pasing bawah diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 56,67, nilai standar deviasi sebesar 24,246, nilai minimum sebesar 10 dan nilai maksimum sebesar 90. Analisis korelasi tes konsentrasi dan ketepatan pasing bawah adalah . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang lemah antara tingkat konsentrasi atlet Club Nanggala Surabaya dengan ketepatan pasing bawah bolavoli Kata Kunci : tingkat konsentrasi, bolavoli, tingkat ketepatan, hubungan.
PENGARUH SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP TEKANAN DARAH IBU-IBU RUMAH TANGGA BRONGKOS USIA 45-59 TAHUN KESAMBEN BLITAR DAMAYANTI, RIRIN; ANITA KUMAAT, NOORTJE
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan bertambahnya usia semakin beragam pula penyakit yang akan dengan mudah menyerang tubuh, diantaranya penyakit yang infeksi, penyakit karena pengaruh gaya hidup yang salah, penyakit degeneratif dan juga penyakit menular. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap tekanan darah pada ibu-ibu rumah tangga usia 45-59 tahun di dusun Brongkos Kesamben Blitar.sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan peneliti, dengan menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sphygmomanometer. Uji statistik menggunakan uji Paired Sample t Tes dengan signifikasi p <0,05. Jika nilai kelompok hipertensi pada tekanan darah t-hitung systole dengan probabilitas (Sig) 0,001 < 0,05 maka ditolak dan tekanan darah t-hitung diastolik dengan probabilitas (Sig) 0,001. Maka ada pengaruh signifikan pada pemberian perlakuan Senam Aerobik Low Impact terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok darah tinggi (hipertensi). Kemudian diketahui bahwa nilai kelompok hipotensi pada tekanan darah t-hitung sistolik dengan probabilitas (Sig) 0,005 < 0,05 dan diastolik dengan probabilitas (Sig) 0,007 < 0,06. Maka adanya pengaruh signifikan pada pemberian perlakuan Senam Aerobik Low Impact pada kelompok hipotensi. Dari hasil olah data di simpulkan pemberian perlakuan Senam Aerobik Low Impact bahwa terdapat penurunan dan peningkatan sistolik dan dia stolik yang mulanya pada kategori hipertensi sedang menjadi normal dan yang mulanya pada kategori hipotensi sedang menjadi normal setelah diberikan latihan Senam Aerobik Low Impact Kata Kunci: Senam Aerobik, Tekanan Darah Abstract As we get older the more diverse diseases that will easily attack the body, including infectious diseases, diseases due to the influence of the wrong lifestyle, degenerative diseases and also infectious diseases. The purpose of this study was to determine the effect of low impact aerobics on blood pressure in housewives aged 45-59 years in the village of Brongkos Kesamben Blitar. The samples in this study were 20 respondents in accordance with the criteria set by researchers, using purposive sampling . The measuring instrument used in this study was a Sphygmomanometer. Statistical tests using the Paired Sample t Test with significance p <0.05. If the value of the hypertension group on systole t-count blood pressure with a probability (Sig) 0.001 <0.05 then H_0 is rejected and diastolic blood pressure t-count with a probability (Sig) 0.001. Then there is a significant influence on the administration of Low Impact Aerobic Gymnastic treatment on systolic and diastolic blood pressure in high blood groups (hypertension). Then it was found that the value of the hypotension group on systolic blood pressure t-count with probability (Sig) 0.005 <0.05 and diastolic with probability (Sig) 0.007 <0.06. Then there is a significant influence on the administration of Low Impact Aerobics in the hypotension group. From the results of data processing, it can be concluded that the administration of Low Impact Aerobic Exercise is that there is a decrease and an increase in systolic and he is stolic which initially in the moderate hypertension category becomes normal and in the beginning the moderate hypotension category becomes normal after being given Low Impact Aerobics Exercise Keywords: Aerobics, Blood Pressure
