cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Olahraga
  • jurnal-kesehatan-olahraga
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
ANALISIS SWOT PEMBINAAN PRESTASI DI PGSI (PERSATUAN GULAT SELURUH INDONESIA) KABUPATEN LAMONGAN FITRAH DARMAWAN, AHMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tercapainya suatu prestasi olahraga didasari oleh pembinaan olahraga yang tersruktur, sistematis dan terencana, yakni mempunyai kaitan yang erat dengan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan program latihan yang ada. PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) Kabupaten Lamongan adalah Organisasi induk olahraga Gulat daerah yang ada dibawah naunggan KONI Kabupaten Lamongan, dantelah berdiri sejak 1997 bertujuan untuk mendongkrak prestasi cabang olahraga Gulat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana pembinaan prestasi cabang olahraga Gulat di PGSI Kabupaten Lamongan dengan dengan mengidentifikasi kelemahan, kekurangan, peluang serta ancaman. Memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana hasil pembinaan olahraga Gulat di PGSI Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah SWOT (strenght, weakness, oppurtunity, threat). Dengan menggunakan metode SWOT diharapkan mendapat hasil yang optimal dalam mengamati pembinaan olahraga Gulat di PGSI Kabupaten Lamongan. Jenis instrumen yang digunakan adalah Angket. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pembinaan Gulat di PGSI Kabupaten Lamongan adalah sangat baik yaitu dengan Angka 88,3%. Angka tersebut didapat dari hasil isian angket yang diisi oleh atlet, pelatih dan pengurus yang ada di PGSI Kabupaten Lamongan dari segi indikator sumber daya manusia dengan rata-rata 87,3%, sarana prasarana 85,4% dan program latihan 92,2%. Beberapa Pelatih sudah memiliki lisensi kepelatihan, yang ditunjang dengan penglaman pelatih saat menjadi atlet, serta adanya komunikasi yang bagus antara pengurus, pelatih, dan atlet. Sarana dan prasarana di PGSI Kabupaten Lamongan sudah memadai untuk melaksanakan pembinaan dan latihan. Kemudian program latihan yang telah dibuat di PGSI Kabupaten Lamonganjuga sudah bagus. Terdapat program latihan jangka pendek dan jangka panjang. Pendanaan yang lancar untuk setiap kompetisi serta adanya bonus bagi atlet yang berprestasi menjadi semangat lebih untuk atlet terus berprestasi. Serta selalu dilakukan evaluasi setelah melaksanakan latihan atau kompetisi.
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PUTRI FLOORBALL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AGUSTIN, DINI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floorball merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kesiapan fisik yang optimal untuk meraih prestasi. Dengan gerakan bola yang tidak menentu maka untuk mengontrol, drible, shooting, berlari, maupun berhenti secara tiba-tiba, sehingga para pemain Floorball harus memiliki kondisi fisik yang baik agar dapat menampilkan kemampuan secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik atlet  putri Floorball Universitas Negeri Surabaya yang meliputi kecepatan, kelentukan, ketahanan aerobik, dan kecepatan. Sasaran dari penelitian ini adalah 15 atlet Floorball. Dan dilaksanakan di GOR Bima Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Dari penelitian ini telah digambarkan mengenai tingkat kondisi fisik pemain  putri Floorball Universitas Negeri Surabaya. Kesimpulan dari hasil penelitian : (1) Kecepatan atlet dengan rata-rata sebesar 5,47 detik masuk dalam katagori kurang. Persentase masuk dalam katagori kurang: (53,33%), (2) Kelentukan atlet dengan rata-rata sebesar 36 cm masuk dalam katagori baik sekali. Persentase masuk dalam katagori baik sekali: (66,67%), (3) Ketahanan aerobik atlet dengan rata-rata sebesar 28,04 ml/kg/min masuk dalam katagori rendah. Persentase masuk dalam katagori rendah: (80%), (4) Kelincahan atlet dengan rata-rata sebesar 19,33 detik masuk dalam katagori sedang. Persentase masuk dalam katagori sedang (73,33%). Jadi dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa atlet putri Floorball Universitas Negeri Surabaya memiliki kondisi fisik yang kurang, karena rata-rata kondisi fisik atlet putri Floorball Universitas Negeri Surabaya masuk dalam katagori kurang. Sehingga harus diperlukan latihan yang intensif agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci : Floorball, Atlet putri Floorball Universitas Negeri Surabaya, Kondisi fisik.
ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN PADA PERMAINAN TUNGGAL PUTRI BULUTANGKIS (STUDI KASUS PADA PERTANDINGAN ANTARA CAROLINA MARIN VS LI XUERUI) PULUNG SARI, AYU
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan teknik dalam bermain bulutangkis merupakan kemampuan yang paling dimiliki oleh semua atlet, serta pelatih yang harus bisa memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh atlitnya, agar dapat mencapai prestasi yang tinggi dalam cabang olahraga bulutangkis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan teknik yang dominan dipakai oleh atlet dunia dalam pertandingan yang sebenarnya. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian non-eksperimen dengan metode penelitian analisis deskriptif dengan rumus persentase. Subjek penelitian ini adalah pertandingan tunggal putri peringkat 1 dan 2 dunia  yaitu Carolina Marin berasal dari Spanyol dan Li Xuerui berasal dari China. Hasil penelitian ini diperoleh dari analisis teknik yang paling dominan digunakan dalam pertandingan yang sebenarnya. Adapun hasil penelitian pada pertandingan Japan Open Carolina Marin menggunakan teknik pukulan drive  (8%), smash (14%),  dan overhand lob (5%), Li Xuerui menggunakan teknik pukulan drive (12%), underhead lob (9%), dan netting (7%). BWF World Championship Carolina Marin menggunakan teknik pukulan overhand lob (10%), drive (11%), dan smash (14%), Li Xuerui menggunakan teknik pukulan underhead lob (16%), drive (12%), dan overhand lob (16%). MyBank Malaysia Open Carolina Marin menggunakan teknik pukulan drive (14%), smash (21%), dan netting (17%), Li Xuerui melakukan teknik pukulan drive (17%), underhead lob (17%), dan netting (26%). Olimpic Rio Carolina Marin melakukan teknik underhead lob (12%) drive (8%) dan overhand lob (12%), Li Xuerui menggunakan teknik pukulan underhead lob (12%), drive (8%), dan netting (10%). Hasil tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus persentase . Kata Kunci : Bulutangkis, Teknik, Keterampilan bermain.
ANALISIS KETERAMPILAN TEKNIK BERMAIN PADA PERMAINAN TUNGGAL DAN GANDA PUTRA DALAM CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS KHOIRUL UMAM, ACHMAD
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan teknik dalam bermain bulutangkis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh semua atlet pada saat pertandingan, serta pelatih yang dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan atlitnya agar dapat mencapai prestasi yang tinggi dalam cabang olahraga bulutangkis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan teknik yang dominan dipakai oleh atlet dunia dalam pertandingan yang sebenarnya. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian non-eksperimen dengan metode penelitian analisis deskriptif dengan rumus persentase. Subjek penelitian ini adalah pertandingan tunggal putra peringkat 1 dan 2 pada Olimpiade RIO 2016 Men’s Single Final dan pertandingan ganda putra peringkat 1 dan 2 pada Yonex Denmark Open 2016 Men’s Double Semifinal. Hasil penelitian ini diperoleh dari analisis teknik yang paling dominan digunakan dalam pertandingan yang sebenarnya. Adapun hasil penelitian pada tunggal putra diperoleh hasil sebagai berikut ini : teknik netting (21,789%), teknik net clear/underhand lob (20,726%), teknik overhead drop (18,335%), teknik smash (13,020%), teknik overhead lob (12,666%), teknik short serve (6,820%), teknik drive (5,580%), teknik dropshoot (0,974%), dan teknik long serve (0,089%). Sedangkan pada ganda putra diperoleh hasil sebagai berikut : teknik drive (21,891%), teknik overhead drop (17,487%), teknik smash (16,580%), teknik clear/overhead lob (14,378%), teknik short serve (13,342%), teknik net clear/underhand lob (9,067%), teknik netting (6,606%), teknik long serve (0,389%) dan teknik dropshoot (0,259%). Hasil tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus persentase . Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Teknik netting dan net clear/lob merupakan teknik yang paling dominan dibutuhkan pada pertandingan tunggal putra yang dikategorikan kedalam permainan lambat/lama dengan frekuensi pertandingan selama 17 menit 14  detik dan dilakukan dengan 1129 kali pukulan. 2) Teknik drive merupakan teknik yang paling dominan digunakan pada pertandingan ganda putra yang dikategorikan kedalam permainan cepat dengan frekuensi pertandingan selama 8 menit 47 detik dan dilakukan dengan 772 kali pukulan.  Kata kunci : Bulutangkis, Teknik, Keterampilan bermain
PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK MELALUI PENGEMBANGAN LATIHAN FARTLEK PADA SSB ANAK BANGSA SURABAYA USIA 15 – 16 TAHUN ALFIN HARIYANTO, ACH
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kondisi fisik yang prima, dalam cabang olahraga sepakbola daya tahan aerobik (VO2max) dan anaerobik sangat menunjang dalam peforma atlet. Daya tahan aerobik (VO2max) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan oksigen selama kegiatan secara maksimal. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan fartlek terhadap peningkatan daya tahan aerobik (VO2max). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak 16 orang. Hasil penelitian diperoleh rata – rata nilai VO2max pada pre-test sebesar 36,975 dan post-test sebesar 42,368. Berdasarkan uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 2,1432) dan post-test (5,991 > 2,4222), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata – rata nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi latihan fartlek diperoleh thitung 11,014 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 15 adalah 1,753. Karena thitung lebih besar dari ttabel (11,014 > 1,753), maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan fartlek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pengembangan latihan fartlek dapat meningkatkan daya tahan aerobik (VO2max). Kata Kunci : Sepakbola, Latihan Fartlek, Daya Tahan Aerobik (VO2max)
PENGARUH MANIPULASI MASASE OLAHRAGA TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM LAKTAT DALAM DARAH SETELAH LATIHAN ANAEROBIK KASMADI,
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 3 (2017): Edisi Agustus 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masase olahraga merupakan suatu manipulasi yang dilakukan dengan manual pada bagian tubuh tertentu yang memberikan efek memperlancar sirkulasi darah ke arah jantung sehingga mempercepat metabolisme zat sisa pembakaran ( asam laktat). Asam laktat merupakan sisa-sisa metabolisme energi anaerobik yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada otot.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari pengaruh manipulasi masase olahraga terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan  Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesehatan Dan Rekreasi  angkatan tahun 2016  Universitas Negeri Surabaya.  Sampel penelitian sebanyak 20 yang di peroleh melalui teknik purposive Sampling.  Variabel dalam penelitian ini terdiri dari, variabel bebas yaitu latihan anaerobik dan manipulasi masase olahraga dan variabel terikat penurunan kadar asam laktat. Teknik analisis data menggunakan Uji beda (Uji t) dan  uji normalitas.  Hasil penelitian diperoleh rata-rata pre-test sebesar 13,68 mM/l  dan data post-test 8,55 mM/l. Berdasar uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari pada x2 hitung(2,3522>3,841) dan post-test (2,3138>3,841) dengan demikian data berdistribusi normal. Berdasarkan uji perbedaan diperoleh thitung  sebesar 14,17 dengan taraf signifikan 0,05 dengan df = 9 adalah 1,833. Karena t hitung lebih besar daripada t tabel maka Ho ditolak yang berarti manipulasi masase olahraga efektif dalam menurunkan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik. Dengan demikian dapat disimpulkan manipulasi masase olahraga selama 10 menit berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan anaerobik dengan persentase penurunan sebesar 37,5 % Kata kunci: Latihan Anaerobik, Masase Olahraga, Asam Laktat