ANALISIS TEKNIK KEMENANGAN WEWEY WITA KELAS B PUTRI DALAM PERTANDINGAN PENCAK SILAT ASIAN GAMES 2018 ANDIKA, TOMAS; WAHYUDI, HERI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tahun 2018 merupakan tahun yang bersejarah untuk olahraga Pencak Silat Indonesia, pada tahun ini untuk pertama kalinya pencak silat dipertandingkan di ajang kejuaraan terbesar se-benua Asia yakni Asian Games. Pada gelaran ini, Indonesia mampu menyapu bersih total 14 medali emas dari 16 medali emas yang diperebutkan, dengan sumbangan emas dari cabang olahraga silat tersebut menempatkan Indonesia ke posisi 4 besar dalam meraih medali emas di ajang Asian Games 2018. Dari 14 peraih medali emas tersebut, ada satu pesilat yang sudah diprediksi untuk meraih medali emas yaitu Wewey Wita. Pasalnya Wewey Wita merupakan pesilat pertama Indonesia yang telah lolos sebanyak 4 kali di final kejuaraan dunia secara berturut-turut pada tahun 2013, 2015, 2017 dan di tambah lagi pada event Asian Games 2018. fenomena diatas peneliti tertarik untuk menganalisis mengenai fakta kemenangan Wewey Wita berdasarkan jenis dan jumlah teknik yang digunakan untuk mengalahkan lawannya di dalam bentuk persentase. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif untuk mengetahui fakta kemenangan Wewey Wita berdasarkan jenis dan jumlah teknik yang digunakan untuk mengalahkan lawannya dalam pertandingan Asian Games 2018 pada babak perempat final hingga final. Adapaun hasil dari penelitian ini yaitu pada babak perempat final Wewey wita berhasil mengalahkan lawannya dari Thailand dengan score 5:0, pada babak semi final melawan Loas dengan score 5:0 dan di partai puncak atau final melawan pesilat Vietnam dengan score yang sama pula yaitu 5:0. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa Wewey Wita mendominasi disetiap pertandingan dalam Asian Games 2018 cabang olahraga pencak silat dengan menggunakan teknik tendangan T. Hal ini dikarenakan Wewey Wita memiliki keahlian bertahan menggunakan teknik Tendangan T untuk mendapatkan point dengan cara memancing lawan untuk menekan, kemudian memapak dengan tendangan T. Kata Kunci : Analisis, Pencak Silat, Asian Games 2018, teknik pencak silat. Abstract 2018 is a historic year for Indonesia Pencak Silat sport, this year for the first time pencak silat is competed in the biggest championship on the Asian continent, the Asian Games. In this event, Indonesia was able to wipe out a total of 14 gold medals out of the 16 gold medals contested, with gold donations from the martial arts branch putting Indonesia in the top 4 position in winning gold medals at the 2018 Asian Games. Of the 14 gold medalists, there is one fighter who has been predicted to win a gold medal, namely Wewey Wita. became the first Indonesian fighter to have won four times in the world championship finals in a row in 2013, 2015, 2017 and added again at the 2018 Asian Games event. From the above phenomena the researcher is interested in analyzing the facts of Wewey Witas victory based on the type and number of techniques used to defeat his opponent in the form of a percentage. This research is a descriptive analysis research to find out the facts of Wewey Witas victory based on the type and number of techniques used to defeat his opponents in the 2018 Asian Games in the quarter-finals to the finals. As for the results of this study, in the quarter-finals Wewey Wita defeated his opponent from Thailand with a score of 5: 0, in the semi-final against Loas with a score of 5: 0 and in the top or final party against Vietnamese fighters with the same score, namely 5 : 0. The results of the analysis show that Wewey Wita dominates every match in the 2018 Asian Games in pencak silat by using the T kick technique. This is because Wewey Wita has the defensive skills to use the T kick technique to get points by luring the opponent to press, then tapping with the kick T. Keywords: Analysis, Pencak Silat, 2018 Asian Games, martial arts techniques.

Page 2 of 41 | Total Record : 408