PENGARUH PEMULIHAN AKTIF (JOGGING)  TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM LAKTAT DALAM DARAH SETELAH LATIAHAN ANAEROBIK (INTERVAL TRAINING) MARZUKI HARAHAP, ISMAIL
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam laktat merupakan hasil sisa metabolisme pembakaran energi anaerobik laktasid. Dimana dalam metabolisme ini terjadi pemecahan karbohidrat yang tidak sempurna menjadi asam laktat  yang merupakan salah satu indikator terjadinya kelelahan pada otot. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh pemulihan aktif  (jogging) terhadap penurunan kadar asam laktat dalam darah setelah latihan interval tarining. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Dengan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Sampel sebanyak 20 orang, 10 orang pemulihan aktif (Jogging) dan 10 orang sebagai kelompok kontrol (berjalan).  Karena thitung (10,224) > ttabel (1,833), dan begitu juga variabel kontrol (berjalan) diperoleh thitung (5,125) > ttabel (1,833), maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pre-test 13,76 mMol/l dan rata-rata nilai post-test 9,39 mMol/l pada perlakuan pemulihan aktif (jogging) sedangkan pada variaber kontrol (berjalan) diperoleh nilai rata-rata pre-test 13,71 mMol/l dan nilai rata-rata post-test 11,51 mMol/l. Dari kedua recovery yang dilakukan pemberian perlakuan pemulihan aktif (jogging) lebih efektif dalam mempercepat penurunan kadar asam laktat diabanding dengan variabel kontrol (berjalan). Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara  rata-rata penurunan perlakuan jogging dan berjalan yaitu sebesar 2,19 mMol/l dengan hasil pemberian perlakuan jogging lebih efektif terhadap penurunan kadar sam laktat dalam darah setelah latihan interval training
PENGARUH LATIHAN BURPEE TERHADAP JARAK LOMPATAN START PADA OLAHRAGA RENANG MAULANA, BIMA
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan Burpee terhadap jarak lompatan start pada olahraga renang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet klub Taman Tirta Bojonegoro. Adapun sampel untuk penelitian sebanyak 8 sampel yang diambil berdasarkan usia 13-15 tahun, dan semuanya adalah laki-laki. Penelitian ini menggunakan instrumen meteran, peluit, kamera, dan software Kinovea.  Hasil penelitian dapat diketahui, perbedaan jarak lompatan dari rata-rata pree-test 2,62 m meningkat menjadi 2,8 m, dimana dari hasil pre-test hingga post test mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 0,18 m yang jika dipresentasikan hanya mengalami peningkatan 6,8% yang tergolong biasa saja. Terdapat perbedaan sudut take off dan sudut jatuhan saat melayang sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Dimana sudut take off mengalami penurunan sebesar 7,1% , sedangkan sudut jatuhan juga mengalami penurunan sebesar 3,3%. Sehingga membuat peningkatan jarak lompatan menjadi kurang maksimal.  Kata Kunci : Latihan Burpee,Jarak Lompatan start, Olahraga Renang
MOTIVASI MAHASISWI UNESA DALAM MENGKUTI OLAHRAGA FLOORBALL DI UKM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FIRMANSYAH, AINUR
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, motivasi merupakan faktor yang sangat penting, yang bisa menentukan hasil dari tindakan tersebut. Berdasarkan sumbernya motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi yang sudah ada dalam diri kita sendiri (intrinsik) dan motivasi yang muncul dikarenakan faktor dari luar (ekstrinsik).Floorball merupakan salah satu cabang olahraga yang relatif baru dimainkan baik oleh pria maupun wanita dengan menggunakan stick dan bola. Permainan floorball sangat populer di kalangan mahasiswi Universitas Negeri Surabaya, hal ini terbukti dengan munculnya UKM floorball Universitas Negeri Surabaya, serta dicapainya prestasi di tingkat kejuaraan nasional dan daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi mahasiswi dalam mengikuti olahraga floorball. Sasaran dari penelitian ini adalah16 atlet Floorball. Dan dilaksanakan di GOR Bima Universitas Negeri Surabaya.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif.Penelitian ini menghasilkan bahwa motivasi intrinsik mahasiswi sangat tinggi, dari total skor indikator maksimal 1200, skor yang didapatkan 989 atau 82%, dan motivasi ekstrinsik mahasiswi tinggi, dari total skor indikator maksimal 1200, skor yang didapatkan 836 atau 70%, dalam mengikuti olahraga floorball di UKM Universitas Negeri Surabaya.Kesimpulan penelitian ini, tingkat motivasi mahasiswi adalah tinggi, dengan total keseluruhan indikator maksimal 2400, skor yang didapat 1825 atau 76%, dalam mengikuti olahraga floorball di UKM Universitas Negeri Surabaya.Kata Kunci: Floorball, Motivasi, mahasiswi floorball UKM Unesa
HUBUNGAN VO2MAX TERHADAP PEMULIHAN DENYUT NADI SETELAH LATIHAN SUBMAKSIMAL PADA PEMAIN SEPAKBOLA PUTRA KELOMPOK USIA 18 TAHUN EL FAZA FC SURABAYA ASDITIAWAN HUTAMA, VITO
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 5, No 2 (2017): Edisi Mei 2017
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepakbola merupakan olahraga yang menuntut endurance, kecepatan, kelincahan dan daya eksplosif yang tinggi. Untuk dapat memiliki endurance dengan baik, seorang pemain sepakbola membutuhkan berbagai latihan yang intensif. Indikator yang digunakan dalam mengetahui peningkatan dalam latihan daya tahan salah satunya adalah dengan mengetahui kemampuan penyerapan oksigen oleh tubuh secara maksimal atau Max. Aktivitas latihan seorang atlet akan berpengaruh pada denyut nadinya. Dengan demikian latihan yang berlebih dapat diketahui pada fase yang sangat dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat Max, tingkat pemulihan denyut nadi dan mengetahui hubungan antara Max dengan pemulihan denyut nadi setelah latihan submaksimal pemain sepakbola di Persatuan Sepakbola El Faza FC Surabaya. Sampel dari penelitian ini sebanyak 25 pemain. Instrumen penelitian yang dibutuhkan adalah form penghitungan MFT, laptop, tape recorder, peluit, lapangan, meteran, stopwatch, alat tulis, dan ergocycle. Hasil penelitian menunjukkan angka VO2Max pemain sepakbola kelompok usia 18 tahun El Faza FC Surabaya mempunyai nilai tertinggi 46,9 ml/kg/m, terendah 31,6 ml/kg/m dengan rata-rata 39,2 ml/kg/m. Untuk denyut nadi istirahat, data yang masuk dalam kategori baik sebanyak 16% dari 25 orang. Berikutnya terdapat 9 pemain mempunyai denyut nadi istirahat yang tergolong dalam kategori cukup atau 36%. Kemudian terdapat 7 pemain mempunyai denyut nadi istirahat yang tergolong dalam kategori buruk atau 28%. Dan terdapat 5 pemain mempunyai denyut nadi istirahat yang tergolong dalam kategori sangat buruk atau 20% dari jumlah keseluruhan pemain. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat VO2Max dan tingkat penurunan denyut nadi pemain sepakbola kelompok usia 18 tahun El Faza FC Surabaya dipengaruhi oleh tinggi VO2Max masing-masing pemain. Semakin tinggi tingkat VO2Max pemain sepakbola kelompok usia 18 tahun El Faza FC Surabaya maka semakin cepat juga waktu pemulihan denyut nadi setelah latihan submaksimal.   Kata Kunci: Hubungan, Sepakbola, Vo2Max, Denyut nadi, Latihan submaksimal